PILIHAN REDAKSI

Gunung Semeru Keluarkan Guguran Awan Panas, BNPB Imbau Warga Untuk Tidak Beraktivitas di Sepanjang Daerah Aliran Sungai

INFONUSANTARA.NET - Gunung Semeru yang berada di Kabupaten Lumajang mengalami peningkatan aktivitas vulkanik terjadinya guguran awan panas ...

Budaya

Opini

Peristiwa

Pariwara

Gunung Semeru Keluarkan Guguran Awan Panas, BNPB Imbau Warga Untuk Tidak Beraktivitas di Sepanjang Daerah Aliran Sungai
Sabtu, Desember 04, 2021

On Sabtu, Desember 04, 2021



INFONUSANTARA.NET - Gunung Semeru yang berada di Kabupaten Lumajang mengalami peningkatan aktivitas vulkanik terjadinya guguran awan panas mengarah ke Besuk Kobokan, Desa Sapiturang, Kecamatan Pronowijo.


Peristiwa gunung simeru meletus mengeluarkan awan panas ini terjadi sekitar pukul 15.20 WIB, Sabtu 4 Desember 2021.

Kejadian yang diamati dari Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Gunung Semeru di Pos Gunung Sawur, Dusun Poncosumo, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, getaran banjir lahar atau guguran awan panas tercatat mulai pukul 14.47 WIB dengan amplitudo maksimal 20 milimeter.

Sekitar pukul 15.10 WIB, PPGA Pos Gunung Sawur kemudian melaporkan visual abu vulkanik dari guguran awan panas sangat jelas teramati mengarah ke Besuk Kobokan dan beraroma belerang.

Selain itu, laporan visual dari beberapa titik lokasi juga mengalami kegelapan akibat kabut dari abu vulkanik.

Sementara catatan yang dihimpun Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), guguran lava pijar teramati dengan jarak luncur kurang lebih 500-800 meter dengan pusat guguran berada kurang lebih 500 meter di bawah kawah.

Sebagai respon cepat dari adanya kejadian guguran awan panas tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang telah mengeluarkan imbauan kepada masyarakat dan para penambang untuk tidak beraktivitas di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Mujur dan Curah Kobokan.

Anggota BPBD Kabupaten Lumajang bersama tim gabungan lainnya segera menuju lokasi kejadian di sektor Candipuro-Pronojiwo untuk melakukan pemantauan, kaji cepat, pendataan, evakuasi dan tindakan lainnya yang dianggap perlu dalam penanganan darurat.

Tim BPBD Kabupaten Lumajang saat ini tengah mengupayakan untuk mendirikan titik pengungsian sektoral di Lapangan Kamarkajang, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang.

Hingga siaran pers ini diturunkan belum ada laporan mengenai jatuhnya korban jiwa dan visual Gunung Semeru masih tertutup kabut disertai hujan dengan intensitas sedang. Sementara itu kerugian materil dan dampak lainnya dari erupsi Gunung Semeru masih dalam pendataan.

Sumber : Plt. Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari,Ph.D

Warga Berhasil Temukan Operator Boat Yang Hilang Saat Bongkat Muat di Betaet
Rabu, Desember 01, 2021

On Rabu, Desember 01, 2021


INFO|BETAETOperator boat Indra Lesmana (39) alias Dobbat yang hilang dilaut saat melakukan aktivitas bongkar muat di lokasi muara Mariat Betaet, Desa Simalegi, Kecamatan Siberut Barat, Kabupaten Kepulauan Mentawai di temukan warga dalam kondisi meninggal dunia, Rabu (1/12/2021).


Peristiwa kecelakaan laut ini terjadi pada hari selasa 30 November 2021 saat korban melakukan aktivitas bongkar muat bersama rekan kerjanya.

“Korban sudah di temukan oleh warga dalam kondisi tak bernyawa di sekitar lokasi kejadian sekira pukul 9.30 WIB tadi pagi” ucap salah seorang warga Betaet, Murdani Taporuk kepada media, Rabu (1/12/2021).

Dia menyebut, sebelum kejadian korban bersama rekan kerjanya melakukan aktivitas bongkar muat barang di kapal dagang, namun tiba-tiba mereka di hantam ombak, sehingga sampan yang di gunakan terbalik.

Dalam kejadian itu Indra Lesmana alias Dobbat selaku operator boat hilang, sedangkan dua orang rekan kerjanya berhasil selamat.

