PILIHAN REDAKSI

Gunung Semeru Keluarkan Guguran Awan Panas, BNPB Imbau Warga Untuk Tidak Beraktivitas di Sepanjang Daerah Aliran Sungai

INFONUSANTARA.NET - Gunung Semeru yang berada di Kabupaten Lumajang mengalami peningkatan aktivitas vulkanik terjadinya guguran awan panas ...

Budaya

Opini

Peristiwa

Pariwara

Pemprov Sumbar

Upah Minimum Provinsi Sumbar Naik Jadi Rp2,51 Juta
Jumat, November 19, 2021

On Jumat, November 19, 2021

 


INFONUSANTARA.NET -- Upah Minimum Provinsi (UMP) Sumatera Barat 2022 ditetapkan Rp2.512.539 per bulan atau naik Rp28.498 dari UMP tahun 2021 sebesar Rp2.484.041 per bulan berdasarkan Keputusan Gubernur Sumbar Nomor 562-889-2021 tentang UMP Sumbar 2022.


Kepala Biro Administrasi Pimpinan Sekretariat Provinsi Sumbar, Hefdi di Padang, Jumat (19/11/2021) mengatakan Surat Keputusan Gubernur itu harus dijadikan rujukan bagi seluruh pengusaha di provinsi itu.


Ia mengatakan Upah Minimum Provinsi berfungsi sebagai jaring pengaman agar upah tidak dibayar lebih rendah dari Upah Minimum yang ditetapkan oleh pemerintah dan menjadi pedoman bagi dunia usaha.


Menurutnya kenaikan UMP itu adalah yang pertama dilakukan dalam masa pandemi COVID-19 karena pada 2021 pemerintah tidak menaikkan UMP atau tetap sama dengan UMP 2020 karena situasi ekonomi masih terdampak oleh pandemi.


"Perhitungan Penyesuaian UMP Sumbar 2022 sudah dilakukan melalui sidang pleno Dewan Pengupahan Provinsi Sumatera Barat tanggal 15 November 2021 dan dihitung berdasarkan formula penyesuaian yang tertuang pada PP Nomor 36 serta Surat Menteri Ketenagakerjaan RI Nomor : BM/383 HL.01.00/X1/2021 tanggal 9 November 2021 tentang Penyampaian Data Perekonomian dan Ketenagakerjaan Dalam Penetapan Upah Minimum Tahun 2022," katanya.


Dalam Surat Keputusan yang ditandatangani Gubernur Sumbar Mahyeldi pada 19 November 2021 diputuskan perusahaan dilarang membayar upah di bawah UMP yang telah ditetapkan.


Pembayaran besaran upah itu hanya dikecualikan bagi UMKM yang besaran upahnya berpedoman pada aturan perundangan-undangan.


Sementara itu perusahaan yang telah membayarkan upah lebih tinggi dari UMP 2022, dilarang untuk mengurangi atau menurunkan upahnya.


Dalam aturan itu juga disebutkan pengusaha wajib menyusun dan menerapkan struktur dan skala upah sesuai aturan perundangan-undangan.


Tunjangan tidak tetap/kesejahteraan yang selama ini diberikan oleh perusahaan tetap diberikan kepada pekerja atau buruh.


Hefdi mengatakan Surat Keputusan itu mulai berlaku pada 1 Januari 2021.(****)


Wagub Audy Joinaldy Serahkan Anugerah Literasi
Kamis, November 18, 2021

On Kamis, November 18, 2021

 


INFONUSANTARA.NET --Wakil Gubernur Sumatera Barat Audy Joinaldy meminta semua pihak dan stakeholders bersinergi memperkokoh pondasi dalam membentuk sumber daya manusia (SDM) berkualitas. Dan juga menekankan adanya penguatan literasi dengan mendorong kultur atau budaya membaca. 


"Saya berharap melalui kegiatan ini, bisa  membantu penguatan literasi, dengan terus memonitor perkembangan dan kemajuan pendidikan di Sumbar," kata Audy Joinaldy saat pembukaan Bimtek Meningkatkan Peran Perpustakaan Dalam Membangun Budaya Baca, di Aula Kantor Dinas Perpustakaan Sumbar, Kamis (18/11/2021).


Audy menyebut, literasi tidak hanya dalam hal membaca saja. Lebih dari itu, berbagai ruang lingkup literasi seperti literasi finansial, literasi digital, dan literasi humanis menjadi bagian yang berseiring dengan kecerdasan intelektual dan spiritual. 


"Untuk itu literasi sangat penting membangun manusia Indonesia seutuhnya," tukasnya.


Melihat begitu pentingnya peran Perpustakaan sebagai pengerak dalam mencerdaskan kehidupan masyarakat, dalam upaya meningkat kualitas hidup dan meningkatkan ilmu pengetahuan dalam rangka mewujudkan manusia cerdas, unggul dan tangguh, perlu kiranya kita memberikan perhatian yang lebih mengenai pengembangan perpustakaan. 


Pengembangan perpustakaan juga perlu dilakukan inovasi-inovasi baru sesuai perkembangan dan kondisi masyarakat kita pada saat ini, bagaimana perpustakaan bisa lebih dekat dan menarik, seperti (perpustakaan digital, layanan perpustakaan berbasis online, transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial,

dstnya), sehingga perpustakaan akan lebih dilirik lagi untuk dikunjungi.


"Saat ini yang kita butuhkan adalah kerjasama dan komitmen dari semua pihak, dalam upaya meningkatkan dan mengembangkan kegemaran membaca serta pemberdayaan perpustakaan," sebutnya.


Maka itu, Pemerintah Sumbar memberikan penghargaan Anugerah Literasi ini setiap tahun, melalui Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Sumbar, kepada setiap perseorangan, kelompok dan/atau Lembaga yang mempunyai kontribusi positif terhadap pengembangan perpustakaan dan pembudayaan kegemaran membaca.


"Kami berharap nantinya menjadi mitra perpustakaan, ikut menggerakkan minat baca masyarakat serta meningkatkan kunjungan ke perpustakaan," harapnya.


