Articles by "Internasional"

Showing posts with label Internasional. Show all posts

Pendeta Musallam persatukan umat Islam dan Kristen di Palestina untuk melawan Israel. (Hops.id)

INFONUSANTARA.NET - Bersatunya umat Islam dan Kristen di Palestina untuk menjaga Masjid Al-Aqsa dari serangan militer zionis Israel tak lepas dari peran seorang pendeta bernama Musallam.

Lantaran aksi brutal Israel terhadap warga Palestina, Pendeta Musallam menyerukan kepada umat Kristen untuk membantu umat Islam menjaga Masjid Al-Aqsa.

Seruan pastor Katolik ini viral usai dibagikan media sosial Facebook resmi Al Araby. Pendeta Musallam yang juga menjabat sebagai kepala The World Popular Organisation for Jerusalem Justice and Peace ini mengajak umat Kristiani untuk membantu Muslim melawan agresi Israel.

Menurut pendeta Musallam, siapapun yang tidak membantu kaumnya maka tidak layak bersama di masa damai.

“Siapa pun yang tidak bersama kaumnya di masa perang, maka tidak layak bersama mereka di masa damai,” ujar Musallam dalam sebuah unggahan Facebook di laman Al Araby, seperti dikutip pada Kamis 13 Mei 2021.

Musallam dalam unggahan itu juga menyebut bahwa saat ini seluruh warga Yerusalem yakni Palestina baik muslim maupun Kristen sedang berperang untuk martabat, tanah, tempat suci, dan agama mereka. Ia pun menilai tindakan Israel tidak bermoral.

“Kita akan memenangkan pertempuran melawan pendudukan (Israel) karena kita memiliki moral, sementara musuh dan pemukimnya tidak bermoral,” tegasnya.

Sang pendeta juga mengungkapkan bahwa sepanjang sejarah, penjajah yang datang ke Yerusalem pasti dikalahkan oleh keberanian rakyatnya.

Mengutip Hops.id, Pendeta Musallam yang juga adalah anggota dari Komite Penjaga Tempat Suci Islam dan Kristen dikenal sangat vokal mengecam otoritas Israel yang mengusir warga Palestina dari rumah mereka di kawasan Sheikh Jarrah, Yerusalem Timur.

Ia pun mengatakan, pihaknya tidak akan pernah membiarkan orang-orang Muslim diusir Israel dari tanah Palestina.

“Kami tidak akan biarkan rumah orang-orang Muslim direbut di Sheikh Jarrah, Silwan, dan Wadi Al-Joz dan orang-orang Palestina diusir,” ungkap Musallam.

Oleh karena itu, Pendeta Musallam menyerukan kepada para pemuka agama Kristen untuk membantu umat Islam melawan agresi militer Israel di wilayah Palestina.

“Berdirilah wahai para tokoh Kristen bersama kaum kalian, mereka yang ditindas, mereka yang takut dan miskin demi gereja kaum yang tertindas, takut, dan miskin,” ujarnya.


Corona di India makin mengganas. (Bbc.com)

INFONUSANTARA.NET – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengungkap adanya eksodus warga negara India yang ramai-ramai kabur ke Indonesia lantaran virus Corona di negara mereka makin mengganas.

Adanya eksodus warga India ke Indonesia tersebut disampaikan Kasubdit Karantina Kesehatan Ditjen P2P Kemenkes, dr Bengat.

“Pertama, terkait ada kedatangan WNI dan WNA, kemarin sudah banyak warga India masuk ke Indonesia, banyak sekali,” kata dr Bengat, Rabu 22 April 2021 seperti dikutip Detik.com.

Pihaknya, kata Bengat, saat ini tengah melakukan pemantauan yang ketat terhadap eksodus warga India tersebut.

“Kami hari ini telah lakukan pemantauan perketat, karena informasi ada eksodus,” ungkap dr Bengat.

Menurutnya, warga negara India datang ke Indonesia melalui jalur udara dengan mendarat di Bandara Soekarno-Hatta. Saat ini mereka sedang dikarantina di satu hotel agar mudah diawasi.

Bengat mengatakan, eksodus WN India terjadi setelah negaranya dihantam pandemi COVID-19. Mereka kemudian ramai-ramai masuk ke Jakarta dan beberapa daerah lain.

“Sekarang India sedang tsunami COVID-19 dan mereka masuk ke Jakarta sekarang. Di Samarinda sudah ada yang positif, jadi kami tadi sudah bahas dengan pimpinan untuk diperketat, kita mau tahu apakah ada varian baru,” tuturnya.

Selain itu, Bengat juga menyampaikan bahwa WN India tersebut masuk ke Indonesia memakai visa dan memiliki kartu izin tinggal terbatas (Kitas).

“Mereka banyak masuk mempunyai kitas dan pakai visa. Ini mungkin yang menjadi tugas juga dari Imigrasi,” ungkapnya.

Terkait kedatangan warga India tersebut, Kepala BNPB sekaligus Ketua Satgas COVID-19 Doni Monardo meminta Ditjen Imigrasi dan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) bertindak cepat sebelum terjadi eksodus besar-besaran.

“Saya baru tahu nih ada WNA bisa masuk ke Indonesia. Ini informasi penting, tolong didalami, karena kita ini masih melakukan pelarangan WNA masuk, kecuali kalau dia punya kitas, di luar itu tidak boleh. Dirjen Imigrasi dan Kemlu, tolong jangan sampai kita membiarkan kedatangan WNA. Satu sisi mudik tidak boleh, tapi ada WNA yang difasilitasi,” ujarnya.

Source: Terkini.id

Kapal Coast Guard China-5202 membayangi KRI Usman Harun-359 saat melaksanakan patroli mendekati kapal nelayan pukat China yang melakukan penangkapan ikan di ZEE Indonesia Utara Pulau Natuna, Sabtu (11/1/2020). (ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat)

INFONUSANTARA.NET -- Pusat Komando dan Pengendalian (Puskodal) Bakamla, Rabu (13/1) malam mendeteksi objek mencurigakan di perairan Selat Sunda. Objek tersebut kemudian diidentifikasi sebagai research vessel Xiang Yang Hong 03 bendera China.

Kapal tersebut mematikan Automatic Identification System (AIS) sebanyak tiga kali saat melintasi Laut Natuna Utara, Laut Natuna Selatan, dan Selat Karimata.

Tindakan Bakamla hendak mencegat saat itu. Namun, pemeriksaan terhadap kapal asing itu gagal dilakukan akibat cuaca buruk.

Menyikapi kejadian itu Wakil Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sukamta mengkritisi pengamanan laut Indonesia. 

Upaya pencegatan kapal survei milik China di perairan Selat Sunda, Sukamta mengatakan kejadian seperti ini terus berulang termasuk beberapa kali ditemukan penyusupan seaglider asing oleh nelayan. Menurutnya, hal ini menunjukkan pemerintah tidak serius menjaga kedaulatan wilayah Indonesia.

"Untung ada banyak kapal yang sedang terlibat pencarian korban jatuhnya pesawat SJ 182, sehingga ada yang melihat pergerakan kapal survei China dan melaporkan ke Bakamla," kata Sukamata dalam keterangan tertulisnya, Jumat (15/1).

Anggota Komisi I DPR RI itu mengatakan pemerintah harus mengambil tindakan tegas terhadap pihak manapun yang mencoba menyelundup ke wilayah Indonesia. Bahkan, ia meminta pemerintah mengambil langkah menenggelamkan kapal asing, seperti yang dulu sempat digaungkan mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti.

"Jika perlu ambil langkah seperti Bu Susi Pudjiastuti terhadap kapal nelayan asing yang masuk ke wilayah Indonesia, tenggelamkan!" ujarnya.

Sukamta turut mendesak Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD dan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto mengambil tindakan tegas atas pelanggaran yang dilakukan kapal survei China yang mematikan sistem lacak otomatisnya tersebut.

"Dalih pihak kapal survei China menggunakan Hak Lintas Alur Kepulauan sesuai dengan UNCLOS jangan serta merta diterima," jelas Sukamta.

"Pihak Bakamla mestinya mencegat dan menahan pihak kapal untuk diinterogasi," imbuhnya.

Ia menambahkan, proses interogasi penting dilakukan, lantaran bisa saja kapal asing tersebut saat mematikan sistem lacak otomatisnya melakukan kegiatan mata-mata atau tindak kejahatan lainnya seperti penyelundupan narkoba ke wilayah Indonesia.

Sukamta juga berharap pemerintah segera membenahi sistem keamanan laut Indonesia. Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia seharusnya memiliki armada laut terkuat di dunia.

"Cita-citanya harus seperti itu, punya kekuatan dan teknologi yang tangguh untuk menjaga kedaulatan laut kita. Kalau masih lemah seperti saat ini akan mudah disusupi bahkan eksploitasi sumber daya laut kita oleh pihak asing. Saya berharap pembenahan soal ini jadi prioritas pemerintah," ujarnya.(CNN Indonesia/Info)


Suasana kerusuhan di Gedung Kongres Amerika. (ist)

INFONUSANTARA.NET -- Sedikitnya empat orang tewas dalam kerusuhan di Gedung Kongres Amerika Serikat (AS), Capitol, di Washington DC, AS, Rabu (6/1) waktu setempat. Sementara 52 orang lainnya ditangkap oleh aparat setempat.

Kerusuhan terjadi usai pendukung Presiden AS Donald Trump menyerbu gedung guna menghentikan pengesahan hitungan suara pemilu yang dimenangkan Joe Biden.

Dikutip dari Reuters, Kamis (7/1), Kepala Departemen Kepolisian Metropolitan Robert J. Contee menyebut, sebanyak 47 dari 52 orang yang ditahan terkait pelanggaran jam malam pukul 18.00. Sebanyak 26 orang di antaranya ditangkap di halaman Gedung Capitol.

Sedangkan sejumlah orang lainnya ditangkap karena membawa senjata api tak berizin atau yang dilarang.

Meski begitu, Contee tidak bersedia memberikan identitas seorang perempuan yang tewas ditembak petugas kepolisian.

Ia berdalih, informasi lanjutan mengenai hal itu masih ditangguhkan. Sementara tiga orang lain yang juga meninggal dunia, kata Contee, karena keadaan medis.

Sebagai tambahan, ujar Contee, dua bom pipa berhasil diamankan dari kantor komite nasional bipartisan dari Republik dan Demokrat tersebut, juga tempat pendingin di sebuah kendaraan di halaman gedung yang berisi bom molotov. 

Source: Fajar.co.id.


Ilustrasi drone China di Selat Malaka. (CNN Indonesia/Fajrian)

INFONUSANTARA.NET -- Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin meminta pemerintah khususnya TNI Angkatan Laut (AL) dan Badan Keamanan Laut (Bakamla) perkuat keamanan bawah laut Indonesia.

Hal itu dikatakannya setelah ditemukan drone pengintai yang diduga milik China yang berbentuk tabung dan memiliki banyak sensor serta transmiter jarak jauh di kedalaman laut Selat Malaka.

"Tentunya ini menjadi perhatian khusus dan sangat berbahaya bagi keamanan NKRI, hal seperti ini perlu ditangani dengan serius dengan memodernisasi peralatan kontra-surveillance," kata Azis mengutip Antara, Jumat (1/1).

Azis mengatakan keamanan bawah laut Indonesia menjadi tantangan serius yang wajib diatasi pemerintah sehingga modernisasi peralatan deteksi bawah laut perlu diperkuat.

"Tidak boleh ada drone ataupun kapal selam yang memasuki wilayah NKRI tanpa izin negara," ujarnya.

Dia mengatakan kedaulatan wilayah Indonesia menjadi prioritas utama untuk diamankan sehingga sangat disesalkan jika memang drone pengintai tersebut bisa lolos dan masuk perairan Indonesia tanpa terdeteksi dan itu merupakan tindakan ilegal.

Azis juga meminta Kementerian Luar Negeri tegas menyampaikan nota diplomatik dengan mengirimkan surat protes kepada China.

"Kementerian Luar Negeri juga dapat melakukan kordinasi dan komunikasi dengan Panglima TNI untuk mengambil langkah apa saja dalam menyikapi permasalahan ini," ujarnya.

Politisi Partai Golkar itu menilai Panglima TNI dapat mengerahkan seluruh kesatuannya untuk melakukan deteksi dini di wilayah NKRI pasca-lolosnya drone pengintai yang diduga milik asing. Menurut dia, jangan sampai drone itu sudah mengirimkan data dari beberapa hasil temuan di perairan Indonesia.

Sebelumnya, seorang nelayan Indonesia menemukan benda mirip rudal lengkap dengan kamera di dalamnya di Pulau Selayar, Sulawesi Selatan saat malam Natal kemarin.

Ahli pertahanan dan keamanan Australian Strategic Policy Institute, Malcolm Davis menduga benda tersebut adalah drone bawah laut yang dikirim China untuk memahami oseanografi dan sifat batimetri bawah laut wilayah tersebut.

Dilansir dari ABC News, Davis mengatakan insiden itu patut diwaspadai lantaran drone itu ditemukan pada rute maritim utama yang menghubungkan Laut China Selatan dengan Samudera Hindia dekat daratan Australia.

Davis mengatakan ini merupakan sinyal bahwa Angkatan Laut China bersiap mengerahkan kapal selam lebih dekat ke pesisir pantai utara Australia.(antara/DAL)

Source: CNN Indonesia

Ilustrasi (ist.google)

INFONUSANTARA.NET -- Jurnalis warga, Zhang Zhan, dinyatakan bersalah dan dijatuhi hukuman empat tahun penjara karena melaporkan penyebaran virus corona di Wuhan dalam video siaran langsung.

Zhang dinyatakan bersalah oleh Pengadilan Rakyat Shanghai Pudong New District, China pada Senin (28/12) pagi karena dituduh "berselisih dan memprovokasi masalah".

Dilansir South China Morning Post, hukuman yang dijatuhkan padanya kerap digunakan oleh polisi setempat untuk membungkam perbedaan pendapat.

"Zhang Zhan menghadiri persidangan dengan kursi roda dan kesehatannya buruk," kata salah seorang pengacara Zhang, Zhang Keke.

"Dia tidak segera berkomentar apakah dirinya akan mengajukan banding atau tidak," ujarnya.

Zhang, yang juga seorang mantan pengacara, sebelumnya disebut bisa menghadapi hukuman lima tahun penjara jika terbukti "memicu pertengkaran dan memprovokasi masalah" karena telah melaporkan penanganan awal pemerintah China yang kacau atas wabah Covid-19.

Sekitar selusin pendukung dan diplomat berkumpul di luar Pengadilan Rakyat Shanghai Pudong New District tempat persidangan akan dilangsungkan pada Senin pagi.

Dilansir AFP, jaksa penuntut telah merekomendasikan hukuman penjara selama empat hingga lima tahun.

Zhang mengkritik tanggapan awal pemerintah saat Covid-19 muncul pertama kali di Wuhan. Hal itu ia tuangkan dalam esai yang ditulis pada Februari, dirinya menyatakan bahwa pemerintah "tidak memberikan informasi yang cukup kepada orang-orang, kemudian hanya memberlakukan lockdown kota".

"Ini adalah pelanggaran besar hak asasi manusia," tulisnya.

