PILIHAN REDAKSI

Gunung Semeru Keluarkan Guguran Awan Panas, BNPB Imbau Warga Untuk Tidak Beraktivitas di Sepanjang Daerah Aliran Sungai

INFONUSANTARA.NET - Gunung Semeru yang berada di Kabupaten Lumajang mengalami peningkatan aktivitas vulkanik terjadinya guguran awan panas ...

Budaya

Opini

Peristiwa

Pariwara

Budaya

Festival Budaya Batak se Sumatera Barat 2021 Lestarikan Nilai Budaya Lombakan Tari Tortor dan Trio
Minggu, Oktober 24, 2021

On Minggu, Oktober 24, 2021

 



INFO|BUDAYA -- Perkumpulan Batak di Sumatera Barat (PERBAS) menggelar Festival Budaya Batak se Sumatera Barat 2021 yang di isi dengan kategori yang dilombakan yakni,Tari Tortor di ikuti sebanyak sebelas tim dan juga sebelas tim untuk Trio lagu Batak yang di ikuti oleh peserta dari kabupaten/kota se Sumatera Barat.


Festival Budaya Batak se Sumatera Barat 2021 ini untuk yang pertama kali dilaksanakan dan di fasilitasi oleh Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Sumatera Barat dan terlaksana melalui kekompakan yang baik dari seluruh panitia yang terlibat mensukseskan terlaksananya Festival Budaya Batak se Sumatera Barat 2021 ini, yang mana festival budaya Batak di Sumatera Barat ini yang pertama kali dilaksanakan.


Festival Budaya Batak se Sumatera Barat pada bulan Oktober 2021 mengambil tema "Kembangkan Lestarikan Seni Budaya Batak untuk Generasi Muda dan Kecintaan Terhadap Budaya Nusantara".


Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Sumatera Barat, Hj.Gemala Ranti mewakili Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, pada Sabtu (23/10/2021) secara resmi menabuh gong, tanda telah dibuka dan dimulainya Festival Budaya Batak 2021, turut mendampingi mantan Walikota Padang Fauzi Bahar serta Togi Tobing selaku Ketua Panitia Festival Budaya Batak se Sumatera Barat tahun ini.


Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Sumatera Barat, Hj,Gemala Ranti, usai sambutannya yang sekaligus menabuh gong pembukaan kegiatan Festival Budaya Batak se Sumatera Barat ini kepada awak media menyampaikan apresiasi untuk acara Festival Budaya Batak se Sumatera Barat ini.


Ini luar biasa sekali, semangat dari teman- teman komunitas atau etnis Batak yang tergabung dalam PERBAS (perkumpulan Batak di Sumatera Barat) ini. Ini bukti melestarikan, melindungi budaya mereka kuat sekali meskipun di rantau. Di 19 kabupaten/kota, mereka ada dan saat ini mereka berkumpul disini hingga 4 dan 5 November mendatang.


Lebih lanjut disampaikan, di Sumatera Barat ranah Minang ini merupakan provinsi yang aman. Disini kita terdiri dari masyarakat yang multi etnis. Dinas Kebudayaan sendiri tentu melihat dan menilai,apakah komunitas tersebut melindungi dan melestarikan budaya mereka atau tidak. Tentu dari pemerintah ada reward untuk itu, bagi etnis atau komunitas yang sudah  berupaya untuk itu.


"Seperti biasanya pada 5 Oktober lalu, Hari Jadi Provinsi Sumatera Barat. Dimana ada pekan budaya daerah.Disitu multietnis yang tampil walaupun semuanya belum dan kita berharap kedepannya.bisa tampil semuanya,"ungkap Kadis Kebudayaan Gemala Ranti.


Togi Tobing selaku Ketua panitia Festival Budaya Batak se Sumatera Barat 2021 pada kesempatan itu menyampaikan, bagi peserta baik itu tari tortor maupun trio yang menjadi Juara I akan mendapatkan Piala bergilir dan piala tetap Gubernur Sumbar, uang Tabanas sebesar Rp.4juta dan piagam.

 

Selanjutnya Juara 2 mendapatkan piala tetap dari gubernur, uang Tabanas Rp.3juta dan piagam. Untuk juara 3 juga mendapat piala tetap gubernur dan Tabanas Rp.2juta serta piagam.


"Ini merupakan event yang pertama kali kita laksanakan dan difasilitasi oleh Kadis Kebudayaan Provinsi Sumatera.Kita dari komunitas Batak mengucapkan banyak terima kasih," ucapnyĆ .


Disamping itu, memang untuk visi dan misi dari PERBAS itu adalah untuk mengembangkan dan melestarikan nilai-nilai budaya Batak di ranah Minang," pungkas Togi Tobing yang juga merupakan Ketum Pertina Provinsi Sumatera Barat itu.(inf) 





 

PERBAS Gelar Festival Tari Tor Tor Dan Trio se Sumatera Barat
Sabtu, Oktober 23, 2021

On Sabtu, Oktober 23, 2021



PERBAS (Perkumpulan Batak di Sumatera Barat) gelar festival tari tradisional kebudayaan Batak yakni Tari Tor Tor DanTrio lagu Batak. Kegiatan ini dapat apresiasi langsung oleh Kepala Dinas Kebudayaan Sumatera Barat ,Hj.Gemala Ranti,M.Si yang secara langsung membuka festival kebudayaan Batak se Sumatera Barat ini pada Sabtu, 23 Oktober 2021 di salah satu hotel di Kota Padang.





 

Gubernur : Kombes Pol Imran Amir, S.IK MH Dt. Rajo Nan Sati bisa jadi teladan Penerapan Keadilan Restoratif
Sabtu, September 18, 2021

On Sabtu, September 18, 2021

 


INFONUSANTARA.NET -- Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi menilai dilewakannya gala Dt. Rajo Nan Sati dari Suku Tanjuang Kota Padang untuk Kombes Pol Imran Amir, S.IK MH membawa harapan besar dalam penerapan keadilan restoratif untuk kasus pidana di daerah itu.

"Dengan pelewaan gala ini, Kombes Pol Imran Amir Dt Rajo Nan Sati selain menjadi penegak hukum juga menjadi penghulu dari kaumnya. Dua peran ini sangat tepat dalam penerapan penyelesaian perkara pidana melalui keadilan restoratif seperti yang diatur dalam Surat Edaran Kapolri Nomor 8 Tahun 2018 tentang Penerapan Keadilan Restoratif (Restorative Justice)," katanya saat menghadiri prosesi malewakan gala Kombes Pol Imran Amir, S.IK MH Dt. Rajo Nan Sati di gedung LKAAM Kota Padang, Sabtu.

Menurutnya polisi merupakan ujung tombak dalam penegakan hukum sementara penghulu harus menjadi teladan serta membimbing anak kemenakannya sesuai dengan nilai-nilai adat.

Perpaduan dua peran tersebut dalam sosok Kombes Pol Imran Amir Dt Rajo Nan Sati sangat selaras dengan semangat restorative justice sehingga bisa dijadikan contoh teladan bagi masyarakat umum, tidak hanya terbatas di dalam kaum.

"Kita berharap dengan dilewakan gala ini, beliau akan mampu bekerjasama dan bersinergi dalam membangun nagari," katanya.

Menurutnya sebagai seorang penghulu ada empat larangan yang wajib untuk diperhatikan yaitu mamakai cabua yang sio sio, maninggakan sidiq dan tabliq, mahariak mahantam tanah dan tidak konsisten atau baliang-baliang diateh bukik.

