June 2019

Presiden Jokowi dan Ketua Umum NasDem, Surya Paloh dalam sebuah jamuan di Istana Negara.
Infonusantara.net- Wacana bergabungnya beberapa partai politik dari koalisi Badan Pemenangan Nasional (BPN) 02 Prabowo-Sandi ke koalisi Tim Kampanye Nasional (TKN) 01 Jokowi-Ma'ruf, semakin kuat. 

Dua parpol yang diisukan akan bergabung yakni PAN dan Demokrat.

NasDem yang merupakan salah satu partai pengusung Jokowi-Ma'ruf, tidak setuju dengan penambahan di koalisi 01. NasDem khawatir, bertambahnya koalisi akan menimbulkan pembelahan dari dalam pemerintahan yang akan datang.

"Gini, yang harus dipahami ke depan mungkin persoalan yang lebih rumit. Saya khawatir ada pembelahan di dalam kabinet itu yang kita khawatirkan dan menurut saya itu tidak baik," kata politisi NasDem Taufiqulhadi dalam diskusi politik setelah putusan MK di Gado-gado Boplo, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu, 29 Juni 2019.

Taufiq menilai jika semua parpol bergabung dalam kubu pemerintahan, tidak akan baik bagi perkembangan demokrasi di Indonesia.Sebab, fungsi check and balance untuk pemerintah tidak akan berjalan dengan baik.

"Menurut saya kalau terjadi, malah enggak baik untuk Indonesia karena enggak ada lagi kelompok (oposisi) yang terwakili," ucap Taufiq. 

"PAN, Gerinda dan PKS enggak menguntungkan di dalam koalisi dan enggak baik buat demokrasi," sambungnya.

Namun, Demokrat menjadi pengecualian dalam hal ini. Menurutnya, sejak awal sikap politik Demokrat sudah terlihat dengan jelas dalam menentukan arah koalisinya. 

"Demokrat sikap politiknya sudah berbeda sejak awal. Bahkan sejumlah kader ada yang pasang foto Jokowi buat mendapatkan efek ekor jas. Jadi sikap dari awal sudah beda," tuturnya.

(Source: kumparan.com)

Foto Bersama Anggota Beserta Pengurus dan Pembina IKW-RI Sumbar 
Infonusantara.net - Puluhan anggota Wadah Organisasi Ikatan Keluarga Wartawan (IKW-RI) Sumbar, beserta dewan pembina Helmi Moesim dan Taf Chaniago menghadiri acara halal bihalal dirumah Zalamadi caleg terpilih dari partai Berkarya yang juga merupakan dewan pembina di IKW RI Sumbar , Kamis (27/06) di kediamannya rimbo tarok kelurahan Gunung Sarik  Kecamatan Kuranji Kota Padang, Sumbar.

Selaku dewan pembina IKW RI Sumbar, Helmi Moesim bersama Zalmadi merupakan anggota dewan terpilih periode 2019-2024 di Gedung DPRD Padang yang berhasil mendapatkan kepercayaan serta amanah masyarakat yang maju dari Partai Berkarya. 

Helmi Moesim menyampaikan Wejangan dalam acara halal bihalal dirumah Zalamadi (baju merah)
Dalam kesempatan itu Helmi Moesim lebih akrab disapa dengan dipanggilan da Ay ini berharap agar melalui acara halal-bihal ini dapat menguatkan rasa solidaritas antar sesama anggota IKW-RI Sumbar khususnya.

“Mudah-mudahan pertemuan kita ini dirahmati Allah SWT, dan semoga dengan pertemuan ini kita sama menyatukan tujuan dalam membina rasa kekeluargaan di IKW RI Sumbar ini," harapnya.

Disamping itu, Ay juga menyampaikan kebagaannya terhadap organisasi IKW RI Sumbar ini yang lebih banyak yaitu bergerak di sosialnya, yaitu sosial perkumpulan bagi kuli tinta (pers, pemilik dan wartawan dari media online dan cetak,red) yang begitu solid dan kompak.

Saya merasa bangga menjadi salah satu anggota keluarga di IKW RI ini, karena organisasi ini lebih mengutamakan dibidang sosial, walaupun dengan segala keterbatasan masih sanggup membesarkan organisasi ini.

"Selain itu ia berjanji dan yakin melalui eksistensinya akan selalu membantu dan menyokong segala kegiatan IKW-RI ini dan siap kapan saja untuk dibutuhkan," ujarnya.

Syukuran dan Makan Bersama 
Terakhir, Helmi Moesim (Ay)  menyarankan untuk secepatnya melegalitaskan organisasi ini (IKW-RI Sumbar, red).  "Hal ini supaya jangan diaggap masyarakat sebagai suatu organisasi yang abal-abal dan sebisa mungkin untuk mengihilangkan imeg negatif dimata publik tentang organisasi sosial ini, " pungkasnya.

