PILIHAN REDAKSI

Gunung Semeru Keluarkan Guguran Awan Panas, BNPB Imbau Warga Untuk Tidak Beraktivitas di Sepanjang Daerah Aliran Sungai

INFONUSANTARA.NET - Gunung Semeru yang berada di Kabupaten Lumajang mengalami peningkatan aktivitas vulkanik terjadinya guguran awan panas ...

Budaya

Opini

Peristiwa

Pariwara

Internasional

Persatukan Islam dan Kristen Palestina Lawan Israel, Pendeta Musallam: Kita Akan Menang
Kamis, Mei 13, 2021

On Kamis, Mei 13, 2021

Pendeta Musallam persatukan umat Islam dan Kristen di Palestina untuk melawan Israel. (Hops.id)

INFONUSANTARA.NET - Bersatunya umat Islam dan Kristen di Palestina untuk menjaga Masjid Al-Aqsa dari serangan militer zionis Israel tak lepas dari peran seorang pendeta bernama Musallam.

Lantaran aksi brutal Israel terhadap warga Palestina, Pendeta Musallam menyerukan kepada umat Kristen untuk membantu umat Islam menjaga Masjid Al-Aqsa.

Seruan pastor Katolik ini viral usai dibagikan media sosial Facebook resmi Al Araby. Pendeta Musallam yang juga menjabat sebagai kepala The World Popular Organisation for Jerusalem Justice and Peace ini mengajak umat Kristiani untuk membantu Muslim melawan agresi Israel.

Menurut pendeta Musallam, siapapun yang tidak membantu kaumnya maka tidak layak bersama di masa damai.

“Siapa pun yang tidak bersama kaumnya di masa perang, maka tidak layak bersama mereka di masa damai,” ujar Musallam dalam sebuah unggahan Facebook di laman Al Araby, seperti dikutip pada Kamis 13 Mei 2021.

Musallam dalam unggahan itu juga menyebut bahwa saat ini seluruh warga Yerusalem yakni Palestina baik muslim maupun Kristen sedang berperang untuk martabat, tanah, tempat suci, dan agama mereka. Ia pun menilai tindakan Israel tidak bermoral.

“Kita akan memenangkan pertempuran melawan pendudukan (Israel) karena kita memiliki moral, sementara musuh dan pemukimnya tidak bermoral,” tegasnya.

Sang pendeta juga mengungkapkan bahwa sepanjang sejarah, penjajah yang datang ke Yerusalem pasti dikalahkan oleh keberanian rakyatnya.

Mengutip Hops.id, Pendeta Musallam yang juga adalah anggota dari Komite Penjaga Tempat Suci Islam dan Kristen dikenal sangat vokal mengecam otoritas Israel yang mengusir warga Palestina dari rumah mereka di kawasan Sheikh Jarrah, Yerusalem Timur.

Ia pun mengatakan, pihaknya tidak akan pernah membiarkan orang-orang Muslim diusir Israel dari tanah Palestina.

“Kami tidak akan biarkan rumah orang-orang Muslim direbut di Sheikh Jarrah, Silwan, dan Wadi Al-Joz dan orang-orang Palestina diusir,” ungkap Musallam.

Oleh karena itu, Pendeta Musallam menyerukan kepada para pemuka agama Kristen untuk membantu umat Islam melawan agresi militer Israel di wilayah Palestina.

“Berdirilah wahai para tokoh Kristen bersama kaum kalian, mereka yang ditindas, mereka yang takut dan miskin demi gereja kaum yang tertindas, takut, dan miskin,” ujarnya.


WN India Ramai-Ramai Kabur ke Indonesia, Diminta Ditjen Imigrasi dan Kemlu Bergerak Cepat Sebelum terjadi Eksodus Besar-besaran
Kamis, April 22, 2021

On Kamis, April 22, 2021

Corona di India makin mengganas. (Bbc.com)

INFONUSANTARA.NET – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengungkap adanya eksodus warga negara India yang ramai-ramai kabur ke Indonesia lantaran virus Corona di negara mereka makin mengganas.

Adanya eksodus warga India ke Indonesia tersebut disampaikan Kasubdit Karantina Kesehatan Ditjen P2P Kemenkes, dr Bengat.

“Pertama, terkait ada kedatangan WNI dan WNA, kemarin sudah banyak warga India masuk ke Indonesia, banyak sekali,” kata dr Bengat, Rabu 22 April 2021 seperti dikutip Detik.com.

Pihaknya, kata Bengat, saat ini tengah melakukan pemantauan yang ketat terhadap eksodus warga India tersebut.

“Kami hari ini telah lakukan pemantauan perketat, karena informasi ada eksodus,” ungkap dr Bengat.

Menurutnya, warga negara India datang ke Indonesia melalui jalur udara dengan mendarat di Bandara Soekarno-Hatta. Saat ini mereka sedang dikarantina di satu hotel agar mudah diawasi.

Bengat mengatakan, eksodus WN India terjadi setelah negaranya dihantam pandemi COVID-19. Mereka kemudian ramai-ramai masuk ke Jakarta dan beberapa daerah lain.

“Sekarang India sedang tsunami COVID-19 dan mereka masuk ke Jakarta sekarang. Di Samarinda sudah ada yang positif, jadi kami tadi sudah bahas dengan pimpinan untuk diperketat, kita mau tahu apakah ada varian baru,” tuturnya.

Selain itu, Bengat juga menyampaikan bahwa WN India tersebut masuk ke Indonesia memakai visa dan memiliki kartu izin tinggal terbatas (Kitas).

“Mereka banyak masuk mempunyai kitas dan pakai visa. Ini mungkin yang menjadi tugas juga dari Imigrasi,” ungkapnya.

Terkait kedatangan warga India tersebut, Kepala BNPB sekaligus Ketua Satgas COVID-19 Doni Monardo meminta Ditjen Imigrasi dan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) bertindak cepat sebelum terjadi eksodus besar-besaran.

“Saya baru tahu nih ada WNA bisa masuk ke Indonesia. Ini informasi penting, tolong didalami, karena kita ini masih melakukan pelarangan WNA masuk, kecuali kalau dia punya kitas, di luar itu tidak boleh. Dirjen Imigrasi dan Kemlu, tolong jangan sampai kita membiarkan kedatangan WNA. Satu sisi mudik tidak boleh, tapi ada WNA yang difasilitasi,” ujarnya.