Diakhir sambutanya Gubernur Mahyeldi menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan acara malewakan gala tersebut dan mengucapkan selamat kepada Kompes Pol Imran Amir, S.IK.MH Datuak Rajo Nan Sati 

"Atas nama Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, saya ucapkan selamat kepada Kombes Pol Imran Amir,S.IK.MH Datuak Rajo Nan Sati yang telah dinobatkan sebagai penghulu di Suku Tanjuang," katanya

Sementara itu Ketua LKAAM Sumbar M.Sayuti Dt Rajo Pangulu mengatakan pemberian gelar tersebut telah sesuai dengan aturan adat mulai dari awal hingga akhir.

"SOP-nya sudah tepat, sesuai dengan alur adat sehingga tidak boleh ada suara miring apalagi hoak terkait pelewaan gala itu terutama di media sosial," ujarnya.

Ia menyebut melewakan gala bukan perkara main-main. Ada mekanisme sesuai adat istiadat yang harus dilalui dan prosesi melewakan gala untuk Kombes Pol Imran Amir Dt Rajo Nan Sati sudah memenuhi syarat itu.

Tokoh masyarakat, Fauzi Bahar berharap nilai-nilai sebagai penghulu bisa memperkuat kualitas kepemimpinan pada Imran Amir Dt Rajo Nan Sati sehingga ke depan bisa menorehkan sejarah mengharumkan nama Minangkabau dikancah nasional.

"Kita doakan beliau bisa menjadi pemimpin yang baik, yang membanggakan Minangkabau, bangsa dan negara," katanya.

Acara itu turut dihadiri Wakil Gubernur Audy Joinaldy,Ketua LKAAM Kota Padang, Ketua DPRD Kota Padang, Forkopimda Sumbar, Forkopimda Kota Padang, Bupati Dharmasraya,Alim ulama,Ninik mamak,cadiak pandai,Bundo kanduang dan undangan lainya.***

BIRO ADPIM SETDAPROV SUMBAR

Ini Reaksi Ketum Bundo Kanduang Minangkabau soal Puan di Istana Pakai Baju Adat Takuluak Tanduak Balenggek
Selasa, Agustus 17, 2021

On Selasa, Agustus 17, 2021

 


Ketua DPR Puan Maharani. (Tangkapan layar youtube Sekretariat Presiden)

INFONUSANTARA.NET -- Ketua DPR RI, Puan Maharani mengenakan pakaian Adat Minangkabau saat membacakan teks Proklamasi Kemerdekaan ke-76 RI di Istana Negara, Selasa (17/8).

Pakaian yang dikenakan Puan Maharani mengundang reaksi dari sejumlah elemen di tanah Minangkabau.

Ketua Umum Organisasi Bundo Kanduang Minangkabau Sumatera Barat, Puti Reno Raudhatul Jannah Thaib mengaku sangat bangga melihat Puan Maharani menggunakan pakaian adat minangkabau tersebut.

"Secara tidak langsung, Puan ikut memperkenalkan Budaya Minangkabau lewat pakaian adat yang terkenal dengan sistem matrilineal," kata Raudah Thaib sebagaimana dilansir dari CNNIndonesia.com Selasa (17/8).

Sastrawan Minangkabau itu juga mengatakan pakaian yang digunakan Puan tersebut merupakan pakaian adat yang berasal dari Lintau, Tanah Datar, Sumatera Barat. Namun sudah dilakukan beberapa modifikasi pada beberapa detailnya.

Pakaian adat Lintau yang digunakan Puan, kata Raudah bernama Takuluak Tanduak Balenggek, yang digunakan oleh perempuan keturunan Raja Minang atau anak Penghulu pada saat baralek atau pesta pernikahan. Takuluak berarti kain untuk menutup rambut dan kepala, tanduak artinya tanduk, karena merujuk tanduk kerbau yang menjadi ciri khas Minangkabau, sedangkan balenggek memiliki arti bertingkat.

"Pakaian itu dikenakan oleh perempuan Minangkabau pada saat baralek gadang (pesta pernikahan). Namun yang boleh menggunakan itu hanya kemenakan rajo atau anak penghulu Minangkabau," jelas Raudah Thaib.

Raudah menyatakan, Puan Maharani merupakan anak seorang Datuak Minangkabau. Tidak hanya itu, Megawati, Ibu Puan juga sudah pernah diberi gala (gelar) kekerabatan Puti Reno Nilam oleh Istano Salinduang Bulan Pagaruyung pada saat beliau menjabat sebagai presiden, jadi Puan layak untuk mengenakannya.

"Secara keturunan, Puan merupakan anak seorang Datuak dari Nagasi Sabu, Tanah Datar. Bahkan menurut berbagai sumber, neneknya pun juga berasal dari pesisir Minangkabau," jelas Raudah.

Raudah menjelaskan pakaian tangkuluak tanduak itu menunjukkan kebesaran, kemegahan, dan kemuliaan perempuan di Minangkabau. Kehormatan dan kebesaran perempuan Minangkabau ditunjukkan melalui pakaian yang ia kenakan. 

Pakaian yang menunjukkan perempuan minang tidak berada di bawah otokrasi suaminya. Perempuan minang di manapun berada akan berpakaian sesuai dari asal nagarinya masing-masing, di mana tempat kerajaannya yang sesungguhnya.

"Di Minang, perempuanlah yang memiliki harta pusaka, bapandam bapakuburan. Sehingga tidak terpengaruh dari budaya yang dibawa oleh suaminya, oleh karena itu, ia tetap menggunakan pakaian kebesaran nagari tempat ia berasal," jelas Raudah Thaib.

Setiap nagari, menurut Raudhah Thaib, memiliki pakaian adat yang berbeda-beda. Ketika perempuan minang menikah bukan dengan orang yang berasal dari nagari yang sama, maka si perempuan itu akan mudah dikenali dari mana ia berasal melalui pakaian yang ia kenakan.

"Memiliki harta pusaka yang tidak terikat dengan nasal suaminya berada, sehingga dia memiliki marwah dan martabatnya sendiri," tegas Raudah.



Lantik Kepengurusan LKAAM Masa Bakti 2020-2025, Irwan Basir Berharap Bisa Sebagai Pengayom Anak Kemenakan dan Nagari di Kuranji Kedepan
Kamis, Maret 04, 2021

On Kamis, Maret 04, 2021

 

Ketua MPA KAN Pauh IX Kuranji, Irwan Basir Dt. Rajo Alam, SH, MM (berdiri sudut kanan,baju putih) memberikan dukungan dan apresiasi atas dilantiknya pengurus LKAAM Kuranji masa bakti 2020-2025. (Dok: Arie Sutan Malin Mudo).

INFONUSANTARA.NET -- Ketua Majelis Pertimbangan Adat (MPA) KAN Pauh IX Kuranji Irwan Basir Datuk Rajo Alam, SH, MM mengapresiasi dan siap mendukung Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Kuranji dalam hal pergerakan positif untuk kemanjuan nagari. 

Hal tersebut diutarakan Irwan Basir Dt. Rajo Alam saat pelantikan kepengurusan LKAAM Kuranji masa bhakti 2025-2025,pada Rabu (3/3/2021) di Aula Kantor KAN Jalan Bypass- Padang.Selain pelantikan, juga diadakan bimbingan teknis kepada seluruh pengurus yang hadir.

