PILIHAN REDAKSI

Gunung Semeru Keluarkan Guguran Awan Panas, BNPB Imbau Warga Untuk Tidak Beraktivitas di Sepanjang Daerah Aliran Sungai

INFONUSANTARA.NET - Gunung Semeru yang berada di Kabupaten Lumajang mengalami peningkatan aktivitas vulkanik terjadinya guguran awan panas ...

Budaya

Opini

Peristiwa

Pariwara

Hukum

Korupsi Lahan Tol Padang -Sicincin, Kajati Sumbar Resmi Tahan 12 Tersangka Dititipkan di Rutan Anak Air Padang
Jumat, Desember 03, 2021

On Jumat, Desember 03, 2021

INFONUSANTARA.NET– Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Barat resmi menahan 12 tersangka kasus penyelewengan dana ganti rugi lahan tol Padang –Sicincin, Rabu (1/12/2021).


Dari pantauan media, seluruh tersangka keluar dari Kantor Kejati Sumbar Jalan Raden Saleh menggunakan rompi berwarna pink dan tangan di borgol. Mereka kemudian dimasukkan ke dalam mobil tahanan kejaksaan untuk dibawa dan dititipkan sementara di Rutan Anak Air Padang.


Tersangka yang ditahan berinisial SS dari Perangkat Pemerintahan Nagari Parit Malintang, berinisial YW Aparatur Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman, inisial J, RN, US dari Anggota Pelaksanaan Pengadaan Tanah (P2T) BPN, inisial BK warga masyarakat penerima ganti rugi, inisial NR masyarakat penerima ganti rugi.


Kemudian inisial SP masyarakat penerima ganti rugi, inisial KD masyarakat penerima uang ganti rugi, inisial AH masyarakat penerima ganti rugi. Inisial 10 RF masyarakat penerima ganti rugi, serta terakhir berkas 11 inisial SA penerima ganti rugi sekaligus perangkat nagari Parit Malintang. Sementara satu orang tersangka inisial Sy masyarakat penerima ganti rugi belum dilakukan penahanan.


Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Sumbar Suyanto didampingi Asisten Intelijen (Asintel) Mustaqpirin kepada media mengatakan, upaya paksa penahanan tersangka sudah sesuai dengan Pasal 21 KUHP alasan subjektif dan objektif sudah terpenuhi. Mereka akan ditahan selama 20 hari kedepan.


Ia mengungkapkan, penahanan sudah dilakukan kepada 12 orang tersangka. Satu tersangka berinsial SY masih sakit dan akan dipanggil ulang pada Selasa 7 Desember mendatang.


Bukti yang didapatkan Kejati Sumbar kata Suyanto, diantaranya berdasarkan penerimaan kwitansi masyarakat dari Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP), rekening koran dan buku bank para tersangka.


Hingga saat ini sebut Suyanto belum ada pengembalian keuangan negara. Namun demikian Kejati Sumbar sudah melacak seluruh aset para tersangka untuk dilakukan penyitaan, agar bisa dikalkulasikan untuk penggantian, sesuai dengan kerugian keuangan negara.


Suyanto menyebut bahwa saat ini kerugian keuangan negara yang ditimbulkan mencapai Rp 27 miliar. Akan tetapi, pihaknya akan meminta audit dari BPKP untuk memastikan secara real penghitungan kerugian keuangan negara.


Kejati Sumbar membeberkan kasus itu berawal saat adanya proyek pembangunan tol Padang-Sicincin pada 2020, sehingga negara menyiapkan uang sebagai ganti rugi bagi lahan yang terdampak pembangunan.


Salah satu lahan yang terdampak adalah Taman Keanekaragaman Hayati (Kehati) di Paritmalintang, Kabupaten Padang Pariaman, dengan uang ganti rugi diterima oleh orang per orang.


Setelah diusut lebih lanjut oleh kejaksaan ternyata diketahui bahwa Taman Kehati itu statusnya masuk dalam aset daerah dan tercatat pada bidang aset Badan Pengelolaan Keuangan Daerah Padangpariaman.


Lahan itu termasuk dalam objek ketika Kabupaten Padang Pariaman mengurus pemindahan ibu kota Kabupaten (IKK) ke Parit Malintang pada 2007.


Pengadaan tanah dalam kegiatan pemindahan IKK saat itu dilengkapi dengan surat pernyataan pelepasan hak dari para penggarap tanah serta dilakukan ganti rugi.


Lahan akhirnya dikuasai oleh Pemkab Padang Pariaman dengan membangun kantor bupati (2010), hutan kota (2011), ruang terbuka hijau (2012), Kantor dinas (2014), termasuk Taman Kehati (2014) berdasarkan SK Bupati seluas 10 hektare.


Pembangunan dan pemeliharaan Taman Kehati saat itu menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) Kementerian Lingkungan Hidup serta APBD Padang Pariaman.


Asintel Kejati Sumbar menegaskan penyidikan kasus saat ini murni terkait pembayaran ganti rugi lahan saja, bukan pengerjaan fisik proyek tol, sehingga tidak akan berdampak pada pengerjaan proyek tol, apalagi menghambat pengerjaannya.


"Pemrosesan ini bagian dari upaya kejaksaan dalam mendukung proyek tol sebagai proyek strategis nasional, jangan sampai ada pihak tak bertanggung jawab yang mengambil keuntungan pribadi dan merugikan keuangan negara," katanya.



Dua Pelaku Kasus Pencabulan Anak Bawah Umur Berhasil di Ungkap Polda Sumbar
Jumat, Desember 03, 2021

On Jumat, Desember 03, 2021


INFO|PADANGPolda Sumatera Barat berhasil mengungkap dua kasus tindak pidana pencabulan anak di bawah umur yang terjadi di Kota Padang.


Hal ini disampaikan Kasubbid Penmas AKBP Afriyani, SH didampingi Kasubdit IV Ditreskrimum Polda Sumbar dan PS. Panit PPA Ipda Rini Anggraini, Jumat (3/12/2021) di Mapolda Sumbar.

Ipda Rini menerangkan, dua kasus ini terdapat dua orang tersangka yang telah ditangkap dengan inisial RA (19) dan FA (24), seorang mahasiswa. Kedua kasus ini terjadi pada April dan November 2021.

