RSUP Dr. M.Djamil Padang (ist)
INFONUSANTARA.NET
PADANG - Kasus positif Covid-19 di Sumatera Barat khususnya Kota Padang semakin mengkwatirkan saja.Sebanyak 24 orang tenaga kesehatan di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) M Djamil Padang terkonfirmasi positif corona. 

Mereka terdiri dari dokter hingga perawat, namun bukan yang menangani pasien terinfeksi covid-19.

Direktur Utama RSUP M Djamil Padang Yusirwan Yusuf membenarkan para tenaga kesehatan di rumah sakit yang dipimpinnya terpapar corona. 

Upaya tracing juga telah dilakukan terhadap tenaga kesehatan dan seluruh karyawan lainnya. Hal ini disampaikan Direktur Utama RSUP M Djamil Padang Yusirwan Yusuf dan membenarkan para tenaga kesehatan di rumah sakit yang dipimpinnya terpapar corona, Kamis (27/8/2020) dilansir dari langgam.id.

“Tracing sudah sebanyak 600 orang dilakukan selama tiga hari ini. Kami sudah mengambil langkah-langkah emergency telah dilakukan demi memutus mata rantai penularan,” katanya.

Selaku rumah sakit terbesar di Sumbar, pelayanan kesehatan bagi masyarakat tetap berjalan normal. Yusirwan menegaskan, bagi masyarakat tak perlu cemas, karena antispasi telah dilakukan demi memutus mata rantai penularan.

Dikatakan, pelayanan tetap jalan, sudah 600 orang kami periksa. Jadi sistemnya dilakukan mulai dari dalam (tracing) sampai nomor dua, tiga dan empat. 

"Ini yang kami lakukan, sehingga tidak tertular yang lainnya dan tidak lumpuh rumah sakit kita," ungkapnya.

Sementara itu, Pejabat Pemberi Informasi dan Dokumentasi RSUP M Djamil Padang, Gustavianof menyebutkan, untuk 24 tenaga kesehatan itu di antaranya orang tanpa gejala dan juga memiliki penyakit penyerta (komorbid) sehingga harus mendapatkan perawatan.

“OTG menjalani isolasi di BPSDM sebanyak 16 orang dan delapan orang lagi dirawat di RSUP M Djamil karena memiliki penyakit penyerta,” jelasnya.

Gustavianof mengungkapkan, penemuan kasus positif berawal dari pemeriksaan swab tes yang selalu dilakukan oleh RSUP M Djamil terhadap seluruh tenaga kesehatan dan karyawan. Sehingga, dari pemeriksaan itu ditemukan dua tenaga kesehatan yang positif.

"Dari seluruh tenaga kesehatan dan karyawan yang berjumlah 3.500 orang rutin kami melakukan untuk tes swab.Kami rutin melakukan swab tes 100 orang perhari, zona merah itu wajib melakukan pemeriksaan tes swab. Kebetulan bertemu dua orang positif,” paparnya. 

Selain itu, kata Gustavianof, kembali dilakukan tracing cepat dan meningkatkan kapasitas swab tes sebanyak 300 orang perhari. Sehingga, ditemukan kembali 22 orang di lingkungan rumah sakit yang positif Corona.

“Kemudian dilanjutkan terus mulai di ring dua 300 orang dan hasilnya negatif. Pertama kan yang kontak erat. Sekarang tetap memeriksa seluruh karyawan M Djamil. Tujuannya agar  pasien dan keluarga pasien nyaman,” pungkasnya.
Sumber:langgam.id

INFO NUSANTARA PERSADA

 
Top