Articles by "Kriminal"

Showing posts with label Kriminal. Show all posts

Pelaku Pencurian (kiri) dan pengurus Masjid Al Hidayah (kanan,pakai masker.
INFONUSANTARA.NET -- Di bulan puasa ini ada saja yang di lakukan seorang laki laki yang diduga pelaku pencuri Kotak Amal yang terekam CCTV di Masjid Al Hidayah, Jorong Sidomulyo, Nagari Tebing Tinggi, Kecamatan Pulau Punjung, Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat, berapa hari lalu.

Ahmad Yani (37 th) Pengurus Masjid Al Hidayah, Jorong Sidomulyo, Nagari Tebing Tinggi, Kecamatan Pulau   Punjung, yang di temui awak media pada hari Minggu siang (18/04/2021) mengatakan memang benar sekali berapa hari lalu,telah terjadi pencurian isi kotak amal di Masjid Al Hidayah ini.

Dikatakan, pelaku melakukan aksinya seorang diri. Kronoligisnya kata Ahmad Yani, kami sebagai pengurus masjid ketika akan melakukan sholat Zhuhur dan setelah masuk ke dalam masjid terlihat kotak amal pada tutup bagian atas yang terbuat dari kaca pecah dan isi kotak amal tersebut telah hilang di ambil pelaku.

Kemudian kami melihat dalam rekaman CCTV,memang benar seorang laki laki masuk dalam Masjid Al Hidayah, Jorong Sidomulyo, Nagari Tebing Tinggi, Kecamatan Pulau Punjung ini,dengan munggunakan peci dan menggunakan baju muslim dan menyadang tas.

Dalam rekaman tersebut pelaku ini terlihat mondar -mandir melihat situasi yang berada di masjid ini.Tak berpikir panjang kemudian pelaku ini memecahkan tutup kotak amal tersebut dan membawa uang yang berada dalam kotak amal tersebut.

"Kami sebagai pengurus masjid telah memberitahukan kepada anggota polisi atas kejadian peristiwa pencurian isi kotak amal ini yang terekam CCTV masjid," pungkas Ahmad Yani.

Terakhir ucap Ahmad Yani, kita berharap jangan ada lagi pencurian kotak amal ini,apa lagi saat ini di bulan puasa (ramadhan) tentunya kita mencari kebaikan,akhirat nantinya.(*/MsX)

Jozeph Paul Zhang (kiri), Husin Shibab (kanan). (ist)
INFONUSANTARA.NET – Ketua Cyber Indonesia, Husin Shihab resmi melaporkan Youtuber Jozeph Paul Zhang ke aparat kepolisian lantaran diduga telah menistakan agama.

Pelaporan terhadap Jozeph Paul Zhang disampaikan Husin Shihab lewat cuitannya di Twitter, Sabtu 17 April 2021.

Selain diduga menistakan agama, kata Husin, Jozeph Paul Zhang juga menantang polisi dengan meminta agar ia ditangkap.

“Hari ini sudah kita laporkan pemilik akun youtube Jozeph Paul Zhang yg diduga menistakan agama dan menantang polisi minta ditangkap,” cuit @HusinShihab.

Husin Shihab pun berharap dengan adanya pelaporan terhadap youtuber itu, sentimen antar beragama di Indonesia bisa diredam. “Semoga dengan laporan ini kita bisa meredam sentimen antar beragama,” ujar Husin.

Dalam cuitannya itu, Husin Shihab juga menyertakan surat pelaporan yang ia layangkan terhadap Jozeph Paul Zhang ke Bareskrim Polri.

Dilihat dari isi surat tersebut, tampak nama pelapor yakni Husin Shihab. Sementara pihak terlapor tertera Jozeph Paul Zhang.

Pelaporan itu sendiri dilakukan Husin Shihab terhadap Youtuber Jozeph Paul Zhang pada Sabtu, 17 April 2021.

“Ujaran kebencian (hate speech), penistaan agama,” demikian perkara yang tertulis dalam isi surat pelaporan tersebut.

Sebagaimana dilansir Infonusantara.net dari Terkini.id Informasi ini awalnya dilihat di Twitter Muannas Alaidin, seorang pengacara di Law Firm Muannas Alaidin and Associates.

“Demi Alllah saya sendiri yang akan kejar anda @DivHumas_Polri,” cuit @muannas_allaidin pada Sabtu, 17 April 2021.

Cuitan Muannas itu nampak juga dibalas oleh mantan politisi Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean.

“Kejar bro, saya back up. Kita sikat itu orang,” balas @FerdinandHaean3.

Dalam video yang diunggah Muannas, nampak beberapa orang sedang melakukan zoom meeting.

Kurang jelas konteks dari pembicaraan mereka di awal video. Namun, tiba-tiba Jozhep Paul Zhang menantang orang untuk melaporkannya atas penistaan agama.

Ia bahkan mengatakan telah membuat video sayembara dan akan memberi uang bagi orang yang bisa melaporkannya.

“Yang bisa laporin gua ke polisi gua kasih uang. Yang bisa laporin gua ke polisi penistaan agama, nih gua nih, Nabi ke-26, Jozeph Paul Zhang yang meluruskan kesesatan ajaran Nabi ke-25 dan kecabulannya yang Maha Cabulullah,” kayanya.

Dari informasi yang didapatkan dari Husin Shahab, pengacara di Muannas Alaidin Law Firm, ternyata Jozeph Paul Zhang ini telah dilaporkan hari ini kepada polisi.

Husin Shahab mengatakan bahwa laporan itu diharapkan dapat meredam sentimen antar-umat beragama.

“Hari ini sudah kita laporkan pemilik akun youtube Joseph Paul Zhang yang diduga menistakan agama dan menantang polisi minta ditangkap. Semoga dengan laporan ini kita bisa meredam sentimen antar beragama,” cuit @HusinShihab.

Husein Alwi membagikan cuitannya tersebut bersama sebuah foto surat tanda terima laporan dengan nomor STTL/151/IV/2021/BARESKRIM.

Dalam surat itu tertulis bahwa pemilik akun YouTube Joshep Paul Zhang dilaporkan atas tindak pidana ujaran kebencian Pasal 45a ayat (2) jo Pasal 28 ayat (2) UU No.19 Tahun  2016 Tentang Perubahan atas UU No.11  Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dan/atau Penistaan Agama Pasal 156a KUHP.

Sebelumnya, seorang laki-laki yang mengaku bernama Jozeph Paul Zhang secara terang-terangan menyebut Nabi ke-25 sebagai Nabi yang maha cabul. Ia bahkan lalu menantang orang untuk melaporkannya kepada polisi atas penistaan agama.

Bukan hanya itu, ia juga menyebut dirinya sebagai Nabi ke-26 yang ingin meluruskan kesesatan Nabi ke-25. Pengakuan Youtuber Jozeph Paul Zhang yang mengaku sebagai nabi ke-26 ini viral di media sosial.

Dalam pengakuannya itu, ia membuat sayembara bagi siapa pun yang bisa melaporkannya melakukan penistaan agama.

Hal itu disampaikan pria tersebut lewat videonya berjudul ‘Puasa Lalim Islam’ yang tayang di kanal Youtube Jozeph Paul Zhang.