Source: Terkini.id

Kapal Survei China Menyusup di Selat Sunda, PKS Desak Menkopolhukam dan Menhan Bertindak Tegas
Sabtu, Januari 16, 2021

On Sabtu, Januari 16, 2021

Kapal Coast Guard China-5202 membayangi KRI Usman Harun-359 saat melaksanakan patroli mendekati kapal nelayan pukat China yang melakukan penangkapan ikan di ZEE Indonesia Utara Pulau Natuna, Sabtu (11/1/2020). (ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat)

INFONUSANTARA.NET -- Pusat Komando dan Pengendalian (Puskodal) Bakamla, Rabu (13/1) malam mendeteksi objek mencurigakan di perairan Selat Sunda. Objek tersebut kemudian diidentifikasi sebagai research vessel Xiang Yang Hong 03 bendera China.

Kapal tersebut mematikan Automatic Identification System (AIS) sebanyak tiga kali saat melintasi Laut Natuna Utara, Laut Natuna Selatan, dan Selat Karimata.

Tindakan Bakamla hendak mencegat saat itu. Namun, pemeriksaan terhadap kapal asing itu gagal dilakukan akibat cuaca buruk.

Menyikapi kejadian itu Wakil Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sukamta mengkritisi pengamanan laut Indonesia. 

Upaya pencegatan kapal survei milik China di perairan Selat Sunda, Sukamta mengatakan kejadian seperti ini terus berulang termasuk beberapa kali ditemukan penyusupan seaglider asing oleh nelayan. Menurutnya, hal ini menunjukkan pemerintah tidak serius menjaga kedaulatan wilayah Indonesia.

"Untung ada banyak kapal yang sedang terlibat pencarian korban jatuhnya pesawat SJ 182, sehingga ada yang melihat pergerakan kapal survei China dan melaporkan ke Bakamla," kata Sukamata dalam keterangan tertulisnya, Jumat (15/1).

Anggota Komisi I DPR RI itu mengatakan pemerintah harus mengambil tindakan tegas terhadap pihak manapun yang mencoba menyelundup ke wilayah Indonesia. Bahkan, ia meminta pemerintah mengambil langkah menenggelamkan kapal asing, seperti yang dulu sempat digaungkan mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti.

"Jika perlu ambil langkah seperti Bu Susi Pudjiastuti terhadap kapal nelayan asing yang masuk ke wilayah Indonesia, tenggelamkan!" ujarnya.

Sukamta turut mendesak Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD dan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto mengambil tindakan tegas atas pelanggaran yang dilakukan kapal survei China yang mematikan sistem lacak otomatisnya tersebut.

"Dalih pihak kapal survei China menggunakan Hak Lintas Alur Kepulauan sesuai dengan UNCLOS jangan serta merta diterima," jelas Sukamta.

"Pihak Bakamla mestinya mencegat dan menahan pihak kapal untuk diinterogasi," imbuhnya.

Ia menambahkan, proses interogasi penting dilakukan, lantaran bisa saja kapal asing tersebut saat mematikan sistem lacak otomatisnya melakukan kegiatan mata-mata atau tindak kejahatan lainnya seperti penyelundupan narkoba ke wilayah Indonesia.

Sukamta juga berharap pemerintah segera membenahi sistem keamanan laut Indonesia. Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia seharusnya memiliki armada laut terkuat di dunia.

"Cita-citanya harus seperti itu, punya kekuatan dan teknologi yang tangguh untuk menjaga kedaulatan laut kita. Kalau masih lemah seperti saat ini akan mudah disusupi bahkan eksploitasi sumber daya laut kita oleh pihak asing. Saya berharap pembenahan soal ini jadi prioritas pemerintah," ujarnya.(CNN Indonesia/Info)


4 Orang Tewas 52 Ditangkap!Gedung Kongres Amerika Serikat Rusuh
Jumat, Januari 08, 2021

On Jumat, Januari 08, 2021

Suasana kerusuhan di Gedung Kongres Amerika. (ist)

INFONUSANTARA.NET -- Sedikitnya empat orang tewas dalam kerusuhan di Gedung Kongres Amerika Serikat (AS), Capitol, di Washington DC, AS, Rabu (6/1) waktu setempat. Sementara 52 orang lainnya ditangkap oleh aparat setempat.

Kerusuhan terjadi usai pendukung Presiden AS Donald Trump menyerbu gedung guna menghentikan pengesahan hitungan suara pemilu yang dimenangkan Joe Biden.

Dikutip dari Reuters, Kamis (7/1), Kepala Departemen Kepolisian Metropolitan Robert J. Contee menyebut, sebanyak 47 dari 52 orang yang ditahan terkait pelanggaran jam malam pukul 18.00. Sebanyak 26 orang di antaranya ditangkap di halaman Gedung Capitol.

Sedangkan sejumlah orang lainnya ditangkap karena membawa senjata api tak berizin atau yang dilarang.

Meski begitu, Contee tidak bersedia memberikan identitas seorang perempuan yang tewas ditembak petugas kepolisian.

Ia berdalih, informasi lanjutan mengenai hal itu masih ditangguhkan. Sementara tiga orang lain yang juga meninggal dunia, kata Contee, karena keadaan medis.

Sebagai tambahan, ujar Contee, dua bom pipa berhasil diamankan dari kantor komite nasional bipartisan dari Republik dan Demokrat tersebut, juga tempat pendingin di sebuah kendaraan di halaman gedung yang berisi bom molotov. 

Source: Fajar.co.id.


Isu Drone China di Selat Malaka, DPR Sebut Laut RI Berbahaya
Jumat, Januari 01, 2021

On Jumat, Januari 01, 2021

Ilustrasi drone China di Selat Malaka. (CNN Indonesia/Fajrian)

INFONUSANTARA.NET -- Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin meminta pemerintah khususnya TNI Angkatan Laut (AL) dan Badan Keamanan Laut (Bakamla) perkuat keamanan bawah laut Indonesia.

