January 2020


Infonusantara.net - Selaku kota "Smart City", Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat secara bertahap terus menerapkan segala sesuatu yang berkaitan dengan hal tersebut.

"Sebelumnya kita sudah menerapkan penggunaan IT dalam pembayaran Trans Padang dan lainnya. Dan kali ini alhamdulillah sekarang, kita lanjutkan dengan dilaunchingnya program E-Kelurahan," ungkap Wali Kota Padang dalam kegiatan Launching Aplikasi Program E-Kelurahan di Ruangan Media Center Balai Kota Padang, Rabu (29/1/2020).

Dalam launching buah karya dari Dinas Kominfo Kota Padang itu, juga dibarengi dengan ujicoba Teleconference yang dilakukan secara langsung Wali Kota Mahyeldi dengan semua camat beserta jajaran se-Kota Padang.

Juga hadir bersama wali kota dikesempatan itu Sekda Amasrul, Asisten Administrasi Didi Aryadi, Kepala Diskominfo Rudy Rinaldi, Kabag Humas Amrizal serta para wartawan dan unsur terkait lainnya.

Wako menyampaikan, atas nama Pemerintah Kota Padang tentu sangat menyambut baik hadirnya aplikasi E-Kelurahan di Kota Padang. Dimana saat ini sudah diterapkan di 11 kecamatan se-Kota Padang dengan tiap kecamatan 1 kelurahan sebagai 'pilot project' atau percontohan.

"Insya Allah juga pada tahun 2020 ini, kita akan tambah lagi untuk 50 kelurahan. Sehingga pada tahun 2021 semua kelurahan di Kota Padang sudah menggunakan aplikasi E-Kelurahan ini," ujarnya.

Adapun dengan pemanfaatan E-Kelurahan ini menurut Mahyeldi tentu melalui pemanfaatan teknologi akan memudahkan pelayanan dan sekaligus juga mengurangi pembiayaan negara dan banyak manfaat lainnya.

"Terutama sekali memudahkan masyarakat dalam mengurus keperluannya di kelurahan tanpa mendatangi kantor lurah, cukup mengakses aplikasi E-Kelurahan saja melalui hp android atau pun juga lewat komputer," cetusnya.

Lebih lanjutnya tambahnya, hadirnya E-Kelurahan ini juga menjadi langkah maju bagi Pemko Padang dalam memudahkan pelayanan bagi masyarakat.

"Baik dalam mengurus surat menyurat atau pun perizinan dan keperluan lainnya yang kita ketahui ada 15 item pelayanan yang sudah bisa diakses," pungkas wako.

Sementara itu Kepala Dinas Kominfo Padang Rudy Rinaldi menyebutkan, E-Kelurahan ini merupakan langkah maju yang dilakukan pihaknya guna memudahkan masyarakat dalam mengurus apa saja keperluannya di kelurahan.

"Saat ini baru 15 item pelayanan yang bisa diakses masyarakat melaui aplikasi E-Kelurahan, dengan baru untuk 1 kelurahan di tiap kecamatan se-Kota Padang," sebutnya.

Ia menjelaskan, dari 15 item layanan tersebut, merupakan bahagian dari 7 kategori layanan yang disediakan pada aplikasi E-Kelurahan.

Diantara dari 15 item layanan tersebut adalah untuk kategori pengurusan Surat Keterangan Nikah dengan terdapay 7 kategori layanan yakni Surat Keterangan Untuk Menikah, Surat Keterangan Belum Menikah, Surat Keterangan Orang Tua, Suray Keterangan Asal Usul, Surat Pengantar Perkawinan (N1) dan Surat Izin Menikah Orang Tua.

Selanjutnya, untuk Kategori Surat Keterangan Tidak Mampu dengan jenis layanan Surat Keterangan Tidak Mampu Perorangan dan Surat Keterangan Tidak Mampu Keluarga. Begitu pun untuk kategori Surat Domisi Usaha memberikan jenis layanan Surat Keterangan Domisili Usaha dan Surat Keterangan Usaha.

"Kemudian kategori Surat Keterangan Kelakuan Baik dengan jenis layanan Surat Keterangan Kelakuan Baik dan Surat Keterangan SKCK. Lalu Surat Keterangan Ahli Waris, Surat Keterangan Ghaib dan Surat Keterangan Kematian," papar Rudy.

Lebih lanjut Rudi menerangkan, cara penggunakan aplikasi E-Kelurahan ini yaitu sangat mudah bisa menggunakan hp android atau komputer yang memiliki jaringan internet.

Pertama sekali yang dilakukan katanya, silahkan akses atau buka google atau mozilla dan lalu buka situs http://ekelurahan.padang.go.id. Kemudian silahkan pilih menu permohonan yang akan diajukan dan masukkan NIK pemohon pada kolom yamg telah disediakan serta nama ibu pemohon untuk validadi pada aplikasi E-Kelurahan.

"Jika itu sudah dilakukan baru lengkapi form yang kosong dan tekan tombol simpan. Setelah tersimpan, maka akan keluar pada TAB baru bukti registrasi/pendaftaran. Setelah itu selesai simpan bukti tersebut dan tinggal menunjukkannya pada petugas kelurahan untuk ditindaklanjuti," jelasnya.(hms)

Komisi I DPRD Kota Padang bersama Sejumlah OPD, LKAM,  Tokoh Masyarakat dan Akademisi bahas penamaan jalan jalur dua ByPass

Infonusantara.net -
Proses penetapan nama jalan di sepanjang By Pass Kota Padang oleh Pemko Padang bersama Komisi I DPRD Kota Padang, rencananya akan mencantumkan nama Pahlawan Nasional asal Sumbar dan mengadopsi kearifan lokal. 

Mekanisme tersebut, agar warga hafal jalan itu serta kekeliruan warga tak ditemui jika mereka tersesat. Jalan By Pass itu, ditargetkan awal Maret selesai. 

Ketua Komisi I DPRD Kota Padang Elly Thrisyanti, Selasa (28/1) mengatakan, hasil diskusi dengan LKAAM, Tokoh Masyarakat, Akademisi dan beberapa OPD belum final dan nama jalan untuk kawasan By Pass akan dikonsultasikan lagi dengan pimpinan DPRD dan anggota komisi yang ada. 

" Saat ini belum tuntas apa namanya, sebab pengusulan yang sudah ada masih kami rapatkan lagi dengan eksekutif , nanti akan kita usulkan ke Pimpinan DPRD untuk di Paripurnakan agar mendapatkan persetujuan seluruh anggota dewan. Namun itu belum juga bisa katakan final , harus kita ajukan kembali ke walikota dan disampaikan ke Kementerian PUPR, "ujarnya.

Intinya tadi kita sudah menampung semua usulan,  benang merah yang dapat ditarik bahwa penamaan jalan By Pass adalah nama - nama  pahlawan nasional asal Sumbar.  Banyak hal yang kita tampung dan sudah kita catat semuanya dalam pertemuan ini," pungkasnya. 

Diketahui, sebelumnya nama jalan By Pass sudah dibahas antara lain Soekarno Hatta, Adam Malik, Syafrudin Prawira Negara, M Natsir dan Sayiti Malik. Namun demi penyamaan persepsi dan mewujudkan keamanan, maka pembahasannya kembali dilaksanakan. " Kami ingin apa yang ditetapkan nanti, tak menuai pro kontra serta nama jalan yang diputuskan benar-benar asli Pahlawan Nasional asal Sumbar," ucapnya. 

Kepala Dinas Perhubungan Kota Padang Dian Fakhri menilai, pemberian nama jalan untuk kawasan By Pass memang cocok ditetapkan. Agar warga mengenal dan kesesatan tak ditemui. " Seharusnya pantas di namai dan kriterianya nama Pahlawan asal Sumbar, supaya mudah diingat dan warga mengetahui," ujarnya.

