Articles by "Peristiwa"

Showing posts with label Peristiwa. Show all posts

MENTAWAI,infonusantara.net - Tim SAR gabungan Mentawai kembali di hadapkan dalam tugas pencarian dan pertolongan terhadap kecelakaan kapal (mati mesin) di perairan Matuptuman, Kecamatan Sipora utara dengan POB 3 orang.

Peristiwa kecelakaan mati mesin, informasi di terima dari salah satu masyarakat bernama Evi, Senin (1/3/2021). sekira pukul 10.30 WIB, sebut Kakansar Akmal.

Dari informasi itu Tim SAR gabungan Mentawai langsung menuju lokasi dengan istiminasi 1 jam perjalanan dari dermaga Tupejat ke lokasi kejadian.

Kakansar menjelaskan, kejadian kapal mati mesin itu berawal sekira pukul 08.00 WIB , (1/3/2021), dimana tiga orang warga berangkat dari Rua mata menuju tuapejat untuk membawa temannya sakit.

"Dalam perjalanan sekira pukul 09.00 WIB, kapal yang di bawa itu mengalami mati mesin di wilayah perairan Matuptuman antara Rua mata dengan pulau nukok kecamatan sipora Utara" ucap Akmal.

Data perahu kapal mati mesin itu berupa jenis kapal nelayan, bahan dari kayu dengan panjang 8 meter, warna biru dan mesin 15 PK.

Operasi pencarian, Alut yang di gunakan dalam operasi, RIB 02 Mentawai, Alkon, Albanav, Pal Evakuasi, Pal Prokes, AMC Vehicke, Rescue Dymex dan Unsur yang terlibat Tim Rescue SAR Mentawai, TNI/POLRI, BPBD, Awak Media, Masyarakat.




Editor : Heri Suprianto

MENTAWAI,infonusantara.net - Dalam pekan ini banyak terjadi kecelakaan kapal mati mesin yang terjadi di perairan kepulauan Mentawai.

Periistiwa kali ini, Tim SAR gabungan melakukan operasi pencarian dan pertolongan terhadap kapal nelayan kandas beserta 3 orang POB di perairan pulau awera, kecamatan sipora Utara.

"Pencarian kita lakukan sejak semalam, karena pasang belum naik, sekira pukul 03.00 WIB, Senin 8 Februari 2021 berhasil di evakuasi beserta 3 POB" kata Kakansar Mentawai, Akmal.

Berawal Informasi ini, kata Akmal di terima dari salah seorang masyarakat bernama Toyan pada hari Minggu 7 Februari 2021 sekira pukul 20.20 WIB. Tim SAR gabungan langsung menuju lokasi kejadian.

Dia menyebut, peristiwa Kapal Tondo nelayan ini dari Sikakap hendak menuju Siberut, di perjalanan tepatnya di pulau awera kapal kandas akibat di hantam badai.

"Alhamdulillah kapal Tondo bersama 3 orang POB berhasil di evakuasi dalam kondisi selamat dan sudah diserahkan kepada pihak keluarga" kata Akmal.

Untuk data kapal yang berhasil di evakuasi itu jenis kapal Tondo, bahan kayu, panjang kapal 12 meter, warna hijau menggunakan mesin 18 PK, nama korban Alfian (50), Bujang (45) dan Ahmad (52).

Dalam operasi ini unsur yang terlibat, Tim Rescue SAR Mrntawai, TNI/Polri, BPBD Mentawai dan Masyarakat. Dengan demikian  operasi SAR di usulkan untuk di tutup dan seluruh petugas kembali kesatuan masing-masing.

Akmal menghimbau kepada seluruh masyarakat khusus bagi para nelayan untuk tetap memperhatikan cuaca saat pergi melaut, kalau kondisi tidak memadai urungkan niat untuk melaut, agar terhindar dari malapetaka serta selalu berpedoman kepada BMKG, tukasnya.



Editor : Heri Suprianto

PASBAR,infonusantara.net - Pencarian hari ke 3 (tiga) terhadap salah seorang warga yang dilaporkan hilang diseret Buaya di aliran Sungai Batang Sikabau Deviasi 4 PT. BPP Air Balam, Kecamatan Koto Balingka, Kabupaten Pasaman Barat, akhirnya ditemukan dalam kondisi mengapung dengan jarak lebih kurang 3 (tiga) kilometer dari lokasi tempat kejadian, Selasa, 19 Januari 2021 sekitar pukul 09.00 WIB.

Diketahui sebelumnya, pada hari Minggu 17 Januari 2021, korban Rusdi (40) yang diduga diseret buaya saat hendak mengambil wudhu di Sungai Batang Sikabau untuk melaksanakan sholat Dzuhur yang berada dipinggir kebun korban.

Kepala Badan BPBD Pasaman Barat, H. Edy Busti melalui Kabid Kedaruratan dan Logistik, Decky H. Syaputra, SH mengatakan, setelah di lakukan pencarian bersama personil BPBD, Basarnas, TNI/Polri, dan dibantu oleh pihak Nagari, Kecamatan dan masyarakat setempat, akhirnya korban dapat ditemukan pada hari ke 3 (tiga) pencarian korban.

"Alhamdulillah, pagi tadi sekitar pukul 09.00 Wib, korban sudah dapat kita temukan dengan kondisi mengapung sekitar 3 (tiga) kilometer dari lokasi kejadian," terangnya.

Decky H Sahputra menjelaskan, saat ditemukan, jasad korban dalam keadaan utuh, namun terdapat luka-luka dibeberapa bagian tubuh korban. 

"Korban telah kita evakuasi kerumah duka dengan kondisi utuh, hanya terdapat luka-luka pada tubuh korban," jelasnya.

Ia juga menghimbau, kepada seluruh masyarakat Pasaman Barat khususnya yang berada dipinggiran sungai, agar senantiasa berhati-hati dan melihat kondisi terlebih dahulu sebelum masuk kedalam sungai. Begitu juga bagi masyarakat yang akan memancing agar memberikan jarak paling tidaknya 2 meter dari tepi sungai saat memancing.

"Kepada masyarakat agar dapat selalu waspada, serta hati-hati dan tidak menganggap sepele akan bahaya binatang buas, khususnya buaya yang memang banyak kami temukan disepanjang aliran sungai pada saat pencarian korban tiga hari belakangan ini," Pungkas Decky H Sahputra,(Wisnu Utama).



Editor : Heri Suprianto

MENTAWAI,infonusantara.net - Operasi pencarian dan pertolongan terhadap nelayan hilang kontak di perairan pantai mapaddegat, Kecamatan Sipora Utara membuahkan hasil

"Alhamdulillah nelayan hilang kontak  Syamsualam (60) berhasil ditemukan longboat yang berangkat menuju sikakap sekira pukul 07.45 WIB" ucap Kasiops SAR Mentawai, Hendri kepada media, Senin (18/1/2021).

Sebelum di temukan, sebut Hendri tim SAR gabungan sedang melakukan pencarian dengan menyisir seputar perairan pulau panjang dan pantai mapaddegat.

Tak berapa lama di lakukan pencarian, tim SAR gabungan melihat longboat yang menuju sikakap sedang mengevakuasi korban kedalam boat.

Kemudian tim SAR gabungan melakukan pergeseran menuju pelabuhan tuapejat sekaligus menyerahkan kepada pihak keluarga, rencana awal akan di bawa ke RSUD, guna memastikan kondisi kesehatan korban.

Kakansar Mentawai, Akmal menyebut, kejadian kecelakaan kapal (nelayan hilang kontak) berawal korban pergi melaut sejak hari Minggu, (17/1/2021) sekira pukul 08.00 WIB, namun pada pukul 20.00 WIB tak kunjung pulang.

Dari kejadian itu anak korban bernama lisa melaporkan peristiwa ini ke SAR Mentawai karena orang tuanya belum juga pulang melaut.

"Berkat doa bersama serta kehendak yang kuasa lain, maka korban berhasil ditemukan dalam kondisi selamat, ucap syukur Akmal.

Melihat kejadian yang hampir sering terjadi kecelakaan kapal hilang kontak di perairan mentawai, Akmal tak bosan-bosan mengimbau para nelayan dan masyarakat untuk tetap memperhatikan kondisi cuaca sebelum pergi melaut, pungkasnya




Editor : Heri Suprianto

MENTAWAI,infonusantara.net - Dalam kondisi hening dan nyenyak tidur, tiba-tiba sirine armada damkar berbunyi dengan melaju kencang menuju arah km.0 tuapejat, ternyata ada kejadian kebakaran.

Peristiwa kebakaran itu setelah tim Damkar mendapat informasi dari masyarakat dan langsung menuju lokasi untuk melakukan pemadaman.