Selanjutnya Wagub Sumbar juga menyampikan selamat kepada para pemenang yang telah berperan aktif dalam membudaya kegemaran membaca dan mempromosikan perpustakaan kepada masyarakat. 


Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sumbar, Wadarusmen menyampaikan, tingkat membaca masyarakat Sumbar mencapai 56 persen di atas rata-rata Nasional yaitu 54 persen.


"Berdasarkan indikator durasi membaca per tiga bulan, dan untuk tahun 2021 ini kita targetkan 58 persen. Alhamdulillah minat masyarakat untuk membaca terus meningkat," sebut Wadarusmen.


Maka untuk mengembangkan gemar membaca pemprov Sumbar bekerjasama dengan semua pihak. Diantaranya pegiat literasi, pers, media cetak dan media elekteonik.


"Kita sangat merasakan peranan teman-teman media dan pers, pegiat, media elektronik dalam mempromosikankan menggerakan membaca di Sumatera Barat," pintanya.  


Oleh karena itu untuk mengembangkan motivasi memberikan kepada kelompok-kelompok yang mendukung gerakan budaya gemar membaca.


"Makanya kita berikan penghargaan kepada penulis, wartawan, pegiat literasi, lembaga media cetak dan media elektronik," ujarnya.


Adapun yang menerima penghargaan literasi yaitu, kategori Wartawan dari Jurnalis LKBN Antara Biro Sumbar Kabupaten Solok (Rahmatul Laila), kategori Penulis dari Bukittinggi (Sutan Rajo Pamuncak), kategori Pegiat Literasi dari Gumala Kreatif Padang Panjang (Yandri Armaika, S.ST), kategori Media Cetak dari Lembaga Rakyat Sumbar (jaringan Padang Expres Jawa Pos) Padang Panjang, dan untuk kategori Media Elektronik dari Padang Panjang (Radio Bahan FM).


Penghargaan diserahkan langsing oleh Wagub Sumbar didampingi oleh Kadis Perpustakaan dan Kearsipan Sumbar dan Bunda Literasi Padang Panjang. (nov)


Satgas Penanganan COVID-19 Nasional wacanakan tempat isolasi terapung di Padang
Jumat, Agustus 06, 2021

On Jumat, Agustus 06, 2021

 


INFONUSANTARA.NET -- Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 Nasional menawarkan tempat isolasi terapung sebagai solusi untuk isolasi mandiri bagi pasien OTG dan gejala ringan di Kota Padang guna mengantisipasi meningkatnya kasus positif di daerah itu.

"Tempat isolasi terapung merupakan salah satu bantuan yang bisa diberikan melalui Kementerian Perhubungan. Ini bisa membantu menambah kemampuan daerah dalam hal penyediaan tempat isolasi mandiri bagi pasien COVID-19," kata Direktur Dukungan Sumber Daya Darurat BNPB, Rustian, S.Si., Apt., M.Kes saat berkunjung ke Sumbar, Kamis (5/8/2021) malam.

Ia meminta agar Satgas Penanganan COVID-19 Sumbar dan Kota Padang untuk menghitung berapa kemampuan daerah dalam memberikan tempat isolasi kepada warga terpapar COVID-19 dengan gejala ringan atau OTG. 

Menurutnya dalam tempat isolasi terapung tersebut juga sudah tersedia klinik penunjang sehingga bisa memberikan penanganan darurat jika kondisi pasien tiba-tiba memburuk.

Selain itu BNPB dan Satgas COVID-19 Nasional juga akan memperkuat kemampuan Satgas COVID-19 daerah dalam hal penanganan di hulu seperti penerapan protokol kesehatan dengan memberikan bantuan masker dan handsanitizer.

"Kita akan perkuat juga Satgas COVID-19 Daerah dalam hal peningkatan Testing, Tracing dan Treatmen," ujarnya.

Rustian mengatakan semua pihak harus bahu membahu untuk mengantisipasi meningkatkan kasus positif COVID-19. Maasing-masing daerah di Indonesia memiliki kekuatan dan kelemahan masing-masing karena itu Satgas Penanganan COVID-19 nasional akan berupaya untuk memperkuat sisi-sisi yang masih lemah.

Gubernur Sumbar, Mahyeldi mengatakan pihaknya akan segera mengkoordinasikan kebutuhan tempat isolasi mandiri itu dengan Kota Padang, terkait bantuan tempat isolasi terapung yang ditawarkan BNPB.

Ia menyebut Sumbar memang telah memiliki konsep penyediaan tempat isolasi mandiri hingga ke tingkat nagari/desa melalui Program Nagari Tageh. Namun dengan meningkatkan kasus positif karena semakin dimasifkannya tracing dan testing, tempat isolasi tambahan akan sangat dibutuhkan.

Ia juga meminta Satgas COVID-19 Sumbar untuk segera menyiapkan data kebutuhan untuk diusulkan kepada BNPB dan Satgas COVID-19 Nasional guna memperkuat kemampuan daerah menangani pandemi.

"Tambahan kamar RS, peralatan pendukung dan kekuragan jumlah tenaga kesehatan juga harus dilaporkan sehingga BNPB atau Satgas COVID-19 pusat bisa membantu kebutuhan kita di Sumbar," katanya.***

BIRO ADPIM SETDAPROV SUMBAR

Wagub Sumbar tinjau Agro Wisata Boncah Farm Kambing Etawa
Rabu, Agustus 04, 2021

On Rabu, Agustus 04, 2021

Wagub Sumbar tinjau Agro Wisata Boncah Farm Kambing Etawa

INFONUSANTARA.NET -- Wakil Gubernur Sumatera Barat Audy Joinaldy meninjau Agro Wisata Boncah Farm di Nagari Barulak Kabupaten Tanah Datar yang fokus dalam peternakan kambing etawa. 

"Peternakan kambing memiliki prospek yang besar untuk berkembang karena tidak hanya bisa untuk pembibitan atau pedaging, tetapi juga bisa untuk susu perah dan pupuk dari kotoran dan urine," katanya di Batusangkar, Rabu.