“Kasus pertama terjadi pada April dengan korban berinisial AY (17). Sebelumnya, korban diajak tersangka RA jalan dengan sepeda motor oleh tersangka,” ucapnya.

Dikatakan, saat diperjalanan korban dibawa ke salah satu rumah kosong. Korban dirayu dengan bujukan akan dinikahi.

“Korban dipaksa masuk ke rumah kosong dan juga disekap mulutnya hingga dijanjikan akan dinikahi. Akibatnya, korban hamil tujuh bulan,” katanya.

Sementara untuk kasus kedua yang terjadi pada bulan November, dengan korban berinisial JN (16). Tersangka FA bahkan telah melakukan tindakan pencabulan berulang kali terjadi korban.

“Tersangka ini masuk ke rumah korban lalu melakukan pencabulan. Korban saat ini sudah melahirkan, anaknya berumur tiga bulan,” jelas Ipda Rini.

Untuk tersangka dijerat pasal 81 ayat (2) juncto pasal 76D undang-undang RI nomor 17 tahun 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti Undang-undang nomor 1 tahun 2006 tentang perubahan kedua atas Undang-undang nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

“Kedua tersangka terancam hukuman lima hingga 15 tahun penjara,” pungkasnya.(*)

Judi Toto Gelap, Pemuda Inisial AP di Ringkus Reskrim Polres Pessel
Selasa, November 16, 2021

On Selasa, November 16, 2021


INFO|PESSELTim Opsnal Sat Reskrim Polres Pesisir Selatan kembali mencokok satu orang pelaku judi jenis toto gelap (Togel) berinisial “AP” (32) warga Koto Panjang Gunung Emas, Kenagarian Sungai Tunu Utara, Kecamatan Ranah Pesisir, Kabupaten Pesisir Selatan, Senin (15/11/2021) pukul 21.55 WIB.


Pelaku keseharian bekerja sebagai petani buruh lepas tersebut diamankan di sebuah warung di kampung Padang Lalang Sungai Tunu Utara,  Kenagarian Sungai Tunu Utara, Kecamatan Ranah Pesisir Kabupaten Pesisir Selatan.

Pengkapan pelaku di ketahui saat melakukan penyetoran hasil penjualan togel kepada seorang bandar yang di pasang secara Online.

“Bandar sedang DPO sampai saat ini,giat ini dalam rangka Operasi Pekat Singgalang  2021,” tegas Kapolres Pesisir Selatan AKBP. Sri Wibowo. S.I.K. MH, melalui Kasat Reskrim Polres Pessel AKP. Hendra Yose. SH. MH kepada media, selasa 16 November 2021.

Kasat Reskrim mengatakan, tersangka AP di amankan karena ditemukan sedang menunggu pemasang atau pemain yang hendak memasang togel.

Dalam perkara ini personel berhasil mengamankan barang bukti berupa uang tunai Rp. 192.000, 1 (satu) unit Hp VIVO Y12S warna biru, 1 ( satu) buah pena dan 2 lembar kertas catatan angka togel.

Berdasarkan bukti permulaan yang cukup telah dilakukan upaya paksa/penangkapan terhadap terlapor dalam perkara melakukan perjudian togel, sambungnya.

“Perkara ini akan terus kita kembangkan untuk menangkap bandar yang kini DPO. Pelaku AP dan barang bukti kita amankan ke Polres Pessel guna pemeriksaan lebih lanjut,” akhirnya.(**Topit Marliandi).


Editor : Heri Suprianto

DPW Pekat IB Riau Demo Pengadilan Tinggi Pekan Baru Terkait Kasus Penadahan Usman CS
Selasa, November 16, 2021

On Selasa, November 16, 2021


INFO|RIAU Dewan Pimpinan Wilayah Pembela Kesatuan Tanah Air Indonesia Bersatu (DPW Pekat IB) Riau sorot Pengadilan Tinggi Pekan Baru terkesan memperlambat proses hukum kasus penadahan.


Ormas pekat IB tak hanya menyoroti juga melakukan aksi demo didepan Pengadilan Tinggi Pekanbaru Terkait penundaan sidang Kasus Tindak Pidana Penggelapan yang dilakukan oleh Usman CS sejak tanggal 6/10/2021 lalu.

Sebelumnya Pengadilan Tinggi Pekanbaru tunda sidang banding Usman Cs yang seharusnya dijadwalkan pada hari rabu ini dalam perkara tindak pidana turut serta melakukan penadahan sebagaimana dakwaan Primer melanggar Pasal 480 ke-1 KUHP Pidana Jo Pasal 55 ayat (1) KUHP Pidana dan menjatuhkan pidana penjara masing-masing selama (1) satu tahun.

Dalam perkara ini di duga ingin berusaha lepas dan bebas atau menggugurkan putusan Pengadilan Negeri Batam terhadap vonis yang diterima Usman Cs. Dugaan tersebut semakin kuat tercium dengan lamanya penundaan jadwal sidang banding di Pengadilan Tinggi Pekanbaru.

Sebelumnya, majelis Hakim pengadilan negeri batam menyatakan terdakwa Usman Alias Abi dan Umar alias Sunardi telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana turut serta melakukan penadahan sebagaimana dakwaan Primer melanggar Pasal 480 ke-1 KUHP Pidana Jo Pasal 55 ayat (1) KUHP Pidana dan menjatuhkan pidana penjara masing-masing selama (1) satu tahun.

Kordinator Aksi demo Rusdi Bromi menegaskan, ormas Pekat IB Riau akan mengawal kasus ini sampai tuntas dan tidak bisa di biarkan begitu saja

“Kami akan terus pantau dan kawal setiap kasus hukum yang bergulir, kita support penegak hukum dalam menegakkan Hukum yang berkeadilan dan berharap para penegak Hukum tegas dan tidak terkesan memperlambat atau sengaja mengulur ulur waktu dalam menangani kasus hukum” ungkap Rusdi Bromi.