Lembaga LKAAM ini merupakan suatu wadah penguatan lokal yang diisi oleh ninik mamak dan ada juga pemangku adat. Khusus didaerah Kuranji, Ketua LKAAM tidak asing lagi bagi kita. Seorang yang memiliki potensi, sebagi da'i ya, sebagai Datuk apalagi, masih muda dan energik, terang Irwan Basir.

" Kami yakin, dibawah kepemimpinan Hendri Yazid mampu membawa serta mengangkat kembali marwah LKAAM yang sudah lama fakum. Selain itu, bisa sebagai pengayom dan pelindung anak kemenakan dan nagari di Kuranji ini kedepannya," pungkas Ketua MPA yang akrab disapa Datuk IB ini.

Datuk IB melanjutkan, Hendri Yazid Dt. Diguci orangnya organisiatoris, memahami ilmu agama. Maka, nan takalok bisa tajago, LKAAM Kuranji bisa melahirkan program dan pergerakan positif dalam hal membangun negri ini.

" Untuk itu, kita titipkan aset-aset nagari ini agar bisa dirawat, dijaga dan dilestarikan untuk anak generasi penerus," pinta Datuk IB.

Masih kata Datuk IB, tugas LKAAM juga sebagai penguatan adat alam Minangkabau supaya terpatri dalam suatu siklus kehidupan untuk menyatukan potensi yang ada. Maka, disini munculnya kembali gairah adat dan budaya dalam kehidupan bernagari dimanapun kita berada.

"Kedepan bagaimana bisa memfasilitasi, mengkoordinasikan dan menciptakan iklim sehat dinegri yang kita cintai ini. Guna mewarisi dan mengembangkan nilai adat pada generasi dan anak kemenakan," pungkas Datuk IB. (Hr1/inf)

Tradisi Do'a Tolak Bala, Irwan Basir Dt Rajo Alam: Warisan yang Perlu Digiatkan Kembali
Selasa, November 03, 2020

On Selasa, November 03, 2020

Tradisi do'a tolak bala di Kuranji 

INFONUSANTARA.NET - Do'a Tolak Bala salah satu tradisi yang turun temurun terus digiatkan bagi masyarakat Kuranji. Tradisi nan sudah dari dahulunya ini hampir pudar di kehidupan modern sekarang. 

Namun, berkat kekompakan para tokoh adat, ninik mamak, pemuka masyarakat, tokoh agama dan generasi muda Kuranji, kembali mengangkat Do'a Tolak Bala tersebut. Mengingat banyaknya musibah, hasil panen menurun dewasa ini.

Pada malam puncak dihadiri oleh Ketua KAN Pauh IX Kuranji Suardi Dt. Rajo Bujang, Camat Kuranji yang diwakili  Lurah Kuranji, Kasma Efendi, S. Sos, Alim ulama dan bundo kanduang. Selanjutnya, tokoh masyarakat dan para pemuda generasi penerus, Minggu (1/11/2020) malam, di parkiran Masjid Nurul Ihsan Kelok Kuranji.

Rajo Indo selaku Ketua Panitia Tolak Bala, menyampaikan, acara dimulai dari tgl 26 Oktober atau selama 7 hari. Disebabkan banyaknya virus penyakit yang melanda di bumi Allah ini. 

"Menurutnya hasil panen para petani akibat hama wereng. Maka dari itu, tidak lepas dari mengingat kepada Allah SWT, sebab yang mendatangkan reski hanya Allah dan juga yang mendatangkan maupun yang menolak penyakit dan lainnya juga Allah SWT," ujarnya.

Sementara itu, Lurah Kuranji Kasma Effendi, S. Sos, mengatakan, selaku pihak pemerintah mengapresiasi kegiatan tradisi tolak bala yang diangkat oleh nagari Kuranji. 

Tradisi ini sangat banyak manfaatnya, selain mempererat rasa persaudaraan juga menanamkan rasa introspeksi diri kita kepada Allah. Sebab, banyaknya virus dan wabah yang melanda negri ini, pungkas Effendi Garda sapaan akrabnya.

Ketua MPA KAN Pauh IX Kuranji yang juga tokoh panutan Irwan Basir Dt. Rajo Alam, SH, MM mengatakan, kegiatan masyarakat yang positif ini maka wajib bagi pemerintah untuk mendukungnya serta memberikan apresiasi dan motifasi penuh, pinta Datuk IB.

Ketua MPA KAN Pauh IX Kuranji Irwan Basir Dt Rajo Alam

"Tradisi Tolak Bala ini sebuah pelestarian dan warisan adat maupun tradisi dari nenek moyang kita dahulunya, sesuai dengan filsafah Minang ' Berek-berek turun kasamak, tibo disamak mamakan padi. Dari nenek turun kamamak, dari mamak turun ka kami anak kamanakn," Imbuh Datuk IB yang juga Ketua DPD LPM Kota Padang.

Kemudian, sinergisitas antara adat, budaya dan agama. Historisnya, sejak tahun 1880an wabah sudah ada, tetapi saat itu Do'a tolak bala gabungan tokoh religius, tokoh masyarakat dan ninik mamak bahu membahu melakukannya. Dari satu masjid ke masjid lainnya dan keliling kampung memanjatkan do'a serta salawat kepada Nabi. Sehingga, bisa terhindar dari segala bala bencana dan wabah, terang Ketua Fishing Club Padang ini lagi.

"Tolak Bala, adat tradisi ini sudah mulai memudar dalam kehidupan bernagari. Dikarenakan zaman. Budaya itu ialah bahagian dari sendi-sendi kehidupan. Maka dari itu, perlu kembali dihidupkan tradisi nenek moyang terdahulu,".

Datuk Irwan Basir melanjutkan, tolak bala ini menunjukkan perkuatan ukhuwah islamiah, menumbuhkan rasa kepedulian, rasa kegotong royongan, rasa sosialitas dan rasa kebersamaan ditengah kondisi kehidupan masyarakat yang individualistik.

" Semoga kedepan segala musibah, bencana dan hasil panen di kelurahan maupun kecamatan kuranji terbebas dari segala marabahaya. Do'a kita bersama agar kedepan kita jauh lebih baik, lebih sehat," ujarnya sembari memanjatkan do'a dan diamini oleh seluruh hadirin yang hadir.

Sumber: Hr1/DP - Humas.

Indra Catri Puji Penampilan Randai Nago Sati Batu Busuk Pauh
Rabu, Oktober 21, 2020

On Rabu, Oktober 21, 2020

 

Indra Catri foto bersama dengan kelompok randai Nago Sati batu Busuk 

INFONUSANTARA.NET -- Calon wakil gubenur sumbar dari partai gerindra DR Indra Catri Dtk Malako Nan Putih hadiri undangan kelompok Randai Nago Sati batu Busuk pada Minggu (18/10/2020) kemarin. Undangan tersebut dalam rangka silaturahim dan pertunjukan seni tradisi menghibur masyarakat batu busuk. 

Dalam kesempatan tersebut, kelompok randai Nago Sati menampilkan cerita randai sagan badayuang anyuik sarantau. 

Melihat penampilan pertunjukan randai ini, Indra Catri puji transformasi yang dilakukan Nago Sati beberapa tahun belakangan ini. 

" Dulu judul randainyo Sutan Sarialam kini baganti dengan Sagan Badayuang Hayuik Sarantau.