“Yang bisa laporin gua ke polisi, gua kasih uang lo. Yang bisa laporin gua penistaan agama, nih gua nih nabi ke-26, Josep Fauzan Zhang, meluruskan kesesatan ajaran nabi ke-25 dan kecabulannya yang maha cabullah. Kalo Anda bisa laporan atas penistaan agama, Gua kasih loh satu laporan Rp1 juta, maksimum 5 laporan supaya jangan bilang gua ngibul kan. jadi kan 5 juta, di wilayah polres berbeda,” ujarnya.



 

 

Anggota BNN menggiring Doni, bandar narkoba yang juga merupakan anggota DPRD Kota Palembang 2019–2024. (Nova Wahyudi/A...

INFONUSANTARA.NET — Majelis Hakim Pengadilan Negeri Klas I A Palembang menjatuhkan vonis hukuman mati kepada mantan anggota DPRD Palembang Doni, 30, dan empat terdakwa lainnya. Mereka terbukti terlibat dalam peredaran narkoba lintas negara.

Hakim Ketua Bongbongan Silaban dalam putusannya mengatakan, mereka terbukti memiliki narkotika berupa empat kilogram sabu-sabu serta 21.160 butir pil ekstasi. Doni dan keempat terdakwa lain yakni masing-masing Alamsyah, Ahmad Najmi Ermawan, Yati Suharman, dan Mulyadi, disidang dalam berkas terpisah.

”Menjatuhkan pidana kepada terdakwa dengan pidana mati,” kata Bongbongan saat membacakan vonis untuk kelima terdakwa secara bergiliran pada Kamis (15/4).

Majelis menilai kelima terdakwa melanggar 114 ayat (2) jo pasal 132 ayat (1) UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika serta tidak ada hal-hal yang meringankan hukuman bagi terdakwa. Bahkan majelis menyebutkan hal-hal yang memberatkan kelimanya, yakni bertentangan dengan program pemberantasan narkoba pemerintah, perbuatan tersebut merusak generasi muda, termasuk kejahatan terorganisir, dan dikategorikan sebagai transaksi lintas negara.

”Terbukti berdasar fakta persidangan bahwa kesaksian Mulyadi yang dibenarkan Doni bahwa empat kilogram narkoba yang diamankan BNN pada Maret 2020 merupakan kiriman dari Malaysia,” tutur Bongbongan.

Sementara itu, khusus terdakwa Doni, majelis hakim memberikan poin pemberat karena Doni tidak dapat memberikan contoh yang baik dalam posisinya sebagai anggota DPRD Kota Palembang. Selain itu, Doni juga pernah menjalani masa hukuman sebelumnya dalam kasus narkotika.

”Artinya terdakwa (Doni) tidak menjadikan masa hukuman itu sebagai pembelajaran melainkan justru meningkatkan kejahatannya,” tambah Bongbongan.

Saat sidang terdakwa Yati menangis tertunduk saat mendengarkan vonis tersebut dari LP Perempuan Palembang melalui sambungan video. Sementara itu atas vonis tersebut kelima terdakwa mengajukan banding.

”Untuk Yati seharusnya hukuman seumur hidup karena dia hanya kurir,” kata kuasa hukum kelima terdakwa, Supendi usai persidangan.

Doni ditangkap tim gabungan BNN pada 29 September 2020 di ruko miliknya di Jalan Riau Kelurahan 26 Ilir Barat I, Palembang. Penangkapan Doni merupakan hasil pengembangan kasus dari terdakwa Mulyadi yang ditangkap lebih dulu di Medan.

Doni ditangkap setelah tim gabungan lebih dulu menangkap dua anak buahnya (Yati dan Joko) yang sedang bertransaksi. Namun terdakwa Joko kabur saat menjalani perawatan di RS Bhayangkara Palembang pada Januari 2021 dan hingga kini masih buron. 

Source:Fajar.co.id


 

(ist)
INFONUSANTARA.NET – Video Baiat ISIS yang digelar di Makassar kembali dibagikan penggiat media sosial, Denny Siregar.

Video tersebut sebelumnya sempat ramai setelah host Mata Najwa, Najwa Shihab mewawancarai Munarman pentolan FPI yang hadir dalam acara itu.

Dalam video tersebut, terdengar jelas aksi sumpah setia atau baiat yang dilakukan oleh para peserta kepada pimpinan ISIS, Abu Bakar Albaghdadi.

Aksi baiat tersebut diucapkan dalam bahasa Arab. Terkini.id mencoba menerjemahkan kalimat yang mereka ucapkan dengan menggunakan Google translate:

“Kami berjanji setia ( berbaiat) kepada khalifah Muslimin, Abu Bakar Al-Baghdadi Al-Quraishi…” Demikian bunyi sumpah yang diucapkan.

Dalam video tersebut, terlihat spanduk acara bertuliskan ‘Tabligh Akbar, Syariat Islam sebagai Solusi Terbaik’.

Lalu, terpampang nama Ust Munarman SH. Selain itu, terlihat juga logo ISIS dalam kegiatan tersebut.

Belakangan, sejumlah peserta dan penyelenggara acara baiat ISIS tersebut kini telah ditangkap oleh Densus 88.

Dalam tayangan Mata Najwa itu, Soleman B Ponto selaku Kepala Badan Intelijen Strategis TNI 2011-2013 memberi tanggapan.

Menurut dia, jika yang terjadi seperti video tersebut maka ada sebuah indikasi.

“Kalau dalam kacamata saya sebagai intelegen ini ada indikasi, dan hal ini akan kami bicarakan di ruang khusus,” ujarnya.

“Indikasinya apa?” Tanya Najwa Shihab.

Soleman B Ponto mengatakan jika hal itu benar maka indikasinya adalah FPI ada hubungan dengan ISIS.

“Kalau kita bicara indikasi FPI ada hubungan dengan ISIS, nah itu warning, ini tidak boleh keluar, sifatnya rahasia, bisa benar bisa salah, kalau semua informasi keluar bisa terjadi kekacauan seperti ini,” ujarnya.

Cuitan Denny Siregar

Sementara Denny Siregar dalam cuitannya memperjelas sosok empat orang tokoh yang ada dalam acara baiat tersebut.

“1. Munarman – Panglima FPI

2. Fauzan al anshari – meninggal

3. M Basri, napi teroris – meninggal di nusakambangan

4. Bustar – moderator – ditangkap densus

Udah lengkap 😁,” tulis dia.

Munarman: Apakah Itu Kejahatan?

Munarman, eks pentolan Front Pembela Islam (FPI) yang diwawancarai Najwa Shihab sempat marah besar ketika ditanyai mengenai kehadirannya di pembaiatan ISIS di Makassar.

Dalam tayangan Mata Najwa, Munarman kemudian mempertanyakan apakah dengan hadirnya ia dalam acara pembaiatan tersebut merupakan sebuah kejahatan.

“Pertanyaan saya apakah itu kejahatan?,” tanya Munarman, dikutip oleh terkini.id, Kamis, 8 April 2021.

Munarman pada awalnya menjelaskan kronologi serta alasan dirinya bisa menghadiri di pembaiatan ISIS tersebut.

“Sebetulnya waktu di Makassar itu kalau mau jujur, saya pikir pasti adalah intel di situ. Pasti dia mendengar apa ucapan saya,” ungkapnya.