Sementara Zalmadi selaku tuan rumah dalam acara halal bihalal tersebut yang juga sebagai dewan pembina di IKW RI Sumbar, merasa bersyukur dan bahagia atas kedatangan kawan – kawan insan pers yang ada di organisasi ini,"katanya. 

Zalmadi anggota dewan muda yang berlian, cerdas dan kreatif dari Partai Berkarya ini juga berharap hal yang sama seperti yang disampaikan dewan pembina Helmi Moesim agar melalui organisasi ini kita dapat berbuat untuk masyarakat serta organisasi ini sendiri walau itu bergerak dalam bidang sosial kekeluargaan insan pers di IKW RI Sumbar. Berharap melalui IKW RI Sumbar yang dengan eksis selama ini menyajikan pemberitaan agar lebih baik lagi kedepannya. 

Singkat kata dalam kesempatan itu Taf Chaniago juga selaku dewan pembina menyampaikan untuk saling menjaga tali silaturrahmi antara anggota IKW RI, jangan ada rasa ketidaksenangannya yang terpendam diantara sesama anggota maupun pada pengurus. 

"Diibaratkan IKW RI Sumbar sebuah rumah Gadang yang penghuni semua insan pers, rumah gadang inilah tempat istirahat, tempat menjalin tali persahabatan, tempat berteduh yang penghuninya adalah kita semua (insan pers), yang tidak mengikat artinya boleh bergabung dengan organisasi lainnya, "sebut Taf Chaniago.

"Maka itu, rumah gadang IKW RI Sumbar harus kita jaga dan dipelihara nama baiknya  dimanapun berada. saat ini. Gebrakan sosial IKW RI, sudah berjalan dengan baik sesuai harapan insan pers,"pungkasnya .

Berikutnya, Fitratul Hayat atau Dafit panggilan akrabnya, mewakili anggota IKW RI mengucapakan banyak terima kasih kepada dewan pembina IKW RI Sumbar yang mau ikut serta dalam memajukan organisasi sosial ini," tutur Wakil Ketua IKW RI ini.(IKW)




Ketua DPD PAN Kab.Pessel 
Infonusantara.net, Painan– Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Pesisir Selatan mengatakan, pihaknya sudah membentuk tim dan mengevaluasi hasil pemilihan legislatif (Pileg) 2019 kemungkinan kader yang akan duduk Ketua DPRD Pesisir Selatan.

“Kita memberikan peluang kepada kader yang terpilih pemilu Legislatif untuk menjadi Ketua DPRD Kabupaten Pesisir Selatan yang dilaksanakan oleh tim agar menghasilkan kader yang pantas dan pantut didudukan sebagai Ketua DPRD Pesisir Selatan,” ujar Yul Afnedi Paul di Painan, Rabu, 26 Juni 2019.

Menurut Yul Afnedi Paul, artinya kader yang duduk nantinya, jabatan nanti akan melakukan kontrol dan pengawasan kepada eksekutif.

“Ketika pihak eksekutif melakukan hal yang baik, maka pihaknya mendorongnya namun ketika kebijakan tidak berpihak kepada rakyat Pesisir Selatan kader harus berani memberikan teguran,”ujarnya.

Dikatakan Yul Afnedi Paul, pihaknya mengharapkan kepada partai lain bersinergi untuk kemaslahatan masyarakat Pesisir Selatan.

“Jadi keterwakilan masyarakat yang baru terpilih diharapkan memberikan kontribusi konkrit kepada masyarakat Pesisir Selatan di lembaga legislatif itu sendiri,” ujar Yul Afnedi Paul yang merupakan Alumni SMA 1 Tarusan ini.

Dikatakan Yul Afnedi Paul, dalam arti kata, pihaknya menampung aspirasi masyarakat untuk ditindaklanjuti bukan hanya untuk ditampung dan bicarakan tetapi ditampung dan ditindaklanjuti.“Intinya kebijakan kepada masyakat bukan keberpihakan kepada eksekutif,” pungkasnya. (can)

Silaturahmi IKW RI Sumbar berwarna Helmi Moesim Anggota DPRD Padang Terpilih Periode 2019-2024 dari Partai Berkarya. 
Infonusantara.net, PADANG - Keluarga besar Ikatan Keluarga Wartawan (IKW) RI Sumbar, mengadakan acara silahturahmi dan temu ramah dengan Helmi Moesim, salah seorang anggota DPRD Kota Padang terpilih periode 2019-2024 , di GOR H Agus Salim, tepatnya  di samping gedung Kosgoro, Selasa (25/6/2019) lalu.

Dalam pertemuan tersebut  Helmi Moesim menyampaikan berbagi pengalaman dan masukan serta saran bersama Keluarga IKW ,bagaimana supaya IKW mendapat tempat di hati masyarakat Sumbar  pada umumnya khususnya Kota Padang yakni agar mampu selalu banyak berbuat untuk masyarakat Kota Padang.

Helmi Moesim yang akrab disapa dengan panggilan Bang Ay ini juga merupakan salah seorang anggota kehormatan pada wadah organisasi  IKW  RI,  akrab di sapa dengan panggilan Ay, selalu banyak berbuat untuk masyarakat Kota Padang.

