Articles by "Padang Panjang"

Showing posts with label Padang Panjang. Show all posts

INFONUSANTARA.NETDalam Rangka Hari Anak Nasional 2021, pada Kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), GANN Kota Padang Panjang Melakukan edukasi dengan materi Bahaya narkoba bagi generaai muda.

GANN (Generasi Anti Narkoba Nasional) kota Padang Panjang kali ini memanfaatkan fasilitas SMPN 3 kelurahan Silaing Bawah, Jum’at (23/7/2021). untuk melaksanakan kegiatan. Alhamdulillah kegiatan itu terlaksana dengan baik berkat dukungan Kepsek MIlda Guza, SKom.

Pada kesempatan kali ini Ketua DPC GANN ,Drs. Dalius Rajab, memaparkan, bahaya bagi pengguna narkoba, kata narkotik berasal dari bahasa Inggris, yaitu narcotics yang berarti obat bius.

Secara umum, sebut dia narkotik berarti suatu zat yang dapat menimbulkan perubahan perasaan, suasana penglihatan, dan pengamatan, karena zat-zat tersebut mempengaruhi susunan syaraf pusat pemakainya.

Berdasarkan efek yang ditimbulkan terhadap pemakainya, narkoba juga dikelompokkan sebagai berbagai berikut dijelaskan oleh Dalius, Halusinogen yaitu efek dari narkoba bisa mengakibatkan seseorang menjadi ber-halusinasi dengan melihat suatu hal/benda yang sebenarnya tidak ada atau tidak nyata, bila dikonsumsi dalam sekian dosis tertentu akan berakibat fatal,

Dicontohkan lagi Dalius, kokain dan LSD.
Stimulan, yaitu efek dari narkoba yang bisa mengakibatkan kerja organ tubuh seperti jantung dan otak lebih cepat dari biasanya sehingga mengakibatkan penggunanya lebih bertenaga serta cenderung membuatnya lebih senang dan gembira untuk sementara waktu.

Depresan, yaitu efek dari narkoba yang bisa menekan sistem syaraf pusat dan mengurangi aktivitas fungsional tubuh, sehingga pemakai merasa tenang bahkan tertidur dan tidak sadarkan diri,

Adiktif, yaitu efek dari narkoba yang menimbulkan kecanduan. Seseorang yang sudah mengkonsumsi narkoba biasanya akan ingin dan ingin lagi karena zat tertentu dalam narkoba mengakibatkan seseorang cenderung bersifat pasif, karena secara tidak langsung narkoba memutuskan syaraf-syaraf dalam otak, sebutnya

Ganja, Heroin, dan Putaw.

Jika terlalu lama dan sudah ketergantungan narkoba maka lambat laun organ dalam tubuh akan rusak dan jika sudah melebihi takaran maka pengguna itu akan overdosis dan akhirnya mengakibatkan kematian, ucap Dalius.

Pada kesempatan itu Penasehat GANN, Drs. Deswandi, MKes, Dt. Mangkuto sati menyampaikan tentang bahaya narkoba terhadap fisik manusia yaitu terjadinya gangguan pada system syaraf, gangguan pada jantung dan pembuluh darah, gangguan pada kulit, gangguan pada paru-paru, Sering sakit kepala, mual-mual dan muntah, murus-murus, suhu tubuh meningkat, pengecilan hati, dan insomnia

Gangguan terhadap kesehatan reproduksi yaitu gangguan pada endokrin, seperti: penurunan fungsi hormon reproduksi (estrogen, progesteron, testosteron), serta gangguan fungsi seksual, gangguan terhadap kesehatan reproduksi pada remaja perempuan antara lain perubahan periode menstruasi, ketidakteraturan menstruasi, dan amenorhoe /tidak haid, Bagi pengguna narkoba melalui jarum suntik,

Dikatakan juga oleh Deswandi Khususnya pemakaian jarum suntik secara bergantian, risikonya adalah tertular penyakit seperti hepatitis B, C, dan HIV

Bahaya narkoba bisa berakibat fatal ketika terjadi over dosis yaitu konsumsi narkoba melebihi kemampuan tubuh untuk menerimanya. Over dosis bisa menyebabkan kematian
Bahaya narkoba terhadap psikologi, ucapan Deswandi

Kerja lamban dan ceroboh, sering tegang dan gelisah, hilang rasa percaya diri, apatis, penghayal, penuh curiga
Agitatif, menjadi ganas dan tingkah laku yang brutal,

Sulit berkonsentrasi, perasaan kesal, dan tertekan Cenderung menyakiti diri, perasaan tidak aman, bahkan bunuh diri Bahaya narkoba terhadap lingkungan sosial, imbuh Deswandi

Gangguan mental Anti-sosial dan asusila
Dikucilkan oleh lingkungan,Merepotkan dan menjadi beban keluarga, Pendidikan menjadi terganggu dan masa depan suram, sebutnya

Diakhir kegiatan Ketua GANN Dalius Rajab berharap dengan Kegiatan ini, semoga semakin memberi ruang dan edukasi terhadap peserta didik, mengenal narkoba dan bahayanya.

Pemko Padang Panjang dan Forkopimda dapat mendukung dan memfasilitasi kegiatan ini tidak hanya di sekolah-sekolah, tetapi juga di tengah-tengah masyarakat, agar mampu menciptakan kota Padang Panjang bersih narkoba. (YB).



Editor : Heri Suprianto

 

INFONUSANTARA.NET - Silaturahmi merupakan salah satu amalan umat Muslim untuk menyambung tali persaudaraan. Silaturahmi dapat kita lakukan kapan saja, namun amalan ini menjadi salah satu agenda utama saat momen hari raya Idul Adha 1442. kali ini Atau disebut juga dengan hari raya Qurban.

Suasana Hari Raya Idul Adha adalah hari raya besar bagi umat muslim yang ditunggu-tunggu oleh masyarakat muslim di manapun mereka berada dan juga sudah menjadi tradisi ketika setelah selesai menunaikan Sholat Idul Adha, di mesjid ataupun di lapangan terbuka,

Para umat muslim tersebut mereka berbondong-bondong ke masjid atau lapangan untuk membantu dan melihat penyembelihan hewan Qurban,setelah itu mereka juga mendapat pembagian daging hewan Qurban tersebut untuk disantap dengan berbagai sajian masakan, salah satunya seperti buat Sate, Rendang, Kalio daging, dan lainnya. 

Dimomen seperti agak berbeda sedikit dilakukan di rutan Padang Panjang saat ini, Walaupun WBP sekarang statusnya adalah terpidana yang harus menjalani pembinaan di Rupajang (Sebutan kekinian Rutan Padang Panjang), namun tradisi Idul Adha di rumah, mereka bisa temukan dan rasakan di Rutan Padang Panjang. 

Hal itu terlihat juga dari semangat mereka bisa ikut kegiatan "Nyate bareng di Rupajang" yang diselenggarakan oleh Kepala Rutan Padang Panjang Rudi Kristiawan, Selasa (20/7/2021).

"Hari ini kami senang sekali bisa diajarkan Pak Karutan mulai potong daging, menusuk daging untuk di sate, hingga bakar sate nya pun juga beda dengan sate padang khas Sumatera Barat, sebut salah satu WBP.

Untuk pembuatan sate kali Ini adalah resep baru yaitu Sate Blora Ala Pak Karutan. Disamping itu saya benar-benar merasakan seperti dirumah sendiri Idul Adha tahun ini sebut napi hampir secara bersamaan. 

Ditambah juga oleh salah seorang WBP Zulkifli, ia mengatakan tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.  saya yang sudah mendekam selama 3 tahun di Rutan Padang Panjang ini, sebut Zul 

Saat ini Rutan Padang Panjang dipimpin oleh Seorang Kepala yang bernama Rudi Kristiawan.  Melihat biografinya di google, Rupanya Karutan Padang Panjang pernah menjadi owner Warung Sate Blora "Mbah Rudi LP" di kota Sidoarjo. 