Tuntutan Aksi dibacakan Oleh Iwan yang mendesak Pihak Pengadilan Tinggi untuk segera mempercepat penanganan kasus tersebut. Setelah beberapa saat melakukan aksi Demo, beberapa orang perwakilan aksi diminta untuk masuk ke Pengadilan tinggi Pekanbaru.

Pertemuan itu langsung bersama Humas Pengadilan Tinggi Pekanbaru Jumongkas Lumban Gaol, S.H, M.H dan H. Heri Sutanto, S.H, M.H. Diruangan Pengadilan Tinggi sempat terjadi perdebatan ketika Humas Pengadilan Tinggi meminta surat Kuasa Kordinator aksi Rusdi Bromi.

“Kami tidak memerlukan surat kuasa, Kami sebagai anak Bangsa yang bernaung di Organisasi Pekat IB sebagai organisasi berhak melakukan kontrol sosial dan kontrol dalam penegakkan hukum di Republik Ini” tegas Rusdi Bromi.

Menurutnya salah satu kelemahan penegak hukum adalah lambannya dalam menuntaskan ataupun memproses kasus- kasus yang masuk pengadilan, terbukti sudah dua bulan kasus penadahan Usman CS masih ditunda dan belum ada kepastian kapan dimulainya persidangan.

Salah seorang peserta aksi menyampaikan, jika Tuntutan kami tidak ditanggapi, kami akan melakukan aksi demo jilid II dengan masa yang lebih banyak lagi”ungkap Frans.

Aspirasi yang di sampaikan aksi massa, Humas Pengadilan Tinggi Pekanbaru Jumongkas Lumban Gaol, S.H, M.H dan H. Heri Sutanto, S.H, M.H. berjanji akan menyampaikan hal tersebut kepada Ketua Pengadilan Tinggi Pekanbaru.

“Kami akan upayakan dalam minggu ini sidangnya akan dimulai” ungkap H. Heri Sutanto, S.H, M.H. yang juga merupakan Hakim Tinggi di Pengadilan Tinggi Pekanbaru,(**).

Dugaan Penyimpangan Dana Covid-19, Sejumlah OPD di Geledah Tim Gabungan Penyidik Kejari Payakumbuh
Senin, November 15, 2021

On Senin, November 15, 2021


INFONUSANTARA.NETTim Gabungan Penyidik Kejaksaan Negeri Payakumbuh bidang Seksi Pidana Khusus (PIDSUS) Satria Lerino dan Kasi Intel Robby Prasetya melakukan penggeledahan di Dinas Kesehatan, Perusahaan Umum Daerah (Perumda) yang ada di Kota setempat, dan RSUD Adnand WD Payakumbuh, Senin, (15/11/2021).


Pengeledahan dipimpin langsung Ketua Tim, Robby Prasetya, SH (Kasi Intel) didampingi Koordinator Tim, Satria Lerino, SH (Kasi Pidsus).

Tim bergerak dari Kantor Kejaksaan Negeri Payakumbuh di Kawasan Koto Nan IV Kecamatan Payakumbuh Barat menuju Kantor Dinas Kesehatan di Sawah Padang.

Penggeledahan dimulai dari kantor Dinas Kesehatan Kota Payakumbuh, di kawasan Sawah Padang, sekira pukul 09.00 WIB. tim yang dimotori Robby tersebut beranjak ke PDAM Tirta Sago Payakumbuh, persisnya di jam 10.00 WIB.

Setelah menggeledah dua tempat tersebut dan membawa beberapa berkas untuk diperikasa, Tim kejaksaan langsung beranjak ke RSUD Adnand WD Payakumbuh. Hanya sekitar lima menit berbicara dengan tim gabungan itu, Dirut RSUD Adnad WD itu diminta untuk datang ke Kejaksaan Negeri Payakumbuh mengantarkan berkas/dokumen yang diminta oleh Tim Gabungan Kejaksaan.

Kedatangan Tim Satuan Pemberantasan Korupsi Kejaksaan Negeri Payakumbuh ke RSUD dr. Adnaan WD merupakan yang kedua kalinya, beberapa tahun sebelumnya tim melakukan penggeledahan terkait dugaan Korupsi pengadaan Pembakar Sampah Medis/Incenerator.

Tak berselang lama, Tim Gabungan tersebut pergi meninggalkan Rumah Sakit dr. Adnaan WD Payakumbuh untuk menuju Bank di Kawasan Kota Payakumbuh.

Kasi Intel Robby Prasetya mengatakan, penggeledahan ini terkait dengan penyelewengan dana covid-19 di beberapa tempat yang mereka geledah itu.

“Terkait dengan dana penyelewengan covid, kami meminta data yang tahun 2020, ini sudah masuk ke lidik,” jelasnya di Kantor Kejaksaan Negeri Payakumbuh di lansir dari Bentengsumbar.com

Lebih lanjut Kasi Intel Robby di dampingi kasi pidsus Satria Lerino juga mengatakan akan mempercepat proses ini. Karena sampai saat ini sudah diperiksa 11 orang.

“Sebelum penggeledahan kita sudah memanggil orang-orang ini, sebanyak 11 orang, dalam tingkat penyelidikan. Terkait dengan penyimpangan dana covid-19. Lebih lanjut, kita memang akan akan memanggil beberapa orang lagi, untuk dilakukan konfirmasi lebih lanjut,” tutupnya.

Sebelumnya, Kepala Kejaksaan Negeri Payakumbuh Suwarsono juga mengatakan hal senada.

“Kami dari Kejaksaan akan melakukan proses lebih lanjut,” tutupnya.

Terpisah, Dirut PDAM Tirta Sago Khairul Ihkwan mengatakan, memang ada tim Kejaksaan datang ke PDAM Tirta Sago, namun dirinya sedang tidak berada dilokasi karena menghadiri rapat di kantor wali kota. Terkait kedatangan tim kejaksaan menurutnya biasa saja, karena memang sudah tugas mereka.

“Yang namanya tamu datang tentu kita terima, jika ada pertanyaan kita jawab, bagi kami itu tidak ada masalah, kejaksaan melakukan tugasnya. Penggeledahan hanya sebentar berkisar 10-15 menit,” jelasnya.

