INFO PADANG  - Federasi Olahraga Barongsai Indonesia (FOBI) Sumbar bakal menggelar Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Barongsai di Kota Padang, pada 9 - 11 November 2018, bertempat di GOR Himpunan Bersatu Teguh (HBT)

Kejurnas Barongsai di Kota Padang, diikuti 15 Provinsi dengan 300 atlet.
Pembukaan Kejurnas Barongsai di Kota Padang, rencananya bakal dibuka secara resmi oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani dan turut mengundang Gubernur Sumbar, Ketua KONI Sumbar, Walikota Padang dan lainnya.

Pencabutan Nomor Urut Peserta Kejurnas FOBI 2018 oleh Sekjen FOBI Xaverius Djunair Didampingi Kabid Pembinaan FOBI Arifin H, Ketua FOBI Sumbar Iswanto Kwara, Ketua Panitia Johnson Salean serta Freddy Tan ,Rudy
Sekjen FOBI Xaverius Djunair, Minggu (21/10) mengatakan, Kejurnas FOBI 2018 ini pemanasan untuk PON 2020 di Papua. Untuk Kejurnas FOBI sendiri sudah dua kali dilaksanakan, untuk Kejurnas kali ini di Sumatera Barat, Kota Padang untuk yang ketiga kalinya. 

Ia menambahkan, ajang ini menjadi momen pengenalan Barongsai sebagai olahraga, bukan sekadar seni dan tontonan. Terlebih, prestasi olahraga Barongsai Indonesia, sudah sampai level internasional. Klub dari Sumatera Barat, bahkan ada yang sudah juara dunia.

“Barongsai ini adalah benar-benar olahraganya rakyat. Terlebih, Barongsai juga mengandung seni dan budaya. Kalau olahraga ini tidak dipertandingakan, lama-lama bisa tidak ada. Mudah-mudahan sukses saat dipertandingkan dalam PON 2020,” katanya didampingi Arifin H, Kabid Pembinaan FOBI, 

Adapun dalam Kejurnas Barongsai 2018 di Kota Padang, ada 9 kategori yang di perlombakan, yakni, Naga Taulu Bebas, Naga Halang Rintang,Naga Kecepatan,  Barongsai Tradisional, Barongsai Halang Rintang, Barongsai Kecepatan, Barongsai Taolu Bebas, Pekingsai Taolu Bebas, Pekingsai Kecepatan. 
Dalam Kejurnas FOBI 2018 ini, para atlet akan memperebutkan medali Emas, Perak dan Perunggu serta Piagam.

Ia berharap, dapat memajukan Cabor Barongsai dan diterima di masyarakat serta membawa nama daerah ke event nasional dan international. "Tugas saya untuk memajukan Cabor Barongsai di Indonesia, serta dapat membawa nama daerah ke event nasional maupun international," ujarnya. 

Ia mendorong,  para atlet untuk  berkompetisi dengan sehat sehingga bisa tampil di Pekan Olahraga Nasional (PON) 2020. Barongsai sendiri, kini sudah menjadi olahraga prestasi dan telah masuk anggota Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) sejak 2013 lalu.

Kami gembira, Barongsai kini sudah jadi anggota KONI pada 2013 dan sudah dilakukan pertandingan eksibisi nya  pada 2016. Sehingga,  bisa dipertandingkan dalam PON 2020 mendatang. Olahraga barongsai sudah dipertandingkan di regional bahkan internasional. Bahkan untuk Indonesia sendiri merupakan negara ketiga di dunia berprestasi untuk olahraga Barongsai ini.

"Olahraga Barongsai ini memiliki semangat tak asing buat Indonesia yakni semangat gotong rotong, seperti yang digaungkan Bung Karno," paparnya.

Sementara Ketua Federasi Olahraga Barongsai Indonesia (FOBI) Sumbar, Iswanto Kwara menargetkan, untuk Sumbar meraih tiga besar, sehingga para atletnya bisa menuju PON.

"Namun, Sumbar optimis untuk menang meskipun persaingan di tiap kategori pertandingan cukup ketat. Dengan persiapan yang cukup matang, yakin menang, saat ini semua persiapan sudah ready, " tegasnya.

Disisi lain tentunya kita berharap dengan adanya ivent ini dapat membantu pada sektor kepariwisataan, perhotelan, restoran, maupun tempat perbelanjaan lainnya di Kota Padang.  "Dari 15 Pengprov yang ikut berlomba dengan jumlah 300 atlet serta belum lagi di tambah pendamping atlet, tentu ini akan menjadi kunjungan cukup luar biasa, " pungkas Ketua FOBI Sumbar, Iswanto Kwara yang juga merupakan anggota DPRD Kota Padang dari partai PDI Perjuangan ini. (Inf)



 
Top