Hal itu dikatakannya setelah ditemukan drone pengintai yang diduga milik China yang berbentuk tabung dan memiliki banyak sensor serta transmiter jarak jauh di kedalaman laut Selat Malaka.

"Tentunya ini menjadi perhatian khusus dan sangat berbahaya bagi keamanan NKRI, hal seperti ini perlu ditangani dengan serius dengan memodernisasi peralatan kontra-surveillance," kata Azis mengutip Antara, Jumat (1/1).

Azis mengatakan keamanan bawah laut Indonesia menjadi tantangan serius yang wajib diatasi pemerintah sehingga modernisasi peralatan deteksi bawah laut perlu diperkuat.

"Tidak boleh ada drone ataupun kapal selam yang memasuki wilayah NKRI tanpa izin negara," ujarnya.

Dia mengatakan kedaulatan wilayah Indonesia menjadi prioritas utama untuk diamankan sehingga sangat disesalkan jika memang drone pengintai tersebut bisa lolos dan masuk perairan Indonesia tanpa terdeteksi dan itu merupakan tindakan ilegal.

Azis juga meminta Kementerian Luar Negeri tegas menyampaikan nota diplomatik dengan mengirimkan surat protes kepada China.

"Kementerian Luar Negeri juga dapat melakukan kordinasi dan komunikasi dengan Panglima TNI untuk mengambil langkah apa saja dalam menyikapi permasalahan ini," ujarnya.

Politisi Partai Golkar itu menilai Panglima TNI dapat mengerahkan seluruh kesatuannya untuk melakukan deteksi dini di wilayah NKRI pasca-lolosnya drone pengintai yang diduga milik asing. Menurut dia, jangan sampai drone itu sudah mengirimkan data dari beberapa hasil temuan di perairan Indonesia.

Sebelumnya, seorang nelayan Indonesia menemukan benda mirip rudal lengkap dengan kamera di dalamnya di Pulau Selayar, Sulawesi Selatan saat malam Natal kemarin.

Ahli pertahanan dan keamanan Australian Strategic Policy Institute, Malcolm Davis menduga benda tersebut adalah drone bawah laut yang dikirim China untuk memahami oseanografi dan sifat batimetri bawah laut wilayah tersebut.

Dilansir dari ABC News, Davis mengatakan insiden itu patut diwaspadai lantaran drone itu ditemukan pada rute maritim utama yang menghubungkan Laut China Selatan dengan Samudera Hindia dekat daratan Australia.

Davis mengatakan ini merupakan sinyal bahwa Angkatan Laut China bersiap mengerahkan kapal selam lebih dekat ke pesisir pantai utara Australia.(antara/DAL)

Source: CNN Indonesia

China Hukum Warga yang Laporkan Penyebaran Covid di Wuhan
Senin, Desember 28, 2020

On Senin, Desember 28, 2020

Ilustrasi (ist.google)

INFONUSANTARA.NET -- Jurnalis warga, Zhang Zhan, dinyatakan bersalah dan dijatuhi hukuman empat tahun penjara karena melaporkan penyebaran virus corona di Wuhan dalam video siaran langsung.

Zhang dinyatakan bersalah oleh Pengadilan Rakyat Shanghai Pudong New District, China pada Senin (28/12) pagi karena dituduh "berselisih dan memprovokasi masalah".

Dilansir South China Morning Post, hukuman yang dijatuhkan padanya kerap digunakan oleh polisi setempat untuk membungkam perbedaan pendapat.

"Zhang Zhan menghadiri persidangan dengan kursi roda dan kesehatannya buruk," kata salah seorang pengacara Zhang, Zhang Keke.

"Dia tidak segera berkomentar apakah dirinya akan mengajukan banding atau tidak," ujarnya.

Zhang, yang juga seorang mantan pengacara, sebelumnya disebut bisa menghadapi hukuman lima tahun penjara jika terbukti "memicu pertengkaran dan memprovokasi masalah" karena telah melaporkan penanganan awal pemerintah China yang kacau atas wabah Covid-19.

Sekitar selusin pendukung dan diplomat berkumpul di luar Pengadilan Rakyat Shanghai Pudong New District tempat persidangan akan dilangsungkan pada Senin pagi.

Dilansir AFP, jaksa penuntut telah merekomendasikan hukuman penjara selama empat hingga lima tahun.

Zhang mengkritik tanggapan awal pemerintah saat Covid-19 muncul pertama kali di Wuhan. Hal itu ia tuangkan dalam esai yang ditulis pada Februari, dirinya menyatakan bahwa pemerintah "tidak memberikan informasi yang cukup kepada orang-orang, kemudian hanya memberlakukan lockdown kota".

"Ini adalah pelanggaran besar hak asasi manusia," tulisnya.

Kelompok HAM pun turut memberikan perhatian atas kasus Zhang.

"(Pihak berwenang) ini menggunakan kasusnya sebagai contoh untuk menakut-nakuti para pembangkang lain agar tidak mengajukan pertanyaan tentang situasi pandemi di Wuhan awal tahun ini," kata Leo Lan, konsultan penelitian dan advokasi di LSM Pembela HAM China.

Zhang adalah orang pertama yang menghadapi persidangan dari empat orang citizen journalist lain yang ditahan oleh pihak berwenang setempat awal tahun ini karena melaporkan wabah serupas SARS itu dari Wuhan.

Ketiga orang yang bernasib sama dengan Zhang yakni Chen Qiushi, Fang Bin, dan Li Zehua. AFP sebelumnya telah berupaya menghubungi mereka namun tidak berhasil.

Otoritas komunis China memiliki sejarah untuk mengadili para pembangkang di pengadilan yang tidak jelas antara periode Natal dan Tahun Baru untuk meminimalkan pengawasan negara Barat.

Sementara persidangan Zhang dilakukan hanya beberapa pekan sebelum tim internasional ahli Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tiba di China untuk menyelidiki asal-usul Covid-19.

Source:CNN Indonesia.