Direktur Umum RSUD Adnand WD Payakumbuh, Dr. Yanti saat dikonfirmasi membenarkan, kalau memang ada tim dari kejaksaan datang ke tempatnya melakukan penggeledahan.

“Memang ada tim kejaksaan datang melakukan penggeledahan, dan mereka meminta beberapa berkas atau dokumen,” jelasnya singkat kepada media saat diwawancara via telfon,(**).

Polisi Selidiki Aksi Viral Pengacara Hamburkan Uang di Depan Mapolsek Banyuwangi
Senin, November 15, 2021

On Senin, November 15, 2021


INFONUSANTARA.NETVideo Seorang pengacara di Banyuwangi menghamburkan uang Rp.40 juta di depan Mapolsek Kota Banyuwangi menjadi perhatian publik, bahkan viral aksi yang di lakukan itu di dunia maya.


Terkait dengan insiden itu, polisi akan melakukan investigasi terkait dengan aksi pengacara yang menghamburkan uang di depan mako polsek kota Bayuwangi itu.

Polisi kemudian mengundang pengacara Nanang Selamet di Mapolresta Banyuwangi, Senin (15/11/2021). Nanang disambut oleh Wakapolresta Banyuwangi AKBP Didik Harianto bersama dengan Kabagops Kompol Agung Setya Budi dan Kapolsek Kota Banyuwangi AKP Kusmin.

Didik mengatakan pihaknya bakal melakukan investigasi terkait viralnya video pengacara menghamburkan uang di depan Mapolsek Kota Banyuwangi.

“Intinya kita masih melakukan pendalaman lebih lanjut terkait dengan video viral ini,” ujarnya kepada media, Senin 15 November 2021.

Sementara, saat ditanya adanya dugaan penghinaan institusi terkait aksi viral pengacara yang menghamburkan uang itu, Didik mengaku masih akan melakukan pendalaman dan investigasi.

“Nanti kita dalami akan lebih jelas akan kita sampaikan,” pungkasnya.

Video aksi pengacara menghamburkan uang Rp.40 juta viral di media sosial yang berdurasi 2 menit 50 detik itu memperlihatkan sang pengacara masuk ke halaman Polsek Kota Banyuwangi.

Si pengacara berjalan sambil berteriak mencari Kanit Reskrim Polsek Kota Banyuwangi.

“Kanit Reskrim keluar, keluar. Saya pingin ketemu Kanit Reskrim,” teriak si pengacara sambil mengacungkan tangannya di dalam video.

Di teras mapolsek, si pengacara kemudian berbicara dengan nada keras bahwa ia tidak terima kliennya oleh polisi diarahkan atau diintervensi untuk tidak menggunakan advokat (pengacara).

Ia menyebut tidak hanya sekali dua kali polisi melakukan itu sehingga pada akhirnya atas intervensi yang sifatnya menekan itu klien memutus kuasa advokat,(**).

Satreskim Polres Dharmasraya Amankan 5 Orang Pelaku Judi Kartu Remi
Minggu, November 14, 2021

On Minggu, November 14, 2021

 


INFONUSANTARA.NET - Lagi - lagi Anggota Satreskim Polres Dharmasraya,Sumatera Barat mengamankan 5 orang yang diduga pelaku permainan judi jenis kartu remi dengan menggunakan uang sebagai taruhannya di sebuah warung yang berada di Jorong IV Aur Jaya Nagari Koto Padang, Kecamatan Koto Baru,Kabupaten Dharmasraya pada hari Kamis malam (12/11/2021) sekitar jam 22:30 WIB. Pelaku dan barang bukti di amankan ke Polres Dharmasraya untuk di lakukan penyelidikan lebih lanjut.


Hal tersebut di sampaikan oleh Kapolres Dharmasraya AKBP Anggun Cahyono melalui Kasat Reskim Polres Dharmasraya Iptu Ferliyanto Pratama Marasin saat dihubungi oleh awak media,pada hari Sabtu (13/11/2021) mengatakan benar sekali,telah di amankan 5 orang yang diduga pelaku permainan judi jenis kertas remi song dengan menggunakan uang sebagai taruhannya.


Penangkapan tersebut dengan adanya informasi masyarakat dengan adanya sekelompok orang sedang melakukan permainan judi jenis kertas remi song dengan menggunakan uang sebagai taruhannya disalah satu warung berada di Jorong IV Aur Jaya Nagari Koto Padang  Kecamatan Koto Baru,Kabupaten Dharmasraya pada hari Kamis malam (12/11/2021) sekitar jam 22:30 WIB.


Lebih lanjut disampaikan, oleh anggota Satreskim Polres Dharmasraya, ke 5 orang yang diamankan inisial adalah 1). PL umur 39 tahun dan 2).TKM umur 35 tahun selanjutnya 3).EA umur 36 tahun kemudian 4).SMN umur 35 tahun dan yang terakhir 5).KOK umur 50 tahun.

    

Barang bukti yang di amankan uang tunai Rp.390.000, kartu remi warna biru sebanyak 108 lembar.


"Saat ini pelaku dan barang bukti telah kita amankan di Polres Dharmasraya untuk lebih lanjut. Atas perbuatan pelaku dikenakan Pasal 303 Jo 303 KUHP dengan hukuman serendahnya 4 tahun penjara dan setingginya 10 tahun," ucap Kasat Reskim Polres Dharmasraya Iptu Ferliyanto Pratama Marasin .(**)

Laporan:MsX

Satreskim Polres Dharmasraya Amankan Seorang Pelaku Tindak Pidana Judi Togel Beserta Barang Bukti
Rabu, November 10, 2021

On Rabu, November 10, 2021



INFONUSANTARA.NET -- Seorang yang diduga pelaku permainan judi jenis togel dengan menggunakan uang sebagai taruhannya diamankan oleh anggota Satreskim Polres Dharmasraya  pada Selasa (9/11/2021) di daerah Jorong Tabek Nagari Empat Koto Pulau Punjung, Kecamatan Pulau Punjung,Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat.


Pelaku berinisial SFD umur 61 tahun serta barang bukti sejumlah uang saat ini di amankan ke Polres Dharmasraya untuk di lakukan penyelidikan lebih lanjut.


