PILIHAN REDAKSI

Hadiri Latihan Gabungan FORKI Tanah Datar, Wabup Richi : Jadikan Wadah Perkuat Tali Persaudaraan

INFO|Tanah Datar - Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (FORKI) Tanah Datar mengelar latihan gabungan (latgab) yang diikuti oleh seluruh p...

Budaya

Opini

Mentawai

Padang Panjang

Peristiwa

Pariwara

padang

Berkolaborasi Dengan Yayasan Buddha Tzu Chi, Polda Sumbar Salurkan Bansos Untuk Komunitas Ojek, Angkot dan Betor
Rabu, September 21, 2022

On Rabu, September 21, 2022



INFO|PADANG  - Sebanyak 5.000 paket bantuan sosial (bansos) dari Polda Sumatera Barat hari ini diserahkan kepada komunitas ojek online, ojek pangkalan, sopir angkot dan becak motor (betor).


Kegiatan ini dipimpin langsung Kapolda Sumbar Irjen Pol Teddy Minahasa P, SH. S.Ik. MH, dengan didampingi oleh Wakapolda Sumbar Brigjen Pol Edi Mardianto, S.Ik. M.Si, Pejabat Utama Polda Sumbar dan Ketua Yayasan Buddha Tzu Chi Padang, Rabu (21/9) di Mapolda Sumbar, (21/9/2022.)

Kapolda Sumbar Irjen Pol Teddy Minahasa menyebut, bansos yang disalurkan ini merupakan bantuan dari Polda Sumbar dan juga berkolaborasi oleh Yayasan Buddha Tzu Chi.

“Isinya logistik berupa sembako, beras, minyak gula mi goreng. 2.000 bok kita distribusikan kepada 5 polres, tanah datar, Dharmasraya, bukittinggi payakumbuh 50 Kota. Yang 3.000 yang tadi kita saksikan di Polda,” sebut Kapolda Sumbar.

Sasarannya kata Irjen Pol Teddy Minahasa, adalah kepada angkutan umum, ojek online, kemudian ojek pangkalan, angkutan kota dan angkutan desa.

“Karena yang mengalami dampak secara signifikan paling dirasakan oleh para pengemudi angkutan umum setelah adanya penyesuaian harga BBM, Makanya sasaran utamanya kita prioritaskan kepada pengemudi angkutan umum,” ujarnya.

Ia juga berterima kasih kepada Yayasan Buddha Tzu Chi baik di Pusat maupun perwakilan Padang atas kolaborasi dalam memberikan bantuan sosial sembako kepada pengemudi angkutan umum.

Jenderal bintang dua tersebut juga sebelumnya sudah menginstruksikan kepada seluruh Polres jajaran, untuk ikut dalam memberikan bantuan membantu masyarakat.

“Pemberian sembako seperti ini mulai dua minggu yang lalu serentak sudah dilakukan pendistribusiannya kepada masyarakat yang membutuhkan,” pungkasnya.(*).

Editor : Heri Suprianto

Petugas Dan Warga Binaan Lapas Perempuan Kelas IIB Padang Lakukan Tes Urine
Rabu, September 07, 2022

On Rabu, September 07, 2022

 


INFONUSANTARA.NET -- Sebanyak 52 orang petugas dan 199 orang Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP)  Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas IIB, Padang mengikuti tes urin yang dilaksanakan di Lapas Perempuan Kelas IIB, Anak Aia, Padang.Rabu (7/9/2022).


Kepala Lapas Perempuan Padang, Widiarti, Bc, IP menjelaskan, tes urine terhadap seluruh petugas dan WBP untuk mengetahui apakah petugas dan WBP mengkonsumsi narkotika dan zat aditif lainnya. 


Selain itu pemeriksaan ini sebagai bentuk langkah tegas dari Lapas Perempuan Kelas IIB, Padang dalam mencegah narkotika dan zat adiktif lainnya beredar di lapas.


“Dalam tes urin yang melibatkan petugas, menandakan bahwa penegak hukum harus bersih dari narkotika dan memberikan contoh yang baik terhadap warga binaan,” ungkapnya.



Widiarti berharap hasil tes urine yang dilaksanakan dengan melibatkan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) diharapkan hasilnya negatif.


“Kita berharap hasil tes urine ini hasilnya negatif. Jika kedapatan ada petugas atau WBP didapati hasilnya positif, maka kita akan melakukan langkah tegas dengan melakukan pemeriksaan yang melibatkan tim khusus dari mana mengkonsumsi narkotika dan zat adiktif lainnya. Jika melanggar tentu akan diberikan tindakan tegas berdasarkan undang – undang yang berlaku,” tutupnya.(Edg)


 

Kemeriahan Festival Solo Song Di Taman Pucuak Merah Dan Cafe, Saat Azan Berkumandang, Peserta Salat Berjamaah, Diimami Wahyu Iramana Putra
Sabtu, Agustus 27, 2022

On Sabtu, Agustus 27, 2022

 



INFONUSANTARA.NET -- Festival Solo Song di Taman Pucuak Merah dan Cafe berlangsung penuh dengan kemeriahan, Sabtu, 27 Agustus 2022. Puluhan peserta, baik tua maupun muda membawakan lagu kenangan kesukaan mereka di hadapan dewan juri.


Menurut Ketua Panitia Riri Jefilana, festival tersebut digelar dalam rangka memperingati hari kemerdekaan RI ke 77. Apatah lagi, sejak dua tahun Covid-19 melanda Indonesia, hampir tidak pernah digelar ivent-ivent semacam itu.


 "Pasca pandemi kita gelar ivent ini dalam rangka menumbuh kembangkan kembali bakat dan minat generasi muda dan menyalurkan hobi para senior," ungkap Riri Jefilana sebagaimana dilansir BentengSumbar.com,ditemui di sela-sela acara berlangsung.


Dikatakannya, para peserta kebanyakan berasal dari Kota Padang. Namun ada juga peserta yang berasal dari luar daerah.