Asisten Pemerintahan Edi Hasymi mengatakan, pemberian nama jalan itu tentu harus di konsultasikan ke Kementerian PUPR, sebab jalan itu jalan nasional. Terkait namanya, usahakan mengadopsi kearifan lokal. Supaya bisa diingat dan mereka tak tinggal nama saja. (inf) 

Anggota Komisi I DPRD Kota Padang, Ja'far, Fraksi PKS 
Infonusantara.net -- Anggota Komisi I DPRD Padang, Ja'far meminta kepada pihak sekolah untuk perketat pengawasan di sekolah masing-masing. Hal ini disampaikan terkait dengan maraknya aksi penculikan anak yang kembali terjadi di Kota Padang baru - baru ini, 

Ja'far mengatakan, jangan biarkan anak bebas keluyuran dalam jam istirahat, jangan biarkan jauh-jauh. Supaya hal yang tak diinginkan tidak terjadi serta keselamatan mereka terjamin.

Lalu, kepada Pemko Padang melalui Satpol PP diminta patroli dan menstanbykan aparatnya, agar menempatkan beberapa orang pada sekolah - sekolah, tempat - tempat keramaian aktivitas anak - anak bermain. "Ini demi keamanan dan mengurangi hal yang terduga terjadi."Jangan sampai muncul korban, baru bertindak," ujar kader PKS ini, Selasa (28/1)

Kepada anak-anak jangan mau dibawa oleh pihak yang tak di kenal. Tunggu saja orangtua menjemput. Jika tak datang, maka pihak sekolah harus komunikasi dengan wali murid. Supaya jelas dan aman untuk keberadaan anak -anak kita, " pungkasnya.

Hak senada disampaikan Anggota DPRD Kota Padang, Jumadi. Dia  mengimbau kepada wali murid untuk meningkatkan kewaspadaan terkait penculikan anak yang kembali terjadi. Jangan sampai orangtua lengah dalam hal ini.

Selanjutnya, kontrol harus dilakukan wali murid dengan pihak sekolah setempat. Agar rasa cemas tak ditemui serta keselamatan anak terjamin."Saling komunikasi antara ke dua belah pihak," pungkas kader Golkar ini.(inf)




  • Infonusantara.net - Bakal calon Bupati Agama 2020-2025, Zulhendrif Bandaro Labiah menyampaikan visi misi di hadapan tim penjaringan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah DPD Partai Gerindra Sumbar, Selasa, 28 Januari 2020, bertempat di Hotel Kryad Bumi Minang.


Dalam paparannya, Zulhendrif Bandaro Labiah yang juga anggota DPRD Kabupaten Agam dari Fraksi Partai Gerindra ini ingin menciptakan Agam Unggul di segala bidang jika terpilih jadi Bupati Agam yang diurai dalam lima misi.

"Misi kami yang pertama adalah mewujudkan Agam yang sejahtera berbasiskan potensi keunggulan Nagari dalam memberdayakan masyarakat dan menciptakan lapangan pekerjaan dan berusaha yang seluas-luasnya," jelasnya.

Kedua, katanya lagi, dengan mewujudkan sumberdaya manusia Agam yang unggul berbasiskan nilai-nilai kearifan dan keunggulan lokal untuk mampu bersaing dalam tataran global.

Pada poin ketiga, Zulhendrif Bagindo Labiah ingin mewujudkan kinerja birokrasi yang bersih, kompeten dan profesional dalam mewujudkan pembangunan yang efektif dan efisien serta pelayanan prima kepada masyarakat.

"Keempat, kami ingin mewujudkan penataan ruang yang terintegrasi dan memantapkan sarana prasarana lingkungan dan permukiman yang diperkuat oleh nilai-nilai agama dan budaya," ujarnya.

Pada visi kelima, Zulhendrif Bagindo Labiah ingin mengoptimalkan kualitas dan pemerataan pembangunan infrastuktur yang berbasiskan kelestarian lingkungan.

Dasar pemikiran dari ke lima visi tadi, kata Zulhendrif Bagindo Labiah, beranjak dari Agam sebagai daerah yang memiliki potensi sumber daya alam yang lengkap, seperti lahan pertanian, laut, danau, pergunungan, dan hutan.

Menurutnya, Kabupaten Agam memiliki Sumber Daya Manusia (SDM) yang kuat dan ulet dalam dunia usaha. Disamping itu, Agam memiliki SDM kuat di bidang agama.

"Untuk diketahui, Agam memiliki SDM yang unggul yang menguasai segela lini, tak hanya ditataran Kabupaten Agam dan Sumatera Barat, tapi juga Indonesia," pungkasnya.

Ia juga menegaskan, Agam memiliki potensi wisata budaya, sejarah, dan panorama lengkap.

Editor: Zamri Yahya
Laporan: Rudi Hartono



Infonusantara.net - Wali Kota Padang Mahyeldi Ansharullah menerima kunjungan silaturrahmi dari Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Perwakilan Sumatera Barat (Sumbar) Misran Pasaribu di ruang kerjanya, Balai Kota Padang, Senin (27/1/2020).

Kehadiran Kepala OJK Perwakilan Sumbar yang baru dilantik per 23 Januari 2020 lalu itu, disambut hangat wali kota sembari melakukan dialog membahas penguatan sinergi dan kerjasama antara OJK dengan Pemko Padang ke depan.

"Atas nama Pemerintah Kota Padang kita menyambut baik penggantian dari Kepala OJK Perwakilan Sumbar yang lama ke yang baru. Mudah-mudahan bisa dilanjutkan dan ditingkatkan lagi kerjasama dan sinergi antara OJK dengan Pemko Padang," sambut wako.

Mahyeldi pun berharap ke depan sinergitas OJK dengan Pemko Padang semakin baik. Khususnya terhadap apa saja sektor-sektor yang bisa disinergikan.

"Tadi sempat disinggung masalah Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) yang akan dibuka di Kota Padang. Alhamdulillah OJK Perwakilan Sumbar juga akan berupaya mendorong pembentukan TPAKD Kota Padang nantinya," tambahnya didampingi Kabag Humas Amrizal.

Sementara itu Kepala OJK Perwakilan Sumbar Misran Pasaribu menyebut, kunjungan kepada Wali Kota Padang kali ini bertujuan dalam rangka melakukan silaturrahmi sekaligus memperkenalkan diri selaku Kepala OJK Perwakilan Sumbar yang baru.

"Selain itu kita juga meminta dukungan, sinergi dan peningkatan kerjasama antara OJK dengan Pemko Padang ke depan. Yaitunya terutama sekali untuk membantu pengembangan ekonomi di Kota Padang khususnya," sebutnya.

Ia melanjutkan, sesuai kewenangan OJK adalah mendorong Perbankan untuk membiayai program-program dari Pemko Padang.

"Contohnya di bidang pariwisata, Pemko Padang dalam menggalakkan pariwisata membutuhkan adanya pembiayaan dari Perbankan seperti untuk pembangunan sarana-prasarana pendukung. Jadi kita di OJK mendorong Perbankan untuk upaya itu," pungkas Misran didampingi wakilnya Mendi Rahmadi dikesempatan itu.

(hms pdg)


M Fikar Dt Rajo Magek 
Infonusantara.net - Sempat disebut sebut calon kuat, akhirnya, M Fikar Dt Rajo Magek SAg MM MPd pimpin Badan Musyawarah Pembangunan Nagari (BMPN) Nagari Pauh IX Kuranji Padang secara aklamasi dalam suatu musyawarah besar (Mubes) BMPN di Kantor KAN Pauh IX, Sabtu (25/1 /2020) lalu.

Fikar terpilih aklamasi karena tidak ada calon yang lain mengapung yang menjadi rivalnya. 

Ketua KAN Pauh IX Kuranji Suardi Dt Rajo Bujang mendukung anak kemanakan, didahulukan selangkah ditinggikan seranting dalam memimpin BMPN Nagari Pauh IX Kuranji ini. "Mudah mudahan kelak nagari semakin ramai, pembangunan semakin menggeliat untuk lebih baik ke depan," ujar Suardi. 