Saat  ini Helmi Moesim (Ay) merupakan salah seorang anggota DPRD Kota Padang terpilih periode 2019-2024 utusan dari Partai Berkarya yang akan dilantik Agustus mendatang.

Sebelumnya Helmi Moesim (Ay) pernah menjabat sebagai wakil rakyat di DPRD Padang melalui partai Golkar. Dikarenakan adanya Pergantian Antar Waktu (PAW) dari partai terhadap dirinya. Pada pemilihan legislatif April 2019 lalu, ia maju kembali di Pileg melalui Partai Berkarya. Alhamdulillah melalui Partai Berkarya, Helmi Moesim kembali mendapat tempat dan kepercayaan serta amanah di tengah masyarakat agar bisa mewakili aspirasi masyarakat untuk dapat memperjuangkan di DPRD Kota Padang.

Dari keberhasilan tersebut, seluruh pengurus dan anggota IKW RI Sumbar mengucapkan selamat dan sukses selalu buat anggota kehormatan IKW RI Helmi Moesim. Hal itu disampaikan Ketua IKW RI Hendrison didampingi Nal Koto, Indra Chan, Yuarman, Mike Samudra, Chairul David Efendi,  semoga kedepannya Helmi tetap sukses membawa aspirasi masyarakat Kota Padang.

"Dalam  pertemuan singkat itu banyak yang didapat dari Helmi Moesim untuk keluarga IKW RI,  salah satu beliau menyampaikan berbagai hal tentang IKW sebagai organisasi sosial wartawan yang lebih terarah dan  terkodinir, dengan baik, "sebut Ketua IKW RI.

Dalam kesempatan tersebut, Helmi Moesim membagi pengalamannya sebagai anggota DPRD Padang. Beliau juga sangat  apresiasi atas ke kompakan keluarga IKW RI yang solid dalam kebersamaannya.   Ia juga memberi masukan serta wejangan pada anggota IKW yang hadir dalam pertemuan tersebut untuk memperkuat rasa persatuan dan  kebersamaan sesama anggota IKW.(Tm)
                                                                                                                                                  

Ketum Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam Sumbar, Wendi Juli Putra (tengah  pakai peci) pada perss conference
Infonusantara.net, SUMBAR -Persidangan perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) 2019 yang dilaksanakan oleh Mahkamah Konstitusi telah selesai beberapa hari yang lalu.

Mahkamah konstitusi telah melakukan proses persidangan sengketa pilpres sesuai prosedur dan disaksikan oleh jutaan mata masyarakat indonesia. Dalam sidang tersebut juga telah diikuti oleh pemohon (BPN Prabowo-Sandi), termohon (KPU RI) dan terkait (Jokowi-Ma'ruf).

Ketum Badko HMI Sumbar, Wendi Juli Putra menghimbau kepada seluruh lapisan masyarakat Indonesia khususnya di Sumatera Barat untuk sama-sama menerima hasil putusan MK yang akan di umumkan tanggal 27 Juni 2019 mendatang.

Wendi yang juga alumni Universitas Negeri Padang menyatakan bahwa menerima hasil keputusan MK merupakan wujud dalam mengawal demokrasi dan menjaga persatuan bangsa Indonesia. Selain itu dia juga menghimbau agar tidak ada yang mencoba memprovokasi sehingga menciderai hukum di Indonesia.

“Kami juga mendorong para hakim konstitusi untuk mengambil keputusan dengan seadil-adilnya. Karena seperti yang disampaikan oleh ketua MK ketika di awal persidangan bahwa sidang tersebut tidak hanya disaksikan oleh manusia, akan tetapi juga disaksikan oleh Allah SWT,” tambah Wendi.

“HMI sebagai bagian yang tidak terpisahkan dengan kemerdekaan indonesia siap untuk menjadi garda terdepan untuk menjaga nilai-nilai demokrasi demi keutuhan Bangsa,” tutupnya.(Inf)

Foto: Handiwarman Saputra (tengah) bersama Yofialdi (kanan), Ibrahim (kiri).
Infonusantara.net,Bukittinggi  Handiwirman Saputra jadi satu-satunya seniman Indonesia yang diundang khusus Paviliun Internasional di ajang Venice Art Biennale (VAB) ke-58, di kota Venice, Italia. 

Seniman yang berasal dari kota Bukittinggi ini akan memboyong karya-karyanya pada pameran seni tertua dan terbesar di dunia tersebut hingga 24 November 2019 nanti.

Handiwarman merupakan orang Indonesia ketiga yang ikut ambil bagian di ajang Venice Art Biennale ini. Sebelumnya, pada tahun 1958 ada Affandi, dan Heri Dono pada tahun 1990.

Venice Art Biennale merupakan pameran seni tertua, terbesar dan terkemuka di dunia, dimulai pada tahun 1895, dan menjadi barometer karya-karya seni bernilai tinggi, dan diikuti oleh 90 negara.