"Total festival ini diikuti oleh 75 peserta yang dibagi dalam tiga kategori, yaitu remaja, yunior dan senior. Para peserta wajib membawakan satu lagu yang telah dilist panitia, dan acara hanya satu hari saja karena tidak ada babak finalnya," ungkap Riri yang juga pengusaha wanita yang terbilang cukup sukses di bidang galery kebaya, make up dan photografi ini.



Bagi pemuncak festival, jelas Riri, panitia menyediakan hadiah piagam dan tropy. Disamping ada voucher belajar bahasa Inggris gratis dari ITC.


"Untuk pelaksanaan kegiatan ini, kita bekerjasama dengan Taman Pucuk Merah Kafe dan beberapa sponsor," ulasnya.


Salat Berjamaah




Uniknya, meski festival solo song ini berlangsung dengan sangat meriah, para peserta tak lupa dengan kewajibannya kepada Tuhan Yang Maha Esa.


Buktinya, saat azan berkumandang, hampir semua peserta bergegas mengambil wudhu dan melaksanakan salat. 


Salat berjamaah dilaksanakan di Mushallah Wahyu Ilahi di lingkungan Taman Pucuk Merah Kafe dan diimami langsung oleh Owner Taman Pucuk Merah Kafe H Wahyu Iramana Putra, SE.


"Di sini memang kita mewajibkan pengunjung, setiap azan berkumandang semua aktivitas dihentikan dan kita salat berjamaah. Semua staf di sini, juga kita wajibkan salat berjamaah," ungkap Wahyu Iramana Putra kepada BentengSumbar.com, Sabtu, 27 Agustus 2022.


Sebab, sebagai pengusaha muslim, Wahyu Iraman Putra menyakini rezeki datang dari Allah SWT. Untuk itu, semua pengunjung dan staf diajak untuk tidak melalaikan kewajibannya kepada Allah, minimal salat wajib 5 waktu.


"Taman Pucuk Merah Kafe memang dirancang sebagai tempat kuliner dan hiburan, tapi tetap memperhatikan aspek religi. Ini penting, sebab semuanya datang dari Allah, maka kita mesti mensyukuri itu dengan mendekatkan diri kepada Allah SWT," ungkap Wahyu 


Sebagai Owner Taman Pucuk Merah Kafe, Wahyu mengapresiasi pelaksanaan festival Solo Song tersebut. Bahkan Wahyu mengatakan, pihaknya juga menyediakan bonus tambahan bagi pemenang festival.



"Pergunakanlah tempat ini. Saya siap mensuport lahirnya penyanyi asal Minang, apakah itu oleh Forkasmi atau Parfi. Apakah itu lomba-lomba band atau apa, tapi dengan syarat, saya tidak mau ada yang asusila, narkoba, alkohol dan bentuk maksiat lainnya. Itu pantangan bagi kami di sini," cakap Wahyu.


Tetapi sebagai Owner Taman Pucuk Merah Kafe, H Wahyu Iramana Putra, SE., mensuport segala bentuk kreatifitas seniman. Bahkan jika membutuhkan tempat di Taman Pucuk Merah Kafe, Wahyu siap menyediakan.


"Kita jaga tempat ini bersama-sama. Jika perlu soundman ditingkatkan, akan saya tingkatkan. Jika perlu area perlombaan yang lebih luas, akan kita siapkan, mungkin membuatkan stack agar terjadi suana yang lebih bagus," katanya.


"Kami juga menginbau kepada seniman senior atau tadi ada juri dari lulusan KDI, agar membina anak-anak muda ini, sehingga mereka menjadi penyanyi profesional yang dapat kita banggakan," urainya.(*)



Aksi Damai Ratusan Guru Honorer ke DPRD Padang, Pertanyakan Nasib Mereka yang tak Jelas Ujungnya
Senin, Agustus 22, 2022

On Senin, Agustus 22, 2022

 



INFONUSANTARA.NET --Utusan para guru honor yang mengajar dan mengabdi di Pemerintah Kota Padang menggelar aksi damai ke gedung DPRD Kota Padang, Senin (22/08/2022). Aksi tersebut untuk menanyakan nasib yang tak jelas ujungnya, setelah lulus passing grade ujian Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang dilaksanakan beberapa waktu lalu.


Tak jelasnya nasib ratusan guru honorer tersebut, membuat mereka mengadukan permasalahan yang terjadi ke Ketua DPRD Padang Syafrial Kani yang didampingi Wakil Ketua Arnedi Yarmen, Ilham Maulana dan Amril Amin, serta sejumlah anggota dewan.


Koordinator Aksi Damai Forum Guru Lulus Passing Grade (FGLPG) PPPK Kota Padang Imbron SPd.I mengatakan, sebanyak 1226 orang lulus ujian passing grade PPPK. Namun sebanyak 639 tidak mendapat formasi, sisanya 587 sudah mendapat formasi dari Pemko Padang.


Guru yang tidak mendapat kejelasan formasi dari Pemko Padang ini sebut Imbron, hingga saat ini tidak mendapat kejelasan perihal nasib mereka. Bahkan Walikota Padang bersama Kepala BKPSDM sudah menanyakan permasalahan ini ke Kemenpan RB, akan tetapi hasil pertemuan dengan kementerian terkait tidak juga diungkapkan.


“Malahan Kepala BKPSDM berkoar-koar kepada para guru agar tidak ada intimidasi apapun. Akan tetapi, para guru honorer malah mendapat intimidasi dari kepala sekolah tempat mereka mengabdi agar tidak melakukan aksi demo ke DPRD Padang. Kalau kita ikut demo, maka kepala sekolah akan memecat kami. Luar biasa intimidasi dari kepala sekolah. Hal ini tak sesuai dengan pendapat dari Kepala BKPSDM,” ucapnya.


Ratusan guru yang hadir demo tidak meminta apa-apa kepada Pemko Padang. Pihaknya hanya minta diperhatikan kejelasan perihal formasi PPPK untuk guru yang sudah lulus passing grade, sambungnya.


“Oleh karena itu, dimohon kiranya kepada Anggota DPRD Padang untuk menyalurkan aspirasi kami kepada Walikota Padang. Kalau bukan kepada Anggota DPRD, kepada siapa lagi kami mengadu,” pintanya.


Sebelumnya, Walikota Padang Hendri Septa terbang ke Jakarta untuk memperjuangkan nasib pegawai honorer. Wali Kota Padang Hendri Septa bersama Kepala BKPSDM, Arfian menemui Sekretaris Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi (Menpan RB), Rini Widyantini. Di ruang kerjanya, Wako Hendri Septa dan Kepala BKPSDM Arfian menanyakan langsung tentang penghapusan tenaga honorer dan solusinya.


“Kita sudah bertemu dengan Sekretaris Menteri PAN-RB. Kita akan perjuangkan nasib kawan-kawan honorer,” kata Hendri Septa.


Selain itu, Wako Hendri Septa juga memperjuangkan nasib sebanyak 1.228 tenaga honorer guru yang telah menjalani tes PPPK dan dinyatakan lolos dari ambang batas yang ditetapkan. Hendri Septa berharap, seluruh honorer guru dapat masuk ke dalam aplikasi e-formasi.


“Kita sudah menyampaikan permohonan agar seluruh honorer guru yang lulus passing grade dapat masuk ke dalam e-formasi,” kata Hendri Septa.


Sekretaris Menteri PAN-RB Rini Widyantini berjanji akan menyampaikan hal ini langsung kepada Deputi yang menangani. Saat ini, Deputi yang membidangi hal tersebut sedang berada di luar kota.


“Tadi Sekretaris Menteri berjanji akan membicarakan hal ini dengan Deputinya pada Senin nanti,” ujar Hendri Septa dibenarkan Kepala BKPSDM Arfian.(*)


Luar Biasa, Unik Dan Perdana Ada Pasar Subsidi Dari Warga Untuk Warga di RW VII Gunung Pangilun
Senin, Agustus 22, 2022

On Senin, Agustus 22, 2022

 

Pemasangan kokarde oleh Ketua LPM Gunung Pangilun Wahyu Iramana kepada panitia kegiatan pasar subsidi 

INFONUSANTARA.NET -- Unik dan perdana di Padang, lomba main congkak tingkat Lansia digelar warga RW VII Kelurahan Gunung Pangilun, Kecamatan Padang Utara di halaman masjid Nurul Ihsan pada, Minggu (21/8).



Ketua RW VII Kelurahan Gunung Pangilun, Kecamatan Padang Utara, Helma Gusnita menyampaikan kriteria penilaian pada lomba main congkak ialah peserta yang cepat finishnya dan peserta dalam satu grup dua orang.



" Tujuan dilaksanakan lomba untuk menghibur para lansia dan menghidupkan kembali permainan tradisional yang saat ini jarang dimainkan masyarakat," ujarnya.



Ia mengatakan, peserta tidak dibatasi jumlahnya dan bagi pemenang akan mendapatkan doorprize menarik yang telah disediakan panitia.




Selain lomba main congkak, lomba makan kerupuk, masukan paku dalam botol dan lainnya untuk generasi muda juga di helat. Hal tersebut diselenggarakan untuk merayakan HUT Padang ke 353 tahun dan HUT RI ke 77 Tahun.



Tak hanya itu, usai shalat zhuhur ada pasar subsidi dari warga untuk warga dengan berbagai macam sembako yang dijual antara lain beras, minyak goreng, gula dan lain sebagainya.



" Paket disediakan sebanyak 130 dan yang di subsidi Rp35 ribu. Pada Iven kali ini, kita manjakan warga makan gorengan gratis yang telah disiapkan," papar Yen sapaan akrab beliau.



Ia mengatakan, ke depan Iven seperti ini akan digelar setiap tahun. Supaya kebersamaan terjalin terus dan kekompakan terwujud. Tak hanya itu, warga berencana menjadikan kelurahan gunungpangilun sebagai kelurahan Madani.



Ketua LPM Kelurahan Gunung Pangilun, Kecamatan Padang Utara, Wahyu Iramana Putra mengapresiasi kegiatan ini dan ingin pelaksanaannya di tingkatkan di masa yang akan datang.



" Kita berharap di RW lain pada kelurahan Gunung Pangilun dapat membuat inovasi seperti RW VII. Supaya hal negatif tidak dilakukan warga dan kebersamaan terlihat," ucapnya.



Ia meminta pemko Padang dapat memberikan perhatian untuk kelurahan ini. Sebab, di daerah ini warganya selalu laksanakan program Pemko Padang dan kepeduliannya tinggi.



Ke depan lanjutnya, terobosan baru akan digelar bersama warga yang ada. Ini demi mewujudkan perubahan pada kelurahan ini dan Gunung Pangilun sebagai daerah Madani tercapai.



Lurah Gunung Pangilun, Benny Armen sangat bangga dengan inovasi yang dihelat warga RW VII. Semoga kebersamaan terjalin selalu dan kemajuan daerah terlaksana sesuai keinginan.



Ia akan terus hadir bersama warga dalam kondisi apapun, serta siap berikan pelayanan prima pada warga.



Ia berpesan, sinergisitas yang telah dijalin perkuat selalu dan jangan goyah. Terkait program pemko, mari saling membantu. Agar hasilnya dapat di rasakan warga dan kemajuan daerah terlihat.(bim)


Guru Honorer di Padang Mengaku Diintimidasi Pejabat Disdik Agar Tak Ikut Demo Walikota
Minggu, Agustus 21, 2022

On Minggu, Agustus 21, 2022

 

ilustrasi 


INFONUSANTARA.NET --1.228 guru honorer yang telah dinyatakan lulus passing grade namun hingga kini belum diangkat menjadi pegawai berencana melakukan aksi demo ke Wali Kota Padang untuk meminta kejelasan mengenai nasib mereka.


Namun, sebelum demo yang direncakan bakal berlangsung Senin (22/8/2022) besok, sejumlah guru mengaku diintimidasi oleh seorang Kepala Bidang (Kabid) di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Padang.