Munarman mengatakan bahwa saat dirinya berada di Makassar itu terjadi dua peristiwa. 

Pertama dirinya diundang oleh pengurus FPI Makassar dalam acara seminar di Kota Makassar, tepatnya di sekretariat FPI.

Pada acara pembaiatan, Munarman mengakui bahwa tak ada proses baiat yang ia hadiri melainkan dirinya hanya sebagai pembicara dalam acara tersebut.

Munarman mengklaim dirinya menjadi pemateri menyoal cara melawan terorisme.

“Saya tidak tahu karena saya yang diundang di Kota Makassar, karena materi saya begitu, saya ditawari, karena tiket saya besoknya baru pulang,” ucapnya.

“Itupun siangnya mereka menawarkan, besok masih ada lagi katanya, ikutlah saya di situ, saya kira itu sama, nggak taunya ada itu, saya tidak tahu bagaimana, orang tidak tahu,” imbuhnya.

Usai menjelaskan hal tersebut, Munarman pun tampak geram karena pertanyaan yang dilontarkan oleh Najwa Shihab, “Apakah Anda pernah menyampaikan ini ke polisi atau sempat dipanggil tidak?”

“Loh Perbuatan saya diundang itu, apakah perbuatan pidana? kenapa saya harus klarifikasi?,” jawab Munarman dengan nada marah.

Najwa yang merasa pertanyaannya belum terjawab, menanyakan hal tersebut sekali lagi, “Apakah sempat ada (polisi) yang memanggil?” tanya Najwa.

“Pertanyaan saya apakah itu kejahatan? menceritakan dalam seminar tentang strategi counter terrorism,” jawab Munarman masih dengan nada tinggi.

Munarman dan Najwa pun saling berdebat hingga akhirnya Najwa merasa dirinya tak diberikan jawaban oleh Munarman hingga melemparkan pertanyaan tersebut ke tamu yang lain.

Source: Terkini.id


Cuplikan video Denny Siregar bahas soal Rizieq Shihab dan FPI. (2045 TV)
INFONUSANTARA.NET -- Pegiat media sosial, Denny Siregar menyebut bahwa Habib Rizieq Shihab bukanlah pemegang kekuasaan tertinggi di tubuh ormas terlarang Front Pembela Islam (FPI).

Menurut Denny Siregar, Rizieq Shihab sejatinya tak sepenuhnya berkuasa terhadap FPI. Bahkan, ia menyebut terdakwa kasus kerumunan Petamburan itu hanyalah boneka FPI.

Rizieq, kata Denny, hanya diciptakan sebagai simbol untuk menyatukan para pengikut kelompok ormas Islam yang telah dilarang pemerintah tersebut.

“Kita harus melihat posisi (Habib) Rizieq Shihab di FPI. Rizieq Shihab itu hanya boneka. Dia hanya diciptakan sebagai simbol untuk menyatukan kelompok-kelompok ini,” ujar Denny Siregar.

Hal itu diungkapkan Denny Siregar lewat videonya yang tayang di kanal Youtube 2045 TV, seperti dilihat pada Selasa 6 April 2021.

Dalam video berjudul ‘FPI dan Rencana Jahat Mereka’ tersebut, Denny Siregar juga mengungkapkan alasan Rizieq dipilih menjadi simbol pemersatu FPI.

“Sebab, pertama dia adalah ulama. Kedua, dia punya pertalian darah dengan nabi. Kelebihan ini dipakai untuk menaikkan Rizieq Shihab sebagai simbol. Bahkan, dilakukan marketing besar-besaran dengan menunjukkan baliho-baliho berisikan wajahnya,” jelasnya.

Denny pun sekali lagi menegaskan, Habib Rizieq Shihab tak punya kuasa dalam menggerakkan FPI. Pasalnya, Rizieq menurutnya hanya sebatas boneka.

“Rizieq Shihab tak punya kuasa untuk menggerakkan orang-orang di dalam FPI,” tegasnya.

Mengutip Hops.id, Denny Siregar dalam tayangan video itu seolah memberi isyarat bahwa dirinya tahu siapa pemimpin atau penguasa FPI sebenarnya.

Namun, ia mengaku tak ingin menyebutkan identitas sosok tersebut. Adapun sosok yang ia maksud itu, kata Denny, lebih dari satu orang.

“Saya tak mau menunjuk orang, tapi ada lah. Ini bukan hanya satu orang saja,” ungkapnya.

Para penguasa FPI yang notabenenya bukan Rizieq Shihab itu, menurut Denny Siregar, adalah oknum politik yang memanfaatkan ormas tersebut untuk menekan pemerintah.

“Siapa mereka? Ya tentu oknum-oknum politik yang selalu memanfaatkan FPI sebagai senjata mereka untuk menekan pemerintah,” ujarnya.

Source:Terkini.id


Cuplikan video Rizieq Shihab kembali diceramahi jaksa. (Twitter Dennysiregar7)
INFONUSANTARA.NET -- Sebuah video yang memperlihatkan Habib Rizieq Shihab kembali diceramahi jaksa dalam sidang sela putusan terkait eksepsi terdakwa, beredar di media sosial.

Video Rizieq Shihab yang tengah diceramahi jaksa penuntut umum (JPU) tersebut ikut dibagikan pegiat media sosial, Denny Siregar.

Dilihat dari video tersebut, Selasa 6 April 2021, tampak Rizieq Shihab duduk di kursi terdakwa. Ia pun tampak mendengar pernyataan jaksa soal eksepsi atau nota keberatan yang ia sampaikan di sidang sebelumnya.

Jaksa pun menyatakan bahwa nota keberatan Rizieq tidak termasuk bagian dari dalil hukum yang berlaku, melainkan hanya bersifat argumen dari terdakwa.

“Keberatan terdakwa tersebut tidak termasuk bagian dari dalil hukum yang berlaku, melainkan hanya bersifat argumen terdakwa dengan ayat-ayat suci Alquran dan hadis Rasulullah SAW yang tidak menjadi padanan dalam penerapan pidana umum di Indonesia,” ujar jaksa dalam video itu.

Jaksa pun kemudian kembali mengutip Sabda Rasulullah SAW terkait keadilan hukum.

“Namun dari sekian kutipan ayat-ayat suci Alquran dan hadis Rasulullah SAW tersebut jaksa penuntut umum terketuk hati meminjam sebagian kutipan di saat Rasululullah SAW mengumpulkan para sahabatnya dan bersabda yang artinya, ‘Sesungguhnya telah binasa umat sebelum kamu lantaran jika di tengah mereka ada seseorang yang dianggap mulia atau terhormat mencuri dibiarkan tapi jika di tengah mereka orang lemah atau rakyat mencuri maka ditegakkan atasnya hukum’,” tuturnya.

Oleh karenanya, jaksa menilai apabila umat Nabi Muhammad SAW melakukan perbuatan kriminal maka pastinya akan dihukum.

“Demi Allah, jika umat Nabi Muhammad SAW mencuri, Aku (Rasulullah SAW) potong tangannya,” ungkap jaksa.

Berdasarkan Sabda Rasulullah SAW tersebut, jaksa penuntut umum menyimpulkan bahwa siapapun yang bersalah maka hukum harus tetap ditegakkan.

“Dari Sabda Rasulullah SAW tersebut, jaksa penuntut umum memaknai siapapun yang bersalah hukum tetap ditegakkan,” jelasnya.