Saat ini Jenazah korban sudah di bawah dari Betaet menuju Simalegi muara. Korban merupakan warga Dusun Muara Utara, Desa Simalegi, Kecamatan Siberut Barat, (sesuai KTP Korban).


Editor : Heri Suprianto

Pohon Tumbang Menimpa Rumah Warga di Kelurahan Gates Sudah di Evakuasi Tim PB BPBD Kota Padang
Selasa, November 30, 2021

On Selasa, November 30, 2021


INFO|PADANGRumah warga yang berada kelurahan Gates XX IV, RT 04, RW 06, Kecamatan Lubuk Begalung, Kota Padang di timpah pohon tumbang dampak hujan lebat yang disertai angin kencang.


Peristiwa pohon tumbang yang menimpa rumah warga ini terjadi pada hari selasa sore, 30 November 2021, sekira pukul 17.07 WIB.

Rumah warga yang tertimpa pohon tumbang ini di ketahui bernama Eka Jaya (52) yang merupakan orang tua murid SDN 21 Teluk Nibung.

“Dampak cuaca ekstrim ini bagian depan rumah rusak termasuk bagian dapur rumah nenek saya juga rusak ditimpa pohon tumbang” ucap Fika anak dari pemilik rumah kepada media, Selasa 30 November 2021.

Fika menyebut, atas insiden ini tim regu C TRC PB BPBD di bantu warga setempat sudah di lakukan evakuasi pembersihan material pohon tumbang.

Dalam peristiwa ini tidak ada korban jiwa, namun ada satu warga yang terkena pinggangnya akibat peristiwa tersebut, namun sudah di lakukan pengobatan secara tradisional.

Informasi yang di himpun awak media melalui laporan dari Tim TRC PB BPBD, dalam peristiwa alam ini kerugian material di taksir sekira 6 juta rupiah, (Ami).


Editor : Heri Suprianto

Kandas di Hantam Ombak, Kapal Sibon Ori Pembawa Turis Surfing beserta ABK Selamat
Kamis, November 25, 2021

On Kamis, November 25, 2021


INFO|MENTAWAIKapal Sibon Ori pembawa sejumlah turis surfing mengalami insiden kecelakaan kapal kandas di lokasi pantai katiet, Dusun Katiet Desa Bosua Kecamatan Sipora Selatan dengan POB 17 orang.


Peristiwa itu terjadi sekira pukul 08.00 WIB, kamis 25 November 2021, sedangkan informasi yang diterima dari Kakansar Mentawai sekira pukul 09.58 WIB” sebut Kapolsek Sipora, Iptu.Ronnal Yandra.

Dia mengatakan, peristiwa ini saat kapal Sibon Ori membawa turis surfing ke pantai katiet, namun di hantam ombak, sehingga kapal kandas dan penumpang yang di bawa selamat.

“Data korban yang ada di kapal Sibon Ori ini sebanyak 17 orang yang terdiri dari 6 ABK dan 11 orang WNA, semuanya selamat”kata Ronnal Yandra.

Berikut data korban penumpang Kapal Sibon Ori pembawa turus surfing,
1. Felipe/ Laki-laki/Brazil/37 Tahun;
2. Fransisco/ Laki-laki/Brazil/43 Tahun;
3. Frederico/ laki-laki/ Brazil/ 45 tahun;
4. Marcelo/ laki-laki/Brazil/43 tahun;
5. Matheus/laki-laki/Brasil/38 tahun;
6. Fabio/ laki-laki/ Brasil/ 50 tahun;
7. Fernandez perez/laki-laki/Uruguay/41 tahun;
8. Tomas/laki-laki/brazil/ 39 tahun;
9. Felipe/laki-laki/ brazil/ 40 tahun;
10. Pablo/ laki-laki/ brazil/ 40 tahun;
11. Gustavo/laki-laki/ brazil/ 42 tahun.

Dalam peristiwa kapal kandas ini, pihaknya berkoordinasi dengan pihak resort HTS, resort manalu, bahwa kejadian tersebut benar dan semua survival berhasil diselamatkan secara mandiri di bantu masyarakat katiet.

Dia menyebut, insiden kecelakaan kapal ini, kapolsek sipora memerintahkan Kanit Intel dan Kanit Sabahara turun kelokasi untuk melaporkan perkembangan lebih lanjut.