Ia mengatakan usaha peternakan tersebut bisa menjadi inspirasi bagi masyarakat lain yang memiliki lahan luas dan belum tergarap maksimal.

Pasar untuk ternak kambing juga cukup luas baik untuk bibit daging maupun susu. Bahkan pupuk dari urine kambing sangat banyak dicari dan harganya lumayan tinggi.

Sementara itu Pimpinan PT Boncah Utama, M Djamil Baridjambek mengatakan peternakan yang didirikan sejak 2007 tersebut bergerak dalam produksi dan pengolahan susu kambing etawa, melakukan kegiatan pembibitan kambing, dan pengolahan kotoran kambing menjadi pupuk organik.

Khusus untuk produksi susu kambing mencapai 8 liter sehari dengan harga rata-rata Rp50 ribu per liter. Susu itu dijual diantaranya susu kambing etawa murni, susu kambing pasteurisasi, dan susu aneka rasa.

Pemasarannya tidak hanya di daerah sumatera tetapi sudah merambah ke Pulau Jawa diantaranya ke Jakarta.

Ikut hadir dalam kunjungan Wagub itu Wakil Bupati Tanah Datar, Wali Nagari Barulak, Kepala Dinas Peternakan Sumbar dan Kepala Dinas Peternakan Tanah Datar.***

BIRO ADPIM SETDAPROV SUMBAR

Wagub : Usaha peternakan dan wisata edukasi saling menunjang
Rabu, Agustus 04, 2021

On Rabu, Agustus 04, 2021

 


INFONUSANTARA.NET -- Usaha peternakan dan wisata edukasi merupakan dua hal yang bisa saling menunjang untuk bisa lebih dikenal masyarakat guna pengembangan usaha.

"Usaha peternakan seperti peternakan sapi bisa mengembangkan strategi wisata edukasi untuk memperkenalkan produknya sehingga pasarnya menjadi lebih luas," kata Wakil Gubernur Sumbar, Audy Joinaldy saat mengunjungi usaha sapi perah "Lassy Diary Farm" di Nagari Lasi Kecamatan Canduang, kabupaten Agam.

Ia mengatakan strategi wisata edukasi itu banyak digunakan di peternakan di Jawa seperti Lembang. Wisatawan juga cenderung ingin membeli produk di tempat wisata sebagai oleh-oleh.

Target jangka pendeknya adalah pengenalan produk, bukan pemasaran di tempat wisata. Namun dengan lebih dikenalnya produk, apalagi jika wisatawan menviralkan di media sosial, maka pasar yang lebih besar akan terbuka sendiri.

Pemilik Lassy Diary Farm, Suhatril membenarkan hal itu. Ia mengatakan sejak dibuka pada 2016, pengembangan usahanya stagnan. Namun setelah membuka peternakannya sebagai tempat wisata edukasi, maka produknya berupa keju mozzarella dan keju rikota makin dikenal dan pasarnya makin luas.

Saat ini, katanya, pemasaran produknya tidak hanya di Sumbar tetapi telah merambah ke provinsi tetangga seperti Riau dan diharapkan terus berkembang ke daerah lain. 

Di peternakan itu terdapat sapi, kerbau, kambing dan domba. Wisatawan bisa menikmati waktu bersama keluarga saat memberi makan ternak tersebut.

Wisatawan juga mendapatkan kesempatan untuk mengetahui cara pembuatan keju yang menjadi produk unggulan peternakan tersebut.

Menurut Suhatril terdapat 40 ekor lebih sapi dipeternakan yang dikelolanya, namun selama pandemi  jumlahnya berkurang menjadi 20 ekor. Namun karena ia bisa mengajak masyarakat sekitar untuk bermitra, maka produksi keju tidak terlalu terkendala.

Keunggulan produk keju yang dibuat Lassy Diary Farm menurutnya adalah lebih sehat karena tanpa pengawet, tanpa pewarna, tanpa perasa, dan sudah memiliki izin BPOM. 

Untuk wisata edukasi, peternakan itu buka setiap hari dari jam 10.00 - 18.00 WIB.

Ikut dalam kunjungan Wagub ke Lasi, Bupati Agam Kepala Dinas Peternakan Sumbar dan Camat Candung.***

BIRO ADPIM SETDAPROV SUMBAR

Gubernur Sumbar dampingi Wakapolri tinjau vaksinasi massal di Kampung Pondok
Rabu, Agustus 04, 2021

On Rabu, Agustus 04, 2021

 Gubernur Sumbar dampingi Wakapolri tinjau vaksinasi massal di Kampung Pondok

INFONUSANTARA.NET -- Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi mendampingi Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono meninjau vaksinasi massal bagi lansia di gedung HBT Klenteng, Kota Padang, Rabu (4/8/2021).

Dalam



kesempatan itu Wakapolri memuji antusiasme masyarakat Sumbar termasuk masyarakat lanjut usia (lansia) untuk mendapatkan vaksin dalam upaya mengantisipasi penyebaran COVID-19.

Gubernur Sumbar Mahyeldi mengatakan antusiasme warga Sumbar untuk mengikuti vaksinasi COVID-19 saat ini sangat tinggi. Permintaan vaksin tidak hanya dari Kota Padang tetapi juga dari berbagai kabupaten dan kota di daerah itu.

"Kita sempat kehabisan vaksin untuk didistribusikan karena itu kita minta dukungan dari pusat. Sekarang sudah dikirimkan 30.900 dosis vaksin namun jumlah itu masih belum mencukupi," katanya.

Ia mengatakan sudah meminta hingga 800 ribu vaksin ke pusat dan berharap secara bertahap bisa dipenuhi karena saat ini secara nasional vaksin yang tersedia memang terbatas.

"Target kita itu 4,5 juta warga Sumbar bisa tervaksinasi. Mudah-mudahan dengan bantuan distribusi vaksin dari pusat, bisa secepatnya tercapai," katanya.