Ketua MPA KAN Pauh IX Kuranji Irwan Basir Dtk Rajo Alam mengapresiasi, anak nagari yang hadir dalam Mubes BMPN Pauh IX Kuranji. Artinya, anak nagari dari berbagai elemen peduli dengan nagarinya. Untuk diketahui nagari ini berada dalam nagari perkotaan, memang ada Musrenbang, namun perlu ada skala prioritas yang akan diakomodir BMPN Nagari. 

"BMPN ini akan melakukan musyawarah untuk target pembangunan skala prioritas yang di musyawarahkan melalui BMPN ini," ujar Irwan. 

Ditambahkan Irwan, maka untuk membanguna ini butuh dibangun nilai nilai positif, rasa peduli, rasa kesetiakawanan dan nilai nilai keberamanaa. Jangan ada kasta kasta di antara anak nagari, karena dengan kebersamaan pasti bisa. 

Sekcam Kuranji Harnoli mengapresiasi, kehadiran masyarakat Nagari Pauh IX Kuranji dalam menghadiri Mubes BMPN ini, berarti anak nagari begitu peduli terhadap keberadaan nagarinya. "Ini sekaligus berarti kepedulian terhadap pembangunan nagarinya," ujar Harnoli. 

Ketua BMPN terpilih M Fikar Dt Rajo Magek mengatakan, dalam menggawangi BMPN ini ia sudah mengusung Visi, "Membangun Pauh IX yg bermartabat dan berkemajuan di segala bidang. Kemudian misinya, Memusyawarahkan suatu perencanaan pembangunan di berbagai bidang dan 
Mengutamakan pembangunan SDM dan pemberdayaan masyarakat," ujar Fikar. 

Ditambahkan, kemudian menumbuhkan ide- ide dan wacana Pembangunan pendidikan dan sosial masyarakat. 
Mengelola Anggaran Pembangunan infrastruktur secara Swadaya dan swakelola.

Dikatakan Fikar, melalui (Mubes) Ketua BMPN Pauh IX  hari ini, selaku ketua terpilih diucapkan terima kasih atas partisipasi bapak dan ibu. Sehingga acara  ini  terlaksana dengan baik dan sukses. 

"Kemudian nanti juga penting dalam hal menyusun pengurus yang solid, yang bisa bekerja secara tim untuk  memajukan Nagari Pauh IX ke depan di seluruh sektor, baik  fisik dan non fisik," kata Fikar. 

Di antaranya, sektor pendidikan, sosial masyarakat, adat istiadat dan budaya. Kemudian, pembangunan fisik dari segala infrastruktur kebutuhan masyarakat termasuk pembangunan pariwisata. Dan tak kalah pentingnya pembangunan spritual anak nagari yang berkarakter,  berlandaskan adat basandi syarak- syarak basandi kotabullah (ABS - SBK). Apalagi Nagari Pauh IX Kuranji yang terletak di Papiko masih masih kental memegang nilai-nilai adat dalam kehidupan sehari hari, dengan berlandaskan agama. 

Selanjutnya, BMPN Pauh IX sebagai wadah musyawarah untuk merencanakan dan melaksanakan pembangunan secara berkesinambungan tentu perlu dimenej dengan baik, yang terukur dan terstruktur bersama dengan Ormas Nagari Pauh IX lainnya seperti FKAN sebagai mitra sejajar dan KAN sebagai mitra fungsional. 

Untuk menjalankan itu semua saya selaku ketua tentu perlu koordinasi yang baik dan solid untuk mewujudkan Nagari Pauh IX yang maju dan bermartabat. Sehingga bisa duduk sama tendah dan tegak sama tinggi dengan nagari lain, di Kota Padang maupun Sumbar umumnya. 

Maka pembangunan sektor fisik dan dan non fisik tersebut akan diakomodir dalam bentuk program kerja jangka pendek dan jangka panjang satu periode ke depan.

Tentu butuh dukungan dari segala elemen yang ada di Nagari Pauh IX Kuranji. Sebab, tanpa dukungan dari semua unsur tentu tidak akan terwujud sasaran yang maksimal.

Atas kerjasamanya semua anak Nagari Pauh IX bisa melaksanakan visi dan misi serta program BMPN Pauh IX ke depan. (inf/boy)



Infonusantara.net - Pemerintah Kota Padang melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH), kali ini Minggu (26/1/2020) menurunkan sebanyak 80 orang Petugas Kebersihan Kecamatan Kelurahan (PK3) guna melakukan aksi bersih-bersih di sepanjang Pantai Padang.

"Hal ini kita lakukan untuk menciptakan kawasan Pantai Padang yang bersih dan asri selaku objek wisata unggulan Kota Padang," sebut Kepala DLH Kota Padang, Marizon.

Ia mengungkapkan, dalam kegiatan aksi bersih-bersih Pantai Padang ini pihaknya membagi pada 4 tiitik.
Titik pertama, katanya yaitu dimulai dari pinggir pantai depan LP Muaro Padang hingga Simpang jl. Hang Tuah. Selanjutnya titik kedua dari simpang jl. Hang Tuah sampai Simpang jl. Olo Ladang.

"Sementara pada titik ketiga yaitu dari simpang jl. Olo Ladang sampai jembatan Purus. Dan titik keempat, dari jembatan Muaro Lasak sampai simpang belakang Hotel Pangeran Beach," jelasnya.

"Alhamdulillah kegiatan aksi bersih-bersih ini berjalam lamcar dan maksimal. Kegiatan ini bukan hanya membersihkan begitu saja tapi juga sebagai upaya mengedukasi masyarakat atau pengunjung agar selalu menjaga kebersihan dimana  saja berada salah satunya di kawasan wisata. Kalau bukan kita yang menjaganya siapa lagi," tuturnya.(hms pdg)



foto: Doc Humas 

Infonusantara.net - Wali Kota Padang Mahyeldi Ansharullah ikut menghadiri sekaligus memeriahkan pelaksanaan event Tradisi Serak Gulo (tebar gula-red) yang tiap tahunnya diadakan warga Muslim keturunan India di Kota Padang.

Pelaksanaan Serak Gulo tersebut dilaksanakan di jl. Pasar Batipuh atau tepatnya di depan Masjid Muhammadan Pasa Gadang, Kecamatan Padang Selatan, Sabtu sore (25/1/2020).

Dalam kesempatan itu, terlihat ratusan orang tak hanya warga Muslim keturunan India Kota Padang, namun warga lainnya juga ikut mengikuti tradisi tersebut. Sebanyak 8 ton lebih gula pasir yang dibungkus kecil-kecil dengan kain perca berwarna warni itu dibagikan.


Prosesinya ditandai dengan dilemparkannya gula tersebut oleh sekitar 15 orang pria dewasa termasuk pejabat terkait dari atas atap Masjid Muhammadan serta panggung lainnya yang berada di sisi kanan dan kiri masjid. Sebelum tebar gula dimulai, ritual diawali dengan doa bersama, kemudian pemasangan bendera pada bagian atas masjid pada seutas tali dengan panjang 20 meter.


Juga hadir dikesempatan itu Anggota Komisi II DPR RI Mardani Ali Sera, Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit, Wakil Ketua DPRD Padang Arnedi Yarmen, unsur Forkopimda Sumbar dan Padang, pimpinan OPD Sumbar dan Padang serta unsur penting lainnya.


Wali Kota Mahyeldi mengatakan, kegiatan tradisi Serak Gulo ini juga telah menjadi daya tarik tersendiri bagi pariwisata Kota Padang. Dimana event tersebut sudah masuk dalam kalender tahunan pariwisata Kota Padang sejak 2018 lalu.


"Kegiatan Serak Gulo ini adalah kegiatan yang unik dan satu-satunya dilaksanakan di Indonesia. Maka itu atas nama Pemerintah Kota Padang, kita sangat menyambut baik kegiatan ini dan berharap semoga terus berlanjut hingga masa-masa yang akan datang," ungkap Mahyeldi dalam sambutannya.


Menurut Mahyeldi, acara serak gulo ini juga menjadi ajang silaturahmi sekaligus membangun semangat kebersamaan di antara masyarakat Muhammadan dan seluruh masyarakat Kota Padang.


