Ketua Komisi I DPRD Kota Padang, Elly Thrisyanti (ist
Infonusantara.net
PADANG - Bagian Kerjasama Setdako Padang kembali mengusulkan perjalanan dinas ke luar negeri dengan anggaran mencapai ratusan juta rupiah. Hal itu terungkap dalam pembahasan KUA PPAS APBD tahun anggaran 2021 dengan Komisi I DPRD Kota Padang.

Menanggapi hal itu, Ketua Komisi I DPRD Kota Padang Elly Thrisyanti mengatakan, perjalanan ke luar negari yang diusulkan Bagian Kerjasama Setdako Padang tersebut merupakan fasilitasi untuk menindaklanjuti perjalanan lama.

"Bukan perjalanan baru. Itu perjalanan lama untuk menindaklanjuti. Kalau yang di usulkan tadi itu kan untuk 2021, nanti keputusannya kan dibanggar," kata politisi perempuan dari Partai Gerindra ini usai pembahasan, Selasa (21/7) kemarin.

Elly Thrisyanti mengakui kapan Covid-19 berakhir tidak bisa dipastikan. Namun, ia menegaskan, untuk mencoret usulan anggaran perjalanan dinas ke luar negeri ditengah pandemi Covid-19 tersebut, kewenangannya berada di Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Padang. 

"Cuma untuk mencoret, Komisi I nanti kan punya rekomendasi yang nanti kita serahkan ke Banggar. Banggar sendiri tentu punya pertimbangan pula," kata Elly Thrisyanti didampingi Kabag Kerjasama Setdako Padang, Erwin.

Terkait anggaran perjalanan ke luar negeri yang juga ada diusulkan SKPD lainnya, Elly menegaskan, tergantung urgensinya. "Nanti kita lihat, pertimbangan kepentingannya bagaimana? Dan kalau memang urgensinya tidak ada, mengingat kondisi saat ini, untuk apa?"pungkas Elly.

Dikatakan Elly, Kepala Bagian Kerjasama saat pembahasan tersebut menjelaskan, beberapa MoU sudah ada pelaksanaan.

"Seperti perikanan, expert untuk Batang Arau sudah jalan, kemudian sedang tender. Ba Ria Vung Tau sudah jalan juga, dengan buktinya kita ada Corner di sini, di sana juga ada Corner kita," jelas Elly.

Lebih lanjut kata Elly, perjalanan dinas ke luar negeri yang dilakukan Pemko Padang harus berdampak ke investasi dan kesejahteraan warga kota. Dan jangan mempersulit investor, sebab mencari investor tersebut sulit, sehingga ketika sudah ada, jangan dipersulit pula.

Jika regulasinya sudah tepat, dan memang visible dengan Kota Padang, jangan pula masuk kepentingan - kepentingan lain yang mempersulit investor. Sebab, dengan regulasi yang berbelit-belit, investor akan malas ke sini.

"Kita butuh investor untuk membangun kota ini, sehingga Kota Padang menjadi kota maju dan destinasi dalam segala hal," ungkap Srikandi DPRD Kota Padang dari Partai Gerindra ini.(Inf)

Sumber: (BentengSumbar.com)

INFO NUSANTARA PERSADA

 
Top