Personilnya muda dan semangat, kompak, sehati, dan chemestrinya sangat kelihatan. Salut kepada pelatih dan pengurus yang sudah melakukan benyak perbaikan." terang Indra Catri yang pernah menjabat kepala dinas pariwisata budaya Kota Padang. 

Indra Catri menyampaikan kata sambutan

Indra Catri menambahkan saat ini rasanya group randai nago sati sudah menuju kesempurnaaan. para pesilatnya terampil, pedendang hebat, pemain musik lengkap dan piawai. Kalau ada yang perlu disempurnakan mungkin dibidang seni peran atau teater. Saya katakan demikian karena RANDAI MERUPAKAN KESENIAN TRADISI MINANG YANG DIDALAMNYA MENGANDUNG SELURUH UNSUR KESENIAN, BAIK SILEK, TARI, MUSIK, LAKU.

Melihat penampilan yang disuguhkan Nago Sati,saya semakin yakin bahwa randai bisa dijadikan salah satu intrumen Pendidikan berkarakter ditengah-tengah masyarakat. 

Randai bisa dianggap sebagai salah satu modal sosial atau sosio capital cultural yang diwariskan nenek moyang kita bagi generasi penerusnya. Rasanya kita mengembangkan dan merawat warisan ini dengan sebaik-baiknya guna diwariskan lagi bagi generasi muda dan anak kamanakan kita. "Hal ini sangat tepat dan sesuai pada konsep kami bersama bapak Nasrul Abit untuk menciptakan generasi muda dan sumber daya unggul sumbar, "terang indra catri.  

Indra Catri menambahkan, pewarisan seni tradisi minangkabau menghadapi berbagai tantangan. Tentu di perlukan strategi dan program yang tepat untuk pewarisanya kepada generasi muda Sumatera Barat.

Dibutuhkan metode pengajaran  dan infrastuktur pendukung. Keberadaan dinas terkait akan difungsikan untuk merancang dan memprogram ini, koordinasi antar SKPD terkait dengan pemerintah kab/ kota akan kami tegaskan untuk ke depanya.

Metode pengajaran yang tersistem yang disesuaikan perkembangan psikologis generasi muda merupakan suatu keharusan yang perlu kita rancang. Penguatan lembaga atau komunitas budaya juga harus dilakukan secara berkelanjutan dan berkesinambungan. 

 Lebih jauh Bupati Agam dua periode ini menekankan, randai sudah mendunia, buktinya seniman randai di undang ke haway university mengajarkan seni tradisi khas orang minang ini. Di sana mahasiswa bernagai dunia belajar randai kepada mak katik, saparman, jasrial, dan hasanawi yang merupakan seniman seniman randai dan seni tradisi minang.

Indra catri menghimbau kepada seluruh anak anak milineal dan generasi muda sumbar agar tetap fokus mempelajari randai. Jangan gengsi, jadikan ini sebagai kebangaan kita bersama.(*)

Jadikan Pauh V Sebagai Pilot Project Pendidikan Karakter Berbasis Nagari, Tokoh Masyarakat Minta DPRD Padang Membuat Perda Inisiatifnya
Selasa, Juli 14, 2020

On Selasa, Juli 14, 2020

Infonusantara.net
PADANG - Ketua DPRD Kota Padang Syafrial Kani menjemput aspirasi melalui perwakilan masyarakat Pauh V, Kecamatan Pauh, yang terdiri dari Ketua Kerapatan Adat Nagari (KAN) Pauh V, Ketua Badan Musyawarah Nagari (Bamus) dan perwakilan anak Nagari Pauh V lainnya, di Uje Cafe ,Senin malam (13/7)

Dalam pertemuan tersebut, Ketua KAN Pauh V, Kecamatan Pauh ,M. Nazif Malin Basa S. Ag. MM,. meminta kepada DPRD untuk menjadikan Pauh V sebagai pilot project dari Pendidikan karakter nagari di Kota Padang. Untuk itu, Nazif meminta kepada Syahrial Kani mendesak pemko Padang untuk dapat menerbitkan perda inisiatif untuk menguatkan agar pedidikan karakter yang dilakukan masyarakat dapat dijalani dengan baik.

“Pada saat ini pendidikan karakter yang didengung-dengungkan pemerintah tidak terimplementasi dengan baik ditengah-tengah masyarakat. Oleh karena itu, kami sebagai tokoh masyarakat Pauh V meminta DPRD membuat perda inisiatif meminta menjadikan Pauh V sebagai pilot project pendidikan karakter berbasis nagari,” ucapnya.

Konsep pendidikan karakter yang berbasis nagari menurut Nazif dengan memberikan ruang kepada Ninik Mamak untuk memberikan pendidikan karakter di sekolah.

“Ninik Mamak harus diberikan ruang yang luas di sekolah untuk menciptakan siswa yang berkarakter dengan memberikan nilai-nilai budaya kepada siswa. Selain itu, penekanan wajib belajar mengaji di surau dan masjid selepas Magrib dan dan berlatih silat selepas Isya harus dilakukan yang  tentunya diawasi oleh ninik mamak dan ulama. Cara-cara ini telah dilakukan oleh masyarakat Minang sejak dahulunya dalam memberikan penanaman karakter terhadap anak kemanakan sebelum siap dilepas untuk merantau,” ujarnya.

Nazif berharap, dengan adanya pelatihan silat terhadap anak dan kemanakan di nigari Pauh limo, selain bertujuan menanamkan nilai-nilai karakter, secara tidak langsung mendukung program pemerintah dalam bentuk edukasi wisata di Nagari Pauh Limo.

“Pemerintah bisa membawa wisatawan yang ingin melihat bagaimana masyarakat Minang mewariskan silat kepada generasinya. Kalau perlu wisatawan yang datang tersebut dilibatkan dalam pelatihan silat di lingkungan surau dan masjid,” tambahnya.

Untuk mewujudkannya, Nazif meminta melalui Ketua DPRD Syafrial Kani untuk dilakukan audensi dengan Komisi IV DPRD Kota Padang dalam mewujudkannya.

“Kami meminta audensi dengan Komisi IV DPRD Kota Padang untuk mendalaminya, kami meminta juga akademisi dan pakar budaya Minangkabau untuk dapat terlibat  dalam pembuatan perda penguatan adat sebagai bentuk penguatan pendidikan karakter. Kami siap jadi pilot project nya di Kota Padang,” ungkapnya.   

Senada dengan Ketua KAN Pauh V dan Ketua Bamus Pauh V, Kecamatan Pauh Yusrizal SH mengatakan melalui DPRD meminta pemko Padang segera mewujudkan berdirinya SMP 44 dan Madrasah Aliyah Negeri berbasis nagari di Nagari Pauh V, Kecamatan Pauh Kota Padang.

“Dari dulu kami ingin SMP 44 Padang dan MAN dapat didirikan didaerah kami. Masyarakat telah menyiapkan lahan untuk sekolah berbasis adat. Sekarang tinggal semangat dan usaha pemerintah dalam mewujudkan wajib sekolah 12 tahun yang menciptakan generasi yang berkarakater,” ucapnya.

Setelah mendengar aspirasi dari masyarakat PauhV tersebut, Ketua DPRD Kota Padang Syahrial Kani turut didampingi anggota DPRD Dasman  mengucapkan terima kasih dan sangat mendukung upaya yang dilakukan oleh perwakilan masyarakat Pauh V. Menurutnya, Pauh akan menjadi hebat dalam mewujudkan generasi yang berkarakter.