"Ini menandakan proses akulturasi di Kota Padang sudah terjalin sangat kuat sekali. Dan hal ini harus terus kita pertahankan," imbuh Mahyeldi yang dipanggil "Mamo" atau mamak oleh warga muslim keturunan India di Padang itu.Dikatakannya lagi, adapun event Serak Gulo ini adalah event perdana di tahun 2020 dari sebanyak 35 event pariwisata yang telah diagendakan di Kota Padang.


"Maka itu terima kasih kepada panitia pelaksana serta semua pihak yang mendukung kesuksesan acara ini. Mari kita selalu bahu membahu untuk membangun Kota Padang dan mari kita hadirkan upaya-upaya dan prestasi-prestasi untuk kemajuan pembangunan Kota Padang yang kita cintai ini," tukasnya.


Sementara itu, Ketua Himpunan Keluarga Muhammadan (HKM) Padang, Ali Khan Abu Bakar mengatakan, tradisi Serak Gulo' oleh warga muslim keturunan India di Kota Padang ini adalah satu-satunya di Indonesia. Dulu kegiatan serupa juga pernah dilaksanakan di India dan Singapura.


"Tradisi Serak Gulo merupakan perwujudan rasa syukur atas rezeki yang didapat selama setahun ini. Tradisi juga digelar untuk memperingati kelahiran ulama Islam asal India, Shahul Hamid. Dia disebut sebagai orang yang sudah berjuang untuk menegakkan Islam di India dan lahir pada tanggal 30 Jumadil Awal yang diperingati sebagai tanggal gelaran Serak Gulo ini," ungkapnya.(hms pdg)




Wakil Ketua Komisi I DPRD Sumbar, Eviyandri Rajo Budiman menerima rombongan aliansi ninik mamak salingka nagari di tiga Kecamatan yang ada di Kabupaten Sijunjung. 
Infonusantara.net -  Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Barat melalui Komisi I memberikan apresiasi kepada aliansi ninik mamak salingka nagari di tiga Kecamatan yang ada di Kabupaten Sijunjung, yang telah mendatangi gedung DPRD Sumatera Barat, Kamis (23/1/2020). 

Kedatangan aliansi ninik mamak itu ke DPRD Provinsi Sumatera untuk mencari solusi terkait aktifitas yang dilakukan oleh masyarakat adat di tiga kecamatan yakni Tanjung Gadang, Kamang Baru dan Lubuk Tarok.

Kedatangan para niniak mamak ini ke DPRD Sumbar diterima Wakil Ketua Komisi I DPRD Sumbar, Eviyandri Rajo Budiman dan anggota Komisi I, Muzli M Nur dan anggota DPRD komisi V, H Syahrul Furqan.


“Ini langkah yang tepat bagi ninik mamak dengan mendatangi wakil rakyat, kami memberikan apresiasi dan akan berjuang untuk mencarikan solusi terbaik bagi masyarakat,”ungkap Wakil Ketua Komisi I DPRD Sumbar, Eviyandri Rajo Budiman dalam hearing bersama aliansi ninik mamak pemangku adat salingka nagari Kecamatan Tanjung Gadang, Kamangbaru dan Lubuk Tarok.

Dikatakan, Eviyandri, persoalan terhentinya aktifitas masyarakat adat ini, pihaknya akan membawa hasil hearing ini ke rapat pimpinan. “Kita akan bahas dulu persoalan ini, setelah itu kita akan panggil pihak pihak terkait untuk mencarikan solusi mengenai masalah yang terjadi di masyarakat adat,”tegasnya.

Eviyandri juga meminta kepada ninik mamak untuk bersabar dan menyampaikan kepada anak cucu kemenakan terkait perjuangan yang akan dilakukan oleh wakil rakyat. “Kami berada disini karena rakyat, untuk itu kami akan berjuang untuk rakyat sesuai dengan aturan yang ada,”tegasnya.

Hal senada juga disampaikan oleh, anggota DPRD dari dapil 6, H Syahrul Furqan, dirinya juga mengakui bahwa kehidupan masyarakat di tiga kecamatan ini menggantungkan dirinya dengan berkayu dan tambang dan itu juga terjadi untuk Kabupaten Dharmasraya.

“Saat ini masyarakat kita syok dan kaget dengan aturan yang ada, untuk itu kami sebagai wakil rakyat dan sebagai perpanjangan rakyat akan mencarikan solusi yang terbaik sehingga masyarakat bisa kembali beraktifitas tentu dengan merembukkan kembali aturan yang ada,”tegasnya.

Untuk itu, kata Putra Asli Lubuk Bulang Dharmasraya ini, pihaknya akan berkoordinasi dan memanggil pihak terkait untuk membicarakan hal ini sehingga yang menjadi harapan masyarakat bisa beraktifitas kembali dan mencarikan solusi dari persoalan yang ada saat ini.

“Ambo tidak menutup mata, memang masyarakat kita menggantungkan kehidupannya di kayu, celah dan peluang yang ada kita jadikan solusi untuk masyarakat bisa beraktifitas kembali,”tandasnya.

Diketahui sebelumnya, dimana puluhan Ninik Mamak yang bergabung dalam Aliansi Ninik Mamak Pemangku Adat Salingka Nagari Kecamatan Tanjung Gadang, Kamang Baru dan Lubuk Tarok, Kamis (23/1), mendatangi kantor DPRD Dharmasaraya untuk melakukan hearing bersama anggota DPRD Dharmasraya terkait tanah ulayat yang dimiliki oleh Ninik Mamak.



Infonusantara.net,- Wali Kota Padang Mahyeldi Ansharullah memfasilitasi sejumlah pedagang loak di lantai II kawasan Padang Teater Pasar Raya Padang agar kembali berdagang seperti sedia kala.

para pedagang pakaian, buku dan burung itu kini terkatung-katung. Karena tempat yang ia diami untuk Seperti diketahui, pasca terjadinya musibah kebakaran tepat 3 Januari 2020 lalu terhadap sebanyak 15 kios, berjualan sehari-hari telah hangus dibabat Si Jago Merah.

Mahyeldi pun langsung menjamu sejumlah pedagang tersebut di rumah dinasnya, Kamis (23/1/2020). Ia pun dalam kesempatan itu membantu memfasilitasi untuk pembersihan dan rehab bangunan yang terbakar diantaranya melalui bantuan Dinas Perdagangan dan Baznas Kota Padang.

"Kita tentu berharap, pedagang loak di kawasan lantai dua Padang Teater yang terkena musibah kebakaran dapat kembali berdagang seperti semula. Dan semoga kebakaran yang terjadi beberapa waktu lalu memberikan hikmah dan pelajaran bagi kita untuk lebih hati-hati sehingga hal itu tidak terjadi lagi," imbuh wako dalam kesempatan itu didampingi Kepala Dinas Perdagangan Endrizal.

Sementara itu M. Ikhsan, perwakilan pedagang Pasar Loak kawasan lantai dua Padang Teater Pasar Raya Padang usai bertemu Wali Kota Padang menyampaikan terima kasih kepada bapak Wali Kota Padang yang telah memfasilitasi ia beserta pedagang lainnya untuk dapat kembali berdagang pasca kebakaran melanda.

"Alhamdulillah pak wali menerima kita secara terbuka dan dari info yang kita dengar Insya Allah hari Jumat (24/1/2020) Pemko melalui Dinas Perdagangan akan melaksanakan upaya pembersihan terhadap beberapa petak toko yang terbakar. Semoga kami bisa berjualan kembali seperti biasa," harapnya.

Sejak mengalami musibah kebakaran itu, Ikhsan mengungkapkan, ia bersama pedagang loak lainnya di kawasan lantai dua Padang Teater istirahat berjualan sampai toko-tokonya kembali dibersihkan dan kondusif kembali.

