May 2019

Foto Bersama Usai Buka Bareng Walikota Padang Mahyeldi Ansharullah Bersama para Wartawan dan pemilik Media 
Infonusantara.net, PADANG - Kota Padang pada libur Lebaran 1440 H / 2019 diprediksi bakal kembali dibanjiri wisatawan. Apalagi kota yang dipimpin Wali Kota Mahyeldi itu sekarang semakin menggeliat.

Semuanya itu, tentu sangat diharapkan peranan pers dalam mengemas informasi yang disebarluaskan ke publik, tentu yang terbaik, sehingga membangkitkan semangat orang untuk datang dan berkunjung ke Kota Padang.

Sebab kita telah melakukan pembenahan di beberapa objek wisata, sektor penting lainnya pun juga diperhatikan. Diantaranya seperti kawasan Pasar Raya sebagai pusat perdagangan, lalu taman-taman kota, kawasan pedestrian/trotoar maupun infrastruktur lainnya, sehingga Kota Padang tambah rancak  penuh pesona, hati pengunjung jadi senang dan bahagia bahkan manti jadi cerita setelah kembali kedaerahnya, itulah yang kita harapkan.

Upaya memberikan kenyamanan dan keamanan kepada wisatawan dan perantau yang berkunjung menikmati libur lebaran sudah kita upayakan. Seperti halnya memaksimalkan kebersihan, ketertiban dan keindahan kota.

Hal itu, disampaikan Wali Kota Padang Mahyeldi saat menggelar buka puasa bersama ratusan insan pers di Rumah Dinasnya, Kamis (30/5). Dalam kesempatan itu juga hadir Kadiskominfo Suardi dan Kabag Humas Imral Fauzi 

Disamping itu tambah Mahyeldi, upaya lainnya juga dibarengi dengan kerjasama bersama aparat kepolisian dan lainnya melalui Tim Saber Pungli untuk melakukan pengawasan dan penindakan bila terjadi pungli atau pemerasan terhadap pengunjung.

"Pemerintah Kota Padang akan berusaha maksimal agar tidak terjadi tindakan-tindakan pungutan liar (pungli) atau penetapan harga makanan oleh oknum-oknum pedagang yang membuat perantau dan wisatawan merasa tidak nyaman saat berwisata dan berekreasi di Kota Padang," ujarnya.

Seperti diprediksi dan berkaca pada lebaran tahun lalu, para wisatawan nantinya kan membanjiri objek-objek wisata seperti Pantai Padang (meliputi Pantai Muaro Lasak dengan Tugu Perdamaiannya, Pantai Chimpago dengan tugu IORA-nya serta Pantai Muaro dengan latar Gunung Padang).

Kemudian Pantai Air Manis, Kawasan Kota Lama Batang Arau, Jembatan Siti Nurbaya, Kawasan Gunung Padang dan Bukit Gado-Gado. Seturut juga berbagai kawasan wisata  di Kecamatan Bungus Teluk Kabung seperti Sungai Pisang dan pulau-pulau disekitarnya. Juga kawasan Pantai Pasir Jambak, Kawasan Lubuk Minturun dan tempat rekreasi anak- anak di Kawasan Tarandam. 

"Disamping itu wisatawan diprediksi juga akan memadati pusat-pusat perbelanjaan seperti Transmart, Basko Mall, Plaza Andalas dan Kawasan Pasar Raya. Kemudian pada malam hari diprediksi wisatawan akan memadati kawasan wisata kuliner seperti kawasan Simpang Kinol, Kawasan GOR Agus Salim, Kawasan jalan M. Yamin, kawasan jalan Veteran, kawasan Simpang Haru, kawasan jalan Perintis Kemerdekaan di Jati serta tempat-tempat kuliner ternama lainnya.

"Istimewanya pada libur lebaran tahun ini pada tanggal 6 dan 7 juni 2019 juga akan dimeriahkan dengan Festival 10 Ribu Bakcang Ayam dan Lamang Baluo yang akan melakukan pemecahan rekor MURI. Event ini juga bakal diramaikan dengan beberapa atraksi seperti Barongsai, Gamad, Silat dan atraksi-traksi budaya Minang dan budaya etnis Tionghoa di kawasan mulai dari bawah jembatan siti nurbaya sampai kawasan Kota Tua Batang Arau," paparnya.

Lebih lanjut terang orang nomor satu di Padang ini, untuk memberikan kenyamanan dan keamanan kepada wisatawan Pemerintah Kota Padang sudah mempersiapkan langkah-langkah sebagai berikut dan ulasannya :

1. Pemerintah Kota Padang akan menurunkan dan mensiagakan 1.000 orang Personil di Objek-Objek Wisata, Pusat Perdagangan dan Pusat-Pusat Kuliner dengan rincian sbb : 350 orang Personil Pol PP, 40 orang Personil Dinas Perhubungan, 50 Orang Personil BPBD dan Kelompok Siaga Bencana, 10 Orang Personil Taruna Siaga Bencana Dinas Sosial, 55 Personil Dinas Pariwisata dan didukung 40 Orang Baywatch di Bawah Koordinasi Dinas Pariwisata, 30 personil Dinas Pemadam karan, 120 orang Petugas Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup, 2 unit Alat berat serta dan 250 5 orang orang personil Personil dari Dinas gabungan Pekerjaan beberapa Umum dan Kecamatan, 40 orang ersonil Pramuka Dinas dan relawan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), relawan Palang Merah Indonesia serta Pimpinan Perangkat Daerah yang akan ditugaskan langsung untuk mengawa pelaksanaan tugas ini dapat berjalan dengan baik.

2. dan Membuat Usaha-Usaha Himbauan Kuliner dan Meiakukan untuk memberikan Pembinaan Kepada pelayanan Hotel, secara Industri baik Pariw kepada Pengunjung serta tidak menaikan harga makanan yang di jualnya.

3. Memasang Baliho Himbauan-Himbauan Ketertiban di Beberapa Lokasi Strategis dan Objek Wisata di Kota Padang.

4. Melaksanakan event-event pertunjukan tr I di Objek a Pantai Aie Manih dan Kawasan Pantai Padang.

5. Antisipasi Kondisi Bencana tanah longsor di jalan akses masuk Kota dari arah timur, yaitu di kawasan sitinjau laut dengan Memper n Alat berat serta Petugas BPBD untuk mendukung Pos Pengamanan Lebaran yang disiapkan Aparat Kepolisian di Kawasan Tersebut.

6. Memaksimalkan koordinasi dengan Pos-Pos Pelayanan dan Peng n Lebaran Ketupat Singgalang 2019 yarg dilaksanakan oleh Polri yang terdapat di kawasan all Basko, Transmart, Plaza Andalas, Lubuk Buaya, Tabing, Danau Cimpago, Lubuk Begalung, Kuranji, Bungus, Ladang Pa an Siti Nurbaya.

7. Menambah jumlah CCTV untuk pengawasan dan m erikan rasa aman kepada wisatawan di Sepanjang 5 KM Kawasan Pantai Padang dan Gerbang Masuk Pantai Aie Manih.

8. Meningkatkan frekvrensi Patroli Kota dari Satuan Polisi Pamong Praja te di at-pusat keramaian dan kawasan-kawasan yang diprediksi rawan.

9. Untuk menghindari kemacetan di Kawasan Pantai Aie Manih bersama aparat

kepolisi akan dilakukan Rekayasa Lalu Lintas dimana seluruh kendaraan masuk ke

Pantai Aie Manih harus melalu Jembatan Siti Nurbaya dan Keluar Kawasan Aie Manih melalui Ruas Jalan Lama SMA 6 dan Bus selama lebaran ini tidak dijinkan masuk ke kawasan aie manih.

10. Dinas Pariwisata membentuk Satuar. Tugas Khusus yang rnenangani keluhan awan khususnya keluhan jika ada oknum restoran, rumah makan dan tempat kuliner yang menetapkan harga tidak wajar. Sangsi pencabutan ijin dan penutupan tempat berdagang akan dilanukan jika terbukti usaha kuline put dengan sengaja melakukan pemalakan kepada pengunjungnya.

11.Semua Puskesmas dan RSUD dalam kondisi siaga penuh.

12.Memaksimalkan Sistim Keamanan Lingkungan di Tingkat Kelurahan

13.Untuk mengantisipasi pungli dan memproses pelaku pungli secar hukum, Dinas Pariwisata akan membeikan ganti rugikepada Korban Pungli di Objek Wisata yang membuat laporar ini kepada Kepolisian.

