Articles by "Kota Padang"

Showing posts with label Kota Padang. Show all posts

Photo :cekfakta.com
Hoax ijazah Jokowi palsu
Infonusantara.net -- Sebuah akun Facebook Edward Junior mengunggah foto dua ijazah yang berasal dari Universitas Gadjah Mada yang pertama milik Bambang Nurcahyo Prastowo dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam dan yang kedua milik Presiden Joko Widodo dari Fakultas Kehutanan. 

Salah satu keterangan dalam foto tersebut bertuliskan “Ijazah boleh palsu, giliran ulama harus disertifikasi”

Hasil Cek Fakta

Faktanya,dilansir cekfakta.com, Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta menegaskan keaslian ijazah sarjana dari Presiden Republik Indonesia Joko Widodo.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat UGM Wiwit Wijayanti menjelaskan ijazah Jokowi dikeluarkan pada 5 November 1985. Ijazah itu ditandatangani oleh Dekan UGM Prof Dr Soenardi Prawirohatmodjo M.S, M.D dan Rektor UGM Prof DR T Jacob M.S M.D.

“Ijazah dikeluarkan setelah beliau berhasil menempuh pendidikan sarjana selama lima tahun," kata dia.

Sebelum memperoleh gelar, Jokowi telah mengikuti ujian skripsi pada 23 Oktober 1985 dengan judul "Studi Tentang Pola Konsumsi Kayu Lapis Pada Pemakaian Akhir di Kotamadya Surakarta".

Saat itu, Presiden Jokowi mendapat bimbingan dari Profesor Achmad Soemitro dengan dekan Fakultas Kehutanan saat itu Profesor Soenardi Prawirohatamdjo pada 1985.

Sementara itu, ijazah yang diunggah oleh sumber klaim memang benar milik Bambang Nurcahyo Prastowo dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam UGM. Foto ijazah yang sama, diunggah di situs resmi milik Bambang Nurcahyo Prastowo.

Sedangkan ijazah atas nama “Joko Widodo” dari Fakultas Kehutanan UGM salah satunya diunggah di artikel berjudul “Bertemu di UGM, Presiden Jokowi Cerita Galaknya Dospem Skripsi” di situs netz.id pada 19 Desember 2017 dan diberi keterangan “Fotokopi ijazah sarjana Presiden Jokowi yang dipajang di pameran Fakultas Kehutanan UGM. (NET/Sigit Pamungkas)”.

Kesimpulan

Sehingga, klaim mengenai ijazah palsu Presiden Joko Widodo adalah salah. Klaim tersebut termasuk hoaks dengan kategori konten yang menyesatkan.

Rujukan:https://cekfakta.com/focus/5107
Source:viva.co.id

Irwan Basir Dt Rajo Alam Mendampingi Kadis Pangan Kota Padang saat mengunjungi Heler milik Irwan Basir di kawasan Belimbing Kuranji Kota Padang 
Infonusantara.net - Guna mengantisipasi kebutuhan pangan masyarakat seiring pemberlakuan PSBB ( Pembatasan Sosial Berskla Besar) di Sumbar, Dinas Pangan Kota Padang langsung melakukan tindakan preventif.

Salah satunya mengunjungi pusat-pusat penggilingan padi (heler) guna memastikan ketersediaan stok beras di Kota Padang. Seperti mengunjungi Heler milik Irwan Basir Dt. Rajo Alam di kawasan Belimbing Kuranji Kota Padang, Selasa (21/4).

"Ya, sebelum PSBB diberlakukan, kita ingin memastikan ketersediaan stok pangan di Kota Padang. Paling tidak, untuk kebutuhan pangan masyarakat dalam dua atau tiga bulan ke depan aman," ungkap Kadis Pangan Kota Padang, Guswardi kepada wartawan usai meninjau stok beras di Heler milik Dt. Irwan Basir.

Guswardi menyebutkan, untuk kebutuhan pangan Kota Padang, setidaknya harus stanby beras sekitar 3200 ton dengan asumsi 186 ribu KK rumah tangga miskin atau masyarakat yang terdampak dari wabah covid-19 (virus corona) ini.

Sehingga, bila kebutuhan tersebut sudah terpenuhi oleh pengusaha penggilingan padi yang ada di Kota Padang tentu Pemko Padang tidak perlu lagi mendatangkan stok beras dari luar.

"Insya Allah, kami siap memenuhi kebutuhan pangan di Kota Padang dan masyarakat tidak perlu khawatir," ucap Kadis Pangan Kota Padang meyakinkan.

Sementara itu, owner penggilingan padi Padang Fishing Club (PFC), Irwan Basir Dt. Rajo Alam mengaku siap membantu kebutuhan beras yang diminta Pemko Padang.

"Rata-rata produksi beras kami dalam sehari 4 ton. Kalau memang ada tambahan permintaan dari Pemko, kami siap meningkatkan jumlah produksinya,"pungkas Irwan Basir optimis. (Inf/Noa)


Infonusantara.net - Ketua DPD LPM Sumatera Barat, Afrizal, SH, MH., melantik secara resmi pengurus DPD LPM Kota Padang yang diketuai Irwan Basir Datuk Rajo Alam, SH, MM.,Rabu 22 Januari 2020.

Pelantikan tersebut dihadiri oleh Wali Kota Padang Mahyeldi Ansharullah, segenap Kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kota Padang, Ketua KAN se Kota Padang, pimpinan OKP, Ormas, anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat Evi Yandri Rajo Budiman, Ketua Forum Nagari Tigo Sandiang Marzuki Onmar,  Keluarga Harapan dan undangan lainnya.

Ketua DPD LPM Kota Padang, Irwan Basir Datuk Rajo Alam 
Usai dilantik, Irwan Basir dalam pidatonya menegaskan, LPM merupakan mitra pemerintah dalam pelaksanaan pembangunan yang bertujuan untuk kesejahteraan masyarakat.

"LPM merupakan mitra pemerintah, untuk itu, kami harapkan, pemerintah jangan ada lagi alergi dengan LPM," ungkap Irwan Basir.

Ia menegaskan, di bawah kepemimpinannya selaku ketua, DPD LPM Kota Padang siap mensukseskan setiap program pemerintah yang ada di tengah-tengah masyarakat untuk kemajuan Kota Padang.

"Kami siap menghimpun semua potensi yang ada di tengah-tengah masyarakat untuk mendukung kesuksesan program pembangunan yang dilaksanakan pemerintah," cakapnya.

Bahkan, kata Irwan Basir, program kerja yang akan disusun DPD LPM Kota Padang direncanakan sejalan dan mendukung program Pemerintah Kota Padang.

"Pada kesempatan ini, kami mengapresiasi Wali Kota Padang Pak Mahyeldi Ansharullah yang telah memfasilitasi acara pelantikan ini di Palanta Rumah Dinas Wali Kota Padang," cakapnya.

Ketua DPD LPM Sumbar, Afrizal menyerahkan bendera pitaka DPD LPM kepengurusan masa Bhakti 2019- 2024 kepada Ketua DPD LPM Kota, Irwan Basir Datuk Rajo Alam 
Sementara itu, Ketua DPD LPM Provinsi Sumatera Barat Afrizal mengharapkan, di bawah kepemimpinan Irwan Basir Datuk Rajo Alam, DPD LPM mampu berbuat maksimal dan keberadaan LPM betul-betul dirasakan di tengah-tengah masyarakat.

"Kami yakin, di bawah kepemimpinan Pak Irwan Basir, DPD LPM Kota Padang mampu berkiprah dan melakukan terobosan serta lompatan besar di tengah-tengah masyarakat. Makanya, Pak Irwan Basir terpilih secara aklamasi kemaren itu, karena diyakini mampu memimpin LPM Kota Padang," cakapnya.

Wali Kota Padang, Mahyeldi Ansharullah mengucapkan selamat atas dilantiknya ketua dan jajaran pengurus DPD LPM Kota Padang.