Kapolres Dharmasraya, AKBP Anggun Cahyono melalui Kasat Reskim Polres Dharmasraya Iptu Ferliyanto Pratama Marasin saat dihubungi oleh awak media melalui WhatsApp mengatakan benar sekali,telah diamankan seorang yang diduga pelaku permainan judi jenis togel dengan menggunakan uang sebagai taruhannya.


Penangkapan tersebut berdasarkan Laporan Polisi Nomor : LP /A/197/XI/2021/SPKT/Polres Dharmasraya/Polda Sumbar, tanggal 21 September 2021. 


Lebih lanjut Kasat Reskrim Iptu Ferliyanto Pratama Marasin menyampaikan, dari hasil laporan masyarakat tersebut,anggota kami melakukan penyelidikan dan kemudian mengamankan pelaku bersama barang bukti uang sebesar Rp1.200.000.


Karena diduga melakukan tindak pidana permainan judi jenis togel dengan menggunakan uang sebagai taruhannya dan saat ini pelaku dalam penyilidikan dan pemeriksaan anggota Satreskim Polres Dharmasraya.


"Atas perbuatan pelaku dikenakan pasal 303 Jo 303 KUHP dengan hukuman serendahnya 4 tahun penjara dan setingginya 10 tahun," ucap Kasat reskim Polres Dharmasraya Iptu Ferliyanto Pratama Marasin. (****)

Laporan:MsX

Kasus Pencabulan Anak di Bawah Umur Kembali Terjadi di Sikakap, Tiga Pelaku di Tetapkan Sebagai Tersangka
Sabtu, November 06, 2021

On Sabtu, November 06, 2021

INFO|SIKAKAPJajaran polsek Sikakap berhasil mengungkap tiga kasus cabul dan persetubuhan terhadap anak di bawah umur dalam rentang waktu satu bulan.


Meski demikian, pihak polsek sikakap dalam perkara ini tidak bangga, karena pihaknya bagaimana berusaha untuk tidak lagi terjadi perbuatan yang menghancurkan masa depan generasi penerus bangsa.

Akan tetapi, dalam upaya yang di lakukan dalam menekan angka kasus pencabulan ini sangat sering di lakukan sosialisasi baik di Masjid, Gereja, sekolah termasuk di tengah masyarakat, namun kejadian ini terjadi lagi.

Hal ini sudah di luar upaya yang di lakukan selama ini dengan cara memberikan edukasi kepada orang tua, namun ini semua kembali kepada kewaspadaan kita untuk menjaga anak-anak dan juga menjadi tanggung jawab bersama.

Kapolres Mentawai AKBP Mu’at dalam press release menyebutkan, kasus tindak pidana cabul dan persetubuhan yang di tangani polsek sikakap dalam kurun waktu satu bulan dari Oktober hingga November ini ada tiga kasus.

“Dalam kasus ini, ketiga pelaku sudah di tetapkan sebagai tersangka” kata Kapolres di mako Polsek Sikakap, Sabtu (6/11/2021).

Tersangka kasus cabul dan persetubuhan yang pertama berinisial AS (35) warga Dusun Rakrak joja, Desa Taikako dengan korban berusia 12 tahun yang terjadi di pinggir jalan KM.6 Dusun Bosuagirau dengan mengajak korban ke semak-semak untuk melakukan perbuatan yang tidak terpuji itu. Kejadiannya pada 4 Oktober 2021 sekira pukul 13.00 WIB.

Untuk kasus kedua pelakunya berinisial RS (51) sesuai identitas merupakan warga Jorong Balai Rupiah, Desa Simalanggang, Kecamatan Payakumbuh. Dalam kasus ini korbannya ada dua orang, sedangkan kasus ketiga pelakunya berinisial IS (40) warga Desa Makalo dengan korban anak di bawah umur.

Kapolres mengatakan, perbuatan tak terpuji ini tak terlepas dari keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT, meski sering di berikan sosialisasi di berbagai kalangan, namun perbuatan yang selalu di rongrong oleh iblis maka akan terus mencari mangsanya seperti predator.

“Bahkan pelaku sudah memiliki istri, melihat kejadian ini, kami dari Polres Mentawai mengutuk keras dan tidak ada kata maaf bagi predator pelaku seksual dengan korban anak di bawah umur yang merusak generasi bangsa” tegasnya.

Ditempat yang sama Kapolsek Sikakap AKP Tirto Edhi, menjelaskan,secara trend kasus cabul dan persetubuhan ini setiap tahunnya turun di wilkum polsek sikakap dengan terus memberikan sosialisasi di lapisan masyarakat.

Dikatakan, awal Januari sampai November 2021, kasus cabul dan persetubuhan terhadap anak di bawah umur ada 5 kasus. Dua kasus yang sama, tersangka sudah di bawa kepadang, tinggal tiga kasus lagi yang masih di tahan di mako polsek sikakap.

Jadi, kasus cabul dan persetubuhan terhadap anak di bawah umur dari tahun 2019 hingga 2021 di wilayah hukum polsek sikakap menurun dengan rincian tahun 2019  ada 12 kasus, 2020 7 kasus dan 2021 terhitung januari hingga November ada 5 kasus.

“Kalau di kalkulasikan dari tahun 2019 sampai 2021 ini, kasus cabul dan persetubuhan terhadap anak di bawah umur berjumlah 24 kasus” sebut Tirto Edhi.

Diakuinya turunnya angka kasus cabul dan persetubuhan terhadap anak dibawah umur ini tak terlepas kerjasama semua pihak dengan cara masif di lakukan sosialisasi, sehingga dalam kasus ini orang tua maupun masyarakat berani melaporkan setiap ada kejadian.

Dengan adanya kejadian seperti ini, Kapolsek Sikakap bersama jajaran tak bosan-bosan menghinbau seluruh orang tua dan masyarakat untuk selalu menjaga anak-anaknya, karena pelaku predator pada umumnya orang-orang terdekat yang masih berkeliaran, maka sangat perlu waspada.

