KPID Sumbar Gelar Rakor Refleksi Akhir Tahun Penyiaran di Sumbar

 

KPID Sumbar Gelar Rakor Refleksi Akhir Tahun Penyiaran di Sumbar.

INFONUSANTARA.NET -- Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sumatera Bara menggelar Rapat Koordinasi dan Refleksi Akhir Tahun 2020 Penyiaran di Sumatera Barat dengan tema “Dinamika Penyiaran Tahun 2020 dan Harapan Penyiaran yang Berkualitas di Tahun 2021”, Rabu (30/12) di Aula Dinas Kominfo Sumatera Barat.

Kegiatan yang diikuti lembaga penyiaran se Sumateta Barat, Ormas Islam, OKP, organisasi kewartawanan dan praktisi media online tersebut dibuka oleh Gubernur Sumatera Barat yang diwakili Kepala Dinas Kominfo Jasman Rizal Datuk Bandaro Bendang.

Pada kesempatan itu, Jasman mengatakan, lembaga penyiaran adalah agen perubahan dan agen edukasi kepada masyarakat.

“Untuk itu, saya berharap, lembaga penyiaran mengangkat local wisdom. Misalnya dengan menertibkan penyiar atau presenter yang menggunakan kata sapaan lo, gue, mbak dan mas. Ini Minangkabau, mestinya kata sapaan yang dipakai adalah uda atau uni, sehingga orang luar yang datang ke Sumbar tahu, kalau dia sudah berada di bumi Minangkabau,” ungkap Jasman.

Menurut Jasman, lembaga penyiaran di Sumatera Barat harus bertitik tolak dengan local wisdom dengan lebih banyak mengangkat kearifan lokal. Misalnya dalam membawa acara diselipkan bahasa Minang.

“Lembaga penyiaran adalah etalase dan puncak dari informasi yang ada. Jangan kita mengikuti-ikuti tren yang ada di Jakarta sana, kita harus menertibkan hal-hal ini,” ujarnya.

Saat ini, kata Jasman, kebutuhan informasi termasuk yang mendasar. Apa lagi, informasi saat ini tidak memandang ruang dan waktu.

“Saya tidak bisa membayangkan kalau lembaga penyiaran maanggok. Sebab kebutuhan informasi sangat penting. Informasi saat ini tidak memandang waktu dan ruang,” katanya.

Dikatakan Jasman, pada kegiatan Anugerah KPID Sumbar 2020 kemaren, dirinya mengusulkan agar penyiar dan presenter diberikan juga penghargaan, bukan hanya lembaga penyiaran saja.

“Kemaren saya mengusulkan agar presenter diberikan penghargaan di acara Anugerah KPID Sumbar 2020. Sebab, baik buruknya lembaga penyiaran itu tergantung presenter dan penyiar,” katanya.

Ketua KPID Sumatera Barat Afriendi Sikumbang mengatakan, kegiatan tersebut dilaksanakan sesuai dengan mata anggaran yang ada di APBD, sebagaimana setiap tahun dilaksanakan.

“Kami menyampaikan terimakasih kepada para peserta yang telah hadir, baik itu dari lembaga penyiaran, ormas, OKP, organisasi kewartawanan, pimpinan media online dan undangan lainnya,” tegasnya.

Bertindak sebagai narasumber pada kegiatan itu adalah Ketua KPID Sumbar, Afriendi Sikumbang, dan komisioner lainnya. (*)



[blogger]

Formulir Kontak

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.