Datangi Markas FPI, Staf Diplomatik Kedubes Jerman di Jakarta Diminta Segera Kembali ke Jerman
Selasa, Desember 22, 2020

On Selasa, Desember 22, 2020




Ilustrasi 

INFONUSANTARA - Kedutaan Besar Jerman di Jakarta akan memulangkan staf diplomatiknya yang mendatangi markas Front Pembela Islam (FPI) di Petamburan, Kamis (17/12).

Hal tersebut diungkapkan Kepala Perwakilan Kedutaan Jerman di Jakarta saat dimintai klarifikasi oleh Kementerian Luar Negeri RI.

"Kedubes Jerman menyampaikan bahwa staf diplomatik tersebut telah diminta kembali segera (ke Jerman) untuk mempertanggung-jawabkan tindakannya dan memberikan klarifikasi kepada pemerintahnya," tulis Kementerian Luar Negeri RI dalam situs resmi, Senin (21/12)

Selain meminta klarifikasi, Kemlu juga menyampaikan protes atas kunjungan staf Kedubes Jerman ke markas FPI.

Dalam pertemuan, Kepala Perwakilan Kedubes membenarkan keberadaan stafnya saat itu. Dia menyatakan keberadaan stafnya di markas FPI dilakukan atas inisiatif pribadi tanpa mendapatkan perintah atau sepengetahuan pimpinan Kedubes.

Atas kejadian itu, kepala perwakilan Kedubes telah menyampaikan permintaan maaf dan penyesalannya. Selain itu, dia juga menyangkal isi berbagai pernyataan yang disampaikan salah satu pimpinan FPI.

Dia juga menolak tegas kesan bahwa kedatangan stafnya ke Petamburan sebagai bentuk dukungan Jerman kepada FPI.

Sebagai wujud tanggung jawab dan memenuhi tuntutan Kemlu, pihak Kedubes telah memberikan pernyataan resmi kepada publik yang diposting di akun Twitter resmi Kedubes pada Senin (21/12).

Dalam pernyataan tersebut, Kedubes mengatakan mereka menentang segala upaya untuk menginstrumentalisasi kejadian demi tujuan politis.

Kedutaan menghargai hubungan bilateral yang sangat baik dan kerja sama yang erat dengan Indonesia, dan sama sekali tidak mencampuri urusan internal Indonesia. 

"Kami telah berkomunikasi dengan otoritas Indonesia yang berwenang untuk perihal ini dan meyakini bahwa kasus dapat diperjelas untuk semua pihak," bunyi pernyataan tersebut.

Sekretaris Umum FPI Munarman sebelumnya mengklaim sempat didatangi perwakilan Kedubes Jerman.

Munarman mengirimkan dua foto yang menurutnya perwakilan Kedubes Jerman. Foto pertama yakni dua orang bule memasuki Kantor Sekretariat FPI di Jalan Petamburan III.

Sementara, foto kedua menampilkan sebuah mobil dengan plat nomor berlatar putih yang biasa dipakai perwakilan para kedutaan besar negara sahabat di Indonesia. Namun, foto tersebut tidak jelas menunjukkan nomor pelat mobil.

Menurut Munarman, kedatangan perwakilan Kedubes Jerman itu akan memicu perhatian internasional terhadap kasus tewasnya enam anggota laskar FPI dalam bentrokan dengan polisi beberapa waktu lalu.

"Perhatian internasional terhadap kasus extrajudicial killing enam syuhada akan berdampak pada reputasi Indonesia di dunia internasional," tutur dia.

Enam laskar FPI tewas diduga ditembak polisi. Dua di antaranya meninggal saat terlibat baku tembak, sementara empat lainnya ditembak di dalam mobil karena melawan dan mencoba merebut senjata petugas.

Source: CNN Indonesia

Bom Bunuh Diri di Rusia, Pelaku Tewas dan 6 Polisi Terluka
Jumat, Desember 11, 2020

On Jumat, Desember 11, 2020

 

Ilustrasi bom bunuh diri. (Foto: Istockphoto/ RamonCast)

INFONUSANTARA.NET -- Seorang pelaku bom bunuh diri melakukan aksi di wilayah Karachay-Cherkessia, Kaukasus Utara, Rusia pada Jumat (11/12). Selain menewaskan pelaku, enam petugas kepolisian dikabarkan mengalami luka ringan.

Komite Anti-Terorisme Nasional Rusia melaporkan seorang tidak dikenal berusaha menerobos daerah yang sedang dilakukan penggeledahan oleh polisi.

Ketika tengah berusaha menangkap orang mencurigakan, ia kemudian meledakkan diri hingga membuat enam polisi mengalami luka-luka. Sejauh ini dilaporkan tidak ada korban sipil yang menjadi korban luka-luka.

Mengutip AFP, ledakan bom bunuh diri dilaporkan terjadi sekitar pukul 9 pagi waktu setempat di desa Uchkeken, Kaukasus Utara, Moskow.

Pada 1990-an, daerah tersebut menjadi tempat berkembangnya gerakan separatisme. Dalam beberapa tahun terakhir pemerintah mulai mengurangi petugas polisi yang berjaga karena gerakan separatisme mulai berkurang.(AFP/evn)

Sumber: CNN Indonesia


Prancis Ricuh! Puluhan Ribu Warga Demo Tolak RUU Keamanan Polisi
Minggu, November 29, 2020

On Minggu, November 29, 2020

Demo berakhir ricuh terjadi di Prancis. (Foto: AP/Francois Mori)

INFONUSANTARA.NET -- Puluhan ribu masyarakat menggelar aksi demonstrasi di seluruh Prancis, Sabtu (28/11), pasca pengajuan Rancangan Undang-Undang (RUU) Keamanan yang bakal membatasi pengambilan gambar petugas polisi. Di sejumlah lokasi demo berakhir ricuh antara pedemo dan polisi.

Jika RUU tersebut disahkan, setiap orang yang mempublikasikan foto atau video petugas polisi yang sedang bertugas dengan maksud merusak integritas fisik atau psikologis aparat bisa dijerat hukum hingga satu tahun penjara dan denda 45 ribu euro.

Hal ini memunculkan kekhawatiran di kalangan kelompok kebebasan sipil, jurnalis dan korban pelecehan oleh aparat kepolisian. Mereka menilai beleid tersebut bakal menghalangi kebebasan pers dan memungkinkan kekebalan hukum terhadap aparat.

