Ketua Fraksi PKS DPRD Kota Padang H.Muharlion,S.Pd
INFONUSANTARA.NET
Padang - Kondisi saat ini di Kota Padang Sumatera Barat bahkan hampir disetiap daerah - daerah Indonesia, kasus pandemi terkonfirmasi positif Covid-19 terus melonjak yang berpeluang menghasilkan cluster keluarga.

Terus melonjaknya kasus Covid-19 khususnya di Kota Padang yang setiap hari menjadi nomor wahid (satu,red) dalam laporan hasil pemeriksaan sample spesimen Covid-19, pemeriksaan sample spesimen di Lab yang dipimpin olehpenanggugjawabnya Dr. dr. Andani Eka Putra, M.Sc,mendapat tanggapan dari Ketua Fraksi PKS DPRD Kota Padang Muharlion.

Menurut Muharlion, pada saat ini harus dilakukan sosialisasi terpadu tentang penerapan 3M (Memakai Masker, Mencuci Tangan dan Menjaga Jarak) dalam mengantisipasi berpeluang terjadi cluster keluarga.

"Pada saat ini, untuk memutus pertumbuhan Covid-19 di Kota Padang harus di lakukan sosialisasi intens di tengah-tengah masyarakat. Sosialiasi harus melibatkan RT/RW sebagai perwakilan pemerintah di tingkat paling kecil,"ujar Muharlion.

Sebelumnya, pemerintah telah meminta 100 orang warga di kelurahan untuk dilakukan swab gratis. Tetapi, banyak masyarakat menolak dengan berbagai alasan, seperti swab itu sakit. Sebenarnya swab itu tidak sakit seperti yang di takutkan.

Dengan banyaknya berbagai alasan dari masyarakat, Muharlion memandang peluang dilakukannya test swab massal di tingkat kelurahan ini menurutnya tindakan tersebut tidak dapat direalisasikan dengan baik.

Dalam penerapan 3M (Memakai Masker, Mencuci Tangan dan Menjaga Jarak) ditengah masyarakat, Muharlion berpendapat pemerintah Kota Padang harus membuat Perda protokol masyarakat, agar ada sanksi tegas dan efek jera terhadap pelanggar protokol kesehatan ini di tengah-tengah masyarakat.

"Perda protokol kesehatan harus dirancang secepatnya oleh Pemerintah Kota Padang. Sebelumnya, harus dilakukan sosialisasi-sosialiasi tentang pemberlakukan perda protokol kepada masyarakat ini sebelum perda ini di buat," ujarnya.

Lebih lanjut disampaikan, sebelum Perda rampung, memang kita minta pemko buatkan Peraturan Walikota (Perwako) dan perlu sosialisasi yang masif ke masyarkat. Lewat kongsi - kongsi Covid-19 yang sudah dibentuk tingkat rukun -rukun tetangga (RT).

'Peran masyarakat dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19 sangat penting. Maka mari kita bantu pemerintah dalam hal ini dengan mematuhi himbauan pemko untuk selalu melaksanakan protokol kesehatan dengan cara selalu menggunakan masker aktifitas diluar rumah, jaga jarak dari keramaian orang, cuci tangan, jaga imun tubuh dengan berolahraga dan lain sebagainya," imbuh Muharlion wakil rakyat tiga periode di legislator Padang ini.

Sebelumnya pengamat kesehatan dari 
Pusat Kajian Lingkungan Hidup (PKLH) UNP dr. Elsa Yuniarti, M.Biomed, AIFO-K mewanti-wanti peluang terciptanya cluster keluarga di saat banyaknya masyarakat yang terpapar virus Covid-19. Apalagi pada saat ini masyarakat mulai acuh terhadap protokol kesehatan yang gencar di sosialisasikan oleh pemerintah.

"Jika ingin memutus mata rantai penyebaran Covid-19, masyarakat harus terlibat penuh dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Ancaman terbesar dari penyebaran Covid-19 melalui orang tanpa gejala (OTG) dan menjadi ancaman serius dalam keluarga, karena  OTG tidak menyadari bahwa ia sakit dan bisa menularkan kepada siapa saja,” ucapnya.

dr.Elsa Yuniarti, M.Biomed, AIFO-K menambahkan cluster keluarga bisa tercipta karena sikap egois dari orang tua yang bekerja tanpa menerapkan protokol kesehatan dalam setiap aktivitasnya. 

"Pada saat ini, Covid-19 bermutasi dengan cepat, ini yang harus di waspadai oleh masyarakat. Oleh karena itu, kepada anggota keluarga harus menerapkan protokol kesehatan saat melakukan aktivitas di luar rumah,"pungkas.(Inf)

INFO NUSANTARA PERSADA
 
Top