14.Nomor Layanan Pengaduan Wisatawan (SMS, WhatsApp): 08116607555 Semoga Wisatawan dan Perantau dapat dengan nyaman,aman dan membawa kesan yang baik selama berkunjung ke Kota Padang pada libur baran 2019/1440 H ini.

"Demikian beberapa hal terkait kesiapan dan persiapan yang kita lakukan di Kota Padang untuk memberikan kenyamanan dan keamanan bagi para pengunjung. Kita tentu berharap, semua wisatawan baik lokal dan mancanegara senantiasa memilih Kota Padang sebagai pilihan libur lebarannya. Insya Allah kita di sini akan memberikan pelayanan secara baik," tutup wako mengakhiri.(th)

                                                                Antara (fhoto) 
Infonusantara.net, PADANG -- Libur lebaran 2019/1440 H ini diprediksi Kota Padang akan kembali dibanjiri wisatawan. Setelah upaya pembenahan-pembenahan tidak hanya di objek wisata tetap juga kawasan Pasar Raya sebagai pusat perdagangan, Taman Kota, pedistrian/trotoar maupun infrastruktur lainnya. Upaya memberikan kenyamanan kepada perantau dan wisatawan juga dengan memaksimalkan kebersihan, ketertiban dan keindahan Kota.

Disamping itu kerjasama dengan aparat kepolisian melalui Tim Saber Pungli untuk melakukan pengawasan dan penindakan, Pemerintah Kota Padang akan berusaha maksimal agar tidak terjadi lagi tindakan-tindakan pungli atau penetapan harga makanan oleh oknum-oknum masyarakat yang membuat perantau dan wisatawan merasa tidak nyaman saat berwisata dan berekreasi di Kota Padang.

Perantau dan wisatawan akan membanjiri objek-objek wisata seperti Pantai Padang (meliputi pantai muaro lasak dengan tugu perdamaiannya, pantai chimpago dengan tugu IORA-nya serta Pantai Muaro dengan latar Gunung Padang), kemudian Pantai Aie Manih, Kawasan Batang Arau, Jembatan Siti Nurbaya, Kawasan Gunung Padang dan Bukit Gado-Gado, Kawasan Bungus Sungai Pisang dan Pulau-Pulau disekitarnya, kawasan Pasie Jambak, Kawasan Lubuk Minturun dan tempat rekreasi anak- anak di Kawasan Tarandam.

Disamping itu Wisatawan diprediksi juga akan memadati pusat-pusat perdagangan seperti Transmart, Basko Mall, Plaza Andalas dan Kawasan Pasar Raya, kemudian pada malam hari diprediksi wisatawan akan memadati kawasan kawasan kuliner seperti kawasan Simpang Kinol, Kawasan GOR Agus Salim, Kawasan jalan M. Yamin, kawasan jalan Veteran, kawasan Simpang Haru, kawasan jalan perintis kemerdekaan di jati serta tempat-tempat kuliner ternama di Kota Padang di sepanjang Jalan Rasuna Said sampai Khatib Sulaiman. Istimewanya pada lebaran tahun ini pada tanggal 6 dan 7 juni 2019 akan dimeriahkan dengan Festival Bakcang Ayam dan Lamang Baluo yang akan melakukan pemecahan rekor muri dan diramaikan dengan beberapa atraksi seperti Barongsai, Gamad, Silat dan atraksi-traksi budaya Minang dan budaya etnis Tionghoa di kawasan mulai dari bawah jembatan siti nurbaya sampai kawasan Kota Tua Batang Arau.

Untuk memberikan kenyamanan dan keamanan kepada wisatawan Pemerintah
ota Padang sudah mempersiapkan langkah-langkah sebagai berikut:

1. Pemerintah Kota Padang akan menurunkan dan mensiagakan 1.000 orang Personil di Objek-Objek Wisata, Pusat Perdagangan dan Pusat-Pusat Kuliner dengan rincian sbb : 350 orang Personil Pol PP, 40 orang Personil Dinas Perhubungan, 50 Orang Personil BPBD dan Kelompok Siaga Bencana, 10 Orang Personil Taruna Siaga Bencana Dinas Sosial, 55 Personil Dinas Pariwisata dan didukung 40 Orang Baywatch di Bawah Koordinasi Dinas Pariwisata, 30 personil Dinas Pemadam karan, 120 orang Petugas Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup, 2 unit Alat berat serta dan 250 5 orang orang personil Personil dari Dinas gabungan Pekerjaan beberapa Umum dan Kecamatan, 40 orang ersonil Pramuka Dinas dan relawan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), relawan Palang Merah Indonesia serta Pimpinan Perangkat Daerah yang akan ditugaskan langsung untuk mengawa pelaksanaan tugas ini dapat berjalan dengan baik.

2. dan Membuat Usaha-Usaha Himbauan Kuliner dan Meiakukan untuk memberikan Pembinaan Kepada pelayanan Hotel, secara Industri baik Pariw kepada Pengunjung serta tidak menaikan harga makanan yang di jualnya.

3. Memasang Baliho Himbauan-Himbauan Ketertiban di Beberapa Lokasi Strategis dan Objek Wisata di Kota Padang.

4. Melaksanakan event-event pertunjukan tr I di Objek a Pantai Aie Manih dan Kawasan Pantai Padang.

5. Antisipasi Kondisi Bencana tanah longsor di jalan akses masuk Kota dari arah timur, yaitu di kawasan sitinjau laut dengan Memper n Alat berat serta Petugas BPBD untuk mendukung Pos Pengamanan Lebaran yang disiapkan Aparat Kepolisian di Kawasan Tersebut.

6. Memaksimalkan koordinasi dengan Pos-Pos Pelayanan dan Peng n Lebaran Ketupat Singgalang 2019 yarg dilaksanakan oleh Polri yang terdapat di kawasan all Basko, Transmart, Plaza Andalas, Lubuk Buaya, Tabing, Danau Cimpago, Lubuk Begalung, Kuranji, Bungus, Ladang Pa an Siti Nurbaya.

7. Menambah jumlah CCTV untuk pengawasan dan m erikan rasa aman kepada wisatawan di Sepanjang 5 KM Kawasan Pantai Padang dan Gerbang Masuk Pantai Aie Manih.

8. Meningkatkan frekvrensi Patroli Kota dari Satuan Polisi Pamong Praja te di at-pusat keramaian dan kawasan-kawasan yang diprediksi rawan.

9. Untuk menghindari kemacetan di Kawasan Pantai Aie Manih bersama aparat
kepolisi akan dilakukan Rekayasa Lalu Lintas dimana seluruh kendaraan masuk ke
Pantai Aie Manih harus melalu Jembatan Siti Nurbaya dan Keluar Kawasan Aie Manih melalui Ruas Jalan Lama SMA 6 dan Bus selama lebaran ini tidak dijinkan masuk ke kawasan aie manih.

10. Dinas Pariwisata membentuk Satuar. Tugas Khusus yang rnenangani keluhan awan khususnya keluhan jika ada oknum restoran, rumah makan dan tempat kuliner yang menetapkan harga tidak wajar. Sangsi pencabutan ijin dan penutupan tempat berdagang akan dilanukan jika terbukti usaha kuline put dengan sengaja melakukan pemalakan kepada pengunjungnya.

11.Semua Puskesmas dan RSUD dalam kondisi siaga penuh.

12.Memaksimalkan Sistim Keamanan Lingkungan di Tingkat Kelurahan

13.Untuk mengantisipasi pungli dan memproses pelaku pungli secar hukum, Dinas Pariwisata akan membeikan ganti rugikepada Korban Pungli di Objek Wisata yang membuat laporar ini kepada Kepolisian.

14.Nomor Layanan Pengaduan Wisatawan (SMS, WhatsApp): 08116607555 Semoga Wisatawan dan Perantau dapat dengan nyaman,aman dan membawa kesan yang baik selama berkunjung ke Kota Padang pada libur baran 2019/1440 H ini.


Infonusantara.net - Banyak masyarakat Indonesia tak mengetahui, ternyata induak-induak, amai-amai, bundo kanduang (kaum ibu) Minangkabau di Sumatera Barat-lah yang pertama kali berkorban menyumbangkan emas, perak dan perhiasan lainnya untuk membeli pesawat terbang jenis Avro Anson demi Kemerdekaan Indonesia, bukan Aceh.