Guru-guru itu mengaku ditekan oleh seorang pejabat Disdikbud Kota Padang. Pejabat itu meminta mereka agar mengurungkan niat untuk mengikuti aksi demonstrasi yang akan berlangsung besok.


Dilansir dari SumbarKita, informasi mengenai dugaan intimidasi itu diperoleh dari rekaman suara yang dibagikan di sejumlah grup WhatsApp, Minggu (21/8/2022).


Salah seorang guru mengaku menerima informasi dari Kelompok Kerja Guru Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (KKG-PJOK) Padang mengenai seorang Kabid yang meminta agar aksi demo yang akan dilakukan itu untuk dibatalkan.


“Saya juga mendapatkan intimidasi dari seorang Kabid yang dulunya Kadispora. Karena dia dulu adalah Kadispora, maka sekarang guru-guru di PJOK diintimidasi, termasuk saya,” katanya dalam rekaman suara itu.


Sementara itu, salah seorang guru di Bungus juga mengaku mendapatkan intimidasi serupa. Ia mengatakan bahwa Kelompok Kerja Kepala Sekolah (KKKS) melarang guru yang telah lulus passing grade untuk mengikuti aksi demo ke Wali Kota Padang.


“Kawan-kawan, di Bunguih dapek instruksi dari K3S, tolong guru passing grade nanti saat jam pelajaran tidak boleh meninggalkan murid. Baa carito e ko, wak tancap se gas,” kata salah seorang perempuan dalam rekaman percakapan itu.


Sebelumnya, ribuan guru honorer yang telah dinyatakan lulus passing grade namun tak kunjung diangkat sebagai pegawai direncakan bakal melakukan demonstrasi ke Wali Kota Padang.


Dira Sati, salah seorang guru honorer mengatakan bahwa lebih 1.228 guru akan meminta penjelasan dari


Wali Kota Padang Hendri Septa terkait nasib mereka yang sampai saat ini masih terkatung-katung.


“Hari ini ada audiensi guru-guru PPPK yang akan demonstrasi ke wali kota yang akan dilakukan hari Senin mendatang,” kata Dira, Jumat (19/8/2022). (*)

Gelar Hiburan Kim Berbagi Kebahagiaan Bersama Anak Panti Asuhan di Kafe Taman Pucuk Merah
Sabtu, Agustus 20, 2022

On Sabtu, Agustus 20, 2022

 



INFONUSANTARA.NET - Meriahkan HUT Padang 353 Tahun dan HUT RI ke 77, Griya Elok Mandiri kolaborasi Kafe Taman Pucuk Merah gelar acara hiburan KIM bersama anak panti asuhan Aisyiah dan Darul Ma'arif Kampung Olo di kafe Taman Pucuk Merah pada, Jumat (19/8/2022).


Owner kafe Taman Pucuk Merah, Wahyu Iramana Putra mengatakan digelarnya acara ini guna merajut kebersamaan dengan anak panti sekaligus silaturrahmi dengan antar sesama.


Selain itu, hiburan KIM dilaksanakan dalam rangka berbagi rezeki dan menyemangati anak panti dengan hiburan. Jumlah peserta ikut 100 orang.


" Kegiatan hiburan bertabur hadiah diantaranya Android, Jam Tangan, Kipas Angin dan lainnya. Hadiah di sponsori keluarga besar Griya Elok Mandiri dan Kafe Taman Pucuk Merah," ucap Wahyu mantan Wakil Ketua DPRD Padang ini.


Ia mengatakan, tamu undangan boleh ikut bermain. Namun hadiah di kasih pada anak panti.


Ia berpesan kepada anak panti untuk terus belajar dengan baik dan taati aturan yang ada. Jangan lupa laksanakan shalat 5 waktu. Sebab, amal shalat dan kebaikan lainnya yang akan menolong di akhirat nanti.


" Berkarya lah selalu dan jangan takut. Karena kalian tidak sendiri dan banyak yang akan membantu," paparnya.(bim)


Guru Lulus Passing Grade Kota Padang Datangi Kediaman Walikota,Sekdako:Kami Sudah Usulkan Sebanyak 1228 Formasi
Sabtu, Agustus 20, 2022

On Sabtu, Agustus 20, 2022

 


INFONUSANTARA.NET -- Sekitar seratusan orang guru yang tergabung dalam Forum Guru Lulus Passing Grade (FGLPG) Kota Padang mendadak mendatangi Rumah Dinas Walikota Padang pada Jum'at malam (19/8).


Kedatangan ratusan perwakilan guru tersebut untuk menemui Walikota Padang Hendri Septa dalam rangka mempertanyakan kejelasan nasib mereka, karena menjelang batas akhir pengumuman dari pihak BKN yang jatuh pada tanggal 23 agustus yang akan datang, kejelasan status mereka belum dapatkan.


Namun rombongan guru tidak berhasil bertemu dengan Walikota Padang.Rombongan guru ini hanya di temui oleh Sekda Andre Algamar serta Kabid Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kota Padang, Maidison.


Dalam pertemuan tersebut terjadi dialog antara guru dan pihak Pemko Padang yang diwakili oleh Sekda dan Kabid.


Para guru terus mendesak pihak pemko mengenai kepastian tentang formasi untuk para guru yang lulus passing grade ini."Kehadiran kami disini pak sekda adalah untuk meminta kepastian apakah formasi bagi kami yang 1228 ini sudah ada,"kata Imran Ketua FGLPG.


"Kalau tidak ada bagaimana solusi dari pemerintah khusus Pemko Padang terhadap nasib dan masa depan kami guru-guru yang lulus passing grade ini,"katanya lagi.


Menanggapi pertanyaan perwakilan guru tersebut Kabid Maidison mengatakan bahwa pada hari Senin tanggal 21 Agustus 2022, Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Padang akan menghadap ke KemenPAN-RB untuk menindak lanjuti permintaan pemko yang langsung disampaikan oleh Walikota Padang, beberapa waktu yang lalu.