Saat kejadian, sebut Kapolsek tim SAR dan alut SAR tidak di turunkan kelokasi, karena survivor telah selamat yang di lakukan secara mandiri oleh warga setempat, akan tetapi pihak tetap melakukan koordinasi dan monitor sellau kejadian tersebut.


Editor : Heri Suprianto

Peristiwa Rumah Warga di Timpah Pohon Kelapa di Betaet Selatan, Kerugian Masih di Lakukan Pendataan
Rabu, November 10, 2021

On Rabu, November 10, 2021

INFO|BETAET SELATANRumah warga di kawasan Dusun Betaet Selatan, Kecamatan Siberut Barat, Kabupaten Kepulauan Mentawai di timpah pohon kelapa dampak cuaca ektrim di susul dengan hujan deras di wilayah itu.


Rumah yang di timpah pohon kelapa itu di ketahui pemiliknya Roni (46) warga Dusun Betaet Selatan, Desa Simalegi. Peristiwa itu terjadi sekira pukul 07.30 WIB.

Pohon kelapa yang menimpah rumah warga itu sepanjang 15 meter, sehingga rumah milik Roni rusak parah.

Setelah mendapat informasi kejadian itu,Regu C pusdalops BPBD Mentawai segera melakukan koordinasi melalui Desa,kecamatan Siberut barat untuk melakukan pembersihan dan pendataan.

“Saat terima informasi kita bersama warga dan aparatur pemerintah setempat langsung mendatangi rumah warga yang terkena musibah serta melakukan pendataan” sebut Saiful.

Selain itu, pihaknya juga bersama jajaran pemerintahan setempat mengambil langkah cepat untuk membersihkan runtuhan pohon kelapa serta puing bangunan rumah yang rusak dengan peralatan seadanya.

Kepala Desa Simalegi, Jaret menyebut kejadian adanya rumah warga terkena musibah ini memang benar, akan tetapi belum bisa di pastikan apa saja yang terkena dalam insiden ini, karena kami belum sempat turun kelokasi dan masih rapat RPJMD desa.

“Usai rapat RPJMD Desa ini, kita turun kelokasi, namun tentunya kejadian yang menimpah rumah warga, kita turut prihatin” ucap Jaret kepada awak media melalui handphone selulernya, Rabu (10/11/2021).

Dia mengatakan, dalam peristiwa ini tidak ada korban jiwa  yang menimpah rumah Roni daj kami belum tau pasti berapa dampak kerusakan kerugian yang di alami.

“Peristiwa ini akan menjadi bahan evaluasi kami bersama setelah nantinya sudah dilakukan pendataan kerusakan rumah warga akibat bencana alam ini” sebutnya

Melihat kondisi cuaca akhir-akhir ini tak menentu dan ekstrim serta pemukiman warga Betaet di kelilingi pohon kelapa, Jaret mengharapkan untuk selalu meningkatkan kewaspadaan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak di inginkan.

Dia menambahkan, beberapa tahun belakangan ini, wilayah kecamatan siberut barat memang sering terjadi pohon tumbang dan kejadian ini menjadi bahan evaluasi kita bersama demi keamanan warga, (S.Siribere).


Editor     : Heri suprianto

Gerih, Warga Temukan Jasad Pria Tua Sudah Membusuk di Sebuah Pondok
Kamis, Oktober 21, 2021

On Kamis, Oktober 21, 2021

INFO|AGAMWarga Jorong Lurah Surau Baranjuang, Nagari Kubang Putih, Kecamatan Banuhampu, Kabupaten Agam, Sumatera Barat di gemparkan penemuan sesosok jasad pria tua yang sudah membusuk, Kamis (20/10/2021), sekira pukul 12.00 WIB.


Kapolsek Banuhampu, AKP Mochammad Rosidi mengatakan, jasad pria yang sudah terbujur kaku itu bernama Ifgan (62) tahun.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun anggota kami di lokasi ditemukannya jasad tersebut, korban pertama kali ditemukan oleh kakak dan adiknya di sebuah pondok. Saat ditemukan, kondisi korban sudah membusuk dengan posisi jasad tertelungkup, ucapnya.

“Menurut informasi dari keluarganya, korban Ifgan sudah beberapa hari ini tidak kelihatan, dirinya diketahui tinggal sendirian, karena sudah berpisah dengan istrinya,” ucap Rosidi.