Mereka, kaum perempuan ini tanpa sungkan dan pikir panjang menyumbangkan liontin, perak hingga emas mulai emas anting, kalung, gelang bahkan cincin kawin beralih tangan ke Panitia Pusat Pengumpul Emas yang dibentuk oleh Wakil Presiden Mohammad Hatta, 27 September 1947, di Bukittinggi.

Tak hanya kaum perempuan di Bukittinggi saja yang menyumbangkan emas perhiasan mereka, melainkan juga dari Padang Panjang dan sekitar Bukittinggi. Bung Hatta berada di Bukittinggi, Sumatera Barat, selama tujuh bulan mulai Juni 1947 hingga Februari 1948.

Sebagai catatan, rakyat Aceh mengumpulkan emas untuk membeli pesawat Dacota setelah Presiden Soekarno datang langsung ke negeri Serambi Mekah tersebut, beberapa bulan kemudian, 16 Juni 1948. Uniknya, pesawat dibeli tersebut diberi nama RI-001, sedangkan pesawat dibeli masyarakat Minangkabau, Sumatera Barat, RI-003, padahal pembelian di Bukittinggi lebih dahulu dibandingkan Aceh.

Kembali ke cerita pembelian pesawat Avron Anson, keberadaan Bung Hatta di kampung halamannya sebelum Belanda melancarkan Agresi Militer I, pertengahan Juli 1947. Berbagai kota di Pulau Jawa dan Sumatera sudah diduduki penjajah, dan Ibukota Indonesia masih berusia belum genap dua tahun juga dipindahkan dari Jakarta ke Yogyakarta.

Dilansir dari agamkab.go.id, kota-kota besar di Pulau Sumatera juga sudah diduduki Belanda, seperti Medan, Padang, dan Palembang. Bersamaan itu, diputuskan, ibukota Keresidenan Sumatera Barat ikut dipindahkan dari Padang ke Bukittinggi. Perpindahan ini juga diikuti pindahnya ibukota Provinsi Sumatera ke Bukittinggi.


KOMODOR Muda Halim Perdanakusumah (kanan) dan Opsir Udara I Iswahyudi, berfoto bersama pemilik pesawat terbang Avro Anson, Paul H Keegan, Desember 1947, di Lapangan Udara Gadut, Agam, Sumatera Barat.

Bung Hatta ketika Agresi Militer I berada di Bukittinggi, kemudian mencoba cari jalan mengatasi blokade ekonomi diterapkan Belanda. Blokade ini menyulitkan posisi pemerintah dan menyengsarakan kehidupan rakyat. Hatta kemudian berpikiran, perlu upaya untuk menerobos blokade tersebut.

Caranya, membeli pesawat terbang dengan meminta sumbangan ke rakyat Minangkabau guna mengatasi blokade Belanda dan mendukung perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Kemudian Bung Hatta pada 27 September 1947, membentuk Panitia Pusat Pengumpul Emas untuk mengumpulkan sumbangan dari rakyat tersebut. Pesawat terbang ini akan diterjunkan dalam misi-misi khusus guna menyelamatkan Republik Indonesia dari serangan Belanda.

Panitia ini dipimpin Mr A Karim, Direktur Bank Negara, dengan anggota para pejabat dan tokoh ikut rombongan Bung Hatta dari Yogyakarta serta diperkuat Mr Sutan Mohammad Rasjid, residen Sumatera Barat.

Usai membentuk kepanitian, Bung Hatta mengadakan sebuah apel besar di Lapangan Kantin (lapangan depan Makodim 0304/Agam, sekarang). Tanpa pikir panjang, selama dua bulan, amai-amai (ibu-ibu) mendaftarkan diri menyumbangkan semua perhiasan emas dan peraknya.

Tim ini, seperti disampaikan oleh Gamawan Fauzi, mantan Gubernur Sumatera Barat dan Menteri Dalam Negeri, masuk keluar kampung hingga ke pelosok-pelosok nagara, menggugah masyarakat dan meminta kerelaan kaum ibu menyumbangkan perhiasan emas mereka untuk perjuangan.

Pertemuan diadakan di berbagai tempat, tanah lapang, mesjid, surau-surau, juga gedung sekolah, bioskop dan sebagainya. Tanpa diduga, walau kondisi ekonomi sedang susah di masa Revolusi Kemerdekaan, keinginan membeli pesawat terbang itu mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat.

Sebagai contoh, ketika Residen Mohammad Rasjid dan Komandan Divisi Banteng Kolonel Ismael Lengah mengumpulkan dana perjuangan di Padang Panjang. Di depan warga memenuhi gedung bioskop tempat pertemuan diadakan, kedua pimpinan perjuangan tersebut memaparkan suka-duka para prajurit di front pertempuran menghadapi tentara Belanda.

Dilukiskan pula bagaimana kekejaman tentara Belanda yang membunuh Walikota Padang Bagindo Azizchan. Karena Padang Panjang termasuk dekat dengan daerah pertempuran, tidaklah terlalu sulit menjelaskannya kepada rakyat.

Ternyata, dalam keadaan krisis dan hidup dalam kesusahan, ketika menghadapi musuh bersama, rakyat mudah dipersatukan. Secara serentak mereka mendaftarkan dan menyerahkan sumbangan.

Walhasil, hanya dalam tempo kurang dari dua bulan, emas sudah terkumpul sebanyak satu kaleng biskuit. Pada akhir November 1947, bertempat di kantornya Gedung Agung (kini Istana Bung Hatta), Wakil Presiden Bung Hatta menerima emas tersebut.

Emas perhiasan tersebut berasal dari sumbangan rakyat Sumatera Barat itu lalu dilebur dan dijadikan emas batangan dengan berat 14 kilogram (kg) dari tangan Ketua Majelis Pertahanan Rakyat Daerah (MPRD) Sumatera Barat, Chatib Sulaiman.

Wakil Presiden Bung Hatta lantas menugaskan seorang pembantu dekatnya, Aboe Bakar Loebis bersama timnya mencari kapal terbang untuk dibeli. Berkat bantuan dua staf Perwakilan RI di Singapura, kebetulan putra Minangkabau juga, Letnan Penerbang Mohammad Sidik Tamimi alias Dick Tamimi dan Ferdy Salim (putra Haji Agus Salim), didapat kapal terbang jenis Avro Anson di Thailand.

Pesawat tersebut milik Paul H Keegan, warga negara Australia dan bekas penerbang RAF (Angkatan Udara Kerajaan Inggris) pada Perang Dunia II. Usai Perang Dunia II, banyak pesawat terbang sebelumnya digunakan untuk perang, dijualbelikan begitu saja, termasuk pesawat milik Keegan.

Awal Desember 1947, pesawat terbang jenis Avro Hanson diterbangkan ke lapangan udara Gadut, Bukittinggi oleh Keegan, didampingi Dick Tamimi dan Ferdy Salim dari Songkhla, Thailand Selatan.

PAUL H Keegan, warga negara Australia, pemilik pesawat terbang Avro Anson yang dibeli Indonesia dengan harga 14 kilogram emas batangan disumbangkan kaum ibu Minangkabau.

Pesawat ini diterbangkan setelah ada 'clearance' dari perwakilan AURI di Singapura. Dengan demikian pesawat itu menjadi milik AU, dan nomor registrasi diganti menjadi RI-003. Avro Anson kemudian diberi kode registrasi VH-BBY. Keegan meminta pembayaran diserahkan di Songkhla, Thailand.

Pesawat ini tiba di Bukittinggi untuk diperlihatkan langsung ke warga Minangkabau dan pemimpin daerah ini.

Setelah pesawat tiba di Bukittinggi, Iswahyudi mengadakan percobaan terbang dan berhasil dengan baik. Usai itu, 9 Desember 1947, pesawat Avro Anson diterbangkan dari Gadut menuju Songkhla dengan transit di Pekanbaru guna mengisi bahan bakar.

Dua penerbang AURI, Opsir Udara I Iswahyudi sebagai pilot dan Komodor Muda Udara Halim Perdanakusuma sebagai navigator, didatangkan langsung dari Yogyakarta untuk menerbangkan pesawat tersebut.
Penumpangnya Paul Keegan, Aboe Bakar Loebis, Is Yasin, dan Dick Tamimi.