Walikota Padang Mahyeldi Ansharullah sampaikan kata sambutan 

 Wako Mahyeldi berharap, ke depan DPD LPM Kota Padang dapat bersinergisitas dengan Pemerintah Kota Padang dalam pelaksanaan program pembangunan di tengah-tengah masyarakat.

"Selamat kepada pengurus yang dilantik. Selamat Pak Datuk Irwan Basir dan jajaran pengurus lainnya. Semoga kita dapat bersama-sama membangun Kota Padang," ujarnya.(inf)

Pembekalan Relawan Emzalmi-Desri Ayunda di Lubuk Kilangan
Infonusantara (PADANG) -- Sejumlah relawan Emzalmi-Desri Ayunda di Kecamatan Lubuk Kilangan Kota Padang, Sumatera Barat mendapat pembekalan dari Advance Tim Relawan Emzalmi-Desri Ayunda, Selasa, 20 Februari 2018.

"Mereka kita bekali agar lebih maksimal di lapangan untuk meraih simpati masyarakat, sehingga pasangan calon Emzalmi-Desri Ayunda menang di Pilkada Kota Padang, 27 Juni 2018 nantinya," ungkap Mirkadri Miyar, Wakil Ketua Advance Tim Relawan Emzalmi-Desri Ayunda.

Dikatakan Amir, panggilan akrab Mirkadri Miyar, pembekalan diberikan sesuai dengan program Advance Tim Relawan Emzalmi-Desri Ayunda tingkat Kota Padang. Materi pembekalan dan jadwal ditentukan oleh Advance Tim Relawan Emzalmi-Desri Ayunda bersama konsultan politik.

"Pembekalan ini penting kita lakukan. Sebab, dengan pembekalan ini, relawan di lapangan akan tahu tugas dan kewajiban mereka, mana yang boleh, mana yang tidak, dan kami juga mensosialisasikan aturan terkait Pilkada dari KPU," ungkapnya.

Ia mengatakan, pembekalan sudah diberikan kepada beberapa kecamatan, dan akan terus dilakukan kepada relawan kecamatan lainnya. Disamping memberikan pembekalan, semangat relawan di tingkat kecamatan juga digenjot, sehingga mereka kembali giat terjun ke lapangan.

Koordinator Relawan Emzalmi-Desri Ayunda Kecamatan Lubuk Kilangan, Hendratmo mengaku, pembekalan dari Advance Tim Relawan Emzalmi-Desri Ayunda Kota Padang sudah lama dinantikan relawan kecamatan.

"Pembekalan semacam ini sudah lama kita nantikan. Kita berharap, kawan-kawan relawan mendapat ilmu dan siap bertarung di lapangan," pungkasnya. ( By)



Ketua Tim Relawan Marzuki Onmar didampingi Segenap Anggota Relawan Emzalmi-Desri Menyerahkan Sejumlah Bantuan Pada korban longsor dan banjir bandang di RT.003/RW. 004 Kel. Kapalo Koto.

Infonusantara (PADANG) -- Peristiwa longsor dan banjir bandang yang terjadi sekitar pukul 17.00 WIB pada 19 Februari 2018, Senin kemarin, di Kelurahan Kapalo Koto Kecamatan Pauh Kota Padang, langsung menjadi bentuk kepedulian dan rasa kebersamaan "Untuk Semua" dari Tim Relawan Emzalmi-Desri Ayunda.


Bentuk kepedulian dari Tim Relawan Emzalmi-Desri ini dengan menyerahkan bantuan pada korban longsor dan banjir bandang di RT.003/RW. 004 Kelurahan Kapalo Koto Kecamatan Pauh Kota Padang, Sumatera Barat, Selasa, 20 Februari 2018.

Bantuan berupa 40 kg beras, 4 kardus minyak goreng, 20 kardus air meneral dan sejumlah uang tunai tersebut diserahkan langsung oleh Ketua Tim Relawan Emzalmi-Desri Ayunda, Marzuki Onmar. 

Pada kesempatan itu, Marzuki Onmar didampingi Syafwan, bakal calon anggota DPRD Kota Padang dari PDI Perjuangan dan segenap relawan Emzalmi-Desri Ayunda. 

"Bantuan ini hanya untuk memenuhi kebutuhan dasar. Kami harap, bantuan ini bermanfaat untuk meringankan derita korban longsor. Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian dari Anak Nagari Pauh Si Ampek Baleh," ungkap Marzuki Onmar yang juga mantan Pj Bupati Solok Selatan tersebut. 

Bantuan diterima langsung perwakilan Kepala Keluarga (KK) korban longsor dan banjir bandang, Pery (42). Ia menyampaikan rasa syukur kepada Allah SWT yang telah mengetuk pintu hati orang-orang yang berempati kepada korban bencana.

"Kami bersyukur kepada Allah SWT atas kedatangan Tim Relawan Emzalmi-Desri Ayunda. Kami mengucapkan ribuan terima kasih, semoga Pak Emzalmi dan Pak Desri Ayunda sukses kedepannya. Kami berdoa kepada Allah SWT, semoga mereka berdua menjadi pemimpin Kota Padang kedepannya," ujar Pery. 

Usai memberikan bantuan, Tim Relawan Emzalmi-Desri Ayunda melakukan peninjauan ke kantor Pemuda Pangka Jembatan yang rusak parah karena langsor dan banjir bandang. Tim juga bersilaturahmi dengan tokoh masyarakat setempat. 

Dari peristiwa longsor dan banjir bandang kemarin tersebut informasi yang diperoleh menimpa rumah yang di huni 4 KK, merusak kantor pemuda, dan sepeda motor yang parkir di halaman kantor pemuda tersebut. ( BY / Zul)




Pelepasan Merpati Oleh Dua Pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota Padang Dalam Deklarasi Kampanye Damai Pilkada 2018 di Pantai Cimpago 

Infonusantara (PADANG)-- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Padang menggelar deklarasi kampanye damai di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2018. Deklarasi itu diikuti dua pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Padang, yakni nomor urut 1, Emzalmi-Desri Ayunda dan nomor urut 2, Mahyeldi-Hendri Septa. 

Kegiatan tersebut di gelar di Pantai Cimpago Kecamatan Padang Barat Kota Padang yang dimulai pada Minggu (18/2/2018) pukul 09.00 WIB. Masing-masing pasangan calon menandatangani deklarasi tersebut. Selanjutnya, dilakukan pawai keliling melewati jalan-jalan utama di Kota Padang. 

Dalam Deklarasi kampanye Pilkada damai kota Padang ini juga dihadiri oleh Vikon, Komisioner KPU Provinsi Sumbar. "Ya, setelah dekralasi kedua pasangan calon akan diarak keliling Kota Padang melewati jalan utama Kota Padang dan berkumpul kembali di lapangan Imam Bonjol Padang," katanya.

Deklarasi Kampanye Damai di ikuti oleh 171 daerah yang melaksanakan Pilkada serentak 2018. "Secara nasional target partisipasi pemilih di Sumbar harus mencapai 77,5 persen dan untuk Kota Padang pada pemilihan sebelumnya tergolong masih rendah yakni 54 persen partisipasi pemilih, oleh sebab itu diharapkan dengan adanya kampanye damai ini jumlah partisipasi pemilih bisa meningkat," ujar Vikon.

Selain itu, ia berharap kepada pasangan calon yang hadir untuk tidak melakukan kampanye hitam dan money politik. Kita mencari pemimpin Kota Padang yang berkualitas. "Sehingga cara yang dilakukan juga harus benar dan tidak menyalahi aturan undang undang yang berlaku," ujarnya.

