PILIHAN REDAKSI

Soft Launching Kantor Baru PWI Luak 50, Calon Anggota DPD RI Nurkhalis Silahturahmi Dengan Wartawan

INFO|Payakumbuh - Calon Anggota DPD RI pada Pemilu 2024, Nurkhalis Kanti menghadiri soft launching pemakaian kantor baru Persatuan Wartawan...

Budaya

Opini

Mentawai

Padang Panjang

Peristiwa

Pariwara

Sijunjung

Hukum

Tim Omai Reskrim Mentawai Bekuk Pelaku Pencurian di Rumah Makan Anggara
Jumat, Juni 14, 2024

On Jumat, Juni 14, 2024



INFO|MENTAWAI – Paulinus (39) warga Dusun Getaet Desa Matobe Kecamatan Sipora Selatan, Kepulauan Mentawai di ringkus tim Omai Reskrim Polres Mentawai kasus tindak pidana pencurian.

Kejadian pencurian di ketahui hari kamis (22/2/2024) sekira 07.00 WIB di rumah makan Anggara Km.10 Dusun Kaliau Desa Goiso’oinan, Kecamatan Sipora Utara, Kepulauan Mentawai.

Perkara itu berdasarkan laporan Polisi Nomor : LP/B/12/VI/2024/Polres Kepulauan Mentawai/Polda Sumbar, Tanggal 02 Juni 2024 perkara tindak pidana pencurian satu unit handphone merk Poco F4 GT warna hitam dan uang sebanyak 1.500 ribu.

Kapolres Mentawai, AKBP Rory Ratno melalui Kasatreskrim Mentawai, AKP Hardiyasmar menjelaskan, menindaklanjuti laporan adanya 1 unit Handphone merek Poco F4 GT 5G yang hilang di rumah makan Anggara tim Omai melakukan penyisiran.

Penyisiran tim Omai yang di pimpin Kanit Pidum, Bripka Arfantias Faulizar Sababalat bersama 4 orang personel berhasil mengetahui keberadaan handphone yang hilang berlokasi di Km 5 Desa Tuapejat Kecamatan, Sipora Utara Kepulauan Mentawai.

Berdasarkan hasil cek lokasi handphone yang di lakukan tim Omai ternyata handphone yang di curi pelaku berada di tangan salah seorang bernama Hermes Sanjaya yang di berikan oleh Paulinus untuk sebagai jaminan, karena pelaku meminjam uang.

Kemudian tim Omai menggali informasi untuk mencari keberadaan pelaku dan di dapatkan informasi bahwasannya pelaku berada di rumah salah satu warga di Matorobibit.

“Pelaku berhasil di tangkap tim Omai di salah satu rumah warga di Matorobibit, Desa Goiso’oinan, Kecamatan Sipora Utara, Kepulauan Mentawai” sebut Kasat Reskrim Kepada Media, Jumat (14/6/2024).

Dari kejadian itu di perkirakan kerugian yang di alami korban Jodi Prima Anggara sekitar Rp.9.500.000 (Sembilan Juta Lima ratus ribu rupiah) yaitu satu unit Handphone merek Poco F4 GT 5G di tambah uang 1.500.000.

Saat ini pelaku bersama barang bukti sudah di amankan di Mako polres Mentawai, selanjutnya di lakukan proses hukum.

Terhadap pelaku di sangkakan pasal 363 ayat 1 ke 3 tentang pencurian diwaktu malam hari dalam sebuah rumah atau pekarangan tertutup yang ada rumahnya yang di lakukan oleh tidak yang ada disitu tidak di ketahui atau dikehendaki oleh yang berhak, (Ers).

Editor : Tim Redaksi

Buron Lima Bulan, Pelaku Curanmor Asal Riau Dibekuk Tim Aligator Polsek Padang Utara
Senin, Juni 10, 2024

On Senin, Juni 10, 2024

 

Lima bulan buron, pelaku curanmor ditangkap tim Aligator Polsek Padang Utara.foto:(Seputar Padang)


INFONUSANTARA.NET - Tim Aligator Polsek Padang Utara berhasil menangkap seorang pria bernama Marlin (26), warga Riau, di Desa Minaming, Kabupaten Rokan Hulu, Riau. Penangkapan ini dilakukan pada Minggu, 9 Juni 2024, setelah buron selama lima bulan terkait kasus pencurian motor.


Kronologi Penangkapan


Marlin ditangkap oleh tim yang dipimpin oleh Kanit Reskrim Polsek Padang Utara, Iptu Heru Gunawan. Penangkapan ini berawal dari informasi masyarakat yang melihat Marlin berada di Desa Minaming. Dengan cepat, Tim Aligator bergerak menuju lokasi dan berhasil mengamankan pelaku tanpa perlawanan.


"Penangkapan ini adalah hasil dari kerja keras dan penyelidikan intensif yang dilakukan oleh tim kami selama beberapa bulan terakhir. Informasi dari masyarakat sangat membantu dalam proses ini," ungkap Iptu Heru Gunawan dalam keterangannya pada Senin, 10 Juni 2024.