Lokasi kebakaran di ketahui berada di km.0 Dusun Camp, Desa Tuapejat merupakan posko kelompok nelayan sosoroat terletak di tepi pantai yang berdekatan dengan beberapa rumah masyarakat.

Tidak begitu lama terjadi kebakaran, armada damkar tiba di lokasi, namun api sudah mulai mengecil, dimana sebelumnya masyarakat melakukan pemadaman secara manual.

Salah satu saksi Yuki (34) saat di konfirmasi awak media mengatakan, peristiwa kebakaran itu diketahui hendak dirinya terbangun dari tidur mau buang air kecil terlihat ada api di sebelah rumah.

Melihat api membakar posko kelompok nelayan sosoroat yang terbuat dari kayu dengan atap rumbia itu, Yuki segera meminta tolong kepada warga di sekitar untuk memadamkan api.

Peristiwa kebakaran itu terjadi sekira pukul 04.00 WIB dini hari, Senin (18/1/2021). Saat terjadi kebakaran posko kelompok nelayan sosoroat yang bedekatan rumah warga, pemiliknya berada di pulau sudah dua hari, sebut Yuki.

"Nasib baik, peristiwa kebakaran ini tidak merembet kerumah warga, beruntung cepat di ketahui dan korban jiwa tidak ada" ucap Yuki.

Dia mengatakan, kebakaran ini tidak di ketahui dari mana sumber apinya, karena pada saat bangun tidur terlihat sudah ada api di posko kelompok nelayan sosoroat.

Api berhasil di padamkan secara total sekaligus pendinginan oleh tim Damkar sekira pukul 04.30 WIB dan personel dan BPBD mentawai yang ikut terlibat dalam pemadaman kembali ke posko masing-masing.




Editor : Heri Suprianto

MENTAWAI,infonusantara.net - Tim gabungan SAR Mentawai kembali melakukan operasi pencarian dan pertolongan terhadap kecelakaan nelayan hilang kontak di perairan pantai Mapaddegat, Kecamatan Sipora Utara dengan POB 1 orang.

Kakansar Mentawai, Akmal menyebut, pencarian nelayan hilang kontak ini setelah menerima informasi dari Lisa yang merupakan anak korban pada hari Minggu (17/1/2021) sekira pukul 20.40 WIB.

"Setelah terima informasi kita menuju dermaga tuapejat, Tim SAR gabungan langsung ke lokasi nelayan hilang kontak di perairan pantai Mapaddegat" ucap Akmal.

Kecelakaan nelayan hilang kontak ini, sebut Akmal bernama Bapak Syamsualam (60). Korban pergi melaut sejak pukul 08.00, Minggu 17 Januari 2021, akan tetapi hingga pukul 20.00 WIB korban belum juga pulang.

"Karena korban tak kunjung pulang, pihak keluarga mencoba menghubungi melalui telpon, namun tidak nyambung" ujar Akmal.

Akmal mengatakan, Informasi yang di himpun, korban menggunakan perahu warna biru coklat putih, panjang perahu 7 meter memakai mesin tempel 5 PK.

Dalam operasi, Tim SAR gabungan melakukan pencarian di seputaran pulau panjang hingga di perairan mapaddegat, namun belum membuahkan hasil.

Pencarian terhadap nelayan hilang kontak melibatkan Tim Rescue SAR Mentawai, TNI/POLRI, BPBD dan Masyarakat. Alut yang digunakan RIB 02 Mentawai, Alkom, Albanav, Pal Evakuasi, Pal Prokes dan Rescue Dymex.

"Kita tetap berupaya melakukan pencarian, semoga nelayan hilang kontak ini masih di seputaran pulau yang berada di lokasi perairan Mapaddegat" harapnya




Editor : Heri Suprianto

PASBAR,infonusantara.net - Seorang Warga dilaporkan hilang saat hendak mengambil air wudhu untuk melaksanakan sholat Dzuhur di aliran Sungai Batang Sikabau Deviasi 4 PT. BPP Air Balam, Kecamatan Koto Balingka, Kabupaten Pasaman Barat, Minggu (17/1/2021).

"Kami mendapat informasi dari Pj. Wali Nagari Koto Sawah Ujung Gading bahwa ada seorang warga yang di serang Buaya di lokasi aliran sungai batang sikabau Deviasi 4 PT. BPP Air Balam" ucap Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Pasbar, Decky H Syahputra

Korban diketahui bernama Rusdi (40) Warga Kampung Joring, Ujung Gading, Kecamatan Koto Balingka, Kabupaten Pasaman Barat, yang hendak mengambil Air Wudhu untuk melaksanakan sholat Dzuhur.