"Ada empat obyek karya seni instalasi dan satu buah lukisan yang akan dipamerkan paja ajang Venice Art Biennale tersebut," ucap Alumni SMA 1 N Bukittinggi, Jumat (21/06) via pesan WhatsApp.

Salah satu karya seni instalasi yang bakal dipajang oleh pria yang akrab dipanggil dengan sapaan Kamang ini adalah karya berbentuk pemangkasan tanaman yang dipotong-potong, lalu tumbuh lagi.

"Untuk mendapatkan bentuk tanaman yang diharapkan, kita memotong-motongnya. Itu ada maksud dan tujuan filosofisnya," lanjut Handiwirman yang juga merupakan Alumni SMP 1 N Bukittinggi ini.

Sementara Yofialdi M. Jufri salah satu pengurus Masika ICMI Sumbar sekaligus perwakilan dari Santri Preneur Sumbar sempat berkunjung ke kediaman Handiwirman di Yogyakarta beberapa waktu yang lalu, turut bahagia dan senang ketika mendengar bahwa kawan satu sekolah, satu kampung dan satu permainan denganya ikut pameran  pada ajang internasional sekelas ajang Venice Art Biennale tersebut.

“Saya ikut bangga dan senang ketika mengetahui bahwa karya-karya seniman asal Sumbar, yakni Handiwirman akan dipajang di ajang Venice Art Biennale. Dan, Saya tidak terkejut akan itu, karena sepanjang yang Saya ketahui, sosok dari Handiwirman adalah seorang seniman yang sederhana, cerdas, kreatif, pekerja keras, dan paling penting beliau adalah sosok seniman idealis yang berkarya tidak diperbudak oleh materi,” ungkap pria yang akrab di panggil Yofi ini.

Sementara Ibrahim salah satu dosen di ISI Padang Panjang yang juga ikut berkunjung ke kediaman Handiwirman bersama Yofialdi M. Jufri pada saat itu mengungkapkan bawah mereka bertiga memiliki tujuan dan visi yang sama untuk mendorong anak-anak muda Sumbar untuk berkarya seperti senior-senior mereka di Yogyakarta.

“Kita berharap, anak-anak muda Sumbar juga bisa berkarya seperti Handiwirman yang mana, karyanya sudah mendunia. Kita akan berjuang bersama untuk saling besar dan membesarkan sehingga karya seni anak-anak muda Sumbar nantinya juga bisa mendunia,” ungkap Ibrahim yang juga merupakan Ketua Sakato Art Community.

Lau Ibrahim melanjutkan, bahwa pada kesempatan itu, mereka bertiga juga berkeinginan untuk membuat agenda tahunan untuk melaksanakan ajang pameran karya seni anak muda atau seniman di Sumbar.

“Pada 2018 lalu, di Sumbar telah dilaksanakan pameran lukisan di Bukittinggi, dan kita berharap event tahunan pameran karya-karya seni di Sumbar bisa dilakasnakan secara rutin dan berkesinambungan,” tambah dosen ISI Padang Panjang ini.

Baik Handiwirman, Ibrahim maupun Yofialdi berharap semua pihak bisa membantu terselenggaranya event tahunan pameran karya seni dari seniman Sumbar, seperti Yogya Art dan Venice Art.(Inf/Sat)

Kondisi Pondasi Tugu Merpati Perdamaian Pantai Padang pasca diterjang ombak 
Infonusantara.net, PADANG - Monumen Merpati Perdamaian yang diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada tanggal 12 April 2016 di Taman Muaro Lasak adalah salah satu destinasi wisata pantai Padang yang ramai pengunjung. Saat ini destinasi wisata pantai Padang itu mengalami kerusakan.

Tugu Merpati Perdamaian yang terletak di Muaro Lasak mengalami kerusakan akibat terjangan ombak yang cukup besar dari malam hingga dini hari tadi, pondasi tugu tersebut mengalami rusak parah.

Kepala Bidang Distinasi, Usaha Industri Pariwisata (DUIP) Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Padang, Andree Algamar mengatakan, langkah-langkah penyelamatan dan pengamanan sementara tugu Merpati Perdamaian telah dilakukan dengan memasang karung pasir sebagai antisipasi datangnya ombak yang dikhawatirkan menambah kerusakan pondasi Tugu Perdamaian.

“Berdasarkan informasi yang kami peroleh, dikhawatirkan malam ini terjadi ombak besar karena siklus bulan. Untuk itu perlu kita lakukan pengamanan”, ujar Andree, Minggu (16/6/2019) siang.

Ia menjelaskan, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Padang Arfian Amhar telah berkoordinasi dengan Kalaksa BPBD Edi Hasymi dan Plt Kadis PUPR Yenni Yuliza untuk pengamanan dan perbaikan lebih lanjut pondasi Tugu Merpati Perdamaian.

“Besok, pondasi ini akan langsung diperbaiki. Batu pondasi akan dipasang lebih dalam lagi”, imbuh Andree.