"Alhamdulillah, Pemko melalui bapak Wali Kota Padang telah memfasilitasi kami untuk bisa berjualan dan mencari nafkah kembali. Ucapan terima kasih kami sampaikan kepada pak wali beserta jajaran yang telah memfasilitasi sehingga kami dapat berjualan kembali," ungkap dia berterima kasih.(hms pdg)



Infonusantara.net :Camat Padang Timur Ances Kurniawan memaparkan seputar program dan kegiatan yang dilaksanakan di kecamatan yang ia pimpin. Salah satunya Program Hati Uda” (Perhatikan Usia Muda), yang telah dilaunching sejak 11 November 2019 lalu. Demikian disampaikan Ances dalam kegiatan diseminasi informasi bersama Dinas Kominfo Kota Padang di Media Center Balai Kota Padang, Rabu (22/1/2020).

Ia menjelaskan, pada peresmian program itu menghasilkan penandatanganan nota kesepahaman yang disepakati oleh stakeholder terkait di wilayah Kecamatan Padang Timur dengan disaksikan oleh Walikota Padang. Nota kesepahaman tersebut merupakan bagian penting dari Program “Hati Uda” yang mencakup beberapa bidang. 

"Antara lain yakni bidang kesehatan, bidang ketenagakerjaan, bidang ekonomi dan bidang K3 (kebersihan, keamanan dan ketertiban)," jelasnya.

Ances memaparkan, terkait bidang kesehatan, sesuai dengan judul Inovasi “Hati Uda” (Perhatikan Usia Muda), Kecamatan Padang Timur telah melakukan pemeriksaaan IVA Test bagi pegawai perempuan, Sadanis, Kadar CO bagi pegawai laki-laki dan perempuan, gula darah dan kolesterol secara gratis melalui petugas Puskesmas Andalas di Instansi masing-masing yang telah dilaksanakan sejak tanggal 14 sampai 26 September 2019.


"Target untuk tahun 2020 ini, dikarenakan Kecamatan Padang Timur mewakili Lomba IVA Test Kota Padang di tingkat Provinsi Sumbar dengan pencapaian sebanyak 4.800 jiwa. Untuk saat ini Kecamatan Padang Timur sudah mencapai 1.000 jiwa yang telah melaksanakan pemeriksaan termasuk seluruh ASN dan masyarakat se-Kecamatan Padang Timur. Sedangkan untuk tahap kedua, akan dilakukan pemeriksaan bagi masyarakat miskin penerima BDT (Basis Data Terpadu) dan guru se-Kecamatan Padang Timur yang dimulai pada Tanggal 22 Januari sampai 13 Februari 2020 dengan target 2.500 jiwa," paparnya.


"Alhamdulillah ini salah satu dari wujud pelaksanaan bidang kesehatan yang sudah berhasil di Kecamatan Padang Timur, dengan terwakilinya Kelurahan Jati dalam Lomba Kampung KB mewakili Provinsi Sumatera Barat di Tingkat Nasional dengan Icon “Rumah Data nya," sambungnya lagi.


Bidang selanjutnya terang Ances lagi yaitu bidang ketenagakerjaan. Hal itu ditandai dengan menyalurkan dan membina anak-anak putus sekolah yang telah dilatih melalui PKBM setempat serta memanfaatkan keahliannya dalam kegiatan perusahaan/instansi di wilayah kecamatan padang timur.


"Untuk tahun 2020 kita telah menyalurkan anak-anak putus sekolah sebanyak 34 orang yang berasal dari 5 kelurahan di Kecamatan Padang Timur untuk selanjutnya dilakukan proses belajar mengajar oleh PKMB Lokomotif di Kelurahan Sawahan Timur yang telah dimulai pada tanggal 20 Januari 2020," cetusnya.


Kemudian ditambahkannya yaitu bidang ekonomi. Yakni dengan memanfaatkan produk-produk UMKM lokal khususnya kuliner dan snack dalam aktifitas perkantoran seperti penggunaan dalam kegiatan rapat, kunjungan kerja (tamu) untuk oleh-oleh, dan catering makan siang.


Hal ini katanya, sejalan dengan Imbauan Walikota Padang Tanggal 13 Februari 2018 tentang tentang Imbauan Pemakaian Produk Lokal (Daerah) dimana warga Kota Padang dianjurkan untuk memakai sepatu, tas, pakaian sekolah dan lainnya yang berasal dari wilayah masing-masing. Ini juga sejalan dengan konsep “Hati Uda Kecamatan", serta pembangunan kampung tematik yang berada di Kelurahan Andalas dengan pembuatan workshop “sepatu dan tas berbahan jenis kulit” 


"Untuk tindaklanjut di tahun 2020, Kecamatan Padang Timur sudah melakukan langkah bersama dengan pihak pelaku usaha yaitu Bapak Al Zamar untuk pemakaian produk-produknya, bekerja sama dengan seluruh kepala sekolah di Kecamatan Padang Timur bagi siswa SD dan SMP, serta dalam waktu dekat akan dilakukan penjajakan bersama seluruh kepala sekolah melalui Dinas Pendidikan Kota Padang. Di samping itu, untuk promosi dan pemasaraan UMKM di Kecamatan Padang Timur, pihak kecamatan sudah menggandeng stakeholder sesuai dengan Nota Kesepahaman agar pada saat rapat-rapat dan menerima tamu kunjungan kerja memakai produk UMKM Kecamatan Padang Timur."


"Selanjutnya pihak Kecamatan juga akan menggandeng pihak OLIN (oleh-oleh Indonesia) yang merupakan salah satu pelaku usaha di Kecamatan Padang Timur untuk memasukkan produk-produk UMKM ke dalam aplikasi tersebut serta mempromosikan produk UMKM dalam aplikasi dimaksud. Salah satu tindaklanjut Nota Kesepahaman Hati Uda dengan adanya sosialisasi pemberian KUR bagi pelaku usaha di Kecamatan Padang Timur oleh Bank BRI yang dilakukan langsung pada Jumat 24 Januari 2020 yang dipimpin oleh Pimpinan Cabang BRI jl. Sudirman, Padang," terangnya.


Lebih lanjut papar Ances lagi, yaitu Bidang K3 (Kebersihan, Keamanan dan Ketertiban) berupa penyediaan bak sampah terpilah lima serta pembentukan Bank Sampah per-kelurahan. Kemduian disertai pembuatan peta digital (pengelompokan permasalahan ketertiban dan keamanan di masing-masing Kelurahan) sesuai dengan pelaksanaan SK Walikota Padang Nomor 101 Tahun 2016 tentang SOP Penertiban. 


"Sehingga kedepan Bapak Walikota Padang dapat melihat peta potensi permasalahan per kelurahan dan urgensi penyelesaiannya. Jadi, inilah beberapa hal terkait program Hati Uda yang telah dan akan dijalankan di Kecamatan Padang Timur. Kita tentu berharap dapat berjalan maksimal dan tercapai tujuan dan sasaran yang diinginkan," pungkasnya mengakhiri.(vid)



Infonusantara.net,- Wali Kota Padang Mahyeldi Ansharullah memfasilitasi sejumlah pedagang loak di lantai II kawasan Padang Teater Pasar Raya Padang agar kembali berdagang seperti sedia kala.

para pedagang pakaian, buku dan burung itu kini terkatung-katung. Karena tempat yang ia diami untuk Seperti diketahui, pasca terjadinya musibah kebakaran tepat 3 Januari 2020 lalu terhadap sebanyak 15 kios, berjualan sehari-hari telah hangus dibabat Si Jago Merah.

Mahyeldi pun langsung menjamu sejumlah pedagang tersebut di rumah dinasnya, Kamis (23/1/2020). Ia pun dalam kesempatan itu membantu memfasilitasi untuk pembersihan dan rehab bangunan yang terbakar diantaranya melalui bantuan Dinas Perdagangan dan Baznas Kota Padang.

"Kita tentu berharap, pedagang loak di kawasan lantai dua Padang Teater yang terkena musibah kebakaran dapat kembali berdagang seperti semula. Dan semoga kebakaran yang terjadi beberapa waktu lalu memberikan hikmah dan pelajaran bagi kita untuk lebih hati-hati sehingga hal itu tidak terjadi lagi," imbuh wako dalam kesempatan itu didampingi Kepala Dinas Perdagangan Endrizal.