Sewaktu di konfirmasi awak media Rudi Kristiawan membeberkan, dari tahun 2016 sampai 2019 lalu dia pernah punya usaha Warung Sate yang khas dari Kota kelahirannya yaitu Blora. 

"Saya memang hobinya makan sate. Sate adalah makanan favorit saya selama ini. Sengaja saya mengajak dan membuat moment yang berbeda di Rupajang tahun ini guna membuat senang dan nyaman serta mengobati kerinduan semua WBP dengan lingkungan masyarakatnya. Jelas Karutan yang masih muda dengan usia 33 tahun itu. 

Walaupun dalam masa pandemi Covid-19, Rudi beserta jajarannya tetap selalu produktif dengan mengadakan kegiatan-kegiatan yang sifatnya pembinaan dan hiburan kepada seluruh WBP, tentu dengan selalu menerapkan protokol kesehatan imbuhnya, (YB).





Editor : Heri Suprianto

INFONUSANTARA.NETUpaya pencegahan penyalahgunaan agar bersih dari narkoba, Gerakan Anti Narkoba Nasional (GANN) DPC kota padang panjang tak henti untuk melakukan pertemuan dan edukasi di semua kalangan.

Pada kesempatan baik ini, GANN kunjungi RS Islam Ibnu Sina Yarsi Padang Panjang disambut oleh Direktur RS Yarsi dokter. Fair Ruza di ruangan kerjanya, Senin 5 Juli 2021 di dampingi beberapa orang dokter lainnya yang berkesempatan hadir saat itu ada Ns.Hotne zipul,S.Kep kabid. keperawatan, juga dr.Fuad kabid pelayanan, dr.Jaka Kurniawan, ka.instalasi IGD, dan dr.Erdi ka.instalasi rawat inap.

Dari rombongan GANN sendiri berkesempatan hadir selain ketua Umum, Drs, Dalius Rajab, juga hadir penasehat GANN Drs, Deswandi Mkes, Ketua Divisi humas Syafriyanto YB, Meri Delvi selaku Divisi Srikandi GANN.

Dalam pertemuan itu Dalius Rajab menyampaikan tentang program kegiatan GANN kedepan dalam pencegahan Penyalahgunaan Narkoba di Kota Padang Panjang 2021.

“Mudah-mudahan kita dapat saling bekerja sama, sekaligus untuk melakukan penandatanganan MOU kedepannya, harap Dalius kepada media, selasa (6/7/2021).

Pertemuan yang begitu akrap bersama rekan dokter Ketua GANN sangat merasa bangga dapat mengadakan pertemuan dengan jajaran RS Yarsi kota Padang Panjang.

Diskusi seperti ini banyak mendapatkan masukan yang membangun dari Direktur dr. Fair Ruza, orangnya ramah dan mempunyai ide cemerlang untuk GANN lebih baik lagi kedepannya dalam melaksanakan program tentang narkoba di semua kalangan, sebut Dalius

Kesempatan yang sama dalam pertemuan itu, direktur RS Yarsi Padang Panjang dr, Fair Ruza juga menyampaikan bahwa pihaknya merasa sangat bangga dan senang sekali atas kunjungan yang dilakukan rombongan DPC LSM GANN kota Padang Panjang saat ini.

“Mari kita bersama-sama selamatkan generasi muda terutama bebas dari penyalahgunaan Narkoba yang memprihatinkan saat sekarang ini” ungkapnya.

Dia menyebut, banyak anak-anak dari kalangan muda, siswa siswi pelajar remaja yang mulai mengarah kepada kecanduan Narkoba, tentunya dengan adanya peranan GANN ini sangat membantu dalam penyelamatan generasi muda di masa depan.

Baik itu melakukan sosialisasi ditengah masyarakat, Kelurahan, dan sekolah-sekolah, juga langkah dalam pencegahan yang akan dilakukan GANN kedepannya, Namun GANN tidak bisa bergerak sendiri, juga di perlukan kontribusi dari semua pihak, termasuk pemerintah dan pihak Swasta.

“Tentu juga masyarakat di semua lini harus bersatu dalam membasmi Narkoba barang haram tersebut, agar generasi muda selamat dari ancaman narkoba yang merajalela, imbuhnya.(YB).


Editor : Heri Suprianto


INFONUSANTARA.NETPeringati Hari Anti Narkotika Internasional (Hani) 2021, Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) kota Padang Panjang selenggarakan edukasi narkoba di kalangan kankemenag, selasa (6/7/2021).

Edukasi narkoba ini di ikuti seluruh Penyuluh Agama Islam Fungsional dan Honorer dengan Narasumber dari Gerakan Anti Narkoba Nasional (GANN) DPC Kota Padang Panjang Drs. Dalius Rajab dan Drs.Deswandi M.kes Datuak Mangkuto Sati.

Kakankemenag Kota Padang Panjang Drs. H. Gusman Piliang, MM mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah beriniasi mengangkat kegiatan ini dalam peringatan Hani.

“Penyalahgunaan narkoba ini merupakan tanggungjawab kita bersama terutama kepada generasi muda agar terbebas dari Narkoba khususnya di Kota Padang Panjang atau Indonesia umumnya” ucap Gusman.

Diera zaman semakin canggih ini, sebutnya sangat di perlukan peran orang tua memberikan edukasi kepada generasi muda agar tidak mudah terpengaruh dengan narkoba, tuturnya.

“Prinsipnya kita harus menjaga generasi muda agar tidak terpengaruh dengan narkoba, bahkan menjaga generasi muda sudah menjadi kewajuban kita bersama, karena mereka adalah generasi pemimpin kedepan” jelasnya.

Edukasi yang di laksanakan ini di harapkan menjadi acuhan bersama untuk memberikan terbaik kepada generasi muda, maupun lingkungan keluarga untuk menjauhi narkoba.

Acara yang berlangsung tersebut dipandu Kepala Seksi Bina Masyarakat Islam Syaiful Arifin, S.Ag, M.Pd dan disambut antusias oleh seluruh peserta. Sesi terakhir acara dilakukan dialog interaktif dan tanya jawab antara peserta dan narasumber. (Adi).



Editor : Heri Suprianto

INFONUSANTARA.NETDalam upaya menekan penyebaran covid-19, personel gabungan kembali melaksanakan Operasi Yustisi di wilayah hukum Polres Padang Panjang. Operasi yustisi yang di lakukan itu kembali terjaring ratusan warga yang kedapatan tidak menggunakan masker.

Dalam pelaksanaan operasi ini, Polres padang panjang dibantu anggota Koramil, Satpol PP Damkar, BPBD Kesbangpol, Dinas Kesehatan dan Dishub.

Jumlah keseluruhan sebanyak 249 orang yang terjaring dalam razia penegakan Protokol Kesehatan Aman Covid-19 dan penegakan Perda No. 06/SB/2020 itu.

“Mereka terdiri dari 207 pejalan kaki, 29 pengendara roda dua dan 13 pengendara roda empat,” sebut kapolres melalui KBO Sabhara, Ipda. Kusnadi kepada media, Senin (5/7/2021).

Kegiatan operasi yustisi ini di fokuskan di kawasan Pasar Pusat Padang Panjang. “Di sini masih banyak ditemui masyarakat tidak memakai masker,” ungkapnya.

Kepada para pelanggar, ucap Kusnadi pihaknya memberikan sanksi seperti teguran lisan dan diwajibkan untuk membeli masker. Serta sanksi sosial membersihkan fasilitas umum (fasum) dengan memakai rompi pelanggar prokes.

Para pelanggar juga didata dan diinput ke dalam aplikasi Sipelada (Sistem Informasi Data Pelanggaran Perda),”imbuhnya.

Di berlakukannya Perda Provinsi Sumbar No 06/2020 tentang Adaptasi Kehidupan Baru (AKB) dalam Pencegahan dan Pengendalian Covid-19. Kami imbau agar masyarakat tetap mematuhi perda tersebut,” pungkasnya, (Lala/Kmf).