Hadir pada kesempatan itu, Pjs Walikota Padang Alwis, Ketua DPRD Kota Padang Elly Thrisyanti, Sekdako Padang Asnel, Wakapolresta Padang AKBP Tommy Irawan.ll

Selain itu, juga dihadiri pimpinan partai politik pengusung pasangan Emzalmi- Desri Ayunda, yaitu Partai Golkar, Partai Gerindra, Partai Demokrat, Partai NasDem, PPP, PKB, dan PDIP, serta pimpinan partai pengusung pasangan Mahyeldi Ansharullah dan Hendri Septa, yaitu PKS dan PAN

Sementara Ketua Komisi Pemilihan Umum Kota Padang M Sawati, mengatakan rencananya deklari ini akan dilakukan pada 15 Februari 2018, namun sesuai arahan KPU pusat dilakukan secara serentak di seluruh Indonesia hari ini, Minggu, 18 Februari 2018. 

"Kita berharap dalam pelaksanaan nanti pilkada ini tidak merusak persaudaraan diantara kita semua. Seluruh pihak harus menyukseskan pelaksanaan pilkada ini," kata dia. 

Sawati meminta masing-masing pasangan calon dan tim sukses, agar meraih simpati pemilih dengan cara-cara yang elok dan tak melakukan pelanggaran. Ia meminta, agar kampanye dengan cara-cara memproduksi hoax, kampanye bernuansa SARA, dan politik uang agar tidak dilakukan. 

"Raihlah simpati masyarakat dengan cara-cara yang elok sesuai aturan, jauhi hoax, kampanye SARA, dan politik uang," ungkapnya.

Redaksi: Infonusantara.net.
Foto      :  Hendra Theoneredaxi 

Atraksi Barongsai di Kelenteng See Hin Kiong Dalam Rangka Perayaan Tahun Baru Imlek ke 2569
Infonusantara (PADANG) -- Ditahun 2018 ini merupakan perayaan Tahun Baru Imlek (Sin Cia) ke-2569 yang bertepatan jatuh pada hari Jum'at 16 Februari. Perayaan tahun baru Imlek 2569 di Kelenteng See Hin Kiong, Pondok kemarin malam ramai dikunjungi masyarakat. Tidak hanya warga Tionghoa tetapi perayaan Imlek ikut dihadiri masyarakat Kota Padang lainnya.

Atraksi Naga di Kelenteng See Hin Kiong Dalam Rangka Perayaan Tahun Baru Imlek ke 2569 
Dalam perayaan Imlek ini, selain di rumah-rumah warga, sebanyak 300 lampion atau tenglong berwarna merah ini juga sudah terpasang di Kelenteng See Hin Kiong, Jalan Kelenteng No.312, Kelurahan Kampung Pondok, Kecamatan Padang Barat, Kota Padang, Sumatra Barat.

Kelenteng See Hin Kiong Ramai Dikunjungi Masyarakat 


SEBELUM puncaknya pada pukul 00.00 WIB, yang akan dilakukan sembahyang tuhan, terlebih dahulu dilaksanakan hiburan penampilan baronsai dan naga dari Marga Lim. Disana terlihat antusias masyarakat dari berbagai etnis memenuhi halaman kelenteng untuk menyaksikan kesenian tradisional baronsai berwarna merah dan naga yang berwarna hijau pada perayaan itu. Hal itu menunjukkan satu keberagaman yang terjalin kuat di Kota Padang. 


Suasana Halaman Kelenteng See Hin Kiong 
Kebanyakan masyarakat yang ada di halaman Kelenteng tersebut berfoto-foto dengan suasana malam dihiasi lampion merah yang indah. Sedangkan masyarakat tionghoa telah ada sebagian yang memulai sembahyang dengan membakar dupanya. 

Ketua pengurus Kelenteng See Hin Kiong David Chandra mengatakan bahwa dalam penyambutan tahun baru imlek tepat pukul 00.00 WIB. Biasanya bagi warga tionghoa yang sempat datang langsung melaksanakan sembahyang di kelenteng. "Kalau tak sempat ya dilakukan dirumah,  sembahyang di rumah harus menyiapkan meja tempat sesajiannya juga,"  katanya. 

David berharap di tahun baru imlek 2569 yang merupakan tahun anjing tanah ini perekonomian masyarakat semakin meningkat dan diberi kesehatan. Menurut  David di tahun anjing tanah ini harus bekerja lebih keras. "Menurut tradisi tionghoa tahun anjing tanah ini berarti harus bekerja lebih keras lagi dan yang lahir di tahun anjing tanah ini memiliki wibawa," ucapnya. 

David melanjutkan dalam prosesi sembahyang penyambutan tahun baru imlek dilaksanakan tepat pukul 12 malam yang berarti sembahyang tinggi atau sembahyang Tuhan. Lalu paginya masyarakat tionghoa akan  kembali sembahyang namanya satu hari bulan tionghoa. "Ada yang sempat pukul 5 pagi datang kalau tidak pukul 5 sore,  dalam satu hari bisa dua kali," terangnya. 

David juga mengatakan untuk perayaan tahun baru Imlek ini merupakan kebudayaan dari masyarakat Tionghoa, setelah pelaksanaan tahun baru Imlek ini pada 2 Maret mendatang akan diadakan Cap Go Meh.

Sementara Ketua Panitia Pelaksana, Iswanto Kwara menyampaikan perayaan tahun baru Imlek ke - 2559 Tahun 2018 ini jatuh pada tanggal 16 Februari ini.  Lampion atau tenglong berarti terang, dan perlu ritual dengan atraksi barongsai serta naga. Kegiatan tersebut merupakan tradisi tiap tahun dalam perayaan tahun baru Imlek. 

Tradisi ini kami adakan malam hari agar halayat ramai mengetahui kegiatan ini. Hal ini juga untuk memperlihatkan dan menunjang unsur pariwisata di kawasan pecinan Padang. Karena kita di Padang ini merupakan multi etnis dan salah satu nya adalah tradisi dari masyarakat Tionghoa yang ada di Padang ini. "Semoga ditahun baru Imlek ini kita semua diberikan rezeki yang berlimpah, sukses dalam segala urusan," ujar Iswanto Kwara yang juga anggota DPRD Kota Padang ini.

"Selain itu kata Iswanto Kwara,  puncak perayaan Imlek ini adalah perayaan Cap Go Meh pada 2 Maret 2018 nanti. Dalam perayaan Cap Go Meh ini juga akan ada kegiatan tradisi arak - arakkan Kio dari HTT, Sipasan dari HTT, Kio Marga Lie, Kio Marga Tjoa dan Kwa(TjoaKwa), juga nanti ada Kio dari luar Sumatera yang akan turun, yakni Kio dari Semarang, Banten dan beberapa Kio dari luar perkumpulan, " ungkapnya.

Dari pantauan KORAN PADANG dari Kelenteng See Hin Kiong, ada warga Tionghoa dari Jambi, Andi (40). Ia bersama keluarganya sengaja datang ke Padang untuk merayakan tahun baru imlek. Menurutnya perayaan imlek di Padang lebih meriah di bandingkan di Jambi.  "Di Padang lebih meriah ada baronsainya dan masyarakat banyak yang hadir tidak hanya warga tionghoa saja tetapi masyarakat umum juga ikut hadir merayakan. Berbeda dengan di Jambi tidak se meriah di Padang," ujarnya, selain merayakan imlek, ia juga sengaja ke Padang untuk menikmati wisata yang ada di Sumbar. 

Tampak terlihat Andi bersama keluarganya usai melakukan sembahyang di kelenteng membeli burung pipit yang dijual di depan pintu masuk kelenteng. Ia membeli puluhan burung tersebut untuk dilepaskan. Menurutnya makna dengan melepaskan burung tersebut berupa keberuntungan.  "Melepas burung ini seperti mengirimkan doa tetapi tidak diwajibkan dan tidak suatu keharusan, bagi siapa yang mau saja,"  ungkapnya. 

