Articles by "Kriminal"

Showing posts with label Kriminal. Show all posts

Kasus Penganiayaan Berujung Maut oleh Anggota DPRD Bobby AS Sudah Ditangani Kejari Dharmasraya untuk Segera Disidangkan

INFONUSANTARA.NET - Berkas perkara kematian D (24) tahun, warga Nagari Koto Tinggi Kecamatan Koto Besar, di Nagari Koto Ranah, yang dianiaya oleh Boby Ade Saputra dinyatakan lengkap atau P21 dan Polisi sudah melimpahkan tersangka ke kejaksaan Negeri Dharmasraya.

"Ya sudah tahap dua, barang bukti dan tersangkanya sudah dilimpahkan oleh penyidik Polres Dharmasraya," ucap  Kajari Dharmasraya M. Haris Hasbullah melalui Kasi Pidum Rieski Fernanda, Kamis (10/07/21).

Pelimpahan berkas beserta tersangka dan barang bukti dilakukan penyidik Satreskrim Polres Kediri Kejaksaan Negeri (Kejari) setempat pada Rabu (09/07/2021) sekira pukul 10.00 WIB. Sehingga dengan pelimpahan itu, kasus penganiayaan terhadap D kini ditangani kejaksaan untuk segera disidangkan.

"Kini kasus Boby ini, menjadi kewenangan kami, kapan sidangnya kita tunggu kabar dari pihak pengadilan dulu," katanya.

Meskipun kasus itu sudah dilimpahkan, tersangka Boby yang merupakan anggota DPRD Dharmasraya yang juga akan segera di PAW itu masih tetap ditahan di ruang tahanan polres setempat. 

"Untuk penahanannya, kami titipkan di polres dulu," kata Rieski.

Sebelumnya diketahui, Boby Ade Saputra menyerahkan diri pada (09/02/21) setelah buron berbulan-bulan dan ditetapkan menjadi Daftar Pencarian Orang (DPO) oleh Satreskrim Polres Dharmasraya.

Dimana, sebelumya jajaran Polres Dharmasraya telah mengamankan, empat orang dari 11 yang diduga terlibat dalam kasus penganiyaan berujung maut itu. 

Empat orang tersebut yakni, Amrizal (62) warga Jorong Tanjung Paku, Nagari Koto Ranah, Agung Wijaya, (38), Randi (19)dan Murkwadaya (33) warga Nagari Koto Ranah, Kecamatan Koto Besar.

Perbuatan main hakim sendiri itu, dilakukan oleh Boby dan kawan-kawan, usai korban D yang diduga melarikan wanita dibawah umur, R (14) warga Tanjung Paku Alam Nagari Koto Ranah Kecamatan Koto Besar,yang dibawa ke daerah Kuamang Kuning Kabupaten Bungo, dan korban berujung dihakimi massa rombongan dari Bobby Ade Syaputra di gedung pelatihan belakang kantor Wali Nagari Koto Ranah.(*/MsX)

Jaringan Internasional,Sabu 4 Kg Senilai Rp4,8 Miliar dari China Diamankan Polres Sleman

INFONUSANTARA.NET - Jajaran Satresnarkoba Polres Sleman menggagalkan upaya pengedaran narkotika jenis sabu seberat 4 kilogram senilai Rp4,8 miliar. Terungkap, barang haram ini diperoleh dari China.

Dari kasus ini, selain menyita sejumlah barang bukti polisi juga mengamankan empat orang yang berperan selaku kurir. Mereka adalah WDP (26), warga Gondang Rejo, Karanganyar, dan MA (32), RYA (28), dan FH (42) yang merupakan warga Malang, Jawa Timur. 

Kasat Resnarkoba Polres Sleman, AKP Ronny Prasadana menyebut keempat orang ini tergabung dalam jaringan internasional. Pasalnya, sabu yang mereka peroleh didapat dari China.

"Kalau ini jaringan dari China turun ke Malaysia terus turun ke Jawa. Jawa ini masih kami kembangkan," kata Ronny di Mapolres Sleman, Kamis, 3 Juni 2021.

Dijelaskan Ronny, sabu tersebut diterima oleh FH sebelum berpindah tangan ke WDP, RYA, dan MA. Untuk kemudian diedarkan ke wilayah DIY dan Jawa Tengah, serta sekitaran Jakarta.

"Ini jaringan internasional, masih kita kembangkan," pungkas Ronny.

Keempat orang tersangka ini sebagaimana diberitakan sebelumnya, ditangkap 16 Mei 2021 lalu usai polisi melakukan pengembangan terhadap kasus-kasus terdahulu. Serta pemetaan pada area pengedaran sabu di wilayah Jateng dan DIY.

Alhasil, diperoleh informasi adanya alur pengedaran dari Jawa Timur sebelum masuk ke DIY dan Jateng. Keempat tersangka itu sendiri diamankan saat tengah beroperasi di wilayah Sragen.

Atas perbuatannya, mereka dikenakan Pasal 114 ayat (2) Sub Pasal 112 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1) jo Pasal 144 ayat (1) Sub Pasal 127 ayat (1) huruf a UU No. 35/2009 tentang Narkoba. Ancamannya, hukuman pidana minimal 6 tahun penjara dan maksimal seumur hidup.

(*)

 

Ilustrasi
INFONUSANTARA.NET - Petugas Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat menangkap seorang pria berinisial HJ terduga otak penyelundupan setengah kilogram sabu dari Batam, Kepulauan Riau.

Mengutip suaracom jaringan terkini.id, jDirresnarkoba Polda NTB Kombes Pol Helmi Kwarta Kusuma Putra Rauf mengatakan, pria terduga otak penyelundupan ini berinisial HJ, pria asal Aikmel, Kabupaten Lombok Timur.

“Dari hasil penyelidikan, HJ yang kami duga sebagai penghubung transaksi pembelian sabu di Batam. Dia yang mengatur periode pengiriman sabu ke pemesan di Lombok,” kata Helmi di Mataram, Senin 25 Mei 2021.

Disebutkan juga jika peran HJ terungkap usai polisi menindaklanjuti interogasi kedua kurir yang tertangkap membawa sabu dalam dubur dari Batam.

Terungkapnya peran HJ, jelasnya, bagian dari tindak lanjut hasil Kedua kurir tersebut berinisial berinisial MY (23) dan ZA (20), warga Aikmel, Kabupaten Lombok Timur.

Mereka diringkus ketika keluar dari kapal penyeberangan di Pelabuhan Lembar, Kabupaten Lombok Barat, pada Jumat 21 Mei 2021 dini hari lalu.

Tidak HJ, lanjutnya, kepolisian turut menangkap HA, anak buah HJ yang rencananya akan menerima secara estafet sabu dari kedua kurir di Kabupaten Lombok Timur.

“Jadi setelah terima barang dari mereka (MY dan ZA) di Lombok Timur, HA rencananya akan mengantarkan sabu ke Pulau Sumbawa,” ujarnya.

Dijelaskan olehnya, status kedua pelaku tambahan dalam kasus ini, yakni HJ dan HA telah diamankan di Mapolda NTB. Pemeriksaannya masih terus berjalan.

Dengan temuan sementara, keduanya kini terancam melanggar pidana Pasal 132 Ayat 1 Juncto Pasal 112 Ayat 2, Pasal 114 Ayat 2 Undang-Undang RI Nomor 35/2009 tentang Narkotika.

Source: terkini.id

Miliki Senjata Api Laras Pendek, Seorang Pemuda di Jorong Lagan Jaya Diamankan di Mapolres Dharmasraya

INFONUSANTARA.NET - Seorang warga Dharmasraya yang diduga memiliki senjata api laras pedek tanpa izin di amankan oleh Anggota Team Opsnal  Polres Dharmasraya gabung dengan Unit Reskrim Polsek sejajaran di pimpin lansung oleh Kasat Reskrim Polres Dharmasraya, AKP Suyanto bersama Kapolsek Sitiung Iptu Haryoto di daerah SP 6 Nagari Ranah Palabi,Kecamatan Timpeh, Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat, pada hari Minggu dini hari (23/5/ 2021) 

Kapolres Dharmasraya AKBP Aditya Galayudha Ferdiansyah, S.I.K.,melalui Kasat Reskrim Polres Dharmasraya, AKP Suyanto di dampingi Kapolsek Sitiung Iptu Haryoto di Mapolsek Koto Agung pada hari Minggu siang (23/05/2021) mengatakan, betul sekali, Anggota kami Team Opsnal Polres Dharmasraya gabung dengan Unit Reskrim Unit Reskrim Polsek sejajaran telah mengamankan seorang pemuda inisial DP (47 th) yang telah memiliki senjata api laras pedek rakitan tanpa izin dan 3 butir peluru, beralamat di Jorong Lagan Jaya,Nagari Simpangkur,Kecamatan Tiumang, Kabupaten Dharmasraya.

Penangkapan tersebut adanya informasi warga tentang adanya se seorang memiliki senjata api laras pedek rakitan,dan kemudian dengan laporan masyarakat itu dengan  LP / A / 08 / V  2021 /  SPKT Polsek Sitiung Polres Dharmasraya, maka Anggota Team Opsnal  Polres Dharmasraya gabung dengan Unit Reskrim Polsek Unit Reskrim Polsek sejajaran melakukan penyelidikan atas seorang pemilikan senjata api laras pedek rakitan tersebut. 

Dari hasil penangkapan tersebut, kita mengamankan barang bukti satu pucuk senjata api rakitan jenis revorver dan  tiga butir peluru tajam tajam aktif di daerah Jorong Lagan Jaya,Nagari Simpangkur, Kecamatan Tiumang Kabupaten Dharmasraya.

Saat ini pelaku dan barang bukti kita amankan di Mapolres Dharmasraya untuk kita lakukan penyilidikan dan pemeriksaan dari mana pelaku tersebut itu mendapat senjata api rakitan jenis revorver dan tiga butir peluru tajam yang masih aktif.

"Untuk mempertanggung jawabkan perbuatan pelaku, kita kenakan dengan Undang Undang Darurat No.12 Tahun 1951 tentang pemilikan senjata api tanpa izin pada pasal 1 ayat 1 dengan ancaman hukuman diatas 12 tahun, " ucap AKP Suyanto.

Kami menghimbau kepada masyarakat,apa bila yang mengetahui ada seorang yang memiliki senjata api dan amunisinya atau menemukan di mana saja dalam betuk apa apun misalnya laras pendek dan panjang segera hubungi anggota polisi terdekat," tegas Kasat Reskrim Polres Dharmasraya  AKP Suyanto.(*MsX)

Pelaku pencurian dan penadah di wilayah hukum Polres Sijunjung.

INFONUSANTARA.NET - Anggota Opsnal Satreskrim Polres Sijunjung, Sumatera Barat, dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim Polres Sijunjung AKP Abdul Kadir Jailani, S.I.K.,amankan 2 orang pelaku pencurian dan pemberatan dan 1 orang penadah barang hasil kejahatan. Saat ini ke 3 orang pelaku dan barang bukti di amankan di Polres Sijunjung.

Kapolres Sijunjung, AKBP Andry Kurniawan, melalui Kasat Reskrim AKP Abdul Kadir Jailani, saat di temui di rungan Reskrim Polres Sijunjung, Kamis ( 20/5) mengatakan,memang benar sekali anggota kami Opsnal Satreskrim Polres Sijunjung telah mengamankan 2 orang pelaku pencurian dan pemberatan dan 1 orang penadah barang hasil kejahatan yang terjadi di wilayah hukum Polres Sijunjung.

Ketiga orang pelaku tersebut berinisial FRO (26 tahun),alamat Daerah Air Molek Kabupaten Indra Giri Hulu Riau dan MDA (34 tahun) alamat Kecamatan Kuatan Tengah Kabupaten Kuantan Sengingi Riau, kemudian EPO (21 tahun) alamat Jorong Koto Tuo, Kenegarian Lubuk Tarok, Kabupaten Sijunjung. 

Ketiga orang pelaku tersebut diamankan  berdasarkan laporan masyarakat. Laporan Polisi No : LP/ 08 / V /2021/SPKT SEK LUTA/ Res Sjj/ Sumbar,Tanggal 18 Mei 2021 tentang tindak pidana pencurian dengan pemberatan dan kemudian Laporan Polisi No : LP/ 09/ V/2021/ SPKT Sek Luta/ Res Sjj/ Sumbar, Tanggal 19 Mei 2021 tentang tindak pidana pencurian dengan pemberatan.

Dengan adanya laporan masyarakat tersebut, anggota kami Opsnal Satreskrim Polres Sijunjung melakukan penyilidiakan atas terjadinya pencurian dan pemberatan yang terjadi di wilyah hukum Polres Sijunjung, yang telah merasahkan masyarakat Sijunjung.

Dengan melakukan penyilidikan dan kordininasi dengan Polres Kuansing, kami bersama anggota Opsnal Satreskrim Polres Sijunjung melakukan penangkapan terhadap 2 orang pelaku dan sejumlah barang bukti hasil pencurian di salah satu konter Handphone yang berada di daerah Taluk Kuantan.

Dari pengakuan pemilik konter tersebut, team mengamankan 4 (empat) unit handphone dan 1 unit laptop yang diduga kuat merupakan barang hasil tindak pidana pencurian di Polsek Lubuk Tarok Kab. Sijunjung.

Setelah dicocokan dengan data barang bukti sesuai laporan polisi, memang barang-barang tersebut sesuai dengan laporan tindak pidana pencurian dengan pemberatan yang dilaporkan di Polsek Lubuk Tarok.

Selanjutnya pemilik konter handphone tersebut, mengakui bahwa telah menerima, membeli barang-barang tersebut dari salah seorang temannya yang berada di Sijunjung.

Berbekal informasi dan petunjuk tersebut, Kasat Reskrim dan team bergerak cepat untuk melacak, menangkap dan pengamankan terduga pelaku pencurian yang telah meresahkan masyarakat Lubuk Tarok Kabupaten Sijunjung. Selanjutnya tim kami melakukan pengembangan kasus pencurian tersebut dan 1 orang lagi kita amankan diduga penadah barang curian.

Barang bukti yang telah kita amankan di antaranya dua buah pahat dari besi yang dipakai sebagai alat untuk mencongkel pada saat melakukan pencurian. Satu (1) unit sepeda motor Honda Revo,warna biru sebagai alat yang digunakan. Satu helai kain sarung yang dipakai oleh pelaku pada saat melancarkan aksi. Empat (4) unit handphone berbagai merk, hasil dari tindak pidana dengan pemberatan. Satu (1) buah tas sandang, satu (1) unit laptop merk HP warna silver dan dua (2) stel baju hasil pencurian. Satu (1) stel celana levis hasil pencurian, kemudian dua (2) unit handphone yang dibeli oleh pelaku, dari uang hasil pencurian dengan pemberatan. Satu (1) helai celana yang dibeli oleh pelaku  dari uang hasil pencurian tersebut.