Editor : Heri Suprianto

INFONUSANTARA.NETKantor Kementerian Agama Kota Padang Panjang melalui Kepala Seksi Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) Endang Sriyani kembali mengadakan Sosialisasi Tahap keempat Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 660 Tahun 2021 tentang Pembatalan Keberangkatan Jama’ah Haji Tahun 2021 Masehi / 1442 Hijriyyah di Aula Kankemenag Kota Padang Panjang, Senin (5/7/2021).

Kepala Kantor Kementrian Agama Kota Padang Panjang melalui Kepala Sub Bagian Tata Usaha H. Bustami membuka kegiatan Sosialisasi ini dengan menghadirkan Narasumber dari Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat, Bidang Penyelenggara Haji dan Umrah yakninya Kepala Seksi Bina Haji Reguler dan Advokasi Haji Drs. H. Zilwadi.

Adapun peserta kegiatan sosialisasi kali ini dari Ketua Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) di Kota Padang Panjang, Pimpinan Bank Nagari Syariah Kota Padang Panjang, Pimpinan BSI Kota Padang Panjang, Pimpinan BNI Syariah Kota Padang Panjang, Pimpinan BRI Syariah Kota Padang Panajang, Ketua KBIH Al-Mabrur Kota Padang Panjang, Ketua KBIH Armina Kota Padang Panjang, Kepala Seksi dan Pejabat JFT/JFU di lingkungan Kankemenag Kota Padang Panjang.

Dia menyebut, Pemerintah melalui Kementerian Agama Republik Indonesia memutuskan tidak memberangkatkan jemaah haji pada musim haji 1442 Hijriyyah/2021 Masehi ini karena alasan keselamatan terkait pandemi Covid-19.

“Sesuai dengan Keputusan Menteri Agama Nomor 660 Tahun 2021 tentang Pembatalan kembali keberangkatan haji tahun ini, kita aparatur pemerintah bersama pihak penyelenggara terkait yakni Bank-Bank Syariah maupun KBIHU harus turut serta ikut meneruskan Informasi keputusan penting ini kepada masyarakat,” ucap Zilwadi yang akrab dipanggil Buya ini.

Dikatakan lagi, sesuai Instruksi dan Informasi dari Kemenag RI, pesan tentang Pembatalan Keberangkatan Jemaah Haji Tahun ini harus sampai ke masyarakat serta pihak terkait, maka dari itu kegiatan sosialisasi ini khusus kepada Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) di Kota Padang Panjang di laksanakan kembali.

“Jangan sampai masyarakat terprovokasi dengan berita bohong (Hoax) yang tersebar luas di Dunia Maya, kita harus bersama-sama meluruskan informasi yang tidak benar ini” sebutnya.

Sementara Kasi PHU Kankemenag Kota Padang Panjang mengucapkan terimakasih kepada seluruh peserta yang telah mengikuti acara ini dari awal sampai akhir.

“Kita berharap partisipasinya juga ikut serta menyampaikan sosialisai kepada masyarakat nantinya terkait pembatalan haji” ujar Endang.

Mengulas pemaparan dari Narasumber dan sambutan dari Kasi PHU, Seluruh pimpinan KBIHU yang hadir siap ikut serta melakukan sosialisasi Keputusan Menteri Agama Nomor 660 Tahun 2021 tentang Pembatalan kembali keberangkatan haji tahun ini dilingkungan kerja dan ditengah masyarakat.

“Kami siap bersinergi bersama Kankemenag melakukan Komunikasi Informasi dan Edukasi kepada jama’ah calon haji dan masyarakat” ujar Ketua KBIHU Al-Mabrur Kota Padang Panjang

Kegiatan Sosialisasi ini, Endang berharap semoga Allah memberikan jalan keluar yang terbaik untuk kita semua, semakin kuat kesabaran dan sinergitas diantara kita, tukasnya (Adi).


Editor : Heri Suprianto

INFONUSANTARA.NET - Setelah di lakukan penandatanganan MoU kerjasama di rutan kelas IIB, LSM Gerakan Anti Narkoba Nasional (GANN) kota Padang Panjang dibawah komando Drs, Dalius Rajab penuhi undangan  ketua Divisi penyuluhan dan pengembangan GANN, dr, Lila Yanwar, Mars, diruangan kerjanya di RSUD Gantiang.

Keberadaan GANN kota Padang Panjang selain memberikan informasi penyuluhan kepada masyarakat juga selalu exist melakukan rutinitasnya dalam bentuk pertemuan, guna saling berbagi pendapat untuk lebih giat lagi dalam menyatakan "Perang melawan Narkoba (War To Drugs),"

"Mengiatkan kegiatan seperti ini untuk menyelamatkan generasi muda agar tidak mudah terpengaruh dengan penyalahgunaan narkoba demi masa depan anak bangsa" sebut Dalius Rajab selaku ketua DPC GANN, Selasa 29 Juni 2021.

Pada kesempatan itu, dalam pertemuan selain Ketua DPC GANN Drs. Dalius Rajab, juga di hadiri penasehat GANN Deswandi, Mkes. Wakil Ketua, M.Nur, Mag, ketua Divisi Humas Syafriyanto YB, Ketua Divisi Srikandi Meri Delvi, spd, Ketua Divisi Penyuluhan Dina Mardiah ,Sag, Ketua Divisi Dana, Neng, Bendahara Nora dan wakil Bendahara Yanti.

Dalam pertemuan itu banyak hal yang dibahas juga pada kesempatan itu disampaikan Oleh wakil ketua, M, Nur Mag, juga membidangi penyuluhan kerohanian, yang juga  kesehariannya bekerja sebagai kepala KUA di Kecamatan Padang Panjang Timur.

Dia juga berharap melalui LSM GANN dapat melakukan tes urine terhadap sekolah-sekolah nantinya, juga kalau perlu dilakukan juga terhadap Calon Pengantin (Chatting) nanti imbuhnya.

"Pada kesempatan yang sama dr, Lila Yanwar, Mars, selaku Ketua Divisi penelitian dan pengembangan GANN, dia mengatakan sangat berterima kasih dan sangat senang sekali dengan kunjungan LSM GANN yang telah mau datang untuk berkunjung ke kantornya.

Banyak hal Positif yang disampaikan oleh Lila Yanwar dalam pertemuan tersebut, bagi anggota GANN yang hadir sangat menikmati pemaparan darinya, Lila Yanwar sepertinya seorang yang  matang dalam berorganisasi.

Beberapa contoh di sampaikan Lila Yanwar, bahwa untuk keberlangsungan GANN kedepan tentu semua anggota GANN harus mempunyai kontribusi sesuai dengan latar belakang dan pengalaman jabatan kita masing-masing, imbuhnya.

"Diakhir kesempatan Drs, Dalius Rajab Selaku Ketua DPC GANN kota Padang Panjang Mengucapkan Terimakasih atas jamuan dari ketua Divisi penyuluhan dan pengembangan, ini juga menambah semangat bagi kita semua.

Dalius Rajab merasa bangga memiliki Ketua Divisi Penelitian dan Pengembangan, Seorang dr. Senior sarat pengalaman dan respon cepat bila GANN rapat selalu di Fasilitasi, juga mempunyai ide-ide dan pemahamannya tentang Narkoba dan strategis pencegahan, sangat taktis oleh bu dr. Lila Yanwar, Mars, imbuhnya.(YB).




Editor : Heri Suprianto

 

INFONUSANTARA.NET - Dalam rangka menyambut Hari Anti Narkoba Internasional (Hani) yang jatuh pada 26 Juni 2021 lalu, hari ini rombongan Gerakan Anti Narkoba Nasional (GANN) Kota Padang Panjang lakukan penanda tanganan MOU dengan kalapas rutan kelas IIB Kota Padang Panjang,

MOU tersebut guna untuk melakukan kerjasama dan saling berbagi informasi kegiatan penanggulangan pencegahan masalah Narkoba baik di lingkungan rumah tahanan kelas IIB  maupun di lingkungan masyarakat sekitar kota yang berjulukan Serambi Mekah.