Dalam unjuk rasa, demonstran menuntut balik tanggung jawab aparat kepolisian yang berulang kali menggunakan gas air mata untuk membubarkan massa yang gaduh dalam aksi protes beberapa tahun belakangan.

Demonstran yang terdiri dari jurnalis, mahasiswa, aktivis sayap kiri, kelompok pembela hak migran dan warga lainnya itu menilai sikap polisi dalam menindak demonstrasi mengeras beberapa tahun terakhir. Khususnya sejak gerakan protes rompi kuning muncul 2018 lalu.

Kerusuhan pada demonstrasi yang dipicu oleh kesulitan ekonomi itu awalnya dimulai saat pengunjuk rasa melempari polisi dengan batu. Langkah ini dibalas polisi dengan tembakan gas air mata.

Buntut terjadi bentrokan antara aparat dan pengunjuk rasa. Insiden ini berujung pada pembakaran bagian depan bank sentral Prancis dan barikade polisi oleh pengunjuk rasa.

"Kami harus memperluas debat. Dan dengan melakukan itu, kami mengatakan bahwa jika tidak ada kekerasan polisi, kami tidak perlu merekam polisi yang melakukan kekerasan," kata Assa Traore, aktivis anti brutalitas kepada Associated Press.

Setidaknya ada 46 ribu pengunjuk rasa yang turut memadati alun-alun Republique di Paris bersama Traore. Para demonstran juga menyerukan pengunduran diri Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Menteri Dalam Negeri Gerald Darmanin.

Kepala Kepolisian Paris Didie Lallement menginstruksikan jajarannya agar mengawasi aksi protes dengan kejujuran, rasa hormat dan etika. Aksi sendiri terpantau berjalan damai.

Pemerintah Macron berdalih UU Keamanan dibutuhkan untuk melindungi aparat kepolisian di tengah ancaman dan serangan kekerasan. Sedangkan pemimpin redaksi surat kabar Prancis Le Mondo, Luc Bronner berpendapat lain.

"Sudah ada hukum yang ada untuk melindungi pegawai negeri, termasuk pasukan polisi ketika mereka menjadi sasaran. Dan itu sah, polisi melakukan tugas yang penting," katanya.

"Tapi bukan itu masalahnya. Ini tentang membatasi kapasitas warga dan bersama mereka, jurnalis, untuk mendokumentasikan kekerasan polisi ketika itu terjadi," lanjut Bronner.

Perdana Menteri Prancis Jean Castex telah menunjuk komisi untuk menyusun kembali Pasal 24 pada UU tersebut. Namun menanggapi penolakan dari parlemen, komisi itu akan membahas kembali draf yang baru pada awal tahun depan bersama media dan polisi.

Unjuk rasa nasional sendiri mulanya didorong oleh rekaman video yang menunjukkan petugas polisi tengah memukuli seseorang pria kulit hitam yang tersebar beberapa hari terakhir.

Macron menyatakan tindakan yang terekam dalam video tersebut telah mempermalukan negara. Tak lama kemudian muncul lagi rekaman video lain yang menunjukkan sejumlah aparat memukuli prosedur musik Michel Zecler.

Sumber:CNN Indonesia

 'Habis Gelap Terbitlah Terang' Menghargai Perjuangan Penyintas Kekerasan Dalam Rumah Tangga
Selasa, November 24, 2020

On Selasa, November 24, 2020

 



Acara tahunan kedua 5 Desember 2020
Habis Gelap Terbitlah Terang Menghargai Perjuangan Penyintas Kekerasan dalam Rumah Tangga

Kita berkumpul bersama untuk membuat sejarah. Memperingati kematian Nelson Mandela pada 5 Desember 2013 lalu. Harapannya, apa yang kita lakukan ini, bisa menjadi katalisator perubahan.

Kali ini, acara yang digelar satu tahun sekali ini, mengangkat dan memberi penghargaan terhadap perjuangan para penyintas kekerasan dalam rumah tangga.

Selain itu, kita menyalakan kembali apa impian para pahlawan seperti Mandela, Sudirman and Kartini.

Hal itu sesuai tujuan Rahasia Mafiusa NPO:

Meningkatkan kesadaran tentang Seni dan Budaya Indonesia untuk membangun hubungan baru dengan sejarah leluhur. Serta sejarah bagi semua orang Afrika Selatan. 

Memastikan ikatan antara Indonesia dan Afrika Selatan.

Menggunakan puisi dan musik sebagai media untuk ekspresi diri dan penyembuhan.

Menggunakan bemacam kesenian sebagai alat pemersatu antara komunitas yang selama ini terpisah atau berjarak.

Abospitter (CPT)- Rapper Gracia Tobing (ID)- Penyair Na’am Grupo (ID)- NasyidTari Cewang (ID)- Tarian Prince Shapiro (USA)- Penyair Riyo (CPT)- Rapper LOR (JHB)- PenyairSuperWomen (CPT)- Cerita & motivasi Husnil Fajri (ID)- Qari PerempuanRochelle Coetzee (PTA)- Penyair Annette Muller (CPT)- Penyair Def Poets Ink (JHB)- PenyairBarkie Mckrea (CPT)- Pembicara Motivasi Tridhatu (ID)- Kolektif musik eksperimental.

Tahun ini komunitas yang berpartisipasi semakin bertambah. Termasuk dari Afrika Selatan, Indonesia, Malaysia, Jamaika, Amerika Serikat, Inggris dan masih banyak lagi!

Kita semua di seluruh dunia telah merasakan lockdown di masa pandemi ini. Waktunya untuk masuk ke dalam batin, lebih terhubung dengan Allah dan memperbanyka membantu mereka yang membutuhkan. 

Di dalam acara ini, kita gunakan untuk menginspirasi supaya tidak menyerah.Supaya terus berjuang untuk potensi yang lebih baik dalam diri kita dan komunitas kita.

Di dalam terang ada unsur kegelapan dan di kegelapan akan selalu ada cahaya, walaupun kecil. Kita merayakan semangat hidup Kartini dengan “Habis Gelap Terbitlah Terang.” Kita membagikan jalur untuk penyembuhan, serta berbagai perspekif untuk menciptakan rasa kebersamaan. 