“Kita akan membawa aspirasi masyarakat Pauh ini untuk dijadikan bahan rapat di DPRD, dan mendorong dibuatkannya perda inisiatif tentang pelibatan budaya adat Minangkabau sebagai bentuk penguatan pendidikan karakter dalam menciptakan generasi yang berkarakter. Kami sangat mendukung sekali,” pungkasnya. (inf)

INFO NUSANTARA PERSADA

Peranan Mamak Terhadap Kemenakan Harato Pusako dan Keluarga
Kamis, Juli 02, 2020

On Kamis, Juli 02, 2020


Infonusantara.net
Ketua MPA FKAN Pauh Kuranji
Irwan Basir SH,MM,. Dt Rajo Alam 


"Biriak-biriak turun ka samak, Tibo di samak makan padi. Dari niniak turun ka mamak, dari mamak turun ka kami"

Maksud ungkapan di ateh adolah sako dan pusako nan didapat dari ninik diturunkan ka mamak dan diturunkan lai untuak kemenakan.

Sako dan pusako marupokan warisan turun temurun, manuruik garih keturunan ibu atau manuruik kekerabatan bertali darah.
Oleh karano itu, mamak dan kemenakan samo-samo mamiliki hak dan kewajiban.

Mamak sabagai urang nan dituokan dan manjadi pamimpin indak buliah sawenang-wenang, harus manuruik alur dan patut, sesuai hukum dan ketentuan nan berlaku di Minangkabau.

Mamak berperan dalam membimbing kemenakan, memelihara dan mangambangkan harato pusako sarato mawakili kaluarga dalam urusan keluar.(*)



INFO NUSANTARA PERSADA



Irwan Basir Dt Rajo Alam Apresiasi Festival Pencak Silat Tradisional Kerjasama IPSI Dengan Kodim 0312 Padang
Senin, Juni 29, 2020

On Senin, Juni 29, 2020






Infonusantara.net
PADANG - Ikatan pencak silat Indonesia (IPSI) Kota Padang bekerjasama dengan Kodim 0312 Padang mengadakan festival pencak silat tradisional penyelenggaraan kegiatan komsos kreatif semester I TA.2020 di wilayah Kodim 0312 Padang, 28 sampai dengan 29 Juni 2020. Bertempat di Medan Nan Bapaneh Kantor KAN Pauh IX Kuranji, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, Minggu (28/06/2020) Pagi.

Pada tahun 2020 dengan tema "Pencak Silat Warisan Budaya Nusantara dan Warisan Dunia"

Dalam sambutannya, Ketua Ikatan pencak silat Indonesia (IPSI) Kota Padang, Zulhardi Z Latif, SH, MM mengatakan, sebenarnya agenda ini sudah lama mau diadakan. Namun, mewabahnya pandemi virus corona ini terpaksa di undur. Lanjutnya, Alhamdulillah, atas kerjasama dan komunikasi yang intens dengan Kodim 0312 Padang.

”Pencak silat ini sebagai warisan budaya kepada generasi muda. Selain itu, juga sudah menjadi warisan dunia. Makanya, generasi milenial ini mesti kita tanamkan arti dan makna sebuah kebudayaan khususnya silat,” pungkas Zulhardi yang akrab disapa Buya.

Lebih jauh di jelaskan Anggota DPRD Padang ini, selain sebagai nilai seni dan budaya kearifan lokal, silat ini juga menjauhkan generasi muda dari persoalan kenakalan remaja. Disamping itu, generasi muda sebagai estafet pewaris budaya dan pembangun bangsa, tutur Buya yang juga sekretaris Golkar Padang.

Ditambahkan oleh Ketua Pelaksana, Erman Jamal, ST festival pencak silat tradisional penyelenggaraan kegiatan komsos kreatif semester I TA.2020 di wilayah Kodim 0312 Padang, 28 sampai dengan 29 Juni 2020. Bertempat di Medan Nan Bapaneh Kantor KAN Pauh IX Kuranji, Kecamatan Kuranji, Kota Padang.

Erman Jamal yang juga sekretaris FKAN Pauh IX ini, Panitia mengundang 10 sasaran yang ada. Kemudian, kita perlombaan nilai- seni (jurus) nya saja. Ada yang perorangan, berpasangan dan ada penampilan pergroup. Nah, nanti bagi pemenang diberikan kepadanya tropi dan sertifikat, terang Wakil Ketua IPSI Padang Bidang organisasi.

”Nantinya, para pemuncak otomatis mewakili Kodim Padang ditingkat Propinsi (Korem). Jikapun menang, maka akan berlaga di Medan untuk di utus ke Pusat. Semoga IPSI Kota Padang bisa mewakili Sumbar nantinya,” harap Erman Jamal.

Sementara itu, Ketua DPD LPM Kota Padang, yang juga Ketua MPA KAN Pauh IX, Irwan Basir Dt. Rajo Alam, SH, MM menyampaikan, kita apresiasi kepada IPSI Padang dan Kodim 0312 Padang atas aplikasi terselenggaranya festival pencak silat tradisional ini. Kegiatan ini merupakan aura positif yang melahirkan embrio baru dan gairah bagi dunia persilatan di Pauh IX ini.

” Tanpa adanya festifal ini, guru-guru tuo dan guru kako pandeka yang telah memberikan kontribusi serta pembinaan disasaran, maka tidak akan ada gairahnya dan perkembangan ilmunya,” tegas Datuk Irwan Basir yang juga Ketua MPA Pauh IX Kuranji.

Maka dari itu, lanjut Ninik Mamak suku Jambak ini mari jadikan momentum membuat suatu utusan pada generasi berikutnya, bahwa pentingnya memperkokoh adat dan nilai budaya kepada generasi muda sebagai pemersatu dan keutuhan berbangsa bernegara, ajak Irwan Basir.

” InsyaAllah, dengan adanya festifal pencak silat tradisional ini, akan melahirkan generasi yang sangat ditunggu untuk berkompetisi ditingkat level apapun dan semoga IPSI secara organisasi dapat menjalankan program sesuai dengan tupoksinya,” ujarnya Ketua DPD Kota Padang.

Saat pembukaan turut hadir Ketua DPD LPM Kota Padang sekaligus Ketua MPA KAN Pauh IX Irwan Basir Dt. Rajo Alam, SH, MM, Kodim 0312 Padang yang diwakili oleh Pasinter Kapten. Ifanteri Ikhlas Kodim 0312 Padang sekaligus membuka even tersebut.

Kemudian, Ketua Karang Taruna Kota Padang Yaldi Chaniago dan Zulhardi Z Latif, SH, MM Ketua IPSI Kota Padang beserta jajaran pengurus lainnya.(rls)

INFO NUSANTARA PERSADA

Wacana Perubahan Nama Kecamatan Kuranji ke Pauh IX Kembali Mencuat
Jumat, Juni 19, 2020

On Jumat, Juni 19, 2020

Acara Balanjuang" sejumlah anak nagari di Durian Tarung Kelurahan Pasa Ambacang Kecamatan Kuranji Kota Padang, Kamis (18/6/2020).

Infonusantara.net
PADANG - Berawal dari cerita lapau ke lapau, akhirnya wacana perubahan nama Kecamatan Kuranji ke nama asal Kecamatan Pauh IX kembali mencuat.