Modus Operandi dan Pengakuan Pelaku


Kasus pencurian yang melibatkan Marlin terjadi pada Rabu, 31 Januari 2024, di sebuah warung di Jalan Hamka, Kelurahan Air Tawar Barat, Kecamatan Padang Utara. Kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 06.00 WIB. Menurut pengakuan Marlin kepada pihak kepolisian, motor curian tersebut dijual di daerah Pekanbaru dengan harga Rp2,8 juta.


"Setelah lima bulan buron, akhirnya pelaku berhasil kita tangkap. Marlin mengakui bahwa motor hasil curian dijual di Pekanbaru seharga Rp2,8 juta. Uang dari penjualan motor tersebut digunakan untuk keperluan pribadinya," jelas Heru.


Tindak Lanjut dan Proses Hukum


Saat ini, Marlin telah ditahan di Polsek Padang Utara dan akan menjalani proses hukum lebih lanjut. Penyelidikan terus dilakukan untuk mengetahui apakah ada keterlibatan pihak lain dalam kasus ini dan untuk mendalami kemungkinan adanya jaringan pencurian motor.


"Kami sedang mendalami apakah ada jaringan yang lebih besar di balik kasus ini atau jika Marlin beraksi sendiri. Proses hukum akan dilakukan sesuai dengan prosedur yang berlaku," tambah Heru.


Imbauan Kepada Masyarakat


Iptu Heru juga mengimbau kepada masyarakat untuk selalu waspada dan berhati-hati terhadap tindak kejahatan di lingkungan sekitar. Ia juga meminta masyarakat untuk segera melaporkan ke pihak berwajib jika mengetahui adanya tindakan mencurigakan atau tindak kejahatan di wilayah mereka.


"Kerjasama antara masyarakat dan polisi sangat penting dalam mencegah dan menindak kejahatan. Kami menghargai setiap informasi yang diberikan dan berkomitmen untuk menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah kami," tutup Heru.


Kasus ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa kejahatan dapat terjadi kapan saja dan di mana saja. Keberhasilan penangkapan Marlin merupakan bukti kerja keras dan kesigapan pihak kepolisian serta peran aktif masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan. Semoga dengan tertangkapnya pelaku, masyarakat Padang Utara bisa merasa lebih aman dan terlindungi dari tindak kejahatan serupa.(Inf)



Tragis, Korban Kasus Polwan Bakar Suami Yang Juga Polisi di Mojokerto Meninggal Dunia
Minggu, Juni 09, 2024

On Minggu, Juni 09, 2024

 



INFONUSANTARA.NET -- Kasus Polwan Briptu Fadhilatun Nikmah (FN) bakar suami yang juga anggota kepolisian Brigadir Polisi Satu (Briptu) Rian Dwi Wicaksono, akhirnya meninggal setelah sempat mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Wahidin Sudirohusodo, Mojokerto.


Rian merupakan anggota Polres Jombang sedangkan Fadhilatun bertugas di Polres Mojokerto Kota.


Kapolres Mojokerto Kota, AKBP Daniel Somanonasa Marunduri, membenarkan bahwa Rian meninggal pada Minggu siang, 9 Juni 2024, sekitar pukul 12.55 WIB. 


Informasi meninggalnya Rian itu mendadak karena sebelumnya Daniel menyatakan Rian masih dalam kondisi sadar dan mendapatkan perawatan insentif.  


Sebelumnya Rian mendapatkan perawatan di RSUD dr Wahidin Sudirohusodo selama sekitar 24 jam. Peristiwa pembakaran itu terjadi di kediaman pasangan tersebut di Asrama Polisi Jalan Pahlawan, Kelurahan Miji, Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto, Sabtu siang, 8 Juni 2024. 


Akibat peristiwa pembakaran itu, Rian disebut mengalami luka bakar hingga 90 persen dan mendapatkan perawatan intensif di ruang Intensive Care Unit (ICU).


Saat ini kata Daniel, jenazah Rian telah dibawa ke rumah duka di Dusun Sambong, Desa Sumberjo, Kecamatan Plandaan, Kabupaten Jombang, untuk dimakamkan. Akan dimakamkan secara kedinasan di Jombang, sesuai asalnya.


Diketahui insiden tersebut, Fadhilatun tega membakar suaminya setelah cekcok diduga masalah uang.  Hal itu terjadi setelah Fadhilatun mengecek saldo rekening Rian di ATM pada Sabtu siang kemarin. 


Gaji yang semula Rp2,8 juta berkurang menjadi Rp 800 ribu. Fadhulatun emosi karena gaji ke-13 Rian yang baru masuk di rekening berkurang. 


Fadhilatun sempat menghubungi Rian dan menanyakan penggunaan uang tersebut. Tak puas dengan jawaban melalui sambungan telepon, Fadhilatun menyuruhnya pulang ke rumah.