Setelah menerima laporan, BPBD Pasaman Barat langsung berkoordinasi dengan  Basarnas Pasbar dan pihak terkait, langsung menuju lokasi kejadian.

"Kita melakukan penyisiran di sepanjang jalur sungai di bantu pihak TNI, Polri, Nagari, Kecamatan dan Masyarakat" imbuhnya.

Sepanjang penyisiran sungai di lakukan pencarian terhadap korban, hingga sampai saat ini belum membuahkan hasil, terangnya

Meski belum di temukan, kita tetap berusaha untuk melakukan pencarian, semoga korban dapat ditemukan secepatnya" ucap Decky mengakhiri, (Wisnu Utama).



Editor : Heri Suprianto

MENTAWAI,infonusantara.net - Tim SAR gabungan kembali melakukan operasi pencarian dan pertolongan terhadap kapal tondo mati mesin di perairan Beriulou, Kecamatan Sipora Selatan dengan POB 2 orang nelayan.

"Dua nelayan bersama kapal berhasil kita temukan selamat setelah mendapat informasi dari pemilik kapal Niko, Rabu 13 Januari 2021 sekira pukul 12.40 WIB' ucap Kakansar Mentawai, Akmal kepada media, Kamis (14/1/2021).

Diketahui kapal tondo pergi melaut sudah lima hari, hendak kembali mesin kapal mati di perjalanan, sehingga kapal tidak bisa melanjutkan perjalanan pulang.

Kapal tondo mati mesin ini, sebut Akmal berada di perairan beriulou kecamatan sipora selatan setelah mendapat informasi dari pemilik kapal dan Tim SAR gabungan menuju lokasi melakukan pencarian dan pertolongan.

Untuk menuju kelokasi membutuhkan waktu 1,5 jam dengan jarak 23 NM dari dermaga tuapejat menggunakan alut RIB 02 Mentawai, Alkom, Albanav, Pal Evakuasi, Pal Prokes, Smc Vehicle, Rescue Dymex Amc Vehicle, Kapal Nelayan.

Sampai di lokasi, kita berhasil menemukan kapal tondo warna biru merah, mesin 20 PK sedang mengapung di laut dengan  beranggotakan dua orang nelayan yaitu Eri (35) Kapten dan Farhan (17) dalam kondisi selamat.

Tim SAR Gabungan dan Survivor tiba di Dermaga Tuapejat dua nelayan diserahkan ke pihak keluarga dan operasi SAR diusulkan di tutup, semua unsur kembali kesatuan masing-masing.

Operasi SAR pencarian dan pertolongan terhadap kecelakaan kapal tondo mati mesin unsur terlibat Tim Rescue SAR Mentawai, TNI/POLRI, BPBD dan Masyarakat.




Editor : Heri Suprianto

SIBERUT,infonusantara.net - Rumah semi permanen milik Ismael (60) Warga Desa Sotboyak, Kecamatan Siberut Utara hagus tebakar.

Pada saat kejadian Istri dengan anak berada dalam rumah, namun sempat keluar dari amukan api yang terjadi sekira pukul 11.35 WIB, Senin (11/1/2021).

Dalam peristiwa kebakaran hebat itu, masyarakat sempat melakukan pemadaman api secara manual sumber airnya di ambil di sekitar lokasi kejadian.

"Karena api semakin membesar, pemadaman secara manual dilakukan masyarakat tidak dapat terbendung, api terus membesar hingga membakar rumah sampai hagus" ucap Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Mentawai, Amir Ahmari.

Untuk sementara, kata Amir peristiwa kebakaran ini belum diketahui sumber apinya, karena saat kejadian api secara tiba-tiba membakar rumah, ucapnya setelah konfirmasi kepada salah satu pihak keluarga.

Dia menyebut rumah terbakar ini merupakan rumah semi permanen bertingkat dengan kontruksi dari kayu yang berada di Desa Sotboyak, Kecamatan Siberut Utara.

"Kejadian kebakaran hebat ini tidak ada korban jiwa, namun kerugian taksir sekira 500 juta " ujarnya.

Terkait dengan penanggulangan dan pemberian bantuan akan segera dilakukan setelah ada intruksi dari pimpinan, sebutnya.

Untuk pemberian bantuan terhadap korban kebakaran, sebutnya kita lakukan pendataan sekaligus turun kelokasi kejadian.