Ketua MPA KAN Pauh IX, Irwan Basir
Dt. Rajo Alam bersama Sekda Kota Padang Amasrul hadiri acara balanjuang anak nagari Durian Taruang 
Alasannya, dari sembilan kenagarian yang ada di Kota Padang saat ini (kecuali Kenagarian Delapan Suku), hanya Kecamatan Kuranji yang tidak ada embel-embel kenagariannya. Selebihnya langsung melekat pada nama kecamatannya.

Seperti Kecamatan Koto Tangah (Kenagarian Koto Tangah), Kecamatan Nanggalo (Kenagarian Nanggalo), Kecamatan Pauh (Kenagarian Pauh V dan Kenagarian Limau Manis), Kecamatan Lubuk Kilangan (Kenagarian Lubuk Kilangan), Kecamatan Lubeg Nan XX (Kenagarian Nan XX) dan Kecamatan Bungus Teluk Kabung (Kenagarian Bungus dan Teluk Kabung).

"Dengan dasar itu, kita ingin mengembalikan nama Kecamatan Kuranji ini menjadi ke nama asal Kecamatan Pauh IX sesuai nama Kenagariannya," ungkap Ketua Majelis Pertimbangan Adat Kerapatan Adat Nagari (MPA KAN) Pauh IX, Irwan Basir Dt. Rajo Alam usai menghadiri acara "Balanjuang" sejumlah anak nagari di Durian Tarung Kelurahan Pasa Ambacang Kecamatan Kuranji Kota Padang, Kamis (18/6/2020).

Menurutnya, permintaan untuk kembali memakai nama Pauh IX tersebut wajar-wajar saja dalam rangka menjaga sejarah serta melestarikan adat dan budaya yang ada di Kenagarian Pauh IX Kecamatan Kuranji pada khususnya dan Kota Padang pada umumnya.

"Ini salah satu bentuk upaya menjaga kearifan lokal sesuai dengan visi dan misi pembangunan Kota Padang ke depan. Insya Allah, dalam waktu dekat akan kita musyawarahkan dengan seluruh komponen yang ada di Kenagarian Pauh IX ini," ucapnya serius.

Irwan Basir juga menjelaskan, bahwa seluruh kecamatan yang ada kenagariannya itu merupakan bekas wilayah Kabupaten Padang Pariaman dulunya dan tahun 1981 resmi bergabung ke Kota Padang.

Menanggapi hal tersebut, Sekda Kota Padang, Amasrul yang kebetulan juga hadir pada kesempatan itu, menilai tidak ada masalah. Tentunya harus mengikuti mekanisme yang ada dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

"Silahkan saja, nggak apa-apa. Sejauh tujuannya positif, pemerintah pasti akan mendukung. Apalagi, prosedur perubahan nama itu tidaklah serumit kalau kita minta pemekaran wilayah kecamatan atau kelurahan misalnya. Kalau sekedar perubahan, saya rasa cukup kita di Pemko Padang dan tidak mesti harus melapor ke pusat," kata Sekda seperti memberikan sinyal lampu hijau.

Ditambahkannya, jika memang ada keinginan tokoh dan masyarakat Kuranji untuk meminta perubahan nama kecamatannya menjadi Kecamatan Pauh IX, silahkan dimusyawarahkan terlebih dulu di bawah. 

Setelah sepakat, baru disampaikan ke DPRD Kota Padang untuk dibahas bersama Pemko Padang. Setelah dinyatakan beres, barulah dibuatkan Perda penetapan perubahan nama kecamatan tersebut. (noa)

INFO NUSANTARA PERSADA

Orang Lain Boleh Jahat Kepada Kita, Tapi Kita Harus Tetap Jadi Orang Baik
Rabu, Juni 17, 2020

On Rabu, Juni 17, 2020


"Ingat, orang lain boleh berbuat dzalim dan jahat kepada kita, tapi kita harus tetap jadi orang baik".

Kita selalu bisa dapat memilih tetap sabar, ikhlas dan tetap dengan kebaikan untuk tidak mendendam, membenci, dan bahkan baik-baik saja meski itu pada orang yang telah berbuat dzalim dan jahat pada kita dengan rasa yakin bahwa semua yang kita alami telah Allah lihat dengan adil.

Karena sejatinya, meski kita tidak membalas perbuatan mereka, Allah sudah pasti akan membalasnya dengan sempurna.

Belajarlah menerima dengan sabar dan ikhlas perlakuan tidak baik orang lain, belajarlah untuk tetap bijaksana membalas keburukan yang dilakukan orang lain dengan kebaikan.

Kendalikanlah hati. Tidak usah kita merasa sangat bersedih. Memang pada saat diperlakukan buruk, rasa kesal dan tidak terima itu ada, apalagi sampai ada keinginan untuk membalasnya, tapi jangan sampai sifat yang demikian memperbudak kita untuk melakukan hal yang sama, jangan!

Jangan pernah mencoba untuk membalasnya sampai benar semesta alam menghukum perbuatan keji tersebut, alangkah baiknya kita stand on the right side. Biarkan alam yang bekerja, biarlah waktu yang akan membela. Namun, jangan sampai kita mau terinjak-injak begitu saja.. 

Kejujuran dan ketulusan pada kita akan menjadi pelajaran yang akan menampar seseorang yang telah menyakiti kita. Lebih tepatnya, berilah mereka pelajaran berharga dengan membuktikan bahwa kita tidaklah sama dengan mereka, yaitu dengan terus membalas keburukan mereka dengan kebaikan-kebaikan yang tiada henti.

Kita Memang Tidak Bisa Memilih Untuk Terus Diperlakukan Baik, Tapi Kita Bisa Memilih Untuk Bisa Berlaku Baik Pada Siapapun tanpa terkecuali terhadap mereka yang sudah memperlakukan kita buruk.

Jagalah sikap dan perilaku kita, terlebih lisan kita, jangan sampai kita lepas kendali dan menyayat hati orang lain dengan begitu kejamnya, walau itu hanya melalui lisan. 'Mulutmu Harimau mu yang akan menerkam dirimu sendiri'. 

'Apa yang kau tanam, Itu yang akan kau tuai'. Benih-benih kebaikan yang kau sirami dalam hidup mu secara terus menerus akan tumbuh dan menghasilkan buah yang nantinya akan kau petik dan nikmati. Seperti hal nya dengan sikap mu selama ini. jika saja kau berbuat baik niscaya kau akan selalu mendapatkan kebaikan dari sekitarmu. 

Akan lebih baik bila kita terus berprasangka baik terhadap sesama terutama kepada Sang Pencipta kita.Teruslah berbuat baik dalam menjalani kehidupan. (Inf/berbagai sumber)

INFO NUSANTARA PERSADA

Harimau dan Silat Harimau di Minang
Sabtu, Juni 13, 2020

On Sabtu, Juni 13, 2020

(ist)
Harimau di Minangkabau adalah Inyiak, raja rimba raya yang ditakuti sekaligus dikagumi. Inyiak dalam keseharian masyarakat Minang lamo, adalah awan, disebut “akuan”.

Akuan adalah kawan pria-pria Minang. Kemana saja ia berjalan bersama Inyiak balang. Inyiak juga bisa diracak (ditunggangi) seperti kuda.

Seseorang bisa memanggil Inyiak ketika ia perlu, bahkan untuk menjaga rumahnya. Inyiak juga mengajari orang Minang bersileweran, namanya Silek Harimau. Silek yang ligat dan mengagumkan.