Tak hanya itu, Fadhilatun disebut sempat merencanakan penganiayaan terhadap Rian dengan membeli bensin eceran. Melalui pesan singkat di aplikasi WhatsApp, Fadhilatun sempat mengancam akan membakar ketiga anak mereka jika Rian tak pulang.


Setelah itu, Fadhilatun sempat menyuruh asisten rumah tangganya untuk mengajak ketiga anaknya bermain di luar. Setelah Rian pulang dan berganti baju, keduanya terlibat perang mulut. 


Fahdilatun sempat memborgol tangan kiri Rian dan mengaitkannya dengan tangga di garasi rumah itu. Dia pun langsung menyiram tubuh Rian dengan bensin lantas menyulut tisu yang berada di tangan kanannya dengan korek api.


Api seketika menyulut tubuh Rian yang kemudian berteriak minta tolong. Rian sempat ditolong oleh anggota polisi lainnya yang juga tinggal di asrama polisi itu, Bripka Alvian Agya Permana. 


Alvian memadamkan api di tubuh Rian serta langsung memanggil ambulans untuk membawa rekannya itu ke RSUD dr Wahidin Sudirohusodo. 


Setelah kejadian, Fadhilatun diperiksa penyidik Polres Mojokerto Kota yang dibantu penyidik dari Polda Jawa Timur.  


Polda yang menangani, tadi sudah kami limpahkan. Dan kemarin sudah olah TKP dan pemeriksaan awal dibackup Polda. Berkas perkara dan tersangka kasus Polwan bakar suami ini pun dilimpahkan ke Polda Jatim.  






Dua Remaja di Piladang di Cokok Polisi Saat Menunggu Pembeli
Jumat, Juni 07, 2024

On Jumat, Juni 07, 2024



INFO|Payakumbuh - Tim Phantom Sat Narkoba Polres Payakumbuh meringkus dua orang remaja yang terbukti secara sah telah melakuakan tindak pidana peredaran dan penyalah gunaan narkotika jenis sabu-sabu kemarin, Kamis (6/6/2024) sekira pukul 21.30 Wib.


Kasat Narkoba Polres Payakumbuh Iptu Aiga Putra, S.H menyampaikqn, bahwa kedua tersangka berinisial AZ (21) dan RV (18) di tangkap saat menunggu calon pembeli narkotika di pinggiran jalan umum Kenagarian Batu Hampar Kecamatan Akabiluru Kabupaten Lima Puluh Kota.


"Saat di sergap dan di geledah, kita menemukan barang bukti berupa satu paket narkotika jenis sabu-sabu dalam dompet tersangka AZ dan satu paket lagi di temukan ditanah karena AZ berusaha menghilangkan barang bukti, " ungkap Iptu Aiga.


Iptu Aiga menambahkan, penangkapan dua tersangka asal Piladang tersebut berawal dari informasi yang di terima dari masyarakat, berbekal informasi tersebut, pihaknya langsung melakukan penyelidikan untuk mencari tersangka dan menemukanya di sekitaran jalan umum Kenagarian Batu Hampar.


Tak cukup sampai disitu Polisi kemudian melakuakan penggeledahan di rumah AZ yang berlokasi di Jorong Piladang Kenagarian Batu Hampar, disana Polisi juga menemukan barang bukti berupa dua paket narkotika jenis sabu-sabu yang di bungkus dengan plastik bening.


Tersangka Az mengakui semua barang bukti sabu-sabu tersebut didapatnya dari seseorang bernama Belmond (DPO) yang saat ini masih menjalani hukuman tindak pidana narkotika di salah satu Lapas Khusus Narkoba yang ada di sumatera barat.


Selain narkotika jenis sabu, dua unit handphone milik tersangka dan uang sebesar Rp 100.000,- hasil dari penjualan narkotika sebelumnya juga di turut diamankan polisi sebagai barang bukti. (Ady).



Editor : Tim Redaksi

Kejari Mentawai Tetapkan Dua Tersangka Kasus Dugaan Tipikor Dana Desa Katurei
Jumat, Juni 07, 2024

On Jumat, Juni 07, 2024



INFO|MENTAWAI - Dua perangkat desa ditetapkan sebagai tersangka oleh pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Kepulauan Mentawai dalam dugaan Tindak Pidana korupsi (Tipikor).

 

Keduanya, diduga melakukan penyelewengan dan penyalahgunaan keuangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) Desa Katurei, Kecamatan Siberut Barat Daya, Kepulauan Mentawai tahun anggaran 2017,2018 dan 2019.

 

Penetapan kedua tersangka itu di gelar  di Kantor Perwakilan Kejaksaan Negeri Kepulauan Mentawai berlokasi dikantor Kejaksaan Tinggi Sumatera Barat, Kamis (6/6/2024).

 

Informasi yang di rangkum awak media melalui akun resmi IG Kejari Mentawai menyebut, tersangka berinisial FS selaku Kepala Desa Katurei bersama tersangka (PS) di duga telah melakukan penyelewengan dana Desa.