Jaksa juga mengutip Sabda Rasulullah SAW terkait putrinya yang merupakan putri dan keturunan langsung dari Nabi Muhammad sendiri yang juga tetap dihukum.

“Sekalipun Fatimah merupakan putri Beliau (Nabi Muhammad) dan zuriah keturunan langsung dari Nabi Muhammad SAW tetap diberlakukan keadilan itu dengan menghukumnya,” ujarnya.

Source:Terkini.id


Enam Orang Pelaku Tindak Kriminal Modus Gembus Ban dan Pecah Kaca Kendaraan Diamankan Tim Opsnal Sat Reskrim Polres Sijunjung

INFONUSANTARA.NET -- Enam orang pelaku pencurian dan pemberatan yang beraksi dengan Modus Gembos Ban Mobil dan Pecah Kaca kendaraan di amankan oleh Tim Opsnal Sat reskrim Polres Sijunjung Sumatera Barat pada hari Sabtu (02/04).

Tiga orang dari pelaku tersebut, dihadiahi timah panas karena diduga akan melarikan diri saat diamankan petugas.

Kegiatan penangkapan Enam orang pelaku pencurian dan pemberatan dipimpin lansung oleh Kasat Reskrim AKP Abdul Kadir Djailani,SH.

Press Conference yang digelar Polres Sijunjung di hadapan awak media pada hari Senin (05/04/2021), Kapolres Sijunjung, AKBP Andry Kurniawan, S.IK, MH didampingi Wakapolres Sijunjung, Andi Sentosa, SH  dan Kasat Reskrim Polres Sijunjung, AKP Abdul Kadir Djailani, S.IK, dan Paur Humas Polres Sijunjung, AKP Nasrul, mengatakan Tim opsnal Sat reskrim Polres Sijunjung yang dipimpin lansung oleh Kasat Reskrim AKP Abdul Kadir Djailani,SH,telah mengamankan enam orang pelaku pencurian dan pemberatan dengan Modus Gembos Ban Mobil dan Pecah Kaca kendaraan.

Dan 3 orang pelaku tersebut di hadiahi timah panas (tindakan tegas terukur )  pada bagian kaki,melarikan diri saat akan di amankan oleh petugas kami.

Enam orang pelaku tersebut berinisial ER, 55 tahun warga Kotobaru, Dharmasraya dan SB, 52 tahun warga Kota Jambi yang merupakan resedivis kambuhan terpaksa ditembak polisi karena lari dari kejaran polisi. Selain itu, RA, 42 tahun warga Pancur Batu, Deli Serdang Sumut yang berdomisili di Kota Jambi juga di door polisi lantaran kabur dari kejaran Opsnal Polres Sijunjung yang juga resedivis. Sedangkan tiga lainnya, atas nama RI, 41 tahun (resedivis 3kali) warga Telanai Pura Jambi, MS, 49 tahun warga Danau Teluk Jambi, resedivis perkara narkoba dan SY, 56 tahun warga Jati Tujuh Majalengka berdomisili di Jambi.

Dalam aksinya ke enam orang pelaku ini dengan Modus Gembos Ban Mobil dan Pecah Kaca kendaraan,berbagai tempat lokasinya diantara Kabupaten Sijunjung Sumatera Barat,dan Jambi Serta Riau 

Dari tangan pelaku diamankan barang bukti (BB) satu  unit kendaran mobil Daihatsu,jenis  Xenia warna silver bember depan hitam dengan nomor polisi  BH 1016 HC.dan  satu  buah tas kulit warna coklat. didalamnya terdapat kantong plastik warna bening, yang terdapat uang tunai pecahan Rp.100.000 dan Rp. 50.000 dengan total Rp. 55.000.000. Kemudian satu  unit sepeda motor Suzuki satria Fu warna putih les hitam dengan nomor polisi BH 2599 ZD. 

Selanjutnya dua buah besi yang salah satu ujungnya telah diruncingkan menyerupai paku yang digunakan untuk mengembos / mengempiskan ban mobil. Dua buah besi yang telah di pipihkan yang biasanya digunakan untuk merusak kunci pintu mobil anak kunci T.Satu buah besi berulis sebagai pegangan untuk besi pipih yang digunakan merusak kunci pintu mobil. Enam unit handphone berbagai merk. Delapan  buah kartu ATM berbagai merk, dan kartu- kartu identitas pelaku.

"Saat ini ke 6 orang pelaku dan barang bukti di amankan di tahan Polres Sijunjung menjalani pemeriksaan serta penyelidikan. Untuk mempertanggung jawaban pelaku di jerat dengan pasal  pasal 363 KHUP dengan ancaman hukuman diatas lima tahun penjara "ucap Kapolres Sijunjung, AKBP Andry Kurniawan, S.IK, MH (*/MsX)

 

Denny Siregar .(ist)
INFONUSANTARA.NET-- Pegiat media sosial Denny Siregar turut angkat bicara perihal peristiwa teror yang terjadi baru-baru ini. 

Seperti yang kita tahu, seusai pemboman Gereja Makassar pada Minggu, 28 Maret 2021, kini kembali terjadi teror lainnya. 

Adapun teror tersebut terjadi pada Rabu kemarin, 31 Maret 2021, saat terduga pelaku teroris menyerang Mabes Polri di Jakarta.

Untuk itu, pegiat media sosial Denny Siregar lantas mengeluarkan opininya soal pelaku penyerang Mabes Polri yang berjenis kelamin perempuan tersebut. 

Ia menyinggung perihal usia di mana sang pelaku disebutkan merupakan perempuan kelahiran tahun 1995.

“Cewe. Kelahiran tahun 1995 berarti usia 26 tahun,” tulis Denny Siregar pada Rabu malam kemarin, 31 Maret 2021, dikutip terkini.id via Twitter. 

Ia lantas menyayangkan aksi teror yang dilakukan perempuan tersebut karena menurutnya, usia segitu masih tergolong muda. 

“Sayang… Masih muda udah goblok,” sambung Denny.

Ia lantas membandingkan dengan generasi-generasi dahulu yang menurutnya merupakan generasi yang “terselamatkan”.

“Generasi yang terselamatkan adalah generasi yang tumbuh di momen2 ini (emoji tertawa),” cuit Denny seraya mengunggah beberapa potret lawas dan novel jadul yang menunjukkan generasi dulu. 

“Bahagianya masa lalu,” tambah Denny.

“Teman dari berbagai agama, berbagai suku dan ras, bersatu di kamar kosong dgn hordeng ditutup dan suara sunyi,” lanjutnya. 

“Berbeda2, tapi semua fokus jua.. (emoji tertawa),” pungkas Denny Siregar. 

Source:Terkini.id

M Din Syamsuddin dan Ahmad Dhani. Instagram /ahmaddhaniofficial.
INFONUSANTARA.NET -- Ahmad Dhani yang kini merupakan Wakil Sekretaris Jenderal Partai Gerindra mengatakan bahwa tak ada satu pun ajaran dalam Islam di Indonesia yang meyakini bahwa tindakan bom bunuh diri akan mendapat pahala besar, terlebih mendapat bidadari.


Adapun pernyataan Ahmad Dhani tersebut guna merespons aksi terorisme yang belakangan kembali marak terjadi di Indonesia.