Untuk ketiga tersangka ini di kenakan pasal 82 ayat (1) dan pasal 81 ayat (1) dan ayat (2) undang-undang RI No 17 tahun 2016 tentang penetapan PERPPU No 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas undang-undang RI No 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak jo Pasal 76E dan pasal 76D undang-undang RI No 35 tahun 2014 tentang perubahan undang-undang RI no.23 tahun 2002 tentang perlindungan anak ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.


Editor : Heri Suprianto

Dugaan Penyelewengan Pengadaan Mobil Ambulance Dinas PMDT di Laporkan Ormas Pekat IB di Kejati Lampung
Senin, Oktober 25, 2021

On Senin, Oktober 25, 2021

INFO|LAMPUNGAnggaran pengadaan mobil ambulance tahun 2019 di Dinas PMDT Provinsi Lampung yang semula di kira tersimpan rapi, akhirnya tercium diduga adanya penyelewengan.


Pengadaan mobil ambulance ini anggarannya cukup fantastis capai miliran rupiah yang di duga tidak terealisasi semuanya. Fasilitas tersebut sudah di bagikan kedesa-desa sebagai calon penerima yang tertera sebanyak 50 unit kendaraan di sebar keseluruh kabupaten Provinsi Lampung.

Berdasarkan temuan dari tim investigasi ormas DPW Pekat IB Provinsi Lampung, beberapa desa yang tidak mau di sebutkan namanya hingga sampai saat ini belum terima mobil ambulance saat di konfirmasi.

Menyikapi persoalan tersebut, Ketua ormas DPW Pekat IB Provinsi Lampung, Novianti, SH mengambil sikap tegas dengan melayangkan surat somasi ke pihak Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Dan Transmigrasi (PMDT) Provinsi Lampung.

Bahkan dua kali di layangkan surat somasi terkait pengadaan mobil ambulance ini, pihak dari Dinas PMDT tidak ada memberikan tanggapan, seolah terkesan menyepelekan, ketusnya.

Berangkat dari persoalan itu, Senin 25 Oktober 2021, Wakil Ketua Bidang Infokom DPW Pekat IB Provinsi Lampung, Joni Firmansyah datangi Kejati Provinsi Lampung untuk melaporkan dugaan penyelewengan anggaran pengadaan ambulance di Dinas PMDT.

Terpisah, Ketua Infokom DPW Pekat IB Provinsi Lampung, Saudi Abdi mengatakan, dugaan penggelapan dana hibah pengadaan mobil ambulance ini sangat tidak sesuai dengan anggaran yang ada.

“Kami menduga dana tersebut di korupsi di perkirakan sekitar 4,4 miliar dan laporan yang sudah masuk di kejati Provinsi Lampung akan kami kawal” ucapnya.

Dugaan penyelewengan anggaran pengadaan mobil ambulance ini, Saudi Abdi menegaskan kepada pihak Kejati Provinsi Lampung agar profesional dalam mengungkap dugaan tindak pidana korupsi serta transparan, pungkasnya, (**).

Terjaring OTT KPK, Bupati Kuansing Jalani Pemeriksaan
Selasa, Oktober 19, 2021

On Selasa, Oktober 19, 2021

INFO|PEKANBARUOperasi Tangkap Tangan (OTT) yang di lakukan KPK di Kuantan Singingi (Kuansing), Riau. Salah satu yang diamankan adalah Bupati Kuansing, Andi Putra.


Kabid Humas Polda Riau, Kombes Sunarto, membenarkan Andi Putra diperiksa KPK di Mapolda Riau. Pemeriksaan dilakukan oleh tim penyidik KPK.

“Infonya giat KPK saat ini melakukan pemeriksaan terhadap (Bupati Andi Putra),” kata Sunarto saat dimintai konfirmasi, Selasa (19/10/2021).

Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri membenarkan ada operasi di Kuantan Singingi. Bahkan tim masih melakukan pemeriksaan terkait OTT yang dilakukan penyidik, Senin (18/10) sore.

“Informasi yang kami peroleh, benar ada kegiatan KPK dimaksud. Saat ini tim KPK masih melakukan pemeriksaan,” kata Ali.

Informasi diterima media di lansir dari detik.com, selain Andi Putra turut diamankan tiga orang lainnya. Ketiganya sempat diperiksa di Mapolres Kuantan Singingi sebelum akhirnya dibawa ke Polda Riau malam tadi.

Sebelumnya, KPK menggelar OTT pejabat negara di wilayah Kuansing, Riau. Ketua KPK Firli Bahuri mengatakan kini KPK masih ada di lapangan untuk mengumpulkan bukti terkait perkara.

“Betul KPK melaksanakan giat tangkap tangan di daerah Riau. KPK masih kerja, penyelidik dan penyidik masih di lapangan. Beri kami waktu untuk bekerja kumpulkan bukti-bukti dugaan tindak pidana korupsi,” kata Firli.

Firli mengatakan tim penyelidik dan penyidik KPK masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap pihak terkait. Firli masih belum bisa menginformasikan dugaan korupsi ini lebih lanjut.

“Pengumpulan keterangan dan pemeriksaan intensif terhadap para pihak masih dilakukan. Nanti ada penjelasan saat konferensi pers,” ujar Firli, (**).

  2 Orang Pelaku Narkoba Jenis Sabu di Jorong Mulya Baru Timpeh Ditangkap Satresnarkoba Polres Dharmasraya
Jumat, Oktober 08, 2021

On Jumat, Oktober 08, 2021

  


INFONUSANTARA.NET --Lagi - lagi 2 orang pelaku narkoba jenis sabu di Jorong  Mulya Baru Kenagarian Panyubarangan Kecamatan Timpeh Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat pada Kamis sore (07/10/2021) di tangkap oleh anggota Satresnarkoba Polres Dharmasraya.

Dari tangan pelaku tersebut diamankan barang bukti narkotika dan uang tunai serta handphone yang di pelaku.

Dalam penangkapan tersebut dipimpin lansung oleh Kasat Resnarkoba Iptu Rajulan Harahap bersama KBO Satreskim Polres Dharmasraya Ipda Muhammad Isa.