Sementara itu M. Ikhsan, perwakilan pedagang Pasar Loak kawasan lantai dua Padang Teater Pasar Raya Padang usai bertemu Wali Kota Padang menyampaikan terima kasih kepada bapak Wali Kota Padang yang telah memfasilitasi ia beserta pedagang lainnya untuk dapat kembali berdagang pasca kebakaran melanda.

"Alhamdulillah pak wali menerima kita secara terbuka dan dari info yang kita dengar Insya Allah hari Jumat (24/1/2020) Pemko melalui Dinas Perdagangan akan melaksanakan upaya pembersihan terhadap beberapa petak toko yang terbakar. Semoga kami bisa berjualan kembali seperti biasa," harapnya.

Sejak mengalami musibah kebakaran itu, Ikhsan mengungkapkan, ia bersama pedagang loak lainnya di kawasan lantai dua Padang Teater istirahat berjualan sampai toko-tokonya kembali dibersihkan dan kondusif kembali.

"Alhamdulillah, Pemko melalui bapak Wali Kota Padang telah memfasilitasi kami untuk bisa berjualan dan mencari nafkah kembali. Ucapan terima kasih kami sampaikan kepada pak wali beserta jajaran yang telah memfasilitasi sehingga kami dapat berjualan kembali," ungkap dia berterima kasih.(hms pdg)



foto:(Doc Humas)
Infonusantara.net - Dalam rangka mengantisipasi serangan Hama Wereng yang melanda ratusan hektar (ha) tanaman padi di kota ini. Pemerintahan Kota Padang melalui Dinas Pertanian Kota Padang mengimbau kepada masyarakat untuk menggunakan varietas yang tahan lama (tahan penyakit).

Hal itu sampaikan Kepala Dinas Pertanian Kota Padang Syahrial saat meninjau lokasi padi masyarakat yang terdapat di salah satu kecamatan di Kota Padang, Kamis (23/1/2020).

"Saat ini, kecendrungan petani lebih memilih jenis IR 42 atau Cisokan untuk ditanam. Padahal dua varietas ini sangat lemah dan rentan diserang hama wereng. Sebaiknya varietas yang ditanam adalah yang tahan hama  seperti Batang Piaman," jelasnya.

Syahrial menyebutkan, luas lahan padi saat ini yang terserang hama Wereng lebih kurang 108 Ha yang terdapat 3 kecamatan. Yaitu Kecamatan Pauh, Kuranji dan Lubuk Kilangan.

"Selain melakukan variates yang tahan lama, kita akan menghimbau masyarakat melakukan tanaman serentak, bergiliran tanaman dengan palawija serta melakukan monitoring rutin terhadap hama wereng tersebut," jelasnya.

Agar masyarakat tidak dirugikan akibat gagal panen, Syahrial mengajak para petani untuk mengasuransikan lahannya, asuransi usaha tanaman padi (AUTP) yang preminya sudah disubsidi pemerintah. "Jika usaha masyarakat gagal nantinya akan diganti oleh asuransi sebesar Rp6 juta)/Ha," pungkasnya.(hms )


“Tidak ada yang lebih penting daripada jiwa manusia”

Infonusantara.net - Bulan Januari-Februari selalu menjadi bulan yang istimewa bagi penggiat Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di seluruh Indonesia. Ya, setiap tahun mulai tanggal 12 Januari hingga 12 Februari diperingati sebagai bulan K3 Nasional sejak tahun 2010. 

PLN Unit Induk Wilayah Sumatera Barat pun tidak mau ketinggalan untuk memanfaatkan peringatan ini sebagai momentum untuk meningkatkan kepedulian terhadap pentingnya berbudaya K3.

Pelaksanaan apel bulan K3 Nasional yang digelar pada Rabu (22/1) di halaman kantor induk PLN Sumatera Barat menandai dimulainya serangkaian kegiatan untuk memeriahkan bulan K3 tahun 2020 ini. 

Apel yang diikuti oleh seluruh pegawai PLN Group yang ada di Sumatera Barat serta perwakilan dari vendor pelaksana pekerjaan ini berlangsung khidmat dan diakhiri dengan penyerahan bendera K3 dari General Manager PLN UIW Sumatera Barat, Bambang Dwiyanto kepada Almedi, Pejabat Pengendali K3L. 

Selepas apel, acara dilanjutkan dengan perlombaan cerdas cermat seputar pengetahuan K3 yang diikuti oleh perwakilan Unit Pelaksana se-Sumatera Barat. 

Acara yang dipandu oleh tim dari Disnaker Provinsi Sumbar tersebut berlangsung meriah dan akhirnya tim dari UP3 Solok berhasil menyabet juara pertama.

General Manager PLN UIW Sumatera Barat, Bambang Dwiyanto mengungkapkan PLN senantiasa mengedepankan K3 dalam setiap pelaksanaan pekerjaan. 

“Tidak ada yang lebih penting dari pada nyawa manusia, inilah yang selalu kita tanamkan kepada seluruh pegawai dan rekan kerja PLN. Kalau tidak safe ya jangan dilanjutkan. Menanamkan budaya K3 itu perlu waktu dan effort kita semua. Tanggung jawab manajemen untuk mengawal tertibnya pelaksanaan K3 di seluruh unit” paparnya.

Pada kesempatan ini, Bambang Dwiyanto juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran PLN Sumbar yang sejauh ini sudah berkomitmen untuk penerapan budaya K3 di setiap lini pekerjaan. 

Selain Apel K3 dan lomba cerdas cermat, serangkaian acara lainnya juga akan digelar PLN Sumbar untuk memeriahkan bulan K3 Nasional hingga Februari mendatang, diantaranya simulasi huru-hara, penanaman pohon di lingkungan kantor serta sosialisasi dan edukasi K3 di seluruh Unit Pelaksana yang tersebar di Sumatera Barat.(inf)


Infonusantara.net - Ketua DPD LPM Sumatera Barat, Afrizal, SH, MH., melantik secara resmi pengurus DPD LPM Kota Padang yang diketuai Irwan Basir Datuk Rajo Alam, SH, MM.,Rabu 22 Januari 2020.

Pelantikan tersebut dihadiri oleh Wali Kota Padang Mahyeldi Ansharullah, segenap Kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kota Padang, Ketua KAN se Kota Padang, pimpinan OKP, Ormas, anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat Evi Yandri Rajo Budiman, Ketua Forum Nagari Tigo Sandiang Marzuki Onmar,  Keluarga Harapan dan undangan lainnya.

Ketua DPD LPM Kota Padang, Irwan Basir Datuk Rajo Alam 
Usai dilantik, Irwan Basir dalam pidatonya menegaskan, LPM merupakan mitra pemerintah dalam pelaksanaan pembangunan yang bertujuan untuk kesejahteraan masyarakat.

"LPM merupakan mitra pemerintah, untuk itu, kami harapkan, pemerintah jangan ada lagi alergi dengan LPM," ungkap Irwan Basir.

Ia menegaskan, di bawah kepemimpinannya selaku ketua, DPD LPM Kota Padang siap mensukseskan setiap program pemerintah yang ada di tengah-tengah masyarakat untuk kemajuan Kota Padang.

"Kami siap menghimpun semua potensi yang ada di tengah-tengah masyarakat untuk mendukung kesuksesan program pembangunan yang dilaksanakan pemerintah," cakapnya.

Bahkan, kata Irwan Basir, program kerja yang akan disusun DPD LPM Kota Padang direncanakan sejalan dan mendukung program Pemerintah Kota Padang.

"Pada kesempatan ini, kami mengapresiasi Wali Kota Padang Pak Mahyeldi Ansharullah yang telah memfasilitasi acara pelantikan ini di Palanta Rumah Dinas Wali Kota Padang," cakapnya.

