PILIHAN REDAKSI

Gunung Semeru Keluarkan Guguran Awan Panas, BNPB Imbau Warga Untuk Tidak Beraktivitas di Sepanjang Daerah Aliran Sungai

INFONUSANTARA.NET - Gunung Semeru yang berada di Kabupaten Lumajang mengalami peningkatan aktivitas vulkanik terjadinya guguran awan panas ...

Budaya

Opini

Peristiwa

Pariwara

Nasional

Gunung Semeru Keluarkan Guguran Awan Panas, BNPB Imbau Warga Untuk Tidak Beraktivitas di Sepanjang Daerah Aliran Sungai
Sabtu, Desember 04, 2021

On Sabtu, Desember 04, 2021



INFONUSANTARA.NET - Gunung Semeru yang berada di Kabupaten Lumajang mengalami peningkatan aktivitas vulkanik terjadinya guguran awan panas mengarah ke Besuk Kobokan, Desa Sapiturang, Kecamatan Pronowijo.


Peristiwa gunung simeru meletus mengeluarkan awan panas ini terjadi sekitar pukul 15.20 WIB, Sabtu 4 Desember 2021.

Kejadian yang diamati dari Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Gunung Semeru di Pos Gunung Sawur, Dusun Poncosumo, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, getaran banjir lahar atau guguran awan panas tercatat mulai pukul 14.47 WIB dengan amplitudo maksimal 20 milimeter.

Sekitar pukul 15.10 WIB, PPGA Pos Gunung Sawur kemudian melaporkan visual abu vulkanik dari guguran awan panas sangat jelas teramati mengarah ke Besuk Kobokan dan beraroma belerang.

Selain itu, laporan visual dari beberapa titik lokasi juga mengalami kegelapan akibat kabut dari abu vulkanik.

Sementara catatan yang dihimpun Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), guguran lava pijar teramati dengan jarak luncur kurang lebih 500-800 meter dengan pusat guguran berada kurang lebih 500 meter di bawah kawah.

Sebagai respon cepat dari adanya kejadian guguran awan panas tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang telah mengeluarkan imbauan kepada masyarakat dan para penambang untuk tidak beraktivitas di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Mujur dan Curah Kobokan.

Anggota BPBD Kabupaten Lumajang bersama tim gabungan lainnya segera menuju lokasi kejadian di sektor Candipuro-Pronojiwo untuk melakukan pemantauan, kaji cepat, pendataan, evakuasi dan tindakan lainnya yang dianggap perlu dalam penanganan darurat.

Tim BPBD Kabupaten Lumajang saat ini tengah mengupayakan untuk mendirikan titik pengungsian sektoral di Lapangan Kamarkajang, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang.

Hingga siaran pers ini diturunkan belum ada laporan mengenai jatuhnya korban jiwa dan visual Gunung Semeru masih tertutup kabut disertai hujan dengan intensitas sedang. Sementara itu kerugian materil dan dampak lainnya dari erupsi Gunung Semeru masih dalam pendataan.

Sumber : Plt. Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari,Ph.D

Kapolri : Menuju Polri Presisi Upaya Menjawab Tantangan Masyarakat Untuk Mengharapkan Polri Lebih Baik
Sabtu, Desember 04, 2021

On Sabtu, Desember 04, 2021



INFO|BALIKapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan beberapa hal penting dalam Apel Kasatwil Polri. Dihadapan personel, Ia meminta agar capaian pengendalian pandemi Covid-19 yang sudah sangat baik terus dipertahankan. Atas hal ini, Kapolri mengapresiasi seluruh kerja keras personel Polri dalam penanganan Covid-19 selama ini.


“Dalam kesempatan ini saya selaku Kapolri mengucapkan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya pada seluruh personel Polri baik di Mabes, Polda, maupun di pulau terjauh, terpencil yang telah melaksanakan seluruh kerja kerasnya. Keberhasilan penanganan Covid-19 tidak lepas dari kerja keras rekan-rekan semua. Saya ucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi tingginya,” kata Kapolri saat memberikan pengarahan Apel Kasatwil, Jumat (3/12) malam.

Mantan Kapolda Banten ini menilai, kerja keras yang dilakukan seluruh personel Polri dalam menangani pandemi Covid-19 membuahkan optimisme bangkitnya negara untuk bisa keluar dari hantaman Pandemi.

Disamping itu, dengan laju Covid-19 yang dapat dikendalikan dengan baik maka Indonesia berhasil dan sukses menyelenggarakan sejumlah event nasional seperti PON di Papua, maupun internasional World Superbike di Mandalika, NTB serta
Indonesia Badminton Festival (IBF) di Bali yang sedang berlangsung.

Bahkan, berkat kerja keras bahu membahu tangani Covid-19, Kapolri menekankan, Indonesia dipercaya untuk menyelenggarakan Presidensi G20 dan event MotoGP di Sirkuit Mandalika.

“Karena itu tentunya dalam kesempatan ini saya dorong rekan-rekan terus pertahankan posisi yang diraih berbagai pencapaian dan ucapan apresiasi ke seluruh rekan-rekan ini menjadi motivasi bagi kita semua untuk terus di pertahankan,” ujar Kapolri.

Masih dalam sambutannya, Kapolri menyinggung transformasi menuju Polri Presisi. Terkait hal itu mantan Kabareskrim ini menekankan bahwa hal itu bisa menjadi upaya untuk menjawab tantangan masyarakat yang mengharapkan Polri lebih baik. Disamping itu, transformasi perubahan adalah sebuah keharusan sebagai organisasi modern.

Dari evaluasi pencapaian transisi menuju Polri Presisi, Kapolri melihat kuantitas capaian sudah cukup bagus. Dimana rata-rata di atas 95 persen. Meski secara kuantitas positif, Ia mengharapkan agar kualitas dari program-program yang dibuat serta inovasi yang dilakukan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Karena jargon salam Presisi tidak hanya berhenti sampai disitu. Tapi gimana kemudian salam Presisi betul-betul dirasakan di hati masyarakat,” ucap Sigit.

Oleh sebab itu, dalam kerangka ini Kapolri meminta agar seluruh jajarannya menghindari tindakan-tindakan kontraproduktif yang berdampak kepada organisasi. Untuk itu, lanjut Kapolri, oknum-oknum yang manfaatkan situasi sehingga mencemari dan menciderai, ia mengingatkan agar mereka menghormati komitmen personel lain yang sudah bekerja dengan baik.

“Artinya secara kuantitas turun, namun hanya beberapa peristiwa pelanggaran yang kemudian diviralkan maka kepercayaan publik ke kita langsung turun,” kata Kapolri.

Kapolri mengingatkan sekali lagi, bahwa transformasi perubahan mutlak harus dilakukan dan menjadi arus pikir bersama seluruh personel. Pasalnya, kata dia, Polri sebagai organisasi besar harus menyesuaikan dengan kondisi dan keadaan ditengah perkembangan zaman.

