PKS Dinilai Tak Serius Tolak UU Ciptaker, Hanya Cari Simpati

 

UU Cipta Kerja, namun hanya ingin mendapatkan simpati elektoral di tengah polemik Omnibus Law ini. (ANTARA FOTO/M Agung Rajasa)


INFONUSANTARA.NET -- Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dinilai tak serius menolak Undang-undang Cipta Kerja. Pengamat politik dari Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) Sirojudin Abbas berpendapat PKS sedang mencari manfaat politik dari UU Ciptaker ini.

"Sebetulnya PKS itu tidak bersungguh-sungguh menolak RUU Cipta Kerja itu, tetapi dia hanya ingin mendapatkan manfaat politik saja dengan sikap seolah-olah oposisi dengan pemerintah partai koalisi," kata Sirojudin dilansir dari CNNIndonesia.com

Sirojudin menyoroti sikap PKS sejak masuk Panitia Kerja (Panja) UU Omnibus Law. Namun, di masa akhir PKS malah menolak apa yang telah mereka kerjakan bersama Panja UU Cipta Kerja.

"Dia tetap ingin membuat diferensiasi dengan partai koalisi pemerintah, sehingga ia menunjukkan seolah-olah menolak RUU dari awal dengan tidak mengirimkan wakil di panja. Tetapi di ujung ikut kirim dan terakhir itu Demokrat menolak," jelas dia.

Dari sikap PKS ini, Sirojudin menilai PKS hanya ingin mendapatkan simpati dari kalangan penolak UU Ciptaker. Kehadiran PKS di Panja, menurutnya, digunakan untuk mengambil informasi dan membeberkannya kepada publik kemudian.

"PKS ingin memainkan soal RUU Ciptaker untuk mendapatkan simpati dari kalangan penolak, simpati elektoral yang diharapkan," jelas dia.

"Di akhir ikut setelah ngomong di publik. Dia kan sudah mendapat informasi dalam Panja. Apa saja yang janggal tidak disetujui dan kini seolah-olah berbicara seperti suara buruh atau pihak yang menolak," sambung dia.

"Pada aksi-aksi yang ada tidak menunjukkan PKS terbuka terhadap penolakan itu, meski kadang-kadang elitenya bersuara juga dengan suara yang berbeda. Ini beda dengan partai Demokrat yang betul-betul di akhir sampai saat ini terbuka mengkritisi UU Cipta kerja," ujarnya.

[blogger]

Formulir Kontak

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.