Kelompok HAM pun turut memberikan perhatian atas kasus Zhang.

"(Pihak berwenang) ini menggunakan kasusnya sebagai contoh untuk menakut-nakuti para pembangkang lain agar tidak mengajukan pertanyaan tentang situasi pandemi di Wuhan awal tahun ini," kata Leo Lan, konsultan penelitian dan advokasi di LSM Pembela HAM China.

Zhang adalah orang pertama yang menghadapi persidangan dari empat orang citizen journalist lain yang ditahan oleh pihak berwenang setempat awal tahun ini karena melaporkan wabah serupas SARS itu dari Wuhan.

Ketiga orang yang bernasib sama dengan Zhang yakni Chen Qiushi, Fang Bin, dan Li Zehua. AFP sebelumnya telah berupaya menghubungi mereka namun tidak berhasil.

Otoritas komunis China memiliki sejarah untuk mengadili para pembangkang di pengadilan yang tidak jelas antara periode Natal dan Tahun Baru untuk meminimalkan pengawasan negara Barat.

Sementara persidangan Zhang dilakukan hanya beberapa pekan sebelum tim internasional ahli Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tiba di China untuk menyelidiki asal-usul Covid-19.

Source:CNN Indonesia.




Ilustrasi 

INFONUSANTARA - Kedutaan Besar Jerman di Jakarta akan memulangkan staf diplomatiknya yang mendatangi markas Front Pembela Islam (FPI) di Petamburan, Kamis (17/12).

Hal tersebut diungkapkan Kepala Perwakilan Kedutaan Jerman di Jakarta saat dimintai klarifikasi oleh Kementerian Luar Negeri RI.

"Kedubes Jerman menyampaikan bahwa staf diplomatik tersebut telah diminta kembali segera (ke Jerman) untuk mempertanggung-jawabkan tindakannya dan memberikan klarifikasi kepada pemerintahnya," tulis Kementerian Luar Negeri RI dalam situs resmi, Senin (21/12)

Selain meminta klarifikasi, Kemlu juga menyampaikan protes atas kunjungan staf Kedubes Jerman ke markas FPI.

Dalam pertemuan, Kepala Perwakilan Kedubes membenarkan keberadaan stafnya saat itu. Dia menyatakan keberadaan stafnya di markas FPI dilakukan atas inisiatif pribadi tanpa mendapatkan perintah atau sepengetahuan pimpinan Kedubes.

Atas kejadian itu, kepala perwakilan Kedubes telah menyampaikan permintaan maaf dan penyesalannya. Selain itu, dia juga menyangkal isi berbagai pernyataan yang disampaikan salah satu pimpinan FPI.

Dia juga menolak tegas kesan bahwa kedatangan stafnya ke Petamburan sebagai bentuk dukungan Jerman kepada FPI.

Sebagai wujud tanggung jawab dan memenuhi tuntutan Kemlu, pihak Kedubes telah memberikan pernyataan resmi kepada publik yang diposting di akun Twitter resmi Kedubes pada Senin (21/12).

Dalam pernyataan tersebut, Kedubes mengatakan mereka menentang segala upaya untuk menginstrumentalisasi kejadian demi tujuan politis.

Kedutaan menghargai hubungan bilateral yang sangat baik dan kerja sama yang erat dengan Indonesia, dan sama sekali tidak mencampuri urusan internal Indonesia. 

"Kami telah berkomunikasi dengan otoritas Indonesia yang berwenang untuk perihal ini dan meyakini bahwa kasus dapat diperjelas untuk semua pihak," bunyi pernyataan tersebut.

Sekretaris Umum FPI Munarman sebelumnya mengklaim sempat didatangi perwakilan Kedubes Jerman.

Munarman mengirimkan dua foto yang menurutnya perwakilan Kedubes Jerman. Foto pertama yakni dua orang bule memasuki Kantor Sekretariat FPI di Jalan Petamburan III.

Sementara, foto kedua menampilkan sebuah mobil dengan plat nomor berlatar putih yang biasa dipakai perwakilan para kedutaan besar negara sahabat di Indonesia. Namun, foto tersebut tidak jelas menunjukkan nomor pelat mobil.

Menurut Munarman, kedatangan perwakilan Kedubes Jerman itu akan memicu perhatian internasional terhadap kasus tewasnya enam anggota laskar FPI dalam bentrokan dengan polisi beberapa waktu lalu.

"Perhatian internasional terhadap kasus extrajudicial killing enam syuhada akan berdampak pada reputasi Indonesia di dunia internasional," tutur dia.

Enam laskar FPI tewas diduga ditembak polisi. Dua di antaranya meninggal saat terlibat baku tembak, sementara empat lainnya ditembak di dalam mobil karena melawan dan mencoba merebut senjata petugas.

Source: CNN Indonesia

 

Ilustrasi bom bunuh diri. (Foto: Istockphoto/ RamonCast)

INFONUSANTARA.NET -- Seorang pelaku bom bunuh diri melakukan aksi di wilayah Karachay-Cherkessia, Kaukasus Utara, Rusia pada Jumat (11/12). Selain menewaskan pelaku, enam petugas kepolisian dikabarkan mengalami luka ringan.

Komite Anti-Terorisme Nasional Rusia melaporkan seorang tidak dikenal berusaha menerobos daerah yang sedang dilakukan penggeledahan oleh polisi.

Ketika tengah berusaha menangkap orang mencurigakan, ia kemudian meledakkan diri hingga membuat enam polisi mengalami luka-luka. Sejauh ini dilaporkan tidak ada korban sipil yang menjadi korban luka-luka.

Mengutip AFP, ledakan bom bunuh diri dilaporkan terjadi sekitar pukul 9 pagi waktu setempat di desa Uchkeken, Kaukasus Utara, Moskow.

Pada 1990-an, daerah tersebut menjadi tempat berkembangnya gerakan separatisme. Dalam beberapa tahun terakhir pemerintah mulai mengurangi petugas polisi yang berjaga karena gerakan separatisme mulai berkurang.(AFP/evn)

Sumber: CNN Indonesia


Demo berakhir ricuh terjadi di Prancis. (Foto: AP/Francois Mori)

INFONUSANTARA.NET -- Puluhan ribu masyarakat menggelar aksi demonstrasi di seluruh Prancis, Sabtu (28/11), pasca pengajuan Rancangan Undang-Undang (RUU) Keamanan yang bakal membatasi pengambilan gambar petugas polisi. Di sejumlah lokasi demo berakhir ricuh antara pedemo dan polisi.

Jika RUU tersebut disahkan, setiap orang yang mempublikasikan foto atau video petugas polisi yang sedang bertugas dengan maksud merusak integritas fisik atau psikologis aparat bisa dijerat hukum hingga satu tahun penjara dan denda 45 ribu euro.

Hal ini memunculkan kekhawatiran di kalangan kelompok kebebasan sipil, jurnalis dan korban pelecehan oleh aparat kepolisian. Mereka menilai beleid tersebut bakal menghalangi kebebasan pers dan memungkinkan kekebalan hukum terhadap aparat.

Dalam unjuk rasa, demonstran menuntut balik tanggung jawab aparat kepolisian yang berulang kali menggunakan gas air mata untuk membubarkan massa yang gaduh dalam aksi protes beberapa tahun belakangan.

Demonstran yang terdiri dari jurnalis, mahasiswa, aktivis sayap kiri, kelompok pembela hak migran dan warga lainnya itu menilai sikap polisi dalam menindak demonstrasi mengeras beberapa tahun terakhir. Khususnya sejak gerakan protes rompi kuning muncul 2018 lalu.