Bergabunglah dengan 15 bintang tamu di Habis Gelap Terbitlah Terang,menampilkan puisi, tarian, music, rap, lagu, cerita, pembicara motivasi dan kesempatan Open Mic untuk membagikan ekspresi 

Anda. Hasilnya, akan digunakan untuk mengirimkan alat musik, kostum dan buku tentang Indonesia (warisan, Wali yang berasal dari Indonesia, seni tradisi) ke Afrika Selatan.

Kapan: 5 Desember 2020

Waktu: WIB 22:30/ WITA 23:30

Apa: 15 Bintang Tamu Nasional & Internasional & OPEN MIC

Dimana: Kota Cape Town & Aplikasi Zoom

Tiket: IDR 150k

 

Hubungi: +27820719414 rahasiamafiusanpo@gmail.com

Nina Alexia Brazzo, Ketua Rahasia Mafiusa NPOM

Menjematani kesenjangan antar komunitas

Dubes RI: Di Saudi Rizieq Sering Sebut Jokowi Presiden Ilegal
Jumat, November 06, 2020

On Jumat, November 06, 2020

 

Imam Besar FPI Rizieq Shihab disebut kerap mengatakan Presiden Joko Widodo adalah presiden ilegal saat di Arab Saudi. (CNN Indonesia/Safir Makki)

INFONUSANTARA.NET -- Duta Besar RI untuk Arab Saudi, Agus Maftuh Abegebriel mengungkapkan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab kerap menyebut Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai presiden ilegal selama berada di Tanah Suci.

"MRS (Muhammad Rizieq Shihab) justru sering melancarkan kalimat tidak pantas dari kota suci Makkah dengan menyebut Presiden Jokowi adalah presiden ilegal," kata Agus kepada CNNIndonesia.com, Jumat (6/11).

Agus menyebut para koleganya pun menyayangkan ucapan yang dikeluarkan oleh pria yang menetap selama tiga tahun lebih di negara orang tersebut.

"Kami sering ditanya kolega-kolega Saudi yang menyayangkan bagaimana ada warga negara Indonesia menyebut kepala negaranya dengan sebutan 'rais ghair syar'iyyin', presiden illegal," ujarnya.

Menurut Agus, Rizieq terjerat sejumlah kasus, salah satunya masalah keimigrasian. Ia membantah jika KBRI Riyadh terkesan tak membantu Rizieq selama di Saudi.

Agus menyatakan kasus yang menjerat Rizieq tak masuk dalam prioritas KBRI Riyadh. Menurutnya, kasus yang menjadi prioritas pihaknya yakni kasus high profile case (HPC) atau kasus-kasus yang berkaitan dengan hukuman mati dan nyawa.

Contohnya, kata Agus, dalam beberapa bulan terakhir KBRI Riyadh sedang berfokus untuk mendampingi seorang WNI yang terancam hukuman mati karena peristiwa 12 tahun yang lalu

"Kasus yang menimpa MRS tidak masuk dalam prioritas KBRI Riyadh," ujarnya.

Selain tak masuk kategori prioritas, Agus menyebut bahwa selama ini Rizieq tak pernah mengadukan permasalahannya kepada pihak KBRI sejak kasus itu bergulir.

"Apalagi ke KBRI Riyadh yang jaraknya 1.000 km dari Makkah, ke KJRI Jeddah yang hanya 100 km dan cukup 45 menit saja tidak pernah melaporkan permasalahan yang dia hadapi," katanya.

Sekretaris Umum FPI Munarman mengatakan Agus hanya membuat gaduh di tengah kepulangan Rizieq. Menurutnya, Agus telah gagal menjalankan misi sehingga menyebarkan berita bohong.

"Malas saya melayani orang-orang itu, nyebar hoaks dan fitnah," ujarnya.

Sebelumnya, Rizieq membantah dirinya terbelit masalah izin tinggal yang kedaluwarsa atau overstay di Arab Saudi. Ia mengklaim selama ini pejabat Indonesia tak memahami aturan soal overstay di Arab Saudi.

Sementara, Menko Polhukam Mahfud MD menyebut bahwa Rizieq sempat terjerat kasus dugaan pengumpulan dana ilegal dan kegiatan-kegiatan politik di Arab Saudi hingga masalah keimigrasian.

Mahfud dan Agus menyebut Rizieq sendiri masuk dalam daftar deportasi. Otoritas Saudi disebut hanya memberikan izin Rizieq tinggal di sana 11 November. Rizieq pun memutuskan pulang dan diprediksi tiba 10 November.

Sumber: CNN Indonesia

Dubes RI Tegaskan Rizieq Pulang karena Masuk Daftar Deportasi
Jumat, November 06, 2020

On Jumat, November 06, 2020

 

Dubes RI untuk Saudi Agus Maftuh Abegebriel menyebut Rizieq Shihab masuk daftar deportasi. (Foto: Istimewa)

INFONUSANTARA NET -- Duta Besar RI untuk Arab Saudi Agus Maftuh Abegebriel mengungkapkan bahwa pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Muhammad Rizieq Shihab (MRS) pulang ke Indonesia setelah masuk daftar deportasi.

Sebelumnya, Rizieq mengklaim pulang ke tanah air setelah visanya diperpanjang oleh Arab Saudi dan usai permohonan izin keluar atau bayan safar darinya ditolak otoritas setempat.

Agus menjelaskan bahwa status Rizieq itu terdapat layar keempat dalam sistem komputer imigrasi Arab Saudi.

"Di layar ini juga tertulis dengan sangat jelas nama MRS masuk dalam 'tasjil murahhal', daftar orang dideportasi," ungkap dia, dalam keterangan tertulisnya kepada CNNIndonesia.com, Jumat (6/11).

"Saya berpesan untuk MRS: Tidak perlu malu dengan status di sistem komputer imigrasi Saudi ini," lanjut Agus.

Ia menyebut status deportasi itu juga dapat dilihat pada layar-layar sistem komputer imigrasi Saudi sebelumnya. Layar pertama, kata Agus, berisi informasi tentang pendatang (ma'lumat za'ir).