Hadir dalam peninjauan vaksinasi massal tersebut, Toako HBT, Kapolda Sumbar Irjen Pol Toni Harmanto, jajaran pejabat utama Polda Sumbar dan unsur Forkopimda.***

BIRO ADPIM SETDAPROV SUMBAR

Prosesi Penobatan Tuanku Bosa ke XV merupakan kekayaan budaya Indonesia
Senin, Agustus 02, 2021

On Senin, Agustus 02, 2021

 


INFONUSANTARA.NET--Menteri Pariwisata Sandiaga Uno menilai prosesi penobatan Ir. H. Jhonny, ZA, MM, Si. sebagai Yang Mulia Tuanku Bosa ke XV pewaris Kerajaan Kabutaran Bosa Talu di Rumah Gadang Kabutaran Tuanku Bosa, Kota Dalam Talu, Kabupaten Pasaman Barat merupakan prosesi adat dan budaya agung yang sekaligus bisa menarik perhatian wisatawan.

"Prosesi adat ini selain sebagai wujud semangat dalam melestarikan nilai-nilai luhur budaya bangsa juga memiliki keunikan tersendiri sehingga saat pandemi berakhir bisa pula menjadi daya tarik wisata yang bisa menarik datangnya wisatawan nusantara dan wisatawan asing," katanya secara virtual dipantau dari Talu, Senin.

Menurutnya kekhasan Minangkabau yang merupakan salah satu kekayaan dan kebanggan yang dimiliki Indonesia dalam budaya dan adat tradisi masyarakat juga bisa memberikan penguatan ekonomi karena merupakan atraksi budaya yang menarik bagi wisatawan.

Gubernur Sumbar, Mahyeldi mengungkapkan Tuanku Bosa ke XIV memiliki perhatiannya terhadap penguatan ekonomi dan pendidikan di Talu.

Ia yakin penerusnya Tuanku Bosa ke XV memiliki semangat yang sama untuk memberikan perhatian kepada masyarakat Talu secara khusus, Pasaman Barat, Sumbar bahkan Indonesia secara umum.

Ia mengatakan Pemprov Sumbar akan mendukung upaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Pasaman Barat termasuk Talu.

"Untuk membangun Sumatera Barat dan Minangkabau memang harus dimulai Nagari. Karena itu sudah tepat dilakukan penguatan-penguatan nilai-nilai budaya dan kearifan lokal yang mampu meningkatkan kualitas dan kapasitas masyarakat serta generasi muda di tingkat Nagari," katanya.

Ia berharap ke depan penguatan Nagari akan berkontribusi pada kebaikan masyarakat dan kebaikan Sumatera Barat.

Direktur Jenderal (Dirjen) Kebudayaan Kemendikbud Hilmar Farid menilai prosesi yang dilakukan merupakan salah satu implementasi UU Pemajuan Kebudayaan.

Menurutnya tatanan tradisi adat di wilayah Sumatera Barat memberikan kontribusi budaya di Indonesia di tengah peradaban dunia.

"Melalui upaya perlindungan pengembangan dan pemanfaatan dan pembinaan budaya melalui implementasi program pemajuan kebudayaan ini nantinya diharapkan tradisi lisan di Sumatera Barat, manuskrip, adat istiadat, pengetahuan tradisional, teknologi tradisional, seni budaya dan permainan tradisional dapat dilestarikan," katanya.

Terutama bagi Ninik Mamak ia berpesan untuk menyiapkan regenarasi melalui penguatan karakter generasi muda untuk menjaga nilai-nilai budaya itu.***

BIRO ADPIM SETDAPROV SUMBAR

Wagub Sumbar minta atlet rutin Swap PCR sebelum berangkat PON
Senin, Agustus 02, 2021

On Senin, Agustus 02, 2021

Wagub Sumbar minta atlet rutin Swap PCR sebelum berangkat PON

INFONUASANTARA.NET -- Wakil gubernur Sumatera Barat Audy Joinaldy meminta semua atlet dan ofisial yang tergabung dalam kontingen untuk mempersiapkan diri semaksimal mungkin menghadapi PON XX Papua termasuk rutin melakukan tes Swab PCR.

"Saat ini situasi memang amat sangat sulit karena COVID-19 masih merajalela. Karena itu untuk menjaga hal-hal yang tidak diinginkan atlet dan ofisial harus rutin Swap PCR sebelum berangkat," katanya saat  memberi arahan sekaligus membuka secara resmi acara TC Intensif Khusus Prestasi Emas untuk Minangkabau di Gedung Serbaguna Koni Sumbar, GOR H. Agus Salim Padang, Senin (2/8/2021).

Ia mengatakan kondisi Papua saat ini tidak lebih baik dibanding Sumatera Barat karena itu atlet harus bisa tetap menjaga kesehatan selama PON berlangsung. Tidak boleh longgar dalam penerapan protokol kesehatan.

Menurutnya dari persiapan yang serba terbatas dan situasi yang sangat tidak memungkinkan tersebut termasuk banyak anggaran yang direfocusing, semua harus tetap berusaha optimal karena yang dibawa adalah nama Sumbar.

"Kami dari Pemprov Sumbar akan men-support apa yang bisa kami lakukan. Kami sudah berkoordinasi bersama Gubernur dan jajaran KONI untuk mengupayakan semaksimal mungkin solusi dari kekurangan yang terjadi pada persiapan atlet PON Sumbar.

Dalam kesempatan itu ia mengingatkan Tim Kesehatan untuk memberikan obat malaria pada atlet beberapa hari sebelum berangkat karena Papua salah satu endemik malaria.

"Hal-hal kecil ini bisa berpengaruh besar dalam pertandingan. Jangam sampai terlupa," ujarnya.

Wagub juga berpesan selama di Papua harus menjaga nama baik Sumatera Barat. Berlatih dengan sungguh-sungguh, bertanding dengan sungguh-sungguh karena bagaimanapun kontingen membawa nama Sumbar.

Ia mengatakan Pemprov Sumbar akan mengupayakan bonus untuk yang berprestasi dalam PON Papua.