Kerusuhan pada demonstrasi yang dipicu oleh kesulitan ekonomi itu awalnya dimulai saat pengunjuk rasa melempari polisi dengan batu. Langkah ini dibalas polisi dengan tembakan gas air mata.

Buntut terjadi bentrokan antara aparat dan pengunjuk rasa. Insiden ini berujung pada pembakaran bagian depan bank sentral Prancis dan barikade polisi oleh pengunjuk rasa.

"Kami harus memperluas debat. Dan dengan melakukan itu, kami mengatakan bahwa jika tidak ada kekerasan polisi, kami tidak perlu merekam polisi yang melakukan kekerasan," kata Assa Traore, aktivis anti brutalitas kepada Associated Press.

Setidaknya ada 46 ribu pengunjuk rasa yang turut memadati alun-alun Republique di Paris bersama Traore. Para demonstran juga menyerukan pengunduran diri Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Menteri Dalam Negeri Gerald Darmanin.

Kepala Kepolisian Paris Didie Lallement menginstruksikan jajarannya agar mengawasi aksi protes dengan kejujuran, rasa hormat dan etika. Aksi sendiri terpantau berjalan damai.

Pemerintah Macron berdalih UU Keamanan dibutuhkan untuk melindungi aparat kepolisian di tengah ancaman dan serangan kekerasan. Sedangkan pemimpin redaksi surat kabar Prancis Le Mondo, Luc Bronner berpendapat lain.

"Sudah ada hukum yang ada untuk melindungi pegawai negeri, termasuk pasukan polisi ketika mereka menjadi sasaran. Dan itu sah, polisi melakukan tugas yang penting," katanya.

"Tapi bukan itu masalahnya. Ini tentang membatasi kapasitas warga dan bersama mereka, jurnalis, untuk mendokumentasikan kekerasan polisi ketika itu terjadi," lanjut Bronner.

Perdana Menteri Prancis Jean Castex telah menunjuk komisi untuk menyusun kembali Pasal 24 pada UU tersebut. Namun menanggapi penolakan dari parlemen, komisi itu akan membahas kembali draf yang baru pada awal tahun depan bersama media dan polisi.

Unjuk rasa nasional sendiri mulanya didorong oleh rekaman video yang menunjukkan petugas polisi tengah memukuli seseorang pria kulit hitam yang tersebar beberapa hari terakhir.

Macron menyatakan tindakan yang terekam dalam video tersebut telah mempermalukan negara. Tak lama kemudian muncul lagi rekaman video lain yang menunjukkan sejumlah aparat memukuli prosedur musik Michel Zecler.

Sumber:CNN Indonesia

 



Acara tahunan kedua 5 Desember 2020
Habis Gelap Terbitlah Terang Menghargai Perjuangan Penyintas Kekerasan dalam Rumah Tangga

Kita berkumpul bersama untuk membuat sejarah. Memperingati kematian Nelson Mandela pada 5 Desember 2013 lalu. Harapannya, apa yang kita lakukan ini, bisa menjadi katalisator perubahan.

Kali ini, acara yang digelar satu tahun sekali ini, mengangkat dan memberi penghargaan terhadap perjuangan para penyintas kekerasan dalam rumah tangga.

Selain itu, kita menyalakan kembali apa impian para pahlawan seperti Mandela, Sudirman and Kartini.

Hal itu sesuai tujuan Rahasia Mafiusa NPO:

Meningkatkan kesadaran tentang Seni dan Budaya Indonesia untuk membangun hubungan baru dengan sejarah leluhur. Serta sejarah bagi semua orang Afrika Selatan. 

Memastikan ikatan antara Indonesia dan Afrika Selatan.

Menggunakan puisi dan musik sebagai media untuk ekspresi diri dan penyembuhan.

Menggunakan bemacam kesenian sebagai alat pemersatu antara komunitas yang selama ini terpisah atau berjarak.

Abospitter (CPT)- Rapper Gracia Tobing (ID)- Penyair Na’am Grupo (ID)- NasyidTari Cewang (ID)- Tarian Prince Shapiro (USA)- Penyair Riyo (CPT)- Rapper LOR (JHB)- PenyairSuperWomen (CPT)- Cerita & motivasi Husnil Fajri (ID)- Qari PerempuanRochelle Coetzee (PTA)- Penyair Annette Muller (CPT)- Penyair Def Poets Ink (JHB)- PenyairBarkie Mckrea (CPT)- Pembicara Motivasi Tridhatu (ID)- Kolektif musik eksperimental.

Tahun ini komunitas yang berpartisipasi semakin bertambah. Termasuk dari Afrika Selatan, Indonesia, Malaysia, Jamaika, Amerika Serikat, Inggris dan masih banyak lagi!

Kita semua di seluruh dunia telah merasakan lockdown di masa pandemi ini. Waktunya untuk masuk ke dalam batin, lebih terhubung dengan Allah dan memperbanyka membantu mereka yang membutuhkan. 

Di dalam acara ini, kita gunakan untuk menginspirasi supaya tidak menyerah.Supaya terus berjuang untuk potensi yang lebih baik dalam diri kita dan komunitas kita.

Di dalam terang ada unsur kegelapan dan di kegelapan akan selalu ada cahaya, walaupun kecil. Kita merayakan semangat hidup Kartini dengan “Habis Gelap Terbitlah Terang.” Kita membagikan jalur untuk penyembuhan, serta berbagai perspekif untuk menciptakan rasa kebersamaan. 

Bergabunglah dengan 15 bintang tamu di Habis Gelap Terbitlah Terang,menampilkan puisi, tarian, music, rap, lagu, cerita, pembicara motivasi dan kesempatan Open Mic untuk membagikan ekspresi 

Anda. Hasilnya, akan digunakan untuk mengirimkan alat musik, kostum dan buku tentang Indonesia (warisan, Wali yang berasal dari Indonesia, seni tradisi) ke Afrika Selatan.

Kapan: 5 Desember 2020

Waktu: WIB 22:30/ WITA 23:30

Apa: 15 Bintang Tamu Nasional & Internasional & OPEN MIC

Dimana: Kota Cape Town & Aplikasi Zoom

Tiket: IDR 150k

 

Hubungi: +27820719414 rahasiamafiusanpo@gmail.com

Nina Alexia Brazzo, Ketua Rahasia Mafiusa NPOM

Menjematani kesenjangan antar komunitas

 

Imam Besar FPI Rizieq Shihab disebut kerap mengatakan Presiden Joko Widodo adalah presiden ilegal saat di Arab Saudi. (CNN Indonesia/Safir Makki)

INFONUSANTARA.NET -- Duta Besar RI untuk Arab Saudi, Agus Maftuh Abegebriel mengungkapkan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab kerap menyebut Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai presiden ilegal selama berada di Tanah Suci.

"MRS (Muhammad Rizieq Shihab) justru sering melancarkan kalimat tidak pantas dari kota suci Makkah dengan menyebut Presiden Jokowi adalah presiden ilegal," kata Agus kepada CNNIndonesia.com, Jumat (6/11).

Agus menyebut para koleganya pun menyayangkan ucapan yang dikeluarkan oleh pria yang menetap selama tiga tahun lebih di negara orang tersebut.

"Kami sering ditanya kolega-kolega Saudi yang menyayangkan bagaimana ada warga negara Indonesia menyebut kepala negaranya dengan sebutan 'rais ghair syar'iyyin', presiden illegal," ujarnya.

Menurut Agus, Rizieq terjerat sejumlah kasus, salah satunya masalah keimigrasian. Ia membantah jika KBRI Riyadh terkesan tak membantu Rizieq selama di Saudi.

Agus menyatakan kasus yang menjerat Rizieq tak masuk dalam prioritas KBRI Riyadh. Menurutnya, kasus yang menjadi prioritas pihaknya yakni kasus high profile case (HPC) atau kasus-kasus yang berkaitan dengan hukuman mati dan nyawa.

