Articles by "Peristiwa"

Showing posts with label Peristiwa. Show all posts

MENTAWAI,infonusantara.net – Pasca banjir yang melanda Dusun Sila’oinan, Desa Saureinu’ dan Dusun Takuman Desa Sioban, Kecamatan Sipora Selatan langsung di kunjungi unsur Forkopimda Mentawai.

Selain peninjauan lokasi banjir juga di lakukan pemberian masker kepada masyarakat yang di pimpin Bupati Mentawai, Yudas Sabaggalet di dampingi Dandim 0319/Mentawai, Letkol.Czi.Bagus Mardyanto, Kapolres Mentawai, AKBP, Mu’at, SH,MM serta Kepala OPD.

Kapolres Mentawai, AKBP,Mu’at menyebut, salah satu faktor yang berkontribusi terhadap terjadinya banjir adalah cuaca ekstrem di barengi curah hujan dengan intensitas yang tinggi (umumnya melebihi 100 mm) dalam waktu yang cukup lama.

Selain cuaca ekstrem, menurut Kapolres juga disebabkan fenomena Osilasi Madden-Julian (OMJ), yaitu fenomena alam yang secara ilmiah mampu meningkatkan suplai massa udara basah yang mampu menyebabkan tingginya curah hujan di sebagian besar wilayah.

Seperti di ketahui banjir yang melanda Dusun Sila’oinan Desa Saureinu’ ini sudah sering terjadi ketika curah hujan tinggi, bahkan sudah tidak asing lagi sepertinya sudah menjadi langganan banjir.

“Bencana ekologis yang sudah jadi langganan banjir perlu penanganan serius dan terintegrasi" sebut Kapolres, Jumat (30/4/2021).

Dia menyebut banjir merupakan suatu kondisi di mana terjadi luapan air dengan volume besar yang berlebih yang mengakibatkan terendamnya suatu wilayah.

Banjir dapat dikatakan sebagai aliran air yang tidak dapat tertampung lagi oleh sungai, aliran air, dan saluran irigasi yang lainnya. Biasanya air banjir merupakan air yang berasal dari sungai atau hujan lebat yang terus menerus sehingga dapat menyebabkan luapan.

Dalam hal ini untuk mengatasi banjir yang sering terjadi, Kapolres mengimbau kepada masyarakat menjaga lingkungan hutan agar tidak ada penembangan hutan secara liar yang dapat menimbulkan banjir dan tanah longsor.

Kemudian penyebab banjir yang sering kita tidak sadari itu kebiasaan membuang sampah sembarangan. Sampah yang dibuang sembarangan contohnya di sungai, akan dapat mengakibatkan mampetnya aliran air dan akibatnya air sungai akan meluap.

Hal tersebut menjadi salah satu pemicu terjadinya banjir yang dapat merugikan masyarakat ataupun menimbulkan kerugian harta benda ataupun korban jiwa, tuturnya.


Editor : Heri Suprianto


MENTAWAI,infonusantara.net – Banjir yang menerjang wilayah Desa Saureinu’ dan sekitarnya sudah sering di alami daerah tersebut, bahkan sudah menjadi langganan banjir ketika terjadi curah hujan tinggi.

Seharusnya kondisi yang sering terjadi banjir ketika hujan, semestinya langkah atau solusi yang harus di carikan, sehingga tidak lagi terdampak banjir.

Untuk mengantisipasi hal itu peran pemerintah harus mencarikan jalan keluar agar tidak lagi terjadi banjir ketika hujan turun dan juga di perlukan dukungan semua lapisan masyarakat.

Seperti diketahui banjir yang terjadi di wilayah hukum Polsek sipora itu berada di Dusun Sila’oinan,Desa Saureinu’ Dusun Takuman dan Desa Sioban, Kecamatan Sipora Selatan.

Dari keterangan Kapolsek Sipora, Iptu.Donny Putra, SH, MH dalam rilisnya, Jumat (30/4/2021) menyebut kejadian banjir melanda daerah Sila’oinan itu sekira pukul 06.00 WIB, sedangkan di Dusun Takuman sekira pukul 04.00 WIB. Hujan lebat ini terjadi sejak kemaren.

Dampak curah hujan tinggi pasang laut juga naik serta air sungai meluap hingga memasuki badan jalan sepanjang 300 meter yang merupakan akses transportasi masyarakat” sebut Kapolsek.

Dalam operasi penanaganan banjir hingga pukul 13.00 WIB siang tadi banjir belum surut, bahkan ketinggian air mencapai pinggang orang dewasa, sehingga jalur transportasi sempat terputus, karena sulit di lalui kendaraan.

Untuk wilayah Dusun Takuman, kata Kapolsek luapan banjir sepanjang 15 meter dan masih bisa di lalui kendaraan. Di lokasi juga di temukan pohon tumbang yang melintang di jalan sehingga menutupi badan jalan.

Dalam operasi penanganan banjir ini, pihaknya di bantu dari berbagai kalangan termasuk masyarakat setempat untuk membersihkan pohon tumbang dan puing-puingnya, sehingga bisa di lalui kendaraan.

Dampak banjir yang terjadi di dua wilayah ini tidak ada korban jiwa, namun Kapolsek menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk tetap waspada dengan kondisi alam akhir-akhir ini agak ekstrim, sehingga tidak menimbulkan korban jiwa.