Lantas Kapolri mengurai, setiap personel Polri wajib memiliki tiga kompetensi didalamnya, yakni kompetensi teknis, hal ini terkait dengan profesionalisme. Kompetensi leadership yang mumpuni saat memimpin dari satuan terkecil hingga terbesar dan kompetensi etika.

Kapolri tak cukup khawatir dengan dua kompetensi yang ia anggap telah dimiliki seluruh personel. Namun ia menitik beratkan kompetensi etika, yakni bagaimana mengubah kultur budaya organisasi dalam benaknya.

“Yang paling sulit kompetensi etika inilah yang tentunya akan mereka kultur dan budaya organisasi gimana kita tanamkan nilai baik untuk dibiasakan sehingga itu menjadi perilaku keseharian itu menjadi suatu modal keutamaan tanpa kita sadar kalau ini bisa kita lakukan maka risiko untuk lakukan pelanggaran akan berkurang,” papar Kapolri.

Kapolri sangat yakin, jika dapat mengubah kultur budaya organisasi maka bisa dipastikan Polri akan sangat betul-betul dicintai dan sangat dekat dengan masyarakat.

“Ini adalah hal yang mungkin paling sulit karena memang gimana kita harus mampu mengubah dari zona nyaman namun disisi lain ini harus kita lakukan. Apabila kita ingin organisasi kita jadi baik, apabila kita ingin anggota kita baik, tanamkan budaya untuk berbuat baik. Ini harus dilakukan berulang-ulang,” ujar Kapolri.

Selanjutnya, manajemen metode yang dimana transformasi Polri Presisi untuk mengedepankan pola Pemolisian Prediktif guna mencegah dan menyelesaikan segala permasalahan sosial dan kejahatan di masyarakat. Hal itu juga mengatur soal tugas dengan melakukan pendekatan Pre-emtif, Preventif dan Represif.

“Kedepan tentunya kita juga menginginkan Polri dapat memanfaatkan teknologi informasi yang dapat terkoneksi dengan satu kesatuan big data, contohnya yang dimiliki Kemenkes untuk aplikasi PeduliLindungi. Ini tentunya menjadi sangat baik apabila kita dapat mengelola semua data menjadi satu antara kementerian/lembaga. Sehingga peristiwa di suatu tempat dapat kita baca dan kita lakukan upaya Pre-emtif dan Preventif sebelum kejahatan terjadi. Ini merupakan cita-cita dan harapan kedepan,” kata Kapolri.

Selanjutnya soal manajemen sarana dan prasarana. Dalam hal ini, jajaran Polri diminta untuk terus menyesuaikan lingkungan strategis yang akan dihadapi kedepannya. Dalam hal ini, tentunya harus dipastikan seluruh kebutuhan pelaksanaan tugas disiapkan guna menghadapi tantangan tugas kedepannya.

Dan keempat adalah manajemen anggaran. Untuk hal ini, Kapolri meminta untuk terus mempertahankan tren positif yang ada dengan cara terus melaksanakan tugas dengan baik dan mempertanggung jawabkan kepercayaan yang telah diberikan oleh negara terhadap Polri.

Dalam arahannya, Kapolri juga menyinggung soal jiwa kepemimpinan yang harus bisa menjadi teladan bagi seluruh anggotanya. Sehingga, transformasi pengawasan harus terus dilaksanakan kedepannya. Karena itu para Kasatwil, kata Kapolri, harus mau turun ke bawah untuk mengetahui permasalahan dan kesulitan apa yang dihadapi oleh jajarannya.

“Sehingga pada saat kita ambil keputusan atau memberikan perintah, akhirnya perintah tersebut benar. Jadi sangat penting bagaimana saat situasi sulit kita turun ke lapangan. Kemudian kita ambil langkah untuk ambil alih terhadap permasalahan yang ada. Ini menjadi penting,” ujar Kapolri.

Tak hanya itu, menurut Kapolri, pemimpin harus mampu memberikan pemahaman terhadap anggota untuk membiasakan berbuat baik mulai dari hal terkecil. Dengan membiasakan berperilaku positif, hal tersebut akan selalu tertanam dalam mindset sehari-hari. Tentunya itu memiliki dampak untuk perseorangan maupun organisasi.

“Kita tentunya harus kita biasakan lakukan hal-hal yang sifatnya berbuat baik. Mulai dari hal kecil saja, seperti misalnya kegiatan menyeberangkan anak-anak kecil, orang tua, dorong mobil. Hal kecil seperti itu,” tutup Kapolri, (*).

Lomba Seni Mural Kapolri 2021, Jokowi Sebut Telah Menciptakan Iklim Positif Dalam Proses Demokrasi di Indonesia
Sabtu, Desember 04, 2021

On Sabtu, Desember 04, 2021



INFO|JAKARTAPresiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi) memberikan apresiasi atas niat baik Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang memberikan ruang kebebasan berekspresi dan berpendapat bagi masyarakat.


Jokowi menyatakan bahwa kegiatan festival atau lomba seni mural Piala Kapolri 2021 telah menciptakan iklim yang positif dalam proses demokrasi di Indonesia. Apalagi, dalam event itu, Polri mempersilahkan kepada masyarakat untuk menyampaikan ekspresi berupa kritik bernada negatif maupun positif.

“Ini kebebasan berpendapat tetapi kalau menyebabkan ketertiban masyarakat di daerah menjadi terganggu beda soal. Sehingga saya apresiasi, karena dibalik oleh Kapolri membuat lomba mural dan saya kira hasilnya positif,” kata Jokowi saat memberikan pengarahan di Apel Kasatwil Polri, Bali, Jumat (3/12/2021).

Bahkan, Jokowi mengaku, kerap mengaku mendapatkan kritikan dari masyarakat, diantaranya lewat mural. Namun hal itu, tidak dipermasalahkan oleh Jokowi.

“Urusan mural aja ngapain sih. Saya mau di hina, dicaci, difitnah udah biasa. Ada mural aja takut,” ujar Jokowi.

Sedikit kilas balik soal niat baik dari Kapolri yang menggagas Festival Mural 2021. Menurut Sigit, acara tersebut lahir ketika ramai permasalahan soal munculnya mural ‘Jokowi 404: Not Found’.

Lantaran menghormati kebebasan berekspresi dan berpendapat sebagaimana instruksi Presiden Jokowi, Sigit memutuskan untuk memberikan kesempatan atau ruang kepada masyarakat dalam menyampaikan aspirasinya lewat mural.

“Kami sebagai institusi Polri. Memegang teguh aturan yang ada arahan dari Bapak Presiden terkait kebebasan berekspresi. Sehingga tentunya, ini adalah bukti bahwa kami menghormati kebebasan berekspresi dan ide ini muncul dari diskusi-diskusi karena muncul peristiwa 404 Presiden Jokowi Not Found,” ujar Sigit.

Dengan diselenggarakannya festival mural, Sigit memastikan bahwa, baik Pemerintah maupun Polri tidak anti-kritik dari masyarakat. Justru, kata eks Kapolda Banten itu, masukan yang ada akan dijadikan bahan evaluasi untuk yang lebih baik kedepannya.