Selain mengantarkan Keegan pulang, misi tim melakukan penjajakan pembelian senjata dan pesawat serta melihat perwakilan RI guna mengatur penukaran dan penjualan barang-barang berhasil dikirim dari dalam negeri dan kemudian memasukan barang Singapura ke daerah RI menembus blokade Belanda.

Mereka sampai di Songkhla sore hari. Nasib nahas menimpa rombongan Aboe Bakar Loebis. Mereka diusir polisi setempat karena dituduh sebagai penyelundup candu dan emas.

Setelah sampai mereka di Thailand, mereka diusir polisi setempat dengan alasan penyelundupan candu, emas dan perhiasan. Abu Bakar Lubis dan kawan-kawan akhirnya pindah ke Penang, Malaysia, Singapura, seterusnya ke Bukittinggi.

Sedangkan, Halim Perdanakusuma dan Iswahyudi mendapat tugas menerbangkan pesawat kembali ke Gadut, Bukittinggi.

Selain mengantarkan Keegan, mereka mendapat tugas pula untuk mengadakan kontak dengan pedagang-pedagang Singapura dalam rangka membeli senjata yang akan dibawa ke Tanah Air lewat Singapura.
Pada 14 Desember 1947, sesudah menyelesaikan tugas di Bangkok, RI-003 kembali berangkat menuju Singapura. Dalam perjalanan kembali inilah tiba-tiba di daerah Perak-Malaysia pesawat tersebut terjebak dalam cuaca buruk.

Kabar buruk ini juga diterima Abu Bakar Lubis dan kawan-kawan yang pindah ke Singapura menggunakan jalur darat. Sekitar satu jam sesampainya di Singapura, Aboe Bakar Loebis, menerima telegram dari Polisi Malaka.
Isinya, satu unit pesawat Avro Anson telah jatuh di pantai Selat Malaka, dekat Tanjong Hantu, Negeri Perak, Malaysia.

Laporan pertama tentang kecelakaan diterima oleh polisi Lumut dari dua orang warga China penebang kayu bernama Wong Fatt dan Wong Kwang, 14 Desember 1947, sekitar pukul 16.30. Dilansir dari tni-au.mil.id, seorang petugas kepolisian berbangsa Inggris bernama Burras segera pergi ke tempat musibah. Baru pada pukul 18.00 ia tiba dilokasi kejadian. Namun, dia tidak menemukan sesuatu, karena air sedang pasang naik.

Baru pada keesokan harinya Kepala Polisi Lumut bernama Che Wan dan seorang anggota Polisi Inggris bernama Samson berangkat ke tempat kecelakaan dan tiba di tempat pukul 09.00. Kepadanya kemudian dilaporkan tentang ditemukan sesosok jenazah yang mengapung beberapa ratus yards dari lokasi reruntuhan pesawat, yang oleh para nelayan setempat dibawa ke darat.

Ditemukan juga barang-barang lain di antaranya sebuah dompet, buku harian pesawat, kartu-kartu nama, sarung pistol yang tidak ada pistolnya, sarung pisau dengan nama Keegan di atasnya, dan beberapa potong pakaian. Dari bukti-bukti yang ditemukan itu diambil kesimpulan pesawat terbang yang mengalami kecelakaan itu adalah pesawat milik Angkatan Udara Republik Indonesia (AURI).

Disimpulkan kecelakaan terjadi bukan karena kerusakan mesin, tetapi karena cuaca sangat buruk. Berita mengenai kecelakaan pesawat segera tersebar luas, di antaranya dimuat dalam surat-surat kabar berbahasa Inggris seperti The Times dan Malay Tribune terbitan tanggal 16 Desember 1947.

Tokon-tokoh masyarakat Malaysia juga bersimpati terhadap perjuangan Indonesia menaruh perhatian besar terhadap peristiwa tersebut. Di Lumut, dibentuk panitia pemakaman untuk menguburkan Halim Perdanakusuma.

Namun, mayat Iswahyudi tidak pernah ditemukan hingga saat ini walaupun pencarian dilakukan secara intensif. Hanya jenazah Halim Perdanakusuma yang ditemukan, sedangkan Iswahyudi hilang. Halim dikuburkan di Malaysia, beberapa tahun kemudian dipindahkan ke TMP Kalibata di Jakarta.

Begitulah nasib pesawat Avro Anson. Belum sempat dimanfaatkan, telah jatuh. Tapi kapal terbang dibeli dengan sumbangan emas rakyat Sumatera Barat tersebut dicatat sejarah karena telah melahirkan dua pahlawan nasional, Iswahyudi dan Halim Perdanakusuma.

Pemerintah kemudian membangun tugu di Lapangan Udara Gadut, Kecamatan Tilatang Kamang, Kabupaten Agam, mengenang pengorbanan tersebut. Sedangkan, nama Iswahyudi diabadikan untuk lapangan terbang AURI di Malang, sedangkan Halim Perdanakusuma dipakai untuk nama pangkalan utama AURI di Jakarta.

Wali Kota Padang Mahyeldi Ansharullah 
Infonusantara.net, PADANG – Pemko Padang kembali mengingatkan warga Kota Padang dan para wisatawan yang mengunjungi Kota Padang saat libur lebaran Idul Fitri 1440H, jika menemukan tindakan atau praktek pungutan liar (pungli) diharapkan melaporkan ke nomor +62 811-7180-117. Selain itu, jika mendapatkan pelayanan yang tidak memuaskan ketika mengunjungi objek-objek wisata di Kota Padang bisa menyampaikan keluhannya ke nomor +62 811-6607-555.

Wali Kota Padang Mahyeldi menjelaskan, kesiapan Pemko Padang dalam menyambut libur lebaran Idul Fitri 1440H perlu dipertegas untuk menghadirkan kenyamanan dan keamanan bagi pengunjung, perantau yang berlebaran di kampung halaman.

“Kita juga harus terlibat aktif dalam Operasi Ketupat Singgalang 2019 yang dilaksanakan Polresta Padang”, ujar Mahyeldi pada Rapat Persiapan Pengamanan Lebaran di Ruang Abu Bakar Ja’ar Balaikota Padang, Rabu (29/5/2019). Rapat tersebut dihadiri Sekretaris Daerah Kota Padang Amasrul, para Asisten, Staf Ahli, Direktur PDAM, Kepala OPD dan Camat di lingkungan Pemko Padang.

Lebih lanjut dikatakan, komunikasi dan koordinasi OPD terkait dengan Forkopimda tetap dijaga dan harus ditingkatkan. Mengingat, beberapa hari lagi liburan lebaran akan segera datang. Untuk itu, antisipasi segala masalah yang mungkin timbul perlu dilakukan. Termasuk kesiapan kekuatan personil, fasilitas pendukung dan persiapan kebutuhan lainnya, baik dalam operasi ketupat, pelayanan posko keamanan di kecamatan, pengamanan objek wisata, kewaspadaan terhadap bencana, pungli, dan yang lainnya.   

“Disamping itu, kebersihan kota, kebersihan objek wisata juga harus menjadi perhatian bersama. Termasuk penataan parkir. Mari kita siapkan sebaik mungkin”, kata Mahyeldi.

Ia menambahkan, memeriahkan libur lebaran Idul Fitri tahun ini, Pemko Padang menggelar Festival Bacang Ayam dan Festival Lamang Baluo yang akan digelar di sepanjang kawasan Batang Arau pada  6-7 Juni 2019.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pariwisata, Didi Aryadi mengatakan, Pemerintah Kota Padang juga menurunkan dan mensiagakan 1.000 orang personil di lokasi objek wisata, pusat perdagangan dan pusat-pusat kuliner, dengan rincian ssebagai berikut; 350 orang Personil Pol PP, 40 orang Personil Dinas Perhubungan, 50 Orang Personil BPBD dan Kelompok Siaga Bencana, 10 Orang Personil Taruna Siaga Bencana Dinas Sosial, 55 Personil Dinas Pariwisata dan didukung 40 Orang Baywatch di Bawah Koordinasi Dinas Pariwisata.

Selanjutnya, 30 personil Dinas Pemadam Kebakaran, 120 orang Petugas Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup, 2 unit Alat berat dan 5 orang Personil Dinas Pekerjaan Umum dan 40 orang Personil Pramuka serta 250 orang personil dari gabungan beberapa Kecamatan, Dinas dan relawan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), relawan Palang Merah Indonesia serta Pimpinan Perangkat Daerah yang akan ditugaskan langsung untuk mengawasi pelaksanaan tugas ini dapat berjalan dengan baik.

