Imigran Rohingya Myanmar di Lhokseumawe (dok:ACT)
INFONUSANTARA.NET
Jakarta - Kabag Humas Rumah Sakit Umum Cut Meutia (RSUCM), Jalaluddin, mengatakan bahwa kedua imigran bernama Nurkhalimah dan Hilal itu meninggal di tempatnya bekerja pada Kamis (10/9).

"Sudah dua. Jenazah yang sekarang awalnya dia menderita sesak nafas dan hernia," ujar Jalaluddin.

Jasad kedua imigran tersebut akan dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kuta Blang, Lhokseumawe.

Keduanya merupakan bagian dari 297 imigran Rohingya yang terdampar di pesisir Pantai Ujong Blang, Lhokseumawe, pada Senin (7/9)lalu.

Juru Bicara Satgas Penanganan Rohingya, Marzuki, mengatakan bahwa sebagian dari imigran itu mengalami sakit gatal, lambung, diare, sesak napas, dan kaki bengkak karena terombang-ambing di lautan selama berbulan-bulan.

Namun, tim medis dari Dinas Kesehatan Lhokseumawe sudah menangani mereka dengan memberikan vitamin dan antibiotik.

"Sejauh ini memang kondisinya tidak terlalu stabil dan masih lemas," kata Marzuki.

Selain itu, empat imigran Rohingya harus dirawat di RSUCM karena susah bernapas, bahkan tidak bisa berjalan.

"Saat ini sudah ada empat pasien, dua perempuan dan dua laki-laki. Sebelumnya kondisi fisik mereka sangat lemas diakibatkan karena sudah berbulan-bulan di laut, tetapi sekarang sudah membaik," ucap Marzuki.
Sumber: CNN Indonesia

INFO NUSANTARA PERSADA

 
Top