Kami juga mendapat laporan bahwa korban dalam kesehariannya beraktifitas sebagai petani di sebuah kebun tak jauh dari pondok miliknya ditemukan dalam keadaan tak bernyawa itu.

Untuk memastikan penyebab kematian korban, kami serahkan penanganan nya ke tim identifikasi Polres Bukittinggi, pungkasnya.(*Jontra).


Editor. : Heri Suprianto

Penemuan Mayat Perempuan Dengan Kepala Terpisah, Kapolsek Sikakap Sebut Dugaan Sementara Bunuh Diri
Selasa, Oktober 19, 2021

On Selasa, Oktober 19, 2021

INFO|SIKAKAPWarga di gegerkan penemuan sesosok mayat perempuan yang terpisah dengan kepala di sebuah rumah kosong di Dusun Seay Baru, Desa Sikakap.


Penemuan mayat perempuan itu di ketahui hari Selasa 19 Oktober 2021 sekira pukul 08.30 WIB yang di laporkan oleh warga setempat.

Berdasarkan laporan tersebut, Kapolsek Sikakap beserta Kanit Reskrim dan anggota turun kelokasi ditemukan sesosok mayat yang berada di rumah kosong milik Delima Tobing di Dusun Seay Baru, Desa Sikakap, Kecamatan Sikakap.

“Di lokasi kejadian kita menemukan sesosok mayat perempuan dengan kepala terpisah dan sudah membusuk” kata Kapolsek Sikakap, AKP.Tirto Edhi kepada media, Selasa (19/10/2021).

Mayat perempuan inisial NT (17) yang terpisah dengan kepala ini, kata Tirto Edhi merupakan warga Dusun Mapoupou, Desa Makalo, terangnya.

Tirto Edhi menjelaskan, dari hasil Olah TKP di sebuah rumah kosong di temukan sesosok mayat yang terpisah dengan kepala dan tali plastik (tambang) berukuran 16 yang tergantung di kuda-kuda atap rumah.

“Kondisi mayat sudah dalam keadaan membusuk dan menghitam, serta tidak dikenali lagi” kata Tirto Edhi.

Tak hanya itu, kepala korban sudah menjadi tengkorak (tidak berambut dan tidak berkulit), dari penelusuran Dokter puskesmas bahwa korban sudah meninggal lebih dari 2 minggu

“Dari temuan TKP, diduga sementara korban meninggal gantung diri, meski demikian kita akan tetap dalami penyelidikannya” kata Tirto.

Dia menambahkan, untuk sementara , berdasarkan olah TKP, indikasi bunuh diri, di tambah dengan keterangan saksi, bahwa korban pernah berpesan mungkin kita tidak bertemu lagi, tapi kita tetap berteman.

Berdasarkan petunjuk lain ditemukan cetakan foto foto korban dengan status kecewa atau masalah asmara

Identitas korban diketahui dengan ciri-ciri pakaian dan sandal yang digunakan korban sehari-hari yang juga diketahui oleh mantan teman dekatnya dan keluarganya.

Selanjutnya mayat Korban diserahkan kepada keluarga korban untuk dimakamkan di kampung asal di Dusun Mapoupou, Desa Makalo.


Editor : Heri Suprianto

Seorang Bocah Hanyut di Sungai Matobe Sarere Masih Dalam Upaya Pencarian Tim SAR Gabungan Mentawai
Senin, Oktober 11, 2021

On Senin, Oktober 11, 2021

INFONUSANTARA.NETSeorang bocah perempuan berusia 5  hanyut usai bermain bersama teman-temannya di jembatan Matobe, Dusun Sarere, Kecamatan Sikakap

“Bocah ini terjatuh dari jembatan Matobe Sarere usai bermain bersama teman-temannya” sebut Kakansar Mentawai, Akmal dalam keterangan tertulis, Senin (11/10/2021).

Dia mengatakan, saat kejadian masyarakat sempat melakukan pencarian menggunakan perahu, tapi belum di temukan.

Karena pencarian yang di lakukan masyarakat belum ketemu, kejadian ini di laporkan ke Kantor Pencarian dan Pertolongan Mentawai.

“Informasi yang kita terima ini melalui Danramil 04/Sikakap hari ini (11/10/21) sekira pukul 13.20 WIB, sebut Akmal.