Ia menambahkan, Dandenma Lantamal II Padang, Letkol Bambang juga menyatakan kesiapan Lantamal II membantu perbaikan Tugu Merpati Perdamaian tersebut. “Pemasangan karung pasir tadi dilakukan rekan-rekan BPBD dan BKO Satpol PP. Dan akan kita lakukan penambahan”, tutup Andree. (Hms)


Perwakilan perantau menyampaikan kata sambutan di acara Halal Bi Halal Ikatan Keluarga Besar Teluk Bayur dan Sekitarnya, Minggu (9/6)
Infonusantara.net, PADANG - Masih dalam suasana lebaran Idul Fitri 1440 H / 2019 M, Ikatan Keluarga Besar Teluk Bayur dan Sekitarnya (IKTS) pada, Minggu (9/6) gelar acara Halal Bi Halal,Taragak Basuo Anak Urang Taluak Bayua dari rantau bersama seluruh warga masyarakat Teluk Bayur, Kecamatan Padang Selatan di pelataran parkir Pelindo depan pelabuhan Teluk Bayur Padang.

Suasa Halal Bi Halal IKTS di Teluk Bayur 
Acara ini merupakan salahsatu bentuk rasa kekeluargaan dalam rangka mempererat hubungan silaturahmi dengan melaksanakan kegiatan agar dapat berkumpul sekali setahun pada  suasana lebaran Idul Fitri, bagi seluruh warga masyarakat Telukbayur dan sekitarnya serta warga Teluk Bayur yang sudah banyak berpencar merantau di seluruh wilayah Indonesia sejak sekian lama.

Kita melaksanakan kegiatan ini tidak atas nama kelompok, atau organisasi kemasyarakatan setempat, tapi acara ini atas nama seluruh warga masyarakat yang ada di Telur Bayur dan sekitarnya. Hal ini disampaikan Ketua pelaksana Suryadi Peri pada media ini  disela - sela acara.

Perantau dan tokoh masyarakat di sambut tari Pasambahan 
Alhamdulillah, acara ini bisa terlaksana dan terwujud seperti ini tidak terlepas dari peranan seluruh warga masyarakat Telukbayur. Peranan donatur sangat besar dalam hal ini. Untuk itu kami dari panitia mengucapkan terimakasih yang sebesar - besarnya pada para donatur baik dari rantau maupun yang ada di Padang sendiri.

Respon untuk acara ini sangat luar biasa, "Basamo Mangko Manjadi", tema inilah yang bisa kita sebutkan untuk terwujudnya acara Halal Bi Halal ini.

Lebihlanjut disampaikan, kegiatan seperti ini untuk yang kedua kalinya kita laksanakan. Insha Allah kegiatan ini akan kita gelar setiap tahunnya di liburan lebaran Idul Fitri. Kita bisa mengambil makna dari acara ini, acara ini terbuka  buka bagi seluruh warga masyarakat Telukbayur tidak membedakan stasus ekonomi, pangkat dan jabatan, baik warga pendatang pun.Semuanya sama  kita inginkan masyarakat kita lebih saling kenal lagi satu sama lainnya," ungkapnya.

Ketua LPM Teluk Bayur, Darman
Darman, Ketua LPM Teluk Bayur mewakili tokoh masyarakat setempat dalam kesempatan itu menyampaikan ucapan mohon maaf lahir dan batin, sesama warga kita harus saling memaafkan di lebaran Idul Fitri, kita kembali ke Fitra.

Kami mengucapkan ribuan terimakasih pada panitia pelaksana dan seluruh masyarakat  yang mana melalui acara ini dapat kita lihat serta rasakan manfaatnya yakni makin mempererat hubungan silaturahmi sesama warga Teluk Bayur, apalagi kepulangan warga dari rantau khusus untuk menghindari acara ini.

Juga disampaikan, kami tokoh masyarakat akan selalu mendukung dan membantu semua program atau kegiatan masyarakat maupun pemuda agar terwujud kebersamaan dan kekompakan kita di Teluk Bayur ini. Semoga acara yang diselenggarakan ini dari nawaitu yang baik menjadi amal ibadah, " ujarnya.

Sementara Vivi Lois perantau dari Jakarta mewakili para perantau warga Teluk Bayur, dalam sambutannya menyampaikan kami mengucapkan terimakasih banyak pada panitia yang telah menggelar acara ini. Mudah-mudahan warga masyarakat Telukbayur tetap selalu kompak. Tetap jalin silaturahmi walaupun kita sudah berpencar, berpisah - pisah di berbagai kota di Indonesia bahkan luar negeri karena aktivitas masing-masing, " pungkasnya.