Kapolres Dharmasraya AKBP Anggun Cahyono,melalui Kasat Resnarkoba Polres Dharmasraya Iptu Rajulan Harahap yang dihubungi awak media melalui WhatsApps mengatakan betul sekali,sore tadi kami telah mengamankan 2 orang pelaku narkotika jenis sabu.

Penangkapan tersebut berkat informasi dari masyarakat dengan ada orang yang menjual dan memiliki narkotika jenis sabu.

Kemudian anggota kami Satresnarkoba Polres Dharmasraya melakukan penyelidikan,ternyata memang benar dan 2 orang pelaku kita amankan yang bernama Aulia Feri umur 34 tahun, Alamat Jalan Cipta Karya Ujung Kel.Sialang Munggu Kec. Tampan Kota Pekanbaru Riau dan kemudian Ajaris umur 46 tahun, Jorong Mulya Baru Kenagarian Panyubarangan Kec. Timpeh  Kabupaten Dharmasraya.

Dari tangan kedua pelaku tersebut di temukan barang bukti diantaranya satu buah plastik klip bening ukuran besar didalamnya terdapat  7 paket ukuran sedang diduga narkotika golongan 1 jenis sabu yang dibungkus dengan plastik klip bening dengan berat lebih kurang 35 gram, kemudian satu bungkus rokok marlboro putih yang didalamnya terdapat satu paket diduga narkotika jenis sabu yang dibungkus dengan plastik klip bening, satu buah kotak putih merk herbalife yang didalamnya terdapat 1paket diduga narkotika gol 1 jenis sabu  yang dibungkus dengan plastik klip bening satu buah timbangan digital merk Marlboro 20  lembar Uang kertas pecahan Rp. 50.000, satu buah handphone android merk VIVO, satu buah handphone android merk  OPPO. Pelaku dan beserta barang bukti (BB) sudah diamankan di Mapolres Dharmasraya untuk pengembangan lebih lanjut.

“Atas perbuatan pelaku dijerat Pasal 114 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman Penjara Maksimal 20 tahun Penjara,” tegas Kasat Resnarkoba Polres Dharmasraya Iptu Rajulan Harahap. (****)

Laporan:MsC 

Satresnarkoba Polres Dharmasraya Amankan Tiga Pelaku Narkotika Jenis Sabu dan Daun Ganja
Minggu, Oktober 03, 2021

On Minggu, Oktober 03, 2021

 


INFONUSANTARA.NET - Tiga orang pelaku narkotika jenis sabu dan daun ganja ditangkap oleh anggota Satresnarkoba Polres Dharmasraya pada Sabtu malam (02/10/2021) yang di pimpin langsung Kasat Resnarkoba Iptu Rajulan Harahap bersama KBO Satreskim Polres Dharmasraya Ipda Muhammad Isa di daerah Kenagarian Abai Siat Kecamatan Koto Besar,Kabupaten Dharmasraya.

Saat ini pelaku dan barang bukti narkotika jenis sabu dan daun ganja telah di amankan di Polres Dharmasraya untuk proses penyelidikan lebih lanjut.

Kapolres Dharmasraya AKBP Anggun Cahyono,melalui Kasat Resnarkoba Polres Dharmasraya, Iptu Rajulan Harahap didampingi KBO Satreskim Polres Dharmasraya Ipda Muhammad Isa,yang di hubungi oleh awak media mengatakan memang benar sekali,kami dari Satresnarkoba Polres Dharmasraya telah mengamankan tiga orang diduga pelaku memiliki dan pengguna serta mengedar narkotika jenis sabu dan daun ganja,di tangkap di daerah Kenagarian Abai Siat Kecamatan Koto Besar,Kabupaten Dharmasraya.

Ketiga pelaku tersebut bernama Nawan umur 41 tahun,kemudian Robi Nofri umur 30 tahun dan Nopril Aldino umur 22  tahun. 

Dari hasil penangkapan terhadap pelaku dan hasil penggeledahan,dari tangan pelaku di amankan barang bukti narkotika jenis sabu dan daun ganja  dan uang tunai di antaranya,satu lembar uang kertas pecahan Rp.100.000,- yang digulung dan didalamnya terdapat satu paket diduga narkotika golongan satu jenis sabu yang dibungkus dengan plastik klip bening.

Satu paket diduga narkotika gol 1 jenis Ganja  yang dibungkus dengan plastik klip bening. satu buah timbangan digital merk Qi PASS dan kemudian dua puluh buah kaca pirek yang dibalut dengan kertas tissue, delapan buah kompeng warna merah, satu perangkat alat hisab sabu, lima lembar uang kertas pecahan Rp 100.000, satu buah handphone android merk Infinix, satu buah handphone android merk MI,satu buah handphone android merk Sony. 

Pelaku dan beserta barang bukti (BB) sudah diamankan di Mapolres Dharmasraya untuk pengembangan lebih lanjut.

“Atas perbuatan pelaku dijerat Pasal 114 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman penjara maksimal 20 tahun penjara,” tegas Kasat Resnarkoba Polres Dharmasraya Iptu Rajulan Harahap.(***)

Laporan:MsX


Polres Sijunjung Gelar Press Relis Pelaku Tindak Krimanal Pencurian dan Pemberatan serta Pelaku Penipuan Penggelapan
Rabu, September 29, 2021

On Rabu, September 29, 2021

 


INFO-- Polres Sijunjung melakukan konferensi press tentang tidak kriminial diantara pelaku pencurian dan pemberatan kemudian pelaku penipuan atau penggelapan.

Konferensi pers Polres Sijunjung tersebut di lakukan halaman Mako Polres Sijunjung pada hari Rabu (29/09/2021) yang di hadiri oleh Kapolres Sijunjung, AKBP Muhammad Ikhwan Lazuardi, didampingi Kasat Reskrim, AKP Abdul Kadir Jailni, dan sejumlah para petinggi Polres Sijunjung.

Kapolres Sijunjung, AKBP Muhammad Ikhwan Lazuardi, kepada awak media mengatakan,pada hari ini kami dari Polres Sijunjung,mengadakan press relis tentang tidak kriminial diantara pelaku tidak pidana pencurian dan pemberatan kemudian pelaku penipuan atau penggelapan.