Ketua DPD LPM Sumbar, Afrizal menyerahkan bendera pitaka DPD LPM kepengurusan masa Bhakti 2019- 2024 kepada Ketua DPD LPM Kota, Irwan Basir Datuk Rajo Alam 
Sementara itu, Ketua DPD LPM Provinsi Sumatera Barat Afrizal mengharapkan, di bawah kepemimpinan Irwan Basir Datuk Rajo Alam, DPD LPM mampu berbuat maksimal dan keberadaan LPM betul-betul dirasakan di tengah-tengah masyarakat.

"Kami yakin, di bawah kepemimpinan Pak Irwan Basir, DPD LPM Kota Padang mampu berkiprah dan melakukan terobosan serta lompatan besar di tengah-tengah masyarakat. Makanya, Pak Irwan Basir terpilih secara aklamasi kemaren itu, karena diyakini mampu memimpin LPM Kota Padang," cakapnya.

Wali Kota Padang, Mahyeldi Ansharullah mengucapkan selamat atas dilantiknya ketua dan jajaran pengurus DPD LPM Kota Padang.

Walikota Padang Mahyeldi Ansharullah sampaikan kata sambutan 

 Wako Mahyeldi berharap, ke depan DPD LPM Kota Padang dapat bersinergisitas dengan Pemerintah Kota Padang dalam pelaksanaan program pembangunan di tengah-tengah masyarakat.

"Selamat kepada pengurus yang dilantik. Selamat Pak Datuk Irwan Basir dan jajaran pengurus lainnya. Semoga kita dapat bersama-sama membangun Kota Padang," ujarnya.(inf)

Irwan Basir Datuk Rajo Alam bersama M.Fikar Datuk Rajo Magek serahkan sumbangan bantuan dana untuk pelaksanaan MTQ di Kuranji 
Infonusantara.net - Kepiawaian Camat Kuranji, Eka Putra Buchari dalam merangkul semua elemen masyarakat Indonesia di Kenagarian Pauh IX Kecamatan Kuranji Kota Padang, Sumatera Barat layak diajungkan jempol.

Pasalnya, dengan ditunjuknya Kecamatan Kuranji sebagai tuan rumah MTQ tingkat Kota Padang, Camat Eka Putra Buchari langsung bergerak cepat dengan merangkul semua stakeholder yang ada di Kuranji.

Hal itu diakui oleh Ketua Majelis Adat (MPA) Kerapatan Adat Nagari (KAN) Pauh IX, Irwan Basir Datuk Rajo Alam dan Rang Tuo Suku Tanjuang Ampang M. Fikar Datuk Rajo Magek.

"Alhamdulillah, Pak Camat kita ini pandai dalam merangkul semua elemen dan stakeholder yang ada di Nagari Pauh IX Kecamatan Kuranji. Semoga dengan ini, semua program pembangunan dapat berjalan dengan baik di Kuranji," ujar Irwan Basir, Selasa, 21 Januari 2020.

Senada dengan itu, M. Fikar Datuk Rajo Magek mengapresiasi Camat Kuranji Eka Putra Buchari yang berani mengambil keputusan menerima penunjukkan Kecamatan Kuranji sebagai tuan rumah MTQ tingkat Kota Padang.

"Kita apresiasi dan suport Pak Camat. Mari kita sukseskan MTQ di daerah kita, baik tingkat kecamatan maupun tingkat kota," ujar M Fikar yang dipercaya sebagai Ketua MTQ tingkat Kecamatan Kuranji.

Imbauan Irwan Basir Datuk Rajo Alam dan M. Fikar bukan sekedar pepesan kosong. Ini dibuktikan dengan perbuatan. Keduanya menjadi penyumbang awal dana pelaksanaan MTQ di Kecamatan Kuranji dengan masing-masing menyumbang Rp5 juta.

Sumbangan itu diterima langsung oleh Camat Kuranji Eka Putra Buchari pada saat rapat pembentukan panitia MTQ tingkat Kecamatan Kuranji, Selasa (21/1). 

Kuranji Tuan Rumah MTQ Tingkat Kota

Kepala Bagian Kesra Kota Padang, Amriman M menegaskan, Kecamatan Kuranji ditunjuk sebagai tuan rumah MTQ tingkat Kota Padang.

"Alhamdulillah, kita sudah sepakat menunjuk Kuranji sebagai tuan rumah MTQ tingkat Kota Padang. Proses administrasinya sedang diurus," ungkapnya baru-baru ini.

Amriman M pun menegaskan, sebagai putra Kuranji, ia pun mengetahui persis bahwa Kuranji selama ini merupakan gudang Qori dan Qoriah di Kota Padang.

"Maka sudah tepat rasanya Kuranji ditunjuk sebagai tuan rumah. Camat sudah menyatakan kesiapannya," pungkasnya.(bim)


Infonusantara.net 
Pesisir Selatan 
Curah hujan cukup tinggi serta banjir kiriman dari hulu, membuat sungai batang tapan, Kecamatan Ranah Ampek Hulu Tapan, Kabupaten Pesisir Selatan, Senin (20/1) pukul 17.00 Wib meluap.

Luapan sungai batang tapan tersebut membuat 300 kepala keluarga di dua Kenagarian, yaitu Kenagarian Binjai tapan dan kampung tengah Tapan, Kecamatan Ranah Ampek Hulu Tapan, terkena dampak luapan sungai.

Ketika dikonfirmasi, Bamus Nagari Binjai Tapan, Tomi Tridaya membenarkan jika luapan sungai batang tapan, membuat 300 kepala keluarga di dua Kenagarian tersebut terkena luapan air sungai.

" Air sampai kejalan lintas, dan masuk ke halaman rumah warga," terang Tomi.

Dikatakan Tomi, sejauh ini warga masih tetap berada di dalam rumah, dan belum ada di lakukan evakuasi.

Sementara itu Kepala Badan Penangulangan Bencana Daerah ( BPBD) Pessel Herman Budiarto ketila dihubungi mengatakan, sejauh ini pihaknya terus melakukan koordinasin dengan camat dan walinagari setempat.

" jika memang perlu diterjunkan anggota,  BPBD Pessel siap terjunkan," kata Herman.

" Kami mengimbau masyarakat untuk waspada mengingat kondisi cuaca tidak menentu,” ujar Herman Budiarto, Kepala BPBD Kabupaten Pessel.

Selain bencana longsor, kata Herman, Kabupaten Pessel juga memiliki potensi terjadinya bencana alam lainnya. Seperti pergerakan tanah, tanah longsor, banjir. Terlebih sebagian wilayah Kabupaten Pesisir Selatan termasuk daerah rawan bencana alam.

Selain menyiagakan personel terlatih yang siap diturunkan kapan saja, kami juga melengkapi diri dengan peralatan, seperti perahu karet, mobil lapangan. Sehingga sekecil apa pun bencana bisa diminimalisir.

Karena itu, pihaknya terus mengimbau masyarakat di lokasi kawasan rawan longsor agar selalu waspada terhadap kemungkinan terjadinya bencana yang bisa mengintai kapan saja.

”Ada beberapa kecamatan yang termasuk wilayah rawan longsor sehingga masyarakatnya perlu diimbau agar waspada. Seperti Kecamatan Koto XI Tarusan, Bayang, Bayang Utara, Batang Kapas, dan beberapa kecamatan.(rio)



Infonusantara.net  Kadis Kominfo Rudi Rinaldi bersama Kabag. Humas Amrizal Rengganis dan pejabat lainnya gelar COFFEE MORNING, usai acara apel rutin tiap pagi, salah satu kewajiban bagi ASN, Senin (20/1) diruangan pertemuan Dinas Kominfo lantai II Balai Kota Padang Air Pacah.

Dalam pertemuan tersebut, Kadis Kominfo di dampingi Sekretaris Tarmizi Ismael membahas kesenergisan Kominfo dan humas tentang menyebar luaskan segala bentuk informasi kepublik  masyarakat Kota Padang.

Hal Itu, disampaikan Kadis Kominfo Rudi Rinaldi Sehingga informasi terkemas dengan baik dalam menyampaikan seluruh program unggulan Pemerintah Kota Padang kepada warga kota.