Tokoh masyarakat M.Tauhid beserta istri 
Turut hadir dalam acara Halal Bi Halal tersebut Ketua IKTPAS Padang, Martias Yusuf, Pemuka masyarakat,Ketua RT, RW, LPM, Majelis Taklim, Ketua Karang Taruna, Niniak Mamak, Bundo Kanduang, sesepuh masyarakat Teluk Bayur, serta turut serta memeriahkan acara itu Bapak Muhammad Tauhid beserta istri dengan menyumbangkan suara emasnya dipentas di iringi live musik organ tunggal. Acara ditutup dengan dengan hiburan live musik Kim berhadiah. (bim)


Foto: Drh Syahrizal (tengah)
Infonusantara.net - Seruan makar yang dilontarkan oknum dokter hewan berinisial YS (50 tahun) di akun facebook miliknya bernama Drh Syahrizal, ternyata sikapnya tak segarang seperti apa yang telah diungkapkannya dalam media sosial tersebut.

Buktinya, setelah berhasil ditangkap dan intrograsi tim gabungan Satreskrim dan Satintelkam Polres Limapuluh Kota, usai ditangkap Senin dinihari 3 Juni 2019 sekitar pukup 02.30 Wib di jalan Negara Tanjung Pati, Kecamatan Harau, Kabupaten Limapuluh Kota, pria berbadan ceking yang banyak menulis hujatan, ujaran kebencian serta kalimat bernada provokasi akan mendirikan ‘Republik Andalas Raya’ itu, ciut nyalinya ketika diintrograsi penyidik.

“Saya hanya iseng-iseng saja,Pak,” ujar dokter hewan itu kepada penyidik tim gabungan Satreskrim dan Satintelkam Polres Limapuluh Kota, beberapa saat ketika ia akan diboyong ke Mapolda Sumbar.

Seperti diberitakan sebelumnya, tim gabungan Satreskrim dibantu anggota Satintelkam Polres Limapuluh Kota, menangkap seorang Dokter Hewan berinisial SY (50 tahun) warga Kabupaten Limapuluh Kota karena diduga melakukan perbuatan makar.

Penangkapan terhadap pria kelahiran Pekanbaru yang di Kartu Tanda Penduduknya (KTP) nya beralamat di Padang Jopang, VII Koto Talago, Guguak, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat itu,  dilakukan pada Senin dinihari 3 Juni 2019 sekitar pukul 02.30 Wib di jalan negera kawasan Tanjung Pati, Kecamatan Harau.


Sebelumnya di akun facebook bernama Drh Syahrizal terpajang beberapa foto dokter hewan tersebut, baik saat ia bersama seorang wanita yang diperkirakan istrinya, maupun foto sebuah pulau yang ditulis ‘Republik Andalas Raya’. Dalam Foto Republik Andalas Raya itu juga tertulis kalimat yang berbunyi, “ Saya tdk ingin makar tp jika kalian pikir NKRI itu hy hitungan jumlah pemilih di pulau Jawa saya py hak utk bergerak paling terdepan utk mewujudkan ini n jgn kalian anggap ini hy meme meme main mainan saja #kamitelahsedang bergerak, tulis akun tersebut.

Selain itu juga tertulis beberapa kalimat yang merongrong Pemerintah dan menuding Pemerintah zolim, semena-mena, bernada hasutan serta bernada ujaran kebencian.

Kapolres Limapuluh Kota, AKBP. Haris Hadis didampingi Kasat Reskrim, AKP. Anton Luther dan Kasat Intelkam Polres Limapuluh Kota, AKP. Zukri Ilham memimpin langsung pengkapan dokter hewan itu. Penangkapan terhadap YS terbilang cukup rumit, karena pria tersebut kerap berpindah dari satu tempat ke tempat lain.

Namun berkat ketabahan tim gabungan yang juga dibackup langsung Tim Polda Sumbar akhirnya berhasil mengamankan pria tersebut. Ia diamankan usai menghadiri sebuah acara di Kawasan Tanjung Pati. Tanpa perlawanan, SY dengan mudah diamankan, ia selanjutnya dibawa ke Mapolres Limapuluh Kota untuk menjalani pemeriksaan.

“ Iya, Tim gabungan mengamankan seorang pria berinisial YS sesuai Laporan Polisi Nomor:L/P/A/57/V/2019/SPKT-LPK tanggal 31 Mei 2019.

Usai menjalani pemeriksaan di Mapolres Limapuluh Kota, yang bersangkutan langsung dibawa ke Mapolda Sumbar untuk menjalani pemeriskaan lanjutan di bagian Subdit Cyber Kriminal Khusus Polda Sumbar,” ujar Kapolres Limapuluh Kota, AKBP. Haris Hadis melalui Kasat Reskrim, AKP. Anton Luther didampingi Kasat Intelkam, AKP. Zukri Ilham, Senin siang 3 Mei  2019.

AKP. Anton Luther juga menyebutkan, YS yang sudah ditetapkan menjadi tersangka itu, diduga melanggar tindak pidana setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan atau membuat dapat diaksesnya informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik yang memiliki maksud penghinaan dan/atau pencemaran nama baik yang diduga dilakukan oleh pemilik akun Drh Syahrizal, memposting muatan penghinaan serta muatan untuk melakukan makar dengan maksud hendak memisahkan suatu daerah dari Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, dokter hewan yang sudah ditetapkan sebagai tersangka itu masih menjalani pemeriksaan di Mapolda Sumbar. (edw)

Sumber: Dekadepos.com

Unggahan dokter hewan SY yang diduga makar. [Facebook]
Penangkapan terhadap YS terbilang cukup rumit, karena pria tersebut kerap berpindah dari satu tempat ke tempat lain.