Dhani memaparhakn bahwa tidak ada umat Muslim sesungguhnya di Indonesia yang berkeyakinan jikalau meninggal dengan bom bunuh diri, mak akan dijemput oleh tujuh bidadari di surga.

Apalagi beranggapan bahwa ada ajaran Islam yang benar-benar memperbolehkan tindakan terorisme.

“Jadi, saya mohon jangan berhalusinasi soal ada yang mau melakukan bom bunuh diri untuk mendapatkan bidadari,” ujar Ahmad Dhani dalam keterangan tertulis yang dilansir terkini.id dari Rmol pada Kamis, 1 April 2021.

“Ini cuma karangan para mafia teroris saja,” sambungnya.

Pesan tersebut juga ia tekankan kepada para pendengung atau buzzer yang bertebaran dengan membuat narasi aksi terorisme berbalut agama.

Kepada para buzzer, Ahmad Dhani mengingatkan perihal fatwa haram Majelis Ulama Indonesia (MUI).

“Stop nge-buzz bahwa ada ulama yang mengajarkan bom bunuh diri untuk mendapatkan bidadari di surga,” peringat Dhani.

“Sekali lagi, tidak ada ulama NU-Muhammadiyah-FPI-HTI dan lain-lain seperti itu,” lanjutnya.

“Saya kenal dekat semua,” pungkas Ahmad Dhani.

Source:Terkini.id

Kepala KSP Jenderal Purn TNI Moeldoko .(ist)
INFONUSANTARA.NET-- Kepala Staf Presiden Moeldoko mengatakan tidak akan ada tempat bagi seluruh pihak yang terlibat dalam terorisme di Indonesia.

“Seluruhnya akan dibongkar. Upaya penegakan hukum akan dilaksanakan dengan tegas, adil, dan seefektif mungkin,” ucap Moeldoko dalam pernyataan tertulis, Kamis (1/4).

Hal itu disampaikan Moeldoko terkait perkembangan situasi keamanan Indonesia, menyusul aksi terorisme di Gereja Katedral, Makassar dan Mabes Polri, Jakarta.

Mantan Panglima TNI itu menekankan, sebagaimana telah ditegaskan presiden, tidak ada tempat bagi terorisme di tanah air.

Presiden juga telah memerintahkan Kapolri, Panglima TNI, dan Kepala Badan Intelijen Negara untuk saling berkoordinasi dan meningkatkan kewaspadaan.

“Hal demikian dilakukan untuk menjamin bahwa negara hadir untuk memastikan keamanan seluruh rakyat Indonesia dari rasa takut,” tutur Moeldoko.

Dia juga mengatakan pemerintah telah memiliki perangkat hukum dan strategi yang lengkap untuk membongkar sel teror hingga ke akar-akarnya, termasuk melalui pendekatan hard approach.

Moeldoko menegaskan terorisme musuh bersama seluruh rakyat Indonesia.

Dia mengimbau seluruh masyarakat untuk saling menjaga satu sama lain, tetap waspada, dan tenang, serta membantu aparat penegak hukum bila memiliki informasi maupun keterangan terkait aksi terorisme belakangan ini.

“Ancaman terorisme adalah nyata, dekat, dan berbahaya, sehingga diimbau untuk menghentikan opini-opini konspirasi yang tidak berdasar, tidak bertanggung jawab dan justru memperkeruh situasi,” ujar Moeldoko. (ant/jpnn/fajar)


Eks Kepala Intel TNI Soleman B Ponto. (Tirto.id)
INFONUSANTARA.NET--Eks Kepala Intel TNI, Laksamana Muda (Purn) Soleman B Ponto menanggapi soal peristiwa Markas Besar (Mabes) Polri yang baru saja diserang teroris.

Soleman mengungkapkan, dirinya sudah pernah mengingatkan bahwa aksi teroris akan berlanjut pasca peristiwa bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar.

Menurutnya, aksi bom bunuh diri di Makassar tersebut hanya sebagai awal dan akan diikuti lagi dengan rangkaian berikutnya.

“Ini sebenarnya sudah saya ingatkan, saya sudah ingatkan di CNN, ini baru awal, waspadalah. Apa saya bilang,” ujar Soleman, Rabu 31 Maret 2021 saat tampil live di tayangan Metro TV.

Sebenarnya, menurut Soleman, ada yang salah dalam penanganan dan pemberantasan terorisme di Indonesia. Hal ini sudah ia pantau sejak dari dulu. Sebut saja dari sisi tata cara penanganannya.

Menurut Soleman, jika ingin memadamkan api sebaiknya kita mesti tahu dulu tiga penyebabnya. Seperti api, bahan bakar, dan obyeknya. Maka, untuk memadamkannya kita mesti mengambil salah satu dari unsur tersebut.

Serupa dengan itu, kata Soleman, ada 9 unsur yang membentuk teroris dan mesti diambil salah satunya. Sementara yang ada saat ini, kita justru salah mengambil dan menanganinya.

Soleman menjelaskan, dalam dunia terorisme yang terlihat saat ini hanya satu per tiga saja,sementara yang ada di bawahnya dan tak terlihat ada dua per tiga.

“Itu artinya pemberantasan terorisme yang dilakukan sejak 21 tahun lalu ini gagal. Bayangkan 21 tahun masih ada, artinya kan gagal, ada sesuatu yang tak benar dalam pemberantasan teroris. Itu saja, terbukti kan?,” tuturnya.

Padahal, lanjut Soleman, tugas penanganan terorisme tersebut menyasar dua per tiga kelompok yang berada di bawah permukaan dan tidak terjangkau hukum. Dan bukan menitikberatkan hanya dalam kacamata hukum belaka.

“Saya sudah lihat dari dulu, ada yang salah dalam penanganan terorisme yang kita lakukan,” ungkapnya.

Mengutip Hops.id, Soleman dalam tayangan tersebut juga menyinggung biang kerok penyebab tak tertanganinya permasalahan terorisme di Indonesia.

Soleman pun menilai, kelemahan penanganan terorisme terjadi sejak diatasi oleh Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).

Padahal menurutnya, tugas itu hanya bisa dijangkau oleh intelijen. Demikian pula dengan tugas perburuan dan penanganan terorisme selama ini biasa digarap oleh intel TNI.

“Intelijen itu yang tugas pokoknya melaksanakan teroris itu, mengatasi teroris. BIN? Ini intelijen negara, banyak sekali, tapi mereka tak fokus terhadap teroris. Padahal ada intel teroris yang tidak dipakai lagi, yakni intel TNI. Nah mereka tugas pokoknya mengatasi terorisme, sehingga otomatis intel TNI bisa mengatasi terorisme. Ada di dalam UU,” ujarnya.

Source:Terkini.id

 

(Dok. bin.go.id).

INFONUSANTARA -- Badan Intelijen Negara (BIN) menilai aksi yang dilakukan perempuan berinisial ZA (25), terduga pelaku penyerangan Mabes Polri, tergolong masih amatir.

Juru Bicara BIN Wawan Purwanto mengatakan penilaian itu berdasarkan pola gerak-gerik ZA saat melakukan penyerangan melalui rekaman CCTV yang merekam sekitar kejadian.