Untuk kasus yang pertama penipuan atau penggelapan, ini berdasarkan laporan masyarakat yang di terima oleh anggota piket dengan Laporan Polisi Nomor : LP/B/110/IX/2021/SPKT Tanggal 25 September 2021 Tentang Dugaan Tindak Pidana Penggelpan dan atau Penipuan 1 ( satu) Unit Mobil Toyota Cayla Warna Merah No Pol BA 1197 KH, yang Tempat Kejadian Peristiwa (TKP) di Jorong Muaro Gambok Kenagarian Sijunjung Kabupaten Sijunjung.

Dari hasil penyelidikan dan pemeriksaan,anggota Satreskim Polres Sijunjung tersebut diamankan,seorang laki - laki yang bernama Roni Saputra umur 37 tahun dengan barang bukti satu Unit Mobil Toyota Cayla Warna Merah No Pol BA 1197 KH yang telah kita amankan.

"Atas perbuatan pelaku tersebut di jerat,dalam perkara dugaan tindak Pidana Penipuan dan Penggelapan Mempersangkakan Pasal 372 dan Atau 378 K.U.H.Pidana dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara,"ucap  Kapolres Sijunjung, AKBP Muhammad Ikhwan Lazuardi.

Kemudian dalam kasus kedua tentang pelaku pencurian dan pemberatan yang mana ini dengan adanya berdasarkan laporan masyarakat yang di terima oleh anggota piket Polres Sijunjung berdasarkan Laporan Polisi Nomor : LP/ B / 103 / XI /2021/SPKT- Res Sijunjung, tanggal 08 September 2021 tentang dugaan tindak pidana pencurian dengan pemberatan yang Tempat Kejadian Peristiwa (TKP) di daerah Jorong Ilie Pasar Jumak Kenagarian Muaro Kecamatan Sijunjung, Kabupaten Sijunjung.

Yang mana telah terjadi peristiwa pelaku pencurian dan pemberatan, yang mana dalam hasil penyelidikan oleh anggota Satreskim Polres Sijunjung terungkap pelaku pencurian dan pemberatan tersebut bernama Roni Syahputra umur 18 tahun, yang melakukan aksi pencurian dan pemberatan dengan masuk di sebuah rumah di daerah Jorong Ilie Pasar Jumak Kenagarian Muaro Kecamatan Sijunjung.

Pelaku telah mencuri 1 (satu) Unit Laptop Merk Lenovo warna biru muda yang disembunyikan di dekat pembuangan sampah di tepi jalan menuju ke Pasar Sijunjung.

Kemudian anggota kami melakukan penangkapan terhadap pelaku dan mengamankan barang bukti diantara nya satu unit Laptop Merk Lenovo warna biru muda dan satu buah Handsfree warna hitam kemudian satu unit sepeda motor merk Suzuki Next warna putih dengan No.Pol BA 3487 K yang digunakan oleh pelaku dalam aksinya.

"Atas perbuatan pelaku tersebut di jerat, Pasal 363 Ayat (1) ke 3e Jo Pasal 362 KUHPidana dengan ancaman hukuman penjara selama-lamanya 7 (Tujuh) tahun penjara, dengan unsur barang siapa mengambil sesuatu milik orang lain dengan melawan hak yang dilakukan pada malam hari dengan memasuki sebuah rumah atau tempat tertutup lainnya,"tegas Kapolres Sijunjung, AKBP Muhammad Ikhwan Lazuardi.(****)

Laporan:MsX


Kapolri Apresiasi Penindakan Tegas Terhadap Ali Kalora, di Minta Segera Buru DPO MIT
Selasa, September 28, 2021

On Selasa, September 28, 2021

INFONUSANTARAKapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel Satgas Operasi Madago Raya yang telah menindak tegas pimpinan Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Ali Kalora.

Keberhasilan ini menurutnya, wujud dari kehadiran TNI-Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat dari segala ancaman teror.

Hal itu disampaikan Sigit saat memimpin pengarahan kepada Satgas Operasi Madago Raya, bersama dengan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto di Bandara Kasiguncu, Poso, Sulawesi Tengah (Sulteng), Selasa (28/9/2021).

“Tindakan tegas terukur telah dilakukan terhadap pimpinan kelompok MIT, diharapkan seluruh upaya dalam menjaga keamanan dan ketertiban dari ancaman kelompok teror dapat menjadi ladang amal bagi kami semua,” kata Sigit dalam pengarahannya.

Lebih dalam, mantan Kapolda Banten tersebut menekankan, kepada seluruh personel Madago Raya untuk terus melakukan pengejaran terhadap empat orang sisa dari kelompok teror tersebut.

Satgas Madago Raya sendiri kontak tembak dengan Ali Kalora pada Sabtu 18 September 2021 lalu. Aparat berhasil menindak tegas Ali Kalora dan Jaka Ramadhan di Desa Astina Kecamatan Torue Kabupaten Parigi Moutong, Sulteng.

Setelah berhasil menindak Ali Kalora, kini MIT hanya tersisa empat orang, yakni Askar alias Jaid alias Pak Guru, Nae alias Galuh alias Mukhlas, Ahmad Gazali alias Ahmad Panjang, dan Suhardin alias Hasan Pranata.

“Pertahankan kinerja yang sudah baik ini, lakukan penegakan hukum secara profesional dan proporsional terhadap target yang tersisa,” ujar eks Kabareskrim Polri itu.

Menurut Sigit, meski sudah menindak pimpinan MIT, kedepannya TNI-Polri harus terus memperkuat dan meningkatkan sinergitas serta soliditas untuk memberikan kepastian keamanan dan ketenangan terhadap masyarakat.

Lebih dalam, Sigit menegaskan, Negara tidak boleh kalah dari kelompok intoleran dan terorisme. Ia menyebut, tidak ada tempat bagi kelompok yang berusaha memecah belah persatuan dan kesatuan NKRI di bumi nusantara.

“Saya akan senantiasa berkomitmen untuk memberikan reward kepada personel yang berdedikasi tinggi dalam pelaksanaan tugas dalam menjaga kamtibmas dari segala bentuk gangguan dari kelompok MIT,” ucap Sigit.