Dari informasi yang diterima terkait peristiwa membahayakan manusia ini, tim SAR yang tergabung dari Tim Rescue SAR Mentawai,TNI/Polri, BPBD Mentawai, Srop dan Masyarakat turun ke lokasi kejadian.

Operasi pencarian yang di lakukan tim SAR gabungan menggunakan RIB 03 Mentawai menuju lokasi dan pendukung fasilitas ada RIB 01 dan 2 (Standby), Alkom, Albanav, Pal Evamuasi, Pal Prokes, Rescue Dymex, Rescue Carrier.

Untuk di ketahui saat ini tim SAR gabungan sedang dalam upaya pencarian dan pertolongan terhadap bocah malang ini

“Kita berharap operasi pencarian dan pertolongan yang di lakukan tim SAR gabungan Mentawai ini hendaknya segera di temukan” harap Akmal.


Editor : Heri Suprianto

Hari Kedua Pencarian Seorang Nalayan Hasilnya Masih Nihil, Ops di Lanjutkan Besok
Minggu, Oktober 03, 2021

On Minggu, Oktober 03, 2021

INFONUSANTARA.NETOperasi pencarian dan pertolongan yang di lakukan Tim SAR gabungan mentawai di hari kedua terhadap satu orang nelayan yang tak kunjung kembali masih belum membuahkan hasil.

Sebelumnya di kabarkan seorang nelayan bernama Amaik (52) pergi memancing menggunakan perahu berwarna putih hijau panjang perahu 5 meter, mesin tempel 5 PK.

Peristiwa kecelakaan kapal terhadap satu orang nelayan yang tak kunjung kembali ini, terjadi di seputaran batu tongga, Desa Tuapejat, Kecamatan Sipora Utara.

“Upaya telah di lakukan pencarian ke timur laut pulau sipora sesuai renops, namun hasil masih nihil” kata Kakansar Mentawai, Akmal dalam keterangan tertulis, Minggu (3/10/2021).

Untuk sementara, kata dia operasi di hentikan dan akan di lanjutkan pada esok hari, ujarnya.

Dalam operasi ini, tim Sar mengunakan alut RIB 03 Mentawai. RIB 01 & 2 standbay, Alkom, Albanav, Pal Evakuasi. Pal Prokes,Rescie Dymex, Rescue Carrier

Personel yang terlibat dalam pencarian di antaranya, tim Rescue SAR Mentawai, BPBD Mentawai, Kodim 0319/Mentawai, POLAIR Mentawai,POS AL Mentawai dan Masyarakat.

Dia juga menghimbau kepada warga yang melintasi perairan kejadian, kalau ada menemukan tanda-tanda segera informasikan ke Basrnas, selain itu juga pihaknya mengingatkan para nelayan tetap waspada terhadap gelombang yang tak menentu.


Editor.  : Heri Suprianto

Seorang Nelayan Dikabarkan Belum Kembali Saat Memancing, Tim SAR Lakukan Pencarian
Sabtu, Oktober 02, 2021

On Sabtu, Oktober 02, 2021

INFONUSANTARA.NETTim SAR gabungan mentawai melakukan pencarian dan pertolongan terhadap kecelakaan kapal satu orang nelayan yang belum kembali usai melaut di wilayah Batu Tongga, Kecamatan Sipora Utara, Kabupaten Mentawai, Sabtu 2 Oktober 2021.

Kejadian ini berawal dari Informasi salah satu masyarakat mengabarkan salah satu nelayan hingga sampai saat ini belum kembali setelah pergi memancing.

Dari informasi itu, Kakansar Mentawai, Akmal bersama personel dan tim gabungan langsung bergerak menuju lokasi kejadian yang berada di seputaran batu tongga.

Dia menjelaskan, kejadian kecelakaan kapal ini berawal seorang nelayan laki-laki bernama Amaik (52) pergi memancing menggunakan perahu menuju karang bajat, rencana hendak kembali menuju TPI dan berpapasan dengan seorang nelayan.

Dalam perjalanan pulang, seorang nelayan tersebut menemukan 3 buah Fiber milik Korban, lalu membawa ke Dermaga TPI Tuapejat, sedangkan korban tak kunjung kembali.

Dia mengatakan, perahu yang di gunakan korban saat pergi memancing berwarna putih hijau dengan panjang perahu 5 M menggunakan mesin tempel 5 PK.

Dalam operasi pencarian dan pertolongan terhadap satu orang nelayan, tim SAR gabungan telah melakukan penyisiran di seputaran lokasi kejadian, hasilnya nihil.