“Untuk mengantisipasi pungli dan memproses pelaku pungli secara hukum, Dinas Pariwisata akan memberikan ganti rugi kepada korban pungli di objek wisata yang mau membuat laporan resmi kepada Kepolisian”, tambah Didi.(hms)


Pelapor Dugaan Politik Uang Caleg Terpilih AT perlihatkan bukti saksi dan bukti laporan di depan kantor Bawaslu Padang 

Infonusantara.net, Padang – Keluarga Marnis, saksi kunci dugaan kasus politik uang (money politic) yang menjerat Caleg Partai Gerindra berinsial AT wakili Marnis, guna memenuhi panggilan dari Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Padang, Selasa (28/5).

Keluarga Marnis yang terdiri dari Nurlis Ibu Kandung, Syafril kakak laki-laki, dan Donald adik laki-laki Marnis memberikan keterangan ke Bawaslu, bahwa Marnis tidak pulang kerumah sejak 20 Mei, lalu.

“Sejak 20 Mei Adik kami Marnis tidak pulang kerumah. Dia sehari hari bekerja sebagai penggiling cabe, bekerja ditempat AT. Kami menduga Marnis dicarikan rumah sementara untuk ditempati,”ucap Syafril kepada wartawan usai memberikan keterangan di Bawaslu.

Pihak keluarga dikatakan Syafril beriktikad baik mewakili Marnis memenuhi panggilan Bawaslu. Agar Bawaslu mengetahui kondisi Marnis yang sebenarnya.

Sementara itu pelapor Darmon juga menyambangi Bawaslu, guna mengantarkan tambahan alat bukti berupa video berupa keterangan Marnis membantu terlapor AT.

“Isi videonya berupa pengakuan Marnis membantu AT mencarikan suara di Tarantang dengan praktek politik uang,”ujar Darmon yang juga Ketua RW 03 Tarantang.

Darmon berharap Bawaslu dan Gakkumdu segera pro aktif atas laporan dugaan politik uang ini. Sebab jika dibiarkan, akan merusak mental masyarakat Tarantang.

“Daerah lain kami melihat Bawaslu dan Gakkumdu pro aktif menindak laporan masyarakat. Bahkan kasusnya cepat ditangani. Kami berharap Bawaslu dan Gakkumdu Padang juga demikian,” ungkapnya.(Inf/ridho)

Ratna Sarumpaet (Foto: Lamhot Aritonang/detikcom)
Infonusantara.net , Jakarta - Ratna Sarumpaet dituntut 6 tahun penjara. Jaksa meyakini Ratna menyebarkan kabar hoax penganiayaan.

"Menuntut agar majelis hakim menyatakan terdakwa Ratna Sarumpaet terbukti bersalah melakukan tindak pidana dengan menyiarkan berita bohong," ujar jaksa Daroe Tri Sadono ketika membacakan surat tuntutan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (Jaksel), Jl Ampera Raya, Selasa (28/5/2019). 

Jaksa memaparkan Ratna Sarumpaet membuat keonaran dengan menyebarkan kabar hoax penganiayaan. Ratna disebut sengaja membuat kegaduhan lewat cerita dan foto-foto wajah yang lebam dan bengkak yang disebut penganiayaan.

Rangkaian kebohongan dilakukan Ratna lewat pesan WhatsApp, termasuk menyebarkan foto-foto wajah yang lebam dan bengkak.

Kisah hoax penganiayaan ini berawal dari tindakan medis operasi perbaikan muka (facelift) atau pengencangan kulit muka Ratna Sarumpaet. Ratna rawat inap di RS Bina Estetika dilakukan pada 21-24 September 2018. 

Selama menjalani rawat inap tersebut, Ratna Saraumpaet, menurut jaksa, beberapa kali mengambil foto wajahnya dalam kondisi lebam dan bengkak akibat tindakan medis.

Foto-foto wajah lebam dan bengkak disebut jaksa dikirimkan Ratna Sarumpaet ke Rocky Gerung lewat WhatsApp pada 25 September 2018. Ratna mengaku dianiaya di area bandara Bandung pada 21 September, pukul 18.50 WIB.

Selain itu, Ratna sempat meminta Presiden KSPI Said Iqbal menyampaikan pesannya terkait penganiayaan kepada Prabowo Subianto pada 28 September 2018. 

Hingga akhirnya, Ratna bertemu dengan Prabowo Subianto pada 2 Oktober 2018 di Hambalang. Prabowo kemudian menggelar jumpa pers usai pertemuan tersebut.

Ratna Sarumpaet dituntut dengan pidana yang diatur dalam Pasal 14 ayat 1 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.

Sumber :detik.com 


Petugas Pemko Padang sidak penjualan Sate KMSB beberapa waktu lalu 
Infonusantara.net,PADANG - Dua tersangka penjual sate Padang yang diduga mengandung babi, B (55) dan E (48) akan segera disidangkan. Hal ini setelah Kejaksaan Negeri (Kejari) Padang menerima pelimpahan berkas kedua tersangka dan barang bukti pada akhir Mei ini.

Terkait hal ini, Kasi Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejari Padang, Yarnes membenarkan hal tersebut. Menurutnya Polresta Padang telah menyerahkan kedua tersangka dan barang bukti pada 24 Mei lalu.

“Selanjutnya kita akan proses terlebih dahulu, sebelum diserahkan ke Pengadilan Negeri Kelas I A Padang,” katanya, kemarin.

Ia juga menambahkan, pihak Kejari Padang menetapkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam menangani perkara ini. Sedangkan untuk pasalnya yang dikenakan kepada kedua tersangka, yaitu pasal 62 Undang-undang Nomor 8/1999 Tentang Perlindungan Konsumen dan Undang-undang Pelindungan Pangan.

“Untuk ancaman hukuman bagi kedua tersangka yakni lima tahun ke atas,” imbuhnya.

Dalam berita sebelumnya, kedua tersangka ini merupakan pasangan suami istri. Keduanya berhasil diciduk di Kabupaten Bekasi, setelah buron sekitar satu bulan.

Sebelumnya, kasus itu berawal ketika Petugas gabungan dari Dinas Perdagangan Padang dan instansi terkait mengungkap penjualan sate Padang yang diduga mengandung daging babi di kawasan Simpang Haru, dengan merek usaha Sate KMSB pada akhir Januari lalu.

Polisi menetapkan tersangka menyusul diterimanya uji laboratorium forensik terhadap 300 lebih tusuk sate yang menyatakan daging itu positif mengandung babi. (Inf/W)

Sumber: TOPSATU.COM

Anggota DPRD Padang Delma Putra menyampaikan sambutan pada kegiatan safari ramadhan di Masjid Darul Muttaqin Pasie Nan Tigo 
Infonusantara.net,PADANG - Dalam rangka kegiatan Safari Ramadhan 1440 H / Tahun 2019 M, DPRD Kota Padang wajib mengunjungi satu masjid dan satu mushalla yang berada pada dapil anggota dewan tersebut.

Anggota DPRD Kota Padang Delma Putra dalam kegiatan safari ramadhan 1440 H kali ini mengunjungi sekaligus menyerahkan bantuan sebesar Rp.10 Juta di Mushalla Baitul Ikhsan Sungai Lareh Koto Tangah pada  Minggu(26 /5) kemarin dan bantuan sebesar Rp.15Juta pada Masjid Darul Muttaqin yang terletak di Komplek PPI Kelurahan Pasie Nan Tigo Kecamatan Koto Tangah, Sabtu (25 /5)lalu.

Anggota DPRD Padang Delma Putra menyerahkan bantuan secara simbolis pada pengurus masjid Darul Muttaqin 
Delma menyampaikan, intinya, kegiatan ini dapat meningkatkan silaturrahmi antara Pemko Padang dengan masyarakat, khusus anggota DPRD Padang dengan konstutuennya," ucapnya.

Dalam kesempatan itu Ketua Fraksi Partai Gerindra ini mengajak jamaah untuk kembali merajut persatuan pasca pelaksanaan pemilihan umum (Pemilu) dan pemilihan presiden (Pilpres) 17 April 2019.
Anggota DPRD Padang Delma Putra Menyerahkan Bantuan secara simbolis pada pengurus Mushalla Baitul Ikhsan 
"Mari kita rajut kembali persatuan yang selama ini telah terbina dengan baik. Jangan sampai, gara-gara pemilu dan pileg kita terpecah belah," ajaknya. 