Kedatangan rombongan disambut langsung Kepala lapas, Rudi Kristiawan, A,md, IP, SH, MM, dan juga beserta Yaprindo Kasubsi pelayanan tahanan pada hari Senin 28 Juni 2021, diruang kerjanya dan sebelum berlanjut ke Aula rumah tahanan negara kelas IIB Kota Padang Panjang.

Hadir dari rombongan GANN dalam penandatanganan MOU saat itu disamping ketua Drs Dalius Rajab, juga hadir Ketua DPRD kota Padang Panjang Bapak Mardiansyah, A,md. Selaku pembina GANN, dan ,Drs. Deswandi, Mkes. penasehat, Wakil Ketua, M.Nur, Mag,

Juga tidak ketinggalan ikut hadir ketua Divisi Humas Syafriyanto YB, ketua Divisi Srikandi Meri Delvi, spd, ketua Divisi Penyuluhan Dina Mardiah ,Sag, Ketua Divisi Dana, Neng, Bendahara Nora dan wakil Bendahara Yanti.

Pada kesempatan itu Disampaikan oleh Ketua GANN Drs, Dalius Rajab mengenai Bahaya Narkoba sudah sangat menakutkan bagi Generasi muda Bangsa kedepan, Makanya secara Nasional telah di tetapkan Status Indonesia Darurat Narkoba.

Untuk Kota Padang Panjang, merupakan daerah yang termasuk tinggi kasus narkobanya telah terbukti secara data hukum, ini merupakan lampu merah bagi Generasi muda kota berjulukan Serambi Mekah itu, sebut Dalius Rajab

Juga dikarenakan kota kita adalah perlintasan bagi transaksi Narkoba bagi pengedar dari daerah Interline.untuk itu mari kita secara bersama-sama dari posisi manapun status sosial berkomitmen, selamatkan Generasi Muda kita dari bahaya Penyalahgunaan Narkoba, ajak Dalius.

Pada kesempatan yang sama Kepala lapas, Rudi Kristiawan menyampaikan bahwa dalam rangka menyambut Hari Anti Narkoba Internasional (HANI) kita juga telah mensetting sebuah kegiatan sebaik mungkin, bahkan kita telah mengundang Bapak Wako, Kapolres, Kasat Narkoba, Kajari,dan Muspida kota Padang Panjang lainnya.

Tetapi dengan semakin berjangkitnya Covid-19 di beberapa daerah di Sumbar Bahkan ada di beberapa kabupaten kota ada yang zona merah dan kita pun zona kuning, jadi untuk sementara kita tangguhkan dulu untuk memberikan penyuluhan terhadap napi dalam skala besar dan juga untuk tidak berkumpul/berkerumunan dulu. Imbuhnya

Sekarang jumlah narapidana di lapas kelas IIB saat ini sebanyak 150 orang, yang seharusnya hanya dihuni 75 orang narapidana, nah sekarang sudah melebihi seratus persen dari ketentuannya, jadi sudah melebihi batas.

Disampaikan juga oleh Rudi selaku kalapas, narapidana yang banyak sebagai penghuni lapas sekarang ini adalah yang berhubungan dengan penyalahgunaan Narkoba, 65 persennya adalah napi yang keterlibatan dengan barang haram tersebut, imbuhnya

Bahkan dalam catatan saya untuk penghuni lapas di Indonesia terbanyak itu secara umum adalah diisi dari mereka yang berkaitan dengan pelanggaran terhadap penyalahgunaan Narkoba, sebutnya

Harapan saya kedepannya selaku kalapas, satu hari nanti GANN dapat merekrut narapidana yang setelah bebas nanti untuk memberikan edukasi kepada masyarakat diluar sana bagaimana bahaya bagi pengguna Narkoba juga dapat menyampaikan bahaya Narkoba agar masyarakat luar lebih paham apa itu Narkoba, harapnya.

Rudi Setiawan yang kelihatan memiliki segudang pengalaman yang ditimba Nya sewaktu bertugas di berbagai lapas-lapas sebelumnya, seperti pernah di Nusa Kambangan dan tiga tahun di lapas Tanjung Pinang itu,

Dia juga menyampaikan tentang pembinaan di lapas, Ditambahkannya di lapas juga ada dua Pembinaan seperti pembinaan kepribadian dan pembinaan mental,

Kalau untuk kepribadian di bidang Agama kita selalu berikan kepada warga binaan pemasyarakatan (WBP), kita menggandeng pondok pesantren Kauman Muhammadiyah Padang Panjang dan kita juga salah satu cabang dari pesantren Muhammadiyah, sebutnya.

Kalau untuk pembinaan mental untuk keterampilan juga ada perkebunan laundry dan juga banyak kerajinan tangan lainnya yang dapat dikerjakan oleh WBP. juga untuk bekal setelah bebas nanti, katanya

Tidak hanya itu, di bulan Ramadhan kemarin sewaktu diadakan pertandingan MTQ antar se-Sumbar kita juga mendapat juara 2 di bidang lomba MTQ dan juara 2 di bidang lomba Adzan.sebut Rudi

"Dikesempatan yang sama, Ketua DPRD, Mardiansyah, Amd Selaku Pembina GANN kota Padang Panjang yang juga berkesempatan hadir disaat itu, Beliau menyatakan Perang Melawan Narkoba (War On Drugs), di Era Pandemi Covid-19 Menuju Indonesia Bersih Narkoba (BERSINAR)

Mardiansyah berharap GANN lebih dapat berperan membantu masyarakat dalam pencegahan penyalahgunaan Narkoba, dan dikatakannya juga, saya sangat mendukung dan support secara Kelembagaan DPRD kota, dan secara pribadi akan selalu ada bersama GANN, sebutnya.

Diakhir pertemuan kepala lapas kelas IIB kota Padang Panjang Rudi Setiawan, memberikan Apresiasi kepada rombongan LSM GANN dengan secara bersamaan telah meluangkan waktu guna untuk memberikan edukasi kepada masyarakat kota Padang Panjang untuk mengajak masyarakat menghindari penyalahgunaan Narkoba.

"Saya lihat dari penampilan dan kasat mata dari pengurus yang hadir bukanlah dari orang sembarangan yang cukup dapat di percaya bagi masyarakat luas, sebutnya. (YB).



Editor : Heri Suprianto

INFONUSANTARA.NETBerkat usaha dan upaya yang di lakukan Kelurahan Pasar Usang (Paus), Kecamatan Padang Panjang Barat, akhirnya berhasil meraih juara umum dalam Jambore Kader PKK Berprestasi Tingkat Kota Padang Panjang Tahun 2021.

Dari lima perlombaan yang diadakan, empat diantaranya berhasil dimenangkan Paus. juara pertama, kedua maupun juara tiga., Kemudian disusul Kelurahan Silaiang Bawah dari kecamatan yang sama, berhasil meraih tiga predikat juara.

Wakil Wali Kota, Drs. Asrul yang menutup kegiatan ini di Pendopo Rumah Dinas Wali Kota, Kamis (24/6/2021), memberikan apresiasi kepada panitia dan semua pihak yang terlibat dalam pelaksanaan acara yang berjalan lancar dan sukses.

Asrul juga mengucapkan selamat kepada kelurahan yang berhasil keluar sebagai pemenang pada perlombaan jambore kader PKK berprestasi tingkat kota Padang panjang.

“Lomba ini dapat meningkatkan kreativitas para kader, silaturrahmi terjalin dan rasa kekeluargaan semakin bertambah. Menjadi kader PKK tidaklah mudah, karena sama kita ketahui jadi kader harus banyak pengorbanan. Mereka sukarela membantu program pemerintah,” sebut Asrul.

Selain itu, kata Asrul dengan adanya jambore ini, turut membantu jalannya roda pemerintahan Kota Padang Panjang, ujarnya.

Asrul menyampaikan pesan kepada semua kader, agar menjadi kader yang tangguh dalam melaksanakan tugas di masyarakat. Menjadi kader yang dapat menjadi contoh bagi lingkungan sekitar serta tetap bersemangat dalam melaksanakan tugas sebagai ujung tombak perpanjangan tangan pemerintahan di tengah masyarakat.