Editor : Heri Suprianto

PASBAR,infonusantara.net – Kebakaran hebat terjadi di Jorong pasa lamo, Nagari ujung Gading, Kecamatan Lembah Melintang, Kabupaten Pasaman Barat, setidaknya tiga unit rumah ludes di bakar sijago merah.

Kebakaran hebat ini yang menghanguskan tiga unit rumah warga di ketahui terjadi Minggu malam 25 April 2021 sekira pukul 20.15 WIB.saat itu pemilik rumah hendak melaksanakan sholat tarawih

“Penyebab kebakaran ini di duga konsleting listrik arus pendek, kebakaran tersebut berawal dari rumah salah seorang warga hingga merembet ke rumah lainnya” sebut Camat Lembah Malintang, Afwan kepada media, Minggu (25/4/2021).

Akibat arus pendek tiga rumah warga yang kontruksi bangunannya dari kayu serta rumah juga berdempetan dengan begitu cepat menyebar api kesamping rumah tetangga sebelah kanan dan kiri, ujarnya.

Insiden kebakaran ini tidak dapat di helakan rumah rata dengan tanah dan mengakibatkan tiga unit rumah milik warga Basri (70), Gufton (65) dan Nurli (40).

Tak berapa lama kejadian empat unit mobil Pemadam Kebakaran Pasaman Barat dikerahkan dan Forkopimca Lembah Melintang beserta Masyarakat setempat membantu untuk melakukan pemadaman Api.

“Saat ini api sudah dapat dipadamkan, dan kondisi warga pemilik rumah untuk sementara waktu tinggal dirumah familinya, direncanakan besok pagi dikakukan pembersihan puing-puing rumah yang terbakar,” ujarnya

Peristiwa kebakaran, sebut Afwan tidak ada korban jiwa, dan untuk kerugian masih melakukan pendataan.

“Saat ini kita masih fokus membantu untuk melakukan pemadaman puing-puing bangunan hingga esok harinya”kata dia (wisnu utama).


Editor :Heri Suprianto

PASBAR,infonusantara.net – Seorang Pria ditemukan meninggal dunia di Kebun Sawit dekat Jembatan Batang Ampu, Jorong Simpang Tiga, Nagari Koto Baru, Kecamatan Luhak Nan Duo, Kabupaten Pasaman Barat, Minggu, (11/4/2021) sekira pukul 09.30 WIB.

Korban di ketahui seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) inisial PG (57) warga Durian Tigo Batang, Jorong Mahakarya, Nagari Koto Baru, Kecamatan Luhak Nan Duo, Kabupaten Pasaman Barat.

Kapolres Pasaman Barat, AKBP. Sugeng Hariadi, S.IK melalui Kapolsek Pasaman, AKP. Lija Nesmon, SS mengatakan, korban pertama kali ditemukan warga dalam posisi terlentang tidak bernyawa di lokasi kebun sawit.

“Di dekat korban ditemukan 1 Unit Sepeda Motor Merk Revo warna Hitam dengan nomor polisi BA 5376 SY” ucapnya

Mendapat informasi adanya penemuan mayat, personil polsek pasaman bersama Petugas piket Polres Pasaman Barat langsung mendatangi TKP.

Setelah dilakukan Identifikasi tim Unit Reskrim Polres Pasaman Barat, kata Lija Nesmon, korban langsung dibawa ke RSUD Pasaman Barat dengan Mobil Ambulance.

Korban di lakukan pemeriksaan secara Medis oleh Petugas RSUD Pasaman Barat, diduga korban meninggal dunia akibat serangan jantung.

“Dalam pemeriksaan itu di tubuh korban tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan”  terangnya.

Saat ini di Tempat Kejadian Perkara (TKP) telah kita pasang garis polisi (Police line) dan meminta keterangan dari para saksi,” pungkasnya, (Wisnu Utama).


Editor : Heri Suprianto

SIKAKAP,infonusantara.net – Kecelakaan kapal (perahu nelayan) di kabarkan belum kembali sudah berhasil di temukan salah satu kapal Bagan yang melintasi lokasi kejadian di perairan pulau Taitaitanopo, Kecamatan Pagai Selatan.

Kakansar Mentawai, Akmal mengatakan, peristiwa ini diketahui bahwa dua orang nelayan Videlius pundes (30) dan Esnidal (40) ini pada tanggal 1 April 2021, sekira Pukul 09.00 WIB, dari Taikako hendak menuju pulau taitaitanopo.

Setelah beberapa hari berjalan, pada tanggal 5 April sekira pukul 09.00 WIB dua nelayan ini belum juga kembali dan pihak keluarga melapor ke polsek sikakap.

“Informasi ini kita terima dari Wakapolsek sikakap, Ipda, Yanuar yang langsung menghubungi basarnas mentawai, bahwa ada dua orang nelayan yang belum kembali” ucapnya kepada media, Senin (5/4/2021).

Dia menyebut peristiwa ini memang beberapa hari sebelumnya terjadi cuaca ekstrim di wilayah kepulauan Mentawai, bahkan kapal.penumpang juga tidak bisa melakukan pelayaran karena kondisi cuaca tidak memungkinkan.

Setelah mendapat informasi dari Wakapolsek Sikakap, Tim SAR gabungan yang terdiri dari Tim Rescue SAR Mentawai, TNI/POLRI; BPBD dan Masyarakat dengan menggunakan KN Ramawijaya turun menuju lokasi.