Sementara itu, Refa (20) salah seorang mahasiswali salah satu perguruan tinggi di Kota Padang bersama teman-temannya, mereka sengaja hadir untuk menyaksikan penampilan baronsai dan naga. Tidak hanya itu mereka hadir untuk berfoto-foto di kelenteng, karena menurut mereka berfoto di kelenteng saat imlek sangat bagus suasananya berbeda dibanding hari biasanya, karena kelenteng dipenuhi dengan hiasan lampion sehingga memberikan suasana yang berbeda.

Juga terlihat kemarin malam banyak para fotografer hadir di halaman Kelenteng See Hin Kiong untuk mengabadikan momen perayaan tahun baru imlek yang ramai dikunjungi banyak orang tersebut. (In7).


Pjs Walikota Padang Alwis meninjau dan mengunjungi warga mendapat musibah dari  hujan deras di Kelurahan Parak Karakah Padang Timur 

Infonusantara(PADANG)-- Pejabat Sementara (Pjs)  Walikota Padang Alwis meninjau dan mengunjungi warga mendapat musibah dari  hujan deras menguyur beberapa lokasi di Kota Padang, Kamis (15/2).

Hujan deras mengakibatkan satu orang warga Kelurahan Parak Karakah Kecamatan Padang Timur di seret arus air deras berusia 14 tahun a.n Gilang Prayuda siswa kelas 7 SMP Abdi Pembangunan.

Harus deras mengalir di banda parak karakah, menelan korban jiwa sampai saat ini masih dilakukan pencarian korban. 

Peninjauan dilanjutkan ke komplek perumahan Palimo di Kecamatan Pauh, disini Pjs Walikota melihat puing-puing  rumah warga yang terbakar di sembar Petir. saat hujan lebar disertai petir menguyur kota Padang.

Diakhir kunjungan Alwis Pjs Walikota memberikan bantuan dari Pemko Padang. 

Dalam kunjungan itu, Alwis di dampingi Kepala Pelaksana BPBD, Kadis Sosial, Kabag Humas dan Camat Padang Timur serta Camat Pauh (Taf)


Walikota Padang Mahyeldi Ansharullah bersama Istri Ny. Harneli Bahar Tinggalkan Rumah Dinas 
Infonusantara [PADANG] – Walikota Padang Mahyeldi Ansharullah meninggalkan rumah dinasnya di Jalan A.Yani 11, Rabu (14/2). Hal ini seiring melakukan masa cuti atas keikutsertaannya dalam pemilihan calon walikota-wakil walikota Padang periode 2018-2023.
Dalam kesempatan itu, Mahyeldi yang akrab disapa buya ini menandatangi prosesi penyerahan seluruh aset dan fasilitas negara yang digunakannya selama masa kedinasan. Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Padang, Asnel yang disaksikan Kepala Bagian Umum Alfiadi menerimanya untuk diteruskan kepada pejabat sementara (Pjs) Walikota Padang, Alwis.
Saat meninggalkan rumah dinas, Mahyeldi didampingi istri Ny. Harneli Bahar, hanya membawa koper yang berisikan baju dan peralatan pribadi. Semua aset yang dibeli dengan uang negara ditinggalkan di rumah dinas.
Sewaktu diwawancarai wartawan Mahyeldi menyampaikan, sesuai ketentuan dan perundang-undangan ia akan melaksanakan cuti sebagai walikota terhitung 14 Februari sampai 23 Juni 2018 sehubungan mengikuti agenda demokrasi. Sementara ia akan kembali berdinas pada 24 Juni 2018 dan melanjutkan sisa masa jabatan hingga bulan Juni 2019 nanti.
“Sesuai aturan dan ketentuan, hari ini saya bersama keluarga meninggalkan rumah dinas serta seluruh sarana-prasarana yang saya dapatkan sewaktu menjabat walikota,” sebutnya.
Dikatakan Mahyeldi, untuk selama masa cuti ia dan keluarga memilih tinggal di rumah kontrakan di Belanti 4 nomor 19 Kelurahan Lolong Belanti, Kecamatan Padang Utara. Anak-anaknya pun sudah semenjak beberapa hari yang lalu tinggal disana.
Dijelaskannya, mengapa ia memilih tinggal di rumah kontrakan bukan di rumah pribadi di Tabing, karena ada gurunya yang sedang sakit dan butuh perawatan sehingga tinggal sementara waktu disana. Guru tersebut biasanya tinggal di Jakarta, tetapi karena di rawat di Kota Padang, maka Mahyeldi mengizinkannya untuk menempati rumah itu.
Mahyeldi pun juga ditanyai kenangan selama tinggal di rumah dinas. Dikatakan bapak sembilan anak ini, selama tiga tahun sembilan bulan ia bersama dengan keluarganya tinggal disana. Banyak kegiatan, serta pertemuan yang dilakukan dalam melayani masyarakat, pejabat daerah, pejabat nasional, dan tamu Internasional.
“Cukup banyak kenangan saya bersama keluarga di rumah ini,” ungkapnya.
Lebih lanjut Mahyeldi pun berpesan agar para pimpinan OPD di lingkup Pemko Padang bisa bekerjasama dengan Pjs Walikota Padang untuk keberlanjutan pemerintahan dan menjaga kondisi kota ini tetap kondusif.
“Saya harap bapak dan ibu bisa memberikan kinerja dan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat bersama dengan pak Alwis,” katanya sembari meninggalkan rumah dinas bersama istri dengan menggendarai sendiri mobil Suzuki Ertiga berwarna silver tersebut.
Sementara itu, Kepala Bagian Umum Pemko Padang Alfiadi mengatakan, semua aset yang melekat kepada Mahyeldi baik yang di rumah dinas maupun yang ada di kantor sudah diserahkan. Selama menjabat jadi Wali Kota Padang, ada empat mobil yang dipergunakan. Satu mobil operasional yaitu Fortuner. Toyota Camry untuk kegiatan kenegaraan. Sedangkan mobil untuk rumah tangga, dan darma wanita berjenis Toyota Inova.
“Setelah kita terima semuanya dari pak Mahyeldi, kami pun langsung memberikannya kepada Pjs agar tidak terjadi kekosongan. Beliau pun sudah menerima dan berita acara sudah ditanda tangani pula,”sebut Alfiadi.
Seperti diketahui, Pjs Walikota Padang Alwis resmi dilantik Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno di Auditorium Gubernuran, Rabu, (14/2/2018). Sebelum ditunjuk menjadi Pjs Walikota Padang, Alwis menjabat Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sumatera Barat.(In7/David/Joim)

Ketua DPC PDI Perjuangan Padang Albert Hendra Lukman 
Infonusantara (PADANG)- Ketua DPC PDI Perjuangan Padang, Albert Hendra Lukman mengatakan, penetapan nomor urut pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota ini adalah rangkaian dari tahapan Pilkada 2018. 

Dan telah ditetapkannya oleh KPU melalui rapat pleno tadi, nomor urut untuk pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Padang ini, dimana nomor urut satu (1) pasangan Emzalmi-Desri Ayunda dan nomor urut dua (2) pasangan Mahyeldi-Hendri Septa. 

"Dari penetapan nomor urut pasangan tadi,  yang mana dari masing masing pasangan tentu ada maknanya dari  nomor urut yang telah ditetapkan tadi,  seperti pasangan Emzalmi-Desri nomor urut Satu (1) dimaknai dengan satu untuk semua satu untuk menang, sementara tadi dari pasangan Mahyeldi-Hendri nomor urut Dua (2) dimaknai dengan dua periode , dan itu sah - sah saja kreatifitas atau ide - ide dari masing masing calon, "ujar Albert usai penetapan nomor urut pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Padang pada media ini. 

Lebih lanjut kata Albert bagi PDI Perjuangan kita sudah pasti dan ketika kita sudah menjatuhkan pilihan untuk pasangan Emzalmi-Desri tentu kita akan menegaskan dan mengintruksikan pada seluruh kadernya apa yang telah putuskan,apa yang telah dilakukan untuk diperjuangkan dan dipertanggungjawabkan,"  pungkas Albert (In7).