Contohnya, kata Agus, dalam beberapa bulan terakhir KBRI Riyadh sedang berfokus untuk mendampingi seorang WNI yang terancam hukuman mati karena peristiwa 12 tahun yang lalu

"Kasus yang menimpa MRS tidak masuk dalam prioritas KBRI Riyadh," ujarnya.

Selain tak masuk kategori prioritas, Agus menyebut bahwa selama ini Rizieq tak pernah mengadukan permasalahannya kepada pihak KBRI sejak kasus itu bergulir.

"Apalagi ke KBRI Riyadh yang jaraknya 1.000 km dari Makkah, ke KJRI Jeddah yang hanya 100 km dan cukup 45 menit saja tidak pernah melaporkan permasalahan yang dia hadapi," katanya.

Sekretaris Umum FPI Munarman mengatakan Agus hanya membuat gaduh di tengah kepulangan Rizieq. Menurutnya, Agus telah gagal menjalankan misi sehingga menyebarkan berita bohong.

"Malas saya melayani orang-orang itu, nyebar hoaks dan fitnah," ujarnya.

Sebelumnya, Rizieq membantah dirinya terbelit masalah izin tinggal yang kedaluwarsa atau overstay di Arab Saudi. Ia mengklaim selama ini pejabat Indonesia tak memahami aturan soal overstay di Arab Saudi.

Sementara, Menko Polhukam Mahfud MD menyebut bahwa Rizieq sempat terjerat kasus dugaan pengumpulan dana ilegal dan kegiatan-kegiatan politik di Arab Saudi hingga masalah keimigrasian.

Mahfud dan Agus menyebut Rizieq sendiri masuk dalam daftar deportasi. Otoritas Saudi disebut hanya memberikan izin Rizieq tinggal di sana 11 November. Rizieq pun memutuskan pulang dan diprediksi tiba 10 November.

Sumber: CNN Indonesia

 

Dubes RI untuk Saudi Agus Maftuh Abegebriel menyebut Rizieq Shihab masuk daftar deportasi. (Foto: Istimewa)

INFONUSANTARA NET -- Duta Besar RI untuk Arab Saudi Agus Maftuh Abegebriel mengungkapkan bahwa pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Muhammad Rizieq Shihab (MRS) pulang ke Indonesia setelah masuk daftar deportasi.

Sebelumnya, Rizieq mengklaim pulang ke tanah air setelah visanya diperpanjang oleh Arab Saudi dan usai permohonan izin keluar atau bayan safar darinya ditolak otoritas setempat.

Agus menjelaskan bahwa status Rizieq itu terdapat layar keempat dalam sistem komputer imigrasi Arab Saudi.

"Di layar ini juga tertulis dengan sangat jelas nama MRS masuk dalam 'tasjil murahhal', daftar orang dideportasi," ungkap dia, dalam keterangan tertulisnya kepada CNNIndonesia.com, Jumat (6/11).

"Saya berpesan untuk MRS: Tidak perlu malu dengan status di sistem komputer imigrasi Saudi ini," lanjut Agus.

Ia menyebut status deportasi itu juga dapat dilihat pada layar-layar sistem komputer imigrasi Saudi sebelumnya. Layar pertama, kata Agus, berisi informasi tentang pendatang (ma'lumat za'ir).

"Layar pertama sangat jelas sekali tidak ada perpanjangan visa, yang ada adalah perubahan batas akhir tinggal (intiha' al-iqamah) sampai dengan 11 November 2020," ujar dia.

"Sedangkan batas tanggal berlakunya visa (tarikh intiha' as-salahiyah) tetap tanggal 20 Juli 2018 (dalam dokumen tertulis, 25/09/1439 H)," sambungnya. 

Layar kedua, lanjut Agus, menampilkan menu utama Sijil al-Mukhalif atau daftar catatan pelanggar undang-undang keimigrasian. Identitas MRS, kata dia, tercatat di layar ini, mulai dari nama, jenis pelanggaran, nomor deportan, jenis dokumen, dan lainnya.

"Jelas sekali MRS di layar kedua ini dilabeli 'mukhalif' pelanggar undang-undang dan ini tidak akan hilang," cetusnya.

"Di layar kedua ini ada dua kolom yang sensitif dan berkategori aib sehingga kami tidak elok untuk membukanya ke publik. Saya masih menghargai MRS sebagai sesama santri," tutur Dubes.

Layar ketiga berisi data MRS yang bolak-balik keluar masuk Arab Saudi, meski tak sempat ke Indonesia.

Agus menuturkan pihaknya pun telah berkomunikasi dengan Kantor Imigrasi Kerajaan Arab Saudi pada Kamis (4/11). Dari komunikasi itu, pihaknya mendapat lima lembar dokumen keimigrasian yang berisi informasi tentang Rizieq.

"MRS, sesuai nama yang tertera dalam paspor bernomor B326????, visanya tidak diperpanjang oleh Pemerintah Arab Saudi dan hanya diberikan izin tinggal paling lambat sampai dengan 11 November 2020," kata dia, yang merupakan politikus PKB itu.

Dengan demikian, disampaikan Agus, Rizieq hanya mendapatkan waktu sembilan hari dari pemerintah Arab Saudi. Tenggat waktu itu terhitung sejak 2 November saat Rizieq datang ke Kantor Deportasi Syumaisi untuk mengurus admistrasi kepulangan.

"Arab Saudi hanya memberikan waktu sembilan hari sejak kedatangan MRS di Kantor Deportasi Syumaisi," ucap Agus.

Sebelum melewati batas waktu itu, Rizieq sendiri telah mengumumkan waktu kepulangannya ke Indonesia. Dia akan terbang dari Jeddah pada 9 November dengan Saudi Saudi Airlines nomor penerbangan SV 816 dan tiba di Tanah Air pada 10 November.

Pihak Rizieq sebelumnya berulangkali membantah overstay atau bermasalah dalam hal keimigrasian di Saudi.

Sumber:CNN Indonesia

Presiden Prancis, Emmanuel Macron.(ist)

INFONUSANTARA.NET - Akibat pernyataannya yang menghubung-hubungkan Islam dengan tindakan terorisme atau ekstremisme, Presiden Prancis Emmanuel Macron panen kecaman.

Terkait hal itu, Macron pun menyampaikan pernyataan terbaru, Sabtu (31/10), dengan mengatakan bahwa ia menghormati para Muslim yang dikejutkan oleh kartun Nabi Muhammad SAW.

Namun, kata Macron, itu bukan alasan untuk melakukan kekerasan.

Dalam upaya untuk memperbaiki apa yang ia katakan sebagai kesalahpahaman tentang niat Prancis di dunia Muslim, Macron memberi kesempatan wawancara kepada jaringan televisi Arab Al Jazeera. Wawancara itu disiarkan pada Sabtu.

Selama wawancara, Macron mengatakan Prancis tidak akan mundur dalam menghadapi kekerasan dan ia akan membela hak kebebasan berekspresi, termasuk penerbitan kartun.

Namun, presiden Prancis itu menekankan bahwa tidak berarti dirinya atau para pejabatnya mendukung kartun-kartun itu –yang oleh Muslim dianggap menghujat, juga tidak berarti bahwa Prancis anti-Muslim.

“Jadi saya memahami dan menghormati bahwa orang-orang terkejut dengan kartun ini, tetapi saya tidak akan pernah menerima bahwa seseorang dapat membenarkan kekerasan fisik karena kartun ini, dan saya akan selalu membela kebebasan di negara saya untuk menulis, berpikir, menggambar,” kata Macron, menurut transkrip wawancara yang dirilis oleh kantornya.