"Saat ini para pelaku dan barang bukti diamankan di tahanan Polres Sijunjung untuk menjalani pemeriksaan serta penyelidikan lebih lanjut. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku dijerat dengan pasal pasal 363 KHUP dengan ancaman hukuman diatas lima (5) tahun penjara," pungkas Kasat Reskrim AKP Abdul Kadir Jailani (*MsX)

INFONUSANTARA.NET -- Dua orang pelaku yang diduga dalam Kasus Narkoba jenis daun Ganja diamankan oleh anggota Satresnarkoba Polres Dharmasraya dalam dua lokasi yang berbeda,penangkapan terhadap dua pelaku  tersebut dipimpin langsung oleh Kasat Narkoba Iptu Rajulan Harahap, SH.

Atas penangkapan dua orang pelaku yang diduga dalam kasus narkoba jenis ganja oleh anggota Satresnarkoba Polres Dharmasraya tersebut di sampaikan oleh 

Kapolres Dharmasraya,AKBP Aditya Galayudha Ferdiansyah, S.IK,MT melalui Kasat Narkoba Iptu Rajulan Harahap, SH yang di temui oleh awak media di ruangan Satresnarkoba Polres Dharmasraya pada hari Jumat (07/06/2021) mengatakan, Iya benar sekali anggota kami Satresnarkoba Polres Dharmasraya,telah menangkap dua orang pelaku yang diduga memiliki dan mengedarkan narkoba jenis ganja di bulan suci rahmadan saat ini.

Penangkapan tersebut dengan adanya informasi dari masyarakat.Adanya seorang yang di duga memiliki dan pengedar narkoba jenis Ganja di daerah Jorong Tanjung Batuang Kenagarian Koto Tinggi Kecamatan Koto Besar  Kabupaten Dharmasraya.

Anggota Satresnarkoba Polres Dharmasraya melakukan penyilidikan,memang dari hasil tersebut kami mengamankan seorang pelaku kasus narkoba jenis daun ganja,pelaku tersebut berinisal BS umur 35 tahun.

Dalam penangkapan pertama tersebut kami mengamankan sejumlah barang bukti, satu buah plastik kresek warna hitam yang berisikan,satu paket sedang  diduga narkotika gol 1 jenis ganja berbentuk ranting daun dan biji kering yang dibungkus dengan kertas krem. satu buah handphone merk Samsung warna putih dan satu unit sepeda motor honda merk supra x tanpa plat nomor.

Kemudian tim kami melakakukan pengembangan kasus dan kami menangkap pelaku yang kedua di amankan daerah Jorong Sido Mulyo Kenagarian Tebing Tinggi Kecamatan  Pulau Punjung Kabupten Dharmasraya. 

Pelaku yang kedua ini berinisal IYD umur 24 tahun. Dari tangan pelaku telah di amankan barang bukti, (satu) buah plastik kresek warna hitam yang berisikan satu paket sedang diduga narkotika golongan satu jenis ganja berbentuk ranting daun dan biji kering yang dibungkus dengan kertas krem.Kemudian satu buah plastik kresek warna hitam yang dibalut dengan jaket warna hitam berisikan empat paket sedang diduga narkotika golongan 1 jenis ganja berbentuk ranting daun dan biji kering yang dibungkus dengan kertas krem.Selanjutnya satu buah handphone android merk OPPO  warna Hitam,satu unit sepeda motor honda   merk scoopy warna merah  tanpa plat nomor   

"Saat ini kedua orang pelaku tersebut bersama barang bukti telah berada di sel tahanan Polres Dharmasraya untuk melakukan pemeriksaan dan penyilidikan lebih lanjut,"tegas Kasat Narkoba Iptu Rajulan Harahap.(***MsX)


INFONUSANTARA.NET --Seorang pemuda di amankan oleh anggota Unit Opsnal Polres Dharmasraya diduga pelaku tindak pidana pencurian di wilayah hukum Polres Dharmasraya,   pada hari Senin kemaren (03/05/2021). 

Pelaku dan barang bukti saat ini di amankan dan dilakukan untuk penyilidikan oleh unit Reskim Polres Dharmasraya.

Kapolres Dharmasraya AKBP Aditya Galayudha Ferdiansyah, S.I.K., melaui Kasat Reskrim Polres Dharmasraya, AKP Suyanto, S.H, di hubungi awak media melalui WhatsApp pada hari Selasa (04/05/2021) mengatakan betul sekali anggota kami Unit Opsnal Polres Dharmasraya dalam kegiatannya telah mengamankan seorang pelaku pencurian.

Berdasarkan laporan masyarakat - LP / B / 77 / V / 2021 /SPKT / Polres Dharmasraya / Polda Sumbar.Pelaku tersebut berinisial YI umur 38 tahun alamat Jorong Sembarang Mimpi Nagari Gunung Medan Kabupaten Dhramasraya.

Kronologis kejadian penangkapan tersebut, pada hari Senin (3/5/2021) sekira jam 15.45 WIB, ketika korban sedang di toko / duduk di meja kasir, datang pelaku akan membeli kasur. Korban menghampiri pelaku dan meninggalkan Hp nya  di meja kasir. Ketika korban hendak mengambil Hp, hp tersebut sudah tidak ada lagi di meja kasir.

Korban berusaha mencari, namun Hp tersebut tidak di ketemukan.Atas kejadian tersebut korban merasa dirugikan Rp 2.700.000.- dan melaporkan kejadian tersebut ke SPKT Polres Dharmasraya.

Mendapat laporan tersebut anggota Opsnal Polres Dharmasraya melakukan penyelidikan,dan pada hari Senin (3 /5/2021) sekira jam 21.30 WIB, pelaku  dapat di amankan di perumahan Lawai Gunung Medan.

Barang bukti yang di amankan, satu unit Hp merk Oppo seri A5s warna merah,satu unit sepeda motor merk vario nopol BA 2927 VD yang di gunakan oleh pelaku.

"Untuk sementara tersangka dan barang bukti diamankan di Polres Dharmasraya guna proses hukum lebih lanjut," ucap Kasat Reskrim Polres Dharmasraya, AKP Suyanto, S.H (***MsX)

 

Ilustrasi (ist)
INFONUSANTARA.NET – Politis Partai Demokrat, Yan Harahap menyebut bahwa kerugian negara akibat kasus korupsi perusahaan BUMN setara dengan 8 kapal selam.

Hal ini Yan sampaikan usai heboh tenggelamnya kapal KRI Nanggala 402.

Sebagai informasi, kasus korupsi PT. Asabri dan PT. Jiwasraya jika dikalkulasikan telah merugikan negara hingga puluhan triliun rupiah.

Dalam cuitan Twitter yang ia bagikan, Yan menilai bahwa jika kasus korupsi tak akan diusut, sama halnya dengan membiarkan 8 kapal selam terbakar.

Terlebih KRI Nanggala 402 sudah beroperasi selama 40 tahun, seharusnya kerugian negara akibat BUMN bisa membantu sistem pertahanan Indonesia malah dikorup oleh oknum tertentu.

“Jadi, jika korupsi Asabri dan Jiwasraya tak diusut tuntas, ibarat ‘membakar’ 8 kapal selam baru,” tulis Yan Harahap sebagaimana dilansir dari terkini.id, Senin 3 Mei 2021.