Deklarasi Penandatanganan Mou Pengawasan dan Pemantauan Pilkada yang Dikuti oleh Empat Lembaga Publik 
Infonusantara, PADANG -- Rangkaian perayaan Hari Penyiaran Nasional (HPN) yang bertempat di Hotel Grand Inna, Padang, Kamis (8/2) menjadi momentum ajang pertemuan antar media dari seluruh Indonesia dan menunjukan eksistensi pers pada masyarakat.

Selain mementum untuk kalangan Pers, event ini juga menjadi momentum deklarasi penandatanganan Mou pengawasan dan pemantauan pilkada yang dikuti oleh empat lembaga publik. Ke-4 lembaga tersebut adalah Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), Komisi Pemilihan Umum (KPU), Badan Pengawas Pemilihan Umum (BPPU), dan Dewan Pers. 

Mou tersebut berisi tentang kesepahaman dan sinergi tentang Pengawasan dan pemantauaan pemberitaan, penyiaran, dan iklan kampanye di Media Eletronik Cetak dan Media Eletronik Pada Pemilihan Daerah Tahun 2018. Penandatangan Mou ini juga dihadiri oleh Rudiantara selaku Menteri Kominfo.

Yuliandre Darwis selaku ketua Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) pada event tersebut mengatakan, memasuki tahun politik 2018, perlu sinergi yang kuat dari empat lembaga publik ini, agar bisa mengawal iklan kampanye melalui media, baik eletronik maupun cetak, agar fungsi media bisa digunakan secara berimbang.

Selanjutnya, pria asli Pariaman ini berharap agar pengawalan atas pemberitaan iklan politik di media dan juga penggunaan frekuensi publik dari kepentingan politik bisa dimaksimalkan sesuai dengan fungsi masing-masing lembaga, serta diperlukan sinergi kuat antar lembaga, diperlukan juga partisipasi publik untuk mengawal kampanye media yang dianggap tidak berimbang dalam pemberitaan iklan politik.

“Kita berharap tahun politik 2018 dan 2019 berjalan aman dan tidak ada kegaduhan yang bisa saja ditimbulkan oleh pemberitaan media, karena seyogyanya media harus menjadi penyeimbang informasi, kita harus kawal semua informasi kampanye politik yang disebarkan kepada publik” ujar Yuliandre disela-sela wawancara.

Redaksi
Laporan: Rizky Montheza 

Kantor Lurah Kampung Pondok Kecamatan Padang Barat 
Infonusantara, PADANG - Warga RW 03 Kelurahan Kampung Pondok terus mendesak pihak LPM dan kelurahan untuk kembali dilakukan pemilihan ulang ketua RW. Desakan itu dilatarbelakangi mengingat telah habisnya masa bakti ketua RW lama dan hal itu sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) Kota Padang No. 32 Tahun 2002 Tentang Pedoman Pembentukan LPM Kelurahan, RW dan RT.

Hal itu juga didasari dengan pasal 23 ayat 1 pun telah disebutkan bahwa masa bakti pengurus RW selama tiga tahun. Sementara pada ayat 2 pun juga menerangkan, bahwa Ketua RW dapat dipilih kembali untuk satu kali masa bakti pengurus berikutnya.

Kemudian pengaplikasian peraturan inilah yang menjadi tanda tanya besar dikalangan warga, apakah peraturan tersebut tidak berlaku untuk kawasan Kampung Pondok. Sebab, ketua RW yang sekarang yakni Kok Ming, telah menjabat lebih dari sepuluh tahun dan belum pernah dilakukan pergantian.

Tentu kondisi ini akan menjadi polemik untuk kesejahteraan dan kerukunan warga. Sementara warga sendiri pun tidak lagi sepaham dengan kebijakan dari ketua RW tersebut.

Terkait keluhan warga ini, telah dilakukan musyawarah beberapa waktu lalu. Dalam musyawarah tersebut, pihak LPM dan kelurahan setuju untuk dilakukan pemilihan ulang. Kemudian pemilihan pun telah dilakukan oleh perangkat RT berdasarkan perintah LPM.

Berdasarkan kesepakatan itu, LPM pun telah menunjuk Gusman untuk mendampingi masyarakat dalam pemilihan dan ditandatangani langsung oleh Ketua LPM sendiri. Tetapi hanya untuk RT 01 dan RT 02, sementara RT 03 dan 04 masih menunggu untuk dilakukan pemilihan.

"Jika LPM tidak mengakui telah menandatangi hasil pemilihan, saya siap menjadi saksi apabila dibutuhkan. Sebab, saya sendiri yang langsung mendampingi warga dalam pemilihan tersebut" sebutnya, Senin (5/2).

Sementara ketua RT 03 RW 03, Subandi mengaku telah mendatangi LPM dalam penandatanganan pemilihan di RT nya. Namun pihak LPM menyuruh saya menghadap menemui pihak kelurahan, dalam pertemuan di kantor lurah, sesuai perintah Kasi Pem jangan dilakukan pemilihan terlebih dahulu.

"Pada saat saya menanyakan pemilihan untuk RT saya, Kasi Pem, Yanuardi memerintahkan untuk menunggu. Alasannya yang bermasalah hanya di RT 01 dan 02. Sementara warga yang di RT saya, juga ikut mendesak dan siap untuk dilakukan pemilihan dan kenapa harus menunggu untuk pemilihan tersebut," katanya.

Tegasnya, dua kali ia mendatangi Kasi Pem, pihaknya menjawab hal yang sama yakni disuruh untuk menunggu. Sementara warganya telah sepakat untuk dilakukan pemilihan. "Kami RT 03 siap dilakukan pemilihan, namun kami terus disuruh untuk menunggu dan sabar dan saya melihat ada kongkalingkong dalam pemilihan ini," ujarnya.

Terpisah, Kasi Pem, Yanuardi menanggapi bahwa dalam pemilihan itu adalah tugas dan tanggungjawab LPM. Kemudian pada saat ditanyai mengenai pelaporan dilakukannya pemilihan untuk RT 03 dan 04, ia melempar bola kepada LPM selaku penanggung jawab.

"Silahkan saja hubungi ketua LPM terkait. Saya hanya menerima laporan dari LPM tersebut, apakah dilakukan pemilihan atau tidak," katanya.

Kemudian pada saat dikonfirmasi kepada ketua LPM kelurahan Kampung Pondok, Kartanialis Dt. Muncak menanggapi, bahwa pemilihan untuk RT 03 dan RT 04 dipersilahkan untuk dilakukan secepatnya, sesuai dengan aturan mainnya.

"Silahkan dilakukan pemilihan, dengan memasukkan nama-nama calonnya ke dalam kotak suara. kemudian setelah suara warga terkumpul, baru kita sah kan ketua RT dan RW baru di RW 03 Kampung Pondok," pungkasnya. (In7)

IKW Padang Dalam Acara Resepsi Pernikahan Anak Kemenakan Baim Imunk

INFONUSANTARA, PADANG -Rasa kebersamaan dan kekompakan Ikatan Kekeluargaan Wartawan (IKW) semakin terasa kental. Para praktisi online yang berhimpun di IKW komit untuk selalu bersama saat suka maupun duka.

Terbukti, di saat salah satu keluarga ditimpa kemalangan (musibah), yang lain selalu ada untuk menghibur. Hadir bersama-sama untuk bertakziah ke rumah duka, berkirim kaji (doa), jadi sitawa sidingin yang mentradisi.

Sebaliknya, disaat ada kabar gembira, yang lain turut merespons hangat dan ikut bergembira.


Kondisi ini terlihat saat puluhan jajaran anggota IKW yang turut memeriahkan pesta pernikahan Budi dan Vivi anak/keponakan dari Baim imunk pemimpin media www.infonusantara.net, malam ini,Sabtu (3/2) di Jln Berok Nipah, Kota Padang Provinsi Sumatera Barat.