"Layar pertama sangat jelas sekali tidak ada perpanjangan visa, yang ada adalah perubahan batas akhir tinggal (intiha' al-iqamah) sampai dengan 11 November 2020," ujar dia.

"Sedangkan batas tanggal berlakunya visa (tarikh intiha' as-salahiyah) tetap tanggal 20 Juli 2018 (dalam dokumen tertulis, 25/09/1439 H)," sambungnya. 

Layar kedua, lanjut Agus, menampilkan menu utama Sijil al-Mukhalif atau daftar catatan pelanggar undang-undang keimigrasian. Identitas MRS, kata dia, tercatat di layar ini, mulai dari nama, jenis pelanggaran, nomor deportan, jenis dokumen, dan lainnya.

"Jelas sekali MRS di layar kedua ini dilabeli 'mukhalif' pelanggar undang-undang dan ini tidak akan hilang," cetusnya.

"Di layar kedua ini ada dua kolom yang sensitif dan berkategori aib sehingga kami tidak elok untuk membukanya ke publik. Saya masih menghargai MRS sebagai sesama santri," tutur Dubes.

Layar ketiga berisi data MRS yang bolak-balik keluar masuk Arab Saudi, meski tak sempat ke Indonesia.

Agus menuturkan pihaknya pun telah berkomunikasi dengan Kantor Imigrasi Kerajaan Arab Saudi pada Kamis (4/11). Dari komunikasi itu, pihaknya mendapat lima lembar dokumen keimigrasian yang berisi informasi tentang Rizieq.

"MRS, sesuai nama yang tertera dalam paspor bernomor B326????, visanya tidak diperpanjang oleh Pemerintah Arab Saudi dan hanya diberikan izin tinggal paling lambat sampai dengan 11 November 2020," kata dia, yang merupakan politikus PKB itu.

Dengan demikian, disampaikan Agus, Rizieq hanya mendapatkan waktu sembilan hari dari pemerintah Arab Saudi. Tenggat waktu itu terhitung sejak 2 November saat Rizieq datang ke Kantor Deportasi Syumaisi untuk mengurus admistrasi kepulangan.

"Arab Saudi hanya memberikan waktu sembilan hari sejak kedatangan MRS di Kantor Deportasi Syumaisi," ucap Agus.

Sebelum melewati batas waktu itu, Rizieq sendiri telah mengumumkan waktu kepulangannya ke Indonesia. Dia akan terbang dari Jeddah pada 9 November dengan Saudi Saudi Airlines nomor penerbangan SV 816 dan tiba di Tanah Air pada 10 November.

Pihak Rizieq sebelumnya berulangkali membantah overstay atau bermasalah dalam hal keimigrasian di Saudi.

Sumber:CNN Indonesia

Konflik Karikatur Nabi! Tidak Berarti Perancis Anti Muslim,Ini Pernyataan Terbaru Emmanuel Macron
Senin, November 02, 2020

On Senin, November 02, 2020

Presiden Prancis, Emmanuel Macron.(ist)

INFONUSANTARA.NET - Akibat pernyataannya yang menghubung-hubungkan Islam dengan tindakan terorisme atau ekstremisme, Presiden Prancis Emmanuel Macron panen kecaman.

Terkait hal itu, Macron pun menyampaikan pernyataan terbaru, Sabtu (31/10), dengan mengatakan bahwa ia menghormati para Muslim yang dikejutkan oleh kartun Nabi Muhammad SAW.

Namun, kata Macron, itu bukan alasan untuk melakukan kekerasan.

Dalam upaya untuk memperbaiki apa yang ia katakan sebagai kesalahpahaman tentang niat Prancis di dunia Muslim, Macron memberi kesempatan wawancara kepada jaringan televisi Arab Al Jazeera. Wawancara itu disiarkan pada Sabtu.

Selama wawancara, Macron mengatakan Prancis tidak akan mundur dalam menghadapi kekerasan dan ia akan membela hak kebebasan berekspresi, termasuk penerbitan kartun.

Namun, presiden Prancis itu menekankan bahwa tidak berarti dirinya atau para pejabatnya mendukung kartun-kartun itu –yang oleh Muslim dianggap menghujat, juga tidak berarti bahwa Prancis anti-Muslim.

“Jadi saya memahami dan menghormati bahwa orang-orang terkejut dengan kartun ini, tetapi saya tidak akan pernah menerima bahwa seseorang dapat membenarkan kekerasan fisik karena kartun ini, dan saya akan selalu membela kebebasan di negara saya untuk menulis, berpikir, menggambar,” kata Macron, menurut transkrip wawancara yang dirilis oleh kantornya.

“Peran saya adalah menenangkan segalanya, itulah yang saya lakukan, tetapi pada saat yang sama, melindungi hak-hak ini.”

Seorang penyerang yang meneriakkan “Allahu Akbar” memenggal seorang perempuan dan membunuh dua orang lainnya di sebuah gereja di Nice pada Kamis (29/10).

Peristiwa itu merupakan serangan pisau berujung maut kedua di Prancis dalam dua minggu.

Tersangka penyerang, berusia 21 tahun dari Tunisia, ditembak oleh polisi dan sekarang berada dalam kondisi kritis di rumah sakit.

Polisi pada Sabtu menyebutkan bahwa satu orang lagi ditahan sehubungan dengan serangan itu.

Orang tersebut menambah tiga lainnya yang sudah ditahan karena dicurigai melakukan kontak dengan penyerang.

Macron telah mengerahkan ribuan tentara untuk melindungi berbagai lokasi, seperti tempat ibadah dan sekolah.

Sementara itu, para menteri telah memperingatkan bahwa serangan militan lainnya bisa terjadi.

Serangan Nice, pada hari Muslim merayakan peringatan hari lahir Nabi Muhammad SAW, terjadi di tengah kemarahan yang meningkat di kalangan Muslim di seluruh dunia atas pembelaan Prancis pada hak untuk menerbitkan kartun yang menggambarkan Nabi Muhammad.

Pada 16 Oktober, Samuel Paty, seorang guru sekolah di daerah pinggiran Kota Paris, dipenggal kepalanya oleh seorang remaja keturunan Chechnya.

