Indra Catri Dtk Malako Nan Putih kunjungi kelompok Seni Budaya Palito Hati Kampuang Jambak Kelurahan Kapalo Koto Kecamatan Pauh Kota Padang pada Selasa (15/9) malam.(ist)
INFONUSANTARA.NET
Indra Catri Dtk Malako Nan Putih kunjungi kelompok Seni Budaya Palito Hati Kampuang Jambak Kelurahan Kapalo Koto Kecamatan Pauh Kota Padang pada Selasa (15/9) malam.

Kunjungan tersebut dalam rangka memberikan arahan kepada kelompok seni budaya binaanya di nagari asal silek Pauh tersebut.

Kegiatan ini di hadiri sejumlah tuo tuo silek Pauh, ninik mamak dan masyarakat Pauh.

Dalam kesempatan tersebut, Indra Catri Dtk Malako Nan Putih menyampaikan pesan kepada anak-anak sasian Palito Hati untuk disiplin dan fokus mengikuti materi pelatihan silek tradisi Pauh, tari dan randai yang di berikan oleh pelatih.

“Kapado anak dan kamanakan mamak di Palito Hati untuk rajin-rajin latihan. Jaan sampai pamaleh dan malawan ka guru. Dan nan labiah paralu sumbayang 5 kali sahari,” ujar Indra Catri yang pernah membina lebih 50 kelompok seni silat, randai budaya semasa menjabat kepala dinas pariwisata budaya Kota Padang.

Indra Catri menambahkan, Pauh dikenal pusat kebudayaan dan perjuangan di Kota Padang. Anak kamanakan dan orang Pauh dikenal ulet, disiplin, memiliki solidaritas serta sikap yang tegas, dan sangat memegang teguh adat, budaya Minangkabau.

“Samasa ambo bertugas di Kota Padang, ambo sangat banyak dibantu oleh tokoh tokoh Pauh, terutama ninik mamak dan tuo-tuo Silek Pauh, baik yang berada di Kecamatan Pauh, Kuranji, Nanggalo, Koto Tangah, Luki dan Bungus Teluk Kabuang yang merupakan basis menyebarnya Silek Pauh di Kota Padang,” ujarnya.

Dalam belajar silek adat budaya Minangkabau, anak sasian (murid-murid silat) di tempa fisik, mental spritual oleh tuo-tuo silek. Sehingga mampu membentengi generasi muda Pauh dari hal berbau negatif.

“Kearifan lokal inilah menjadi modal dasar dalam pembentukan karakter generasi penerus bangsa,” sebut Indra Catri kepada awak media.

Diakhir kata sambutanya, bupati dua periode ini, mengatakan dirinya bersama tokoh silek dan ninik mamak pauh tidak dipisahkan. Selama menjabat di kota padang dirinya selalu bersama sama menjalankan program pemerintah dan masyarakat bersama tokoh tokoh silek dan ninik mamak di kanagarian pauh v dan pauh ix.
” jadi rasanya saya tidak dapat dipisahkan dengan masyarakat pauh, karena hubungan emosi ini sudah terjalin sejak puluhan tahun lalu, hingga hari ini, rumah saya berada di kec kuranji yang berada di kanagarian pauh ix. “.

Dalam kesempatan tersebut, Tokoh Silek dan seniman tradisi Pauh, Djamaludin Umar Rajo Kuasa mengatakan Sosok Indra Catri tidak asing bgi kalangan ninik mamak dan pesilat di pauh. Indra Catri di kenal cukup dekat dengan orang perorangan maupun lembaga adat di pauh dan kota padang pada umumnya.

Salah satu buktinya, di masa Indra Catri menjadi kepala dinas Pariwisata menjalankan program bantuan untuk lembaga KAN di Kota Padang. Program tersebut berupa bantuan biaya operasional lembaga KAN setiap tahunnya. Hingga hari ini masih dilanjutkan oleh pemerintahan sekarang.

Tidak hanya itu, Indra Catri juga memiliki program pembinaan kepada kelompok seni dan budaya di Padang. Program yang terkenal pada masa awal tahun 2000 tersebut berupa safari di masing masing kelompok yang tersebar di 11 kec di kota padang. Dalam program tersebut, kelompok seni budaya juga diberikan bantuan pembinaan.

“Ambo lah lamo dekat dan kenal dengan Si In (Indra Catri) nyo urang cerdas, cekatan, disiplin dan indak panduto. Kalau nyo mangakok karajo sampai sudah,” terang penulis naskah Randai berumur 80 tahun ini.(*/mbb)

INFO NUSANTARA PERSADA
 
Top