 

Dugaan peyelewengan dana Desa itu rugikan keuangan negara sejumlah Rp.661.916.437.00 (enam ratus enam puluh satu juta sembilan ratus enam belas ribu empat ratus tiga puluh tujuh rupiah). 

 

Setelah ditetapkan sebagai tersangka, kedua tersangka ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Anak Air Padang, Sumatera Barat, (Ers).



Editor : Tim Redaksi

Kasus Dugaan Korupsi Dana Covid-19 di BPBD Sumbar, Kejati Sumbar: Tahap Penyidikan, Segera Menetapkan Tersangka
Kamis, Mei 30, 2024

On Kamis, Mei 30, 2024

 

Asisten Pidana Khusus Kejati Sumbar Hadiman. 


INFONUSANTARA.NET -- Kasus dugaan korupsi dana Covid-19 pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Barat, prosesnya sudah dinaikkan ke tahap penyidikan.


Saat ini Kejaksaan Tinggi Sumatera Barat tengah menyidik kasus dugaan korupsi di BPBD Sumbar terkait pengadaan face shield ketika pandemi COVID-19 melanda beberapa waktu lalu.


Asisten Pidana Khusus Kejati Sumbar Hadiman mengatakan, prosesnya sudah dinaikkan ke tahap penyidikan pada April lalu. Ada sebanyak sembilan belas orang saksi yang sudah diperiksa.


"Belasan saksi yang sudah diperiksa tim penyidik berasal dari berbagai latar belakang mulai dari BPBD Sumbar, Inspektorat, pihak rekanan pengadaan, dan satu ahli," katanya. Kamis (30/5/2024) 


Untuk pemeriksaan saksi dilakukan secara maraton, jelas Hardiman. Dan pihaknya juga telah memintakan penghitungan kerugian keuangan negara. Saat ini Tim Auditor Internal Kejati Sumbar sedang menghitung kerugian negara dalam perkara ini.


"Kami akan segera menetapkan tersangka, jika memang sudah cukup bukti dan hasil audit keluar maka segera ditetapkan tersangka dan ditahan," tegasnya.


Lebih lanjut dijelaskan pada saat itu terdapat anggaran yang dikucurkan mencapai ratusan miliar oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dalam penanganan Covid-19. Ada ratusan kontrak,dan ratusan produk. 


Kami menemukan adanya dugaan penggelembungan harga (markup). Dari kontrak yang sebanyak itu kami selidiki pada dua kontrak. Pagu anggaran untuk dua kontrak pengadaan tersebut diketahui mencapai Rp3,9 miliar pada tahun anggaran 2020.


Hardiman menegaskan Kejati Sumbar tidak akan pandang bulu dalam menjerat orang-orang yang bersalah dan perlu dimintai pertanggungjawaban secara hukum.



Sopir Pembawa Kayu Pinus Diamankan Polisi
Kamis, Mei 23, 2024

On Kamis, Mei 23, 2024




INFO|Payakumbuh - Tim Satreskrim Polres Payakumbuh mengamankan 1 unit truk bermuatan kayu yang diduga merupakan kayu Pinus. Truk bermuatan kayu yang belum diketahui asal usul kayunya itu sebelumnya sempat kabur saat hendak dicegat petugas. Namun akhirnya sopir dan truk berwarna hitam itu berhasil diamankan petugas. 


Bahkan video truk yang diamankan petugas kepolisian berpakaian preman di jalan Raya itu viral di berbagai Media Sosial (MEDSOS). 


Kapolres Payakumbuh, AKBP. Wahyuni Sri Lestari melalui Kasat Reskrim, AKP. Doni Prama Dona saat dihubungi Kamis malam 23 Mei 2024 membenarkan anggotanya mengamankan truk bermuatan kayu diduga pinus. 


" Iya, anggota kita mengamankan 1 truk bermuatan kayu yang diduga pinus. Sebelumnya truk tersebut sempat kabur saat diminta berhenti, beruntung akhirnya bisa dihentikan oleh anggota," sebut AKP. Doni.


Mantan Kapolsek Payakumbuh itu juga menambahkan, pihaknya juga mengamankan sopir truk pengangkut kayu. Namun ia belum bisa memastikan jumlah kayu serta asal-usul kayu itu. 


" Truk bermuatan kayu diduga pinus dan sopir sudah kita amankan, namun asal usul kayu masih dalam penyelidikan." Ucap Doni. 


Dari video yang beredar yang diupload di akun Instagram Huzaima_doank Kamis sore 23 Mei 2024, truk bermuatan kayu diduga diamankan Polisi di Jalan Raya Payakumbuh-Lintau. (Ady).



Editor : Tim Redaksi



Pengedar Sabu di Payakumbuh di Tangkap Polisi Dirumahnya
Selasa, Mei 14, 2024

On Selasa, Mei 14, 2024




INFO|Payakumbuh - Tim Phantom Sat Narkoba Polres Payakumbuh kembali mengamankan seorang tersangka yang disangkakan melakukan tindak pidana penyalahgunaan dan peredaran narkotika jenis sabu-sabu.