"Kuota yang kita usulkan sebanyak 1228 orang yang lulus passing grade,itu yang akan kita urus ke Jakarta. Buk sekretaris dinas udah kontak orang di pusat,"katanya.


Sekda Kota Padang Andre Algamar ditemui media setelah pertemuan juga memastikan bahwa Walikota Padang tetap memperjuangkan 1228 guru lulus passing grade ini serta akan ditindak lanjuti dengan keberangkatan Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Padang ke KemenPAN-RB pada hari Senin depan.


Inti nya Bapak Walikota Padang telah memperjuangkan bagaimana nasib guru-guru passing grade kita,dan ini kita coba mesinkronisasikan kembali menyatukan kembali dengan para guru ini nanti setiap informasi melalui dinas pendidikan.


"Jadi Inshaallah beliau-beliau para guru bisa memahami dan tenang dalam mengajar,"katanya.


Di singgung mengenai tentang formasi yang di usulkan oleh Pemko Padang Andre Algamar menegaskan bahwa Walikota Padang telah mengajukan formasi sebanyak 1228 orang sesuai dengan data guru yang lulus passing grade. "Kita tidak ingin menyenangkan tapi ingin menyelesaikan,kalau menyenangkan itu kita kasih janji-janji,"ujar Andre Algamar.


"Kita ingin menyelesaikan dan memastikan bahwa ibu bapak guru kita memang mendapatkan hak nya dan kita perjuangkan,"ujarnya lagi.


Terakhir Andre memastikan bahwa 1228 orang telah di usulkan dan menunggu keputusan dari pusat."Ya itu udah fix tinggal menunggu keputusan dari pusat,"pungkasnya.(bim)

Upacara HUT RI ke 77 di DPD PKS Kota Padang, Muharlion: Kader PKS Harus Berbuat Dan Berkontribusi Untuk Pembangunan
Rabu, Agustus 17, 2022

On Rabu, Agustus 17, 2022

 


INFONUSANTARA.NET  - DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Padang menggelar upacara bendera untuk memperingati detik-detik kemerdekaan Republik Indonesia ke-77, bertempat di halaman Kantor DPD PKS Kota Padang, jalan Kis Mangunsarkoro Gang Anggur No. 34 B Kelurahan Jati Kecamatan Padang Timur, Rabu (17/8/2022).


Pelaksanaan upacara bendera diawali dengan lantunan ayat suci Al Quran dan pembacaan doa untuk kebaikan bangsa  Indonesia.


Bertindak sebagai Inspektur Upacara adalah Ketua DPD PKS Kota Padang, H Muharlion, S. Pd., dan teks proklamasi dibacakan oleh Sekretaris DPD Ustad Jakfar, SHI.


Dalam amanatnya, Inspektur Upacara Muharlion berpesan, agar semua kader untuk menjadikan segala aktivitas sebagai ibadah kepada Allah.


"Pada kesempatan ini, tiada kata yang dapat kita ucapkan selain bersyukur kepada Allah karena kita masih dapat memperingati HUT RI ke 77 hari ini," kata Muharlion.


Dikatakan Muharlion, sudah 2 tahun bangsa Indonesia diuji oleh musibah Covid-19. Untuk itu, pemerintah mengambil tagline peringatan HUT RI ke-77 "Pulih Lebih Cepat, Bangkit Lebih Kuat."


"Kita berharap, pasca Covid-19, kita kita bangkit dari keterpurukan setelah diuji dengan pandemi. Bangkit lebih kuat, karena setelah ujian yang berat, pasti ada kemudahan," ungkapnya.


Muharlion juga mengingatkan, sebagai salah satu partai yang dinyatakan lolos untuk ikut pemilu 2024, maka kita kader PKS harus siap menghadapi pemilu mendatang.





"Selain itu kader PKS harus memberikan kontribusi bagi bangsa ini, terutama Kota Padang, "tegas Muharlion 


"Bagaimana kita berkontribusi membangkitkan ekonomi kota ini pasca Covid-19. Kita melihat bagaimana kondisi pedagang kecil di daerah ini, bagaimana kita berbuat dan berkontribusi kepada mereka," kata Muharlion.


Kita berharap, kota ini segera bangkit. Pertumbuhan ekonomi kembali baik, anak-anak kembali sekolah dengan normal, aktivitas kembali normal.


Apalagi, jelas Muharlion, Kota Padang merupakan salah satu daerah yang rawan bencana, maka kader PKS harus bersiap dalam membantu masyarakat yang terkena bencana.


"Kota Padang adalah daerah yang rawan bencana, misalnya gempa dan banjir. Mitigasi bencana kepada masyarakat harus diberikan dan kita sebagai kader harus terlibat aktif dalam membantu warga kota yang menjadi korban bencana," pungkasnya. 


Gelar Beragam Kegiatan

Pada peringatan HUT RI kali ini, PKS kembali melaksanakan beragam kegiatan untuk menyemarakkan HUT Kota Padang ke-357 tahun dan HUT RI ke-77 tahun 2022.


"Kami melaksanakan serangkaian kegiatan di kantor DPD PKS Kota Padang. Setelah upacara bendera, kita juga melaksanakan lomba membuat teh talua antar kader,"kata Muharlion.


PKS juga akan menggelar flash mob untuk memperkenalkan PKS di sepanjang jalan Khatib Sulaiman,Sabtu, 20 Agustus 2022. Pada Minggu,21 Agustus 2022, PKS akan menggelar jalan sehat 77 KM dari kantor DPW ke Pantai Padang.


"Kita juga akan melaksanakan aksi peduli, yaitu membersihkan pantai Padang pada Minggu, 28 Agustus 2022. Kegiatan ini diikuti oleh pengurus dan kader PKS serta simpatisan," pungkas Muharlion.(inf)

Sekretaris Bapilu DPC Demokrat Laporkan Anggota DPRD Padang M ke Kejari Padang
Senin, Agustus 15, 2022

On Senin, Agustus 15, 2022


 

INFONUSANTARA.NET --Sekretaris Bappilu DPC Partai Demokrat Kota Padang Irzal melaporkan anggota DPRD Padang Muchlis ke Kejaksaan Negeri Padang, Senin (15/8).