“Peran saya adalah menenangkan segalanya, itulah yang saya lakukan, tetapi pada saat yang sama, melindungi hak-hak ini.”

Seorang penyerang yang meneriakkan “Allahu Akbar” memenggal seorang perempuan dan membunuh dua orang lainnya di sebuah gereja di Nice pada Kamis (29/10).

Peristiwa itu merupakan serangan pisau berujung maut kedua di Prancis dalam dua minggu.

Tersangka penyerang, berusia 21 tahun dari Tunisia, ditembak oleh polisi dan sekarang berada dalam kondisi kritis di rumah sakit.

Polisi pada Sabtu menyebutkan bahwa satu orang lagi ditahan sehubungan dengan serangan itu.

Orang tersebut menambah tiga lainnya yang sudah ditahan karena dicurigai melakukan kontak dengan penyerang.

Macron telah mengerahkan ribuan tentara untuk melindungi berbagai lokasi, seperti tempat ibadah dan sekolah.

Sementara itu, para menteri telah memperingatkan bahwa serangan militan lainnya bisa terjadi.

Serangan Nice, pada hari Muslim merayakan peringatan hari lahir Nabi Muhammad SAW, terjadi di tengah kemarahan yang meningkat di kalangan Muslim di seluruh dunia atas pembelaan Prancis pada hak untuk menerbitkan kartun yang menggambarkan Nabi Muhammad.

Pada 16 Oktober, Samuel Paty, seorang guru sekolah di daerah pinggiran Kota Paris, dipenggal kepalanya oleh seorang remaja keturunan Chechnya.

Warga berusia 18 tahun itu tampaknya marah terhadap guru tersebut, yang menunjukkan kartun Nabi Muhammad di kelas selama pelajaran kewarganegaraan.

Di beberapa negara mayoritas berpenduduk Muslim, para pengunjuk rasa mengecam Prancis dalam aksi unjuk rasa di jalanan. Beberapa negara juga menyerukan pemboikotan terhadap produk-produk Prancis.

Prancis, yang gelisah mengantisipasi kemungkinan serangan lainnya, tersentak pada Sabtu malam ketika seorang imam Ortodoks Yunani ditembak dan terluka di gerejanya di kota Lyon di Prancis tenggara.

Namun, para pejabat tidak memberikan indikasi dugaan terorisme pada serangan di gereja Lyon itu. (JPNN)


Sebuah spanduk hitam terlihat di logo "I Love Nice", sebagai penghormatan bagi para korban serangan maut dengan senjata tajam, di Nice, Prancis, Sabtu (31/10/2020). (REUTERS/Eric Gaillard/foc/cfo)

Kepolisian masih berusaha mencari tersangka lainnya, mengingat penyelidik masih mencari orang-orang yang terakhir dihubungi oleh pelaku teror.

INFONUSANTARA.NET Dua pria lagi ditahan oleh aparat keamanan di Prancis, sehingga total tersangka yang ditangkap oleh kepolisian terkait dengan aksi teror di Nice jadi enam orang. Hal itu diungkapkan oleh seorang polisi setempat yang enggan menyebutkan namanya.

Kepolisian masih berusaha mencari tersangka lainnya, mengingat penyelidik masih mencari orang-orang yang terakhir dihubungi oleh pelaku teror.

Dua tersangka baru itu ditangkap pada Sabtu (31/10), kata sumber yang sama.

Kepolisian menangkap dua pria yang berasal dari Kota Grasse, dekat wilayah pesisir selatan Prancis yang tidak jauh dari Nice, demikian laporan saluran televisi BFM TV.

Seorang penyerang sambil meneriakkan Allahu Akbar memenggal kepala seorang perempuan dan membunuh dua orang lainnya dalam sebuah gereja di Nice, Kamis (29/10). Insiden itu merupakan aksi teror mematikan kedua dalam dua minggu terakhir, yang kemungkinan didorong oleh paham garis keras.

Pelaku penyerangan, seseorang yang berasal dari Tunisia dan berusia 21 tahun, ditembak oleh polisi dan saat ini masih dalam kondisi kritis di rumah sakit.

Kepala jaksa untuk anti terorisme Prancis mengatakan pria yang diduga sebagai penyerang di Nice itu tiba di Lampedusa, sebuah pulau di Italia yang berbatasan dengan Tunisia, pada 20 September.

Sejumlah penyelidik di Italia juga membantu investigasi aparat penegak hukum di Prancis, khususnya terkait kegiatan tersangka dan orang-orang yang ia hubungi di Pulau Sisilia.

Para penyelidik meyakini bahwa tersangka sempat tingggal di Sisilia setelah menyeberang dari Lampedusa ke Bari pada awal Oktober dengan menggunakan sebuah kapal yang biasanya dipakai untuk mengarantina para pengungsi, kata beberapa sumber dari aparat.

Tersangka juga diyakini mendapat surat peringatan untuk keluar dari Italia dalam waktu seminggu, kata sumber yang sama.

Para penyelidik masih mencari kemungkinan bahwa tersangka sempat tinggal di Kota Alcamo, Sisilia, selama 10 hari, kata beberapa narasumber. Antara

Sumber: Suara.com


 

Seorang tentara berjaga di lokasi penembakan, gereja ortodoks Kota Lyon, Prancis, 31 Oktober 2020. AFP /Filippe Desmazes

Pihak berwenang Prancis telah menangkap seorang pria terduga pelaku

INFONUSANTARA.NET - Pria bersenjata menyerang sebuah gereja ortodoks di Kota Lyon, Prancis pada Sabtu (1/11/2020), menembaki seorang pendeta.

Menyadur BBC, pendeta yang diidentifikasi sebagai Nikolas Kakavelakis, terluka parah usai ditembak dua kali di bagian perut.

Pihak berwenang belum mengetahui secara pasti motif penyerangan, penyelidikan percobaan pembunuhan telah dilancarkan.

Penembakan terjadi sekitar pukul 16.00 sore, saat pendeta itu tengah menutup gereja.

Penyerang, yang disebutkan menenteng senapan laras pendek, langsung kabur dari lokasi usai melancarkan tembakan.

Jaksa penuntut umum Lyon, Nicolas Jacquet, pada Sabtu malam mengatakan pihak berwenang telah menahan seorang pria terduga pelaku.

"Seseorang yang berkemungkinan sesuai dengan gambaran saksi awal telah ditempatkankan di tahanan polisi," ujar Jacquet.

Jacquet menyebut pria itu tak membawa senjata ketika ditangkap oleh pihak kepolisian. Penyelidik masih mencari tahu identitasnya.

Wali kota Lyon Gregory Doucet sebelumnya mengatakan pihaknya belum mengetahui motif penyerangan gereja ini.

Sang pendeta yang sedang menjalani perawatan di rumah sakit, disebutkan masih dalam kondisi kritis.

Perdana Menteri Prancis Jean Castex mengatakan pemerintah bertekad untuk mengizinkan "setiap dan semua orang menjalankan ibadah mereka dalam keamanan dan kebebasan penuh.

Penembakan di gereja Ortodoks Lyon ini terjadi tiga hari setelah serangan di Basilika Notre-Dame yang menewaskan tiga orang, dengan satu perempuan terpenggal, dan dua pekan setelah pembunuhan Samuel Paty, guru sejarah yang dipenggal karena menunjukkan kartun Nabi Muhammad di kelasnya.

Sumber:Suara.com

Anggota DPD RI asal Bali, Arya Wedakarna. [Beritabali]

Yang bersangkutan (Arya Wedakarna) telah membuat pernyataan di depan siswa-siswi di SMAN 2 Tabanan, bahwa seks bebas diperbolehkan asalkan pakai kondom," kata dia.

