Infonusantara.net
Lembaga Kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT) Sumatra Barat (Sumbar) menyelesaikan bantuan pembangunan dua unit rumah warga korban banjir di Balun Sawatau Nagari Pakan Rabaa Tengah, Koto Parik Gadang Diateh (KPGD) Solok Selatan (Solsel). 

Selanjutnya, ACT Sumbar bakal memperbaiki satu unit masjid terdampak banjir bandang di Sapan Salak, Nagari Pakan Rabaa Timur, KPGD yang dimulai pengerjaan pada Senin (20/7/2020).

Pembangunan dua unit rumah warga di Balun Sawatau dan perbaikan masjid tersebut disebabkan bencana alam banjir bandang dan longsor yang terjadi pada Desember 2019 lalu di Solsel.

Dua unit rumah warga di Jorong Balun Sawatau yang dibuatkan ACT Sumbar yakni milik keluarga Zainal dan Syamsul.

Kepala Cabang ACT Sumbar, Zeng Welf mengatakan pembangunan dua unit rumah warga itu dilakukan secara swadaya masyarakat dan relawan ACT. Masing-masing rumah berukuran 36 meter persegi dengan dua kamar tidur.

"Sumber dana ini berasal dari para donatur dari berbagai elemen masyarakat di Indonesia, terutama masyarakat Sumbar," kata Zeng Welf, saat peresmian Sabtu (18/7/2020).

Dia berharap, dengan selesainya pembangunan dua unit rumah itu, mampu mengobati hati penghuni rumah. "Semoga berkah dan mohon doa supaya bisa selalu hadir dan membantu masyarakat yang tertimpa musibah bencana alam," lanjutnya.

Peresmian pemakaian dua unit rumah warga korban banjir tersebut secara langsung di resmikan Plt Bupati Solsel Abdul Rahman dengan pengguntingan pita secara simbolis dan dihadiri wali nagari beserta sejumlah tokoh masyarakat.

Plt Bupati Solsel Abdul Rahman memberikan apresiasi terhadap bantuan ACT Sumbar yang telah memfasilitasi untuk membuatkan dua unit rumah korban banjir dan longsor.

"Harapannya, masyarakat terbantu karena memang sangat dibutuhkan warga yang terdampak. Semoga rumahnya berkah dan manfaatkan meningkatkan amalan ibadah pada Tuhan," katanya.

Terpisah, Erni salah seorang anak penerima bantuan pembangunan rumah mengatakan jika rumah yang dibuatkan tersebut sangat bermanfaat karena ia bersama enam saudaranya bisa menikmatinya.

"Ayah berprofesi sebagai petani di mana kami bersaudara ada tujuh orang," ujarnya.(rls)

INFO NUSANTARA PERSADA
 
Top