Pemeriksaan dokter hewan warga Limapuluh Kota di Mapolres Limapuluh Kota. [Antara/istimewa]

Infonusantara.net - Tim gabungan Satreskrim dan Satintelkam Polres Limapuluh Kota, Sumatera Barat, menangkap seorang dokter hewan berusia 50 tahun berinisial SY, atas dugaan melakukan perbuatan makar.

“Iya, tim gabungan mengamankan seorang pria berinisial YS sesuai Laporan Polisi Nomor: L/P /A/57/V/2019/SPKT–LPK tanggal 31 Mei 2019," ujar Kasat Reskrim Polres Limapuluh Kota Ajun Komisaris Anton Luther, di Sarilamak, dilansir dari Antara, Senin (3/6/2019).

Ia mengatakan, penangkapan terhadap pria warga Padang Jopang, VII Koto Talago Guguak, Kabupaten Limapuluh Kota tersebut dilakukan pada Senin dini hari sekitar pukul 02.30 WIB. Ia ditangkap di kawasan jalan negara Tanjung Pati, Kecamatan Harau.

Anton menjelaskan, pria kelahiran Pekanbaru tersebut diduga makar karena mengunggah foto sebuah pulau yang ditulis Republik Andalas Raya.

Foto tersebut diunggah  SY ke akun Facebook bernama Drh Syahrizal. Dalam foto Republik Andalas Raya itu juga tertulis kalimat:

“ Saya tidak ingin makar tapi jika kalian pikir NKRI itu hanya hitungan jumlah pemilih di Pulau Jawa, saya punya hak untuk bergerak paling terdepan untuk mewujudkan ini. Jangan kalian anggap ini hanya meme meme main-mainan saja #kamitelahsedang bergerak,” tulis akun tersebut.

Selain itu juga tertulis beberapa kalimat yang merongrong dan menuding pemerintah zalim, semena-mena, bernada hasutan serta bernada ujaran kebencian.

Penangkapan dokter hewan itu dipimpin langsung Kapolres Limapuluh Kota Ajun Komisaris Besar Haris Hadis didampingi Kasat Reskrim Ajun Komisaris Anton Luther dan Kasat Intelkam Polres Limapuluh Kota, AKP Zukri Ilham.

Penangkapan terhadap YS terbilang cukup rumit, karena pria tersebut kerap berpindah dari satu tempat ke tempat lain.

Namun, berkat kerja sama tim gabungan yang didukung langsung Tim Polda Sumbar, akhirnya berhasil menangkap lelaki tersebut.

Ia ditangkap seusai menghadiri acara di kawasan Tanjung Pati. Ia selanjutnya dibawa ke Mapolres Limapuluh Kota untuk menjalani pemeriksaan.

Seusai menjalani pemeriksaan di Mapolres Limapuluh Kota, pria berbadan kurus itu langsung dibawa ke Mapolda Sumbar untuk menjalani pemeriksaan lanjutan di bagian Subdit Cyber Kriminal Khusus Polda Sumbar.

Anton juga menyebutkan, YS yang sudah ditetapkan menjadi tersangka itu dapat diduga melanggar tindak pidana setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan atau membuat dapat diaksesnya informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik yang memiliki maksud penghinaan dan/atau pencemaran nama baik.

"Tindak pidana itu diduga dilakukan oleh pemilik akun Drh Syahrizal dengan mengunggah muatan penghinaan serta muatan untuk melakukan makar dengan maksud hendak memisahkan suatu daerah dari Negara Kesatuan Republik Indonesia," katanya.

Sumber: Antara 


Infonusantara.net, Nasional - Kabar duka menyelimuti Tanah Air. Istri Presiden ke - 6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Ani Yudhoyono, yang sebelumnya sempat dirawat intensif di salah satu rumah sakit, siang ini dokabarkan telah meninggal dunia.

Hj. Kristiani Herrawati atau lebih dikenal dengan nama Ani Yudhoyono, adalah Ibu Negara Republik Indonesia sejak 20 Oktober 2004 hingga 20 Oktober 2014. Ia adalah istri dari Presiden Indonesia keenam, Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono.

Kabar itu disampaikan politikus Demokrat, Andi Arief. Ani mengembuskan napas terakhir di National University Hospital (NUH), Singapura.

“Innalillahi wainnailaihi rojiun. Telah meninggal dunia Ibu Ani pada pukul 11.50 waktu Singapura. Semoga almarhumah husnul khotimah,” tulis Andi Arief, Sabtu (1/6/2019).

Innalillahi wainnailaihi rojiun, bu Ani telah meninggal dunia pada 11.50 waktu Singapura

Diketahui, kondisi terakhir kesehatan Ani Yudhoyono mengalami penurunan. Maka dari itu, Ani harus dirawat di ruang Intensif Care Unit (ICU) di National University Hospital (NUH) Singapura. 