Irzal melaporkan dugaan perjalanan dinas yang dilakukan anggota Fraksi Partai Demokrat itu tidak sesuai dengan aturan yang berlaku.


"Saya melaporkan saudara Muchlis atas dugaan perjalanan dinas yang tidak sesuai aturan, dimana seharusnya perjalanan dinas anggota DPRD itu selama lima hari, namun yang dilakukan Muchlis hanya dua hari," kata Irzal.


Irzal menjelaskan, dirinya melaporkan perjalanan yang tidak sesuai aturan itu karena dirinya merasa tergerak agar partai Demokrat tidak kembali terjerat kasus korupsi.


Dikatakan, apakah laporan yang disampaikannya ke kejaksaan itu masuk ranah korupsi atau tidak, itu diserahkan ke kejaksaan.


"Yang pasti saya laporkan perjalanan itu tidak sesuai aturan, apakah itu korupsi atau tidak, kita serahkan ke kejaksaan. Dan kita harap kejaksaan bisa segera menindaklanjutinya," kata Irzal.


Sementara Kasi Intel Kejaksaan Negeri Padang Afliandi, SH, MH membenarkan telah menerima laporan dugaan perjalanan yang tidak sesuai dengan aturan.

"Surat laporan itu akan segera ditelaah untuk selanjutnya diteruskan ke pimpinan. Nanti selanjutnya bagaimana acc dari pimpinan untuk menindaklanjutinya," kata Afliandi.


Sementara itu, Muchlis saat dikonfirmasi mengatakan sebenarnya itu persoalan internal partai saja yang bisa diselesaikan secara kekeluargaan.


"Nanti kita akan minta pimpinan partai untuk memediasi untuk bisa diselesaikan. Juga soal laporan ke kejaksaan kita harap bisa dilakukan mediasi dan diselesaikan secara kekeluargaan," pungkasnya.(bim)

Semarak HUT RI ke-77, IPPGS Gelar Berbagai Lomba
Minggu, Agustus 14, 2022

On Minggu, Agustus 14, 2022


INFONUSANTARA.NET - Sederet perlombaan digelar di Gunung Sarik Kecamatan Kota Padang. Perlombaan tersebut digagas Ikatan Pemuda-pemudi Gunung Sarik (IPPGS) dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun RI ke-77 dengan mengangkat tema "KolaborAksi - IPPGS Bangun Bangsa".


Adapun kegiatan perlombaan yakni lomba mewarnai tingkat TK dan SD se Gunung Sarik yang diselenggarakan pada Minggu, 14 Agustus 2022, sementara acara puncak digelar pada 17 Agustus 2022 dihiasi live musik, panjat pinang, tiktok challenge, lomba makan kerupuk, pacu kelereng, balap karung, paku botol, tarik tambang, goyang balon, lari putar, dan transisi tepung.


Kegiatan lomba digelar di dua lokasi, untuk lomba mewarnai di Masjid Al Hidayah Gunung Sarik, sementara untuk acara puncak di lapangan. Saat pembukaan acara, turut hadir orang tua/wali murid peserta, guru pembimbing, dan mahasiswa KKN di Gunung Sarik. 


Acara tersebut mendapat apresiasi dari berbagai pihak. Membuktikan muda-mudi yang peduli kampung halaman dengan membuat berbagai program yang bermanfaat dan menghibur bagi masyarakat. 


Dalam sambutan nya, Hanny Tanjung Plt Ketua Pemuda Gunung Sarik mengatakan acara tersebut digelar dengan menggandeng beberapa sekolah di Gunung Sarik untuk lomba mewarnai. Sedangkan untuk acara puncak melibatkan semua unsur. 


“Tujuan diadakannya kegiatan ini adalah untuk mempererat tali silaturahmi antar sesama pemuda-pemudi di Gunung Sarik, selain itu juga untuk membangkitkan semangat juang muda-mudi menggandeng adik-adik untuk berkreativitas dalam berbagai bidang, makanya kita angkat tema KolaborAksi," ungkap Hanny Tanjung. 


Sementara itu, Ketua Panitia acara Dayat mengharapkan acara HUT RI ke-77 dapat membangun kebersamaan dan memberikan manfaat bagi masyarakat Gunung Sarik.


"Dengan diadakannya kegiatan ini ada dampak positif bagi pemuda-pemudi Gunung Sarik, selain itu, acara yang terbilang ramai bisa berdampak juga bagi ekonomi masyarakat setempat yang berjualan," katanya. 


Lomba mewarnai tingkat TK dan SD se Gunung Sarik diikuti lebih kurang 100 peserta. Acara juga semarak dengan kehadiran tim Faber-Castell yang membuka stand bazar dan ikut menyumbang hadiah bagi pemenang lomba.(Hany)

Wahyu Irama Putra Goro Bersama Warga RW VII dan Buka Akses Jalan Baru di RW VIII Kelurahan Gunung Pangilun
Minggu, Agustus 14, 2022

On Minggu, Agustus 14, 2022

 

Wahyu Iramana Putra Sampaikan Sambutan 



INFONUSANTtARA.NET --Wujudkan lingkungan bersih dan madani, warga RW VII, VIII bersama LPM Kelurahan Gunung Pangilun, Kecamatan Padang Utara gelar Goto Royong sekaligus buka jalan penghubung RW VIII - RW XII pada, Minggu (14/8).


Ketua LPM Kelurahan Gunung Pangilun, Kecamatan Padang Utara, Wahyu Iramana Putra mengatakan kegiatan Goro ini diikuti oleh masyarakat dan perwakilan RT di kawasan Gunung Pangilun ini.


" Goro tersebut dilaksanakan dalam rangka mensukseskan program Pemko Padang yang telah di launching beberapa waktu lalu yakni ' Padang Bergoro '," ujarnya.



Ia mengatakan, bersih bersih lingkungan ini digelar juga untuk memberikan pemahaman ke warga soal pentingnya arti kebersihan tersebut dan terketuk hatinya ikut berpartisipasi.