“Pemerintah dan polisi tidak anti-kritik. Kita memberikan kebebasan berekspresi sebagai penyaluran dari aspirasi dan persepsi masyarakat tentang Pemerintah dan Polri. Yang tentunya itu menjadi bagian evaluasi kami untuk bisa menjadi lebih baik,” ucap mantan Kabareskrim Polri itu.

Sigit menyadari, kedepannya Polri masih harus melakukan pembenahan internal guna mewujudkan harapan masyarakat terhadap Korps Bhayangkara. Sigit memastikan, pihaknya akan terus membuka ruang kepada warga, untuk memberikan kritik dan masukan untuk menciptakan kepolisian yang lebih baik, diharapkan dan dicintai masyarakat.

Semangat anti-kritik, kata Sigit sudah digelorakan sejak dirinya mengusung konsep Presisi (Prediktif, Responsibilitas dan Transparansi Berkeadilan) di internal Polri. Menurut Sigit, gagasan itu lahir karena semangat perubahan yang lebih baik untuk institusi Polri.

“Semangat awal mengusung konsep Presisi untuk mewujudkan Polisi yang tegas namun tetap humanis masih terus berjalan hingga saat ini” tuturnya.

Dalam proses menuju lebih baik tentu ada dinamika yang berkembang. Karena itu, segala kritik dan masukan yang ada, akan dijadikan bahan evaluasi untuk Polri jauh lebih profesional dan baik lagi,” tutup Sigit, (*).

Apel Bersama Seluruh Kasatwil, Kadiv Humas Polri : Meski Kasus Covid-19 Mengalami Penurunan Kita Tidak Boleh Lengah
Jumat, Desember 03, 2021

On Jumat, Desember 03, 2021


INFO|BALIMabes Polri menggelar Apel seluruh Kepala Satuan Wilayah (Kasatwil) mulai dari Kapolda hingga Kapolres. Agenda tersebut membahas sejumlah pemantapan hal, mulai dari persiapan agenda kenegaraan hingga penanganan dan pengendalian Covid-19.


“Polri menggelar apel Kasatwil, inisial memang dalam rangka untuk menyatukan persepsi. Kemudian juga mempersiapkan agenda-agenda penting yang harus dilakukan Polri, baik diakhir tahun 2021 ini maupun diawal 2022,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo di Bali, Jumat 3 Desember 2021.

Dengan suksesnya event nasional dan internasional yang akan digelar di Indonesia, maka hal itu juga akan berpengaruh pada pertumbuhan perekonomian masyarakat.

Dedi mengungkapkan, Presiden Joko Widodo (Jokowi), dalam pengarahannya juga meminta kepada seluruh Kasatwil untuk terus berada di garda terdepan dalam rangka penanganan dan pengendalian Pandemi Covid-19.

Presiden, kata Dedi, juga menekankan persiapan penanganan dan pengendalian yang dilakukan untuk mencegah dan bentuk antisipasi masuknya varian baru Covid-19, Omicron.

“Kegiatan ini antara lain tadi diharapkan oleh Bapak Presiden, mengingatkan yang pertama tentang penanganan Covid-19. Kita harus berhati-hati menghadapi varian terbaru untuk Covid-19 yaitu Omicron,” ujar Dedi.

Dedi menekankan, kepolisian diminta untuk tetap tidak lengah dan abai dengan kondisi Pandemi Covid-19 di Indonesia, meskipun sudah mengalami penurunan saat ini.

Ia menyebut, bersama dengan TNI, Polri akan terus melakukan akselerasi vaksinasi, penguatan 3M, dan 3T serta penerapan kedisiplinan protokol kesehatan (prokes).

“Kita tidak boleh lengah, kita tidak boleh abai, meskipun saat ini Indonesia diposisi bisa dikatakan cukup baik dalam hal penanganan Covid-19. Kalau kita termasuk salah negara yang sudah menduduki level 1,” tutur Dedi.

Guna mengantisipasi lonjakan pertumbuhan Covid-19 di saat Natal dan Tahun Baru (Nataru), Dedi mengatakan, sebagaimana arahan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Polri bakal memperkuat pengawasan melalui Posko PPKM Mikro.

“Untuk Nataru kita merujuk pada Inmendagri. Bahwa, semuanya diterapkan regulasi level 3. Polri sudah persiapkan itu, dengan menggelar pos, serta melaksanakan optimalisasi posko PPKM Mikro yang ada di tingkat RT/desa itu akan diperketat. Termasuk di lokasi atas daerah yang menjadi tujuan para pemudik. Posko PPKM akan lebih dimaksimalkan,” kata Dedi.

Tak hanya itu, Dedi juga menyampaikan bahwa Presiden Jokowi memberikan apresiasi kepada Polri lantaran menggelar lomba mural dan orasi. Yang dimana, hal itu memberikan ruang soal kemerdekaan masyarakat dalam menyampaikan aspirasi atau pendapat.

Kemudian beliau juga memberikan apresiasi juga, khususnya terkait masalah kemerdekaan menyampaikan pendapat. Polri sudah membuka diri, dengan langsung mensosialisasikan, menggelar mural.

Dalam hal ini Polri juga sudah menyiapkan juga kegiatan-kegiatan kemerdekaan menyampaikan pendapat dimuka publik. Antara lain dengan berencana kita menggelar lomba orasi unjuk rasa, ini yang beliau tekankan,” papar Dedi.

Kegiatan Apel Kasatwil tersebut digelar secara Offline dan Online. Adapun peserta yang hadir secara langsung sebanyak 27 PJU Mabes Polri dan 102 personel jajaran Kapolda, Karo Ops dan Dir Intelkam Polda. Sedangkan, yang secara daring, 1.513 jajaran, (*).

PPKM Diperpanjang, Siti Fadilah: Kekhawatiran Varian Baru Virus Omicron Terlalu Didramatisasi
Jumat, Desember 03, 2021

On Jumat, Desember 03, 2021

 




INFONUSANTARA.NET -- Indonesia kembali dihadapi kekhawatiran munculnya varian baru Covid-19 yakni virus Omicron berasal dari kawasan Afrika Selatan yang diklaim lebih berbahaya dan 500 persen lebih cepat penularannya.


Klaim itu yang kemudian menjadi ketakutan banyak orang. Hingga  Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat  (PPKM) di kawasan Jawa-Bali kembali diperpanjang oleh pemerintah. Hal ini juga tentu merupakan buah   kekhawatiran perayaan Natal 2021 dan Tahun Baru 2022. .


PPKM diperpanjang sejak 30 November 2021 hingga 14 Desember 2021. Juru Bicara Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves), Jodi Mahardi, menegaskan  bahwa PPKM Jawa-Bali diperpanjang selama 14 hari. “Diperpanjang dua pekan,” kata Jodi, dikutip Hops.id dari Kompas.com pada Kamis, (2/12/2021).