Wan (48) yang menjadi tersangka dalam perkara tindak pidana narkotika kali ini di tangkap pihak kepolisian saat berada dirumah nya yang beralamat di Lingkungan Taruko Kelurahan Ikua Koto Dibalai, Senin (13/05) sore.


" Betul, saat dilakukan penyergapan dan penggeledahan tersangka terbukti memiliki narkotika jenis sabu-sabu, " ujar Kasat Narkoba Iptu Aiga Putra mewakili Kapolres AKBP Wahyuni Sri Lestari.


Di jelaskan Iptu Aiga, penangkapan tersangka berawal dari informasi yang masuk kepada pihaknya yang mengatakan bahwa adanya tindak pidana narkotika di sekitar lokasi penangkapan. Menerima informasi tersebut polisi langsung melakukan serangkaian tindakan penyelidikan hingga tahap penangkapan terhadap tersangka.


Tersangka Wan tak berkutik saat polisi menyergap dirinya dalam keadaan menggendong anak dirumahnya. Saat di geledah polisi langsung menemukan barang bukti berupa satu paket narkotika jenis sabu yang disimpan dalam saku celana depan sebelah kanan.


Kepada polisi, tersangka mengaku mendapatkan barang haram tersebut dari rekanya yang bernama Don (DPO) yang berdomisili di Pekanbaru dengan cara diantarkan langsung ke rumah tersangka senilai Rp 2.000.000,-.


"Kita masih mendalami perihal keterkaitan Don dalam perkara yang menyangkut tersangka, " beber Aiga lagi.


Selain narkotika jenis sabu, polisi juga menemukan satu unit timbangan merk Scale yang digunakan tersangka untuk menimbang sabu-sabu serta satu unit handphone merk Samsung milik tersangka. (Ady).



Editor : Tim Redaksi

Kedapatan Transaksi Narkoba, Warga Halaban Ditangkap Polisi
Sabtu, Mei 11, 2024

On Sabtu, Mei 11, 2024




INFO|Payakumbuh - Komitmen memberantas peredaran dan penyalahgunaan narkotika terus di gaungkan oleh Sat Narkoba Polres Payakumbuh, setelah ungkap kasus dengan sejumlah tersangka dan barang bukti beberapa hari yang lalu.


Kali ini Tim Phantom Sat Narkoba Polres Payakumbuh kembali meringkus seorang tersangka yang terbukti telah melakukan tindak pidana narkotika.


Hal itu dibenarkan Kasat Narkoba Polres Payakumbuh Iptu Aiga Putra, S.H saat di konfirmasi di ruangan kerjanya, Sabtu (11/5/2024)


" Betul, saat ini telah kita amankan dan lakukan pemeriksaan serta pengembangan terhadap tersangka, " ujar Kasat Narkoba mewakili Kapolres AKBP Wahyuni Sri Lestari.


Pelakunya Icap (38) warga Simpang Tembok Kenagarian Halaban di tangkap pihak kepolisian setelah di lakuan penyergapan dan penggeledahan di temukan barang bukti yang diduga kuat sebagai narkotika jenis sabu yang disimpang di dalam saku jaket sebelah kanan, Jum'at (10/05) malam.


Kasat Narkoba menegaskan tersangka saat itu baru saja melakukan transaksi narkotika jenis sabu dengan seorang pengedar bernama Dodi (DPO) di daerah Tiakar Payakumbuh.


"Hasil penyelidikan sementara seperti uang senilai Rp 300.000.- menjadi harga satu paket narkotika untuk di nikmati tersangka yang saat ini telah menjadi barang bukti penangkapan, " terang Iptu Aiga.


Selain tersangka dan satu paket narkotika jenis sabu, satu unit sepeda motor merk Yamaha Mio dan satu unit handphone turut di amankan polisi sebagai barang bukti. (Ady).



Editor : Tim Redaksi

Polres Dharmasraya Tetapkan 8 orang Sebagai Tersangka Pengrusakan Kantor dan Perumahan PT.TKA
Selasa, Mei 07, 2024

On Selasa, Mei 07, 2024

 




INFONUSANTARA.NET,Dharmasraya --Polres Dharmasraya menetapkan status tersangka terhadap 8 orang terkait pengrusakan perumahan PT. TKA. 


Penyidik Satuan Reserse Kriminal Polres Dharmasraya mengambil langkah ini setelah pemeriksaan terhadap 19 saksi terkait kasus yang terjadi pada Senin, 29 April 2024, sekitar pukul 10.00 WIB lalu.


Kapolres Dharmasraya, AKBP Bagus Ikhwan, SIK,MH yang diwakili oleh Plt Kasat Reskrim Ipda Riandra, SH, menyatakan bahwa ke-8 orang tersangka tersebut dijerat dengan Pasal 170 Jo 406 Jo pasal 55 Jo pasal 56 Jo pasal 64 KUHPidana.