Kalau dikalkulasikan,didapati kerugian negara atas kasus korupsi dua perusahaan BUMN tersebut dapat mencapai hingga Rp40,54 triliun.

Menurut taksiran Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), kerugian negara yang diakibatkan kasus korupsi Jiwasraya mencapai Rp16,81 triliun.Sementara untuk PT Asabri mencapai angka Rp23,73 triliun.


Dok.(suara.com)

INFONUSANTARA.NET -- Pelaku pengirim sate ayam mengandung racun yang menyebabkan anak seorang driver ojol, Naba Faiz Prasetya (10) warga Salakan, Bangunharjo, Sewon, Bantul, meninggal dunia pada Minggu 25 April 2021, berhasil diamankan aparat kepolisian.

Pelaku berinisial NA atau Nani Apriliani Nurjaman (25) beralamat KTP Desa Buniwangi, Kecamatan Palasan, Majalengka, Jawa Barat.

Motif pelaku karena sakit hati.Atas perbuatannya itu, terancam hukuman mati.

Dir Reskrimmum Polda DIY Kombes Burkan Rudy Satriya mengungkapkan, motifnya sakit hati, sudah direncanakan sebelumnya.

Dikatakan, target yang dibidik NA adalah T. Sempat beredar kabar jika taget kiriman, yakni T merupakan polisi.

Pria (T)tersebut membuat NA sakit hati,sudah lama berhubungan tetapi T menikahi orang lain.

Pemesanan racun sudah beberapa hari sebelumnya.Pemesanan dilakukan melalui online e commerce atau e- Dagang.

Racun yang ditaburkan yakni KCn atau kalium sianida. Racun ini yang menyebabkan Naba Faiz Prasetya (10) warga Salakan, Bangunharjo, Sewon, Bantul, menghembuskan nafas terakhirnya, pada Minggu 25 April 2021.

Sate beracun tersebut dikonsumsi Naba Faiz setelah dibawa pulang Bandiman (ayahnya) seorang driver ojol yang sebelumnya menerima orderan NA, untuk mengantarkan paket sate ke seseorang pria.

Namun, yang dituju mengaku tidak pernah diberitahu akan dikirimi sate akhirnya memilih menyerahkan sate itu ke driver ojol Budiman.

Tersangka dijerat Pasal 340 KUHP (tentang pembunuhan berencana)sub Pasal 80 ayat (3) Jo Pasal 76 C Undang-undang RI nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan UU Nomor 23 tentang perlindungan anak. Dengan hukuman mati atau paling lama 20 tahun penjara, dilansir dari Terkini.id.

 

Direktur Eksekutif Amnesty International, Usman Hamid (ist)
InfoNusantara.Net - Amnesty International Indonesia menilai Densus 88 Antiteror Polri telah melanggar Hak Asasi Manusia saat menangkap eks petinggi Front Pembela Islam/FPI Munarman.

Direktur Eksekutif Amnesty International, Usman Hamid mengatakan, polisi terkesan melakukan penangkapan yang sewenang-wenang dan mempertontonkan secara gamblang tindakan aparat yang tidak menghargai nilai-nilai HAM ketika menjemputnya dengan paksa.

"Menyeret dengan kasar, tidak memperbolehkannya memakai alas kaki, menutup matanya dengan kain hitam merupakan perlakuan yang tidak manusiawi dan merendahkan martabat. Itu melanggar asas praduga tak bersalah," kata Usman Hamid dalam keterangannya, Rabu, 28 April 2021.

Dia menyebut tuduhan terorisme yang ditujukan kepada Munarman tidak menjadi pembenaran bagi polisi untuk melanggar hak asasi manusia.

“Munarman terlihat tidak membahayakan petugas dan tidak terlihat adanya urgensi aparat untuk melakukan tindakan paksa tersebut. Hak-hak Munarman harus dihormati apa pun tuduhan kejahatannya," ujarnya.

Usman menjelaskan, dalam pasal 28 ayat (3) dari Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme jelas menyatakan bahwa pelaksanaan penangkapan orang yang diduga melakukan Tindak Pidana Terorisme harus dilakukan dengan menjunjung tinggi prinsip HAM. "Ini berpotensi membawa erosi lebih jauh atas perlakuan negara yang kurang menghormati hukum dalam memperlakukan warganya secara adil," ucap Usman.

Dia meminta Polri mengevaluasi kinerja Densus dalam peristiwa ini, setiap penangkapan harus menghormati nilai-nilai hak asasi manusia.

“Belum lagi jika mengingat situasi kedaruratan pandemi Covid-19. Penegak hukum harus lebih sensitif, mempertimbangkan prokes dan hak atas kesehatan dari orang yang hendak ditangkap atau ditahan, termasuk menyediakan masker kepada yang menutupi mulut dan hidung, bukan justru membiarkannya terbuka dan menutup matanya dengan kain hitam," tuturnya.

(*)

 

Dua orang pelaku pencurian sarang burung walet di batang arau 
Infonusantara.Net - Dua orang pelaku tindak pidana pencurian sarang burung walet dikawasan wilayah hukum Polsek Padang Selatan berhasil diamankan anggota Reserse kriminal Polsek Padang Selatan, Rabu (28/4/2021)

Informasi ini diketahui berdasarkan Laporan Polisi: LP/B/16/IV/2021/SPKT/Polsek Padang Selatan /Polresta Padang /Polda Sumbar Tanggal 28 April 2021 dalam kasus pencurian sarang burung walet pada hari Rabu tanggal 28 April 2021 pukul 02.00 WIB.

Pada hari Rabu tanggal 28 April 2021 sekira jam 05.30 WIB telah datang seorang perempuan ke Polsek Padang Selatan melaporkan dalam perkara Pencurian Sarang Burung Walet yang terjadi pada hari Rabu tanggal 28 April 2021,  jam 02.00 WIB di Jln Kampung Batu No.43 RT 001 RW 001 Kelurahan Batang Arau Kecamatan Padang Selatan Kota Padang.     

Pelapor : Tiara Ayu Anggara 27 tahun,suku Caniago, pekerjaan mengurus rumah tangga, alamat Jln Kampung Batu RT 001 RW 001 No. 43 A Kelurahan Batang Arau Kecamatan Padang Selatan.

Terlapor:1. Suryadi pgl. Surya, 33 tahun, Minang, Buruh Harian Lepas, Jl. Pemancungan Kel. Pasa Gadang Kec. Padang Selatan Kota Padang. 2. Erik Eriansyah pgl. Erik, 27 tahun, Koto, Buruh Harian Lepas, Jl. Baru Kel. Bukit Gado-gado Kec. Padang Selatan Kota Padang.

Kronologis kejadian :Pada hari Rabu tanggal 28 April 2021 pukul 02.00 WIB, adik pelapor membangunkan pelapor dan menyuruh lihat CCTV dan setelah dilihat terdapat dua orang pelaku sedang memanjat serta mengambil sarang burung walet.

Korban (pemilik sarang warung walet) selanjutnya melaporkan peristiwa tersebut ke Polsek Padang Selatan.

Berdasarkan laporan korban kemudian anggota Reserse Polsek Padang Selatan mendatangi TKP, lalu melakukan penangkapan terhadap pelaku dan mengamankan barang bukti berupa satu kantong kresek warna hitam berisikan sarang burung walet seberat lebih kurang 1 Kg.