Dalam perjalanan lebih kurang 30 menit di dapatkan informasi dari petugas Kom Kansar Mentawai melalui Wakapolsek Sikakap, Ipda Yanuar bahwa dua nelayan telah ditemukan Kapal Nelayan (Bagan) dalam kondisi selamat.

“Kedua nelayan itu sudah di serahkan Tim gabungan SAR Mentawai ke pihak keluarga di Taikako, Kecamatan Sikakap” sebut Akmal.

Dengan di temukan kedua nelayan yang di kabarkan belum kembali itu, untuk operasi SAR di usulkan di tutup dan semua unsur yang terlibat kembali di kesatuan masing-masing.

Perlu di ketahui lagi bahwa dalam kondisi cuaca yang tidak memungkinkan untuk beraktivitas di laut, Akmal menghimbau kepada nelayan untuk memperhatikan cuaca dengan berpedoman dari informasi BMKG, agar tidak terjadi yang di inginkan.


Editor : Heri Suprianto

MENTAWAI,infonusantara.net – Satu unit long boat yang hendak berangkat dari malilimok menuju tuapejat dengan penumpang 4 orang mengalami mati mesin di perairan batu tongga, kecamatan Sipora Utara.

‘Longboat kecelakaan mati mesin dengan POB 4 orang ini berhasil di evakuasi tim gabungan SAR Mentawai dalam kondisi selamat” kata Kakansar Mentawai, Akmal kepada media, Jumat (2/4/2021).

Peristiwa kecelakaan kapal mati mesin ini informasi diterima dari salah satu anggota BPBD Mentawai Dodi bahwa ada Longboat mati mesin di perairan batu tongga.

Dari informasi yang diterima itu tim SAR gabungan bergerak cepat untuk melakukan operasi pencarian dan pertolongan menuju lokasi kejadian.

“Tiba di lokasi kejadian 4 orang penumpang yang berada di atas Longboat berhasil di evakuasi” sebut Akmal.

Dia menjelaskan, insiden kecelakaan kapal mati mesin ini pada tanggal 2 April 2021 sekira pukul 10.00 WIB, 4 orang warga malilimok, kecamatan Siberut barat daya hendak menuju tuapejat.

Dalam perjalanan yang hampir dekat menuju tujuan (Tuapejat) Longboat yang di tumpangi 4 orang ini mengalami mati mesin di perairan batu tongga sekira pukul 16.00 WIB.

Informasi yang diterima tidak berapa lama kejadian tim SAR gabungan langsung menuju lokasi kecelakaan kapal mati mesin untuk melakukan evakuasi terhadap 4 orang penumpang Longboat mati mesin

Dalam proses evakuasi terhadap Longboat mati mesin ini unsur yang terlibat, Tim Rescue SAR Mentawai, TNI/POLRI, BPBD,.awak Media dan Masyarakat.

Akmal menghimbau kepada seluruh masyarakat dengan kondisi alam beberapa hari ini agak ekstrim di minta untuk tidak melakukan perjalanan laut demi keselamatan bersama.

Seperti diketahui untuk penyebrangan Padang-mentawai kapal yang biasa membawa penumpang tidak bisa melakukan pelayaran di karenakan cuaca tidak bersahabat, maka sangat perlu kita waspada dan melihat informasi dari BMKG, tukasnya.


Editor : Heri Suprianto

SIBERUT,infonusantara.net – Malang tidak dapat di helakan, salah satu rumah yang berkontruksi kayu yang berada di Dusun Mangorut, Desa Madobag hagus di lalap sijago merah.

Rumah terbakar ini di ketahui pemiliknya seorang guru SDN 6 Madobag Bapak Nasdi Samalaei (53). Peristiwa kebakaran ini terjadi sekira pukul 07.00 WIB, Sabtu 27 Maret 2021.

Peristiwa hebat ini, kata Kepsek SDN 06 Madobag, Syukri Suryanto (Ignas) sebelum terjadi kebakaran pemilik rumah Nasdi Samalaei bersama istri pergi mengambil sagu untuk makanan ternak, sedangkan yang ada di rumah anaknya bernama Toufik (8) lagi asyik main hp di rumah.

Entah mengapa sang anak ini pergi keluar sebentar, setelah balik si anak terkejut melihat api sudah membakar rumahnya dan segera memberitahu kepada orang tuanya yang sedang mengambil makanan ternak.

Dalam peristiwa kebakaran ini sempat masyarakat menolong untuk memadamkan api, akan tetapi api terus membubung tinggi, hanya bisa di selamatkan beberapa fasiltas penting seperti ijazah, SK dan lemari, sebutnya.

Pemicu kebakaran ini di duga dari obat anti nyamuk yang di pakai semalam saat tidur, akan tetapi esok paginya masih nyala atau belum habis, sehingga terjadi kebakaran dan merambat keseluruhan rumah.

Sementara isi dalam rumah itu, dari keterangan Syukri Suryanto ada fasilitas pompong seperti minyak bensin dan peralatan perabotan lainnya, sedangkan rumah kontruksinya dari kayu dengan atap rumbiah.

Kebakaran hebat ini sangat mudah api membesar membakar rumah korban yang terbuat dari kayu dan hangus rata dengan tanah.untuk sementara korban tinggal di rumah tetangga.

Dari insiden kebakaran ini tidak ada korban jiwa, namun kerugian di taksir lebih kurang 50 juta rupiah. Semoga kejadian musibah ini pihak keluarga tetap tabah menghadapi dan di harapkan bantuan dari pemerintah untuk membantu korban.