"Dibaca dari tingkah laku tidak merunduk di suatu lokasi, tidak tiarap di gorong-gorong, atau berdiri di balik sebuah perlindungan yang cukup. Justru tadi menurut saya malah membiarkan dirinya ditembak," kata Wawan dalam program Mata Najwa yang ditayangkan di Trans7, Rabu (31/1) malam sebagaimana dilansir dari CNNIndonesia.com.

Wawan mengatakan pola serangan yang diduga dilakukan ZA ini tidak terlatih secara baik. ZA juga dinilai tidak memahami seluk beluk lokasi sasaran penyerangan yang ditujunya. Adapun dalam kasus ini, ia membenarkan bahwa memang aparat keamanan saat ini menjadi sasaran empuk para terduga teroris.

"Jadi ini bisa dibilang pelaku teror yang amatir?" tanya Najwa Shihab.

"Betul, jadi tidak terencana secara baik, dan sama sekali tidak ada korban siapa yang mau dituju. Sehingga maaf seperti orang bingung," jelas Wawan.

Menurut Wawan, gerakan-gerakan penyerangan secara berkelanjutan terjadi usai 20 orang terduga anggota kelompok teroris jaringan Jemaah Ansharut Daulah (JAD) ditangkap di Kota Makassar awal Januari tahun lalu.

"Nanti akan terus didalami petugas kesehariannya ZA maupun komunikasi secara intens kepada siapa, sehingga nanti benang merahnya akan tampak," ujarnya.

Belum Masuk Radar

Dalam acara yang sama, Wawan juga menyebut ZA belum terpantau dalam radar pencarian BIN atau kemunculannya secara tiba-tiba.

Untuk itu, ia menyebut saat ini BIN masih dalam tahap mendalami kemungkinan gerakan-gerakan aksi terorisme yang diikuti ZA. Wawan mengaku pihaknya dan sejumlah aparat keamanan saat ini masih fokus untuk menggali keterangan dari beberapa orang yang tercatat intens berkomunikasi dengan ZA.

Namun, ia juga menduga bisa saja aksi itu merupakan aksi teror dengan model bergerak sendiri atau lone wolf.

"Jadi ini bisa menjadi lone wolf. Nanti makanya akan tampak setelah kita telisik lebih jauh dari ponsel kemudian dari keluarganya," kata Wawan.

Sebelumnya, ZA diduga pelaku teror yang menerobos masuk ke komplek Mabes Polri pada sore ini. Dari rekaman CCTV sekitar yang merekam kejadian itu terlihat seorang berbaju hijab mendatangi area di Rupatama Mabes Polri. Ia pun terlihat menodongkan senjata, sebelum akhirnya dilumpuhkan oleh tembakan petugas.

Hingga kini, Mabes Polri masih ditutup dan penjagaan diperketat sejak insiden terjadi sore ini. Saksi mata di sekitar Mabes Polri mengaku mendengar 7 kali suara tembakan.

(*)

 

Suasana Mabes Polri usai insiden penyerangan, Rabu (31/3). (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)

INFONUSANTARA.NET -- Perempuan berinisial ZA, pelaku penyerangan Mabes Polri pada Rabu (31/3) sore merupakan seorang mahasiswi yang diketahui berstatus drop out pada semester lima.

Identitas tersebut disampaikan Kapolri Jenderal Kistyo Sigit Prabowo saat menggelar konferensi pers terkait kronologi penyerangan. ZA, sambung Kapolri, berusia 25 tahun dan beralamat di Lapangan Tembak, Ciracas, Jakarta Timur.

"Dari hasil profiling terhadap dia (ZA), maka yang bersangkutan adalah tersangka atau pelaku lonewolf dengan ideologi ISIS, dibuktikan dengan postingan yang bersangkutan di media sosial," kata Listyo, Rabu (31/3) malam.

Listyo merinci, bahwa saat melakukan aksinya, pelaku membawa map kuning yang berisi sebuah amplop, serta memiliki akun Instagram yang baru dibuat atau diunggah 21 jam lalu tentang jihad.

Diberitakan sebelumnya seseorang menerobos masuk ke komplek Mabes Polri. Sempat menodongkan senjata, perempuan tersebut kemudian dilumpuhkan karena dinilai menyerang petugas dengan senjata api.

Usai kejadian, akses Mabes Polri ditutup dan penjagaan diperketat. Sementara itu jenazah pelaku penyerangan langsung dilarikan ke RS Polri, Kramat Jati untuk keperluan autopsi.

Source:CNN Indonesia

Pengedar Shabu di Jorong Sungai Napau Sitiung Diringkus Satresnarkoba Polres Dharmasraya

INFONUSANTARA.NET -- Seorang laki laki paruh baya di duga pengedar dan pemakai Narkotika Golongan 1 jenis Shabu di amankan oleh anggota Satresnarkoba Polres Dharmasraya, saat berada di kedamiannya di daerah Jorong Sungai Napau Kenagarian Sungai Duo Kecamatan Sitiung  Kabupaten Dharmasraya, pada hari Senin sore (15/03).

Kapolres Dharmasraya AKBP Aditya Galayudha Ferdiansyah S.I.K,M.T melalui Kasat Narkoba Iptu Rajulan Harahap,SH.,ditemui awak media di ruangannya, pada hari Selasa (16/03), membenarkan telah mengamankan L/laki-laki paruh baya di duga pengedar dan pemakai Narkotika Golongan 1 jenis Shabu-shabu.

"Tersangka tersebut bernama,Rozen Faslo, pangilan Ozen (34 th) yang selama ini sudah menjadi target operasi anggota kami," kata Iptu Rajulan Harahap.

Kronologis, bertempat di Jorong sungai Napau Kenagarian Sungai Duo Kecamatan Sitiung,Kab.Dharmasraya  telah diamankan satu orang tersangka atas dugaan menjual, memiliki dan mengusai diduga narkotika jenis shabu, oleh Satresnarkoba Polres Dharmasraya.

Kejadian berawal dari informasi masyarakat atas transaksi narkotika di lokasi tersebut, sehingga Satresnarkoba Polres Dharmasraya melakukan penyelidikan dan penangkapan terhadap tersangka tersebut.

Dalam penangkapan terhadap tersangka dilakukan penggeledahan,di temukan Barang Bukti (BB) satu buah dompet kain warna coklat muda yang berisikan,satu paket sedang plastik klip bening yang berisikan butiran kristal diduga narkotika gol I jenis shabu  dengan berat lebih kurang 10 Gram.

Dan kemudian satu paket sedang plastik klip bening yang berisikan butiran kristal diduga narkotika gol I jenis shabu dengan berat lebih kurang 5 Gram. Dua paket sedang dengan berat lk lebih kurang 2 Gram.Empat paket sedang dengan berat 1Gram.Lima paket dengan berat lebih kurang 0,50 Gram, dan tiga paket kecil dengan berat lebih kurang 0,30 Gram,satu buah timbangan digital merk CHQ Warna Hitam,satu buah timbangan digital merk constant, satu buah sendok plastic dan yang terakhir satu buah handphone android merk Vivo.