Seperti diketahui, wilayah mentawai tidak sama didaratan, jadi untuk mencapai tujuan lokasi kejadian membutuhkan waktu dan melihat kondisi cuaca.

"Dalam waktu dekat ini segera kita lakukan pendataan serta pemberian bantuan terhadap korban kebakaran dan semoga keluarga tertimpa musibah tabah menghadapi kejadian ini" tutupnya mengakhiri.



Editor : Heri Suprianto

SIBERUT,infonusanatara.net - Nelayan lost kontak dengan POB 1 orang yang terjadi di perairan Labuan Bajau, Kecamatan Siberut Barat, Kabupaten Kepulauan Mentawai Sumatera Barat (Sumbar) ditemukan dalam kondisi selamat.

"Kita terima informasi bahwa survivor sudah ditemukan masyarakat yang terlibat dalam operasi SAR pencarian dalam kondisi selamat di perairan Sigakpona" ucap Kakansar Mentawai Akmal, Sabtu (9/1/2021).

Dia menjelaskan nelayan hilang kontak ini ditemukan pada kordinat 0°53'46.12"S  98°49'54.45"E sekitar jarak 5 NM dengan Radial 289° dari Perairan Labuhan Bajau Kecamatan Siberut Barat.

Sebelumnya 5 nelayan ini bersama-sama berangkat pergi melaut setelah shalat Jumat 8 Januari 2021, kemudian satu nelayan bernama Akhiruddin (40) minta pamit duluan pulang, karena cuaca mulai tidak membaik 4 nelayan juga kembali pulang.

Namun setelah 4 nelayan berada di labuan bajau dengan selamat, satu nelayan belum juga kunjung pulang, sementara duluan pamit pulang.

Dari kejadian itu salah anggota Polsek Sikabaluan melaporkan ke SAR Mentawai dan di siapkan untuk keberangkatan untuk melakukan pencarian, karena informasi sudah malam di laporkan, maka pencarian di lakukan esok hari, ujarnya.

"Kita sudah siap melakukan pencarian, tiba-tiba ada laporan mendadak, bahwa nelayan yamg hilang kontak sudah ditemukan masyarakat yang terlibat dalam operasi SAR" ucap Akmal.

Saat ini, lanjut Akmal korban sudah tiba di dusun Labuhan Bajau, Desa Sigapokna, Kecamatan Siberut Barat dan diserahkan ke pihak keluarga.

Dalam operasi alut digunakan RIB 02 Mentawai ,Alkom, Albamav, Pal Evakuasi, Pal Prokes, Amic Vehicle, Rescue Dymex. Unsur yang Terlibat Tim Rescue SAR Mentawai, TNI/POLRI, BPBD, Tagana, Masyarakat.

Dengan berkahir operasi pencarian serta sudah ditemukan korban dalam kondisi selamat, maka diusulkan operasi di tutup dan semua unsur kembali di kesatuan masing-masing.




Editor : Heri Suprianto

SIBERUT,infonusantara.net - Kembali terjadi peristiwa perahu nelayan lost kontak, di ketahui lokasinya di perairan labuan bajau, Kecamatan Siberut Barat dengan POB 1 orang nelayan.

Informasi diterima Kantor SAR Pencarian dan Pertolongan Mentawai, jumat (8/1/2021) sekira pukul 20.25 WIB.

"Peristiwa perahu nelayan lost kontak ini terjadi sekira pukul 16.00 WIB kemudian di informasikan oleh salah seorang anggota Polsek Sikabaluan atas nama Ari" kata Kakansar Mentawai, Akmal.

Kejadian ini, kata Akmal usai shalat jumat 5 orang nelayan dengan 5 perahu pergi melaut dari labuan bajau menuju lokasi gosong makassar arah keutara sekira pukul 15.00 WIB.

Kemudian salah satu nelayan bernama Akhiruddin (40) pamit untuk pulang duluan sementara 4 orang rekannya dengan empat perahu bertahan di gosong makasar.

Karena cuaca sudah mulai tidak membaik, sebut Akmal 4 orang nelayan urungkan niat untuk tidak memancing lagi dan kembali pulang dengan selamat, sedangkan satu orang nelayan yang duluan pulang belum juga sampai di labuan bajau.

"Satu orang nelayan yang duluan pulang yang belum sampai ke labuan bajau di duga hilang di perairan labuan bajau" sebut Akmal.

Dikarenakan informasi diterima sudah malam, maka Tim Rescue KKP Mentawai bersama tim SAR gabungan memepersiapkan diri untuk melakukan pencarian dan pertolongan esok hari, tutup Akmal mengakhiri.