Kemudian tali pengait lebih kurang 20 meter. 7 (tujuh)  potong aluminium warna hitam yang sudah dipasang dodos kecil dan satu tas warna coklat muda.

Atas peristiwa tersebut pelapor rugi Rp.13.200.000,-. Saat ini kedua pelaku telah diamankan di kator Polsek Padang Selatan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.Kedua pelaku dikenakan Pasal 363 tentang pencurian.



Rocky Gerung.(ist)
InfoNusantara.Net – Rocky Gerung menilai bahwa penangkapan Munarman hanya bertujuan untuk menutupi berita-berita yang sedang heboh dibicarakan akhir-akhir ini, seperti korupsi dan masalah alat pertahanan negara.

Pernyataanya itu dapat dilihat dalam wawancaranya dengan Hersubeno Arief dengan tajuk ‘Ada Apa Kok Munarman Harus Ditangkap Apa?’ yang tayang di kanal YouTube Rocky Gerung Official pada Rabu, 28 April 2021.

“Ya, ini hal yang biasa dalam komunikasi politik, berita dipergunakan untuk menutup berita. Kira-kita itu masalahnya. Saya nggak perlu teruskan, tapi kelihatannya memang ditunggu saudara Munarman supaya ada berita yang lebih heboh dari berita-berita yang ada sekarang ini, soal korupsi, soal alat pertahanan, macem-macem,” kata Rocky Gerung,dilansir dari Terkini.id.

Ketika Hersubeno menimpali bahwa mungkin masih terlalu dini untuk memberi analisis terkait itu, Rocky menjawab bahwa publik sudah dapat menilai.

“Iya. Walaupun terlalu dini tapi publik udah kira-kira ujungnya ke mana karena Munarman dari dulu dianggap sebagai orang yang harus disingkirkan karena terlibat FPI segala macam itu,” ujarnya.

Menurut Rocky Gerung, penangkapan Munarman ini berkaitan dengan kasus Rizieq Shihab yang kini sedang berjalan di pengadilan dan juga berkaitan dengan politik Islam secara umum.

“Tetapi kita ingin sebetulnya memperlihatkan kepada publik bahwa persoalan ini terkait dengan Habib Rizieq, terkait dengan FPI, terkait dengan politik Islam, terkait dengan macem-macem tuh,” papar Rockg Gerung.

“Jadi, ini satu panggung besar yang Munarman kebetulan dihadirkan dalam scene hari ini. Di dalam edisi hari ini adalah Munarman, saya nggak tahu berikutnya siapa,” tambahnya.

Hersubeno Arief lalu menyinggung soal tiga polisi yang menjadi pelaku penembakan enam Laskar Front Pembela Islam (FPI) di KM 50. 

Katanya, dua polisi tersebut tidak ditahan sebab kooperatif menjalani proses penyelidikan. Adapun, satu polisi lainnya sebelumnya dikabarkan meninggal dalan kecelakaan.

“Ya, Munarman juga pasti sangat kooperatif, kan? Ya, jadi jangan ditahan juga tuh. Jadi ini, saya nggak mau sebut permainan opini publik, tetapi fundamen dari seluruh peristiwa mulai Habib Rizieq, lalu kilomenter 50, dan akhirnya Munarman, ini betul-betul satu paket untuk pendendalian sebetulnya,” jawab Rocky Gerung.

“Jadi, sebelum segala macam opini berkembang, tentu kekuasaan dalam hal ini kepolisian berupaya untuk memfokuskan apa sebenarnya inti dari hiruk pikuk soal politik Islam tuh,” sambungnya.

Rocky Gerung lalu menyinggung kembali lagi bahwa penahanan Munarman akan memunculkan banyak pemberitaan di media yang mengaitkan dengan terorisme.

“Jadi dengan menahan Munarman, maka ada headline baru buat Munarman terlibat teroris. Kan kita-kita itu. Walaupun kita masih berspekulasi, tapi ya cuma itu. Kan nggak bisa misalnya Munarman terlibat korupsi, lalu ditahan; Munarmab terlibat buzzer, UU ITE, ditahan. Pasti soal teroris,” katanya.


 

Yahya Waloni resmi dilaporkan ke Bareskrim Polri. (Twitter HusinShihab)
InfoNusantara.Net – Pendakwah kontroversial Ustaz Yahya Waloni yang akhir - akhir ini menjadi sorotan publik akhir nya dilaporkan ke Bareskrim Polri atas dugaan penistaan agama Kristen dan ujaran kebencian.

Ketua Cyber Indonesia, Husin Shihab resmi melaporkan pendakwah Ustaz Yahya Waloni ke Bareskrim Polri atas dugaan penistaan agama Kristen dan ujaran kebencian.

Pelaporan ke Bareskrim terhadap Yahya Waloni tersebut disampaikan Ketua Cyber Indonesia, Husin Shihab. Kabar itu disampaikan langsung Husin Shihab lewat cuitannya di Twitter, seperti dilihat pada Selasa 27 April 2021.

Pelaporan tersebut sebut Husin Shihab dilayangkan pihaknya lantaran pendakwah kontroversial itu diduga telah menistakan agama Kristen.

Selanjutnya kata Husin, Yahya juga diduga telah melontarkan ujaran kebencian atas nama SARA.

“Per hari ini kita sudah laporkan Yahya Waloni terduga penistaan agama Kristen dan ujaran kebencian atas nama SARA di Bareskrim Polri,” ujar Husin Shihab, dikutip dari Terkini.id

Dalam cuitannya tersebut, Husin Shihab juga menyertakan foto tangkapan layar surat pelaporannya terhadap Yahya Waloni ke Bareskrim Polri.

Dalam isi surat itu, tercantum nama kliennya sebagai pihak pelapor yakni Andreas Benaya Rehiary.

Sementara pihak terlapor, tercantum nama Yahya Waloni dan pemilik kanal Youtube Tri Datu.

"Ia pun berharap Bareskrim Polri segera menindaklanjuti laporannya itu dan menangkap Yahya Waloni. Berharap YW segera ditangkap biar ustad penyebar kebencian macam dia ini gak bikin gaduh di republik ini,”ujarnya

Menurut Husin Shihab, dengan ditangkapnya Yahya Waloni maka diharapkan tak ada lagi ustaz di Indonesia yang menyebar kebencian dan membuat gaduh masyarakat di republik ini.




 

Barang bukti sejumlah buku jihad disita di kediaman Munarman disaksikan pihak keluarga /Kumparan.
INFONUSANTARA.NET – Usai penangkapan Munarman di kediamannya pada hari Selasa sore ini, 27 April 2021, Densus 88 mengamankan sejumlah barang bukti berupa sejumlah buku Jihad. 

Ya, Munarman ditangkap di Pamulang, Tangerang Selatan, Banten terkait dugaan terorisme pada sore hari ini. 

Dalam foto yang beredar, Densus 88 tampak menyita berbagai buku tentang jihad di kediaman Munarman.

Adapun buku-buku tersebut diletakkan dengan posisi berjejer rapi di atas karpet berwarna cokelat. 

Penggeledahan itu pun turut disaksikan oleh pihak anggota keluarga Munarman.

Mereka tampak menyaksikan selagi polisi sibuk menata buku-buku itu, sementara polisi lainnya mencatat setiap temuan yang berhasil disita.

Kabagpenum Divisi Humas Polri, Kombes Pol Ahmad Ramadhan, mengatakan bahwa Munarman terlibat aksi terorisme.