"Atas perbuatan tersangka memiliki  Pengedar Narkotika Gol I jenis Shabu-shabu, di tuntut Pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 112 ayat (2) UU No.35 Tahun 2009, tentang Narkotika dengan ancaman hukuman Penjara Maksimal 20 tahun Penjara," ungkap Kasat Narkoba Iptu Rajulan Harahap.SH (*/MsX) 

 

Satreskrim Polres Dharmasraya Berhasil Amankan 3 TO Pelaku Curanmor dan 1 DPO dalam Operasi Jaran Singgalang 2021

INFONUSANTARA.NET -- Anggota Reskim Polres Dharmasraya dalam Operasi Jaran Singalang 2021 yang dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim Polres Dharmasraya AKP Suyanto berhasil mengamankan empat orang pelaku tindak kriminal pencurian sepada motor (Curanmor) yang selama ini meresahkan warga Dharmasraya.

Kapolres Dharmasraya AKBP Aditya Galayudha Ferdiansyah, S.IK.di dampingi Waka Polres Kompol Hendra Syamri dan Kasat Reskrim Polres Dharmasraya AKP Suyanto serta petinggi jajaran Polres Dharmasraya dalam siaran Press Conference,pada hari Senin (15/3/2021) kepada awak media eletronik, media online serta media cetak mengatakan, Operasi Jaran Singgalang 2021 yakni penanggulangan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) dalam rangka menjaga situasi Kamtibmas yang kondusif di wilayah hukum polres Dharmasraya.  

Dikatakan, semenjak di gelar Operasi Jaran Singgalang 2021 di wilayah hukum Polres Dharmasraya, terhitung tanggal 1 hingga 15 Maret 2021 ini,oleh anggota kami Satuan Reskrim Polres Dharmasraya telah berhasil mengamankan empat(4) orang pelaku pencurian sepeda motor(Curanmor).

Dan dari penangkapan pelaku tersebut telah kita amankan barang bukti (BB) sebanyak 11 unit sepeda motor berbagi jenis dari tangan pelaku tersebut.

Ke empat orang pelaku tersebut adalah  Dodo Suwandi (27th),warga Jorong Padang Bunggur, Nagari Abai Siat Kecamatan Koto Baru, Ali Yusak (40th) Jorong Koto Besar, Kecamatan Koto Besar, Faizal (30 th)Desa pelayang, Kabupaten Bungo dan Alhudri (31th)Desa Baru, Balai panjang, Kabupaten Bungo.

"Berdasarkan Laporan Polisi(LP),tiga (3) dari empat (4) orang tersangka ini, merupakan target operasi (TO), sejak Februari 2021, Desember 2020 dan Januari 2019 lalu dan satu (1) orang merupakan daftar pencarian orang (DPO).Dari ke empat pelaku ini, mereka saling mengenal dan saling keterkaitan," papar Kapolres Dharmasraya AKBP Aditya Galayudha Ferdiansyah.

Atas perbuatan pelaku di kenakan dengan pasal 365 KUHP dan diancam dengan pidana penjara paling lama sembilan (9) tahun.

"Kami berharap agar masyarakat lebih berhati-hati dan waspada serta memastikan bahwa posisi kendaraannya dalam keadaan aman dan selalu dalam pantauan.Kita juga harapkan masyarakat segera melapor ke polisi jika terjadi tindak kriminal," tegas Kapolres Dharmasraya AKBP Aditya Galayudha Ferdiansyah, (*/MsX)


Anak Tawuran Diberikan Pencerahan dan Tausiyah oleh Ustadz di Polsek Padang Selatan

INFONUSANTARA.NET -- Mendapat informasi dari masyarakat pada dini hari, Minggu 7 Maret 2021, terkait adanya anak tawuran Quick Respon Polsek Padang Selatan langsung mendatangi TKP.

Yang mana anak -anak tawuran tersebut di amankan di wilayah Kecamatan Padang Selatan di pimpin oleh Kapolsek Padang Selatan AKP Ridwan. S.Ag.MH bersama anggota Polsek Padang Selatan.

Lebih kurang sebelas orang yang diamankan dan di bawa ke Polsek Padang Selatan dan diantaranya dua orang wanita.

Untuk pembinaan kepada anak anak yang diamankan di berikan pencerahan / tausiyah oleh ustadz supaya kedepanya anak anak tersebut bisa berobah. 

Anak - anak tersebut diberikan arahan atau tausiah oleh ustadz serta membuat surat perjanjian dan rambutnya di potong.

"Mereka di kembalikan kepada kedua orang tua serta wajib lapor diberikan sebagai efek jera kepada anak -anak yang melakukan aksi tawuran tersebut,"ungkap Bhabinkamtibmas Kelurahan Pasa Gadang Kecamatan Padang Selatan Bripka Adri Maizal, dihubungi infonusantara.net ,Senin (8/3/2021).

Lebih lanjut dikatakan, juga diminta kepada ketua LPM, RT dan RW agar bisa membina dan membimbing generasi penerus bangsa ini.

Bimbingan dari kedua orang tua sangat membantu kelakuan anak anak kita. (AM)

Curi Hp di Pasar, Dua Orang Ibu-ibu Diamankan di Polsek Kamang Baru Kab.Sijunjung 

INFONUSANTARA.NET -- Diduga telah melakukan tindakan pencurian, dua orang Ibu - ibu diamankan anggota Polsek Kamang Baru Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat, pada Kamis kemarin (4/3/2021) diduga telah melakukan tindakan pencurian handpone di tempat kejadian perkara (TKP) Pasar Baru Jorong Sungai Tambang II Nagari Kunpar Kecamatan Kamang Baru Kabupaten Sijunjung.

Atas Kejadian tersebut, Kapolres Sinjunjung AKBP Andry Kurniawan, melalui Kapolsek Kamang Baru AKP Ramadhi Kurniawan di dampingi Kasubbag Humas Polres Sijunjung, Iptu Nasrul Nurdin mengatakan, betul sekali, anggota Polsek Kamang Baru telah mengamankan dua orang ibu -ibu yang di duga telah melakukan tindakan kriminal pencurian.

Kepada awak media diungkapkan, mereka diduga telah mencuri handphone merk Oppo A5S yang terjadi di Pasar Baru Jorong Sungai Tambang II Nagari Kunpar Kecamatan Kamang Baru Kabupaten Sijunjung pada hari Kamis siang kemarin.

Kedua pelaku tersebut berinisial DBRA Pagilan BUTET umur 52 tahun alamat Desa Sarai Matua Kecamatan Penyabungan Kabupaten Mandailing Natal Provinsi Sumatera Utara.Kemudian DL pangilan LINA 53 tahun,alamat Dusun Simarpinggan Desa Simarpinggan Kecamatan Angkola Utara Kabupaten Padang Sidempuan Provinsi Sumatera Utara.

Peristiwa tersebut berdasarkan laporan polisi LP/06/III/2021/SPKT-Sek Kamang Baru, Kamis tanggal 04 Maret 2021 sekira pukul 12.50 WIB, telah melapor seorang warga sebagai korban bernama Elpi Junita yang beralamat di Jorong Koto Ranah Nagari Muaro Takuang Kecamatan Kamang Baru Kabupaten Sijunjung.ke Polsek Kamang Baru.

Kronologisnya, korban sedang berbelanja di Pasar Sungai Tamban, pelapor mendengar ada pengunjung pasar yang kehilangan handphone, kemudian korban mengecek handphone yang berada didalam tasnya dan pelapor juga tidak menemukan handphone didalam tas milik korban tersebut.