Pada kesempatan itu, Baim Imunk selaku tuan rumah mengucapkan terimakasih kepada seluruh rekan rekan media yang tergabung dalam IKW yang telah turut serta meramaikan pesta pernikahan anak kemanakannya.

Baim mengakui, bahwa di IKW inilah Ia  dapat merasakan rasa persatuan, persaudaraan dan kekeluargaan dapat terjalin.

"Mudah-mudahan silaturahmi dan rasa kebersamaan ini dapat selalu terjalin dan dipertahankan selama-lamanya," Harapan Baim

Hadir pada kesempatan itu, pembina IKW Taf Chaniago (Pemimpin media www.impiannews.com) Ketua IKW Ecevit Demirel (Pemimpin media www.sumaterazone.com), Hendrizon (pemimpin media www.maklumatnews.com), Andre (Pemimpin mesia www.figur.com), Micke (Pemimpin media www.jurnalandalas.com), Eri (Pemimpin media www.persadanews.com), Indra Chan (Pemimpin media www.andalas-time.com), David (Pemimpin media www.laksusnews.com), Syafrizal Gan (Pemimpin media www.mediabenangmerah.com), Indra Tanamo (Pemimpin media www.tanamonews.com), Deni (Pemimpin media www.sumateraexecutive.com), Aan (Pemimpin media www.nusantaranews.net), Edi Prima (www.nusantaranews.net), Sukra (www.maklumatnews.com) dan Abrol (www.kupasnewa.com)
dan yang paling akhir dan menjadi kebanggaan Chairur (Pemimpin media www.sumbartoday.net). (IKW)

Pihak Pemko Lakukan .Pertemuan dengan Nanda Telambanua di Kantor Satpol PP Padang ,Jumat(2/2)

Nanda Telambanua, Mantan Atlet Angkat Berat Lifter Dunia 

INFONUSANTARA,PADANG -Permasalahan yang menimpa legenda angkat berat Indonesia Nanda Telambanua lambat laun mulai menampakkan titik terang. Hal tersebut diketahui setelah Pemko Padang melakukan rapat dengan pihak Nanda di Kantor Satpol PP Padang, Jumat (2/2).

Pertemuan itu dihadiri oleh Kasatpol PP Kota Padang Yadrison, Dinas PUPR Kota Padang, DPRKPP Kota Padang, Lurah Belakang Pondok dan turut mendampingi Ketua Aliansi Jurnalis Olahraga (AJO) Sumbar, l Ridho Syarlinto, anggota AJO, Almadi Dina, serta pihak terkait lainnya.

Dalam rapat itu Nanda Telambanua memaparkan, permasalahan dirinya dengan Sovia terjadi karena sang tetangga bernama Sovia menutup akses di mulut jalan keluar masuk kerumahnya di Jalan Kali Kecil II Nomor 1A RT02/04 Kelurahan Kampung Pondok, Kecamatan Padang Barat. Akibatnya kendaraan roda empat tak bisa lagi masuk kedalam rumahnya.

Kata Nanda, Sovia melakukan hal itu karena Sovia mengaku bahwa tanah itu merupakan tanah warisan Pusako Tinggi keluarga. Sehingga Sovia berhak untuk memagar jalan tersebut.

"Saya sendiri dan pihak kelurahan serta kecamatan sudah tanya Sovia langsung, kalau memang itu tanah warisan apa buktinya.Tapi Sovia hingga saat ini tak bisa tunjukkan buktinya. Kenapa akses masuk kerumah saya dihalang halangi. Kurang ajarnya Sovia, di pagar tersebut diletakkan taik kucing dan sampah rumah tangga," beber Nanda. 

Nanda juga mempertanyakan perihal status tanah tersebut karena status tanah tersebut dalam tata ruang Pemko Padang merupakan fasilitas umum. Sehingga sudah jelas Sovia melanggar Perda, dengan melakukan pemagaran di tanah Pemko Padang. 

Bagi Nanda apabila dalam tata ruang Pemko Padang tanah tersebut merupakan fasilitas umum, dia pun sangat bersedia untuk membongkar pintu gerbang yang dibangun di jalan masuk kerumahnya.  "Saya ingin masalah saya selesai. Jikalau memang pintu gerbang saya dibongkar Pemko, silahkan saja, tak masalah bagi saya, asalkan akses kerumah saya lancar," tegas pria yang pernah mengharumkan nama baik  Indonesia di cabor Angkat Berat pada era 1986 sampai 1996 ini. 

Dalam permasalahan ini, Nanda pun sudah satu tahun lebih bersabar untuk menyelesaikan permasalahan ini dan mengadukan ke pihak terkait, mulai dari mengadu kepada Ketua RT, Ketua RW, Lurah, Camat, DPRD Padang, Ombudsman hingga ke Walikota, dan juga hal ini sudah diketahui oleh Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora). "Mudah mudahan dengan pertemuan ini bisa jelas titik permasalahannya," harap Nanda

Informasi yang diperoleh media ini bahwasanya dari pihak Kementerian Pemuda dan Olahraga sendiri sudah memberitahukan melalui WhatsApp (Wa) pribadi Nanda Telambanua bahwasanya Menteri Pemuda dan Olahraga melalui Sekretaris Menteri telah melayangkan tembusan surat dari Kemenpora ke Walikota Padang, Dinas Tata Ruang dan Tata Bangunan dan Tata Bangunan dan Perumahan serta Camat Padang Barat, dengan Nomor: 1263/SET. BII/I/2018, Tanggal 26 Januari 2018, dalam hal Kementerian mendukung penyelesaian permasalahan tersebut berkoordinasi dengan instansi - instansi terkait.

Dalam rapat tersebut, Kepala Bidang Penataan Bangunan Dinas PUPR Kota Padang Hasan Basri menjelaskan bahwa status tanah itu apakah fasilitas umum berbentuk jalan atau bukan, tergantung keputusan Batas Tunjuk Tanah dan Peta Wilayah yang dikeluarkan Badan Pertanahan Nasional (BPN). 

Apabila memang tanah itu merupakan warisan Harta Pusaka Tinggi dari Keluarga Sovia didasarkan pada bukti bukti yang ada, maka Pemko Padang juga tidak bisa berbuat apa-apa. Lain soal apabila Nanda Talambanua memiliki dua hal penting yang dikeluarkan oleh BPN Padang, sehingga Pemko dengan sangat mudah mengeksekusi pagar kecil yang jadi penghambat itu. 

"Tanah ini statusnya fasilitas umum baru sebatas rencana tata ruang Pemko Padang. Taroklah itu tanah warisan Sovia, namun jika mendesak dan menyangkut hajat hidup masyarakat banyak, Pemko Padang bisa saja ganti untung tanah itu untuk dibuatkan fasilitas umum berupa jalan. Tapi kalau BPN sudah tegas mengatakan itu untuk fasilitas umum, pasti akan segera kita eksekusi," ujar Hasan Basri

Kasatpol PP Kota Padang Yadrison mengatakan permasalahan yang mendera Nanda Talambanua sebenarnya permasalahan yang kecil, apabila Nanda memiliki Batas Tunjuk Tanah dan Peta Ruang yang dikeluarkan Badan Pertanahan Nasional (BPN). 

"Satpol PP Padang tentu juga tidak bisa bertindak langsung mengeksekusi tanah tersebut sebelum keterangan dari BPN keluar. Karena kami takut akan berimplikasi pada tindakan hukum jika salah salah eksekusi. Apalagi masalah ini bukan domain sepenuhnya Satpol PP Padang," ucapnya. 

Untuk itu, pihak Keluarga Nanda diminta untuk bersabar hingga keluarnya Batas Tunjuk Tanah dari BPN. Karena dari sanalah dasar Satpol PP bisa bertindak.(In7).

Rumah Kelahiran Bagindo Aziz Chan Pahlawan Nasional Asal Padang Sudah  Rancak.