INFONUSANTARA.NET -- Anggota DPD RI asal Bali, I Gusti Ngurah Arya Wedakarna alias AWK, dilaporkan Perguruan Sandhi Murti ke Polda Bali.

Dia dilaporkan ke polisi atas dua kasus, yakni dugaan penodaan dan pernyataan 'seks bebas diperbolehkan asalkan pakai kondom'.

Dikutip dari Suarabali.id, Pinisepuh Perguruan Sandhi Murti, I Gusti Ngurah Harta bersama seorang warga Nusa Penida mendatangi Polda Bali untuk melaporkan AWK.

Ia mengatakan, anggota DPD RI tersebut telah melontarkan ucapan bernada melecehkan terkait simbol agama Hindu.

"Beberapa minggu lalu yang bersangkutan (Arya Wedakarna) telah mengeluarkan pernyataan yang diduga melecehkan simbol-simbol yang dipuja masyarakat Bali yang intinya diduga merendahkan Ida Bhatara Dalem Ped Nusa Penida," ujarnya saat ditemui di Polda Bali, Jumat (30/10/2020).

Selain itu, pernyataan AWK terkait seks bebas asal pakai kondom juga dipersoalkan masyarakat.

"Sekitar bulan Januari tahun 2020 lalu, yang bersangkutan (Arya Wedakarna) telah membuat pernyataan di depan siswa-siswi di SMAN 2 Tabanan, bahwa seks bebas diperbolehkan asalkan pakai kondom," kata dia.

Dia melanjutkan, "AWK ini juga bilang yang lahir dari ibu hamil sebelum nikah akan jadi anggota ormas, jadi anak bebinjat, anak yang lahir dari neraka dan jadi orang korupsi."

Kuasa hukum Harta, I Nengah Yasa Adi Susanto, mengatakan, untuk barang bukti yang akan diserahkan ke kantor polisi, berupa rekaman video pelecehan simbol agama dan rekaman saat Arya Wedakarna berpidato di SMA Negeri 2 Tabanan.

"Saya kira ini pokok kesalahannya adalah diunggahnya melalui medsos menyangkut hal-hal yang sangat menganggu perasaan masyarakat khususnya masyarakat Nusa Penida tentang ungkapan-ungkapan yang tidak sepantasnya disampaikan lewat media," ucap Susanto.

Sementara itu, saat dikonfirmasi terpisah, Kepala Subdit V Kejahatan Siber Dit Reskrimsus Polda Bali, AKBP Gusti Ayu Putu Suinaci, mengatakan, akan memproses laporan tersebut sesuai dengan prosedur dan SOP yang ada.

"Untuk prosesnya kalau memang ada laporan kita pasti proses sesuai dengan prosedur yang ada. Kalau ada memenuhi unsur pidana yang dilaporkan ya kita sesuaikan dengan prosedur dan SOP yang ada," ucapnya.

Suinaci menambahkan semuanya melalui proses analisa terlebih dulu, kalau sudah dipelajari dan ada unsur-unsur, maka akan diproses lebih lanjut.

"Saya belum lihat laporannya seperti apa. Nanti laporan tersebut akan masuk ke pimpinan dulu, baru ke masing-masing subdit," sambung Suinaci.

Sumber: Suara.com

 

Presiden Prancis, Emmanuel Macron. (Foto: Francois Mori/Pool via Reuters)

INFONUSANTARA.NET -- Eropa terancam dilanda gelombang besar kedua penularan COVID-19 sebelum musim dingin. Presiden Prancis, Emmanuel Macron, memutuskan memberlakukan lagi karantina wilayah (lockdown) di negara mereka.

“Saya telah memutuskan bahwa kita (Prancis, red) perlu kembali ke penguncian untuk menghentikan virus,” kata Presiden Macron.

“Virus itu beredar dengan kecepatan yang bahkan tidak diantisipasi oleh perkiraan yang paling pesimistis,” ujarnya dalam pidato yang disiarkan televisi, Rabu (28/10/2020).

“Seperti semua tetangga kita (Prancis, red), kita tenggelam oleh percepatan virus yang tiba-tiba,” ia menambahkan.

“Kita (Prancis, red) semua berada di posisi yang sama: dibanjiri gelombang kedua yang kita tahu akan lebih sulit, lebih mematikan daripada gelombang pertama,” kata Macron.

Di bawah aturan baru Prancis yang mulai berlaku pada Jumat (29/10), warga diwajibkan tinggal di rumah.

Pengecualian akan diberikan bagi mereka yang perlu membeli barang-barang penting, mendapatkan layanan medis, atau berolahraga hingga satu jam sehari.

Warga akan diizinkan pergi bekerja jika majikan mereka menganggap pekerjaan tidak bisa dilakukan dari rumah.

Sekolah-sekolah di Prancis akan tetap buka.

Seperti pada hari-hari paling kelabu selama musim semi, siapa pun di negara itu yang meninggalkan rumah harus membawa dokumen, yang menguatkan alasan seseorang untuk berada di luar rumah.

Sementara, Jerman akan menutup semua bar, restoran, dan teater pada 2-30 November berdasarkan langkah-langkah yang disepakati antara Kanselir Jerman Angela Merkel dan para kepala pemerintah daerah.

Sekolah-sekolah akan tetap buka, dan toko-toko akan diizinkan beroperasi dengan batasan ketat pada jumlah orang yang berada di dalam toko.

Kita perlu mengambil tindakan sekarang,” kata Kanselir Jerman Angela Merkel. “Sistem kesehatan kita masih dapat mengatasi tantangan itu hari ini, tetapi pada kecepatan infeksi ini sistem akan mencapai batas kemampuannya dalam beberapa minggu,” ujar kanselir.

Menteri Keuangan Jerman Olaf Scholz menulis di Twitter, “November akan menjadi bukti. Peningkatan jumlah infeksi memaksa kita untuk mengambil tindakan pencegahan yang keras untuk mematahkan gelombang kedua.”

Prancis setiap hari telah dilanda lonjakan sebanyak 36.000 kasus baru COVID-19.

Jerman, yang tidak terlalu terpukul dibandingkan sejumlah negara tetangganya di Eropa awal tahun ini, mengalami peningkatan kasus secara berlipat. “Kalau kita (Jerman, red) menunggu sampai unit perawatan intensif penuh, itu akan terlambat,” kata Menteri Kesehatan Jerman Jens Spahn.

Jerman sudah mulai menerima pasien-pasien dari Belanda, negara tetangga yang kapasitas rumah sakitnya sudah mencapai batas. Wakil Perdana Menteri Rusia Tatiana Golikova mengatakan pada Rabu bahwa ketersediaan ranjang-ranjang rumah sakit sudah terisi 90 persen di 16 wilayah negara itu.

Beberapa pejabat telah memperingatkan bahwa bahkan sistem kesehatan yang dilengkapi dengan baik, seperti yang ada di Prancis dan Swiss, dapat mencapai titik puncak dalam beberapa hari.

Sementara itu, harapan bahwa pengobatan baru dapat mengekang penyebaran virus corona terhambat ketika kepala satuan tugas pengadaan vaksin Inggris mengatakan bahwa vaksin yang sepenuhnya efektif mungkin tidak akan pernah dikembangkan dan versi-versi awal kemungkinan besar tidak sempurna.

Menurut angka terbaru dari Organisasi Kesehatan Dunia pada Selasa (27/10), Eropa melaporkan 1,3 juta kasus baru dalam tujuh hari terakhir. Jumlah tersebut hampir setengah dari sekitar 2,9 juta yang dilaporkan di seluruh dunia.