Putra pertama SBY, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sempat mengungkapkan, tindakan ibundanya yang harus dirawat di ruang ICU di NUH Singapura merupakan tindakan respons cepat terhadap kondisi penurunan kesehatan ibundanya yang masih belum stabil pada Rabu (29/5/2019)

Selama tiga bulan terakhir, kondisi Ani Yudhoyono harus menjalani perawatan di ruang karantina khusus untuk menghindari infeksi virus dan bakteri yang berpotensi mengganggu proses pengobatan yang sedang dilakukan.

Ani Yudhoyono telah menjalani perawatan penyakit kanker darah yang dideritanya sejak Februari lalu di National University Hospital Singapura.(rel)


Infonusantara.net, PADANG - Festival bakcang ayam dan lamang baluo siap meramaikan libur Lebaran di Kota Padang, Sumatera Barat. Dalam acara yang dilaksanakan 6 -7 Juni 2019 ini akan dibagikan 10.000 bakcang ayam dan 10.000 lamang baluo kepada para pengunjung. 

Diprediksi, event akbar yang dihelat dari perpaduan dua etnis di Padang, yakni Minangkabau dan Tionghoa ini nantinya juga akan memecahkan dua rekor MURI untuk kategori pembuatan 10.000 bacang ayam dan 10.000 lamang baluo. 

"Kita tentu berharap, Kota Padang akan semakin ramai lagi pada libur Lebaran nanti. Salah satu upayanya dengan digelarnya festival yang berpusat di kawasan Kota Tua jalan Batang Arau ini," ujar Wali Kota Padang Mahyeldi sewaktu menggelar konferensi pers di Media Center Dinas Kominfo Padang, Rabu (29/5).

Mahyeldi menyebutkan, festival tersebut diharapkan bakal meningkatkan pariwisata Kota Padang dengan menarik wisatawan dan mengembalikan warga Tionghoa asal Sumbar untuk datang kembali ke Padang.

"Selain itu, melalui festival tersebut kita juga menunjukkan bahwa kerukunan antar etnis atau proses akulturasi budaya di Padang sangat terjaga dengan baik," katanya.

Lebih lanjut Mahyeldi menyampaikan, kegiatan ini sengaja dipilih pada hari kedua Lebaran karena biasanya masyarakat sudah mulai berekreasi serta bertepatan dengan tanggal hari makan bakcang sedunia yang jatuh pada 7 Juni.

"Festival ini akan kita rencanakan menjadi agenda rutin dan dikemas lebih besar lagi tahun depan. Kita harapkan seluruh pihak dan juga warga masyarakat Kota Padang dapat mensukseskannya," tambah wako didampingi Plt Kadisbudpar Didi Aryadi.

Sementara itu, Alam Gunawan, ketua panitia pelaksana festival mengatakan, festival tersebut bertujuan untuk mempromosikan wisata, kuliner, dan budaya serta turut memajukan perekonomian masyarakat Sumbar, khususnya di bidang kuliner.

"Bukan hanya penyajian bakcang dan lamang baluo saja, kegiatan juga akan diisi serangkaian acara kebersamaan seperti penampilan kebudayaan kedua etnis, musik, pakaian, tarian dan lainnya," kata Alam.

Ungkap Alam, untuk pembuatan 10.000 bakcang dan 10.000 lamang baluo, pihaknya sudah meminta tenaga profesional yang sudah terbiasa membuat dua kuliner khas Tionghoa dan Minangkabau itu.

"Untuk bakcang ada tujuh orang profesional yang kita minta dan 15 orang untuk lamang baluo," ujarnya.

Ditargetkannya, dalam festival yang digelar selama dua hari ini akan ada sebanyak 15.000 orang yang akan berkunjung. "Kita juga sudah mengimbau saudara kita dari etnis Tionghoa asal Padang yang berada di luar daerah untuk datang. Begitu juga perantau Minangkabau," jelasnya.

Seperti diketahui terang Alam, Bakcang adalah makanan tradisi etnis Tiong Hoa.Saat sekarang ini bakcang sendiri sudah mengalami banyak variasi rasa, seperti rendang, vegetarian, dan ayam.

"Bak artinya daging dan cang artinya kue. Bakcang ini makanan tradisi China," lanjutnya.

Sedangkan lamang baluo adalah makanan klasik Minangkabau yang biasanya dibawa ketika hendak mengunjungi rumah mertua.

"Makanan ini sama-sama makanan klasik dan rasanya sama-sama enak," papar Alam Gunawan.

Puncak festival tersebut tambahnya lagi, terjadi pada tanggal 7 Juni 2019 dan dimulai pada pukul 09.00 WIB. Kegiatan ini didukung oleh Kementerian Pariwisata, Wali Kota Padang, BUMN, dan pengusaha-pengusaha.(David/*)

Formulir Kontak

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.