Dalam kesempatan itu Kabag. Humas Kota Padang Amrizal Rengganis memberikan masukan yang sangat serius  sekali tentang pemberitaan yang akan di publikasikan kepublik, kita harus hati-hati, apabila berita belum layak  untuk diterbitkan disebabkan data-datanya kurang jelas, jangan dipublikasikan hal itu selalu saya tekankan kepada anggota saya yang di tugaskan meliput kelapangan, sebutnya.

Kabag. humas sangat berharap pada anggota liputan dihumas bisa menjadi yang terandal di lapangan bekerja penuh semangat, kompak dan percaya diri serta trampil dalam mengemas berita dengan waktu cepat suatu kegiatan di pimpin Wali Kota dan Wakil Wali Kota segera dapat diketahui publik, sebut Rengga panggilan akrabnya.

Jadi, saya sangat percaya sekali atas tanggungjawab diberikan seluruh anggota liputan kelapangan kerjanya tuntas, seperti 5 kegiatan Wali Kota atau Wakil Wali Kota tiap hari, semua informasinya tersebarluas kepublik lewat media online. Televisi. radio dan facebook. twitter dan media cetak.

Pernah saya perhatikan diruangan produksi sumber pemberitaan Pemerintah Kota yang sedang mengolah informasi oleh tenaga liputan yang bekerja sampai pukul 22.00 WIB,  hal ini hampir tiap hari saya saksikan begitu beratnya tugas di bagian humas tidak kenal dengan hari libur, ujar Kabag. Humas.

Hal itu, tentu kami tidak ingin mempublikasikan informasi yang salah atau Hoax bagi pembaca nantinya, maka itu saya tekankan bekerja lebih hati-hati sebab segala informasi Kota Padang banyak pembacanya, itu menjadi perhatian khusus bagi kami di bagian humas, sebab kami tak ingin mengecewakan pucuk pimpinan.(hms)



Infonuswantara.net- Wali Kota Padang Mahyeldi Ansharullah mengimbau kepada seluruh Camat di Kota Padang agar melaksanakan Program Subuh Mubaraqah secara bergantian di daerah ia pimpin. Hal itu disampaikan Wali Kota Mahyeldi dalam kegiatan Subuh Mubaraqah di Masjid Nurul Anhar, Kelurahan Purus, Kecamatan Padang Barat, Minggu (19/1/2020).

"Untuk itu diimbau kepada seluruh Camat di Kota Padang untuk melaksanakan Subuh Mubaraqah. Laksanakan minimal sekali dua pekan disemua masjid secara bergantian dimasing-masing kelurahan," cetusnya.

Menurut Mahyeldi, Subuh Mubarakah merupakan salah satu upaya menanamkan nilai-nilai agama kepada seluruh masyarakat terutama generasi muda sebagai penerus bangsa. "Saat ini sedang marak-maraknya ditemukan kasus-kasus penyalahgunaan narkoba yang dapat merusak generasi muda. Maka dari itu generasi muda harus dibentengi. Salah satunya melalui Subuh Mubaraqah ini," jelasnya.

Melihat banyak penyalahgunaan narkoba, ia pun mengajak seluruh pihak untuk memerangi barang haram tersebut. "Kepada Camat, Lurah, Kapolsek, Kodim, dan  pihak-pihak terkait lainnya, mari bersama-sama kita memerangi penyelahgunaan narkoba serta hal negatif lainnya," ajak orang nomor satu di Kota Padang itu.

Mahyeldi pun juga menyebutkan Indonesia pada tahun 2040 diprokyesikan akan menjadi lima negara besar di dunia. Sebagaimana hal itu disebutkan oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo beberapa waktu lalu.

"Agar hal itu terwujud kita perlu menyiapkan generasi muda yang cerdas, pintar serta memiliki keahlian yang mumpuni karena mereka akan menjadi pemimpin saat itu. Untuk itu mari kita tanamkan nilai-nilai agama sejak dini kepada generasi muda agar nanti mampu memimpin bangsa ini dengan baik. Sebab, pemuda hari ini adalah pemimpin dimasa depan," harapnya.

Dalam kesempatan itu juga dilaksanakan penyerahan beras kepada warga Kelurahan Purus sebanyak 90 KK. Beras tersebut merupakan infak atas kesuksesan Tablik Akbar Ustadz Abdul Somad yang digelar beberapa waktu lalu di Pantai Puruih. Hadir, Kasubag Publikasi Humas Kota Padang Tafrizal, Camat Padang Barat Eri Sendjaya, Lurah Puruih Fajri Rahmad Ersya dan unsur Forkopimka setempat.(hms pdg)



Infonusantara.net - Ketua DPD LPM Kota Padang, Irwan Basir Datuk Rajo Alam angkat bicara soal pemberantasan maksiat di daerah ini yang akhir-akhir ini viral di media sosial. 

Menurutnya, pemberantasan maksiat di Kota Padang bukan hanya tugas Pemerintah Kota Padang, tetapi tanggungjawab semua pihak. Untuk itu, ia mengimbau semua pihak jangan hanya menyalahkan pemerintah soal pemberantasan maksiat. 

"Menanggulangi maksiat tugas kita bersama, jangan bisanya hanya menyalahkan pemerintah, maka itu tentu adanya cara bagaimana norma-norma terhadap kehidupan masyarakat kembali diaktifkan, sehingga nagari ini, ramai dek anak muda, rancak di nan tua-tua. Maka itu, nan tua-tua mau turun gunung, jangan hanya melihat ulayat secara kepentingan privat, tapi ulayat yang sebenarnya, sosial kemasyarakatan di lingkungan kita berada," ungkapnya, Minggu (19/1)

Ketua Majelis Pertimbangan Adat Kerapatan Adat Nagari (MPA-KAN) Pauh IX ini mengajak untuk menghidupkan kembali fungsi ninik mamak dan RT/RW dalam menangkal dan memberantas maksiat. 

"Tentu kita minta ketegasan para ninik mamak, tiga tungku sajarangan, alim ulama, cadiak pandai, pilar-pilar yang ada ditengah-tengah masyarakat itu ditumbuh kembangkan tidak hanya di atas kertas, tapi mengakses aktivitas kemenakan, urang kampung dan nagari," sebut Irwan Basir Datuk Rajo Alam

"Mari kita kembalikan fungsi itu, ditumbuhkembangkan dalam tatanan dinamika kehidupan masyarakat, tidak hanya di desa, di kabupaten dan kota itu sama, pendekatan persuasif tidak ada paksaan kepada orang," ulasnya.

Ia melihat, cara berpikir sebagian orang dewasa ini bijak dalam rangka menyikapi berbagai persoalan di kota ini. "Jangan hanya menyalahkan pemerintah kota, itu ada RT dan RW sebagai pemerintahan terendah, ada lembaga masyarakat, ada penguyuban pemuda, nah bila ini kita hidupkan kembali, masalah yang tidak terindikasi cepat diketahui, sehingga masalah itu jangan dipojokan seseorang," pungkas Irwan.

Penghulu Suku Jambak Nan Batujuh Kenagarian Pauh IX Kecamatan Kuranji ini mengaku heran, kenapa selalu yang disalahkan pemerintah. Ia menegaskan, pemerintah itu sebuah sistem yang diisi oleh komponen-komponen yang memiliki prosedur dalam bertindak.

Untuk itu, dalam pemberantasan maksiat tersebut, lembaga atau pranata adat dan soal yang ada di tengah-tengah masyarakat yang diakui pemerintah, juga harus berperan aktif. Pranata adat dan sosial itu mesti dihidupkan kembali sesuai fungsinya.

"Lembaga-lembaga atau pranata sosial yang ada yang diakui keberadaan dan esensinya oleh pemerintah, kalau itu mati maka terjadilah pembunuhan karakter terhadap kebijakan -kebijakan yang sudah jelas ada aturannya," pungkasnya. (inf/tf) 

Formulir Kontak

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.