Kendati demikian, Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan bahwa penularan virus corona di Jawa-Bali mengalami perbaikan karena dampak dari PPKM yang telah berlaku selama beberapa bulan ke belakang. Hal ini disampaikan secara tertulis dari hasil rapat evaluasi penanganan pandemi Covid-19 wilayah Jawa-Bali pada Senin (29/11/2021).


Namun, Luhut mengungkap bahwa saat ini terjadi peningkatan kasus aktif nasional. Selain itu, ia juga membeberkan hasil survei Google Mobility Jawa-Bali dan Indeks Belanja Masyarakat. Hasil survei tersebut menunjukkan bahwa mobilitas masyarakat cukup signifikan dibandingkan dengan Natal 2020 dan Tahun Baru 2021. Tidak hanya itu, periode libur Idul Fitri 2021 juga disandingkan.


“Oleh karena itu, kita harus berhati-hati terhadap indikasi adanya kenaikan kasus dan mobilitas, terutama menghadapi periode Nataru supaya tidak terulang pembatasan sosial yang ketat,” pungkas Luhut.


PPKM diperpanjang, Siti Fadilah sebut Omicron terlalu didramatisasi


Terkait hal tersebut, mantan Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari buka suara. Menurutnya, Omicron adalah salah satu varian produk dari suatu mutasi covid.


“Omicron itu karena mutasi dari sedikit protein, tetapi strain-nya tetap yang lama. Yang berubah sifatnya adalah yang ada di ujung dari protein itu,” kata Siti Fadilah di saluran YouTube Realita TV, dikutip Kamis 2 Desember 2021.


Namun, menurutnya varian ini terlalu didramatisasi. “Mereka sebut Omicron dramatis sekali, mati lu. No, itu cuma mutasi kecil saja, strain-nya masih tetap yang lama,” ungkapnya.


Ia kemudian menyinggung soal tingkat penularan dari virus Omicron yang diklaim 500 persen lebih cepat. Kata Siti, ada hal yang penting untuk digarisbawahi sesuai dengan hukum alam sejak lama. Menurutnya, jika penularan 500 persen lebih tinggi dari covid awal, maka tingkat keganasannya pasti ringan.


“Sifat virus memang begitu, kalau cepat menular seperti flu keganasannya rendah. Tetapi kalau semakin ganas, dia semakin sulit untuk menular,” jelasnya.


“Makanya kalau kena virus Omicron jangan takut, Insya Allah tak akan berbahaya. Terus Pemerintah juga jangan sampai menaik-naikkan level PPKM, karena dampaknya besar bagi ekonomi kita yang mulai berjalan baik,” pesan Siti Fadilah.(Hops.id)


Gerhana Matahari Total 4 Desember 2021 Tidak Dapat di Amati di Indonesia
Jumat, Desember 03, 2021

On Jumat, Desember 03, 2021

 

Fhoto gerhana matahari total


INFO|JAKARTA - Gerhana Matahari 2021 pada 4 Desember besok akan menjadi gerhana matahari terakhir di tahun ini. Gerhana Matahari terjadi ketika cahaya matahari terhalang oleh bulan yang menyebabkan tidak seluruh sinarnya dapat sampai ke bumi.


Sayangnya, tidak semua wilayah di bumi dapat mengamati fenomena gerhana matahari yang akan terjadi pada Sabtu (4/12/2021) itu. Untuk mengetahui informasi lebih lanjut, simak serba-serbinya berikut.


Gerhana Matahari yang akan terjadi besok berupa gerhana matahari total. Dilansir dari situs resmi NASA, gerhana matahari total 4 Desember 2021 hanya terjadi di Antartika dan perairan sekitarnya.


Gerhana matahari total terjadi ketika matahari, bulan dan bumi berada dalam satu garis lurus. Wilayah yang berada di pusat bayangan bulan ketika mengenai bumi akan mengalami gerhana matahari total. Ketika fenomena itu berlangsung maka langit akan menjadi sangat gelap seperti saat dini hari atau senja. Jika cuaca mendukung, korona matahari dapat dilihat oleh orang-orang yang berada di jalur gerhana matahari total.


Tidak seluruh bagian bumi dapat menikmati fenomena gerhana matahari total. NASA menyebut gerhana matahari di beberapa bagian selatan bumi dapat mengalami gerhana matahari total atau sebagian. Dilansir dari situs NASA, beberapa tempat yang mengalami gerhana matahari sebagian yaitu: Sebagian Saint Helena, Namibia, Lesotho,Afrika Selatan,

Georgia Selatan dan Kepulauan Sandwich, Kepulauan Crozet, Kepulauan Falkland, Chili, Selandia Baru dan Australia


Di lokasi-lokasi tersebut gerhana akan terjadi sebelum, selama dan setelah matahari terbit atau terbenam. Berikut rincian waktu gerhana matahari sebagian:


1.Dimulai pukul 02:00 EST (07:00 GMT).


2.Titik terbesar gerhana matahari total pukul 02:33 EST (07:33 GMT).


3.Gerhana sebagian berakhir pukul 03:06 EST (08:06 GMT).


Gerhana Matahari 2021: Tidak Dapat Diamati dari Indonesia.


Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut gerhana matahari terakhir yang terjadi di tahun 2021 tidak dapat diamati dari Indonesia. Dilansir dari situs resmi BMKG, hanya dua dari empat gerhana tahun 2021 yang dapat diamati dari Indonesia. Berikut rinciannya:


Gerhana Bulan Total pada 26 Mei 2021 - Dapat diamati dari Indonesia

Gerhana Matahari Cincin pada 10 Juni 2021 - Tidak dapat diamati dari Indonesia

Gerhana Bulan Sebagian pada 19 November 2021 - Dapat diamati dari Indonesia

Gerhana Matahari Sebagian pada 4 Desember 2021 - Tidak dapat diamati dari Indonesia.


Walau tidak terjadi di seluruh bagian bumi, masyarakat tidak perlu khawatir. Jika cuaca memungkinkan, NASA rencananya akan menyediakan siaran langsung fenomena gerhana matahari total yang diambil di Union Glacier, Antartika. Bagi yang ingin melihat fenomena tersebut dapat mengakses siaran yang ditayangkan di dua tempat yaitu:


1.Akun YouTubube NASA.


2. Laman nasa.gov/live


NASA telah mengeluarkan rincian waktu siaran fenomena gerhana matahari total yaitu:


1.Pukul 01:30 EST (06:30 GMT) = Siaran langsung dimulai.


2. Pukul 02:44 EST (07:44 GMT) = Gerhana matahari total.


3.Pukul 03:37 EST (08:37 GMT) = Siaran langsung berakhir.


Gerhana Matahari 2021: Gerhana Matahari Total Selanjutnya


Dilansir dari laman resmi Space, Gerhana Matahari total diperkirakan akan terjadi pada 20 April 2023 mendatang. Itu artinya kita perlu menunggu sekitar 18 bulan untuk menikmati fenomena gerhana matahari total selanjutnya. Fenomena tersebut nantinya akan melewati wilayah Asia bagian selatan dan timur, (**).