Dengan ancaman pidana penjara maksimal lima tahun enam bulan. Saat ini, ke-8 orang tersangka telah ditahan sebagai tindak lanjut dari penyelidikan dan penyidikan.


Ipda Riandra menjelaskan bahwa kasus ini dilaporkan oleh pihak PT. TKA sebelumnya, sesuai  Laporan Polisi Nomor : LP/ B / 82 /IV/2024/ SPK-T Polres Dharmasraya/Polda Sumbar tanggal 29 April 2024. Penyelidikan masih berlanjut untuk mengungkap lebih lanjut motif dan kejadian yang melatarbelakangi pengrusakan tersebut.


Kapolres Dharmasraya menyatakan bahwa kepolisian hadir untuk memberikan perlindungan, pengayoman dan pelayanan kepada setiap warga negara, khususnya masyarakat Kabupaten Dharmasraya.Penegakkan hukum harus berjalan dengan tidak membeda -bedakan.


Kapolres juga berharap agar setiap pihak dapat menghormati proses hukum yang sedang berjalan di Polres Dharmasraya dan kedepan agar tidak ada lagi permasalahan serupa di Kabupaten Dharmasraya.(Eko)

Kurir Sabu di Payakumbuh Ditangkap, Polisi Amankan Enam Paket Barang Bukti
Selasa, Mei 07, 2024

On Selasa, Mei 07, 2024




INFO|Payakumbuh - Shony (44), warga Kelurahan Koto Dibaruah Kecamatan Payakumbuh Utara di tangkap pihak kepolisian dari Sat Narkoba Polres Payakumbuh saat akan mengantarkan narkotika jenis sabu-sabu kepada calon pembeli, Sabtu (4/5/2024).


Dalam penangkapan dan penggeledahan yang berlokasi di jalan umum tapian batang agam Koto Kaciak Kubu Tapak Rajo tersebut, polisi berhasil menemukan dan mengamankan setidakya enam paket narkotika jenis sabu siap edar.


" Betul, berdasarkan serangkaian tindakan kepolisian tersebut, tersangka secara sah telah melakukan tindak pidana penyalahgunaan dan peredaran narkotika jenis sabu, " ungkap Kasat Narkoba Iptu Aiga Putra mewakili Kapolres AKBP Wahyuni Sri Lestari, Selasa (7/5/2024).


Informasi yang didapat dari pihak kepolisian, tersangka Shony merupakan seorang kurir yang bertugas untuk mengantarkan narkotika kepada calon pembeli. 


"Hasil investigasi awal kita, tersangka mendapatkan narkotika ini dari Codry (DPO) seharga Rp 600.000,- untuk seterusnya akan diantarkan untuk calon pembeli yang dikenalnya dengan panggilan "Zul", namun dalam situasi ini tim kita berhasil menggagalkan upaya tersebut, " beber Kasat Narkoba lagi.


Rangkaian pengembangan kasus dilanjutkan pihak kepolsian ke rumah tersangka, di tempat tersebut Polisi tidak menemukan narkotika dan langsung mengamankan tersangka ke Mapolres Payakumbuh untuk di lakukan penyidikan lebih lanjut.


Selain enam paket narkotika jenis sabu, Polisi juga mengamankan satu uni sepeda motor milik tersangka, satu unit handphone dan satu unit timbangan digital merk Scale. (Ady).



Editor : Tim Redaksi


Bupati Khairunnas Dan Sejumlah Pejabat Solsel Dipanggil Kejati Sumbar Terkait Dugaan Tipikor Kehutanan di Solok Selatan
Senin, Mei 06, 2024

On Senin, Mei 06, 2024

 

Aspidsus Kejati Sumbar Hadiman,SH,MH.(foto/dok)



INFONUSANTARA.NET -- Bupati Solok Selatan, Khairunnas dipanggil Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumbar melalui Asisten Pidana Khusus (Aspidsus), Rabu (8/5/2024).


Pemanggilan Bupati Khairunnas beserta sejumlah pejabat terkait di Solok Selatan untuk dimintai keterangan atas dugaan korupsi penggarapan lahan negara seluas 650 hektare tanpa memiliki izin Hak Guna Usaha (HGU) dari Kementerian Kehutanan RI.


Informasi yang diperoleh media ini, pemanggilan tidak saja terhadap Bupati Khairunnas, tapi juga sejumlah pejabat Solok Selatan, termasuk Sekdakab Solok Selatan, Syamsurizaldi dan adik ipar Khairunnas yang Pengurus Koperasi. Semuanya akan dimintai keterangan secara Marathon sejak Senin (6/5/2024) ini.


Dari data yang diperoleh media ini, sejumlah pihak yang dipanggil untuk dimintai keterangan adalah Kepala Kesatuan Pengelolaan Hutan Lindung Solok Selatan, Kabid PUPR Solok Selatan, Kabid Kehutanan Dinas Pertanian Solok Selatan.