Tak lupa, Delma menyampaikan terimakasih kepada warga yang telah memberikan amanah kembali kepadanya untuk duduk sebagai anggota DPRD Kota Padang periode 2019 -2024. 

"Terimakasih kepada Bapak/lbu yang telah memberikan amanah tersebut kepada saya. lnsya Allah, bersama-sama kita bangun kampung ini," ujarnya. 

Juga disampaikan bantuan safari ramadhan tersebut berasal dari Pemerintah Kota Padang."Semoga bantuan ini dapat dimanfaatkan untuk pembangunan masjid dan mushala rumah Allah SWT yang sama - sama kita cintai ," harapnya. (bim)


Pemuda Pancasila Padang bersinergi dengan Aparat Kepolisian menyerahkan anak anak yang meresahkan lingkungan diwilayah Kota Padang 

Infonusantara.net, PADANG --Pemerintah kota padang bersama dengan aparat kepolisian serta bersinergi dengan berbagai elemen masyarakat terus berupaya menjaga kota tetap kondusif dan nyaman bagi setiap warga apalagi pada bulan ramadan 1440 H kali ini.

Seperti kegiatan rutin patroli yang dilakukan aparat,baik itu dari satuan tugas pol pp dan aktifnya pihak polsek wilayah masing masing demi memberikan kenyamanan pada warga kota dari gangguan penyakit masyarakat (pekat) termasuk memantau pelaku usaha cafe,karaoke serta tempat hiburan malam yang memang telah di larang untk beraktifitas selama bulan ramadan.

Di lain sisi terdapat juga model gangguan keamanan baru yang tengah marak di kota Padang,diantaranya adalah tawuran,begal dan balap liar yang di lakukan oleh anak anak remaja bahkan di bawah umur.Seperti setiap malam minggu hingga dinihari,bahkan akibat dari tawuran itu telah mengakibatkan kerugian materi bahkan ada yang sampai meregang nyawa.

Hal ini disampaikan oleh salah seorang warga kota padang yang cukup aktif di beberapa organisasi,Masalah tawuran ini yang membuat kita kuatir,selain dari mereka sendiri yang menjadi korban namun pihak yang tidak terlibatpun bisa menjadi korban salah sasaran dari senjata tajam yang mereka bawa sebagai alat untuk mengejar lawan " ujar  Junaidi atau yang lebih populer di panggil  Bg Alex".

"Kita berharap semua lapisan masyarakat ikut andil menjaga wilayah masing masing dikarenakan keterbatasan personil aparat kepolisian. Namun saya cukup senang dengan adanya salah satu ormas Pemuda Pancasila (PP) ini telah membantu warga dan bersinergi dengan aparat kepolisian dalam mencegah aksi yang timbul" ungkap Bg Alex.

Ditempat terpisah di markas komando Pemuda Pancasila di kawasan Aurduri Padang,dari hasil wawancara menjelang waktu berbuka minggu sore (26/5) dengan Roy Madea Oka atau akrab di sapa Boni menerangkan bahwa memang kegiatan ini rutin digalakkan.

"Kami dari Ormas PP memang telah melaksanakan kegiatan patroli pada hari hari tertentu selain dari kontrol sosial kita juga lakukan pencegahan dengan mendatangi titik kumpul anak anak yang notabene akan melakukan aktifitas balap liar dan tawuran,bahkan kita tidak segan segan melakukan tindakan persuasif pada mereka dengan cara mengantarkan anak anak ini ke polsek terdekat untuk di proses apabila ada indikasi membawa senjata tajam dan apalagi didapati dalam pengaruh minuman keras dan obat terlarang."Ucap ketua PP Kota Padang ini.

Didampingi Komandan Koti PP kota Padang Suryadi M menambahkan bahwa patroli ini kita laksanakan sudah berjalan beberapa bulan yang lalu dan kita akan terus laksanakan ini dikarenakan antara kita ( PP)dan Polresta Padang telah terjalin kerjasama dalam hal pemberantasan aksi aksi tawuran dan balapan liar di kota Padang,dan telah banyak kami menyerahkan ke pihak kepolisian terkait adanya temuan anak anak yang membawa senjata tajam,dan pihak kepolisian sangat mengapresiasi dalam kegiatan ini,"ungkapnya menambahkan.

"Kita terus lakukan ini sebagai bentuk kepedulian kita dari Ormas kepada kota yang kita cintai ini,,kami bersinergi dengan Polresta,Pol PP dan berbagai pihak demi ikut menjadikan kota Padang tetap nyaman dan kondusif." tutup Ketua Boni mengakhiri wawancara sore menjelang beduk berbuka.(Iwan)

Sumber: canangnews.com

Plang Batas Nagari IV Koto Hilir dengan Nagari Painan Selatan
Infonusantara.net, Painan- Pemerintahan Kabupaten Pesisir Selatan Sumatera Barat menggelar mediasi sengketa batas Nagari IV Koto Hilir dengan Nagari Painan Selatan.

Mediasi digelar dirumah dinas Bupati Pesisir Selatan, Painan,Sabtu, 25 Mei 2019 pada pukul lebih kuramg 19.00 usai acara berbuka puasa bersama. Hadir dalam kesempatan tersebut Bupati Pesisir Selatan Hendrajoni, ketua KAN IV Hilir Jhondralisman dan ketua pemuda Teluk Betung.
Bupati Pesisir Selatan Hendrajoni, ketua KAN IV Hilir Jhondralisman dan ketua pemuda Teluk Betung.
"Berdasarkan hasil kesepakatan dengan Bupati, kita akan bangun tugu atau gapura tersebut sesuai pada tempatnya yaitu dijembatan barangan," ujar Ketua KAN IV Koto Hilir Jhondralisman Datuk Bandaro Hitam didampingi Parit Paga Nagari IV Koto Hilir Andi melalui keterangan tertulis kepada redaksi, Minggu, 26 Mei 2019.

Menurut Jhondralisman, pihaknya melakukan hal tersebut untuk menghindari persoalan dikemudian hari.

"Yang penting jangan ribut-ribut jo kito lagi," ujar Jhondralisman menirukan ucapan Bupati Pesisir Selatan saat pertemuan tersebut.

Dikatakan Jhondralisman, Bupati Pesisir Selatan menghubungi intansi terkait untuk urusan tersebut, agar cepat selesai dalam persoalan tersebut.

"Nanti kita akan hubungi instansi terkait untuk urusan tersebut," Ujar Jhondralisman Datuk Bandaro hitam memberikan informasi yang diberikan Bupati Pesisir Selatan.

Dijelaskannya,  Dengan nanti pembangunan tugu atau Gapura pada tempatnya tersebut, agar anak kemanakan tidak bersengketa dikemudian hari.

"Supaya anak kamanakan kita tidak bersengketa nantinya," ujar Datuak bandaro hitam mengakhiri.(Inf/and)

Pelapor Melihatkan Bukti Laporan ke Bawaslu Padang 
Infonusantara.net, PADANG, - Bawaslu Kota Padang kembali menerima laporan masyarakat terkait adanya dugaan kasus money politics Pileg 2019 yang dilakukan (AT) salah seorang Caleg Gerindra, Dapil III ( Kecamatan Lubuk Begalung, Lubuk Kilangan dan Bungus Teluk Kabung) saat pemungutan suara ulang (PSU)  beberapa waktu lalu. 

Hal ini terungkap berdasarkan pengaduan tokoh masyarakat setempat ke Bawaslu Kota Padang yang ingin meminta keadilan atas dugaan tindak kecurangan yang dilakukan AT, disaat pemungutan suara ulang (PSU) di Kelurahan Tarantang dan Kelurahan Batu Gadang Kecamatan Lubuk Kilangan.

"Sejak kemarin kami telah lakukan pemanggilan saksi sebagai bentuk klarifikasi. Hal ini tentunya untuk menindaklanjuti laporan masyarakat pada, Jumat(9/5) lalu. Atas dugaan praktik kotor tersebut, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Padang hari ini melakukan klarifikasi dengan melakukan pemanggilan saksi," ujar  Ketua Bawaslu Kota Padang, Dori Putra, Jumat (24/5) dari ruang kerjanya. 