Rumah Kelahiran Bagindo Aziz Chan Pahlawan Nasional Asal Padang di Alanglaweh Koto Kelurahan Alanglaweh Kecamatan Padang Selatan 

INFONUSANTARA, PADANG -- Siapa yang tidak kenal dengan sosok pemimpin muda yang revolusioner, dengan sikapnya yang pemberani, konsisten dalam bertindak, berpendirian teguh, dan tidak pernah gentar menghadapi musuh, ya dia adalah Bagindo Aziz Chan, pahlawan nasional asal Padang.

Saat ini kita bisa melihat rumah kelahiran Bagindo Aziz Chan Walikota Padang kedua ini yang berada di Jalan Alanglaweh Koto RT 19 RW 5 Kelurahan Alanglaweh, Kecamatan Padang Selatan itu sudah selesai dilakukan renovasi.


Setiap pengunjung yang ingin singgah  ke Jalan Alanglaweh Koto RT 19 RW 5 di rumah kelahiran Bagindo Aziz Chan, pengunjung akan disambut oleh  sebuah rumah panggung kayu dengan kombinasi cat berwarna biru langit dan biru laut yang bersih.

Namun bagi pengunjung yang datang ke rumah kelahiran pahlawan nasional asal Padang ini belum bisa melihat barang - barang peninggalan beliau ( Bagindo Aziz Chan, red). Pada rumah ini terdapat ruang kosong dan empat bilik. Bagian depan dan belakang terdapat beranda dan semuanya masih kosong melompong.

"Belum ada barang peninggalan beliau di dalam. Rumah ini baru direnovasi. Mau masuk pun tidak ada yang bisa dilihat,” ungkap penjaga rumah, Burin(54) saat ditemui media ini di kediamannya, Jumat (2/1).
Sisi Belakang Rumah Kelahiran Bagindo Aziz Chan 
Rumah Wali Kota Padang kedua tersebut rencananya akan dikembalikan ke bentuk semula. Karena itu bentuk rumah panggung kayu dipertahankan. Rumah kelahiran Bagindo Aziz Chan ini direnovasi Lebaran tahun lalu. Ukurannya masih sama sekitar 10x20 meter persegi. Terdapat ruang kosong dan empat bilik. Bagian depan dan belakang terdapat beranda Bagindo Aziz Chan bersantai. Untuk sementara pagar besi rumah masih sering tertutup.

"Sebelum direnovasi rumah ini dikontrakan oleh keturunan beliau dan kemudian diambil alih oleh Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (DPRKP) serta Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Padang." Tujuan pengambil alihan untuk mengenang perjuangan Bagindo Aziz Chan di masa mendatang. Sosok Bagindo Aziz Chan akan terasa lebih dekat dengan melihat langsung benda-benda peninggalannya,"kata Burin.

Gapura Mesum Bagindo Aziz Chan di Jalan Alanglaweh Koto. 
Sementara Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Padang, Medi Iswandi membenarkan renovasi rumah bertujuan mengembalikan bentuk semula rumah kelahiran Bagindo Aziz Chan. Di 2018 ini kita dapat anggaran untuk mencari dan melengkapi segala furniture yang di gunakan dirumah kelahiran Bagindo Aziz Chan itu.

"Namun pihaknya membutuhkan waktu yang cukup lama, karena tidak semua saksi hidup mengetahui persis bentuk asli rumah kelahiran Bagindo Aziz Chan ini beserta semua furniture nya, baik itu tempat tidur, meja, kursi dan lain sebagainya. Anak beliau pun yang masih ada saat ini juga tidak tahu persis tentang hal ini, karena rumah tersebut sudah lama kosong," sebut Medi dari Pekanbaru yang lagi mengikuti kegiatan Apeksi, ketika dihubungi media ini melalui selulernya.

Sulitnya informasi tentang bentuk asli rumah, benda-benda peninggalan yang ada di dalam rumah menyulitkan kita untuk membuat replikanya. Makanya riset-riset terus dilakukan. Namun  foto-foto sudah dikirimkan pihak keluarga. Kami masih menunggu foto lainnya dan mencari informasi tentang benda-benda lainnya.

"Untuk itu, kita dari dinas sendiri belum  mau membuka rumah kelahiran Bagindo Aziz Chan ini karena isi dalam rumah ini belum lengkap. Kita tidak mau terjadi komplen nantinya dengan apa- apa replika yang kita hadirkan nanti," ungkap Medi Iswandi.

"Sepintas cerita Bagindo Aziz Chan mempertahankan kemerdekaan".

Bagindo Aziz Chan Menjadi seorang Wali Kota Padang di usia sangat muda(36), tidak membuatnya gentar untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Sosok pemimpin yang revolusioner, dengan sikapnya yang pemberani, konsisten dalam bertindak, berpendirian teguh, dan tidak pernah gentar menghadapi musuh menjadikan Bagindo Aziz Chan sebagai seorang tokoh muda yang patut diteladani. Perjuangan dan pengorbanannya akan selalu menjadi inspirasi dan semangat juang bangsa ini terutama bagi generasi muda di Kota Padang.

Tepatnya di tahun 1947, Belanda yang membonceng pasukan Sekutu justru menggelar operasi militer yang dikenal dengan Agresi Militer Belanda. Hal ini tentunya melanggar Perjanjian Linggarjati untuk mengadakan gencatan senjata yang sudah disepakati kedua negara. Belanda mulai merencanakan untuk menyerang Pulau Jawa dan Sumatera pada 21 Juli 1947. Salah satunya adalah Kota Padang ( Ibu Kota Sumatera Barat) yang memiliki posisi strategis dan tentunya akan menguntungkan pihak Belanda jika berhasil menguasainya.

Meski pihak Belanda telah membujuk sang wali kota agar mau bekerja sama, justru Bagindo Aziz Chan menyatakan dengan tegas bahwa ia tidak akan pernah melepaskan Kota Padang yang sedang dipimpinnya. Akibat dianggap sebagai ancaman yang serius, akhirnya Bagindo Aziz Chan gugur setelah terjadi kontak senjata dengan Belanda pada tahun 1947. (In7).


Calon Wakil Wali Kota Padang, Desri Ayunda.

INFONUSANTARA, PADANG -- Penuh rasa kebersamaan dan keterbukaan antara Calon Wakil Wali Kota Padang Desri Ayunda bersama Forum Wartawan Parlemen (FWP) DPRD Padang dalam diskusi publik membahas program serta isu terkini yang terjadi di Kota Padang, Sumatera Barat,  Kamis (1/2).

Diskusi santai tentang Kota Padang itu berlansung cair, semua pertanyaan dijawab secara lugas oleh Calon Wakil Walikota Desri Ayunda dengan penyampaian yang jelas dan terarah. Diskusi dipimpin oleh Sekretaris FWP DPRD Kota Padang, Agib Norman, dihadiri oleh wartawan media cetak maupun elektronik di Kota Padang.

Dalam diskusi itu Desri Ayunda mengatakan Padang sebuah kota menjadi pengharapan bagi masyarakat dan etalase Sumbar.

“Untuk itu, kita akan wujudkan dan laksanakan jika terpilih, keinginan ini sudah dari enam tahun yang lalu, saya sudah berupaya bagaimana bisa menjadi padang kota perdagangan , pendidikan dan destinasi pariwisata yang tertata dengan apik, ”ujar Desri.

Calon Wakil Wali Kota Padang, Desri Ayunda mengatakan, kedepan pembangunan Kota Padang harus taat aturan, harus sesuai dengan RTRW. Jika tidak, maka  banjir akan selalu menjadi langganan warga kota ini.

Ia melihat pembagunan saat ini sudah tidak sesuai dengan Rencana Tata Ruang dan Tata Wilayah (RTRW). Misalnya saja di kawasan Khatib Sulaiman Padang, sesuai Perda RTRW Kota Padang, kawasan Khatib Sulaiman itu merupakan kawasan perkantoran ," ujar putra Koto Tangah ini.