Selanjutnya Kadis Pertanian Solok Selatan, Sekda Solok Selatan, Kadis PUTRP Solok Selatan.


Sedangkan Walinagari Sungai Kunyit Kecamatan Sangir Balai Janggo, Bupati Solok Selatan dan Kadis PMPTSP Solok Selatan, dipanggil pada Rabu tanggal 8 Mei 2024.


“Benar. Surat panggilan sudah kita kirimkan. Kita jadwalkan Rabu (8/5/2024) pemeriksaan Bupati, Walinagari dan satu perangkat daerah,” kata Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Sumbar Hadiman, SH, MH, yang dihubungi media ini, Senin (6/5/2024) via ponselnya.


Dijelaskan Hadiman, kasus itu berawal dari adanya laporan masyarakat pada Maret 2024 lalu. Kemudian pada 18 April 2024, Kajati Sumbar menerbitkan Surat Perintah Penyelidikan atas dugaan itu.


Dalam laporan masyarakat  itu disebutkan ada sekitar 650 hektare lahan hutan negara di Solok Selatan yang ditanami kelapa sawit sehingga berpotensi menimbulkan kerugian negara.


“Hingga saat ini sudah kita periksa 13 orang saksi mulai dari kelompok tani, Organisasi Perangkat Daerah hingga Sekda Solok Selatan,” kata Hadiman.


“Kita akan terus mengembangkan kasus. Kalau sudah ada dua alat bukti, tentunya kasus ini kita tingkatkan ke tahap penyidikan,” pungkas Hadiman.(*/ang)


Buron Sejak 2023, Pelaku Curanmor di Payakumbuh Ditangkap di Agam
Jumat, Mei 03, 2024

On Jumat, Mei 03, 2024




INFO|Payakumbuh - Tim Buser Sat Reskrim Polres Payakumbuh berhasil meringkus tersangka pelaku pencurian kendaraan bermotor di Payakumbuh, sekira pukul 00.15, Jum'at (3/5/2024).


Tersangka yang diketahui berinisial MA (22) telah buron semenjak bulan Agustus 2023 hingga diringkus tim buser saat berada di rumah orang tuanya yang beralamat di Jorong Panca Kenagarian Batu Taba Ampek Angkek, Agam.


Melansir keterangan dari Kasat Reskrim Polres Payakumbuh AKP Doni Pramadona pagi ini, Jum'at (03/05) diruangan kerjanya, tersangka yang berhasil di tangkap merupakan pemain lama dan diduga telah melakukan aksinya di Kota Payakumbuh setidaknya sebanyak dua kali.


"Dugaan awal seperti itu, karena berdasakan keterangan yang kita gali dirinya mengaku telah beraksi sebanyak dua kali di Kota Payakumbuh, namun anggota terus melakukan pendalaman terkait jumlah TKP, " ungkap AKP Doni mewakili Kapolres AKBP Wahyuni Sri Lestari.


Seakan telah menjadi profesi, sebut Kasat Reskrim menjelaskan, bahwa tersangka MA yang merupakan warga Agam ini datang ke Kota Payakumbuh memang hanya untuk mencari dan mencuri sepeda motor yang kemudian dijual dan dinikmati hasilnya.


" Modus yang dilakukan tersangka adalah mencari sepeda motor dalam kondisi kunci masih tertinggal atau tergantung di sepeda motor, " ujar Kasat Reskrim lagi.


Terkait peristiwa curanmor seperti ini Kasat Reskrim turut menghimbau kepada masyarakat untuk tidak lengah dan menanggap sepele hal-hal yang bisa mengundang terjadinya tindak pidana apapun bentuknya.


Tersangka MA saat ini sudah di tahan di Mapolres Payakumbuh untuk dilakukan penyidikan lebih lanjut. (Ady).



Editor : Tim Redaksi

Gubernur Sumbar Keluarkan Surat PAW Dirinya,Helmi Moesim Pertanyakan Proses Hukum Sedang Berjalan, Saya Akan Lakukan Gugatan
Minggu, April 28, 2024

On Minggu, April 28, 2024

Helmi Moesim menjelaskan terkait dikeluarkan surat PAW dirinya oleh Gubernur Sumbar dalam jumpa pers.Minggu (28/4/2024)



INFONUSANTARA.NET -- Anggota DPRD Kota Padang 2019 - 2024 dari Partai Berkarya Helmi Moesim mempertanyakan surat Pergantian Antar Waktu (PAW) yang di putuskan Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) tentang peresmian PAW DPRD Kota Padang yang di tandatangani oleh Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah yang di tandatangani pada 23 April 2024.


Saya sangat menyayangkan Gubernur Sumbar mengeluarkan surat PAW saya. Biasanya, surat PAW keluar setelah adanya putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap.