Ketua KONI Sumbar Agus Suardi mengatakan tujuan TC itu untuk persiapan menghadapi PON ke-20 di Papua. Dengan TC latihan akan semakin sistematis dan terukur sehingga bisa memberikan hasil terbaik.

Ia menyebut kekuatan atlet Sumbar untuk PON Papua adalah 188 atlet 55 pelatih. Atlet akan berlaga pada 184 nomor atau kelas di empat lokasi Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Kabupaten Mimika dan Kota Merauke.

Menurutnya tantangan yang dihadapi saat ini jauh berbeda dari sebelumnya. Tantangan pandemi COVID-19 merupakan hal yang harus disikapi bersama. Jauhnya lokasi perhelatan PON juga menjadi tantangan tersendiri karena anggaran yang ada sangat terbatas .

"Bagaimanapun tantangan ini akan kita lalui bersama dalam ikhtiar untuk meraih 16 emas pada PON Papua," katanya. 

Turut hadir pada acara itu Kepala Dinas Dispora Sumbar Butavidia, Dewan Komisi V DPRD Sumbar, dan Kadis Kominfo Sumbar serta atlet.

BIRO ADPIM SERDAPROV SUMBAR

Gubernur Pimpin Rakor RSUD se-Sumbar Bahas Penanganan. COVID-19
Sabtu, Juli 31, 2021

On Sabtu, Juli 31, 2021

Gubernur Pimpin Rakor RSUD se-Sumbar Bahas Penanganan. COVID-19.

INFONUSANTARA.NET - Gubenur Sumatera Barat Mahyeldi memimpin rapat koordinasi RSUD se-Sumbar membahas penanganan COVID-19 di daerah itu diantaranya terkait input data pasien, kekurangan SDM, pengadaan oksigen dan pengadaan tambahan peralatan Rumah Sakit.

"Input data dari masing-masing rumah sakit sangat penting untuk menentukan kebijakan dalam penanganan COVID-19. Data itu diantaranya terkait pasien yang dirawat, keterisian tempat tidur hingga kebutuhan oksigen," katanya dalam rapat yang digelar secara virtual di Auditorium Gubernur, Sabtu (31/7/2021).

Terkait kekurangan SDM kesehatan yang dikeluhkan banyak RS dalam penanganan COVID-19, ada dua solusi yang menurutnya sangat memungkinkan diantara dengan pola perekrutan baru dan kerjasama dengan sekolah-sekolah kesehatan yang ada di Sumbar.

"Dua solusi ini harus segera dijajaki agar persoalan kekurangan SDM bisa segera diatasi," ujarnya.

Beberapa rumah sakit juga mengeluhkan kekurangan peralatan untuk penanganan COVID-19 terutama setelah dilakukan penambahan alokasi tempat tidur untuk mengurangi BOR.

Beberapa daerah sudah berusaha mengantisipasi kekurangan peralatan ini dengan melakukan pengadaan. Berdasarkan peraturan Menteri Keuangan dibolehkan refocusing 8 persen anggaran untuk penanganan COVID-19 di daerah.

Alokasi anggaran itu bisa dimanfaatkan untuk penambahan peralatan dan obat-obatan di Rumah Sakit. Namun untuk pemanfaatannya harus berkonsultasi dengan OPD terkait seperti Inspektorat di kabupaten kota atau provinsi atau bisa juga ke BPKP.

Hal itu untuk mengantisipasi terjadinya kesalahan administrasi dalam pemanfaatan dana sehingga bisa berujung pada kasus hukum.

Khusus untuk ketersediaan oksigen, Gubernur mengatakan Sumbarber telah membentuk Satgas oksigen yang berfungsi untuk memetakan kebutuhan serta distribusi oksigen dari daerah atau provinsi yang bersedia membantu ke Sumbar.

Satgas yang dipimpin oleh asisten II Setdaprov Sumbar itu membawahi Dinas Kesehatan untuk memetakan kebutuhan oksigen dan Dinas Perindustrian dan perdagangan untuk distribusi.

"Satgas ini harus bekerja secepatnya sehingga tidak terjadi lagi kekurangan oksigen untuk memenuhi kebutuhan rumah sakit yang merawat pasien COVID-19," katanya.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Sumbar Arry Yuswandi menginformasikan kepatuhan rumah sakit untuk menginput data di Sistem Informasi Rumah Sakit (SIRS) online masih kurang yaitu hanya mencapai 76 persen dari 81 rumah sakit yang terdaftar.

Dia meminta Direktur Utama Rumah Sakit untuk memastikan penginputan data tersebut karena data itulah yang menjadi dasar kebijakan bagi pemerintah pusat untuk membantu kebutuhan di daerah dalam penanggulangan COVID-19.

"Data itu juga digunakan oleh zat gas oksigen Sumbar untuk memetakan kebutuhan oksigen di masing-masing rumah sakit," katanya.

Sementara untuk keterisian rumah sakit (BOR) Sumbar secara umum saat ini 76,99 persen. Ada beberapa kabupaten/kota yang sudah masuk kategori merah BOR-nya di atas 80 persen yaitu Kabupaten 50 Kota (100 persen) dari 17 tempat tidur yang tersedia.

Kota Sawahlunto (92 persen). Meski sudah menambah tepat tidur dari 7 menjadi 25 tetapi karena peningkatan kasus BOR meningkat signifikan.

BOR Kabupaten Agam 91,43 persen dan Kota Padang 84 persen. Khusus Kota Padang bisa dipahami karena banyak pasien yang dirujuk dari daerah sehingga BOR nya menjadi tinggi.

Terkait kebutuhan oksigen, gambarannya kebutuhan oksigen liquid 506 M3 sehari, tabung kecil 100 M3 sehari tabung sedang 56 M3 dan tabung besar 15.650 M3.

Kebutuhan itu diantisipasi dari bantuan tiga provinsi yang diupayakan masing-masing Riau, Sumsel dan Sumut. Juga diminta enam distributor untuk mengutamakan kebutuhan rumah sakit.

