Irjen Pol Fakhrizal
Infonusantara.net -- Masih ribut soal pendataan dan verifikasi data penerima bantuan langsung tunai masyarakat terdampak covid-19 membuat ratusan ribu warga berkemampuan menengah kebawah (dapek pagi habih patang)  semakin memiriskan.

“Kami patuah jo PSBB ko pak tapi, paruik jo dapua kami indak nio manarimo nyo doh pak, nan bantuan kewajiban pemerintah alun juo sampai lai,” (kami patuh dengan PSBB ini, namun kebutuhan ini tidak bisa menerima, sedangkan bantuan pemerintah belum juga ada), ujar seorang warga di Tarandam Padang yang mengeluh terhadap fakta kondisi kehidupan saat ini, Minggu (26/4) kemarin.

Menyaksikan fakta miris kehidupan masyarakat di Sumbar khusus Kota Padang itu yang langsung atau tidak terdampak penanganan Covid-19, Irjen Pol Fakhrizal saat jadi Kapolda Sumbar dulu dikenal sebagai ‘Jenderal Niniak Mamak’ tidak tinggal diam.

“Memang kondisi ini merata seluruh Indonesia, bahkan dunia, tapi apakah kita biarkan terjadi, tentu tidak saatnya jiwa gotongroyong dan kesetiakwanan anak minang dipertaruhkan, ayo bantu sanak saudara yang teraniaya karena perang lawan Coronavirus ini,”ujar Fakhrizal yang sejak larangan pulang kampung dikeluarkan dulu hingga hari ini tetap bertahan di rantaunya di Kota Jakarta.

Fakhrizal kembali menyalurkan kepeduliannya buat masyarakat terdampak Covid-19.

“Tidak usah kita saling salah menyalahkan, saling kecam mengecam, di kondisi sekarang ini yang dibutuhkan ayo turun, kita yang punya kelebihan ekonomi mari bantu saudara kita yang membutuhkan. Bisa sato sakaki bisa lebih untuk ringankan sudara kita,”ujarnya.

Hari ini 10 ton beras untuk bantu masyarakat Kota Padang yang terdampak ekonominya terutama pekerja sektor informal.

“Siap dibungkus per 10 Kilogram, Insya Allah besok dibagi ke masyarakat kurang mampu dan terdampak kerana wabah corona ini,”ujar Sahabat Fakhrizal Syahrial Koyal Minggu sore tadi di Padang.

Irjen Pol Fakhrizal berharap 1000 paket beras isi 10 kilo tentu dunsanak yang menerima bisa memanfaatkannya. “Semoga bermanfaat bagi dunsanak ambo (saudara saya) di Padang,”ujar Fakhrizal.

Fakhrizal mengakui mengahadapi wabah Covid-19 butuh kerjasama dan kekompakan semua stakholder dan masyarakat.

“Kondisi ini entah kapan berakhirnya belum diketahui pasti. Lambat atau cepat Covid-19 teratasi hanya satu cara yakni patuhi Protokol Kesehatan. Tapi dampak mematuhi itu tentu terjadi pemerosotan ekonomi.

Saat ini penurunan pendapatan terjadi, sekaligus peningkatan konsumsi rumah tangga dalam menjaga diri dan keluarga di rumah dari corona ,” ujar Fakhrizal.

Sehingga itu kekompakan dan semangat gotongroyong dan kesetiakawanan menjadi kunci membantu warga pekerja informal mematuhi stay at home untuk mengikis penyebaran coronavirus ini.

“Ayo, kita mesti bergotong royong membantu masyarakat terdampak corona. Dengan bersama-sama kita pasti kuat,” ujarnya.

Fakhrizal tetap berharap masyarakat Padang khususnya dan Sumbar umumnya untuk ikuti aturan pemerintah dan MUI sebagai ulil amri. Seperti, beraktivitas dan beribadah dari rumah.

“Mari kita tingkatkan iman dan imun selama Ramadan di pandemi ini. Semoga Covid-19 ini segera berlalu. Amin,”ujar Fakhrizal.

Sampai Senin besok Irjen Pol Fakhrizal terus menebar kepedulian selama pandemi coronavirus kepada masyarakat di Sumbar, mulai ribuan masker dan hand sanitizer, lalu 2500 paket sembako, besok dibagi 10 ton beras untuk 1000 warga di Padang. (rilis: fage-center)

INFO NUSANTARA PERSADA
 
Top