Kadiv Humas Polri : Usulan Cendekiawan Muslim Terkait Perekrutan Santri Hingga Hafiz Quran Berkualitas Masuk Polri Sudah di Lakukan
Kamis, Desember 02, 2021

On Kamis, Desember 02, 2021


INFO|JAKARTAUsulan cendekiawan muslim, Ahmad Syafi’i Ma’arif atau Buya Syafi’i yang meminta santri berkualitas direkrut dalam pendidikan Akademi Kepolisian (Akpol) sudah dilakukan pihak Kepolisian Republik Indonesia.


Bahkan sejak 2017, Polri secara konsisten membuka rekrutmen anggota Polri bersumber dari pesantren, hafiz Alquran hingga siswa berprestasi agama lainnya.

“Polri dari tahun 2017 sampai dengan saat ini sudah melaksanakan kegiatan rekrutmen anggota Polri dari Perwira sampai Bintara yang memiliki latar belakang santri, hafiz Quran, juara MTQ dan siswa berprestasi agama lainnya dari berbagai provinsi,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo dalam keterangan tertulisnya, Kamis 2 Desember 2021.

Dedi menjelaskan, sejak tahun 2017 sudah puluhan santri dari pesantren mengikuti pendidikan baik Bintara maupun Perwira. Adapun rinciannya 44 santri mengikuti pendidikan Bintara dan 47 santri mengikuti pendidikan Perwira.

Selanjutnya, jenderal bintang dua ini mengatakan, Polri juga menerima rekrutmen Bintara tahun 2020/2021 kategori hafiz Alquran sebanyak 55 orang, Musabaqah Qiroatil Kutub (MQK) sebanyak 1 orang dan Musabaqah Mutawatil Quran (MTQ) sebanyak 9 orang.

Dedi menambahkan, Polri juga menerima rekrutmen Bintara Berkompetensi Khusus (Bakomsus) agama dari berbagai provinsi dengan total 77 orang.

“Sesuai kebijakan Kapolri pola rekrutmen tersebut akan terus dilaksanakan oleh Polri,” katanya.

Sebelumnya, Buya Syafii Maarif memberikan usulan kepada Polri. Buya meminta institusi Polri merekrut santri berkualitas untuk bergabung dalam pendidikan Akpol.

Usulan Buya yang berupa video itu diunggah oleh akun Twitter @budhihermanto. Dalam video itu, Buya menilai rekrutmen santri menjadi polisi akan mempermudah menangani radikalisme.

“Saya Ahmad Syafi’i Ma’arif Salah seorang warga negara yang sudah berusia 80-an. Dengan ini berharap kepada pihak kepolisian, terutama Kapolri dan jajarannya, untuk merekrut para santri menjadi Akpol,” kata Buya dikutip dari video tersebut, Selasa (30/11).

Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah ini menilai tidak perlu banyak santri yang dimasukkan ke dalam Akpol. Tapi yang masuk Akpol harus benar-benar berkualitas. Ia menilai hal dapat mempermudah Polri menumpas kelompok radikal.

“Tidak usah banyak-banyak. Tujuannya apa? Untuk mendampingi polisi menghadapi kelompok-kelompok yang menyimpang ini. Kelompok-kelompok yang anti-Pancasila, kelompok-kelompok radikal. Itu kalau polisi mengerti agama, mengerti bahasa mereka, akan lebih mudah,” ucapnya.

Menurutnya, Polri harus proaktif mencari santri yang layak masuk Akpol. “Polisi harus proaktif untuk ini. Dicari betul-betul berkualitas, sama seperti yang lain. Sampai nanti mereka menjadi perwira, tapi mereka mengerti kitab kuning mengerti kitab-kitab agama, seperti yang dipahami kelompok radikal ini,” imbuhnya, (*)

Selain Menghadiri HUT ke-71 Korpolairud, Kapolri Resmikan 9 Unit Helikopter
Rabu, Desember 01, 2021

On Rabu, Desember 01, 2021


INFO|JAKARTA Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meminta kepada jajaran Korps Kepolisian Air dan Udara (Korpolairud) Baharkam Polri untuk terus menjadi representasi kehadiran negara di setiap wilayah Indonesia.


Pernyataan tersebut disampaikan Sigit saat menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-71 Korpolairud Baharkam Polri di Mako Ditpoludara, Pondok Cabe, Banten, Rabu (1/12/2021). 


“Harapan kami, jajaran Polairud khususnya, untuk terus bisa mengoptimalkan pelaksanaan tugasnya, guna mewujudkan representasi negara hadir di setiap wilayah yang membutuhkan kehadiran negara dan membutuhkan kehadiran Polri,” kata Sigit kepada awak media.


Tak hanya itu, Sigit juga berharap, Korpolairud untuk terus siap menghadapi berbagai macam tantangan tugas yang ada saat ini dan kedepannya. Diantaranya adalah mengoptimalkan kegiatan dalam membantu pengendalian dan penanganan Pandemi Covid-19.


Peran Korpolairud, kata mantan Kapolda Banten ini menjadi salah satu yang sentral dalam rangka pengendalian Covid-19. Dalam hal ini yakni akselerasi percepatan vaksinasi ke masyarakat yang berada di pulau terluar ataupun memiliki akses darat yang sulit.


“Mulai dari distribusi vaksin, kemudian akselerasi vaksin pulau terluar di wilayah-wilayah perairan. Dimana masyarakat juga tentunya perlu mendapatkan bantuan vaksinasi termasuk juga distribusi logistik yang terkait,” ujar eks Kabareskrim Polri itu.


Lebih dalam, menurut Sigit, dengan didorongnya percepatan vaksinasi ke seluruh wilayah Indonesia, hal itu akan mengantisipasi serta meningkatkan kewaspadaan terkait adanya varian baru Covid-19 seperti Omicron.


Sigit menekankan, Korpolairud harus melakukan akselerasi vaksinasi, mulai dari menyiapkan gerai-gerai vaksin di wilayah perairan sampai dengan mendorong logistik distribusi vaksinasi yang dibutuhkan masyarakat.


Dalam hal ini tentunya memerlukan pengamanan lantaran berada di wilayah terpencil ataupun antar-pulau.Sehingga program Pemerintah dalam rangka mewujudkan capaian vaksinasi 70 persen di tahun ini dan kedepan akan terus terlaksana.


“Dengan adanya berbagai varian baru termasuk Omicron yang saat ini menjadi kewaspadaan kita. Tentunya rangkaian pengendalian Covid-19 mulai dari bagaimana memperkuat protokol kesehatan, mulai dari 3M, 3T dan akselerasi vaksinasi betul-betul bisa kita laksanakan,” papar Sigit.


Untuk memperkuat dan memaksimalkan peran Korpolairud, dalam kesempatan ini, Sigit juga meresmikan sembilan Helikopter baru guna mengoptimalisasi pelaksanaan tugas kedepannya.