“Saya berharap agar seluruh kader dapat terus meningkatkan pengetahuan tentang gerakan pemberdayaan kesejahteraan keluarga agar kehadiran PKK dalam masyarakat semakin memberi makna dan dapat membantu meningkatkan kualitas kehidupan keluarga,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua TP-PKK Kota, dr. Dian Puspita Fadly Amran, Sp.JP juga menyampaikan selamat kepada para pemenang. Bagi yang belum meraih juara, untuk tidak berkecil hati, karena tujuan jambore bukan mendapatkan juara, namun menjalin silaturrahmi.

“Kegiatan jambore ini telah kita laksanakan dan kita saksikan bersama yang dimeriahkan dengan berbagai lomba. Hendaknya ini tidak hanya sekadar ingin merebut juara, namun dapat menjadi wahana pembelajaran serta memperkuat silaturahmi untuk kedepan” ujarnya.

Dengan adanya jambore, katanya lagi, kadang timbul pemikiran dari setiap kader untuk membuat sebuah kreativitas.”Saya salut dengan semangat para ibu kader dalam membuat inovasi maupun kreativitas. Misalnya rajutan, membuat menu makanan yang bergizi, dan mengolah sampah jadi bahan berguna,” terangnya.

Dalam kesempatan tersebut, Dian juga memberikan penyuluhan terkait Covid-19. Dirinya meminta seluruh kader wajib mematuhi protokol kesehatan, lantaran Covid-19 sampai saat ini masih ada.

“Bahkan bervariasi. Ada yang namanya Alfa, Beta dan Delta. Delta inilah yang sangat berbahaya saat ini. Saya harap semua kader tetap memberikan penyuluhan dan sosialisasi kepada masyarakat terkait Covid-19 ini,” katanya.

Keberadaan PKK, tambah Dian, sangat berguna bagi pemerintah. Seperti saat ini, PKK mengutamakan kegiatannya dalam menurunkan kasus Covid-19.

Perwakilan kader PKK yang diwakili Indah Aprianti, memberikan kesan dan pesan dalam kegiatan jamboree ini. Dia mengucapkan terima kasih kepada ketua TP-PKK Kota, Kecamatan dan Kelurahan yang telah melakukan pembinaan dan bimbingan kepada semua kader.

“Banyak hal yang bisa kita petik dari kegiatan jambore ini. Mulai dari kekompakan, kebersamaan, keceriaan, dan juga prestasi yang telah didapat masing-masing kelurahan,” ucapnya.

Turut hadir dalam acara penutupan ini, kepala OPD terkait, camat, lurah, ketua GOW, ketua DWP dan organisasi wanita lainnya. (Lala kmf).


Editor : Heri Suprianto

INFONUSANTARA.NET -  Setelah melalui rangkaian beberapa tahapan, akhirnya Memorandum of Understanding (MoU) antara Kementerian Agama Kota Padang Panjang dengan Kejaksaan Negeri Padang Panjang dapat terwujud dengan baik. Rabu (23/6/2021).

Penandatanganan MoU ini Kakankemenag Kota Padang Panjang H. Gusman Piliang didampingi seluruh Pejabat dan ASN dilingkungan Kemenag Kota Padang Panjang serta di hadiri langsung Kejaksaan Negeri Kota Padang Panjang Nilma, didampingi Andrile Firsa, selaku Jaksa Pengacara, Bayu Nusantara, selaku Staf Bidang Datun, Franki Febriandi selaku Staf Bidang Pidsus, dan Jonathan Hasibuan, selaku Staf Bidang Intelijen.

Adapun ruang lingkup MoU tereaebut mengenai tentang Penanganan Masalah Hukum Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara, Pemberian Bantuan Hukum baik litigasi dan nonlitigasi, Pemberian Pertimbangan hukum, pendapat hukum (legal opinion), dan pendampingan hukum (legal assistance), serta Peningkatan Kompetensi Teknis Sumber Daya Manusia (SDM).

Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Padang Panjang, H. Gusman Piliang, MoU yang dilakukan ini di harapkan bermanfaat kedua belah pihak, dan secara khusus untuk penyelesaian persoalan Hukum Perdata dan Tata Usaha Negara di Kantor Kementerian Agama Kota Padang Panjang, Kantor Urusan Agama maupun Madrasah.

“Kami sangat bersyukur dan menyambut baik kerja sama ini dalam mewujudkan Kankemenag Kota Padang Panjang menuju Wilayah Bebas dari Korupsi-Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBK-WBBM) dan kiranya pihak Kajari berkenan juga saling berbagi Informasi dan berkolaborasi tentang persiapan menuju Zona Integritas (ZI)”,” tutur Gusman.

Menanggapi harapan Kakankemenag, Kepala Kejaksaan Negeri Kota Padang Panjang Nilma mengucapkan terimakasih atas Terwujudnya MoU ini, juga telah memberikan kepercayaan kepada Kejaksaan Negeri Padang Panjang di Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (DATUN).

“Setelah MoU ini ditandatangi oleh kedua belah pihak, terwujudlah hendaknya sinergitas tugas antar lembaga/instansi negara untuk mewujudkan Zona Integritas (ZI) ” ujar Nilma.

Nilma juga menyampaikan ucapan selamat untuk Kemenag Kota Padang Panjang yang telah berhasil Maju untuk Tingkat Nasional dalam Penilaian Zona Integritas (ZI), kami siap berkolaborasi dalam mewujudkan harapan kita bersama.

“Semoga Allah mengabulkan harapan kita semua dalam mewujudkan Wilayah Bebas dari Korupsi dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBK-WBBM) dikedua Lembaga Vertikal ini,” tuturnya mengakhiri sambutan. (Adi).


Editor : Heri Suprianto

INFONUSANTARA.NETGuna membantu pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM), Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Padang Panjang H. Gusman Piliang serahkan Enam Sertifikat Halal kepada pelaku usaha IKM di Kota Padang Panjang,, Senin (21/6/2021).

“Sertifikasi Halal yang diserahkan kepada pelaku IKM ini merupakan amanah untuk pelaku usaha IKM dalam rangka perlindungan terhadap konsumen” ucap Gusman

Program sertifikasi halal yang dilaksanakan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kementerian Agama melalui kakanmenag Padang panjang, pelaku IKM sangat berterima kasih yang di ungkapkan sejumlah pelaku IKM kepada kakanmenag.

“Terima kasih, program fasilitasi sertifikasi halal dari pemerintah ini sangat membantu para pengusaha kecil seperti kami, terlebih pada masa pandemi yang sulit seperti ini,” kata Ria Anjelina, pemilik Usaha Kerupuk Talas Ria.

Di ketahui Ria Anjelina sendiri telah menekuni usaha ini sejak 2014, menurutnya program fasilitasi sertifikasi halal dari pemerintah ini sangat membantu para pelaku IKM yang ada di kota Padang panjang, tuturnya.

Hal senada disampaikan Paulina, pengusaha makanan Aneka Kripik, “Kami sangat terbantu dengan adanya fasilitasi sertifikasi halal ini. Terima kasih kepada pemerintah dan Kemenag yang telah membantu kami sehingga produk kami bersertifikat halal,” ungkapnya.

Sementara Sridevi Anriati, yang menekuni usaha kecil Kue Kacang Wijen Devi, mengaku beruntung telah menjadi salah satu peserta fasilitasi sertifikasi halal BPJPH.

“Alhamdulillah, saya sudah mendapatkan kepercayaan untuk ikut (program fasilitasi sertifikasi halal) dan sudah lolos. Fasilitasi sertifikasi halal membantu produk saya berlabel halal,” ucap Sridevi Anriati mengaku bahwa produknya sudah mulai dikirim hingga ke luar daerah.

Para pelaku IKM (Industri Kecil dan Menengah) tersebut memahami bahwa sertifikasi halal sangat penting dilaksanakan dan ini merupakan bentuk kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku.

“Sertifikasi halal ini merupakan bentuk tanggung jawab pelaku usaha dalam memproduksi produk yang dijamin kehalalannya” sebutnya lagi.

Nah, sebagai pelaku usaha kami wajib menjaga kehalalan produk, karena kehalalan produk sangat penting serta negara sudah menerapkan kewajiban bersertifikat halal. Kalau tidak salah, 2024 semua IKM (Industri Kecil dan Menengah) sudah wajib memenuhi sertifikat halal,” Ujar Paulina.

Rini Nofiyanti menambahkan, keenam pelaku IKM tersebut juga sepakat bahwa sertifikasi halal memberikan nilai tambah bagi produk mereka.

“Untuk penjualan ada peningkatan dari sebelum dan sesudah bersertifikat halal” ternagnya.

Pada kesempatan itu, Kakankemenag kembali mengingatkan bahwa kita harus mempersiapkan diri untuk penilaian Zona Integritas (ZI) menuju Wilayah Bebas dari Korupsi dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBK-WBBM).

Untuk itu, Kakanmenag menghimbau kepada kita semua, mari lengkapi eviden dan hal yang terkait dengan Zona Integritas (ZI), sebutnya.

“Mari kita bersama-sama ikut serta menyukseskan program pemerintah dan juga menyukseskan Zona Integritas (ZI) yang mana kita diamanahkan untuk Tingkat Nasional yang nantinya akan langsung dinilai oleh Menpan-RB,” tuturnya mengakhiri (Adi).


Editor : Heri Suprianto

INFONUSANTARA.NETDalam rangka meningkatkan kapasitas para guru dan tenaga kependidikan, Kantor Kementerian Agama Kota Padang Panjang menggelar kegiatan lokakarya bertempat di MAN 1 Padang Panjang, Senin (21/6/2021).

Lokakarya yang di laksanakan ini di ikuti sebanyak 68 peserta terdiri dari guru dan tenaga pendidik dengan 5 orang narasumber. Kegiatan berlangsung selama tiga hari mulai dari 21 sampai 23 Juni 2021 dibagi menjadi lima sesi dengan tetap menerapkan Protokoler Kesehatan.

Kegiatan lokakarya ini di buka langsung Kakanmenag Padang panjang, H.Gusman Piliang di dampingi Pengawas Madrasah Agus Nasution dan Kepala Madrasah H. Julpiadi Hutabarat, serta Kaur TU Masri dan jajarannya sebagai tuan rumah.

Kegiatan lokakarya ini mengambil tema dengan lokakarya kita tanamkan karakter dan rasa santun warga madrasah yang di implementasikan dalam pembelajaran berbasis kecakapan abad 21.

“Materi lokakarya yang kita sampaikan ini tentang penguatan eksitensi madrasah dan implementasi madrasah hebat bermartabat” ucap Gusman.

Dia menyebut, sesuai Instruksi Menteri Agama Nomor 1 Tahun 2021 Tentang Gerakan Sosialisasi Penerapan Protokol Kesehatan (5M) yakni memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan dan mengurangi mobilitas harus menerapkannya dalam pelaksanaan kegiatan.

“Selayaknya kita ASN Kemenang RI ikut serta mematuhi dan menerapkan aturan tentang prokes setia kegiatan yang di helat yang bersifat banyak orang” ujar Gusman.

Selain itu, Gusman juga berharap kepada peserta lokakarya dapat mengikuti kegiatan ini dengan sungguh-sungguh untuk mewujudkan Madrasah Hebat Bermartabat Berkelas Dunia, tuturnya.

“Semoga acara ini berjalan dengan lancar dari awal sampai akhir dan ilmu yang didapat bisa diimplementasikan di hadapan siswa dan warga Madrasah nantinya,” ucap Gusman lagi.

Mengulas sambutan Kakankemenag, Kepala Madrasah Aliyah Negeri 1 Padang Panjang H. Julpiadi Hutabarat mengucapkan terimakasih kepada Bapak Kakankemenag, Pengawas Madrasah, serta Panitia kegiatan yang telah menyukseskan Penyelenggaraan kegiatan ini.

“Mudah-mudahan kedepannya tetap memberikan kontribusi, motivasi dan edukasi untuk Guru-Guru kami dan Tenaga Kependidikan dilain waktu”, tutur Julpiadi.(Adi).


Editor : Heri Suprianto



INFONUSANTARA.NET - Sinergitas berbagai unsur di kelurahan Ganting, kecamatan Padang panjang timur mampu menginisiasi lahirnya rumah kesehatan covid-19 kampung tangguh nasional

Rumah Kesehatan ditujukan ini sebagai tempat isolasi yang diresmikan Wali Kota, H. Fadly Amran, BBA Datuak Paduko Malano, Selasa (8/6/2021).

“Hadirnya posko-posko isolasi di kelurahan-kelurahan yang ada di Kota Padang Panjang ini kita sangat mengapresiasi” sebut Wako Fadly

Patut di ucapkan terima kasih kepada lurah dan tim dari OPD bersama unsur TNI/Polri, organisasi kemasyarakatan yang sudah membantu kegiatan ini. Di harapkan nantinya jika ada masyarakat yang butuh untuk isolasi dapat memanfaatkan tempat ini, tuturnya.

Di samping itu, Fadly menyampaikan, protokol kesehatan (prokes) perlu terus diingatkan di tengah masyarakat.

“Memakai masker sekarang adalah sebuah kewajiban. Kita memahami dengan naiknya status, sebenarnya banyak limitasi (pembatasan-red),” ujarnya.

Mengingat angka kasus Covid-19 yang terus naik, Fadly menekankan kepada masyarakat untuk selalu menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah.

“Dengan adanya posko ini, bisa untuk saling mengingatkan, menyampaikan kepada siapa pun yang bertugas, siapa pun tokoh yang hadir untuk selalu memakai masker,” tuturnya.

Kemudian dengan adanya Rumah Kesehatan ini, lanjut Fadly, perlu mengidentifikasi protap yang jelas ketika menyikapi hadirnya masyarakat dari luar.

“Kehadiran kami adalah bentuk keseriusan bahwa penting sebuah penegasan. Tidak hanya di tingkat kota, tetapi di tingkat kelurahan dan RT. Pentingnya kita menjaga prokes ini” terngnya.

Dikatakan, jangan sampai ada gelombang kedua, karena indikasinya, dampaknya pasti sangat dirasakan masyarakat, apalagi dampak sosial ekonomi.

Turut hadir dalam peresmian ini, Ketua DPRD, Mardiansyah, A.Md, Kapolres, AKBP. Apri Wibowo, SIK, Kajari, Nilma Lubis, SH, Dandim 0307/TD diwakili Pabung, Mayor Caj. Aser Usia Pasaribu, dan pejabat teras Pemko serta ninik mamak dan tokoh masyarakat setempat. (Lala.kmf).


Editor : Heri Suprianto

INFONUSANTARA.NET - Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2020 disampaikan Wali kota, H.Fadly Amran,BBA Datuak Malano melalui rapat paripurna yang dipimpin Ketua DPRD Mardiansyah, A.Md, Senin, (7/6/2021) di Ruang Sidang DPRD.

Wako Fadly mengatakan,, Laporan Keuangan Tahun 2020 yang disampaikan kepada DPRD, telah diaudit BPK RI dan telah diserahkan secara resmi kepada Pemko Padang Panjang pada 29 April lalu.

“Kita bersyukur kepada Allah SWT, berkat kerja sama kita semua, kita dapat mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) terhadap Laporan Keuangan Tahun 2020. Atas pencapaian ini, berarti Kota Padang Panjang telah memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) lima kali berturut-turut sejak tahun 2016,” ucapnya.

Ucapan terima kasih ini, Fadly sampaikan kepada semua pihak, termasuk kepada pimpinan dan anggota DPRD, yang telah ikut mendorong membantu dalam penggunaan, pengelolaan dan pertanggungjawaban keuangan, sehingga Pemko memperoleh opini WTP ini.