Hal itu terkait aksi mantan petinggi FPI tersebut yang sebelumnya ketahuan memimpin proses baiat calon anggota terorisme.

“Jadi terkait kasus baiat di UIN Jakarta dan juga kasus baiat di Makassar dan mengikuti baiat di Medan,” ungkap Kombes Ahmad di Mabes Polri, Jakarta Selatan pada Selasa, 27 April 2021, dikutip terkini.id dari Kumparan. 

Saat penangkapan, Munarman sempat protes hingga tampak melawan petugas karena ia beralasan bahwa penangkapannya tak sesuai dengan hukum.

“Ini tidak sesuai hukum ini,” ujar Munarman sambil digiring petugas ke mobil Densus 88.

“Pakai sandal dulu, pakai sandal dulu,” pintanya, tetapi tak digubris oleh aparat kepolisian.


Munarman ditangkap Densus 88 Antiteror Mabes Polri

INFONUSANTARA.NET – Kabar ditangkapnya Munarman eks Sekretaris Umum FPI oleh Densus 88 Antiteror Mabes Polri terkait terorisme langsung mendapat respon dari Politikus PDIP, Dewi Tanjung.

Dewi Tanjung lewat cuitannya di Twitter, Rabu 27 April 2021, kader PDIP ini mengucap syukur lantaran Munarman telah ditangkap.

“Syukur Alhamdulillah akhirnya Manusia ini Di Tangkap Polisi juga,” cuit nya

Politisi perempuan dari PDIP yang akrab disapa Nyai ini mengaku sebelumnya sudah merasa yakin bahwa Munarman akan ditangkap.

“Nyai Sangat Yakin Manusia Ngga jelas ini akan di Tangkap karena dia salah satu yang membela para Teroris,” ujar Dewi Tanjung.

Usai Munarman ditangkap, politisi PDIP ini mengatakan sisa pendakwah kontroversial Yahya Waloni yang saat ini belum ditangkap.

“Habis itu si Yahya waloni dan kadrun-kadrun perusuh negara yang lainnya siap-siap tunggu Giliran,” tutur Dewi Tanjung.

Mengutip Kompas.com, Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono juga mengatakan bahwa Munarman ditangkap pada pukul 15.00 oleh tim Densus 88 Polri.

Argo mengungkapkan, Mantan Petinggi FPI Munarman ditangkap lantaran diduga terlibat dalam aksi pembaitan di UIN Jakarta dan juga Makassar Sulawesi Selatan.

“Saat ini sedang dilakukan penggeledahan di Petamburan. Rekan-rekan tahu kan Petamburan,” ujarnya.

 

Joseph Paul Zhang 
INFONUSANTARA.NET - Pengamat terorisme dari Universitas Indonesia (UI) Ridwan Habib menilai kasus penistaan agama Jozeph Paul Zhang alias Shindy Paul Soerjomoelyono berpotensi memicu aksi teror. Sehingga, Polri perlu membuat tim khusus untuk secepatnya mengejar dan menangkap.

Mengutip suaracom jaringan terkini.id, Pengamat Ridwan mengatakan penistaan agama yang dilakukan oleh Jozeph dapat dijadikan pembenaran bagi kelompok teroris seperti Jamaah Ansharut Daulah (JAD) dan ISIS untuk melakukan aksi teror terhadap etnis atau umat beragama tertentu.

“Paul jelas identitas keagamaannya, ini berbahaya, karena bisa jadi alasan pembenaran bagi kelompok teror melakukan aksinya,” kata Ridwan Kamis 22 April 2021.

Dalam hal ini, Ridwan mengimbau Polri untuk turut memberikan pengamanan terhadap keluarga Jozeph ataupun memperketat pengamanan di tempat-tempat lain menyusul adanya kasus ini.

Terlebih kasus penistaan agama Jozeph ini sangat serius, sensitif dan berbahaya bagi kenyamanan hidup rukun bagi umat beragama di Indonesia.

“Kelompok teroris yang marah dengan Paul Zhang bisa melampiaskan kemarahannya secara membabi-buta, termasuk pada keluarga atau rekan-rekan Paul di Indonesia,” katanya. 

Dia lantas menyarankan Polri untuk segera membentuk tim khusus. Misalnya, dengan turut melibatkan Badan Intelijen Negara (BIN).

“Indonesia menganut asas penegakan hukum dan tidak boleh ada main hakim sendiri, polisi bisa berkoordinasi dengan BIN maupun atase pertahanan kita di luar negeri untuk menangkap Paul Zhang,” pungkasnya.

Buron

Jozeph hingga kekinian masih dalam upaya pengejaran Polri. Belakangan dia disebut-sebut berada di Jerman.

Polri sendiri membuka peluang untuk melakukan upaya jemput paksa terhadap Jozeph yang telah menyandang status tersangka.

Meskipun, pemerintah Indonesia tidak memiliki perjanjian ekstradisi dengan Jerman.

Kabag Penum Divisi Humas Mabes Polri Kombes Pol Ahmad Ramadhan mengatakan jika red notice Jozeph yang kekinian tengah diproses oleh Sekretariat NCB Indonesia di Kantor Pusat Interpol, Lyon, Perancis, telah terbit, upaya jemput paksa itu bisa saja dilakukan.

“Bisa dideportasi oleh KBRI (Kedutaan Besar Republik Indonesia) Berlin di Jerman, dan tentunya penyidik juga bisa menjemput ke sana,” kata Ramadhan di Mabes Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa 20 April 2021 lalu.

Dia lantas meminta semua pihak bersabar. Sebab, hingga kekinian Polri dan instansi terkait masih terus berupaya mengejar yang bersangkutan.

“Sekali lagi kita tunggu saja karena proses yang dilakukan oleh penyidik itu tidak langsung tetapi melalui Sekretariat NCB Interpol Indonesia dan dikomunikasikan langsung ke Interpol yang ada di Kota Lyon, Prancis. Itu mekanismenya dan ini membutuhkan waktu bisa seminggu atau lebih,” tutupnya. (suaracom).



Pelaku Pencurian (kiri) dan pengurus Masjid Al Hidayah (kanan,pakai masker.
INFONUSANTARA.NET -- Di bulan puasa ini ada saja yang di lakukan seorang laki laki yang diduga pelaku pencuri Kotak Amal yang terekam CCTV di Masjid Al Hidayah, Jorong Sidomulyo, Nagari Tebing Tinggi, Kecamatan Pulau Punjung, Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat, berapa hari lalu.

Ahmad Yani (37 th) Pengurus Masjid Al Hidayah, Jorong Sidomulyo, Nagari Tebing Tinggi, Kecamatan Pulau   Punjung, yang di temui awak media pada hari Minggu siang (18/04/2021) mengatakan memang benar sekali berapa hari lalu,telah terjadi pencurian isi kotak amal di Masjid Al Hidayah ini.

Dikatakan, pelaku melakukan aksinya seorang diri. Kronoligisnya kata Ahmad Yani, kami sebagai pengurus masjid ketika akan melakukan sholat Zhuhur dan setelah masuk ke dalam masjid terlihat kotak amal pada tutup bagian atas yang terbuat dari kaca pecah dan isi kotak amal tersebut telah hilang di ambil pelaku.

Kemudian kami melihat dalam rekaman CCTV,memang benar seorang laki laki masuk dalam Masjid Al Hidayah, Jorong Sidomulyo, Nagari Tebing Tinggi, Kecamatan Pulau Punjung ini,dengan munggunakan peci dan menggunakan baju muslim dan menyadang tas.