Warga berusia 18 tahun itu tampaknya marah terhadap guru tersebut, yang menunjukkan kartun Nabi Muhammad di kelas selama pelajaran kewarganegaraan.

Di beberapa negara mayoritas berpenduduk Muslim, para pengunjuk rasa mengecam Prancis dalam aksi unjuk rasa di jalanan. Beberapa negara juga menyerukan pemboikotan terhadap produk-produk Prancis.

Prancis, yang gelisah mengantisipasi kemungkinan serangan lainnya, tersentak pada Sabtu malam ketika seorang imam Ortodoks Yunani ditembak dan terluka di gerejanya di kota Lyon di Prancis tenggara.

Namun, para pejabat tidak memberikan indikasi dugaan terorisme pada serangan di gereja Lyon itu. (JPNN)


Aksi Teror di Gereja Kota Nice, Polisi Prancis Tangkap 2 Orang Lagi
Minggu, November 01, 2020

On Minggu, November 01, 2020

Sebuah spanduk hitam terlihat di logo "I Love Nice", sebagai penghormatan bagi para korban serangan maut dengan senjata tajam, di Nice, Prancis, Sabtu (31/10/2020). (REUTERS/Eric Gaillard/foc/cfo)

Kepolisian masih berusaha mencari tersangka lainnya, mengingat penyelidik masih mencari orang-orang yang terakhir dihubungi oleh pelaku teror.

INFONUSANTARA.NET Dua pria lagi ditahan oleh aparat keamanan di Prancis, sehingga total tersangka yang ditangkap oleh kepolisian terkait dengan aksi teror di Nice jadi enam orang. Hal itu diungkapkan oleh seorang polisi setempat yang enggan menyebutkan namanya.

Kepolisian masih berusaha mencari tersangka lainnya, mengingat penyelidik masih mencari orang-orang yang terakhir dihubungi oleh pelaku teror.

Dua tersangka baru itu ditangkap pada Sabtu (31/10), kata sumber yang sama.

Kepolisian menangkap dua pria yang berasal dari Kota Grasse, dekat wilayah pesisir selatan Prancis yang tidak jauh dari Nice, demikian laporan saluran televisi BFM TV.

Seorang penyerang sambil meneriakkan Allahu Akbar memenggal kepala seorang perempuan dan membunuh dua orang lainnya dalam sebuah gereja di Nice, Kamis (29/10). Insiden itu merupakan aksi teror mematikan kedua dalam dua minggu terakhir, yang kemungkinan didorong oleh paham garis keras.

Pelaku penyerangan, seseorang yang berasal dari Tunisia dan berusia 21 tahun, ditembak oleh polisi dan saat ini masih dalam kondisi kritis di rumah sakit.

Kepala jaksa untuk anti terorisme Prancis mengatakan pria yang diduga sebagai penyerang di Nice itu tiba di Lampedusa, sebuah pulau di Italia yang berbatasan dengan Tunisia, pada 20 September.

Sejumlah penyelidik di Italia juga membantu investigasi aparat penegak hukum di Prancis, khususnya terkait kegiatan tersangka dan orang-orang yang ia hubungi di Pulau Sisilia.

Para penyelidik meyakini bahwa tersangka sempat tingggal di Sisilia setelah menyeberang dari Lampedusa ke Bari pada awal Oktober dengan menggunakan sebuah kapal yang biasanya dipakai untuk mengarantina para pengungsi, kata beberapa sumber dari aparat.

Tersangka juga diyakini mendapat surat peringatan untuk keluar dari Italia dalam waktu seminggu, kata sumber yang sama.

Para penyelidik masih mencari kemungkinan bahwa tersangka sempat tinggal di Kota Alcamo, Sisilia, selama 10 hari, kata beberapa narasumber. Antara

Sumber: Suara.com


Serangan di Gereja Ortodoks Prancis, Satu Pendeta Ditembak
Minggu, November 01, 2020

On Minggu, November 01, 2020

 

Seorang tentara berjaga di lokasi penembakan, gereja ortodoks Kota Lyon, Prancis, 31 Oktober 2020. AFP /Filippe Desmazes

Pihak berwenang Prancis telah menangkap seorang pria terduga pelaku

INFONUSANTARA.NET - Pria bersenjata menyerang sebuah gereja ortodoks di Kota Lyon, Prancis pada Sabtu (1/11/2020), menembaki seorang pendeta.

Menyadur BBC, pendeta yang diidentifikasi sebagai Nikolas Kakavelakis, terluka parah usai ditembak dua kali di bagian perut.

Pihak berwenang belum mengetahui secara pasti motif penyerangan, penyelidikan percobaan pembunuhan telah dilancarkan.

Penembakan terjadi sekitar pukul 16.00 sore, saat pendeta itu tengah menutup gereja.

Penyerang, yang disebutkan menenteng senapan laras pendek, langsung kabur dari lokasi usai melancarkan tembakan.

Jaksa penuntut umum Lyon, Nicolas Jacquet, pada Sabtu malam mengatakan pihak berwenang telah menahan seorang pria terduga pelaku.

"Seseorang yang berkemungkinan sesuai dengan gambaran saksi awal telah ditempatkankan di tahanan polisi," ujar Jacquet.

Jacquet menyebut pria itu tak membawa senjata ketika ditangkap oleh pihak kepolisian. Penyelidik masih mencari tahu identitasnya.

Wali kota Lyon Gregory Doucet sebelumnya mengatakan pihaknya belum mengetahui motif penyerangan gereja ini.

Sang pendeta yang sedang menjalani perawatan di rumah sakit, disebutkan masih dalam kondisi kritis.

Perdana Menteri Prancis Jean Castex mengatakan pemerintah bertekad untuk mengizinkan "setiap dan semua orang menjalankan ibadah mereka dalam keamanan dan kebebasan penuh.

Penembakan di gereja Ortodoks Lyon ini terjadi tiga hari setelah serangan di Basilika Notre-Dame yang menewaskan tiga orang, dengan satu perempuan terpenggal, dan dua pekan setelah pembunuhan Samuel Paty, guru sejarah yang dipenggal karena menunjukkan kartun Nabi Muhammad di kelasnya.

Sumber:Suara.com