“Pencarian hari pertama ini, hasilnya nihil, untuk sementara operasi di hentikan dan akan di lanjutkan esok hari” kata Akmal.

Unsur yang terlibat dalam operasi pencarian dan pertolongan terhadap satu orang nelayan yang belum kembali itu fi antaranya, Tim Rescue SAR Mentawai, TNI-Polri, BPBD Mentawai dan Masyarakat.


Editor : Heri Suprianto

Pencarian Warga Asing di Usulkan Tutup, Kakansar Mentawai : Kalau Ada Tanda-tanda Ops di Buka Kembali
Jumat, September 03, 2021

On Jumat, September 03, 2021

INFONUSNATARA.NETOperasi pencarian dan pertolongan terhadap salah satu warga Inggris Shaun Stephen Daly (27) yang hilang saat menombak ikan di pantai katiet, Desa Bosua, Kecamatan Sipora Selatan tak kunjung di temukan.

“Hari ke-7 ini kita sudah kerahkan seluruh potensi SAR termasuk fasilitas, namun belum ada tanda-tanda di temukan, untuk operasi di tutup dan di lakukan pemantauan” kata Kakansar, Akmal kepada media dalam keterangan tertulis” Jumat 3 September 2021.

Dia menyebut, Operasi SAR Kondisi membahayakan manusia dengan satu orang hilang saat menombak ikan di Pantai Katiet sudah di lakukan berbagai upaya metode pencarian.

Dalam operasi tim SAR Gabungan telah melakukan pencarian di tepi pantai Katiet, pencarian menggunakan KN SAR Ramawijaya 240 Mentawai dan longboat pariwisata dari Dermaga Sioban sampai dengan Timur laut pulau sipora, dan Selat Sipora dg Hasil nihil.

“Kemudian pencarian di lakukan menggunakan RIB, Sekoci, Jetsky, Perahu Resort dan Perahu Karet serta di lakukan Penyelaman disekitar lokasi kejadian, namun hasil masih nihil” ucap Akmal.

Tim SAR Gabungan melakukan evaluasi bersama seluruh potensi, pihak agen (mewakili keluarga), pihak resort, bahwa ops SAR diusulkan selesai dan dilanjutkan pemantauan.

“Apabila ada tanda-tanda, maka ops SAR akan dibuka kembali” ucap Akmal.

Dengan berakhir ops SAR, semua tim SAR gabungan kembali di kesatuan masing-masing

Operasi pencarian di hari ke 7 unsur terlibat, Tim Rescue SAR Mentawai, Tim rescue SAR Padang, Kodim 0319/Mentawai, Lanal Mentawai, Polres Mentawai, Satrol Lantamal II (Posal simaobuk Mtw), Polair, Polsek Sipora, Tim Rescue Kansar Padang, Dinas Pariwisata, Dinas Perikanan, BPBD / KSB, Posaidon Diving Club, Diving Proklamator, Awak Media, Masyarakat.


Editor : Heri Suprianto

H.5 Belum Membuahkan Hasil, Pencarian Warga Asing Sementara di Hentikan di Lanjutkan Besok
Rabu, September 01, 2021

On Rabu, September 01, 2021

INFONUSANTARA.NETOperasi dalam kondisi membahayakan manusia salah satu warga kebangsaan Inggris berdomisili di Australia yang di kabarkan hilang saat menombak ikan di pantai katiet, Desa Bosua di hari kelima pencarian masih belum membuahkan hasil.

“Hari kelima ini kita sudah melakukan pencarian dengan menurunkan tim penyelam, namun masih belum ada tanda di temukan” kata Kakansar, Akmal dalam keterangan tertulis, Rabu (1/9/2021).

Korban yang hilang saat menombak ikan di seputar pantai katiet ini bernama Shaun Stephen Daly (27) warga Inggris berdomisili di Australia. Kejadian ini sejak sabtu 28 Agustus 2021 sekira pukul 10.00 WIB.

Hari pertama hingga hari kelima ini, kata Akmal pencarian terhadap korban belum ada nampak tanda-tanda di temukan dan upaya pencarian dengan melakukan penyisiran pantai, penyelaman, melakukan skoneling dan diving serta fasilitas lainnya juga sudah di kerahkan, tapi belum membuahkan hasil.