Editor : Heri Suprianto

MENTAWAI,infonusantara.net - Penarikan KMP Gambolo yang kandas di teluk tuapejat, akibat angin kencang disertai pusaran air  deras, Tim SAR gabungan lakukan setelah pasang naik.

"Kita perkirakan pasang naik sekitar pukul 23.00 WIB, berkemungkinan baru bisa di lakukan penarikan KMP Gambolo yang kandas" ucap Kakansar, Akmal kepada media, Jumat (8/1/2021).

Untuk perkembangan operasi SAR kecelakaan kapal (KMP Gambolo kandas) di teluk tuapejat, Kecamatan Sipora Utara dengan POB 20 orang dan 2 orang penumpang berhasil di evakuasi masih menunggu pasang naik, sebut Akmal.

Dalam operasi kecelakan kapal (KMP Gambolo kandas) kondisi cuaca hujan ringan, kecepatan angin 2-10 knots dari barat laut dengan gelombang 0,5-1,25 meter.

Untuk sementara, kata Akmal penarikan kapal tidak dapat di lakukan, dikarenakan pasang masih surut dan akan dilanjutkan nanti pukul 23.00 WIB saat perkiraan pasang naik.

Sebelumnya KMP Gambolo kandas di ketahui dari pelabuhan sioban hendak merapat ke dermaga kandas di teluk tuapejat, terangnya.

Saat ini, Tim SAR Gabungan lakukan evaluasi untuk persiapan evakuasi KMP Gambolo dimana diatas kapal masih ada 18 ABK dalam kondisi selamat

Alut digunakan, KN SAR Ramawijaya 240 Mentawai (Stand Bay), RIB 02 Mentawai, Alkom, Albanav, Pal Evakuasi, Pal Prokes,  AMC VEHICLE, RESCUE DYMEX, Jet Sky, Skoci.

Operasi kecelakaan KMP Gambolo kandas, unsur terlibat, Tim Rescue SAR Mentawai, TNI/POLRI, BPBD, Tagana, ABK Kapal Bakat Binuang, Masyarakat.




Editor : Heri Suprianto


MENTAWAI,infonusantara.net - KMP.  Gambolo kandas di teluk tuapejat hendak merapat ke pelabuhan setelah bertolak dari pelabuhan Sioban sekira pukul 16.30 WIB. Dua orang penumpang berhasil dilakukan evakuasi.

Sebelumnya Kapal Gambolo kandas diketahui setelah berangkat dari pelabuhan Bungus menuju Tuapejat, kemudian kapal berangkat ke sioban dan setelah balik dari sioban hendak masuk teluk tuapejat kapal kandas.

"Diduga kapal kandas akibat angin kencang disertai dengan pusaran air laut yang cikup deras, sehingga kapal terjebak kandas di teluk tuapejat" ucap Kasiops SAR Mentawai, Hendri kepada media, Jumat (8/1/2021).

Berdasarkan data yang di input, jumlah Anak Buah Kapal (ABK) beserta Kapten Kapal sebanyak 18 orang ditambah dua orang penumpang dari Sioban.

"Saat ini sedang dilakukan upaya penarikan kapal menggunakan kapal Bakat Menuang milik pemkab Mentawai" ucapnya.

Kondisi cuaca yang mengakibatkan kapal gambolo kandas, secara tiba-tiba angin mendadak kencang dan membawa kapal ketepian.

"Kita belum bisa memastikan berapa lama kapal gambolo keluar dari jebakan angin kencang disertai pusaran air deras yang mengakibatkan kapal kandas" terangnya.

Namun, saat ini bersama tim SAR gabungan masih melakukan upaya penarikan, semoga cepat keluar, sehingga kapal bisa bertolak kembali menuju pelabuhan bungus, tukasnya.




Editor : Heri Suprianto

MENTAWAI,infonusantara.net - Operasi tim gabungan SAR Mentawai hari kedua pencarian dan pertolongan terhadap nelayan hilang di hantam ombak di perairan pantai Sagulubbe, Kecamatan Siberut Barat Daya membuahkan hasil.

"Nelayan hilang berhasil ditemukan dalam kondisi meninggal di perairan pantai Sagulubbe' dengan jarak lokasi kejadian sekitar 500 meter" ucap Kakansar Mentawai, Akmal kepada media, Jumat (1/1/2021). 