Eropa dalam sepekan terakhir mencatat lebih dari 11.700 kematian, yang merupakan lonjakan sebesar 37 persen dari minggu sebelumnya. Sejauh ini di seluruh dunia, kasus COVID-19 tercatat lebih dari 42 juta dan sedikitnya 1,1 juta orang meninggal akibat penyakit virus tersebut, yang pertama kali dilaporkan muncul di Kota Wuhan, China, pada akhir tahun lalu.

Pemerintah di seluruh Eropa telah mendapat kecaman karena kurangnya koordinasi dan dianggap gagal menggunakan jeda kasus selama musim panas untuk meningkatkan penanganan, sehingga membuat rumah-rumah sakit tidak siap.

Di Amerika Serikat, gelombang baru infeksi telah mencatat serangkaian rekor, enam hari menjelang pemilihan presiden.

Presiden Donald Trump telah meremehkan virus corona dan tidak menunjukkan tanda-tanda akan membatalkan kampanye. Para pendukungnya sering menolak menggunakan masker atau menjaga jarak yang aman saat menghadiri kampanye. 

Sumber:JPNN

 

Denny Siregar.(ist)
INFONUSANTARA.NET -- Aktivis media sosial, Denny Siregar mengatakan, seandainya ummat Islam di Indonesia dikenal sebagai umat yang menghormati ajaran dan keyakinan orang lain, maka pastinya ketika agama kita dihina, maka mereka juga akan ikut membela kita.

Tetapi Denny bilang, mereka tidak membela kita, sebab ajaran mereka selalu dihina. “Tapi bagaimana mereka bisa membela ajaran kita, kalau kita selalu menghina ajaran mereka,” Ujar Denny Siregar dikutip akun twitternya, Kamis (29/10) seperti dilansir dari Fajar.co.id

Denny Siregar mengatakan hal itu, terkait sejumlah kecaman yang datang kepada Presiden Prancis Emmanuel Macron karena dinilai telah menyudutkan Islam dan membiarkan Karikatur Nabi Muhammad SAW sebagai kebebasan berekspresi.

Denny Siregar bilang, ummat Islam selalu menghina sesembahan dari agama lain, padahal dalam Alquran surat Al An’am 108, Allah Ta’ala melarang menghina sesembahan dari agama lain.

“Saya bukan membela pemenggalan guru di Perancis. Cuman aneh aja. Kalian selama ini ngejek Yesus pakai kolor. Terus ngejek Yesus di gantungan. Kalian ejek mereka terus seolah-olah kalian paling benar. Sekalinya balik diejek, main penggal. Kalo ga mau diejek, jangan suka ngejek.” Ucap Denny Siregar.

Dia bilang, setiap dia diundang di Gereja, dia sangat dihormati meskipun berbeda agama.

“Karena gua menghormati agama mereka. Apa yang susah dengan itu? Bahkan Alquran pun sudah mengingatkan dengan tegas.” Pungkas Denny Siregar. 


Ilustrasi warga negara Rusia (KBRI Moskow)

INFONUSANTARA.NET -- Pemuda di Rusia turut memperingati Hari Sumpah Pemuda dengan mengikuti lomba menulis dan berpidato menggunakan Bahasa Indonesia. Acara dihelat di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk Rusia di Moskow.

Lomba pidato dilakukan secara virtual. Diikuti mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Rusia, yaitu Moscow State Institute of International Relations (MGIMO), Institute of Asian and African Studies of the Lomonosov Moscow State University (ISAA-MGU).

Kemudian, Diplomatic Academy of the Ministry of Foreign Affairs of the Russian Federation, St. Petersburg State University, dan Kazan Federal University. Di sejumlah perguruan tinggi tersebut diajarkan Bahasa Indonesia.

Salah satu peserta lomba pidato, Anastasia Sycheva menyampaikan tentang peran penting hubungan Indonesia dengan Rusia sejauh ini. Terutama mengenai peningkatan kerja sama bidang budaya dan pendidikan.

Anastasia sendiri merupakan mahasiswi semester 4 yang mendalami Bahasa Indonesia di kampusnya.

"Kerja sama di bidang budaya dan pendidikan dapat menarik perhatian dan motivasi lebih banyak orang Indonesia dan Rusia dari berbagai lapisan masyarakat kedua negara untuk memperkuat kerja sama bilateral lainnya," kata Anastasia mengutip Antara, Rabu (28/10).

Ada pula kelompok pemuda Rusia lainnya yang memberikan pesan dan kesan terkait Hari Sumpah Pemuda. Mereka memakai batik dengan motif khas Indonesia.

Di sela-sela latihan gamelan di KBRI Moskow, mereka menyampaikan Selamat Hari Sumpah Pemuda kepada Indonesia.

Anggota Gamelan Dadali di KBRI Moskow, Alesandra mengaku senang mempelajari Bahasa Indonesia karena dapat memahami budaya setempat.

Aleksandra adalah mahasiswi semeter empat di Institute of Oriental Studies.

Wakil Duta Besar RI untuk Rusia merangkap Belarus, Azis Nurwahyudi mengatakan bahwa peran pemuda sangat penting dalam hubungan Indonesia dan Rusia.

Dia menyampaikan perhatian generasi muda Rusia terhadap Indonesia begitu besar. Tidak sedikit pemuda Rusia yang ingin mengetahui banyak tentang Indonesia.

"Salah satu contohnya adalah keikutsertaan para pemuda Rusia pada lomba pidato dan menulis Bahasa Indonesia. Selain itu, para pemuda Rusia juga datang ke KBRI Moskow untuk belajar Bahasa Indonesia, gamelan, dan tarian Indonesia," kata Azis Nurwahyudi.

Sumber:CNN Indonesia

 

HIMA Persis menggelar demonstrasi menolak UU Ciptaker di area Patung Kuda, Jakarta Pusat, Rabu (28/10). Foto: Aristo Setiawan/JPNN.com

INFONUSANTARA.NETPuluhan mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Persatuan Islam (HIMA Persis), menggelar demonstrasi menolak UU Cipta Kerja (Ciptaker) di area Patung Kuda, Jalan Medan Merdeka Barat, Rabu (28/10).

Dalam aksinya, mahasiswa membawa balon udara yang di bawahnya tergantungkan sebuah spanduk.

Dalam spanduk tersebut, HIMA Persis menilai pemerintahan era Presiden Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin gagal selama memimpin Indonesia.

“Jokowi-Amin gagal,” tulis spanduk yang dikaitkan di balon udara yang dibawa HIMA Persis saat aksi.

HIMA Persis juga turut membawa spanduk yang berisikan tujuh tuntunan kepada pemerintah Jokowi-Maruf.

Dalam sebuah poin, organisasi tersebut meminta Jokowi mengaluarkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu) yang bisa membatalkan UU Ciptaker.

“Keluarkan Perppu, cabut Omnibus Law (UU Ciptaker),” tulis tuntutan aksi HIMA Persis.

Dalam poin tuntutan berikutnya, HIMA Persis meminta Presiden Jokowi bisa menegakkan hukum dan tuntaskan kasus Hak Asasi Manusia (HAM).

Poin berikutnya, HIMA Persis meminta Presiden Jokowi bisa menyetop oligarki politik, menghentikan kapitalisasi sumber daya alam di Indonesia, dan menyelesaikan tindakan represif aparat.

Selain itu, HIMA Persis juga menuntut Presiden Jokowi menghapuskan kapitalisasi pendidikan dan mendesak pemerintah fokus menangani Covid-19.

“Kondisi buruh yang tertindas dan ekonomi yang sulit ialah buntut kerja pimpinan yang zalim dan gagal memimpin bangsa,” tegas seorang orator HIMA Persis di lokasi aksi. (jpnn/fajar)

Sumber: Fajar.co.id


Formulir Kontak

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.