Dia menjelaskan,laporan dugaan money politic dibahas di Sentra Gakkumdu secara bertahap mulai dari Bawaslu, Kepolisian dan Kejaksaan.Jika dari klarifikasi terpenuhi unsur materil dan formil maka akan dilanjutkan ke kepolisian, nantinya kepolisian juga akan memproses dan terakhir di kejaksaan. 

"Proses akan berjenjang sampai pada kejaksaan dan ada keputusan pengadilan inkrah. Namun sebaliknya jika tidak ditemukan unsur pelanggaran pemilu maka Sentra Gakkumdu akan pleno mementahkan laporan tersebut ," terangnya. 

Lebihlanjut disampaikan, untuk membuktikan adanya pelanggaran yang dilaporkan masyarakat, Bawaslu membutuhkan 2 saksi kunci dengan rentang waktu pemeriksaan 7 hari, namun jika ada keperluan data tambahan bisa ditambah 7 hari lagi. Dan 
jika terbukti dan sudah memiliki hukum tetap, terduga pelaku politik uang (AT) bisa dihapus kepesertaannya. 

"Jika terbukti melakukan pidana Pemilu dan sudah ada putusan tetap, kami akan surati KPU untuk menghapus kepesertaan terlapor," pungkasnya. 

Sementara Abu Talib, tokoh masyarakat sekaligus sebagai pelapor mendesak Bawaslu Kota Padang agar bergerak cepat menuntaskan kasus tersebut. Dia mengaku sudah mengantongi bukti berupa foto dan video saksi kunci Marnis (43) sebagai pembagi uang dari AT, dan Zainab sebagai penerima. "Semua sudah kami serahkan ke Bawaslu," ujarnya. 

Namun dalam proses pemanggilan saksi, dia mencium gelagat permainan terlapor menghilangkan saksi kunci. Sebab hingga hari ini Marnis dan Zainab belum datang memberikan keterangan kepada Bawaslu. "Padahal sebelumnya Marnis sudah membuat surat pernyataan kepada kami masyarakat untuk bersedia memberikan kesaksian, dan Zainab juga bersedia dan ada videonya.

Abu mengancam akan melaporkan saksi kunci ke pihak kepolisian jika tidak memenuhi panggilan Bawaslu.Kami tidak sampai disini saja, jika bersangkutan tidak datang kami akan buat laporan polisi." Gelagatnya semacam ada intervensi dari terlapor terhadap Marnis dan Zainab," pungkasnya. (inf)

Kepala BPK Perwakilan Sumbar, Pemut Arya Wibowo Berjabatan Tangan dengan Walikota Padang, Mahyeldi Ansharullah didampingi Wakil Walikota Hendri Septa dan Ketua DPRD Elly Thrisyanti
Infonusantara.net, PADANG - Pemerintah Kota (Pemko) Padang kembali sukses meraih predikat opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Sumatera Barat (Sumbar) dalam bentuk pengelolaan keuangan daerah.

Laporan hasil pemeriksaan (LHP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) di tahun 2018 itu diserahkan Kepala BPK Perwakilan Sumbar, Pemut Arya Wibowo kepada Walikota Padang, Mahyeldi Ansharullah bersama Wakil Walikota Hendri Septa dan Ketua DPRD Elly Thrisyanti di Kantor BPK Perwakilan Sumbar, Jumat (24/5).

Selain Pemko Padang 6 pemerintah daerah lainnya di Sumbar juga menerima penghargaan yang sama.

Kepala BPK Perwakilan Sumbar, Pemut Arya Wibowo menyebut, laporan hasil pemeriksaan keuangan Pemko Padang sudah bagus dan sesuai dengan yang diharapkan, alhasilnya kembali sukses meraih opini WTP untuk ke enam kalinya secara berturut-turut.

"Opini WTP ini yang ketujuh kali, dan enam kali diraih secara berturut-turut oleh Pemko Padang. Kita tentu berharap, Pemko Padang bisa mempertahan penghargaan WTP ini dan meningkatkan lagi pengelolaan keuangan daerah," kata Pemut.

Walikota Padang Mahyeldi Ansharullah sewaktu ditemui menyampaikan terimakasih atas dukungan semua pihak, terutama BPK Perwakilan Sumbar yang telah melakukan audit terhadap LKPD Pemko Padang tahun 201i. Terlebih, BPK juga memberikan beberapa masukan dan hal-hal terkait untuk mengarahkan agar semuanya sesuai dengan ketentuan.

“Alhamdulillah, kita patut bersyukur dari LHP terhadap LKPD di 2018 ini, kembali mendapatkan opini WTP dari BPK,” kata Wako bersyukur.

Selanjutnya Mahyeldi juga menyampaikan apresiasi dan terimakasih kepada seluruh SKPD di lingkungan Pemko Padang yang telah mampu dengan baik menyelesaikan penyajian laporan keuangan.

"Khususnya pada Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset (BPKA) dalam menyajikan laporan keuangan Pemko Padang secara keseluruhan. Sehingga dengan itu memberikan hasil yang sangat positif bagi kita ke depan untuk terus dipertahankan dan ditingkatkan,” ujarnya.

Kepala Inspektorat Kota Padang, Corri Saidan juga mengatakan pihaknya berharap agar raihan WTP ini memberikan manfaat dalam rangka untuk mewujudkan tata kelola pengelolaan keuangan yang semakin baik, akuntabel dan transparan di lingkup Pemko Padang.

"Tentunya, ini juga bermanfaat bagi peningkatan kinerja Pemko Padang secara keseluruhan,” ujar Corri optimis.

Ke depan, lanjut Corri, beberapa masukan atau kekurangan yang disampaikan BPK Perwakilan Sumbar, akan ditindaklanjuti agar ke depan sesuai ketentuan, dan akan diimplementasikan disetiap SKPD. 

"Apa yang diraih ini tentu tidak sampai di sini, Insya Allah kita akan terus meningkatkannya lagi. Karena ini demi memberikan manfaat terkait pengelolaan manajemen keuangan secara keseluruhan bagi penyelenggaraan pemerintahan di kota ini. Itu semua juga untuk kemajuan pembangunan dan masyarakat Kota Padang ,” pungkasnya.

Seperti diketahui, predikat WTP ini merupakan yang ketujuh kalinya diraih Pemko Padang, dengan enam kali diraih secara berturut-turut sejak beberapa tahun belakangan.(David/Im)

Foto Bersama IKA 98 SMA 6 Padang dengan Puluhan Anak Panti Asuhan Amanah Puteri dan Panti Asuhan Azikra usai Buka Puasa Bersama 
Infonusantara.net, PADANG - Ikatan Keluarga Alumni Angkatan 98 SMA 6 Padang (IKA 98 SMA 6 Padang) di bulan ramadhan 1440 H, bulan penuh berkah dan ampun ini  laksanakan kegiatan buka puasa bersama sekaligus berbagi sedikit rezki kepada puluhan anak yatim piatu dari dua panti asuhan di Kelurahan Seberang Padang Kecamatan Padang Selatan, Kota Padang, Minggu (19/5).

Kegiatan buka bersama IKA 98 SMA 6 Padang ramadhan kali ini dilaksanakan di Panti Asuhan Amanah Puteri di Jalan Sutan Syahrir No.59 A, sekaligus dihadiri oleh anak - anak dari Panti Asuhan Azikra.

Ketua IKA 98 SMA 6 Padang Menyerahkan Santunan pada Salah Seorang Anak Panti Asuhan Amanah Puteri 
Ketua IKA 98 SMA 6 Padang, Zulfahmi menyampaikan ucapan terimakasih tak terhingga kepada rekan-rekan alumni angkatan 98 SMA 6 Padang , baik yang berada di Padang maupun yang  dirantau. Suksesnya kegiatan ini tidak terlepas dari rasa kebersamaan kita. Dimana sudah bersama-sama dan berpartisipasi dalam mensukseskan kegiatan buka bersama kali ini, " katanya didampingi panitia pelaksana Felisa dan Indriani usai kegiatan buka bersama pada Infonusantara.net. 

Kegiatan tahunan yang IKA 98 laksanakan selain buka bersama dengan anak yatim piatu juga ada kegiatan sosial lainnya. Sebelumnya kita telah melaksanakan kegiatan sosial berupa bantuan modal usaha berupa barang kepada salah seorang teman kita alumni 98. Hal ini tentunya kita berharap bisa meringankan sedikit beban ekonomi dari teman kita tersebut.