Pembangunan Kota Padang tak hanya mewujudkan smartcity, kata Desri, namun juga harus berbasis lingkungan atau yang dikenal dengan konsep greencity, kota hijau.

"Disamping smartcity, kami ingin membangun kota ini menjadi kota hijau. Saya yakin, Pak Emzalmi dan saya akan mampu mewujudkan hal tersebut," sebut Desri didampingi didampingi Ketua F-KAN Pauh Eviyandri Rajo Budiman dalam kesempatan itu.

Calon Wakil Wali Kota Padang Desri Ayunda didampingi Ketua F-KAN Pauh Eviyandri Rajo Budiman bersama Forum Wartawan Parlemen DPRD Padang 

Tentang penataan lingkungan, apabila aturannya jelas dan dijalankan dengan baik, maka Kota Padang ini akan tertata dengan baik. Dan ini adalah salah satu program kerja terutama penataan lingkungan, yang tengah dirancang dengan pasangannya, merupakan program yang mengutamakan untuk kemajuan Kota Padang dan kepentingan masyarakat.

Sementara terkait peningkatan pariwisata, menurut Desri, untuk pengembangan pariwisata Kota Padang merupakan prioritas utama dari program kerjanya apabila terpilih. Karena dia melihat, Kota Padang mempunyai pantai yang bagus, tentu itu perlu dimanfaatkan dengan baik.

Selain itu kata Desri, pariwisata tak hanya kawasan pantai Padang saja, masih banyak lokasi wisata pegunungan yang belum tersentuh oleh pemerintah ini juga patut kita dorong yang belum tersentuh pemerintah.

"Mudah-mudahan, dengan izin Allah SWT, keinginannya bersama bapak Emzalmi untuk menata Kota Padang kearah lebih baik dapat terwujud. Dan untuk mewujudkan hal tersebut, Ia bersama pasangannya akan melibatkan seluruh unsur masyarakat.

Desri juga apresiasi dari pertemuan  diskusi bersama FWP, peranan media juga sangat penting sekali untuk membangun,  media adalah mitra. "Tanpa peranan media dalam menyampaikan pemberitaan yang ada semua tidak akan ada apa- apanya," katanya.

Dulu waktu mencalonkan diri pada Pilkada Padang 2008 Desri menang di putaran pertama, kemenangan itu diperolehnya pada tujuh kecamatan, hanya kalah empat kecamatan.

"Pak Emzalmi di mana orang pauh dan kuranji suara nya ke beliau tapi sekarang kami berpasangan dan optimis untuk menang, Insha Allah. “Sehingga pada Pilkada 2018 ini, saya dan pak Emzalmi memakai kata ” luruskan bukan lanjutkan,”ujar Desri.

Pasangan Emzalmi-Desri dikenal dengan Duet Ideal, birokrat senior dan profesional.
Emzalmi kata Desri seorang pamong sangat perpengalaman selama ini. “Banyak ide-ide beliau yang tidak terterapkan bukan berarti tidak bisa diterapkan tapi memang tidak dikerjakan atau terlaksana sampai kini,”ujarnya.

Tanpa semua pihak mungkin pemimpin tak ada artinya dan kita akan melakukan perubahan semua ini tak lepas dari masukan ninik mamak. Sebagaimana budaya di Minangkabau, dimana dalam membangun daerah, maka harus didukung tungku tigo sajarangan, yaitu alim ulama, cendekiawan, bundo kanduang serta masyarakat itu sendiri.

"Mudah - mudahan dengan dukungan semua pihak,  Emzalmi -Desri Ayunda Untuk Semua, Kota Padang lebih baik. Kita akan rangkul semuanya karena Emzalmi-Desri memang Untuk Semua,” ungkapnya.(bai)





Walikota Padang Foto Bersama Pemain SBB Balaibaru dan Official
Infonusantara [PADANG] – Sekolah Sepak Bola (SSB) Balaibaru, Kuranji, Kota Padang berhasil melengkapi jumlah kuota sebanyak 8 tim yang akan mewakili Sumatera Barat (Sumbar) ke tingkat regional Sumatera dalam kejuaraan sepakbola usia dini U-12 Aqua Danone Nations Cup (AQDNC) 2018. Ajang ini akan berlangsung di Lubuk Pakam, Deli Serdang, Sumatera Utara Februari mendatang.
Diketahui, SSB Balaibaru bersama PSTS Tabing berhak mewakili Kota Padang selaku finalis dalam Pra AQDNC regional Sumbar 4 bersaing bersama 48 SSB se-Kota Padang.
Sebelum berangkat menuju Deli Serdang, rombongan yang terdiri dari 12 pemain beserta official dari SSB Balaibaru turut pamit dan memohon restu dari Walikota Padang Selasa (30/1/2018) malam di rumah dinas kediaman walikota. Walikota Mahyeldi menyambut baik dengan melepas perjalanan SSB tersebut untuk bisa meraih impian nantinya.
Walikota dalam kesempatan itu menyampaikan, atas nama Pemerintah Kota Padang mengapresiasi pencapaian SSB Balaibaru mewakili Kota Padang bersama PSTS Tabing untuk berlaga di regional Sumatera dalam AQDNC U-12. Ia mengingatkan, bagi para pemain agar mengusung tekad untuk bisa menampilkan penampilan terbaik sehingga terus melaju sejauh-jauhnya di ajang tersebut.
“Semoga SSB Balaibaru dapat mewakili Kota Padang melaju di tingkat regional Sumatera, nasional bahkan sampai ke World Cup AQDNC di Russia nantinya,” harap walikota yang juga Ketua Umum PSP tersebut.
Oleh karena itu Mahyeldi juga mengimbau, masing-masing pemain senantiasa menjaga kebugaran agar bisa tampil optimal demi membanggakan Kota Padang dan Sumbar nantinya.
“Mari buktikan dan berilah kebanggaan untuk nama Kota Padang di Deli Serdang nanti. Dan tanamkan kepercayaan diri dan sungguh-sungguh bahwa kita bisa dan harus masuk ke babak final untuk bisa lolos ke tingkat-tingkat selanjutnya,” imbuh Mahyeldi sembari melepas para pemain, official pelatih dan keluarga pemain yang juga akan ikut berangkat ke Deli Serdang, pada Rabu (31/1/2017) malam itu.
Sementara itu, Pelatih Kepala SSB Balai Baru Alex Aldha Yudi mengaku bersyukur SSB Balaibaru U-12 bisa lolos ke regional Sumatera bersama PSTS Tabing selaku wakil Kota Padang dengan bergabung bersama 6 tim lainnya pada regional Sumbar I, II dan III. Seperti diketahui, 6 tersebut diantaranya SSB Dispora 50 Kota, SSB Kota Biru Payakumbuh, SSB Perisai Payakumbuh, SSB Poska Sijunjung, SSB Limkoti Padang Pariaman, dan SSB Persegat Padang Pariaman.
“Kita berharap dan optimis, Insyaallah di Regional Sumatera Piala AQDNC nanti bisa mencapai babak final. Sebagaimana 8 SSB asal Sumbar nantinya akan bersaing dengan 48 SSB yang berasal dari Provinsi Aceh, Sumatera Utara, Riau dan Kepulauan Riau (Kepri). Sesuai jadwal pertandingan akan dilangsungkan tanggal 3-4 Februari 2018 nanti,” sebut Alex.
Seperti diketahui, dalam fase regional Sumatera nantinya 48 tim akan mengikuti babak fase group dengan satu group diisi sebanyak 3 tim. Hanya juara group yang berhak lolos ke babak knock out 16 besar dan melaju ke babak final jika terus meraih kemenangan. Nanti hanya dua tim selaku finalis yang diambil untuk melanjutkan ke tingkat nasional di Jakarta. Selanjutnya di tingkat nasional hanya satu tim yakni juara satu, yang akan mewakili Indonesia mengikuti World Cup AQDNC U-12 di Russia.(In7/David)

Formulir Kontak

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.