Dalam rekaman tersebut pelaku ini terlihat mondar -mandir melihat situasi yang berada di masjid ini.Tak berpikir panjang kemudian pelaku ini memecahkan tutup kotak amal tersebut dan membawa uang yang berada dalam kotak amal tersebut.

"Kami sebagai pengurus masjid telah memberitahukan kepada anggota polisi atas kejadian peristiwa pencurian isi kotak amal ini yang terekam CCTV masjid," pungkas Ahmad Yani.

Terakhir ucap Ahmad Yani, kita berharap jangan ada lagi pencurian kotak amal ini,apa lagi saat ini di bulan puasa (ramadhan) tentunya kita mencari kebaikan,akhirat nantinya.(*/MsX)

Jozeph Paul Zhang (kiri), Husin Shibab (kanan). (ist)
INFONUSANTARA.NET – Ketua Cyber Indonesia, Husin Shihab resmi melaporkan Youtuber Jozeph Paul Zhang ke aparat kepolisian lantaran diduga telah menistakan agama.

Pelaporan terhadap Jozeph Paul Zhang disampaikan Husin Shihab lewat cuitannya di Twitter, Sabtu 17 April 2021.

Selain diduga menistakan agama, kata Husin, Jozeph Paul Zhang juga menantang polisi dengan meminta agar ia ditangkap.

“Hari ini sudah kita laporkan pemilik akun youtube Jozeph Paul Zhang yg diduga menistakan agama dan menantang polisi minta ditangkap,” cuit @HusinShihab.

Husin Shihab pun berharap dengan adanya pelaporan terhadap youtuber itu, sentimen antar beragama di Indonesia bisa diredam. “Semoga dengan laporan ini kita bisa meredam sentimen antar beragama,” ujar Husin.

Dalam cuitannya itu, Husin Shihab juga menyertakan surat pelaporan yang ia layangkan terhadap Jozeph Paul Zhang ke Bareskrim Polri.

Dilihat dari isi surat tersebut, tampak nama pelapor yakni Husin Shihab. Sementara pihak terlapor tertera Jozeph Paul Zhang.

Pelaporan itu sendiri dilakukan Husin Shihab terhadap Youtuber Jozeph Paul Zhang pada Sabtu, 17 April 2021.

“Ujaran kebencian (hate speech), penistaan agama,” demikian perkara yang tertulis dalam isi surat pelaporan tersebut.

Sebagaimana dilansir Infonusantara.net dari Terkini.id Informasi ini awalnya dilihat di Twitter Muannas Alaidin, seorang pengacara di Law Firm Muannas Alaidin and Associates.

“Demi Alllah saya sendiri yang akan kejar anda @DivHumas_Polri,” cuit @muannas_allaidin pada Sabtu, 17 April 2021.

Cuitan Muannas itu nampak juga dibalas oleh mantan politisi Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean.

“Kejar bro, saya back up. Kita sikat itu orang,” balas @FerdinandHaean3.

Dalam video yang diunggah Muannas, nampak beberapa orang sedang melakukan zoom meeting.

Kurang jelas konteks dari pembicaraan mereka di awal video. Namun, tiba-tiba Jozhep Paul Zhang menantang orang untuk melaporkannya atas penistaan agama.

Ia bahkan mengatakan telah membuat video sayembara dan akan memberi uang bagi orang yang bisa melaporkannya.

“Yang bisa laporin gua ke polisi gua kasih uang. Yang bisa laporin gua ke polisi penistaan agama, nih gua nih, Nabi ke-26, Jozeph Paul Zhang yang meluruskan kesesatan ajaran Nabi ke-25 dan kecabulannya yang Maha Cabulullah,” kayanya.

Dari informasi yang didapatkan dari Husin Shahab, pengacara di Muannas Alaidin Law Firm, ternyata Jozeph Paul Zhang ini telah dilaporkan hari ini kepada polisi.

Husin Shahab mengatakan bahwa laporan itu diharapkan dapat meredam sentimen antar-umat beragama.

“Hari ini sudah kita laporkan pemilik akun youtube Joseph Paul Zhang yang diduga menistakan agama dan menantang polisi minta ditangkap. Semoga dengan laporan ini kita bisa meredam sentimen antar beragama,” cuit @HusinShihab.

Husein Alwi membagikan cuitannya tersebut bersama sebuah foto surat tanda terima laporan dengan nomor STTL/151/IV/2021/BARESKRIM.

Dalam surat itu tertulis bahwa pemilik akun YouTube Joshep Paul Zhang dilaporkan atas tindak pidana ujaran kebencian Pasal 45a ayat (2) jo Pasal 28 ayat (2) UU No.19 Tahun  2016 Tentang Perubahan atas UU No.11  Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dan/atau Penistaan Agama Pasal 156a KUHP.

Sebelumnya, seorang laki-laki yang mengaku bernama Jozeph Paul Zhang secara terang-terangan menyebut Nabi ke-25 sebagai Nabi yang maha cabul. Ia bahkan lalu menantang orang untuk melaporkannya kepada polisi atas penistaan agama.

Bukan hanya itu, ia juga menyebut dirinya sebagai Nabi ke-26 yang ingin meluruskan kesesatan Nabi ke-25. Pengakuan Youtuber Jozeph Paul Zhang yang mengaku sebagai nabi ke-26 ini viral di media sosial.

Dalam pengakuannya itu, ia membuat sayembara bagi siapa pun yang bisa melaporkannya melakukan penistaan agama.

Hal itu disampaikan pria tersebut lewat videonya berjudul ‘Puasa Lalim Islam’ yang tayang di kanal Youtube Jozeph Paul Zhang.

“Yang bisa laporin gua ke polisi, gua kasih uang lo. Yang bisa laporin gua penistaan agama, nih gua nih nabi ke-26, Josep Fauzan Zhang, meluruskan kesesatan ajaran nabi ke-25 dan kecabulannya yang maha cabullah. Kalo Anda bisa laporan atas penistaan agama, Gua kasih loh satu laporan Rp1 juta, maksimum 5 laporan supaya jangan bilang gua ngibul kan. jadi kan 5 juta, di wilayah polres berbeda,” ujarnya.



 

 

Anggota BNN menggiring Doni, bandar narkoba yang juga merupakan anggota DPRD Kota Palembang 2019–2024. (Nova Wahyudi/A...

INFONUSANTARA.NET — Majelis Hakim Pengadilan Negeri Klas I A Palembang menjatuhkan vonis hukuman mati kepada mantan anggota DPRD Palembang Doni, 30, dan empat terdakwa lainnya. Mereka terbukti terlibat dalam peredaran narkoba lintas negara.

Hakim Ketua Bongbongan Silaban dalam putusannya mengatakan, mereka terbukti memiliki narkotika berupa empat kilogram sabu-sabu serta 21.160 butir pil ekstasi. Doni dan keempat terdakwa lain yakni masing-masing Alamsyah, Ahmad Najmi Ermawan, Yati Suharman, dan Mulyadi, disidang dalam berkas terpisah.

”Menjatuhkan pidana kepada terdakwa dengan pidana mati,” kata Bongbongan saat membacakan vonis untuk kelima terdakwa secara bergiliran pada Kamis (15/4).