Intisari silat Harimau terinspirasi dari gerak-gerakan Harimau. Kuda-kuda dan sikap waspada persis menyerupai Harimau. Maka tak heran, jika mitos yang berkembang mengatakan jika pesilat yang menguasai silat Harimau maka dirinya kelak akan dapat berubah wujud menjadi Harimau.

Meski mitos yang berkembang seputar silat Harimau begitu kental. Seperti pencak silat lain, nuansa Islami juga dominan dalam filosofi yang terkandung didalamnya.

Untuk belajar silat, guru memperkenalkan nilai-nilai agama lebih dulu kepada murid. Seperti pada tradisi Minang, silat zahir bertujuan mencari silaturahmi, batin silat untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, dan jika ingin berniat jahat maka terlebih dahulu telah disingkirkan.

Filosofi tersebut tertuang dalam ungkapan,“Awas rasa jangan hilang, berlantai sebelum roboh, bersiang menebas sebelum tumbuh.”

Ungkapan lantas terimplementasi melalui gerakan kuda-kuda yang berdiri dengan huruf Alif yang bermakna pesilat berdiri beserta Allah, berdiri dua kali menyerupai huruf Lam dan berdiri dengan menyerupai huruf hijaiyah ‘Kha’. Karakter keras, bukan basa-basi dan tegas menjadi ciri utama ajaran silat harimau.

Karena memang didesain untuk mematikan lawan dengan jurus-jurus berbahaya dengan menyerang langsung daerah vital musuh, baik dengan gaya lenting atau terkam Harimau. Oleh karena itu, silat Harimau kemudian dikenal dengan silat beraliran keras. Demikian keras, hingga potensi penyalahgunaan ilmu begitu besar.

Di Minang juga pernah dikenal cindaku, yaitu manusia harimau jadi-jadian. Semua itu bukan dongeng dan isapan jempol, namun kenyataan pada suatu masa di zaman lampau.(pajakololiak/berbagai sumber)

INFO NUSANTARA PERSADA

Filosofi Ajaran Silek Minangkabau
Kamis, Juni 11, 2020

On Kamis, Juni 11, 2020


Sejak dahulu Adat Minangkabau menjadikan silek sebagai warisan dari ninik mamak kepada anak kemenakan dalam kaumnya-berfungsi sebagai membela diri-parik paga nagari. Jadi bagi kita kata silek tidaklah asing ,apalagi bagi orang Minangkabau.

Silek Minangkabau mengajarkan nilai-nilai etik interaksi yang fundamental, sebab filosofi yang diajarkan adalah 
" Lahienyo Mancari Kawan, Bathinnyo Mancari Tuhan ( Lahirnya Mencari Kawan Bathinnya Mencari Tuhan)."Hablumminannas dan Hablumminallah". Begitulah esensi sarat dengan nilai yang terkandung dalam silek Minangkabau tersebut.

Dikupas lebih dalam dari ajarannya. Ajaran silek meliputi silik dan suluk.
Silek adalah ilmu mempelajari atau mengenal diri lahiriah, silik adalah ilmu mempelajari atau mengenal diri batiniah, dan suluk adalah ilmu mempelajari atau mengenal diri lahir bathin. Bahkan lebih jauh, beberapa pelaku- tuo silek mencoba mengaitkan “silat” (silek) dengan “salat” (sholat) dan “silat-urrahim” (hubungan baik dengan sesama manusia). Ketiga kata tersebut memiliki akar yang sama, terdiri atas tiga huruf Arab yakni "Sim-Lam-Ta".

Pada tataran prakteknya, silek diwariskan melalui proses belajar, menuntut kesungguhan, keterampilan fisik dan lidah serta kematangan psikologis. Silek dalam pengunaannya memiliki konsekuensi yang besar, yakni menciderai dan dapat mematikan. Oleh sebab itu, silek hanya dipergunakan dalam keadaan terdesak membela diri. Namun bila terdesak gerakan silek bisa digunakan pula- munculah ungkapan "Musuah Indak Dicari Jikok Basuo Pantang Diilakkan" ( Musuh Tidak Dicari Kalau Bertemu Pantang Dielakkan).

Dijadikan sebagai sebuah keterampilan, silek melahirkan kreatifitas seni gerak yang disebut pancak. Pancak terekspresi pada berbagai aktifitas gerak seperti langkah balega, silek atau tari galombang, sipak rago, randai, tari manari, dan keterampilan berburu. Jadi, yang dipertunjukkan sebagai permainan atau kreatifitas seni adalah pancak. Perihal ini sesuai dengan ungkapan basilek di rumah gadang, kok mancak yo di ilaman (bersilat di rumah gadang, kalau bergerak ya di halaman).

Pancak merupakan salah satu bungo silek, yaitu representasi silek dalam bentuk gerak fisik.Oleh karena silek meliputi silik dan suluk, maka bungo silik adalah gayuang atau parmayo (gerak tubuh atau bathiniah) dan bungo suluk adalah magrifatullah yakni suatu gerak spiritual berupa makrifat Allah SWT).

Silek Minangkabau tradisional adalah bagian dari tradisi lisan Minangkabau yang diajarkan secara lisan dan disertai peragaan laku dan peralatan. Sebagai tradisi lisan, sejarah kelahiran dan silsilah perkembangannya relatif sulit dilacak. Hal itu disebabkan karena penciptaannya bersifat anonymous dan kolektif. Itu sebabnya, penamaan aliran Silek Minangkabau didasarkan kepada sumber inspirasi dan pola gerakan serta nama nagari asal pengembang atau pengembangan awalnya. 

Sebut saja misalnya, Silek Usali atau Silek Tuo (penamaan berdasarkan ketuaan atau keawalan), Silek Harimau, Silek Kuciang, Silek Buayo, Silek Alang Babega (penamaan berdasarkan sumber inspirasi dan pola gerakan), Silek Kumango, Silek Lintau, Silek Paninjauan, Silek Balubuih (penamaan berdasarkan nama nagari asal pengembang atau pengembangannya), dan lain sebagainya.

Perspektif wujud, silek Minangkabau terepresentasi dalam dua wujud yakni silek duduak (silat duduk) dan silek tagak (silat berdiri). Silek duduak disebut juga silek kato atau silat lidah. Keterampilan silat lidah menjadikan seseorang memiliki kepercayaan diri untuk tampil di depan umum mengutarakan pendapat, mengeluarkan ide-ide kreatif, mempertahankan argumentasi, dan kemampuan diplomasi. 

Dalam silek kato, sebagaimana dalam tradisi pasambahan, seseorang dituntut untuk arif dan bijaksana, tahu di ereang dengan gendeang, tahu di angin nan bakisa, tahu di bayang kato sampai (tahu dengan ungkapan berkias, tahu dengan angin yang beralih, tahu dengan tujuan kiasan).

Kemudian Silek tagak atau disebut juga silek fisik, yakni keterampilan membela diri (harga diri, kehormatan, kebenaran dan keadilan) atau menjalankan amanah untuk mengajak kepada kebaikan dan mencegah kejahatan (amar makruf nahi mungkar). Silek tagak menjadikan seseorang memiliki kepercayaan diri untuk berdiri di hadapan khalayak untuk menyatakan kebenaran dan keadilan.

Baik silek duduak (silat duduk) dan silek tagak (silat berdiri) pada prinsipnya mengutamakan atau mengandalkan kecerdasan intelektual (ajaran falsafah alam terkembang jadi guru), kecerdasan emosional (ajaran budi), dan kecerdasan spiritual ajaran tauhid.