" Kegiatan ini akan terus kita laksanakan setiap bulannya di tiap RW yang ada. Agar keinginan warga menjadikan daerah ini sebagai kelurahan percontohan damai dan sejahtera terwujud," ujarnya.


Ia menambahkan, untuk pembukaan jalan penghubung diharapkan akses warga terbantu ke lokasi tujuan serta menghidupkan ekonomi warga setempat.


Ia mengatakan, warga ingin hadirkan swalayan kelurahan di daerah ini yang tujuannya menumbuhkan ekonomi warga dan memajukan UMKM yang telah beroperasi.



Sementara itu, Lurah Gunung Pangilun, Benny Armen menyambut baik kegiatan Goro dan berharap ini rutin digelar pada masing - masing RW.


" Kita support hal ini dan meminta warga pertahankan pelaksanaannya. Agar lingkungan tacelak dan Gunung Pangilun sebagai kelurahan Madani terealisasi segera," paparnya.


Ia meminta dukungan semua pihak dalam program yang akan digelar serta pihaknya siap fasilitasi nanti. Supaya sinkronisasi terlihat dan kemakmuran warga terwujud.


Camat Padang Utara, Pagara Anas mengatakan dengan pelaksanaan Goro lingkungan bersih akan tercipta dan kesehatan warga terjamin.


"Tentang dibuka jalan baru lanjutnya, akses warga terbantu dan ekonomi tumbuh. Kita dari kecamatan akan awasi kelurahan yang ada dan siap ayomi warga," paparnya.(bim)


Terbang ke Jakarta, Wako Hendri Septa Perjuangkan Nasib Pegawai Honorer
Jumat, Agustus 12, 2022

On Jumat, Agustus 12, 2022

 


INFONUSANTARA.NET  - Pemerintah akan menghapus tenaga honorer mulai tahun 2023. Hal ini sejalan dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 49 Tahun 2018 tentang Manajemen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja.  


Penghapusan tenaga honorer tersebut tentunya akan melemahkan pelayanan kepada publik dan kinerja pemerintah daerah. Wali Kota Padang Hendri Septa bertekad memperjuangkan kelanjutan tenaga honorer di daerah. Karena menurutnya, pegawai honorer selama ini cukup membantu dalam bergerak kencangnya roda pemerintahan.


“Kita tentunya tidak ingin seluruh pegawai honorer dihapuskan, tentu kita menginginkan adanya solusi dari pemerintah pusat mengenai kelanjutan pegawai honorer,” sebut Hendri Septa, Jumat (12/8/2022).


Menindaklanjuti itu, Wali Kota Padang Hendri Septa bersama Kepala BKPSDM, Arfian, terbang ke Jakarta. Keduanya menemui Sekretaris Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi (Menpan RB), Rini Widyantini. Di ruang kerjanya, Wako Hendri Septa dan Kepala BKPSDM Arfian menanyakan langsung tentang penghapusan tenaga honorer dan solusinya.


“Kita sudah bertemu dengan Sekretaris Menteri PAN-RB. Kita akan perjuangkan nasib kawan-kawan honorer,” kata Hendri Septa.


Selain itu, Wako Hendri Septa juga memperjuangkan nasib sebanyak 1.228 tenaga honorer guru yang telah menjalani tes PPPK dan dinyatakan lolos dari ambang batas yang ditetapkan. Hendri Septa berharap, seluruh honorer guru dapat masuk ke dalam aplikasi e-formasi.


“Kita sudah menyampaikan permohonan agar seluruh honorer guru yang lulus passing grade dapat masuk ke dalam e-formasi,” kata Hendri Septa.


Sekretaris Menteri PAN-RB Rini Widyantini berjanji akan menyampaikan hal ini langsung kepada Deputi yang menangani. Saat ini, Deputi yang membidangi hal tersebut sedang berada di luar kota.


“Tadi Sekretaris Menteri berjanji akan membicarakan hal ini dengan Deputinya pada Senin nanti,” ujar Hendri Septa dibenarkan Kepala BKPSDM Arfian.(Charlie Ch. Legi)

DPRD Minta Pemko Bertanggungjawab,1.226 Guru Honorer Lulus Passing Grade Kota Padang Merasa Di Dzalimi
Rabu, Agustus 10, 2022

On Rabu, Agustus 10, 2022



INFONUSANTARA.NET  - Ketua Komisi I DPRD Kota Padang, Djunaidy Hendri meminta Pemko dan pejabat terkait bertanggungjawab atas nasib 1.226 guru honorer yang lulus passing grade PPPK di Kota Padang.


"Saudara Walikota Padang dan Jajarannya harus bertanggung jawab terhadap dikosongkannya formasi guru PPPK Kota Padang oleh BKPSDM kota Padang, Pemko lalai dan abai mengisi formasi dari KemenpanRB untuk Guru Non PNS yang sudah lulus Passing grade, padahal KemenpanRB sudah 2 kali mengingatkan," ujar Djunaidy, Rabu (10/8).


Djunaidy menyebut hal ini akan berdampak kepada tidak jelasnya nasib guru non PNS kota Padang yang sudah lulus Passing Grade kedepannya.


Ia menambahkan selain nasib guru yang lulus passing grade jadi tidak jelas, hal ini juga akan berakibat terhadap nasib pendidikan kota Padang.


"Selaku Ketua Komisi 1, kita meminta Saudara Walikota dan Jajarannya untuk segera membangun komunikasi dengan Kemenpan untuk mencari jalan keluarnya," tuturnya.


Menanggapi hal itu Kepala BKPSDM Kota Padang, Arfian yang dihubungi melalui sambungan telepon, Rabu (10/8) mengatakan akan menghadap ke KemenpanRB, esok hari Kamis (11/8) untuk meminta pertimbangan dengan Kementrian.


"Besok kita akan coba komunikasikan lagi dengan Kemenpan, Pak Walikota bersama saya akan langsung berangkat ke Jakarta membahas itu," kata Arfian.