Ke depan, menurut Fadly, perlu disusun langkah-langkah strategis dalam pengelolaan keuangan daerah untuk tetap mempertahankan opini WTP tersebut. Seperti membangun komitmen bersama antara seluruh stakeholder di Kota Padang Panjang.

Adapun substansi dari Ranperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2020 yang memuat realisasi dari pelaksanaan APBD, yaitu Pendapatan Daerah dianggarkan sebesar Rp. 546.345.635.456,66 dengan realisasi sebesar Rp 547.774.902.696,06 atau 100,26%.

Kemudian, dana perimbangan yang berasal dari transfer pemerintah pusat dianggarkan sebesar Rp 450.809.220.887,00 dengan realisasi sebesar Rp 440.669.126.054,00 atau 97,75%.

Pendapatan Daerah yang Sah dianggarkan sebesar Rp. 28.355.393.471,00 dan dapat direalisasikan sebesar Rp. 27.676.973.946,00 atau 97,61%.

Terkait Realisasi Belanja Daerah, dianggarkan sebesar Rp 593.388.193.076,43 dengan realisasi sebesar Rp 544.006.534.759,84 atau 91,68%. Belanja Langsung dianggarkan sebesar Rp 295.081.287.063,72 dengan realisasi sebesar Rp. 271.070.056.211,84 atau 91,86%.

Sementara itu, Realisasi Pembiayaan yang merupakan konsekwensi dari selisih antara Pendapatan dan Belanja Daerah dalam bentuk surplus atau defisit. “Secara keseluruhan pembiayaan terdiri dari penerimaan pembiayaan dan pengeluaran pembiayaan. Penerimaan pembiayaan meliputi Sisa Lebih Perhitungan Anggaran tahun lalu. Sedangkan Pengeluaran Pembiayaan merupakan penyertaan modal,” paparnya.

Lebih lanjut, disampaikan Wako Fadly gambaran realisasi pembiayaan tahun 2020 yakni, Penerimaan Pembiayaan dianggarkan sebesar Rp 47.042.557.619,77, berasal dari Sisa Lebih Perhitungan Anggaran tahun lalu (tahun 2019-red), dengan realisasi sebesar Rp 47.042.557.619,77 atau 100,00%. Selanjutnya, Pengeluaran Pembiayaan Daerah yang tidak ada dianggarkan pada tahun 2020.

Secara umum, lanjut Fadly lagi, pelaksanaan APBD Kota Padang Panjang tahun 2020 telah berjalan dengan baik sehingga sejumlah program kerja yang sudah direncanakan telah terealisasi sesuai dengan yang direncanakan serta memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat Kota Padang Panjang.

“Semua keberhasilan pelaksanaan APBD Tahun 2020 tentunya tidak terlepas dari partisipasi dan dukungan semua pihak. Untuk itu melalui kesempatan yang sangat membahagiakan ini, sekali lagi kami sampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak, terutama mitra kami DPRD Kota Padang Panjang,” tuturnya. (Lala.kmf).


Editor : Heri Suprianto

INFONUSANTARA.NET - Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP Damkar), menemukan sekelompok pelajar sedang melakukan aksi coret-coret baju seragam di beberapa titik di Kota Padang Panjang.

Aksi coret-coret seragam puti abu-abu ini siswa tingkat SLTA yang tengah merayakan kelulusannya dan juga mereka telah menganggu ketertiban umum di lakukan malam hari, Kamis (3/6/2021).

“Memang kita menerima beberapa pengaduan dari masyarakat terkait adanya aksi coret-coret baju seragam di tengah jalan” ucap Kasat Pol PP Damkar melalui Kabid Trantibum dan Penegakan Perda, Herick Eka Putra,S,STP kepada media, Jumat (4/6/2021).

setelah terima laporan warga, tim patroli Satpol PP langsung turun ke lapangan dan memang menemukan sekelompok siswa-siswi yang sedang corat-coret seragam sekolah di beberapa titik lokasi seperti Fly Over, Bukit Surungan, Halte Simpang Ganting dan Simpang Serambi Mekkah.

“Kami langsung memberikan arahan kepada mereka dan menyuruh mereka pulang malam itu juga,” katanya. (Lala.kmf).


Editor : Heri Suprianto

INFONUSANTARA.NETPemko Padang Panjang melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) menggelar rapat bersama Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Padang Panjang terkait pengendalian dan penanganan kasus covid-19. Kegiatan bertempat di Aula Dinkes, Jumat (4/6/2021).

Asisten III Administrasi Umum, Martoni, S.Sos, M.Si mengatakan, kondisi Padang Panjang saat ini masih belum terbebas dari penyebaran Covid-19, maka dari itu sangat perlu keseriusan untuk melakukan penangananya.

“Pemko selalu berupaya mengimbau masyarakat melalui berbagai media komunikasi tentang berbagai aturan yang telah ditetapkan dalam situasi pandemi Covid-19 yang di alamai saat ini,” ujarnya.

Tak sekadar imbauan, katanya Pemko juga membentuk Tim Satgas Covid 19 di setiap kelurahan untuk selalu berkoordinasi dan memaksimalkan pemanfaatan posko penanganan Covid-19 agar lebih mudah dalam memantau penyebaran Covid-19 ini.

Martoni juga menegaskan kepada semua instansi terkait agar dapat bersama-sama melakukan peningkatan upaya penanganan Covid-19 dan memberikan pemahaman kepada masyarakat untuk selalu menjalankan prokes 3M demi melindungi masyarakat serta keluarga masing-masing.

“Covid-19 harus kita cegah dan kita putus mata rantainya. Tetap lakukan gerakan 3M dengan menggunakan masker, mencuci tangan dengan sabun, dan menjaga jarak,” imbaunya.

Sementara itu Kepala Dinkes, Drs. Nuryanuwar, Apt, MM, M.Kes memaparkan laporan kondisi terkini perkembangan Covid-19 di Padang Panjang per 3 Juni kemarin, ada tambahan tiga lagi kasus positif Covid-19 dan sembuh sebanyak 12 orang.

“Dengan data ini, maka yang sudah pernah terpapar Covid-19 di Padang Panjang sebanyak 1.369, sembuh 1.266 dan meninggal sebanyak 28 orang. Sedangkan untuk yang masih dalam masa perawatan dan isolasi, ada sebanyak 75 orang,” paparnya.

Ditambahkannya, lantaran adanya kasus kematian akibat positif Covid-19, pihaknya juga merumuskan beberapa hal mengenai SOP proses pemakaman pasien. Mulai dari proses di rumah sakit sampai proses penguburan bersama dengan Gugus Tugas kecamatan dan kelurahan.

“Terkait hal ini, kami minta dua rumah sakit yang ada di Padang Panjang (RSUD dan RS Yarsi-red) agar benar-benar memastikan pasien yang meninggal tersebut positif atau tidaknya terkena Covid-19″ ungkapnya.

Kalau pasti positif atau tidak, barulah dengan data itu nantinya mengedukasi kepada pihak keluarga. Kalau yang bersangkutan ternyata positif, penyelenggaraannya dari awal hingga akhir, harus sesuai dengan protokol kesehatan yang berlaku,tuturnya.

Turut hadir dalam rakor ini, Danramil yang diwakili, Serka Purwanto, Kapolres yang diwakili Kabag OPS, AKP. Simamora, kepala OPD terkait, camat dan lurah se-Padang Panjang serta unsur terkait lainnya. (Lala.
Kmf).


Editor : Heri Suprianto

 

INFONUSANTARA.NET - Perjuangan panjang untuk menghidupkan kembali penambangan kapur di Kota Padang Panjang mulai menampakan titik terang. Tanpa lelah, Wali Kota, H. Fadly Amran, BBA Datuak Paduko Malano beserta jajarannya terus berupaya agar penambangan kapur dapat dihidupkan kembali secepatnya.

