Camat Lubuk Begalung Wilman Muchtar di lokasi banjir Jundul Rawang Mata Air Kecamatan Padang Selatan
INFONUSANTARA.NET
PADANG - Guyuran hujan lebat dengan intensitas cukup tinggi yang melanda Kota Padang sejak Rabu (9/9) pukul 23.30 WIB hingga Subuh ini,Kamis (10/9) masih saja terus mendera mengakibatkan sejumlah kawasan terendam banjir.

Salah satunya banjir melanda di kawasan komplek Jundul Kelurahan Rawang Mata Air Kecamatan Padang Selatan. 

Jelang Subuh sekitar pukul 04.20 WIB melalui akun Facebook Camat Lubuk Begalung Wilman Muchtar, media ini memperoleh informasi bahwasanya di Jundul Rawang telah terjadi banjir yang cukup deras disertai material tanah dan bebatuan dengan ukuran sebasar helm bahkan ada yang lebih besar yang cukup banyak.
Material tanah dan bebatuan tutupi akses jalan di Jundul Rawang Mata Air Kecamatan Padang Selatan
Camat Lubuk Begalung Wilman Muchtar dihubungi infonusantara.net via selulernya menyampaikan bahwa banjir di sertai material tanah bercampur batu yang sangat banyak baru kali ini terjadi di Jundul Rawang ini khususnya di RT04 RW11 Blok UU,VV dan WW yang berada dekat dengan bukit karan.

Dikatakan, detik - detik material tanah disertai bebatuan yang sangat banyak tersebut menerjang perumahan warga sekitar pukul 02.00 WIB dini hari. Banyak material yang menerjang kearah perumahan warga akibat dihanyutkan aliran air yang sangat deras dari arah bukit.

Selama ini belum pernah kejadian banjir seperti ini ungkap Wilman Muchtar. Memang bulan lalu juga terjadi banjir yang juga membawa material tanah, namun tak separah hari ini. Tak tanggung -tanggung banyaknya sudah seperti galodo saja, " ujar Camat Lubeg ini.

Kebetulan juga saya kemarin dirumah bersama kasi trantib kecamatan dan beberapa orang lagi persiapan untuk giat pagi hari ini membagikan masker di pasar gaung teluk bayur. Namun kondisi hujan lebat membuat mereka tak bisa pulang. Nah tau -tau nya kejadian lah banjir yang seperti ini.

Lebih lanjut Wilman Muchtar mengatakan, kalau saja tidak ada tindakan untuk membendung deras nya aliran banjir di sertai material ini dengan karung yang di isi dengan sisa sedimen dari drainase yang belum di bersihkan pasca banjir bulan lalu tersebut. "Bisa saja berkemungkinan rumah saya sudah roboh diterjang bebatuan yang luar biasa banyak nya itu, " ungkapnya.

Untuk kawasan yang parah memang di sini ada pada 3 blok. Selebihnya memang banjir merata namun hanya di aliri air saja, beda dengan kondisi disini.

Kita berharap kondisi yang terjadi pada hari ini agar segera ditindak lanjuti pihak yang berwenang disini baik lurah ataupun camat. Saya cukup prihatin sekali, pasalnya air dari bukit karan hingga saat ini masih deras turun merendam kawasan Jundul.

Yang dikwatirkan adanya longsor dikawasan bukit karan, dan kita tidak tahu apakah ada batu- batu yang lebih besar yang akan turun menghantam perumahan warga. 

"Karena informasi yang kita dengar dikawasan tersebut sedang berlangsung proyek pembangunan jalan atau apalah untuk kawasan wisata informasi nya ," ungkap Wilman 
Saya sangat berharap ada tindakan cepat dari pihak yang berwenang untuk masalah ini. Jangan biarkan aktif warga terhambat akibat banyak material tanah dan bebatuan yang menutup akses jalan lingkung di komplek Jundul Rawang ini, "harapan dari Camat Lubuk Begalung ini mengakhiri.

"Sungguh Melelahkan Malam Ini.....Baru Kali Ini Banjir yg disertai Material Batu dan Tanah di Kawasan Kami Separah Ini.....Semoga Cepat Reda Hujannya....Capeknya Luaar Biasaaa
#bersih2lagi,, ungkap Wilman Muchtar di akun Fb nya.

Hingga berita ini diterbitkan, kondisi hujan lebat masih belum reda dan informasi lainnya hingga saat ini masih dikumpulkan.(Inf)

INFO NUSANTARA PERSADA
 
Top