Dia menyebut nelayan hilang ini ditemukan masyarakat, kemudian disusul tim gabungan SAR Mentawai untuk melakukan evakuasi dan menyerahkan kepada pihak keluarga.

"Jasad nelayan ini ditemukan masyarakat sekira pukul 11.50 WIB bernama Retta jenis kelamin laki-laki (45)" sebut Akmal.

Kemudian operasi diusulkan di tutup, semua unsur yang terlibat kembali di kesatuan masing-masing.

Sebelumnya diketahui peristiwa hilangnya salah seorang nelayan, berawal 4 nelayan ini berangkat pergi melaut sejak Kamis 31 Desember 2020 sekira 08.00 WIB di tengah perjalanan long boat yang digunakan di hantam ombak.

Saat dihantam ombak tiga orang di atas long boat yang digunakan itu berhasil selamat, sedangkan satu nelayan hilang dan hari ini ditemukan jasad korban mengapung di laut oleh masyarakat setempat.

Atas peristiwa ini, tim gabungan SAR Mentawai mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat telah ikut membantu dan mengucapkan belasungkawa  terhadap korban, semoga amal dan ibadahnya diterima Allah SWT.

Kakansar menghimbau kepada masyarakat nelayan untuk selalu memperhatikan kondisi cuaca saat pergi melaut dan pastikan kondisi tubuh sehat dalam melaksanakan aktivitas.




Editor : Heri Suprianto


MENTAWAI,infonusantara.net - Kembali terjadi kecelakaan kapal (long boat) nelayan di hantam ombak. Peristiwa terjadi di perairan Sagulubbe', Kecamatan Siberut Barat Daya dengan POB 4 orang.

"Akibat dihantam ombak, tiga orang berhasil selamat sedangkan satu lagi hilang" ucap Kakansar, Akmal setelah menerima laporan dari Bapak Julius, Kamis (31/12/2020).

Dia mengatakan, Informasi kejadian diterima sekira pukul 14.00 WIB, kemudian dilakukan pencarian dan pertolongan berangkat dari dermaga tuapejat menuju lokasi.

Kejadian nelayan di hantam ombak diketahui, kamis 31 Desember sekira pukul 08.00 WIB, long boat yang di gunakan nelayan dengan POB 4 orang di hantam ombak di perairan sagulubbe' kecamatan Siberut Barat Daya.

"Empat orang nelayan ini hendak pergi melaut mencari ikan, tepat di perairan Sagulubbe' long boat di hantam ombak, atas kejadian ini 3 orang berhasil selamat dan satu orang hilang" ucap Kakansar

Data Korban nelayan yang dihantam ombak itu, Janang laki-laki (32) Selamat, Erto laki-laki (30) selamat, Ruspen laki-laki (20) Selamat dan Retta laki-laki (45) hilang.

"Satu orang nelayan yang hilang ini masih diupayakan pencarian oleh Tim SAR gabungan, semoga segera ditemukan" harap Kakansar

Fasilitas operasi yang digunakan meliputi, RIB 02 Mentawai, Alkom, Albanav, Pal Evakuasi dan Pal Prokes. Unsur terlibat yaitu Tim Rescue SAR Mentawai,TNI-POLRI, BPBD, Masyarakat.




Editor : Heri Suprianto

MENTAWAI,infonusantara.net - Berbagai upaya untuk menemukan nelayan hilang di perairan pantai Sigakpona, Kecamatan Siberut Barat terus dikakukan Tim SAR Gabungan Mentawai, namun di hari ketiga pencarian masih nihil.

Meski demikian, Tim SAR gabungan tetap melalukan upaya untuk menemukan korban yang hilang dihantam badai pada Sabtu 12 Desember 2020 lalu.

"Hari ketiga pencarian Tim SAR Gabungan, perangkat desa dan masyarakat juga melakukan penyisiran di sepanjang pantai Sigapokna Kecamatan Siberut Barat, namun masih belum membuahkan hasil" ucap Kakansar Mentawai, Akmal kepada media, Senin (14/12/2020). 

Dalam peristiwa itu informasi sebelumnya bahwa terjadi kecelakaan laut 4 unit perahu nelayan di hantam badai di perairan pantai Sigapokna dengan POB masing-masing perahu 1 orang, Tiga orang berhasil selamat dan satu orang hilang.

Tiga orang selamat itu Ade (30), Mamai (30), Cuatam (30), sedangkan satu orang lagi bernama Paneukan (40) tidak ditemukan saat kejadian itu.