Terkait bantuan oksigen dari luar provinsi dibutuhkan anggaran untuk distribusi diperkirakan Rp2000 per kilogram.

Dalam rapat koordinasi itu Gubernur didampingi oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumbar Arry Yuswandi, 

Kepala Dinas Kominfo Sumbar Jasman, Kepala Dinas Sosial Sumbar Jumadi, dan Kepala Dinas Perhubungan Sumbar Heri Nofiardi serta Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Sumbar Hasben Hendri.

*BIRO ADPIM SETDA PROV. SUMBAR*

Gubernur : Fermentasi Jadi Solusi Pakan Ternak
Sabtu, Juli 31, 2021

On Sabtu, Juli 31, 2021

 

Gubernur : Fermentasi Jadi Solusi Pakan Ternak

INFONUSANTARA.NET -- Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi menilai teknologi fermentasi bisa menjadi salah satu solusi bagi petani untuk penyediaan pakan ternak, terutama pada saat rumput atau hijauan sulit di dapatkan.

"Dengan menerapkan teknologi ini petani tidak harus mencari rumput setiap hari sehingga ada waktu luang untuk melakukan pekerjaan sampingan," katanya saat mengunjungi kelompok tani ternak UAU Sarumpun, Nagari Paninjauan Kecamatan Tanjung Raya Kab Agam, Minggu (30/7/2021).

Gubernur mengatakan teknologi fermentasi belum banyak digunakan oleh petani peternak di Sumbar padahal dengan penerapan teknologi itu pekerjaan pemberian makan ternak akan lebih efektif.

"Kita sudah punya ahlinya untuk teknologi fermentasi ini. Kebetulan yang bersangkutan sebelumnya belajar di Australia. Dia juga bersedia membagi ilmu dengan petani peternak lain Karena itu ke depan akan kita coba buatkan forum untuk sosialisasi pembuatan pakan dengan teknologi fermentasi ini," katanya.

Menurutnya jika petani peternak sudah memanfaatkan teknologi fermentasi maka bisa memiliki waktu untuk mengelola potensi lain seperti kotoran dan urine sapi untuk dijadikan pupuk.

Hal itu itu akan bisa menambah penghasilan petani peternak sehingga membantu meningkatkan kesejahteraan keluarganya.

Biasanya sumber pakan ternak yang biasa dimanfaatkan petani  adalah hijauan seperti rumput. Dengan teknologi fermentasi hijauan lokal, jerami dan pohon jagung akan dijadikan silase kemudian ditambahkan nutrisi sebagai konsentratnya seperti mineral, probiotik dan enzim. 

Hasilnya bisa menjadi stok pakan yang bisa dimanfaatkan terutama pada masa kemarau yang sulit mendapatkan hijauan. 

Anggota DPRD Sumbar Rinaldi mendukung upaya untuk memberikan ilmu teknologi fermentasi kepada petani peternak karena akan sangat membantu pertumbuhan ternaknya sehingga bisa memberikan keuntungan yang berlipat kepada petani.***

BIRO ADPIM SETDAPROV SUMBAR

Wagub Audy ajak perantau Minang menabung di Bank Nagari
Kamis, Juli 29, 2021

On Kamis, Juli 29, 2021

 


INFONUSANTARA.NET -- Wakil Gubernur Sumatera Barat Audy Joinaldy mengajak perantau Minang di Pekanbaru Riau untuk berkontribusi memajukan daerah dengan menabung di Bank Nagari.

"Dengan menabung di Bank Nagari dana yang terkumpul bisa disalurkan sebagai kredit di Sumatera Barat. Ini sudah sangat membantu masyarakat di kampung halaman," katanya saat bersilaturahmi dengan Ikatan Minang (IKM) Riau, di Pekanbaru, Kamis (29/7/2021).

Wagub yakin di Pekanbaru dan beberapa kota di Riau ada berdiri Bank Nagari sehingga akses untuk menyimpan uang bagi perantau tidak terlalu sulit.

"Kalau diminta untuk membangun usaha di kampung halaman mungkin agak berat tetapi dengan menabung di Bank Nagari sedikit banyaknya sudah ikutserta membantu pembangunan kampung halaman," ajaknya.

Ia bercerita saat mengunjungi pedagang yang merupakan perantau Minang di Pasar Tanah Abang, Jakarta ia juga mengajukan permintaan yang sama agar menyimpan dana di Bank Nagari.

Saat ini sudah banyak pedagang yang mengalihkan dananya ke Bank Nagari bahkan ada yang mengabarkan salah seorang pedagang memindahkan uang simpanannya Rp5,5 miliar ke Bank Nagari. 

"Kami berharap perantau Minang di Pekanbaru dan berapa kota/kabupaten di Riau juga mengalihkan simpanan ke Bank Nagari,” ujarnya.

Ketua Pengurus IKM Nikmatul Akbar mengatakan lebih 50 persen warga Riau masih memiliki hubungan kekerabatan dengan Minangkabau karena itu potensinya memang cukup besar untuk bisa membantu masyarakat Sumbar salah satunya melalui cara menyimpan dana di Bank Nagari.

Ia menyebut para perantau Minang tidak akan bisa melupakan kampung halaman karena itu sudah terpatri di hatinya untuk bisa membantu kerabat di kampung.

Turut hadir pada acara tersebut Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sumbar Maswar Dedi, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumbar, Arry Yuswandi, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Prov. Sumbar, Asben Hendri.

Hadir pula pewakilan masyarakat Minang yang berada di Riau diantaranya Nikmatul Akbar, Nehri Panduko Ameh, Edwin Syarif, Febrian, Rudinal, Jon Satri, Yusuf Sikumbang, MS Rahmansyah, dan Julius.

BIRO ADPIM SETDAPROV SUMBAR

Pendidikan Sumbar butuh kajian untuk hasilkan lulusan berdaya saing
Kamis, Juli 29, 2021

On Kamis, Juli 29, 2021

 


INFONUSANTARA.NET -- Sektor pendidikan di Sumatera Barat membutuhkan kajian lebih dalam untuk meminimalkan kekurangan internal guna menciptakan lulusan SMA/SMK yang berdaya saing.