Ia menjelaskan terkait masalah tersebut terjadi miss komunikasi antara BKPSDM dengan KemenpanRB. Hal itu disebabkan adanya penetapan aturan baru.


"Itu sebenarnya ada miss sedikit, selama ini aturannya yang mengajukan formasi sesuai dengan anggaran yang sidahada. Di post anggaran itu dulu , baru dilakukan pengajuan formasi. Sementara sekarang ini belum jelas anggarannya bagaimana, jadi kita terlambat mengurus itu," ucapnya.


Ia menambahkan,salah satu kendala dalam pengusulan Guru honorer menjadi PPPK adalah terkait sistem penggajian yang mengguanakan dana APBD.


Hal ini, sambung Arfian juga menjadi keluhan seluruh Walikota Se-Indonesia yang mengikuti Rakernas Apeksi di Kota Padang, kemarin.


"Bagaimanapun PPPK ini nanti penggajiannya kan dari APBD, tidak sanggup APBD kita untuk itu. Kita juga ada grup BKPSDM se-Sumbae, semuanya mengeluhkan hal yang sama, terkait PPPK ini penggajiannya bagaimana," ucapnya.


Bahkan, kata Arfian lagi, dari Provinsi berencana menunda pengangkatan honorer menjadi PPPK khusus guru itu.


"Kalaupun mereka menilai ini kelalaian kami, biarlah mereka menilai, yang penting kami tetap bekerja, terus mengusahakan. Kita tidak ada niat mendzalimi mereka sama sekali. Antara sistem yang kita berlakukan selama ini dengan sistem yang baru berbeda, jadi ada miss disitu," ucapnya menegaskan.


Arfian berharap mudah-mudahan keluhan terkait sistem pengangkatan PPPK ini didengar oleh pusat.


"Karena kalau ini diserahkan ke daerah, takkan sanggup daerah menggaji, ada keterbatasan daerah. Sehingga ini perlu juga kita dudukkan nanti mudah mudahanan hasil rumusan Rakernas Apeksi terkait hal ini didengar oleh pusat dan presiden, sehingga ada kebijakan baru untuk penambahan di masing-masing daerah khusus untuk guru," tuturnya.


Arfian menambahkan untuk CPNS tahun ini masih tidak ada lagi untuk guru, termasuk tahun depan guru honor pun akan dihilangkan. 


"Kebijakan pemerintah pusat tidak memperhatikan kondisi di daerah. Karena kita negara kesatuan harus ikut, di daerah harus ikut. Pasti, pasti itu akan ada gejolak, mengingat tenaga honorer berapa banyaknya. Kita harapkan ada solusi yang lebih baik dari pemerintah pustmat," ujarnya. 


Sebelumnya Ketua Forum Guru Lulus Passing Grade (FGLPG) Kota Padang, Imran mengatakan pihaknya selaku guru yang telah lulus passing grade kecil kemungkinan menerima surat kerja (SK) pengangkatan sebagai guru PPPK di Kota Padang. FGLPG ini pun merasa terdzalimi dan menganggap Pemko tidak memahami regulasi dan lalai dengan tugasnya.


“Hasil diskusi kita bersama Pemko Padang yang di inisiator oleh DPRD Kota Padang, kita berharap Pemko Padang mengusahakan secepatnya guru yang telah lulus passing grade menerima SK PPPK paling lambat 1 Januari 2023. Tanggal 9 Agustus 2022 kita akan datang ke BKN untuk menyelesaikan permasalahan ini sampai tuntas,” ujarnya.  


Di Kota Padang sendiri guru yang telah lulus passing grade berjumlah 1226 orang. Sayangnya, Pemko Padang hingga saat ini telah menutup pengajuan formasi guru PPPK ke Kementrian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek). (yes)

Catat Rekor Muri, Teh Talua Jadi Minuman Nasional
Rabu, Agustus 10, 2022

On Rabu, Agustus 10, 2022

 



INFONUSANTARA.NET - Teh Talua (teh telur) merupakan minuman khas Minang. Minuman penambah stamina itu akhirnya menjadi minuman nasional. 


Teh Talua menjadi minuman nasional setelah dinobatkan Museum Rekor Indonesia (Muri) ketika digelar Lomba Membuat Teh Talua dan Marandang dalam balutan gelaran Rakernas Apeksi XV di Pantai Purus, Padang, Selasa (9/8/2022). Muri mencatat rekor superlatif membuat Teh Talua terbanyak yang dibuat oleh 95 wali kota se-Indonesia. 


"Hari ini kita mencatat rekor tersebut, uniknya yang membuat Teh Talua ini adalah para wali kota seluruh Indonesia. Ada 95 wali kota yang ikut Lomba Teh Talua, ini merupakan capaian karya dan karsa bidang seni budaya," sebut Wakil Direktur Operasional Muri, Awan Rahargo. 


Awan berharap, setelah ini Teh Talua juga mendunia. Apalagi jika disandingkan dengan Rendang yang sudah duluan mendunia.  


"Jadi nanti makan rendang sambil minum Teh Talua, jika sudah disandingkan keduanya tentu akan lebih dikenal luas," katanya. 


Rekor Teh Talua terbanyak ini merupakan catatan Muri yang ke 10.647. Bahkan sebelumnya pihaknya telah lebih duluan mencatat rekor rendang terbanyak pada tahun 2018 lalu. Dimana saat itu Pemprov Sumbar menggelar Festival Marandang yang diikuti oleh 33 provinsi. 


Penghargaan Rekor Muri Teh Talua terbanyak diserahkan langsung kepada Wali Kota Padang Hendri Septa di Pantai Purus. Ketua Apeksi Bima Arya turut menyerahkan penghargaan itu.


Wali Kota Padang Hendri Septa mengaku senang mendapat penghargaan rekor Muri tersebut. Dirinya awalnya tidak menduga sama sekali akan dinobatkan oleh Muri. 


"Penghargaan ini untuk seluruh warga, terimakasih kepada semua pihak," kata wali kota.(Charlie Ch. Legi)