"Dalam hal ini putusan pengadilan saya belum keluar, saya masih bersengketa dan mencari keadilan dari tingkat mahkamah partai , pengadilan negeri hingga ke Mahkamah Agung. Jadi dalam aturannya, PAW saya belum bisa di keluarkan, karena masih berproses," jelasnya saat jumpa pers dengan sejumlah awak media di The ZHM Premiere, Padang. Minggu (28/4)


Helmi Moesim menambahkan, dirinya tidak mempermasalahkan jika di PAW oleh partai. "Tetapi harus sesuai aturan hukum yang berlaku. Kalo keluar keputusan dari pengadilan yang menyatakan saya menang bagaimana? Tentu Gubernur Sumbar harus mengubah surat PAW saya yang di tanda tangani pada 23 April 2024," jelasnya.


Helmi Moesim menjelaskan juga, langkah yang akan dilakukannya adalah melakukan gugatan ke PTUN, melapor ke Ombudsman, KSN, Kemendagri, DPR RI Komisi II


"Jelas sangat buruk tata kelola pemerintahan di Pemprov Sumbar. Saya akan mengadu dan melaporkan permasalahan yang saya alami ke PTUN, melapor ke Ombudsman, KSN, Kemendagri, DPR RI Komisi II," tegasnya.


Di sisi lain, Helmi Moesim menjelaskan Walikota Padang Hendri Septa belum bisa melanjutkan usulan PAW dirinya ke provinsi hingga keluarnya putusan kasasi yang telah di ajukan.


"Walikota Padang saja, belum bisa melanjutkan usulan PAW diri saya. Hal ini setelah ada keputusan dari Walikota Padang pada 19 Februari 2024. Kenapa Pemprov beraninya mengeluarkan surat PAW saya," tanyanya.



Sebelumnya Helmi Moesim merupakan anggota DPRD Kota Padang 2019 - 2024 dari Partai Berkarya. Pada Pileg 2024 - 2029 Helmi Moesim terpilih menjadi anggota DPRD Padang dari Partai Golkar.


"Di pemilu 2024 - 2029, Partai Berkarya tidak ikut pemilu karena dualisme kepemimpinan. Oleh karena itu saya mendaftarkan diri kembali ke Partai Golkar. Pendaftaran ini, setelah Partai Berkarya membuka ruang untuk anggota Partainya yang ingin mencalon kan diri lagi dengan mendaftar di partai lain," ujarnya.


Sebelumnya, Helmi Moesim melakukan gugatan kepada Partai Berkarya di Pengadilan Negeri (PN) Padang. 

Hal itu karena Pergantian Antar Waktu (PAW) yang dialami oleh Helmi Moesim.


Helmi mengaku telah menyetor uang ke DPP Partai Berkarya dengan komitmen agar tidak diproses PAW.


"Saya sudah melakukan pembayaran untuk membuat komitmen agar tidak di PAW. Nyatanya, saya di PAW, dan ini sedang menunggu putusan pengadilan negeri padang," pungkasnya.(Inf)

Bandar Narkoba Antar Kota Dibekuk Polisi di Kota Payakumbuh
Jumat, April 26, 2024

On Jumat, April 26, 2024




INFO|Payakumbuh - Tim Phantom Sat Narkoba Polres Payakumbuh meringkus satu orang tersangka yang diduga kuat melakukan tindak pidana memiliki, mengusai narkotika jenis sabu-sabu berlokasi di Jalan Raya Negara Bukittinggi Payakumbuh tepatnya di depan Rumah Makan Ani Kenagarian Batu Hampar, Kamis (25/4).


Melansir keterangan Kasat Narkoba Polres Payakumbuh Iptu Aiga Putra Jum'at (26/4/2024) diruangan kerjanya, tersangka dengan nama samaran "Dompet" tersebut terbukti secara sah membawa narkotika jenis sabu-sabu saat di lakukan penggeledahan.


"Sesuai informasi dan ciri-ciri pelaku yang kita terima, tersangka benar menyimpan dan memiliki narkotika jenis sabu saat di lakukan penggeledahan" sebut, Iptu Aiga mewakili Kapolres Payakumbuh AKBP Wahyuni Sri Lestari.


Ditambahkan Iptu Aiga, tersangka diketahui sebelumnya menjemput narkotika jenis sabu-sabu tersebut di Kota Padang. Narkotika jenis sabu-sabu yang diperkirakan bernilai Rp 18.000.000,- tersebut di ambil tersangka di dekat lampu merah simpang empat anak air by pass Kota Padang dengan dipandu seseorang bernama OBOY (DPO).


"Kuat dugaan tersangka ini merupakan jaringan narkotika di Kota Padang dan Payakumbuh, karena sesuai keterangan tersangka, sistem pembayaran dilakukan nanti setelah sabu tersebut terjual secara keseluruhan, " beber Iptu Aiga lagi.


Bersama tersangka, polisi turut mengamankan barang bukti berupa satu paket narkotika jenis sabu-sabu, satu unit handphone dan satu unit sepeda motor warna hitam yang digunakan tersangka untuk menjemput sabu-sabu di Kota Padang. (Ady).



Editor : Tim Redaksi