Editor : Heri Suprianto




SIKAKAP,infonusantara.net – Seorang pemuda asal Dusun Sila’oinan, Desa Taikako, Kecamatan Sikakap inisial S (22) di temukan warga gantung diri di dapur rumah milik korban

Peristiwa gantung diri yang di lakukan korban ini terjadi sekira pukul 08.30 WIB, Rabu 24 Maret 2021 di Dusun Sila’oinan, Desa Taikako.

Kapolsek Sikakap, AKP.Tirto Edhi mengatakan, peristiwa gantung diri yang di lakukan korban ini di ketahui saksi Rosa Sakerebau bersama Nesprita hendak pergi kerumah korban mencari anaknya yang sering kerumah korban.

Setiba di rumah korban pintu depan terkunci, lalu kedua saksi ini pergi kebelakang rumah terlihat pintu terbuka.

Mereka tetap berusaha mencari anaknya dengan beberapa kali di panggil, namun tidak ada satu pun yang menyaut, akan tetapi mereka terus mencari kebelakang di bagian dapur.

Anak yang di cari saksi ternyata seorang sosok pemuda ketemu dengan kondisi gantung diri menggunakan sehelai kain handuk warna ping.

Melihat adanya seorang pemuda gantung diri, saksi bersorak minta tolong dan memanggil warga setempat untuk membantu korban yang gantung diri.

Dari keterangan Kapolsek Sikakap, AKP.Tirto Edhi mengatakan, seorang pemuda yang di temukan gantung diri ini merupakan mahasiswa di STT Obaja Jakarta yang sedang melakukan praktek kerja di kampungnya sendiri bertempat di Gereja GBI Silaoinan sebagai pendeta.

Dalam praktek kerja sebagai pendeta, korban sering memberikan khotbah di gereja, namun orang tuanya tidak pernah korban melihat datang ke gereja, sehingga menjadi pembicaraan bagi warga setempat.

“Dikarenakan orang tuanya tak pernah hadir di Gerjea saat korban berikan khotbah, korban merasa malu, karena jadi pembicaraan warga, sehingga korban mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri, sebut Kapolsek.

Peristiwa ini murni gantung diri, kata Kapolsek setelah di lakukan visum tidak ada ditemukan tanda-tanda kekerasan, ucapnya.


Editor : Heri Suprianto

SIKAKAP,infonusantara.net – Seorang pemuda asal Dusun Sila’oinan, Desa Taikako, Kecamatan Sikakap inisial S (22) di temukan warga gantung diri di dapur rumah milik korban

Peristiwa gantung diri yang di lakukan korban ini terjadi sekira pukul 08.30 WIB, Rabu 24 Maret 2021 di Dusun Sila’oinan, Desa Taikako.

Kapolsek Sikakap, AKP.Tirto Edhi mengatakan, peristiwa gantung diri yang di lakukan korban ini di ketahui saksi Rosa Sakerebau bersama Nesprita hendak pergi kerumah korban mencari anaknya yang sering kerumah korban.

Setiba di rumah korban pintu depan terkunci, lalu kedua saksi ini pergi kebelakang rumah terlihat pintu terbuka.

Mereka tetap berusaha mencari anaknya dengan beberapa kali di panggil, namun tidak ada satu pun yang menyaut, akan tetapi mereka terus mencari kebelakang di bagian dapur.

Anak yang di cari saksi ternyata seorang sosok pemuda ketemu dengan kondisi gantung diri menggunakan sehelai kain handuk warna ping.

Melihat adanya seorang pemuda gantung diri, saksi bersorak minta tolong dan memanggil warga setempat untuk membantu korban yang gantung diri.

Dari keterangan Kapolsek Sikakap, AKP.Tirto Edhi mengatakan, seorang pemuda yang di temukan gantung diri ini merupakan mahasiswa di STT Obaja Jakarta yang sedang melakukan praktek kerja di kampungnya sendiri bertempat di Gereja GBI Silaoinan sebagai pendeta.

Dalam praktek kerja sebagai pendeta, korban sering memberikan khotbah di gereja, namun orang tuanya tidak pernah korban melihat datang ke gereja, sehingga menjadi pembicaraan bagi warga setempat.

“Dikarenakan orang tuanya tak pernah hadir di Gerjea saat korban berikan khotbah, korban merasa malu, karena jadi pembicaraan warga, sehingga korban mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri, sebut Kapolsek.

Peristiwa ini murni gantung diri, kata Kapolsek setelah di lakukan visum tidak ada ditemukan tanda-tanda kekerasan, ucapnya.


Editor : Heri Suprianto

MENTAWAI,infonusantara.net - Tim SAR gabungan Mentawai kembali di hadapkan dalam tugas pencarian dan pertolongan terhadap kecelakaan kapal (mati mesin) di perairan Matuptuman, Kecamatan Sipora utara dengan POB 3 orang.

Peristiwa kecelakaan mati mesin, informasi di terima dari salah satu masyarakat bernama Evi, Senin (1/3/2021). sekira pukul 10.30 WIB, sebut Kakansar Akmal.

Dari informasi itu Tim SAR gabungan Mentawai langsung menuju lokasi dengan istiminasi 1 jam perjalanan dari dermaga Tupejat ke lokasi kejadian.