Kemudian korban melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Kamang Baru untuk Proses lebih lanjut. Atas kejadian tersebut pelapor mengalami kerugian 1(satu) unit handphone merk Oppo A5S seharga Rp. 2.650.000,- (dua juta enam ratus lima puluh ribu rupiah).

Dengan adanya laporan tersebut serta berkat informasi dari warga dengan mengenal ciri pelaku, anggota Polsek Kamang Baru yang berada di Pasar Kamang Baru saat menjalankan tugas Khantibmas, langsung saja kedua pelaku yang sedang bejalan kaki di Pasar Kamang Baru tersebut di amankan oleh anggota kami.

Kemudian di lakukan penyilidikan dan pemeriksaan terhadap kedua ibu -ibu tersebut dan ternyata memang benar di temukan dalam tas kecil pelaku satu unit handphone merk Oppo. Dengan di temukan barang bukti tersebut kedua pelaku di amankan di sel Polsek Kamang Baru.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatan tindak kriminal itu pelaku diancam dengan Pasal 363 ayat ke 3e dan 4e tentang tindak pidana pencurian dengan pemberatan dengan ancaman hukuman sembilan tahun penjara," ungkap Kasubbag Humas Polres Sijunjung, Iptu Nasrul Nurdin.(*/MsX)

 

Divisi Humas Polri Irjen Argo Yuwono (ist)
INFONUSANTARA.NET -- Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri resmi menghentikan kasus dugaan penyerangan Laskar Front Pembela Islam (FPI) kepada polisi di Tol Jakarta-Cikampek KM 50.

Dengan begitu, seluruh penyidikan perkara tersebut, dan status tersangka pada enam Laskar FPI tersebut sudah tidak berlaku di mata hukum.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Argo Yuwono menjelaskan, penghentian kasus ini sebagaimana tertuang dalam Pasal 109 KUHP karena tersangka sudah meninggal dunia.

"Kasus penyerangan di Tol Jakarta-Cikampek dihentikan. Dengan begitu, penyidikan serta status tersangka sudah gugur," kata Argo dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Kamis (4/3/2021).

Di sisi lain, terkait dengan kasus ini, kata Argo, aparat kepolisian sudah menerbitkan Laporan Polisi (LP) soal dugaan adanya Unlawful Killing di kasus penyerangan Laskar FPI tersebut.

Saat ini, Argo menyebut, ada tiga polisi dari jajaran Polda Metro Jaya yang sudah berstatus terlapor. Hal itu sebagaimana dengan instruksi Kapolri untuk menjalankan rekomendasi dan temuan dari Komnas HAM soal perkara ini.

"Rekomendasi dan temuan Komnas HAM, kami sudah jalankan. Saat ini masih terus berproses," tegas Argo. (rel/mr)

Fhoto Ilustrasi kasus pencabulan dan persetubuhan di Dusun Mongan Bosua


MENTAWAI,infonusantara.net - Jajaran Reskrim Polres Mentawai di hadapkan kembali dengan kasus tindak pidana cabul disertai persetubuhan terhadap anak di bawah umur yang terjadi di Dusun Mongan Bosua, Kecamatan Sipora Selatan.

Pelaku di ketahui salah seorang pemuda iniisial AS (22) warga Dusun Mongan Bosua, Desa Bosua. Pemuda ini di amankan tim Reskrim setelah menerima laporan dari orang tua korban.

Penangkapan pelaku berdasarkan laporan polisi nomor : LP/11/II/2021/ SPK B tanggal 23 Februari 2021 di serati dengan surat perintah penyidikan nomor : Sp.sidik /06/II/ 2021/reskrim tanggal 25 februari 2021.

"Pelaku ini sudah lebih dari 12 kali mencabuli korban, kejadiannya sejak bulan Juni 2020" kata Kasat Reskrim Mentawai, Iptu.Irmon, SH,MH, Senin (1/3/2021).

Irmon menjelaskan, kejadian sebelum di lakukan perbuatan bejatnya itu, pelaku membangun serangkaian kebohongan dengan korban, bahwa pelaku mau bertanggung jawab dan menikahi kalau korban mau bersetubuh dengan tersangka.

Dari kebohongan yang di bangun tersangka, maka terjadi perbuatan cabul dan persetubuhan dengan korban di rumah korban itu sendiri dengan mencabuli korban hingga sampai hamil 8 bulan, sebutnya.

"Karena tidak ada tanda-tanda tersangka mau bertanggung jawab, orang tua korban melaporkan kejadian ini ke SPKT Polres Mentawai" kata Irmon.

Dari laporan orang tua korban, tim Reskrim melakukan upaya penangkapan terhadap pelaku dan di lanjutkan penahanan di Mako Polres Mentawai

Sementara barang bukti yang di amankan berupa, 1 buah alas kasur warna biru, 1 buah baju warna hitam merk leader, 1 buah celana pendek batik, 1 buah celana dalam wanita warna pink 1 dan 1 buah bra warna pink.

Perbuatan tersangka ini di kenakan Pasal 81 ayat 1 jo pasal 82 ayat 1 jo pasal 76 D jo pasal 76 E undang undang RI No. 23 thn 2002 tentang perlindungan anak menjadi undang undang jo pasal 64 ayat 1 KUHPidana.




Editor : Heri Suprianto

Quick Respon Kapolsek Padang Selatan AKP Ridwan, S.Ag.MH Langsung Datangi TKP Penemuan Mayat 

INFONUSANTARA.NET -- Penemuan Mayat seorang Laki - laki pada hari senin tanggal 22 Januari 2021 sekitar pukul 15.30 Wib di jalan Thamrin Kel Ranah Parak Rumbio kec Padang selatan. Identitas korban inisial IB alamat Jalan Thamrin Kel Ranah parak Rumbio Kec Padang Selatan.

Kronologis kejadian :

Berdasarkan informasi dari masyarakat ke Polsek Padang Selatan bahwa di dalam sebuah rumah di jalan Thamrin Kel Ranah Parak Rumbio Kec Padang Selatan ditemukan seorang mayat dalam kondisi tertelungkup di dalan kamar.

Setelah menerima laporan tersebut Personil Polsek Padang Selatan mendatangi TKP di pimpin Oleh Bapak Kapolsek Padang Selatan AKP Ridwan S Ag MH.

Menurut keterangan saksi sekitar jam 15.00 wib saksi 1 menelepon dari Saksi 2 dan memberitahukan bahwa saksi 1 sedang berada di rumah dan mengetuk Pintu tapi tidak ada sahutan dari dalam rumah, sekitar Pukul 15.20 wib dan saksi 2 sudah sampai di rumah korban bersama saksi 1 kemudian saksi 1 dan saski 2 masuk melalui pintu belakang dan dilihat dalam kamar yang kedua korban dalam posisi tertelungkap dan sudah tidak bernyawa lagi. Korban tinggal di rumah kontrakan seorang diri sejak tahun 2000.

Selanjutnya Pihak Keluarga Korban mengajukan Permohonan tidak dilakukan Autopsi baik autopsi dalam maupun autopsi luar dan membuat surat Pernyataan terhadap Korban dengan dinyatakan secara tertulis oleh Pihak Keluarga Korban dan di tanda tangani dan disaksikan oleh pihak keluarga. (*)


Formulir Kontak

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.