"Ada indikasi lulusan dari Sumatera Barat sulit bersaing di kancah nasional. Pasti ada faktor penyebab yang harus diperbaiki. Untuk mengetahuinya perlu kajian-kajian yang lebih dalam," kata Gubernur Sumbar, Mahyeldi saat rapat dengan jajaran Dinas Pendidikan, Kamis (29/7/2021).

Menurutnya untuk Pemprov Sumbar kajian-kajian seperti itu dilakukan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan atau Balitbang. Jika Dinas Pendidikan tidak memiliki bagian yang berfungsi untuk melakukan hal itu maka bisa disinergikan dengan Balitbang Sumbar.

Kajian-kajian itu nantinya bisa dijadikan sebagai dasar untuk mengambil kebijakan dalam upaya meningkatkan kualitas lulusan SMA dan SMK di Sumbar.

"Kalau nanti berdasarkan kajian ternyata kendalanya adalah di internal maka kita bisa segera melakukan tindakan perbaikan secepatnya," ujarnya.

Namun kalau nanti ternyata kendalanya adalah faktor eksternal akan dicarikan pula formulasi yang tepat agar lulusan dari Sumbar tidak kalah bersaing.

Selain mencari kendala kajian-kajian yang dilakukan juga harus bisa memprediksi kebutuhan dunia kerja ke depan, sehingga lulusan SMA dan SMK di Sumbar bisa dipersiapkan sejak dini.

"Banyak faktor yang menyebabkan terjadinya perubahan di masa yang akan datang, seiring dengan itu kebutuhan di dunia kerja juga akan berubah karenanya dibutuhkan prediksi yang tepat agar lulusan dari Sumbar telah siap secara kualitas saat perubahan itu terjadi," ujarnya.

Gubernur juga meminta agar jurusan yang ada di SMK bisa disinkronkan dengan program-program unggulan daerah yang tersebar di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) misalnya Dinas Pertanian, Dinas Peternakan Dinas Perindustrian, Dinas Kominfotik dan Dinas Pariwisata.

Ia mencontohkan program hotel sapi yang sedang digodok. Program itu bisa saja melibatkan siswa SMK jurusan peternakan dan pertanian, karena itu Dinas Pendidikan harus bisa menjalin komunikasi dengan OPD terkait.

Kepala Dinas Pendidikan Sumbar Adib Alfikri mengatakan pihaknya telah menjabarkan visi-misi gubernur sedalam beberapa program unggulan di sektor pendidikan.

Beberapa rencana sudah disiapkan diantaranya membangun asrama untuk SMA agar bisa menggenjot kualitas siswa yang akan lulus dengan mengintensifkan pembelajaran formal dan informal di asrama.

Ia juga akan menjajaki kemungkinan kerjasama dengan OPD lain di Sumbar untuk mensinkronkan pendidikan SMK dengan program unggulan daerah lainnya.

BIRO ADPIM SETDAPROV SUMBAR

Mahyeldi:Peningkatan Ekspor Dimulai dari Kualitas Produk di Tingkat Petani
Kamis, Juli 29, 2021

On Kamis, Juli 29, 2021

 


INFONUSANTARA.NET --;Upaya untuk meningkatkan ekspor produk unggulan Sumatera Barat harus dimulai dari peningkatan kualitas hasil pertanian di tingkat petani sehingga bisa diterima oleh pasar internasional.

"Kita punya banyak produk unggulan terutama rempah yang dibutuhkan oleh pasar internasional tetapi persoalannya adalah kualitas produk yang belum memadai. Ini harus menjadi perhatian ke depan," kata Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi saat bersilaturahmi dengan salah seorang eksportir di Padang, Kamis (29/7/2021).

Untuk meningkatkan kualitas produk tersebut pemerintah perlu menurunkan penyuluh ke tingkat petani untuk memberikan transfer ilmu agar produk yang dihasilkan memiliki kualitas yang baik.

Terkait kualitas juga perlu adanya lembaga sertifikasi yang bisa mengeluarkan sertifikat untuk memastikan kualitas produk telah sesuai dengan permintaan pasar internasional.

Selain kualitas juga dibutuhkan kuantitas atau volume produksi sehingga bisa memenuhi permintaan pasar meskipun dengan jumlah yang cukup besar.

Saat ini produk-produk unggulan di Sumbar seperti kayu manis, minyak atsiri, pala, cassiavera bahkan kopi belum memiliki luasan kebun yang memadai sehingga secara volume masih terbatas. 

"Untuk produk-produk unggulan ini perlu ditambah luasan lahan agar bisa memenuhi permintaan pasar," katanya.

Setelah kualitas dan volume juga penting untuk menjamin keberlangsungan. Artinya tidak hanya untuk satu dua kali ekspor saja kemudian habis tetapi harus ada keberlanjutan.

"Karena prosesnya memang panjang maka perlu ditentukan peran dari masing-masing baik pemerintah pengusaha atau eksportir maupun petani agar benar-benar bisa masuk ke pasar internasional," ujar gubernur.

Eksportir asal Sumbar, Adrian Akhza pemilik Perusahaan PT CASSIA COOP yang telah sukses mengembangkan pabrik kulit manis dengan kualitas ekspor dan merambah pasar Eropa dan Amerika Serikat mengatakan Sumbar memiliki semua syarat untuk mengembangkan pasar ekspor.

"Sumbar punya lahan yang subur, petani yang tangguh bahkan pelabuhan untuk pengapalan produk keluar negeri. Tinggal mau melakukan atau tidak," katanya.

Pengalamannya di dunia ekspor produk kayu manis dan nilam, kualitas adalah hal yang tidak bisa ditawar dalam perdagangan internasional. Ada standar yang harus diikuti agar produk bisa dilirik oleh pembeli.

"Saat ini kualitas produk rempah yang dihasilkan petani sebagian belum bisa mencapai standar tersebut karena itu memang perlu intervensi dari pemerintah untuk mewujudkannya," katanya.