Kakansar menjelaskan, kejadian kapal mati mesin itu berawal sekira pukul 08.00 WIB , (1/3/2021), dimana tiga orang warga berangkat dari Rua mata menuju tuapejat untuk membawa temannya sakit.

"Dalam perjalanan sekira pukul 09.00 WIB, kapal yang di bawa itu mengalami mati mesin di wilayah perairan Matuptuman antara Rua mata dengan pulau nukok kecamatan sipora Utara" ucap Akmal.

Data perahu kapal mati mesin itu berupa jenis kapal nelayan, bahan dari kayu dengan panjang 8 meter, warna biru dan mesin 15 PK.

Operasi pencarian, Alut yang di gunakan dalam operasi, RIB 02 Mentawai, Alkon, Albanav, Pal Evakuasi, Pal Prokes, AMC Vehicke, Rescue Dymex dan Unsur yang terlibat Tim Rescue SAR Mentawai, TNI/POLRI, BPBD, Awak Media, Masyarakat.




Editor : Heri Suprianto

MENTAWAI,infonusantara.net - Dalam pekan ini banyak terjadi kecelakaan kapal mati mesin yang terjadi di perairan kepulauan Mentawai.

Periistiwa kali ini, Tim SAR gabungan melakukan operasi pencarian dan pertolongan terhadap kapal nelayan kandas beserta 3 orang POB di perairan pulau awera, kecamatan sipora Utara.

"Pencarian kita lakukan sejak semalam, karena pasang belum naik, sekira pukul 03.00 WIB, Senin 8 Februari 2021 berhasil di evakuasi beserta 3 POB" kata Kakansar Mentawai, Akmal.

Berawal Informasi ini, kata Akmal di terima dari salah seorang masyarakat bernama Toyan pada hari Minggu 7 Februari 2021 sekira pukul 20.20 WIB. Tim SAR gabungan langsung menuju lokasi kejadian.

Dia menyebut, peristiwa Kapal Tondo nelayan ini dari Sikakap hendak menuju Siberut, di perjalanan tepatnya di pulau awera kapal kandas akibat di hantam badai.

"Alhamdulillah kapal Tondo bersama 3 orang POB berhasil di evakuasi dalam kondisi selamat dan sudah diserahkan kepada pihak keluarga" kata Akmal.

Untuk data kapal yang berhasil di evakuasi itu jenis kapal Tondo, bahan kayu, panjang kapal 12 meter, warna hijau menggunakan mesin 18 PK, nama korban Alfian (50), Bujang (45) dan Ahmad (52).

Dalam operasi ini unsur yang terlibat, Tim Rescue SAR Mrntawai, TNI/Polri, BPBD Mentawai dan Masyarakat. Dengan demikian  operasi SAR di usulkan untuk di tutup dan seluruh petugas kembali kesatuan masing-masing.

Akmal menghimbau kepada seluruh masyarakat khusus bagi para nelayan untuk tetap memperhatikan cuaca saat pergi melaut, kalau kondisi tidak memadai urungkan niat untuk melaut, agar terhindar dari malapetaka serta selalu berpedoman kepada BMKG, tukasnya.



Editor : Heri Suprianto

PASBAR,infonusantara.net - Pencarian hari ke 3 (tiga) terhadap salah seorang warga yang dilaporkan hilang diseret Buaya di aliran Sungai Batang Sikabau Deviasi 4 PT. BPP Air Balam, Kecamatan Koto Balingka, Kabupaten Pasaman Barat, akhirnya ditemukan dalam kondisi mengapung dengan jarak lebih kurang 3 (tiga) kilometer dari lokasi tempat kejadian, Selasa, 19 Januari 2021 sekitar pukul 09.00 WIB.

Diketahui sebelumnya, pada hari Minggu 17 Januari 2021, korban Rusdi (40) yang diduga diseret buaya saat hendak mengambil wudhu di Sungai Batang Sikabau untuk melaksanakan sholat Dzuhur yang berada dipinggir kebun korban.

Kepala Badan BPBD Pasaman Barat, H. Edy Busti melalui Kabid Kedaruratan dan Logistik, Decky H. Syaputra, SH mengatakan, setelah di lakukan pencarian bersama personil BPBD, Basarnas, TNI/Polri, dan dibantu oleh pihak Nagari, Kecamatan dan masyarakat setempat, akhirnya korban dapat ditemukan pada hari ke 3 (tiga) pencarian korban.

"Alhamdulillah, pagi tadi sekitar pukul 09.00 Wib, korban sudah dapat kita temukan dengan kondisi mengapung sekitar 3 (tiga) kilometer dari lokasi kejadian," terangnya.

Decky H Sahputra menjelaskan, saat ditemukan, jasad korban dalam keadaan utuh, namun terdapat luka-luka dibeberapa bagian tubuh korban. 

"Korban telah kita evakuasi kerumah duka dengan kondisi utuh, hanya terdapat luka-luka pada tubuh korban," jelasnya.

Ia juga menghimbau, kepada seluruh masyarakat Pasaman Barat khususnya yang berada dipinggiran sungai, agar senantiasa berhati-hati dan melihat kondisi terlebih dahulu sebelum masuk kedalam sungai. Begitu juga bagi masyarakat yang akan memancing agar memberikan jarak paling tidaknya 2 meter dari tepi sungai saat memancing.