Dengan adanya sarana dan prasarana penunjang itu, Sigit menegaskan, Korpolairud harus semakin optimal dalam melakukan mobilisasi pemantauan dan pengawasan di beberapa kawasan yang sedang dikembangkan oleh Pemerintah Indonesia. Diantaranya adalah, kawasan industri, pariwisata ataupun kawasan strategis nasional lainnya yang tentunya memerlukan kehadiran Polri


“Karena itu tentunya dengan kehadiran pesawat helikopter yang baru ini, tentunya mobilitas dan sekaligus pengawasan serta pemantauan melalui udara terhadap kawasan tersebut juga akan semakin baik,” ucap Sigit.


Disisi lain, Sigit menyebut, alat utama baru yang dimiliki Korpolairud ini juga akan dimaksimalkan untuk menyukseskan beberapa agenda nasional ataupun internasional yang kedepannya akan dilaksanakan di Indonesia.


“Kita juga akan menghadapi beberapa tantangan tugas terkait penyelenggaraan event nasional maupun internasional. Terkait Presidensi tentunya membutuhkan pengamanan. Kami tentunya akan persiapkan semuanya agar bisa menjadi lebih baik,” tutur Sigit.


Disisi lain, Sigit menyampaikan kepada seluruh jajaran Korpolairud untuk selalu berada di garis terdepan dan responsif untuk membantu masyarakat yang menjadi korban bencana alam.


“Terkait juga tantangan tugas dengan adanya berbagai macam kondisi bencana yang ada baik longsor, bencana perairan tentunya memerlukan kehadiran Polri, kita harapkan kita akan jauh lebih baik dengan adanya sarana dan prasarana baru yang kita miliki. Demikian juga dengan tantangan tugas yang lain,” kata Sigit.


Dalam kesempatan itu, Sigit juga menyempatkan menyapa secara langsung jajaran Korpolairud yang sedang menjalankan tugas di perairan dan lokasi penugasan operasi pada beberapa wilayah Indonesia.


Saat menyapa personel Korpolairud yang bertugas pada Satgas Nemangkawi, Sigit menekankan soal untuk terus meningkatkan kewaspadaan adanya gangguan kamtibmas.


Ia juga berpesan agar setiap menjalankan tugas untuk terus berhati-hati dan mengikuti SOP yang ada.


Selanjutnya, Sigit juga menyapa jajaran Korpolairud yang bertugas di perairan NTT. Ia meminta agar personel mengamankan lokasi destinasi Labuan Bajo yang sedang dikembangkan untuk sektor Pariwisata oleh Pemerintah, (*).

Tiga Pelaku Begal Sadis di Bojong Gede Depok di Gulung Polisi
Jumat, November 26, 2021

On Jumat, November 26, 2021


INFO|JAKARTA - Aksi pembegalan sadis yang terjadi di Kecamatan Bojong Gede, Depok akhirnya di gulung polisi. Dalam kasus ini polisi berhasil amankan tiga pelaku.



Mereka itu berinisial DS (18), RHR (20), dan FH (24). Ketiganya melakukan begal pada Jumat (12/11) lalu.


"Peran masing-masing ada eksekutor, membacok korban dengan celurit, peran joki, peran membawa mengapit korban menggunakan celurit," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes E Zulpan dalam konferensi pers di Polda Metro Jaya, Jumat (26/11/2021).


Zulfan mengatakan modus yang dilakukan pelaku adalah mengapit korban. Kemudian, para pelaku memukul dan membacok korban menggunakan senjata tajam.


"Para pelaku apit korban dan tanpa basa-basi pukul dan bacok korban. Setelah korban tak berdaya pelaku ambil parang milik korban dan melarikan diri," kata dia.


Selain menangkap para pelaku, polisi menyita sejumlah barang bukti, termasuk celurit yang dipakai untuk membegal.


"Beberapa barang bukti kami amankan dan sita. Di antaranya pisau, handphone, pakaian yang digunakan, satu buah celurit milik RHR," kata dia.


Atas kasus tersebut, pelaku dijerat Pasal 365 KUHP tentang tindak pidana pencurian dengan kekerasan. Ketiganya terancam pidana 9 tahun penjara, (**).


Covid lenyap, Siti Fadilah Minta Prabowo Turun selidiki: Ini By Terorisme!
Jumat, November 26, 2021

On Jumat, November 26, 2021

 

Siti Fadilah Supari. Foto Instagram @siti_fadilah_supari


INFONUSANTARA.NET - Covid mendadak lenyap di sejumlah negara termasuk Indonesia. Hal inilah yang turut jadi perhatian oleh mantan Menkes Siti Fadilah Supari. Dia merasa bingung kok bisa covid tiba-tiba lenyap. Dia lantas menyebut bahwa covid merupakan ulah terorisme.


Apa maksudnya? Hal itu dia sampaikan saat diwawancarai tokoh jurnalisme Karni Ilyas di saluran Youtubenya, dikutip Hops.id, Jumat 26 November 2021.


Pada kesempatan itu, Siti menyebut bahwa covid diduga adalah by terorisme. Siti mengurai pada waktu WHO memberikan statemen pada 13 Maret telah muncul corona di Wuhan. Dia lantas menyebut bahwa syarat-syarat pandemi sebetulnya belum terpenuhi.


Untuk memenuhi syarat pandemi, kata dia, WHO harus bisa membuktikan bahwa apakah ada awal mula infeksi berawal dari binatang, hingga kemudian terjadi mutasi dari binatang ke manusia, kemudian manusia ke manusia, lalu antarbangsa, dan menjadi pandemi.


“Ternyata sampai akhir ini, itu belum diketahui. Kenapa saya katakan itu, karena Amerika dan RRC masih tuduh-tuduhan. Amerika menuduh China dari lab mu, begitu juga dengan sebaliknya,” kata Siti.


Covid by terorisme


Karena tuduh-tuduhan itulah, kemudian menjadi terbukti bahwa penyebaran dari hewan ke manusia belum mutlak. Karena kedua belah pihak masih saling menyalahkan. Itu juga menunjukkan dan membuktikan bahwa belum diketahui dari mana asal covid.


“Padahal itu syarat utama dari pandemi. Dan kalau saya lihat, cara penularannya tidak seperti pandemi yang seharusnya. Jadi saya meragukan ini pandemi.”


Lalu kalau bukan pandemi, dari mana covid berasal. Siti Fadilah lalu menduga ini kerjaan terorisme. Walau perlu melakukan pengkajian mendalam, dia meminta agar Badan Intelijen Negara (BIN) ikut bergerak, dan juga Menteri Pertahanan Prabowo Subianto ikut bersikap.


“Bisa diduga, covid itu satu by terorisme. Ya semua memerlukan satu pengkajian mendalam. Dan itu bukan tugas saya. Harusnya pemerintah kan mempunyai BIN, Menhan, mereka harus duduk bersama untuk mengkaji bersama,” katanya.