"Kita berharap dan sama-sama berdoa di hari ke 4 pada esok hari pencarian hendaknya korban hilang segera ditemukan" pintanya.

Operasi Pencarian dan Pertolongan unsur terlibat, Tim Rescue SAR Mentawai BPBD Mentawai, TNI AL Mentawai,Polair Mentawai, Koramil Sikabaluan, Polsek Sikabaluan, KUPP Sikabaluan, Pihak Kecamatan, Wartawan, Pihak Desa, Masyarakat.



Editor : Heri Suprianto


MENTAWAI,infonusantara.net - Peristiwa kecelakaan laut (perahu nelayan hilang kontak) baru-baru ini terjadi diperairan tuapejat dan kembali terjadi lagi di perairan pantai Sigapokna, Kecamatan Siberut Barat.

Kecelakaan laut ini empat unit perahu nelayan di hantam badai dengan POB 4 orang, dimana masing-masing perahu satu orang.

Dalam insiden kecelakaan laut perahu di hantam badai di perairan Sigapokna, tiga orang berhasil selamat 3, sedangkan satu lagi dalam pencarian.

Data tiga korban selamat dari amukan badai diperairan Sigapokna itu bernama Ade (30) laki-laki, Mamai (30) laki-laki dan Cuatman (30) laki-laki dan satu korban hilang bernama  Paneukan usia di perkirakan (40) laki-laki 

Kaknsar Mentawai Akmal, mengatakan, informasi kecelakaan laut yang terjadi di perairan Sigapokna, Kecamatan Siberut Barat berawal dari informasi dari Pak Amir dari BPBD Mentawai.

"Kita terima informasi kecelakaan laut terhadap perahu nelayan di hantam badai hari ini sekira pukul 15.05 WIB, Sabtu (12/12/2020), ucap Akmal kepada media.

Peritiwa ini berawal, sebut Akmal pada hari Sabtu 12 Desember 2020 sekira pukul 08.00 WIB, 4 orang nelayan dengan masing-masing perahu pergi melaut, di perjalanan perahu nelayan di hantam badai. Dalam periatiwa itu tiga orang nelayan berhasil selamat dan satu orang hilang.

Setelah menerima informasi, Tim SAR gabungan melakukan operasi pencarian dan pertolongan, karena cuaca tidak bersahabat maka operasi di lakukan esok hari dan alut di  standbay kan di pelabuhan Maileppet Siberut Selatan.

Dalam ops SAR alut yang digunakan RIB 02 Mentawai, Alkom, Albanav, Pal Evakuasi, Pal Prokes dan unsur yang terlibat Tim Rescue SAR Mentawai, TNI/POLRI, BPBD dan Masyarakat.

Melihat kondisi cuaca saat ini agak kurang bersahabat, Akmal menghimbau masyarakat nelayan untuk tetap memperhatikan kondisi alam dan tidak memaksakan diri untuk pergi melaut yang akan mengakibatkan kecelakaan laut.

"Semoga pencarian esok hari terhadap satu orang nelayan yang hilang segera dapat di temukan" pungkasnya.




Editor : Heri Suprianto

MENTAWAI,infonusantara.net - Selang beberapa jam di lakukan upaya pencarian dan pertolongan terhadap dua orang nelayan yang di kabarkan lost contact, akhirnya berhasil di temukan di pantai Desa Goiso'oinan dalam kondisi selamat.

Data nama dua orang nelayan yang dikabarkan hilang kontak di perairan pulau panjang itu yakni Tanjung (30) dan Ramadhan (30).

"Dua orang nelayan yang hilang kontak dari informasi yang dirangkum sudah berada di pantai Desa Gosiso'oinan, Kecamatan Sipora Utara" ucap Akmal kepada media, Jumat (11/12/2020).

Dia menyebut, untuk memastikan keberadaan dua orang nelayan yang di nyatakan selamat itu, tim SAR gabungan mendatangi lokasi pantai Desa Goiso'oinan

"Memang benar dua orang nelayan itu sudah berada di pantai Desa Goiso'oinan, Kecamatan Sipora Utara" kata Akmal.

Untuk info selanjutnya, dua orang nelayan sudah di pastikan sampai di rumah korban dalam kondisi selamat dan sehat walafiat.

Dengan ditemukan dua nelayan tersebut, pihaknya mengusulkan operasi dan pertolongan untuk di tutup serta semua unsur kembali kesatuan masing-masing





Editor : Heri Suprianto

Formulir Kontak

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.