"Kepada masyarakat agar dapat selalu waspada, serta hati-hati dan tidak menganggap sepele akan bahaya binatang buas, khususnya buaya yang memang banyak kami temukan disepanjang aliran sungai pada saat pencarian korban tiga hari belakangan ini," Pungkas Decky H Sahputra,(Wisnu Utama).



Editor : Heri Suprianto

MENTAWAI,infonusantara.net - Operasi pencarian dan pertolongan terhadap nelayan hilang kontak di perairan pantai mapaddegat, Kecamatan Sipora Utara membuahkan hasil

"Alhamdulillah nelayan hilang kontak  Syamsualam (60) berhasil ditemukan longboat yang berangkat menuju sikakap sekira pukul 07.45 WIB" ucap Kasiops SAR Mentawai, Hendri kepada media, Senin (18/1/2021).

Sebelum di temukan, sebut Hendri tim SAR gabungan sedang melakukan pencarian dengan menyisir seputar perairan pulau panjang dan pantai mapaddegat.

Tak berapa lama di lakukan pencarian, tim SAR gabungan melihat longboat yang menuju sikakap sedang mengevakuasi korban kedalam boat.

Kemudian tim SAR gabungan melakukan pergeseran menuju pelabuhan tuapejat sekaligus menyerahkan kepada pihak keluarga, rencana awal akan di bawa ke RSUD, guna memastikan kondisi kesehatan korban.

Kakansar Mentawai, Akmal menyebut, kejadian kecelakaan kapal (nelayan hilang kontak) berawal korban pergi melaut sejak hari Minggu, (17/1/2021) sekira pukul 08.00 WIB, namun pada pukul 20.00 WIB tak kunjung pulang.

Dari kejadian itu anak korban bernama lisa melaporkan peristiwa ini ke SAR Mentawai karena orang tuanya belum juga pulang melaut.

"Berkat doa bersama serta kehendak yang kuasa lain, maka korban berhasil ditemukan dalam kondisi selamat, ucap syukur Akmal.

Melihat kejadian yang hampir sering terjadi kecelakaan kapal hilang kontak di perairan mentawai, Akmal tak bosan-bosan mengimbau para nelayan dan masyarakat untuk tetap memperhatikan kondisi cuaca sebelum pergi melaut, pungkasnya




Editor : Heri Suprianto

MENTAWAI,infonusantara.net - Dalam kondisi hening dan nyenyak tidur, tiba-tiba sirine armada damkar berbunyi dengan melaju kencang menuju arah km.0 tuapejat, ternyata ada kejadian kebakaran.

Peristiwa kebakaran itu setelah tim Damkar mendapat informasi dari masyarakat dan langsung menuju lokasi untuk melakukan pemadaman.

Lokasi kebakaran di ketahui berada di km.0 Dusun Camp, Desa Tuapejat merupakan posko kelompok nelayan sosoroat terletak di tepi pantai yang berdekatan dengan beberapa rumah masyarakat.

Tidak begitu lama terjadi kebakaran, armada damkar tiba di lokasi, namun api sudah mulai mengecil, dimana sebelumnya masyarakat melakukan pemadaman secara manual.

Salah satu saksi Yuki (34) saat di konfirmasi awak media mengatakan, peristiwa kebakaran itu diketahui hendak dirinya terbangun dari tidur mau buang air kecil terlihat ada api di sebelah rumah.

Melihat api membakar posko kelompok nelayan sosoroat yang terbuat dari kayu dengan atap rumbia itu, Yuki segera meminta tolong kepada warga di sekitar untuk memadamkan api.

Peristiwa kebakaran itu terjadi sekira pukul 04.00 WIB dini hari, Senin (18/1/2021). Saat terjadi kebakaran posko kelompok nelayan sosoroat yang bedekatan rumah warga, pemiliknya berada di pulau sudah dua hari, sebut Yuki.

"Nasib baik, peristiwa kebakaran ini tidak merembet kerumah warga, beruntung cepat di ketahui dan korban jiwa tidak ada" ucap Yuki.

Dia mengatakan, kebakaran ini tidak di ketahui dari mana sumber apinya, karena pada saat bangun tidur terlihat sudah ada api di posko kelompok nelayan sosoroat.

Api berhasil di padamkan secara total sekaligus pendinginan oleh tim Damkar sekira pukul 04.30 WIB dan personel dan BPBD mentawai yang ikut terlibat dalam pemadaman kembali ke posko masing-masing.




Editor : Heri Suprianto

MENTAWAI,infonusantara.net - Tim gabungan SAR Mentawai kembali melakukan operasi pencarian dan pertolongan terhadap kecelakaan nelayan hilang kontak di perairan pantai Mapaddegat, Kecamatan Sipora Utara dengan POB 1 orang.

Kakansar Mentawai, Akmal menyebut, pencarian nelayan hilang kontak ini setelah menerima informasi dari Lisa yang merupakan anak korban pada hari Minggu (17/1/2021) sekira pukul 20.40 WIB.

"Setelah terima informasi kita menuju dermaga tuapejat, Tim SAR gabungan langsung ke lokasi nelayan hilang kontak di perairan pantai Mapaddegat" ucap Akmal.

Kecelakaan nelayan hilang kontak ini, sebut Akmal bernama Bapak Syamsualam (60). Korban pergi melaut sejak pukul 08.00, Minggu 17 Januari 2021, akan tetapi hingga pukul 20.00 WIB korban belum juga pulang.