“Kita sangat berharap korban yang hilang saat menombak di seputaran pantai katiet ini segera bisa di temukan” ucap Akmal

Operasi ini melibatkan berbagi unsur mulai dari tim Rescue SAR Mentawai, Kodim 0319/Mentawai, Lanal (Pos SAL), Ppolres (Polair, Polsek, BPBD / KSB, Tagana, Diving Proklamator, FIK UNP Diving Club, Awak Media, pihak Resort, Masyarakat dan Tokoh Masyarakat Katiet.

Dia menyebut, pencarian di hari kelima ini juga masih belum membuahkan hasil, maka operasi di hentikan sementara dan akan di lanjutkan esok hari.

Untuk fasilitas pendukung dalam operasi pencarian, pihaknya standbaykan armada KN SAR Ramawijaya 240 Mentawai dan RIB 03 bersandar di Dermaga Sioban Sipora Selatan, Perahu Karet, Jetsky dan Skoci berada di Katiet beserta Tim.



Editor : Heri Suprianto

H-4 Pencarian Warga Asing Hilang di Lokasi Pantai Katiet Belum di Temukan, Ops di Lanjutkan Esok Hari
Selasa, Agustus 31, 2021

On Selasa, Agustus 31, 2021

INFONUSANTARA.NETMemasuki hari keempat pencarian dan pertolongan terhadap salah satu kewarnegaraan Inggris bernama Shaun Stephen Daly (27) yang berdomisili di Australia hingga hari ini masih nihil.

Peristiwa membahayakan manusia ini sebelumnya di kabarkan hilang saat menombak ikan di pantai katiet, Desa Bosua, Kecamatan Sipora Selatan.

Kakansar Mentawai, Akmal mengatakan, operasi kali ini pihaknya bersama tim gabungan telah melakukan upaya pencarian dengan menyusuri tepian pantai katiet sesuai renops

Dalam operasi pencarian dan pertolongan juga di bantu pesawat Susi Air lewat udara dan tim gabungan SAR menggunakan KN SAR Ramawijaya 240 Mentawai juga telah melakukan penyisiran di selat sipora.

“Terakhir di lakukan pencarian secara snorkeling dan Diving di lokasi kejadian, namun hasilnya masih nihil” kata Akmal kepada media, Selasa (31/8/2021).

Setelah di lakukan upaya pencarian, namun masih belum di temukan korban yang hilang di laut, maka tim SAR gabungan melakukan brifing untuk merencanakan pencarian esok harinya.

“Untuk pencarian di hari keempat ini kita hentikan sementara dan akan di lanjutkan pada esok hari” kata Akmal.

Meski pencarian di hentikan sementara, fasilitas dan armada standbay di lokasi seperti KN SAR Ramawijaya 240 Mentawai bersandar di Dermaga Sioban Sipora Selatan, RIP 03 Mentawai dan perahu karet di standbaykan di katiet beserta tim, sedangkan pesawat Susi Air kembali ke BIM.padang.

Dalam operasi pencarian dan pertolongan unsur yang terlibat, Tim Rescue SAR Mentawai, TNI-Polri, BPBD Mentawai, Awak media, Kru Susi Air, pihak Resort, Masyarakat dan Tokoh Masyarakat.


Editor : Heri Suprianto

Penemuan Mayat di Lokasi Uman Ngorut Dusun Tiniti, Kades Sigapokna : Malam Ini Juga Kita Kebumikan
Sabtu, Agustus 14, 2021

On Sabtu, Agustus 14, 2021

INFONUSANTARA.NET - Warga di kejutkan dengan penemuan mayat yang terdampar di area pantai Desa Sigapokna, Dusun Tiniti tepatnya di lokasi uman ngorut, kecamatan Siberut Barat.

Penemuan mayat ini di ketahui setelah di unggah salah satu akun Facebook milik Sanggang Ta Ale, Sabtu (14/8/2021).

Kondisi mayat yang ditemukan sejumlah warga ini sangat memprihatinkan dan mereka juga belum mengetahui siapa sosok mayat yang terdampar di pantai tersebut.

Secara kasat mata, sulit menentukan mayat yang ditemukan warga, pasalnya bagian kepala sudah menjadi tengorak, sedangkan bagian tubuh hingga ke bagian kaki masih di kategorikan utuh, namun sudah membusuk.