Itupula sebabnya silek pada dasarnya seni bela diri dengan sifat keampuhannya lebih mengutamakan pertahanan. Prinsip demikian bermakna bahwa silek adalah keterampilan yang mampu menciderai bahkan mematikan lawan, karena itu silek mengehendaki pelakunya adalah orang yang telah dewasa dan matang, yang siap mempertanggungjawabkan efek penggunaan silek itu, baik di dunia dan akhirat.

Keterampilan bersilek dalam silek bukan untuk dibanggakan atau disombongkan, sehingga mengundang atau mencari musuh namun memperbanyak kawan. Sifat perkawanan dan silaturahmi yang hakiki dibingkai oleh silek itu sendiri.

Memperbanyak teman dan mengurangi lawan dalam kehidupan bermasyarakat bisa menjadi hal ikhwal yang bisa diambil dalam prinsip silek itu sendiri. Kemudian secara bathiniah diri kita dekatkan pada yang Maha Kuasa. Lahienyo mancari kawan, bathinnyo mancari tuhan (Lahirnya mencari Kawan , Bathinnya mencari Tuhan).
(Pajakololiak/berbagai sumber)

INFO NUSANTARA PERSADA

Di 2021 Pagelaran Urak Balabek Pauh IX Masuk List Of Ivent Kota Padang Kalender Wisata Budaya
Jumat, Februari 28, 2020

On Jumat, Februari 28, 2020



Infonusantara.net -Pagelaran anak nagari Pauh IX Kuranji Urak Balabek yang digelar Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Padang bekerja sama dengan Dinas Pariwisata Kota Padang di Medan Nan Bapaneh Kerapatan Adat Nagari (KAN) Pauh IX merupakan bagian dari pelestarian nilai - nilai adat dan budaya Pauh si Ampek Baleh (XIV), yaitu Pauh V dan Pauh IX Kecamatan Kuranji Kota Padang.

Ketua IPSI Kota Padang Zulhardi Z.Latif 
Urak Balabek merupakan rangkaian prosesi tradisi dalam rangka malewakan (pengukuhan) guru tuo silek (silat) di daerah Pauh si Ampek Baleh. Dimana ratusan pandeka (Pendekar) silat Pauh IX, Kecamatan Kuranji diarak  menggunakan bendi start di halaman kantor KAN Pauh V menuju kantor KAN Pauh IX.

Kegiatan ini dibuka oleh Wakil Walikota Padang Hendri Septa,BBus.MIB, dan hadir pada kegiatan itu anggota DPRD Sumbar, Evi Yandri Rajo Budiman, anggota DPRD Kota Padang Mastilizal aye, Zalmadi Malin Basa, Yandri Hanafi, Muzni Zein, Irwan Basyir Dt Rajo Alam Ketua MPA ( Majelis Pertimbangan Adat) KAN Kuranji, M.Fikar Datuak Rajo Magek, Niniak mamak, bundo Kanduang, ratusan pandeka silek dan masyarakat Pauh Kuranji Kota Padang.

Zulhardi Z.Latif selaku Ketua umum IPSI Kota Padang menyampaikan kegiatan Urak Balabek ini di angkat sebagai upaya melestarikan budaya. Urak Balabek merupakan prosesi pelewaan mengangkat guru-guru tuo silek di daerah Pauh si Ampek Baleh. Dimana guru tuo silek ini lah yang akan mengajarkan kepada murid di Sasaran sasaran Silat di Pauh Kuranji sebagai regenerasi silek Pauh

Tahun depan kita minta kegiatan ini akan di adakan di Pauh V , agar terjadi kembali singkronisasi antara Pauh V dan IX yang disebut Pauh si Ampek Baleh (XIV) dikecamatan Kuranji.

Ia mengatakan, kita hidupkan sasaran -  sasaran silek dan kalau lah sudah hidup sasaran -sasaran silek ini tentunya dapat mengatasi permasalahan anak anak generasi muda kita dalam hal negatif seperti , tawuran, narkoba, pergaulan bebas dan lainnya.

Lebih lanjut disampaikan, melalui Dinas Pariwisata dan budaya yang telah diaganggarkan melalui pokir - pokir anggota dewan. Kita menginginkan kegiatan ini dijadikan ivent agenda tahunan di Kota Padang. Ini tidak kalahnya dengan festival Siti Nurbaya yang telah dilaksanakan sebagai agenda pariwisata tahunan.

"Selain itu Zulhardi Z.Latif juga mengatakan untuk Silek Prestasi IPSI Kota Padang dua kali meraih juara proprov dan dari sepuluh atlet provinsi, empat atlet yang akan bertanding pada kejuaraan PON di Papua adalah dari Kota Padang. Kemudian Silat tradisi selalu juara provinsi dan nasional dan kejuaraan Silat internasional kita berhasil membawa Piala Presiden RI di Batusangkar 2018 lalu, " papar Zulhardi Z.Latif anggota DPRD Kota Padang ini, Kamis (27/2) malam kemarin.
Irwan Basir Datuk Rajo Alam Ketua MPA KAN Pauh IX 
Pada kesempatan itu Irwan Basir Datuk Rajo Alam, Ketua Majelis Pertimbangan Adat (MPA) KAN Pauh IX mengatakan, Rancak Kampung dek Nan Tuo Rami Kampung dek Nan Mudo. Dia mengatakan kegiatan yang digelar ini bisa menjadi Icon yang bisa kita jual menjadi suatu aset wisata budaya yang ada di Kota Padang.

Irwan Basir juga menegaskan, ivent ini jangan untuk hari ini saja, kedepannya kita berharap juga bisa mengundang saudara kita dari negeri seberang seperti Malaysia, Brunei di Medan Nan Bapaneh ini.  "Pauh IX lengkap dengan segala komponennya. Tibo dimato indak di piciangan tibo diparuik indak dikampihan. Mari sama  -sama kita  membangun nagari dengan potensi - potensi yang kita miliki, " pungkasnya.

Sementara Wakil Walikota Padang Hendri Septa mengatakan kegiatan ini adalah tradisi adat budaya yang bisa kita warisi turun temurun kedepannya kepada generasi muda kita.

"Kalaulah acara ini dimasukkan dan kami terima di akhir tahun 2019 lalu, maka kegiatan ivent adat istiadat dan budaya Pauh IX ini sudah pasti masuk dalam List of Ivent Kota Padang, dimana di 2020 ini Kota Padang di penuhi dengan ivent - ivent agenda tahunan, "kata Wawako

Di 2021 kegiatan ini kita akan masukan dalam agenda tahunan. InsyaAllah
kita akan jadikan ivent ini bisa seperti Tabuik di Pariaman yang sudah mendunia, juga seperti di Bali,pariwisata dan adat terus dipertahankan dan di olah anak nagari. Kita inginkan Ivent yang diselenggarakan ini sebagai momentum Kuranji bangkit. Kegiatan adat dan budaya di Kuranji ini bisa tampil nasional juga mendunia. Kita harapkan setiap kecamatan itu punya satu icon


"Basamo kito menjadikan Nagari ini aman. menjadi perhatian kita bersama
terhadap penyakit masyarakat (pekat)
Pergaulan bebas, narkoba,
LBGT,  begal, tawuran. Peran Ninik mamak bundo Kanduang, kita semuanya," ungkap Hendri Septa dalam sambutannya sekaligus secara resmi membuka kegiatan Urak Balabek yang  dimulai 27 hingga 29 Februari 2020. (bim)