Selain penyuluh dari pemerintah, akademisi dan Balai Riset dan Standarisasi Industri (Baristand) untuk mendukung standarisasi produk.

Ikut hadir dalam pertemuan itu Ketua DPRD Kota Padang, Syafrial Kani, Kepala Biro perekonomian dan pimpinan bidang perdagangan dan peindustrian, Kehutanan, pertanian Sumbar dan beberapa kepala dinas dari kota Padang.***

BIRO ADPIM SETDAPROV SUMBAR

Gubernur minta RS siapkan tenaga psikolog semangati pasien COVID-19
Rabu, Juli 28, 2021

On Rabu, Juli 28, 2021

INFONUSANTARA.NET -- Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi meminta Rumah Sakit di daerah itu menyiapkan tenaga psikolog untuk membantu menyemangati pasien COVID-19 yang sedang menjalani isolasi agar imunnya bisa meningkat dan bisa pulih lebih cepat.

"Selain perawatan dan pengobatan dari tenaga kesehatan yang sudah profesional, juga diperlukan tenaga psikolog agar semangat pasien ini bisa tumbuh dan pulih lebih cepat," katanya saat mengunjungi RSUD Pariaman, Rabu (28/7/2021).

Gubernur menilai Rumah Sakit perlu membuat sebuah jadwal sebagai pedoman perawatan pasien COVID-19. Dalam jadwal itu dimasukkan kegiatan yang memungkinkan seperti olahraga ringan, berjemur dan sesi penyemangat bersama psikolog.

"Jangan biarkan pasien ini banyak tidur. Beri kegiatan agar semangat terbangun dan imun meningkat," ujarnya.

Ia bercermin dari pengalaman mahasiswa Indonesia yang berada di Wuhan, China. Disebutkan selain perawatan, semangat dan berfikir positif juga bisa mempercepat kesembuhan. Karena itu perlu menjadi perhatian di RS.

Mahyeldi juga mendorong agar RSUD Pariaman bisa terus berkembang, bekerjasama dengan pihak ketiga. RSUD yang sudah menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) memungkinkan untuk bekerjasama dengan pihak ketiga tanpa harus menunggu dukungan pemerintah melalui APBD. 

Terkait kebutuhan oksigen untuk pasien COVID-19, ia menjamin ketersediaan masih terpenuhi. Bahkan Pemprov Sumbar sudah menjalin komunikasi dengan beberapa gubernur diantaranya Sumatera Utara, Riau, Jambi dan Sumatera Selatan untuk membantu stok oksigen di Sumbar.

"Gubernur Sumsel sudah menyetujui untuk membantu. Saya minta Dinas Perdagangan, Perhubungan, Kesehatan dan BPBD untuk bisa menfasilitasi. Hari ini berangkat ke Sumsel. Langsung bawa oksigen ke Sumbar," katanya.

Ia menyebut kerjasama antara provinsi di Sumatera memungkinkan untuk saling bantu dalam berbagai hal termasuk dalam ketersediaan oksigen.

Pemprov Sumbar juga telah mengajukan usulan tambahan vaksin ke pusat hingga 800 ribu dosis untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang semakin antusias untuk vaksinasi.

BIRO ADPIM SETDAPROV SUMBAR

Gubernur : Bantuan Sosial Bantu Tingkatkan Imun Masyarakat
Rabu, Juli 28, 2021

On Rabu, Juli 28, 2021

 


INFONUSANTARA.NET -- Bantuan sosial tunai dan bantuan beras PKM yang di lontarkan oleh pemerintah pusat bisa membantu meningkatkan imunitas masyarakat secara tidak langsung.

"Bantuan ini membuat perasaan masyarakat tenang karena untuk beberapa hari ke depan sudah ada yang akan dimakan di rumah. Perasaan yang tenang secara tidak langsung bisa membuat imun meningkat," kata gubernur Sumatera Barat Mahyeldi saat menghadiri penyerahan bantuan sosial di Pasar Kayu Tanam, Kabupaten Padang Pariaman, Rabu (28/7/2021).

Gubernur mengatakan bantuan yang diberikan merupakan bukti kepedulian pemerintah terhadap dampak yang dirasakan oleh masyarakat saat pandemi COVID-19.

Perlu kita sadari bersama, dampak itu tidak hanya dirasakan oleh masyarakat tetapi juga oleh pemerintah karena banyak anggaran yang seharusnya bisa digunakan untuk program pembangunan harus alihkan untuk penanggulangan COVID-19.

Karena itu Gubernur meminta agar masyarakat bisa taat menjalankan protokol kesehatan serta vaksinasi agar pandemi COVID-19 bisa cepat selesai.

Bupati Padang Pariaman Suhatri Bur mengatakan bantuan yang diberikan tersebut berupa Bantuan Sosial Tunai dari Kementerian Sosial sebesar Rp300 ribu per bulan, cair untuk dua bulan.

Kemudian bantuan beras PKM yang disalurkan oleh Bulog masing-masing 10 kilogram.

"Emang tidak semua masyarakat yang mendapatkan bantuan tetapi ada skala prioritas. Jangan nanti setelah ada bantuan malah muncul masalah karena ada yang dapat ada yang tidak," ingatnya.

Sementara itu perwakilan PT Pos Indonesia, Toni menyatakan ada dua cara yang dilakukan dalam penyaluran bantuan yaitu berdasarkan komunitas di kantor pos dan kantor wali nagari, kemudian diantar langsung untuk penerima yang tidak bisa datang langsung ke kantor.

Ia merinci untuk Bantuan Sosial Tunai di Kota Pariaman disalurkan untuk 4179 KPM sedangkan di Padang Pariaman sebanyak 11.443 KPM.

Bantuan beras PKM melalui Bulog, sebanyak 4.178 KPM mendapatkan penyaluran di Kota Pariaman dan 11.557 KPM di Padang Pariaman.

BIRO ADPIM SERDAPROV SUMBAR