Kepala Desa Sigapokna Elias Piau saat di konfirmasi awak media menyebut, penemuan mayat ini berawal tiga orang warga yang terdiri dari ibu, anak dan keponakan hendak mau menjaring ikan ke laut, di lokasi kejadian melihat ada sesosok mayat yang terapung dan di bawah arus hingga ketepi pantai.

Awalnya, kata Elias Piau tiga orang warga ini sebelumnya tidak mengira itu sesosok mayat, perkiraan kayu yang hanyut, akan tetapi untuk memastikannya, tiga orang warga ini mendekati baru meyakini, bahwa yang terapung itu mayat.

Setelah sudah di ketahui bahwa itu mayat, tiga warga ini memanggil warga lainnya di Dusun Tiniti untuk mengangkat mayat tersebut agar tidak di bawa lagi oleh arus laut.

“Dengan adanya penemuan mayat ini, kita bersama warga segera melakukan evakuasi mayat yang terdampar di pantai” kata Elias Piau.

Kemudian, lanjut dia kejadian ini sudah kita informasikan ke pihak kepolisian yakni polsek sikabaluan, akan tetapi kondisi cuaca tidak memungkinkan, akhirnya tim kepolisian tidak bisa datang kelokasi, sebutnya.

“Setelah di lakukan konfirmasi, pihak pemerintahan Desa Sigapokna melalui musyawarah di ambil langkah cepat untuk di kebumikan mayat ini disini malam ini juga kita makamkan” kata Elias Piau.

Untuk tindakan selanjutnya, pihaknya sudah koordinasi dengan pihak puskesmas untuk mengambil visum, kalau identitas mayat di duga laki-laki yang sudah berumur, sebutnya.

Kejadian penemuan mayat ini, menurut Elias Piau berkemungkinan sudah satu minggu lebih korban terapung di laut, melihat kondisi mayat bagian kepala sudah jadi tengkorak, cuman yang masih utuh bagian perut, tangan hingga kaki, namun sudah lunak dan membusuk.


Editor : Heri Suprianto

Kebakaran Hebat, Rumah Semi Permanen Bertingkat di Dusun Gulukguk Desa Beriulou Rata Dengan Tanah
Jumat, Juni 11, 2021

On Jumat, Juni 11, 2021

INFONUSANTARA.NETSatu unit rumah semi permanen bertingkat kontruksi dari kayu yang berada di Dusun Gulukguk, Desa Beriulou, Kecamatan Sipora Selatan hangus di lalap si jago merah. Peristiwa kebakaran itu terjadi sekira pukul 21.00 WIB, Jumat (11/6/2021).

Kebakaran rumah itu pemiliknya Laurensius (40) warga dusun Gulukguk, Desa beriulou. Insiden kebakaran tersebut tak hanya membakar bagian rumah, akan tetapi rata dengan tanah.

Informasi yang diterima awak media dari  Kapolsek Sipora, Iptu.Donny Putra,SH,MH menyebut, peristiwa kebakaran ini sewaktu pemilik rumah bersama keluarga dalam kondisi tidur, tiba-tiba muncul kobaran api dari bagian dapur.

Pemilik rumah hendak akan melakukan pemadaman tidak bisa,pasalnya rumah semi permanen bertingkat itu kontruksinya dari kayu, sehingga api cepat merambat ke bagian badan rumah hingga sampai ke atap paling atas rumah.

Insiden kebakaran itu hingga sampai rumah rata dengan tanah di perkirakan hanya waktu 30 menit, begitu dahsyatnya api membakar rumah milik korban, bahkan pemilik rumah tak sempat menyelamatkan barang-barang.

“Penyebab terjadinya kebakaran hebat ini belum diketahui pasti, akan tetapi sumber api ini berasal dari dapur di duga dari sisa-sisa kayu api yang belum padam, pasalnya pemilik rumah untuk memasak menggunakan kayu bakar” ucap Kapolsek.

Dalam peristiwa kebakaran ini tidak ada korban jiwa, untuk sementara pemilik rumah bersama keluarganya mengungsi di tempat keluarga terdekat.

Kerugian yang di alami pemilik rumah berupa bangunan rumah, barang-barang elektronik, Pakaian serta 1 (satu) unit Sepeda Motor jenis Honda Supra X 125 juga ikut terbakar.

“Atas insiden kebakaran ini di perkirakan kerugian yang di alami pemilik rumah sekitar Rp 100 juta” tukasnya.


Editor : Heri Suprianto