Soal mengapa kini covid tiba-tiba hilang, Siti Fadilah meragukan itu karena efek vaksin. Sebab Eropa saya yang tingkat vaksinasinya sudah mencapai 80-90 persen, masih kena covid dengan gelombang ketiga. (Hops.id)

Lomba Orasi Unjuk Rasa, Polri Sediakan Hadiah Puluhan Juta Bagi Pemenang
Rabu, November 24, 2021

On Rabu, November 24, 2021


INFO|JAKARTADivisi Humas Polri bakal menggelar lomba orasi unjuk rasa Piala Kapolri 2021 yang bakal diselenggarakan pada 10 Desember mendatang. Kegiatan itu sekaligus dalam rangka momentum peringatan Hari Hak Asasi Manusia (HAM) se-dunia.


Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo mengungkapkan, lomba orasi ini diselenggarakan dengan tujuan untuk memberikan ruang dan wadah kepada masyarakat dalam menyampaikan aspirasi dan ekspresinya.

“Memberikan wadah atau ruang bagi masyarakat dalam menyampaikan aspirasi dan ekspresinya sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat cara menyampaikan aspirasi sesuai dengan aturan dan hukum yang berlaku,” kata Dedi dalam keterangan tertulisnya kepada wartawan, Jakarta, Rabu (24/11/2021).

Adapun tema yang diusung adalah “Memperingati Hari Hak Asasi Manusia”. Sementara, sub tema acara tersebut bersifat bebas. Atau dengan kata lain, peserta nantinya dibebaskan untuk menyampaikan orasi dalam bentuk kritik ataupun masukan yang membangun.

Dedi menambahkan, kegiatan ini merupakan komitmen dari Polri yang sangat menghargai aspirasi-aspirasi dari masyarakat yang merupakan salah satu dari hak asasi manusia. Hal itu sebagaimana dengan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 Pasal 28 dan UU Nomor 9 Tahun 1998 Tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat Dimuka Umum.

“Polri selalu menghormati dan menghargai hak asasi manusia dalam bentuk mengawal demokrasi dengan melindungi warga negara yang menyampaikan pendapat di muka umum,” ujar mantan Kapolda Kalimantan Tengah itu.

Teknis lomba orasi itu nantinya akan melalui proses seleksi di tingkat Polda yang nantinya akan disaring untuk masuk ke tingkat Mabes Polri. Seluruh unsur elemen masyarakat pun boleh ikut dalam kegiatan ini. Mulai dari mahasiswa, buruh, tani dan elemen lainnya. Lomba ini terdiri dari 1 tim yang bisa berisikan 5-15 orang.

Pendaftaran lomba sendiri dimulai sejak tanggal 25 November 2021 sampai 30 November 2021. Setelah melewati proses penyaringan di tingkat Polda, nantinya pada tanggal 10 Desember peserta yang juara 1 di daerah akan tampil di tingkat pusat atau Mabes Polri.

Polri menyiapkan hadiah senilai Rp.50 juta untuk juara pertama. Kemudian, Rp.30 juta untuk juara kedua dan Rp.20 juta bagi peserta juara ketiga.

Diketahui, Polri bukan yang pertama menggelar kegiatan terkait menyalurkan kebebasan berekspresi dan berpendapat. Pasalnya, Korps Bhayangkara telah sukses menyelenggarakan festival lomba mural pada 30 Oktober 2021 lalu, (**).

Segera Tuntaskan Kasus Pelanggaran HAM Berat, Kejagung Perintahkan Jampidsus Ambil Langkah Strategis dan Progresif
Sabtu, November 20, 2021

On Sabtu, November 20, 2021


INFO|JAKARTAJaksa Agung Republik Indonesia Prof Dr ST Burhanuddin memerintahkan Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus (Jampidsus) Ali Mukartono, agar segera mengambil langkah strategis dan progresif menyelesaikan dugaan Pelanggaran Hak Asasi Manusia atau Pelanggaran HAM Berat masa kini.


Langkah ini, menurut Burhanuddin untuk memecahkan kebuntuan pola penanganan kasus-kasus pelanggaran Hak Asasi Manusia Berat atau Pelanggaran HAM Berat.

Hal itu di katakan Jaksa Agung Republik Indonesia, Burhanuddin, lewat siaran pers yang disampaikan melalui Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung (Kapuspenkum), Leonard Eben Ezer Simanjuntak, Sabtu malam, (20/11/2021). 

“Ini di lakukan dalam rangka penuntasan perkara Pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) yang Berat, maka dari itu Jaksa Agung Republik Indonesia memerintahkan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus, untuk segera mengambil langkah-langkah strategis percepatan penuntasan penyelesaian dugaan perkara HAM yang Berat masa kini dengan tetap memperhatikan ketentuan hukum yang berlaku,” tutur Kapuspenkum Leonard Eben Ezer Simanjuntak.

Mantan Wakajati Papua Barat ini melanjutkan, Jaksa Agung menilai, perlu diambil terobosan progresif untuk membuka kebuntuan pola penanganan akibat perbedaan persepsi antara Penyidik HAM dengan Penyelidik Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM).

Jaksa Agung mengharapkan, dalam waktu dekat Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus dapat mengambil langkah yang tepat dan terukur terkait beberapa dugaan pelanggaran HAM yang Berat,” tandas Leonard.***

Hingga Oktober 2021, Polri Berhasil Tangani 69 Kasus Mafia Tanah Dengan Menetapkan 61 Tersangka
Jumat, November 19, 2021

On Jumat, November 19, 2021


INFO|JAKARTASepanjang tahun 2021 ini tercatat sudah ada 69 perkara yang ditangani oleh Satgas Anti Mafia Tanah Polri. Hal ini yang terus di upayakan polri untuk memberantas dugaan mafia tanah.


Kepala Divisi (Kadiv) Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo mengungkapkan, jumlah tersebut tercatat sepanjang tahun 2021 hingga bulan Oktober.

“Target penyelesaian perkara program tahun 2021 sudah ada 69 perkara mafia tanah yang ditangani,” kata Dedi kepada wartawan, Jakarta, Jumat 19 November 2021.

Adapun rincian dari penanganan perkara tersebut adalah, lima diantaranya masih proses penyelidikan, 34 dalam tahap penyidikan. Lalu, 14 kasus sudah dilimpahkan tahap I.

Kemudian, 15 perkara mafia tanah sudah dilakukan pelimpahan tahap II. Dan satu kasus dihentikan penyelidikannya dengan pendekatan Restorative Justice (RJ).

Dedi menambahkan, dari kasus mafia tanah yang ditangani, pihaknya telah menetapkan 61 orang sebagai tersangka dalam perkara tersebut.

“Dengan jumlah tersangka kasus mafia tanah sebanyak 61 orang,” ujar mantan Kapolda Kalimantan Tengah tersebut.