Majelis menilai kelima terdakwa melanggar 114 ayat (2) jo pasal 132 ayat (1) UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika serta tidak ada hal-hal yang meringankan hukuman bagi terdakwa. Bahkan majelis menyebutkan hal-hal yang memberatkan kelimanya, yakni bertentangan dengan program pemberantasan narkoba pemerintah, perbuatan tersebut merusak generasi muda, termasuk kejahatan terorganisir, dan dikategorikan sebagai transaksi lintas negara.

”Terbukti berdasar fakta persidangan bahwa kesaksian Mulyadi yang dibenarkan Doni bahwa empat kilogram narkoba yang diamankan BNN pada Maret 2020 merupakan kiriman dari Malaysia,” tutur Bongbongan.

Sementara itu, khusus terdakwa Doni, majelis hakim memberikan poin pemberat karena Doni tidak dapat memberikan contoh yang baik dalam posisinya sebagai anggota DPRD Kota Palembang. Selain itu, Doni juga pernah menjalani masa hukuman sebelumnya dalam kasus narkotika.

”Artinya terdakwa (Doni) tidak menjadikan masa hukuman itu sebagai pembelajaran melainkan justru meningkatkan kejahatannya,” tambah Bongbongan.

Saat sidang terdakwa Yati menangis tertunduk saat mendengarkan vonis tersebut dari LP Perempuan Palembang melalui sambungan video. Sementara itu atas vonis tersebut kelima terdakwa mengajukan banding.

”Untuk Yati seharusnya hukuman seumur hidup karena dia hanya kurir,” kata kuasa hukum kelima terdakwa, Supendi usai persidangan.

Doni ditangkap tim gabungan BNN pada 29 September 2020 di ruko miliknya di Jalan Riau Kelurahan 26 Ilir Barat I, Palembang. Penangkapan Doni merupakan hasil pengembangan kasus dari terdakwa Mulyadi yang ditangkap lebih dulu di Medan.

Doni ditangkap setelah tim gabungan lebih dulu menangkap dua anak buahnya (Yati dan Joko) yang sedang bertransaksi. Namun terdakwa Joko kabur saat menjalani perawatan di RS Bhayangkara Palembang pada Januari 2021 dan hingga kini masih buron. 

Source:Fajar.co.id


 

(ist)
INFONUSANTARA.NET – Video Baiat ISIS yang digelar di Makassar kembali dibagikan penggiat media sosial, Denny Siregar.

Video tersebut sebelumnya sempat ramai setelah host Mata Najwa, Najwa Shihab mewawancarai Munarman pentolan FPI yang hadir dalam acara itu.

Dalam video tersebut, terdengar jelas aksi sumpah setia atau baiat yang dilakukan oleh para peserta kepada pimpinan ISIS, Abu Bakar Albaghdadi.

Aksi baiat tersebut diucapkan dalam bahasa Arab. Terkini.id mencoba menerjemahkan kalimat yang mereka ucapkan dengan menggunakan Google translate:

“Kami berjanji setia ( berbaiat) kepada khalifah Muslimin, Abu Bakar Al-Baghdadi Al-Quraishi…” Demikian bunyi sumpah yang diucapkan.

Dalam video tersebut, terlihat spanduk acara bertuliskan ‘Tabligh Akbar, Syariat Islam sebagai Solusi Terbaik’.

Lalu, terpampang nama Ust Munarman SH. Selain itu, terlihat juga logo ISIS dalam kegiatan tersebut.

Belakangan, sejumlah peserta dan penyelenggara acara baiat ISIS tersebut kini telah ditangkap oleh Densus 88.

Dalam tayangan Mata Najwa itu, Soleman B Ponto selaku Kepala Badan Intelijen Strategis TNI 2011-2013 memberi tanggapan.

Menurut dia, jika yang terjadi seperti video tersebut maka ada sebuah indikasi.

“Kalau dalam kacamata saya sebagai intelegen ini ada indikasi, dan hal ini akan kami bicarakan di ruang khusus,” ujarnya.

“Indikasinya apa?” Tanya Najwa Shihab.

Soleman B Ponto mengatakan jika hal itu benar maka indikasinya adalah FPI ada hubungan dengan ISIS.

“Kalau kita bicara indikasi FPI ada hubungan dengan ISIS, nah itu warning, ini tidak boleh keluar, sifatnya rahasia, bisa benar bisa salah, kalau semua informasi keluar bisa terjadi kekacauan seperti ini,” ujarnya.

Cuitan Denny Siregar

Sementara Denny Siregar dalam cuitannya memperjelas sosok empat orang tokoh yang ada dalam acara baiat tersebut.

“1. Munarman – Panglima FPI

2. Fauzan al anshari – meninggal

3. M Basri, napi teroris – meninggal di nusakambangan

4. Bustar – moderator – ditangkap densus

Udah lengkap 😁,” tulis dia.

Munarman: Apakah Itu Kejahatan?

Munarman, eks pentolan Front Pembela Islam (FPI) yang diwawancarai Najwa Shihab sempat marah besar ketika ditanyai mengenai kehadirannya di pembaiatan ISIS di Makassar.

Dalam tayangan Mata Najwa, Munarman kemudian mempertanyakan apakah dengan hadirnya ia dalam acara pembaiatan tersebut merupakan sebuah kejahatan.

“Pertanyaan saya apakah itu kejahatan?,” tanya Munarman, dikutip oleh terkini.id, Kamis, 8 April 2021.

Munarman pada awalnya menjelaskan kronologi serta alasan dirinya bisa menghadiri di pembaiatan ISIS tersebut.

“Sebetulnya waktu di Makassar itu kalau mau jujur, saya pikir pasti adalah intel di situ. Pasti dia mendengar apa ucapan saya,” ungkapnya.

Munarman mengatakan bahwa saat dirinya berada di Makassar itu terjadi dua peristiwa. 

Pertama dirinya diundang oleh pengurus FPI Makassar dalam acara seminar di Kota Makassar, tepatnya di sekretariat FPI.

Pada acara pembaiatan, Munarman mengakui bahwa tak ada proses baiat yang ia hadiri melainkan dirinya hanya sebagai pembicara dalam acara tersebut.

Munarman mengklaim dirinya menjadi pemateri menyoal cara melawan terorisme.

“Saya tidak tahu karena saya yang diundang di Kota Makassar, karena materi saya begitu, saya ditawari, karena tiket saya besoknya baru pulang,” ucapnya.

“Itupun siangnya mereka menawarkan, besok masih ada lagi katanya, ikutlah saya di situ, saya kira itu sama, nggak taunya ada itu, saya tidak tahu bagaimana, orang tidak tahu,” imbuhnya.

Usai menjelaskan hal tersebut, Munarman pun tampak geram karena pertanyaan yang dilontarkan oleh Najwa Shihab, “Apakah Anda pernah menyampaikan ini ke polisi atau sempat dipanggil tidak?”

“Loh Perbuatan saya diundang itu, apakah perbuatan pidana? kenapa saya harus klarifikasi?,” jawab Munarman dengan nada marah.

Najwa yang merasa pertanyaannya belum terjawab, menanyakan hal tersebut sekali lagi, “Apakah sempat ada (polisi) yang memanggil?” tanya Najwa.

“Pertanyaan saya apakah itu kejahatan? menceritakan dalam seminar tentang strategi counter terrorism,” jawab Munarman masih dengan nada tinggi.

Munarman dan Najwa pun saling berdebat hingga akhirnya Najwa merasa dirinya tak diberikan jawaban oleh Munarman hingga melemparkan pertanyaan tersebut ke tamu yang lain.

Source: Terkini.id


Formulir Kontak

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.