"Karena korban tak kunjung pulang, pihak keluarga mencoba menghubungi melalui telpon, namun tidak nyambung" ujar Akmal.

Akmal mengatakan, Informasi yang di himpun, korban menggunakan perahu warna biru coklat putih, panjang perahu 7 meter memakai mesin tempel 5 PK.

Dalam operasi, Tim SAR gabungan melakukan pencarian di seputaran pulau panjang hingga di perairan mapaddegat, namun belum membuahkan hasil.

Pencarian terhadap nelayan hilang kontak melibatkan Tim Rescue SAR Mentawai, TNI/POLRI, BPBD dan Masyarakat. Alut yang digunakan RIB 02 Mentawai, Alkom, Albanav, Pal Evakuasi, Pal Prokes dan Rescue Dymex.

"Kita tetap berupaya melakukan pencarian, semoga nelayan hilang kontak ini masih di seputaran pulau yang berada di lokasi perairan Mapaddegat" harapnya




Editor : Heri Suprianto

PASBAR,infonusantara.net - Seorang Warga dilaporkan hilang saat hendak mengambil air wudhu untuk melaksanakan sholat Dzuhur di aliran Sungai Batang Sikabau Deviasi 4 PT. BPP Air Balam, Kecamatan Koto Balingka, Kabupaten Pasaman Barat, Minggu (17/1/2021).

"Kami mendapat informasi dari Pj. Wali Nagari Koto Sawah Ujung Gading bahwa ada seorang warga yang di serang Buaya di lokasi aliran sungai batang sikabau Deviasi 4 PT. BPP Air Balam" ucap Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Pasbar, Decky H Syahputra

Korban diketahui bernama Rusdi (40) Warga Kampung Joring, Ujung Gading, Kecamatan Koto Balingka, Kabupaten Pasaman Barat, yang hendak mengambil Air Wudhu untuk melaksanakan sholat Dzuhur.

Setelah menerima laporan, BPBD Pasaman Barat langsung berkoordinasi dengan  Basarnas Pasbar dan pihak terkait, langsung menuju lokasi kejadian.

"Kita melakukan penyisiran di sepanjang jalur sungai di bantu pihak TNI, Polri, Nagari, Kecamatan dan Masyarakat" imbuhnya.

Sepanjang penyisiran sungai di lakukan pencarian terhadap korban, hingga sampai saat ini belum membuahkan hasil, terangnya

Meski belum di temukan, kita tetap berusaha untuk melakukan pencarian, semoga korban dapat ditemukan secepatnya" ucap Decky mengakhiri, (Wisnu Utama).



Editor : Heri Suprianto

MENTAWAI,infonusantara.net - Tim SAR gabungan kembali melakukan operasi pencarian dan pertolongan terhadap kapal tondo mati mesin di perairan Beriulou, Kecamatan Sipora Selatan dengan POB 2 orang nelayan.

"Dua nelayan bersama kapal berhasil kita temukan selamat setelah mendapat informasi dari pemilik kapal Niko, Rabu 13 Januari 2021 sekira pukul 12.40 WIB' ucap Kakansar Mentawai, Akmal kepada media, Kamis (14/1/2021).

Diketahui kapal tondo pergi melaut sudah lima hari, hendak kembali mesin kapal mati di perjalanan, sehingga kapal tidak bisa melanjutkan perjalanan pulang.

Kapal tondo mati mesin ini, sebut Akmal berada di perairan beriulou kecamatan sipora selatan setelah mendapat informasi dari pemilik kapal dan Tim SAR gabungan menuju lokasi melakukan pencarian dan pertolongan.

Untuk menuju kelokasi membutuhkan waktu 1,5 jam dengan jarak 23 NM dari dermaga tuapejat menggunakan alut RIB 02 Mentawai, Alkom, Albanav, Pal Evakuasi, Pal Prokes, Smc Vehicle, Rescue Dymex Amc Vehicle, Kapal Nelayan.

Sampai di lokasi, kita berhasil menemukan kapal tondo warna biru merah, mesin 20 PK sedang mengapung di laut dengan  beranggotakan dua orang nelayan yaitu Eri (35) Kapten dan Farhan (17) dalam kondisi selamat.

Tim SAR Gabungan dan Survivor tiba di Dermaga Tuapejat dua nelayan diserahkan ke pihak keluarga dan operasi SAR diusulkan di tutup, semua unsur kembali kesatuan masing-masing.

Operasi SAR pencarian dan pertolongan terhadap kecelakaan kapal tondo mati mesin unsur terlibat Tim Rescue SAR Mentawai, TNI/POLRI, BPBD dan Masyarakat.




Editor : Heri Suprianto

SIBERUT,infonusantara.net - Rumah semi permanen milik Ismael (60) Warga Desa Sotboyak, Kecamatan Siberut Utara hagus tebakar.

Pada saat kejadian Istri dengan anak berada dalam rumah, namun sempat keluar dari amukan api yang terjadi sekira pukul 11.35 WIB, Senin (11/1/2021).

Dalam peristiwa kebakaran hebat itu, masyarakat sempat melakukan pemadaman api secara manual sumber airnya di ambil di sekitar lokasi kejadian.

"Karena api semakin membesar, pemadaman secara manual dilakukan masyarakat tidak dapat terbendung, api terus membesar hingga membakar rumah sampai hagus" ucap Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Mentawai, Amir Ahmari.

