PILIHAN REDAKSI

Gugatan Leo Murphy Anggota DPRD Dari PDI Perjuangan Ditolak PN Solok

  INFONUSANTARA.NET -- Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Solok, putuskan menolak gugatan anggota DPRD Solok dari PDI Perjuangan, Leo Mur...

Budaya

Opini

Mentawai

Padang Panjang

Peristiwa

Pariwara

Sijunjung

Indra Catri:Tradisi Bakaua Adat di Sijunjung Tetap Dilestarikan dan Menjadi Perhatian Pemerintah

 

Calon Wakil Gubernur Sumbar Indra Catri hadiri undangan Bakaua Adat oleh pemangku Adat Nagari Lubuak Tarok Sijunjung
INFONUSANTARA.NET--Tradisi bakaua adat di Nagari Lubuak Tarok, Kecamatan Lubuak Tarok, Sijunjung masih lestari. Bakaua adat merupakan tradisi turun temurun sebagai ucapan syukur setelah panen hasil pertanian di suatu daerah. Pada acara bakaua di Sijunjung, Senin (9/11), Indra Catri diundang oleh pemangku adat Nagari Lubuak Tarok.

“Alhamdulillah tradisi bakaua masih dipertahankan masyarakat Lubuak Tarok hingga kini. Tradisi seperti ini harus dilestarikan,” kata calon Wakil Gubernur Sumbar itu.

Indra Catri terkesan terhadap kegiatan adat tersebut. Menurutnya, bakaua adat merupakan perwujud antara adat dan syarak sebab di dalamnya terdapat beberapa kegiatan, seperti tahlilan, tarian khas Lubuak Tarok, dan kaul. “Ganggam arek adat jo syarak, ka langik tuah malambuang,” ujarnya.

Indra Catri ingin kegiatan adat seperti itu dilestarikan oleh generasi penerus bangsa. Ia berpendapat bahwa melalui acara adat itu nilai-nilai moral di tengah masyarakat terus hidup. “Ke depan akan kita kemas lebih baik karena kegiatan seperti ini juga harus mendapat perhatian,” ucapnya.

Sementara itu, Pucuk Adat Nagari Lubuak Tarok, Firman Bagindo Tan Ameh, mengatakan bahwa hadirnya Indra Catri dalam kegiatan itu merupakan momentum yang baik untuk sekaligus bersilaturahmi.

“Saya menumpangkan harapan besar kepada Indra Catri. Jika terpilih pada Pilgub Sumbar kali ini, semoga persolan adat dan budaya lebih diperhatikan oleh pemerintah,” ujarnya.

Secara hukum, kata Firman, negara sudah mengatur perihal kerajaan, keraton, dan lembaga adat lainnya. Namun, dalam perwujudannya, perhatian terhadap kelestarian adat budaya masih kurang.   

“Hukum ada juga sangat lemah. Kami harap ini menjadi tanggung jawab kita bersama ke depan,” katanya. (*)

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »