April 2020


"Tiga Fraksi DPRD Sumbar yakni Gerindra, Demokrat dan Golkar memberikan ultimatum kepada Gubernur Irwan Prayitno" 
Infonusantara.net 
Belum tersalurkannya dana bantuan langsung tunai (BLT) Bansos hingga hari ke 9 pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Sumbar berujung dengan keluarnya ultimatum untuk Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno dari 3 (Tiga) Fraksi di DPRD Sumbar.

Tiga Fraksi DPRD Sumbar ini yakni Gerindra, Demokrat dan Golkar memberikan ultimatum kepada Gubernur untuk segera mencairkan bantuan kepada masyarakat terdampak virus corona disease (Covid-19) selambat-lambatnya pada hari Senin (4/5/2020) depan.

Bahkan ketiga fraksi tersebut sepakat akan menggugat Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno yang juga Ketua Gugus Tugas Provinsi Sumbar apabila pada Senin depan (4/5/2020) bantuan belum juga dicairkan.

“Kami tiga fraksi ini sudah sepakat mengawasi kerja gubernur sebagai bentuk misi kemanusiaan dan kesehatan,” ujar Ketua Fraksi Partai Gerindra Hidayat, Kamis (30/4).

"Khususnya masalah pencairan bantuan tunai ini. Kami merasa ada masalah managerial ditubuh gugus tugas provinsi Sumbar. Kami juga sepakat akan merekomendasikan kepada presiden agar mengganti gugus tugas Sumbar serahkan pada TNI dan Polri," pungkas Hidayat.

Sementara itu Ketua Fraksi Golkar DPRD Sumbar, Afrizal mengatakan seharusnya setelah penetapan PSBB oleh Pemerintah Pusat atas usulan Gubernur Sumbar diikuti dengan pemberian bantuan kepada masyarakat.

Afrizal mengaku sangat merasa kecewa  kepada Gubernur Sumbar Irwan Prayitno. Ia mengatakan, pemberlakuan PSBB di Sumbar adalah keputusan Gubernur Sumbar, maka dari itu gubernur haruslah siap dengan segala resiko yang ada.

“Kalau itu ditetapkan seharusnya gubernur siap dengan senjatanya. Kita sudah serahkan APBD, jadi semuanya tergantung pada gubernur,” ungkap politisi senior Partai Golkar Sumbar ini.

"Kalau seandainya sampai saat ini masih ada masyarakat yang berkeliaran keluar rumah, jangan salahkan masyarakat. Itu karena kondisi mereka sebab tak ada lagi yang mau mereka makan, oleh sebab itulah mereka berusaha agar mendapatkan uang untuk memenuhi kebutuhan," pungkas Afrizal.

Senada, HM Nurnas dari Fraksi Demokrat DPRD Sumbar juga menyayangkan lambannya kinerja gugus tugas provinsi Sumbar terkait pemberian bantuan tunai pada masyarakat terdampak Covid-19.

"Seharusnya Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno sebelum memutuskan untuk memberlakukan PSBB sudah siap dengan segala persiapannya termasuk kebutuhan-kebutuhan masyarakat selama PSBB tersebut berlangsung. Orang disuruh di rumah, BLT tidak turun, itu yang kita desak. Harusnya setelah disepakati, sudah dijatahkan setiap daerah kirim uang ke Kabupaten/Kota,” ujar Ketua Fraksi Demokrat ini.

Jika nantinya bantuan tidak juga disalurkan oleh Pemerintah Provinsi sesuai dengan waktu yang ditentukan, DPRD Sumbar bersama dengan masyarakat akan mengajukan gugatan ke PTUN. (Inf)

INFO NUSANTARA PERSADA

Ketua BMPN Pauh IX Kuranji M Fikar Dt Rajo Magek bersama Ketua Penasehat Irwan Basir Datuk Rajo Alam menyerahkan bantuan kesalahsatu warga


Infonusantara.net 
"Badan Musyawarah Pembangunan Nagari ( BMPN) Pauh IX Kuranji kembali lanjutkan aksi peduli bagi-bagi beras kepada warga yang terdampak virus corona  (covid-19) di Sembilan Tapian Kecamatan Kuranji. Bantuan sembako sebanyak 250 paket". 

"Terimakasih banyak atas bantuannya pak datuk. Semoga rezeki pak datuk lancar dan di Ridhoi oleh Allah," ungkap Yuliar salah seorang warga penerima bantuan dari BMPN Pauh IX Kuranji, Kamis (30/4). 

Menurut Yuliar, sosok duo Datuk Penasehat dan Ketua BMPN Pauh IX Kuranji, Irwan Basir Dt Rajo Alam dan M Fikar Dt Rajo Magek memang luar biasa. Selain memiliki jiwa sosial yang tinggi, keduanya juga mudah bergaul dengan siapa saja tanpa memandang status sosial.

"Itu yang saya salut dari kepribadian beliau. Sangat peduli dengan warga yang membutuhkan bantuan, seperti kami ini," ujarnya. 

Sementara itu, penasehat BMPN Pauh IX Kuranji, Irwan Basir Datuk Rajo Alam disela-sela pembagian sembako mengatakan, bantuan ini murni dari kepedulian BMPN Pauh IX Kuranji kepada warga yang berdampak dari Wabah Covid-19.

"Ini murni dari kepedulian kami untuk membantu warga yang berdampak terhadap virus corona ini bukan untuk mencari sensasi," ujar Irwan Basir menegaskan. 

Ketua BMPN Pauh IX Kuranji, M Fikar Dt Rajo Magek dalam arahanya mengatakan, Ini murni dari rasa kepedulian BMPN terhadap warga yang kurang mampu dan terdampak pandemi virus corona. 

"Mudah-mudahan bantuan sembako ini bisa meringankan beban saudara kita dalam kondisi seperti sekarang ini yang mana negeri kita sedang dilanda wabah Covid-19, apalagi ini dibulan penuh rahmat  untuk menjalani puasa dibulan ramadhan," ungkapnya. (naldi )

INFO NUSANTARA PERSADA 


SEPERTINYA, bantuan untuk masyarakat yang terdampak virus Covid-19, bakal tertahan lagi. Tak ada kata menyejukkan, tak ada kata kepastian. Hanya alasan dan debat berkepanjangan jadi tontonan. 

Pemprov beralasan data kabupaten/kota terlambat. Sebaliknya, menuding Pemrov yang terlambat.

Drama tragedi menyayat hati, makin memperpanjang harapan masyarakat yang berdiam diri dirumah. 

Debat yang terjadi, saling lempar tanggungjawab, makin melebar penderitaan. 

Gajah bagarumeh samo gajah, pelatuk mati ditengah. Perumpamaan derita masyarakat, akibat debat Pemrov dan Pemko Padang.

Jika ini terjadi, perbaikan data dilakukan, rapat kembali diulang. Data dan rapat, bikin masyarakat makin sekarat. Derita panjang menunggu bantuan makin tak berujung. Derita hidup kembali menggantung. 

Sampai kapankah drama ini akan berakhir. Atau harus menunggu korban dan  keberutalan karena tak tahan menahan lapar.

Ini menyangkut nyawa yang tergantung pada data. Ini menyangkut nasib warga yang terdampak virus corona. 

Haruskah perang data dan kata menjadi suguhan bagi mereka yang diterpa derita akibat virus corona. 

Berilah kepastian, jangan gantung harapan. Hidup bukan sekedar harapan, tapi juga butuh makan. Perang diatas, jangan rakyat yang jadi korban.

Bapak bapak berperang data dan kata kata,  ada tanggungan hidup dari gaji bulanan. Rakyat yang mencari hidup dari reseki harian, tentu butuh juga makan. 

Nasib kita berbeda, tapi jangan tambah lagi derita. Sampai kapan harus menunggu dan terus menunggu. Warga sudah jemu dengan harapan palsu. 

Jangan hanya karena data dan rapat, warga mengabaikan imbauan dan keluar rumah mencari makan. Pemutusan rantai virus Covid-19, makin rumit akibat  bantuan dipersulit.

Hampir seminggu patuh dengan imbauan. Seminggu juga menahan diri dan menahan lapar. Ini perlu jadi renungan kita bersama sama, agar virus corona tak lagi merajalela. 

"Sudahlah, akhiri perdebatan. Segerakanlah bantuan".

INFO NUSANTARA PERSADA 

Foto: Sekretaris PW NU Sumbar, H Suleman Tanjung, didampingi Ketua Satgas COVID 19 NU Sumbar menyerahkan paket sembako kepada warga yg Terdampak covid 19.(ist)
Infonusantara.net -- Selain mendukung pemerintah dalam pelaksanaan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Sumbar. Nahdlatul Ulama (NU) Sumbar turut serta membantu masyarakat dari segi ekonomi dan kesehatan. Salah satunya dengan menyalurkan bantuan kepada 350 KK, berupa paket sembako kepada warga kurang mampu yang terdampak pandemi Virus Korona atau Covid-19 di Sumbar.

"NU berupaya membantu meringankan beban masyarakat dalam mendapatkan kebutuhan pokok," ujar Ketua PWNU Sumbar, Prof. Ganefri didampingi Sekretaris, Suleman Tanjung dan Ketua Satgas Irwandi, Rabu (29/4).

Ganefri menjelaskan, bantuan tersebut berbentuk paket sembako terdiri enam Kg beras, 10 pcs mi instan, 10 butir telur, sarden dua kaleng, satu liter minyak goreng. Paket bantuan tersebut berasal dari para ulama, kyai, jajaran pengurus PWNU Sumbar serta para donatur atau warga yang berzakat untuk disalurkan ke warga melalui Satgas PWNU Sumbar. Bantuan tahap pertama ini akan disalurkan Satgas PWNU Sumbar di Padang, Solok dan Limapuluh Kota melalui Satgas PCWNU.

"Mari kita membantu masyarakat kurang mampu dan termasuk warga nahdliyin yang tersebar di Sumbar," ungkap Ganefri.

PWNU Sumbar mengimbau dan mengajak  seluruh masyarakat khususnya kaum nahdliyin untuk senantiasa sabar dan mematuhi anjuran pemerintah dalam memutus mata rantai Virus Korona. NU Sumbar akan  terus membantu pemerintah provinsi dalam apa pun terutama terkait dengan situasi kondisi pada saat ini.

"Karena yang dapat menghentikan virus itu kita semua, tidak bisa pemerintah dan mari kita mendisiplinkan diri dengan menjaga jarak dengan beribadah di rumah, bekerja di rumah dan stay di rumah," ajak Ketua PWNU Sumbar itu.

Situasi pandemi kian mewabah dan suasana ramadan terus berjalan. Ganefri menjelaskan, bahwa dengan situasi ini merupakan ujian dan meningkatkan ketaqwaan serta keimanan umat. Dengan kondisi ini merupakan pahala ganda didapatkan. Mengikuti anjuran pemerintah dengan berada di rumah dan beribadah di rumah. Ia mengajak untuk saling berbagi dan membantu, karena kondisi ini sangat memprihatinkan.

"NU mengajak semuanya untuk saling bahu-membahu untuk membantu warga yang kondisinya bekerja hari ini untuk makan hari ini," ujarnya.

Donasi NU Sumbar tidak tertutup bagi masyarakat untuk bersedekah membantu yang kurang mampu. NU akan membantu menyalurkannya. "Kami Satgas NU menyalurkan niat dari masyarakat yang beruntung dari sisi ekonomi untuk menyisihkan sedikit rezekinya kepada saudara kita yang masih membutuhkan," tutup Ganefri. (*)

INFO NUSANTARA PERSADA 


Infonusantara.net -- Gerakan Ekonomi dan Budaya Minang (Gebu Minang) DPW DKI Jakarta akan terus menggalang dana dari tokoh-tokoh Sumatera Barat yang akan diperuntukan bagi warga asal Sumbar terdampak Covid-19.

"Kami akan mengumpulkan dana terus dari tokoh-tokoh Sumbar dan donatur lainnya," ungkap Wakil Ketua DPP Gebu Minang, Letkol Laut Dr. H. Fauzi Bahar, M.Si., di sela-sela menyerahkan 1500 paket sembako senilai Rp.225.000.000,- kepada warga Jakarta terdampak Covid-19.

Paket bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Ketua Umum DPW Gebu Minang DKI Jakarta, Irjen Pol (p) Drs. Syahfrizal Anhar, SH, MH., dan Wakil Ketua DPP Gebu Minang, Letkol Laut Dr. H. Fauzi Bahar, M.Si.

Dikatakan Fauzi Bahar, Gebu Minang DKI Jakarta mengutamakan bantuan paket tersebut kepada urang awak yang ada di Jakarta yang membutuhkan bantuan karena terdampak Covid-19.

"Kami utamakan urang awak yang sopir angkat, pedagang pasar, ojek, dan lainnya," pungkas Wali Kota Padang dua periode ini.

Pada kesempatan itu, bakal calon Gubernur Kepulauan Riau ini juga mengajak masyarakat Minang yang ada di DKI Jakarta tak pulang kampung atau mudik tahun ini.

"Mari kita hormati keputusan dan imbauan pemerintah yang melarang mudik tahun ini. Semuanya untuk kebaikan kita bersama," tegasnya.(Inf/by)

INFO NUSANTARA PERSADA 


Ketua FKAN Evi Yandri Rajo Budiman (baju hitam) dampingi Satgas Sapu Bersih FKAN Pauh IX Kuranji 
Infonusantara.net -- Ketua FKAN Pauh IX Kuranji sekaligus Wakil Ketua Komisi I DPRD Provinsi Sumatera Barat Evi Yandri Rajo Budiman didampingi Ketua Harian Erman Jamal, ST serta Pengurus FKAN Pauh IX Kuranji, bekerja siang dan malam semprot desinfektan ke rumah warga untuk mencegah wabah virus corona (Covid-19) di Kota Padang.

Tujuan FKAN Pauh IX Kuranji berperan aktif untuk memutus mata rantai penyebaran wabah virus corona (Covid-19). 

Sejumlah fasilitas publik dan rumah warga disemprot cairan disinfektan. Penyemprotan ini dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran wabah virus corona (Covid-19), Senin (27/4).


Ikut adil berperan Srikandi FKAN Pauh IX Kuranji membagikan sebanyak 8.000 Jadwal Imsakiyah Ramadhan 1441 H/2020 M kepada pengendara kendaraan yang melintas maupun kepada masyarakat Kota Padang.

Selain itu total APD akan dibagikan sebanyak 550 untuk se-Kota Padang dan yang sudah dibagi 190 APD serta sebanyak 6.000 Masker gratis yang telah dibagikan kepada masyarakat dan, hand sanitizer sebanyak 1.500 botol.

Ketua FKAN Pauh IX Kuranji sekaligus Wakil Ketua Komisi I DPRD Provinsi Sumatera Barat Evi Yandri Rajo Budiman mengatakan, wabah virus Corona (Covid-19) yang belum kunjung reda membuat masyarakat semakin waspada dengan berbagai cara dan upaya guna mengantipasi penyebaran virus Corona (Covid-19) terus dilakukan.

Selain tinggal dirumah, dan menjaga kesehatan dengan pola hidup sehat, upaya lain juga dilakukan dengan melakukan penyemprotan cairan disinfektan di setiap rumah, tempat ibadah dan Tempat - tempat umum lainnya.

Untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona (Covid-19), dilingkungan Kelurahan Benuang Kampung Dalam, Kecamatan Pauh, Kota Padang. Melaksanakan kegiatan penyemprotan cairan disinpektan di setiap rumah - rumah warga.



Selain melakukan penyemprotan cairan disinfektan, Evi Yandri Rajo Budiman juga menghimbau kepada masyarakat tentang standar protokol kesehatan untuk pencegahan penyebaran Virus Corona ( Covid-19), kita semua harus mengikuti himbauan dari pemerintah serta dinas kesehatan demi keselamatan bersama.

“Dengan membiasakan diri hidup bersih diyakini akan menjadi modal kuat untuk menangkal penyebaran penyakit menular seperti wabah virus Corona (Covid-19) yang membahayakan jiwa setiap individu yang terjangkit.” ujarnya.

Sementara itu, Lurah Benuang Kampung Dalam, Rusda Lisman mengatakan, dalam penyemprotan yang dilakukan oleh Satgas Sapu Bersih FKAN Pauh IX Kuranji mendapat support penuh baik dari warga setempat.

Rusda Lisman berharap dengan penyemprotan disinfektan yang dilakukan para Satgas Sapu Bersih FKAN Pauh IX Kuranji warga RT.02/RW.04 bisa memutus mata rantai penyebaran wabah virus corona (Covid-19).

Oleh karena itu, Rusda Lisman juga meminta selain menyemprot pemukiman diharapkan juga warga bisa tetap diam dirumah atau stay at home, hingga penyebaran wabah virus corona (Covid-19) mereda.

"Diharapkan partisipasi warga  RT.02/RW.04 Kelurahan Benuang Kampung Dalam ini dapat membantu memutus mata rantai penyebaran wabah virus corona (Covid-19)," pangkasnya.

Koordinator Tim Satgas Sapu Bersih FKAN Pauh IX Kuranji Zainaltul Kidri mengatakan, sebanyak 37 kali dalam jangka waktu 1 Bulan penyemprotan disinfektan di Pauh Si Empat Baleh. Pada hari ini kami melakukan penyemprotan disinfektan 2 lokasi berbeda yang pertama di daerah lingkungan RT.02/RW.04 dan kedua RT. 03/RW.01 dekat Kantor Lurah Benuang Kampung Dalam, Kecamatan Pauh.


Selanjutnya, pada malam hari pukul 20.00 Wib Tim Satgas Sapu Bersih FKAN Pauh IX Kuranji juga penyemprotan disinfektan di daerah Ampang, Kampung Jambak RT.02/RW.05

Pemerintah Indonesia melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 mencatat penambahan jumlah kasus sembuh per Senin (27/04/2020) menjadi 1.151 setelah ada penambahan sebanyak 44 orang. Sedangkan kasus meninggal menjadi 765 setelah ada penambahan sebanyak 22 orang.

Juru Bicara Pemerintah untuk COVID-19 Achmad Yurianto mengatakan bahwa kasus meninggal ini paling banyak ada pada kelompok usia sekitar 41-60 tahun dan beberapa lainnya di atas usia tersebut.(ded) 

INFO NUSANTARA PERSADA 

Irjen Pol Fakhrizal
Infonusantara.net -- Masih ribut soal pendataan dan verifikasi data penerima bantuan langsung tunai masyarakat terdampak covid-19 membuat ratusan ribu warga berkemampuan menengah kebawah (dapek pagi habih patang)  semakin memiriskan.

“Kami patuah jo PSBB ko pak tapi, paruik jo dapua kami indak nio manarimo nyo doh pak, nan bantuan kewajiban pemerintah alun juo sampai lai,” (kami patuh dengan PSBB ini, namun kebutuhan ini tidak bisa menerima, sedangkan bantuan pemerintah belum juga ada), ujar seorang warga di Tarandam Padang yang mengeluh terhadap fakta kondisi kehidupan saat ini, Minggu (26/4) kemarin.

Menyaksikan fakta miris kehidupan masyarakat di Sumbar khusus Kota Padang itu yang langsung atau tidak terdampak penanganan Covid-19, Irjen Pol Fakhrizal saat jadi Kapolda Sumbar dulu dikenal sebagai ‘Jenderal Niniak Mamak’ tidak tinggal diam.

“Memang kondisi ini merata seluruh Indonesia, bahkan dunia, tapi apakah kita biarkan terjadi, tentu tidak saatnya jiwa gotongroyong dan kesetiakwanan anak minang dipertaruhkan, ayo bantu sanak saudara yang teraniaya karena perang lawan Coronavirus ini,”ujar Fakhrizal yang sejak larangan pulang kampung dikeluarkan dulu hingga hari ini tetap bertahan di rantaunya di Kota Jakarta.

Fakhrizal kembali menyalurkan kepeduliannya buat masyarakat terdampak Covid-19.

“Tidak usah kita saling salah menyalahkan, saling kecam mengecam, di kondisi sekarang ini yang dibutuhkan ayo turun, kita yang punya kelebihan ekonomi mari bantu saudara kita yang membutuhkan. Bisa sato sakaki bisa lebih untuk ringankan sudara kita,”ujarnya.

Hari ini 10 ton beras untuk bantu masyarakat Kota Padang yang terdampak ekonominya terutama pekerja sektor informal.

“Siap dibungkus per 10 Kilogram, Insya Allah besok dibagi ke masyarakat kurang mampu dan terdampak kerana wabah corona ini,”ujar Sahabat Fakhrizal Syahrial Koyal Minggu sore tadi di Padang.

Irjen Pol Fakhrizal berharap 1000 paket beras isi 10 kilo tentu dunsanak yang menerima bisa memanfaatkannya. “Semoga bermanfaat bagi dunsanak ambo (saudara saya) di Padang,”ujar Fakhrizal.

Fakhrizal mengakui mengahadapi wabah Covid-19 butuh kerjasama dan kekompakan semua stakholder dan masyarakat.

“Kondisi ini entah kapan berakhirnya belum diketahui pasti. Lambat atau cepat Covid-19 teratasi hanya satu cara yakni patuhi Protokol Kesehatan. Tapi dampak mematuhi itu tentu terjadi pemerosotan ekonomi.

Saat ini penurunan pendapatan terjadi, sekaligus peningkatan konsumsi rumah tangga dalam menjaga diri dan keluarga di rumah dari corona ,” ujar Fakhrizal.

Sehingga itu kekompakan dan semangat gotongroyong dan kesetiakawanan menjadi kunci membantu warga pekerja informal mematuhi stay at home untuk mengikis penyebaran coronavirus ini.

“Ayo, kita mesti bergotong royong membantu masyarakat terdampak corona. Dengan bersama-sama kita pasti kuat,” ujarnya.

Fakhrizal tetap berharap masyarakat Padang khususnya dan Sumbar umumnya untuk ikuti aturan pemerintah dan MUI sebagai ulil amri. Seperti, beraktivitas dan beribadah dari rumah.

“Mari kita tingkatkan iman dan imun selama Ramadan di pandemi ini. Semoga Covid-19 ini segera berlalu. Amin,”ujar Fakhrizal.

Sampai Senin besok Irjen Pol Fakhrizal terus menebar kepedulian selama pandemi coronavirus kepada masyarakat di Sumbar, mulai ribuan masker dan hand sanitizer, lalu 2500 paket sembako, besok dibagi 10 ton beras untuk 1000 warga di Padang. (rilis: fage-center)

INFO NUSANTARA PERSADA

Sekretaris Fraksi Partai Golkar DPRD Sumbar, Afrizal Shmh 

Infonusantara.net - Sekretaris Fraksi Partai Golkar DPRD Sumbar, Afrizal memastikan, lebih dari Rp600 miliar dana usulan gubernur untuk penanganan dampak Coronavirus Diseases 2019 (Covid-19), telah disepakati legislatif. Konsep calon penerima juga sudah ditentukan yakni 15% dari warga terdampak Covid-19 di tingkat kabupaten/kota. 

“Badoso kalau apak tahun juo lai (uang bantuan yang telah disetujui-red). Itu pitih APBD, indak awak punyo doh. Bagi lah lai ka rakyat,” ciloteh Afrizal di akun facebooknya, Jumat (24/4/2020). 

Kegusaran politisi senior Partai Golkar Sumbar ini, tak lepas dari belum cairnya rencana bantuan bagi warga terdampak Covid-19 di Sumbar yang jadi tanggung jawab pemerintahan provinsi. Terlebih, terhitung Sabtu ini, merupakan hari ketiga diberlakukannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Sumbar. PSBB ini efektif diberlakukan pada 22 April 2020 ini setelah disetujui Menteri Kesehatan, akhir pekan sebelumnya. 

“Baa alun jua babagi lai pak gub, wako, bupati, sembako ko. Beko mati dek lapa urang lai, PSBB apak buek,” sindirnya di media sosial.

Pergerakan pemerintah baik di tingkat kabupaten/kota dan provinsi dalam menyalurkan bantuan langsung tunai (BLT) sebagaimana telah didengung-dengungkan beberapa waktu sebelumnya, menurut Afrizal, kalah cepat jika dibandingkan masyarakat. 

“LSM, Parpol, NGO, dermawan, Ormas dan elemen masyarakat lainnya, lebih siap dibandingkan Pemprov, Pemkab/Pemko dalam hal bagi Sembako, masker dan lainnya. Ini aneh,” sindirnya lagi. 

Saking gusarnya, Afrizal menegaskan, berencana menuntut pemerintahan daerah ini ke pengadilan, jika dalam seminggu ini tak juga mampu membagikan bantuan yang telah dijanjikan sebelumnya. Alasannya, pemerintah telah lalai menunaikan kewajibannya sejak PSBB diterapkan di Sumbar. 

“Sekarang ini masyarakat luas terzalimi. Mereka tidak bisa kemana-mana karena aturan PSBB menghendaki demikian,” terangnya. “Kita akan minta pendapat ahli hukum, jika ada peluang, saya akan maju, menuntut pemerintah yang saya nilai telah zalim ini,” tegasnya.  

Selain jalur hukum, Afrizal juga menyatakan, akan menggunakan hak-hak politiknya sebagai anggota DPRD Sumbar. “Kita lihat kondisinya dulu. Kalau tak kunjung beres juga, bagaimana lagi. Kita akan maju terus untuk rakyat,” tegas Afrizal. 

Dalam menjalankan salah satu fungsi DPRD selama PSBB ini yakni fungsi pengawasan, Afrizal menilai, tak bisa leluasa dilakukan karena terhalang Peraturan Penggantu Undang-udangn (Perpu) No 1 Tahun 2020. 

“Semuanya telah jadi kewenangan gubernur di provinsi, bupati di kabupaten dan wali kota di kota.  Dewan indak sato-sato lai,” terangnya. (Inf/kyo)

INFO NUSANTARA PERSADA 

Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kota Padang
Mastilizal Aye 
Infonusantara.net -- Seperti hari sebelumnya, memasuki hari kedua pemberlakuan PSBB di Kota Padang masih penuh tanda tanya, tentang sejauhmana efektivitas PSBB dalam memutus rantai penyebaran Covid-19 di masyarakat.

Faktanya, masyarakat masih berkumpul memadati tempat-tempat perbelanjaan, seperti tempat penjualan daging sapi segar dibeberapa tempat di Kota Padang, apalagi esok akan memasuki bulan puasa bagi umat muslim.

Tidak adanya petugas dalam mensosialisasikan PSBB dan membubarkan massa yang berkumpul, tentu menjadi pertanyaan tersendiri.

"Anggota Komisi IV DPRD Kota Padang Mastilizal Aye menjelaskan bahwa himbauan PSBB yang di gemborkan pemerintah tidak akan digubris masyarakat jika kebutuhan masyarakat tidak terpenuhi," ujarnya, Kamis (23/4)

“Bagaimana kita akan melakukan penerapan PSBB jika kebutuhan dasar masyarakat tidak terpenuhi. Apalagi pada saat ini pemerintah belum memberikan solusi tentang kebutuhan makan masyarakat,”ungkapnya. 

Lebih lanjut, Aye meminta Pemko Padang untuk memberikan bantuan kepada kelurahan dan kecamatan yang telah valid datanya.

“Yang sudah beres datanya, silahkan berikan bantuan dalam bentuk uang atau bahan sembako. Jika timbulkan polemik ditengah masyarakat, apa yang bisa dikerjakan hari ini, kerjakan dahulu. Jangan ditunggu - tunggu lagi," tegas Ketua Fraksi Gerindra DPRD Padang ini (Inf)

INFO NUSANTARA PERSADA 


Infonusantara.net --  Ketua Senat Universitas Negeri Padang, Prof. Dr. Z. Mawardi Effendi didampingi oleh sekretaris senat, Prof.Dr. Sufyarma Marsidin, M.Pd membuka secara resmi pemilihan rektor dalam rapat senat tertutup bersama Mendikbud. 

Pemilihan Rektor UNP periode 2020-2024 menggunakan sistem online e-voting dengan perolehan suara yakni Prof. Ganefri, Ph.D 126 suara, Dr. Refnaldi, M.Litt sebanyak 2 suara dan Prof. Syahrial Bakhtiar, M.Pd memperoleh 3 suara.

Pemilihan dilakukan secara tertutup di Auditorium UNP bersama Mendikbud RI yang diwakili oleh Kepala Biro Sumber Daya Manusia Kemendikbud, Dra. Dyah Damayanti, M.ED melalui video konferensi, hari ini Kamis (23/4/2020. Pada pemilihan rektor UNP periode 2020-2024 ini dihadiri oleh dua orang calon Rektor UNP yakni Prof. Ganefri, Ph.D. dan Dr. Refnaldi, M.Litt. Pada kesempatan pemilihan rektor UNP melalui e-voting ini, ditunjuk 3 orang saksi dari anggota senat yakni Prof. Dr. Yasri, M.S., Prof. Dr. M. Giatman, M.S.I.E. dan Dr. Yuliana, S.P.,M.Si.

Prof. Ganefri,Ph.D menyampaikan terima kasih dan hormat kepada seluruh anggota senat, dekan, dan seluruh civitas akademika yang telah medukung dan mempercayakan dirinya kembali menjabat sebagai Rektor UNP dan “saya meminta kepada seluruh civitas akademika agar bisa lebih bersinergi mengembangkan dan memajukan UNP”. Selanjutnya, setelah pemilihan adalah pelantikan, yang Insya Allah nantinya akan dilantik langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI. 

Pemilihan Rektor UNP sudah mendapat izin dari Gubernur Sumbar dan dilaksanakan dengan mempedomani protokol percepatan penangganan COVID-19 dan ketentuan di dalam PSBB (Humas UNP)

http://unp.ac.id/id/akademik/prof-ganefri-phd-rektor-unp-periode-2020-2024-menang-telak-126-suara-dari-131-suara
#unp #humasunp

INFO NUSANTARA PERSADA 

Ketua DPRD Padang Syafrial Kani menyerahkan paket sembako kepada wartawan yang beraktivitas di DPRD disaksikan Sekwan Hendrizal Azhar dan Kasubag Humas Elfauzi (Ist)
Infonusantara.net Jelang memasuki bulan Ramadhan di tengah pandemi Corona, DPRD Padang membagikan ratusan paket sembako yang dibagikan kepada mitra DPRD yang telah bekerjasama dengan lembaga legislatif itu.

“Ada 120 paket yang kita bagikan untuk mitra DPRD seperti wartawan, tenaga honorer, CS dan Satpam,” kata Sekretaris DPRD Hendrizal Azhar, Kamis (23/4).

Dia mengatakan, pembagian paket itu sebagai bentuk kepedulian dari DPRD terhadap mitra DPRD saat memasuki bulan puasa di tengah pandemi Covid-19 ini.

“Kita harap saat memasuki bulan Ramadhan, kita sama-sama menikmati dan bisa beribadah dengan khusuk meski hanya di rumah saja,” katanya.
Sementara Ketua DPRD Padang Syafrial Kani menyatakan pembagian sembako itu merupakan inisiatif spontan dari anggota DPRD dan sekretariat.

“Jangan dilihat jumlahnya, tapi lihat dari nilai ketulusannya. Mudah-mudahan kita bisa sama-sama menjalankan ibadah selama Ramadan,” katanya.
Terkait kegiatan kedewanan selama Ramadhan, Syafrial kani menyatakan pihaknya akan tetap menjalankan fungsi pengawasan seperti biasa.

“Kita akan tetap melakukan pengawasan dengan berkunjung ke instansi terkait seperti kelurahan, puskesmas dan lainnya untuk memantau dan mengawasi penanganan Covid-19 serta pendistribusian bantuan nantinya,” kata politisi Gerindra itu.

Terkait bantuan, dia meminta agar Pemko segera menyalurkan kepada masyarakat mana yang sudah jelas datanya. “Kalau sudah jelas datanya segera bagikan. Nanti kalau masih ada buka tahap kedua, tahap ketiga dan seterusnya hingga masyarakat tidak terus bertanya-tanya dan menjadi resah,” katanya.(msbbg)

INFO NUSANTARA PERSADA 

Ketua Komisi I DPRD Kota Padang Elly Thrisyanti 
Infonusantara.net - Pemberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) serentak pada Rabu, 22 Mei 2020 di Sumatera Barat, khususnya di Kota Padang tentunya masih banyak warga yang belum begitu paham. 

Diketahui mayoritas pelanggaran PSBB di hari pertama Rabu (22/4) kemaren, didominasi oleh pengendara yang tidak memakai masker, sarung tangan dan pengendara mobil yang tidak tertib duduk seperti yang dianjurkan.

Makanya perlu sekali kita sosialisasikan kepada masyarakat agar mereka patuh mengikuti aturan yang dikeluarkan untuk PSBB selama 14 hari dari 22 April hingga 5 Mei 2020 mendatang.

Himbauan untuk masyarakat, mari kita bantu pemerintah untuk memutus mata rantai penyebaran Covid -19 ini dengan cara mematuhi instruksi ,aturan dan arahan dari pemerintah selama pemberlakuan PSBB.

"Hal itu disampaikan Ketua Komisi I DPRD Kota Padang, Elly Thrisyanti, Kamis (23/4), yang tujuannya agar warga benar -benar ikut peduli dalam upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Mari kita ikuti aturan pemerintah," katanya. 

Lebih lanjut disampaikan, imbauan ini sangat penting. Masyarakat harus tahu, sebab dalam penerapan PSBB ini ada sanksi bagi masyarakat yang melanggar. Pemerintah Kota Padang, Sumatra Barat, sudah menyiapkan sanksi kepada warga yang melanggar Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Pertama warga yang melanggar aturan selama PSBB itu akan mendapat teguran. Selanjutnya jika masih juga melanggar diberi pembinaan. Selain itu, pihak Pemko Padang juga akan memberikan sanksi sesuai Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan.

Dikatakan, dalam PSBB ini masyarakat diminta untuk tinggal di rumah saja. Selain itu jika memakai kendaraan roda dua jangan berboncengan dan roda empat, setengah dari kapasitas kendaraan itu. selanjutnya jangan melaksanakan kegiatan dengan mengumpulkan banyak orang dan tidak mendatangi kerumunan.

Jika tidak memiliki keperluan mendesak sebaiknya tidak keluar rumah. Kalau pun terpaksa keluar, selalu pakai masker dan sarung tangan serta menjaga jarak aman (physical distancing).

Disamping itu, Elly Thrisyanti juga mengatakan dengan diberlakukannya status PSBB maka setiap warga yang ingin keluar rumah harus menggunakan masker. Terkait hal ini tentunya dengan kemampuan yang ada kita coba berkontribusi.

Kita berkontribusi membantu dengan membagi bagikan masker untuk warga. Sesuai dengan imbauan tadi, sambung Elly, harapan kita agar warga benar - benar ikut peduli dalam upaya memutus mata rantai penyebaran Covid -19. 

Saya pribadi berusaha berbagi masker kain yang dapat dicuci dan dipakai kembali. Masih banyak warga yang tidak menggunakan masker. "Untuk sementara telah membagikan sekitar 3.000 lembar masker langsung ke rumah masyarakat . Juga ada sedang di order lagi karena masih banyak titik - titik yang membutuhkan, masih banyak pak RT yang nelpon saya, " sebut kader Gerindra ini 

Lebih menariknya untuk produksi dari masker kain yang dibagikan anggota dewan dari Fraksi Gerindra ini adalah dengan memberdayakan warga yang dapat bantuan mesin jahit melalui pokir beliau sebelumnya. 

"Kita berdayakan warga tersebut. Mereka dapat terbantu dalam upah yang diterima, dimana ada pemodal menyediakan bahan, dan sementara saya selaku pembeli untuk dibagi - bagikan ke warga," cakapnya. 

Kita harapkan kepada masyarakat jangan menganggap remeh lagi wabah Covid-19 ini, dan mari bersama - sama kita harus serius, mari kita bantu pemerintah untuk memutus mata rantai penyebaran Covid -19 ini dengan cara mematuhi instruksi ,aturan dan arahan dari pemerintah selama pemberlakuan PSBB.

 Semoga cukup untuk sekali ini saja pemberlakuan status PSBB ini tidak berlanjut lagi. Dan bulan ramadhan yang sudah didepan mata, marilah kita ikuti aturan pemerintah dan MUI agar tarweh begitu juga sholat lima waktu dilakukan dirumah masing-masing.

"Mari bersama sama kita didalam bulan ramadhan, bulan penuh berkah dan ampunan ini kita bersujud, berserah diri, Ikhtiar agar wabah Covid -19 segera dimusnahkan di muka bumi Allah ini, " pungkas Elly Thrisyanti. (Inf)

INFO NUSANTARA PERSADA 


Infonusantara.net - Ketua Majelis Pertimbangan Adat (MPA) KAN Pauh IX, Kecamatan Kuranji Kota Padang, Irwan Basir Dt. Rajo Alam menegaskan bahwa anak nagari Pauh IX harus kompak dan bersatu dalam membangun nagari.

Dua organisasi anak nagari Pauh IX yang saat ini lagi eksis yakni Badan Musyawarah Pembangunan Nagari (BMPN) dan Forum Komunikasi Anak Nagari (FKAN) harus bersinergi dan menjalin kerjasama yang baik. Antara satu sama lainnya harus bisa saling mendukung dalam melakukan kegiatan untuk masyarakat.


"Jadi, saciok bak ayam dan sadanciang bak basi tersebut betul-betul dipahami dan diaplikasikan dalam kehidupan sehari-sehari. Baik BMPN maupun FKAN harus sama-sama kita dukung. Karena keduanya merupakan aset nagari kita di Pauh IX ini," ungkap Irwan Basir Dt. Rajo Alam saat memberikan sambutan pada acara silaturrahmi dan bakti sosial BMPN Pauh IX, di kolam pancing Belimbing, Rabu (22/4) kemaren. 

Menurutnya, tujuan berorganisasi sosial itu adalah untuk bersilaturrahmi dan menggali potensi diri demi mecetak kader-kader pemimpin terbaik masa depan, bukan untuk berkompetisi dan saling menjatuhkan.

"Mari kita hilangkan pikiran-pikiran negatif dalam berorganisasi dan kita tumbuhkan ion-ion positif demi kemajuan bersama. Dan satu lagi saya ingatkan, jangan ada 'one man show' atau 'single fighter' dalam berorganisasi. Kalau itu dilakukan, maka organisasi tersebut tidak akan pernah jalan dan berkembang," tuturnya mengingatkan.

Ditambahkannya, dalam sebuah manajemen organisasi yang baik, seorang leader (pemimpin) harus bisa mendelegasikan tugas kepada anggotanya sesuai tupoksinya. Siapa mengerjakan apa dan siapa bertanggungjawab terhadap apa. Disinilah kelihaian seorang pemimpin diuji," tukasnya.


Hal senada juga disampaikan Ketua BMPN Pauh IX, M Fikar Dt. Rajo Magek. Diakuinya, dirinya tidak bisa apa-apa tanpa dukungan pengurus BMPN lainnya dan rekan-rekan media.

"Jujur saja, saya ini tidak ada apa-apanya kalau tidak didukung oleh kawan-kawan pengurus BMPN lainnya, termasuk rekan-rekan media," ucap Fikar serius.

Oleh sebab itu, dirinya mengajak seluruh anak nagari Pauh IX bersatu dan menghilangkan semua perbedaan demi memajukan nagari.

"Soal beda pendapat dalam berorganisasi itu biasa. Tapi perbedaan itu jangan dijadikan jurang pemisah di antara kita. Insya Allah, kalau kita kompak dan bersatu, saya yakin BMPN Pauh IX ini akan besar dan bisa berbuat lebih maksimal untuk masyarakat nantinya," kata Sekretaris Dewan Masjid Kota Padang itu optimis.

Pada kesempatan itu, M Fikar juga menyebutkan ada tujuh kegiatan BMPN yang telah berhasil dituntaskan dengan baik. Di antaranya, kegiatan bagi-bagi masker kepada warga dalam rangka pencegahan bahaya wabah virus corona (covid-19). 

Membantu pemerintah mensosialisasikan penerapan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) di wilayah Pauh IX Kecamatan Kuranji.

Penyemprotan disinfektan dan bagi-bagi sembako kepada segenap keluarga besar BMPN dan awak media.

Terakhir, atas nama keluarga besar BMPN Pauh IX, M Fikar juga memohon maaf lahir dan bathin seiring akan memasuki bulan suci Ramadhan 1441 H yang sudah diambang mata. (noa)

INFO NUSANTARA PERSADA 


Baguna Terus Lakukan Penyemprotan Disinfektan 


Infonusantara.net - Selama Ramadhan 1441 H/2020 M, PDIP Sumbar menyediakan 500 bungkus nasi untuk kebutuhan berbuka puasa, bagi warga terdampak Coronavirus Disease 2019 (Covid19) di Padang. Selain itu, penyemprotan disinfektan juga akan terus dilakukan.

“Nasi untuk berbuka ini, dibeli dari pedagang yang juga terdampak Covid19. Semoga sedikit ikhtiar kita ini, bisa tetap menggerakan roda perekonomian masyarakat,” ungkap Ketua PDIP Sumbar, Alex Indra Lukman dalam pernyataan tertulisnya, Kamis (23/4/2020).

Alex berharap, langkah yang dilakukan PDIP Sumbar ini, juga diikuti pengurus di tingkat kabupaten/kota. Selain itu, juga diikuti berbagai lapisan masyarakat lainnya, tanpa memandang perbedaan politik dan sekat sosial lainnya.

“In Syaa Allah, seluruh umat Islam di Indonesia, serentak berpuasa pada Jumat (24/4/2020) besok. Mari kita saling bergotong-royong membantu saudara kita yang terdampak Covid19 dengan menyediakan paket makanan untuk berbuka puasa,” ajak Alex.

“Selain meningkatkan kesetiakawanan sosial, nilai ibadah dalam menyediakan penganan untuk berbuka ini, bernilai pahala sangat besar di mata Allah. Mari kita saling berlomba-lomba untuk beramal saleh selama Ramadhan ini,” tambah Alex.

Menurut Alex, nasi bungkus itu nantinya akan dijemput tim dari PDIP Sumbar ke pedagang, lalu diantarkan ke masing-masing warga di daerah yang direkomendasikan. Titik distribusi nasi ini, terang Alex, tidak sama setiap hari. Hal ini disebabkan adanya kebijakan physical distancing (jaga jarak) yang mesti dipedomani.

“Kalau nasi ini dibagikan di satu titik saja setiap harinya selama Ramadhan, tentu berpotensi menimbulkan kerumunan warga. Sesuai rekomendasi kepolisian, maka pendistribusian akan berubah-ubah setiap hari,” ungkap Alex.

Penyemprotan Disinfektan

Dikatakan Alex, salah satu upaya yang mesti terus dilakukan untuk memutus rantai penyebaran Covid19 yang telah masuk kategori pandemi itu yakni, melakukan penyemprotan cairan disinfektan.


“Kita telah menugaskan Badan Penanggulangan Bencana (Baguna) PDIP Sumbar dan cabang-cabangnya se-Sumbar, untuk terus melakukan penyemprotan disinfektan ke masyarakat yang membutuhkan,” terang Alex.

Titik-titik penyemprotan, terang Alex, rumah ibadah, warung, pasar dan fasilitas publik lainnya. “Masjid dan mushalla, jadi prioritas utama kita untuk disemprotkan cairan desinfektan. Tidak hanya dibagian luar, penyemprotan juga dilakukan di dalam masjid/mushalla,” terang dia.


Selama 14 hari diberlakukannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Sumbar terhitung sejak Rabu (22/4/2020) hingga 5 Mei 2020, Alex mengimbau seluruh lapisan masyarakat, untuk menaati seluruh ketentuan yang telah ditetapkan gubernur beserta bupati dan wali kota se-Sumbar.

Di antaranya, Pergub No 20 Tahun 2020 tentang Pedoman PSBB dalam Penanganan Covid-19 di Sumbar. Pergub ini yang akan jadi acuan warga Sumbar dalam menjalankan PSBB.

Kemudian, Keputusan Gubernur Sumatera Barat No 180-297-2020 tentang Pemberlakuan PSBB di Wilayah Provinsi Sumbar dalam Rangka Percepatan Penanganan Covid19.

“PSBB merupakan salah satu pilihan yang diambil pemerintah, dalam menekan penyebaran Covid19 ini. Tanpa dukungan seluruh lapisan masyarakat, tentu hal ini akan jadi sia-sia saja. Mari kita patuhi dan bersabar sementara waktu,” harap Alex. (relis)

INFO NUSANTARA PERSADA 

Anggota DPRD Kota Padang Boby Rustam 
Infonusantara.net - Dampak sosial ekonomi wabah Covid-19 sangat dirasakan masyarakat. Apa lagi, bantuan bagi warga terdampak Covid-19 dari pemerintah sangat terbatas. 

Untuk itu, Sekretaris Komisi II DPRD Kota Padang, Boby Rustam mengimbau perusahaan - perusahaan yang beroperasi dan ada di Kota Padang untuk memperhatikan masyarakat yang berada dan tinggal di lingkungan perusahaan tersebut. 

Kalau kita hanya mengandalkan bantuan dari pemerintah, tentu sangat terbatas. Untuk itu, kepedulian semua pihak sangat diperlukan," ujarnya kepada wartawan, Rabu (22/4/2020) dari ruang Komisi II DPRD Kota Padang. 

Dikatakan Boby, CSR atau zakat perusahaan-perusahaan yang ada potensinya sangat besar untuk meringankan beban masyarakat di tengah wabah Covid-19. Bantuan tersebut merupakan bentuk kearifan lokal dari perusahaan setempat. 

CSR dan zakat dari perusahaan dapat digunakan untuk membantu masyarakat yang saat ini sedang dalam kesulitan ekonomi. Apalagi saat ini, kata Boby, Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sudah diberlakukan di Kota Padang. 

"Otomatis masyarakat tak bisa keluar rumah. Maka bantuan dari pemerintah dan dunia usaha sangat diharapkan sekali masyarakat," cakapnya.

Tak hanya itu, jelas Boby, masyarakat juga akan menghadapi bulan suci Ramadan. Maka, bantuan yang diberikan perusahaan tersebut akan terasa sekali faedah nya bagi masyarakat. Berkah untuk yang menerima ladang ibadah pada yang memberikan. 

Boby Rustam, Anggota DPRD Padang dari Fraksi Gerindra ini mencontohkan salah satu nya adalah PT Pelindo II CabangTeluk Bayur. Ia mengapresiasi kepedulian PT Pelindo II kepada masyarakat yang ada di lingkungan perusahaan.

"Saya berharap, kepedulian PT Pelindo II Cabang Teluk Bayur ini ditiru dan diikuti oleh perusahaan-perusahaan lain yang ada di Kota Padang," ujar politisi Partai Gerindra ini.

Boby juga menyigi transparansi pembagian bantuan dari Pemko Padang ke masyarakat. Ia berharap, penyaluran bantuan dilakukan transparan. "Pembagian bantuan harus transparan dan merata kepada masyarakat yang terdampak Covid-19," pungkasnya.(bim)

Ketua PDI Perjuangan Sumatera Barat, Alex Indra Lukman
Infonusantara.net
Ketua PDI Perjuangan Sumatera Barat, Alex Indra Lukman mengungkapkan, tengah memesan 2.000 alat pelindung diri (APD) dan 5.000 masker standar medis. Kedua produk ini, akan didistribusikan ke rumah sakit dan Puskesmas yang persediaannya minim di Sumatera Barat. 

“In Syaa Allah, ini bantuan perdana PDI Perjuangan Sumbar. Baru sebanyak ini pesanan kita bisa dipenuhi produsennya,” ungkap Alex dalam pernyataan tertulis yang diterima, Selasa (21/4/2020). 

Untuk titik distribusi nantinya, terang Alex, timnya tengah memetakan kebutuhan rumah sakit dan Puskesmas terhadap APD dan masker standar medis ini. Pendistribusiannya tidak pada rumah sakit rujukan, melainkan ke seluruh Sumbar. Hal ini disebabkan penyebaran pandemi yang juga telah meluas. 

“Kita upayakan mendonasikan 5.000 APD dan 25 ribu masker standar medis untuk Sumbar. Mari kita sama berdoa, agar pesanan ini bisa dipenuhi produsennya,” harap Alex. 

Diakui Alex, APD dan masker standar medis ini, masuk kategori produk langka di pasaran. Pasokannya juga terbatas, karena hampir seluruh daerah bahkan dunia, membutuhkan kedua produk itu. “Kita inginnya cepat menyalurkan, tapi terkendala ketersediaan produk,” tukas Alex. 

“Saat ini, yang baru bisa dibagikan berupa masker kain yang diperuntukan untuk masyarakat umum. Sedikitnya, 5.000 lembar masker kain telah kita distribusikan ke masyarakat luas. Kita akan terus menambah pembagian masker ini, tapi masih kesulitan mendapatkannya karena produk juga terbatas tersedia di pasar,” tambah Alex. 

Untuk memenuhi kebutuhan dalam penanganan pasien Covid19, Pemprov Sumbar diketahui telah meminta 40 ribu lebih APD ke pusat. Ini untuk memenuhi persediaan selama empat bulan. Nantinya, APD itu akan didistribusikan ke sejumlah Rumah Sakit (RS) yang jadi rujukan penanganan Covid19.

“Prediksi kita, kebutuhan APD di Sumbar mencapai 200 ribu set. Saat ini, baru sekitar 10 ribu unit yang terpenuhi,” ungkap Wakil Gubernur Sumatra Barat, Nasrul Abit pada wartawan di Padang, 1 April 2020 lalu. 
  
Diketahui, pada Rabu (22/4/2020) besok hingga 14 hari ke depannya atau 5 Mei 2020, Pemprov Sumbar akan memberlakukan status Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di seluruh wilayah administratifnya sebagaimana tertuang dalam Instruksi Gubernur No 360/051/Covid-19-SBR/IV-2020 tentang Pemberlakukan PSBB di Wilayah Provinsi Sumatera Barat.

Dalam instruksi itu disebutkan, bupati/wali kota se-Sumbar diminta untuk menghentikan sementara aktifitas setiap orang di luar rumah meliputi :
a). pelaksanaan pembelajaran di sekolah dan /atau institusi pendidikan lainnya,
b). aktifitas bekerja di tempat kerja,
c). kegiatan keagamaan di rumah ibadah, 
d). kegiatan di tempat fasilitas umum, 
e).kegiatan sosial dan budaya dan,
f).pergerakan orang dan barang menggunakan moda transportasi.

Sementara itu, jumlah pasien terkonfirmasi positif terpapar Coronavirus Disease 20019 (Covid19) di Sumatera Barat juga terus meningkat. Data 20 April 2020, pasien positif berjumlah 74 orang dimana 13 orang di antaranya telah dinyatakan sembuh. Kemudian, 7 orang meninggal dunia, 20 orang dirawat di berbagai rumah sakit rujukan dan 34 orang isolasi di rumah dan Bapelkes Provinsi Sumbar di Padang.

Selain itu, total orang dalam pemantauan (ODP) mencapai 6.649 orang. Rincinya, 601 orang dalam proses pemantauan, 6.048 orang selesai pemantauan. Sedangkan jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) mencapai 250 orang.

Selain membantu APD dan masker, PDIP Sumatera Barat juga mendistribusikan aneka jamu pada masyarakat, dengan tujuan untuk memperkuat imunitas tubuh. 

“Jamu adalah kekayaan pengobatan asli Indonesia. Mengonsumsi herbal, bisa menjaga sistem kekebalan tubuh jadi lebih kuat dan cocok dikonsumsi oleh semua golongan umur, anak-anak hingga Lansia,” ungkapnya. (relis)

(Info Nusantara Persada)

Formulir Kontak

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.