Untuk sementara, kata Amir peristiwa kebakaran ini belum diketahui sumber apinya, karena saat kejadian api secara tiba-tiba membakar rumah, ucapnya setelah konfirmasi kepada salah satu pihak keluarga.

Dia menyebut rumah terbakar ini merupakan rumah semi permanen bertingkat dengan kontruksi dari kayu yang berada di Desa Sotboyak, Kecamatan Siberut Utara.

"Kejadian kebakaran hebat ini tidak ada korban jiwa, namun kerugian taksir sekira 500 juta " ujarnya.

Terkait dengan penanggulangan dan pemberian bantuan akan segera dilakukan setelah ada intruksi dari pimpinan, sebutnya.

Untuk pemberian bantuan terhadap korban kebakaran, sebutnya kita lakukan pendataan sekaligus turun kelokasi kejadian.

Seperti diketahui, wilayah mentawai tidak sama didaratan, jadi untuk mencapai tujuan lokasi kejadian membutuhkan waktu dan melihat kondisi cuaca.

"Dalam waktu dekat ini segera kita lakukan pendataan serta pemberian bantuan terhadap korban kebakaran dan semoga keluarga tertimpa musibah tabah menghadapi kejadian ini" tutupnya mengakhiri.



Editor : Heri Suprianto

SIBERUT,infonusanatara.net - Nelayan lost kontak dengan POB 1 orang yang terjadi di perairan Labuan Bajau, Kecamatan Siberut Barat, Kabupaten Kepulauan Mentawai Sumatera Barat (Sumbar) ditemukan dalam kondisi selamat.

"Kita terima informasi bahwa survivor sudah ditemukan masyarakat yang terlibat dalam operasi SAR pencarian dalam kondisi selamat di perairan Sigakpona" ucap Kakansar Mentawai Akmal, Sabtu (9/1/2021).

Dia menjelaskan nelayan hilang kontak ini ditemukan pada kordinat 0°53'46.12"S  98°49'54.45"E sekitar jarak 5 NM dengan Radial 289° dari Perairan Labuhan Bajau Kecamatan Siberut Barat.

Sebelumnya 5 nelayan ini bersama-sama berangkat pergi melaut setelah shalat Jumat 8 Januari 2021, kemudian satu nelayan bernama Akhiruddin (40) minta pamit duluan pulang, karena cuaca mulai tidak membaik 4 nelayan juga kembali pulang.

Namun setelah 4 nelayan berada di labuan bajau dengan selamat, satu nelayan belum juga kunjung pulang, sementara duluan pamit pulang.

Dari kejadian itu salah anggota Polsek Sikabaluan melaporkan ke SAR Mentawai dan di siapkan untuk keberangkatan untuk melakukan pencarian, karena informasi sudah malam di laporkan, maka pencarian di lakukan esok hari, ujarnya.

"Kita sudah siap melakukan pencarian, tiba-tiba ada laporan mendadak, bahwa nelayan yamg hilang kontak sudah ditemukan masyarakat yang terlibat dalam operasi SAR" ucap Akmal.

Saat ini, lanjut Akmal korban sudah tiba di dusun Labuhan Bajau, Desa Sigapokna, Kecamatan Siberut Barat dan diserahkan ke pihak keluarga.

Dalam operasi alut digunakan RIB 02 Mentawai ,Alkom, Albamav, Pal Evakuasi, Pal Prokes, Amic Vehicle, Rescue Dymex. Unsur yang Terlibat Tim Rescue SAR Mentawai, TNI/POLRI, BPBD, Tagana, Masyarakat.

Dengan berkahir operasi pencarian serta sudah ditemukan korban dalam kondisi selamat, maka diusulkan operasi di tutup dan semua unsur kembali di kesatuan masing-masing.




Editor : Heri Suprianto

SIBERUT,infonusantara.net - Kembali terjadi peristiwa perahu nelayan lost kontak, di ketahui lokasinya di perairan labuan bajau, Kecamatan Siberut Barat dengan POB 1 orang nelayan.

Informasi diterima Kantor SAR Pencarian dan Pertolongan Mentawai, jumat (8/1/2021) sekira pukul 20.25 WIB.

"Peristiwa perahu nelayan lost kontak ini terjadi sekira pukul 16.00 WIB kemudian di informasikan oleh salah seorang anggota Polsek Sikabaluan atas nama Ari" kata Kakansar Mentawai, Akmal.

Kejadian ini, kata Akmal usai shalat jumat 5 orang nelayan dengan 5 perahu pergi melaut dari labuan bajau menuju lokasi gosong makassar arah keutara sekira pukul 15.00 WIB.

Kemudian salah satu nelayan bernama Akhiruddin (40) pamit untuk pulang duluan sementara 4 orang rekannya dengan empat perahu bertahan di gosong makasar.

Karena cuaca sudah mulai tidak membaik, sebut Akmal 4 orang nelayan urungkan niat untuk tidak memancing lagi dan kembali pulang dengan selamat, sedangkan satu orang nelayan yang duluan pulang belum juga sampai di labuan bajau.

"Satu orang nelayan yang duluan pulang yang belum sampai ke labuan bajau di duga hilang di perairan labuan bajau" sebut Akmal.

Dikarenakan informasi diterima sudah malam, maka Tim Rescue KKP Mentawai bersama tim SAR gabungan memepersiapkan diri untuk melakukan pencarian dan pertolongan esok hari, tutup Akmal mengakhiri.




Editor : Heri Suprianto

Formulir Kontak

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.