Berjalannya kembali penambangan kapur, masyarakat penambang yang selama ini menggantungkan hidup dari usaha tambang, dapat melakukan penambangan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

Setelah menjalin berbagai komunikasi dan pembelajaran untuk percepatan aktivasi usaha tambang kapur, Wako Fadly bersama tim kembali berkunjung dan melakukan audiensi dengan Kepala Dinas Energi, Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Sumatera Barat, Herry Martinus dan jajaran di Ruang Rapat Dinas ESDM di Padang, Kamis 3 Juni 2021.

Mengawali pertemuan tersebut, Fadly menyampaikan harapan agar Dinas ESDM bisa memberi masukan adanya opsi kemungkinan kolaborasi antara pengusaha dan penambang rakyat sehingga masing-masing dapat memperoleh keuntungan dari potensi batu kapur yang ada di Padang Panjang.

“Kami sangat berharap aktivitas penambangan kapur Bukit Tui dapat kembali beroperasi sesuai standar operasional yang sudah ditentukan dalam Undang-Undang. Kami sangat meyakini banyak dari masyarakat Padang Panjang yang menggantungkan hidupnya di sektor tambang dan industri batu kapur ini” ucapnya.

Jika aktivasi penambangan batu kapur ini, dapat terwujud segera, tentunya sangat membantu dan bermanfaat bagi masyarakat sekitar,” sebut Fadly.

Fadly bersama jajaran Pemko seperti Sekretariat Daerah, Dinas PUPR, Dinas PerkimLH, Dinas Perdakop UKM telah mengerahkan segenap upaya untuk menunju ke arah itu. Pada kesempatan pertemuan tersebut, Fadly dengan segala semangat dan kerendahan hati meminta masukan dari Dinas ESDM, Dinas PUPR Sumbar dan pihak-pihak lain untuk bisa membantu mempercepat terwujudnya cita-cita tersebut.

Kadis ESDM Herry Martinus selaku tuan rumah pertemuan menyambut baik maksud wali kota dan jajaran tersebut. Dia menilai masyarakat Padang Panjang memiliki semangat untuk mewujudkan wilayah pertambangan di kotanya. Buktinya adalah meskipun dihadapkan dengan berbagai kendala, saat ini masih ada tungku kapur yang aktif di Padang Panjang.

“Dinas ESDM mengapresiasi semangat masyarakat tersebut dan akan memberikan dukungan pemanfaatan potensi tambang yang ada di Kota Padang Panjang,” tutur Herry.

Sebagai bentuk dukungan tersebut, Dinas ESDM Provinsi Sumatera Barat juga menghadirkan Prof. Dr. Eng. Reni Desmiarti, ST, MT, Guru Besar Prodi Kimia Fakultas Teknik Industri Universitas Bung Hatta rekan-rekannya yang saat ini sedang melakukan riset pemanfaatan batu kapur di Sumatera Barat.

Prof. Reni memaparkan secara rinci bahwa dari sampel batu kapur yang diambil dari beberapa titik di Kota Padang Panjang menunjukkan kualitas kapur yang baik. Dilihat dari warna dan kekerasannya, kapur Kota Padang Panjang sangat cocok dimanfaatkan untuk industri penjernihan air (PDAM), industri CPO dan pemanfaatan lain di bidang pertanian.

“Sedangkan pemanfaatan untuk industri cat, kertas dan kosmetik masih perlu pengolahan lebih lanjut dengan sentuhan teknologi, sehingga mencapai tingkat keputihan dan kelunakan yang disyaratkan,” ungkap Reni.

Dengan memperhatikan hasil penelitian dari Reni bersama rekan-rekannya dan juga mempertimbangkan luas space yang tersedia, Herry menyarankan sebaiknya pertambangan di Kota Padang Panjang diprioritaskan pada pertambangan rakyat.

Dengan demikian potensi kerusakan lingkungan akan relative lebih mudah dikendalikan karena notabene tidak menggunakan alat berat.

Dinas ESDM Provinsi Sumatera Barat juga siap melakukan supervisi kepada pengusaha tungku bagaimana pengolahan yang baik sehingga meminimalisir polusi udara yang ditimbulkan pembakaran batu kapur. Jika memang demikian, maka Pemko Padang Panjang diminta untuk segera mengajukan pengusulan ke Kementerian ESDM melalui Dinas ESDM Provinsi Sumatera Barat agar ditetapkan melalui SK Menteri ESDM sebagai Wilayah Pertambangan Rakyat.

Namun demikian, dalam pertemuan tersebut juga ditegaskan bahwa semua proses pengurusan izin pertambangan, baik Izin Pertambangan Rakyat (IPR) maupun Izin Usaha Pertambangan (IUP) harus didasarkan pada Peraturan Daerah tentang Perubahan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota yang memuat adanya potensi pertambangan di Kota Padang Panjang.

Pemko sudah sejak tahun 2020 memproses perubahan RTRW Kota Padang Panjang. Kepala Dinas PUPR, Welda Yusar, ST mengungkapkan, saat ini RTRW sudah sampai dalam tahapan asistensi Pemprov Sumatera Barat untuk penyempurnaan Materi Teknis (Matek).

“Insyaa Allah dalam waktu dekat perbaikan dokumen Matek tersebut akan diajukan ke Provinsi untuk dibahas dengan Tim Koordinasi Penataan Ruang Daerah (TKPRD) Provinsi Sumatera Barat. Draft revisi RTRW tersebut disertai dengan dokumen Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) yang disusun Dinas Perumahan Permukiman dan Lingkungan Hidup,” sebut Welda Yusar.

Dinas PUPR Sumbar yang juga hadir dalam pertemuan tersebut diwakili Kasi Pengendalian Pemanfaatan Ruang, Edi Juandri, ST sangat mengapresiasi upaya-upaya cepat yang dilakukan Pemko, khususnya Dinas PUPR Padang Panjang dalam merevisi RTRW.

Edi Juandri menyampaikan, sesuai dengan peraturan regulasi yang ada, proses revisi RTRW hingga menjadi Peraturan Daerah harus melalui 14 tahapan yang memakan waktu relatif panjang. Persetujuan RTRW kabupaten/kota tidak hanya melalui pembahasan di tingkat provinsi, namun juga harus melalui proses dan pembahasan di Kementerian Agraria dan Tata Ruang sehingga harus menunggu antrean dari seluruh daerah di Indonesia.

“Rata-rata pemerintah kabupaten/kota menghabiskan waktu minimal 3 tahun untuk merevisi RTRW. Namun dengan upaya percepatan yang dilakukan Pemko Padang Panjang, kami optimis perubahan RTRW dapat diselesaikan dalam waktu kurang dari 3 tahun,” ungkap Edi Juandri.

Di akhir pertemuan, Wako Fadly Amran sekali lagi meminta dukungan dari Pemprov Sumbar agar senantiasa mendampingi Padang Panjang dalam merevisi RTRW sehingga bisa diselesaikan lebih cepat. Masyarakat Padang Panjang juga diminta memberikan dukungan dan bersabar menunggu semua proses yang sedang berjalan.

“Inilah solusi agar masyarakat dapat segera mengurus izin pertambangan kapur sesuai dengan peraturan yang berlaku. Ini demi peningkatan kesejahteraan masyarakat dan mewujudkan Padang Panjang yang Bermarwah dan Bermartabat,” tutur Fadly.

Dalam kesempatan itu, Fadly turut didampingi Asisten Ekonomi dan Pembangunan, Iriansyah Tanjung, SE, M.Si, Kadis PUPR, Welda Yusar, Kadis, Perumahan Pemukiman dan Lingkungan Hidup, Wita Desi Susanti, ST, Sekretaris Dinas Perdagangan Koperasi UKM, Jevie Eka Putra, ST, MT, Kepala Bagian Perekonomian dan SDA, Putra Dewangga, SS, M.Si, Kepala Bidang Tata Ruang Dinas PUPR, Rinayanti, ST, dan Kasi Tata Ruang, Donald Catria, ST. (Lala.kmf).


Editor : Heri Suprianto

Formulir Kontak

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.