Dari 61 orang tersangka itu, tujuh diantaranya sudah dilakukan penahanan. Lalu, 23 orang belum ditahan. Kemudian, dua orang masih diburu atau masuk ke dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

Sementara 29 tersangka lainnya sudah dilimpahkan ke Jaksa Penuntut Umum (JPU), ujarnya.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo telah menginstruksikan kepada seluruh jajarannya untuk tidak ragu mengusut tuntas dan menindak tegas para pelaku kejahatan mafia tanah di Indonesia, (**)

Kejagung Copot Aspidum Kejati Jabar Tak Peka Dengan Kasus Istri Omeli Suami Sering Mabuk
Kamis, November 18, 2021

On Kamis, November 18, 2021


INFO|JABARBuntut kasus istri omeli suami sering mabuk terus berbuntut panjang, Jaksa Agung pun telah mencopot sementara Asisten Pidana Umum Kejaksaan Tinggi Jawa Barat (Aspidum Kejati Jabar).


Kejaksaan Agung kini menarik Aspidum ke Gedung Bundar Kejaksaan Agung untuk memudahkan pemeriksaan atas dugaan pelanggaran oleh Aspidum berinisial DH.

Kasus di Karawang, Valencya, istri omeli suami sering mabuk diambil alih Kejaksaan Agung (Kejagung) namun Kejati Jabar pun ikut turun tangan.

“Ya jadi sejak timbulnya permasalahan itu, Kajati memerintahkan Aswas (Asisten Bidang Pengawasan) mengecek, penelusuran baik di Kejati maupun Karawang,” ucap Kasipenkum Kejati Jabar Dodi Gazali Emil, Rabu 17 November 2021.

Menurut Dodi, Kajati Jabar Asep N Mulyana juga sudah mengatensi kasus ini. Dia mengatakan penelusuran oleh Aswas ini dilakukan untuk mencari tahu proses penanganan perkara tersebut.

“Sehingga kita ketahui penanganan perkara ini sesuai prosedur atau tidak,” kata dia.

Terkait hasil dari pengawasan ini, sambung Dodi, pihaknya belum menjelaskan. Dodi mengatakan pihaknya masih menunggu hasil dari Kejagung.

Sebab, Jaksa Agung ST Burhanuddin juga sudah meminta eksaminasi khusus atas kasus ini. Sembilan Jaksa baik dari Kejati Jabar maupun Kejari Karawang termasuk Asisten Pidana Umum Kejati Jabar tengah menjalani pemeriksaan oleh Jaksa Agung Muda bidang Pengawasan (Jamwas).

“Jadi kira tunggu bersama prosesnya bagaimana, langkah yang diambil bagaimana, yang pasti Jampidum sudah melakukan eksaminasi khusus seperti yang disampaikan,” kata dia.

Hal ini juga termasuk untuk mengetahui alasan pasti JPU menunda pembacaan tuntutan kasus itu hingga 4 kali. Sebelumnya, Kejagung menyebut JPU kasus itu menunda 4 kali pembacaan tuntutan dengan alasan rencana tuntutan (rentut) belum turun dari Kejati Jabar.

“Makanya kita harus ketahui dulu alasannya seperti apa. Kalau kita kan nanti diinfokan alasannya seperti apa alasan yang diambil Jaksa menunda empat kali kita menunggu hasilnya seperti apa,” ujar dia.

Seperti diketahui, kasus Valencya, istri omeli suami sering mabuk sudah digelar di Pengadilan Negeri Karawang. Pada sidang sebelumnya Valencya alias Nengsy Lim dituntut satu tahun penjara oleh jaksa penuntut umum Kejari Karawang.

Dalam kasus ini suami istri tersebut saling lapor dan laporan suaminya malah terus sampai ke pengadilan.

Penanganan perkara ini ternyata berbuntut panjang. Kejagung mendapatkan temuan dugaan pelanggaran dalam proses penanganan kasus dengan terdakwa Valencya alias Nengsy Lim tersebut.

Hal itu membuat Jaksa Agung ST Burhanuddin mengambil sikap. Kejagung kemudian melakukan eksaminasi khusus dengan beberapa temuan dugaan pelanggaran.

Adapun pelanggaran yang dilakukan mulai dari ketidakpekaan Jaksa dalam penanganan kasus, tidak mengikuti pedoman dalam penuntutan, tak menjalani pedoman perintah harian Jaksa Agung hingga pembacaan tuntutan yang ditunda selama 4 kali.

Penanganan kasus itupun diambil alih oleh Kejagung. Tim dari Jaksa Agung Muda bidang Tindak Pidana Umum yang akan melanjutkan penanganan perkara tersebut karena hal ini telah menarik perhatian masyarakat dan pimpinan Kejaksaan Agung, (**).

DPP Pekat IB Dukung KASN Pecat ASN Memakai Atribut Partai
Kamis, November 18, 2021

On Kamis, November 18, 2021


INFO|JAKARTA
Terkait dugaan pelanggaran kode etik terhadap salah satu ASN Kementan yang menggunakan atribut parpol, Ormas Pekat IB audensi dengan Asisten Komisioner KASN bidang kode etik di media center KASN.


Sebelumnya Sekretaris Jenderal Pimpinan Pusat Generasi Pemuda Pekat IB (GM Pekat IB) juga mendesak Kemenpan RB dan KASN untuk segera menindak tegas ASN yang menggunakan atribut parpol.

`Hari ini kita bersama Asisten Komisioner KASN bidang kode etik melakukan pertemuan guna mendukung pemanggilan terhadap salah satu pejabat ASN yang mengunakan atribut partai`ucap Ketua Infokom DPP Pekat IB, Lisman Hasibuan, Kamis (18/11/2021). 

Selain itu, Pekat IB juga meminta KASN segera memberikan sanksi berat terhadap pejabat ASN yang sudah tidak netral serta tidak patuh aturan dan telah ikut berpolitik, ujarnya.

`Atas saran dan masukan DPP Pekat IB, besok jumat (19/11/2021), KASN jadwalkan pemanggilan kepada Sekjen Kementan RI untuk di periksa secara resmi`sebut Lisman.

Lisman menyebut, mengacu pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 94 Tahun 2021 Disiplin Pegawai Negeri Sipil menyebutkan bahwa terdapat 17 kewajiban dan 15 jenis larangan, dan jika salah satu dilanggar, bisa dikenakan hukuman disiplin.

Mengutip Permendagri Nomor 11 Tahun 2020 tentang Pakaian Seragam ASN, tidak ada seragam loreng dan atribut seragam mirip army (tentara)

“Apa yang dilakukan oleh pejabat Kementan itu dinilai sebagai pelanggaran dan layak disanksi karena tidak menjaga netralitas sebagai ASN` tegasnya.

Dikatakan pertemuan dengan Asisten Komisioner ASN bidang kode etik ini, kami dari Pekat IB sangat mendukung kebijakan yang akan di ambil, salah satunya dengan melakukan pemanggilan terhadap ASN pejabat Kementan untuk di periksa.

`Kejadian seperti ini setidaknya memberikan efek jera serta menjadi motivasi bagi ASN lainnya untuk tidak melanggar aturan salah satunya ikut berpolitik`tandasnya, (*).