"Harapan kita kegiatan seperti ini kedepannya akan terus berlanjut, kegiatan sosial harus berjalan dengan cara menggalang dana, partisipasi dari alumni IKA 98 SMA 6 Padang .Alhamdulillah selama ini komunikasi melalui Whatsapp gruop IKA 98 berjalan lancar, " sambung Indriani. 

"Berbagi Itu Indah, yang pasti, semua harus kita landasi dengan kerendahan hati, ketulusan, dan budi pekerti yang tinggi”, tegasnya.

Kepala Panti Asuhan Amanah Putri Fadhila Aini, dalam kesempatan itu mengucapkan terima kasih pada rombongan Alumni IKA 98 SMA 6 Padang yang telah sudi mau mendatangi Panti Asuhan Amanah Puteri  ini untuk buka puasa bersama anak - anak kami disini.



Lebih lanjut disampaikan, Panti Asuhan Amanah Puteri ini baru berjalan tiga tahun dari tahun 2016. Untuk anak binaan Panti Asuhan Amanah Puteri ada sebanyak 38 anak putri dan anak binaan Panti Asuhan Azikra ada 36 orang putra. Anak - anak kami ini bersekolah di SMK Dhuafa dan MTs Dhuafa, dimana mereka semua ini adalah anak yatim dan anak piatu serta anak fakir miskin yang berasal dari luar daerah seperti dari Pasaman, Agam, Solok, Sijunjung, Pesisir, Dharmasraya. 

Ia juga mengungkapkan bahwa untuk biaya operasional Panti setiap bulannya bisa dibilang minus. "Besar harapan kami bagi para donatur di luar sana yang mau membantu Panti Asuhan Amanah Puteri maupun Panti Azikra. Anak- anak kita disini perlu dibantu,"  pungkasnya. (Inf)






Foto Bersama Usai Buka Puasa Bersama Pengurus dan Anggota IKW-RI 
Infonusantara.net, PADANG - Puluhan wartawan dan juga pemilik media yang tergabung dalam Ikatan Keluarga Wartawan Republik Indinesia (IKW RI) semakin solid dibuktikan dengan digelarnya acara buka bersama, Sabtu (18/5/2019) di salah satu hotel di Kota Padang.

Dalam kesempatan itu Ketua IKW RI Hendrison mengatakan sampai hari ini, anggota IKW RI sudah lebih 70 orang  yang bertugas dari berbagai media cetak maupun online. 

Semoga dengan terlaksananya acara buka bersama ini silaturahmi kita sesama wartawan khususnya bagi sesama anggota IKW RI diharapkan selalu terjaga dengan baik, saling mengisi, saling memberikan masukan yang cemerlang agar IKW RI bisa berkontribusi untuk kemajuan pembangunan Kab/kota di Sumatera Barat, khususnya Kota Padang,” harapannya. 


Sementara itu Pembina IKW-RI, Tafrizal Chaniago mengaku cukup bangga dengan suksesnya pengurus IKW melaksanakan buka puasa bersama. Dia berharap, acara ini selalu terlaksana secara rutin demi terciptanya kerbersamaan di kalangan wartawan khususnya anggota IKW RI.

“Kebersamaan itu indah. Dengan kebersamaan, tidak ada kesulitan yang tidak bisa diselesaikan. Semua akan jadi mudah dan indah,” ujar Tafrizal yang sehari-hari menjabat sebagai Kasi Publikasi di Sekretariat Pemko Padang.

Pada kesempatan itu, Tafrizal berpesan kepada seluruh anggota IKW-RI agar selalu menjaga nama baik dan marwah IKW-RI agar organisasi ini semakin eksis ke depannya.


“Organisasi ini adalah rumah kita. Karena itu, mari kita jaga baik-baik sehingga bisa disegani oleh semua mitra kerja dan stakeholder,” ungkapnya.

Acara buka bersama itu semakin meriah dan seluruh pengurus serta anggota IKW-RI  merasa senang serta bangga sekali, hal itu dikarenakan salah seorang anggota IKW RI, Zalmadi dalam  Pileg 2019 yang telah dilaksanakan beberapa waktu lalu sukses terpilih menjadi Anggota DPRD Kota Padang periode 2019-2024 dari Partai Berkarya, juga didaulat untuk menyampaikan sepatah dua patah kata dalam kesempatan tersebut. 

Selain mengucapkan terima kasih atas dukungan rekan-rekan seprofesinya yang akhirnya mengantarkannya menjadi legislator, Zalmadi berjanji akan ikut berjuang membesarkan IKW RI 

"Ia berjanji, setelah dilantik nantinya menjadi anggota DPRD Kota Padang, akan berupaya dan akan ikut berjuang membesarkan IKW-RI,” pungkasnya.(inf)

Pengerjaan Gapura Batas Nagari antara Nagari  IV Koto Hilir dengan Nagari Painan Selatan, Kecamatan IV Jurai,Painan

Infonusantara.net, PADANG - Lembaga Kerapatan Adat Nagari (KAN) IV Koto Hilir Kecamatan Batang Kapas, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat menolak pembangunan gapura atau batas Nagari antara Nagari  IV Koto Hilir dengan Nagari Painan Selatan, Kecamatan IV Jurai,Painan,karena lokasi perkerjaan tidak pada tempatnya.

“Kita tidak setuju, karena lokasi yang dikerjakan tersebut tidak pada tempatnya,”ujar Ketua KAN IV Koto Hilir Jondralisman, Datuk Bandaro Hitam melalui telepon selulernya,Rabu, 15 Mei 2019.

Menurut, Datuk Bandaro Hitam, tampaknya dia tidak menghiraukan peran dan fungsi ninik mamak, dia tanpa mengajak duduk bersama.“ kita akan perjuangkan kenyamanan anak kemanakan dan sejarah dari nenek moyang,seharusnya ninik mamak diajak duduk bersama, baru ada suatu kesepakatan antara KAN IV Koto Hilir dengan KAN Painan Selatan tentang masalah batas ulayat Nagari ini rentan terhadap nilai sejarah dan budaya masing Nagari ,” ujar Datuk Bandaro Hitam.

Dijelaskan, Datuk Bandaro Hitam, pihaknya akan menyurati kepada CV Persada Abenia, Camat IV Jurai, Wali Nagari IV Koto Hilir, Kepala Kampung Teluk Betung, Camat Batang Kapas, Kepala Kampung Sungai Nipah, KAN Painan, Wali Nagari Painan Selatan dan Sekda Pesisir Selatan.

“Kita tidak akan mundur setapak pun, mengapa harus segera melakukan pembanguan tugu batas wilayah, sementara persoalan batas di klaim sepihak saja, tanpa persetujuan kedua pihak berdasarkan adat salingka nagari.”Yang punya Nagari indak amaknyo, iko alah samo perampasan hak,” katanya geram. (Andi)


Infonusantara.net, PADANG – Melihat kondisi rumah yang tidak memungkinkan sebagai tempat untuk sahur bersama, akhirnya Tim Singgah Sahur Kota Padang yang dipimpin langsung Wali Kota Mahyeldi dan Wakil Wali Kota Hendri Septa (Mahen) menggelar tikar di jalan tanah di samping rumah Suarni (60), di Kelurahan Padang Sarai, Kecamatan Koto Tangah, Rabu (15/5/2019). 

Suarni, janda dengan enam orang anak sehari-hari berjualan makanan di rumahnya. Satu orang anak perempuannya sudah berkeluarga. Tiga orang anaknya sekolah di pesantren, dan sekarang Suarni tinggal bertiga dengan anaknya yang masih sekolah di rumah kayu yang sudah reot dan tidak lagi layak huni.

Di kesempatan itu, Wali Kota Padang Mahyeldi, mengatakan, kunjungan Tim Singgah Sahur ke rumah Suarni untuk melihat langsung kondisi Suarni bersama anak-anaknya. Sekaligus melihat rumah Suarni yang sudah tidak layak huni.

“Keluarga ini betul betul miskin,  untuk makan saja dari beras raskin. Dan kita bertanggungjawab untuk membantunya. Melakukan bedah rumah, membantu kebutuhan sekolah dan kebutuhan sehari-hari. Dan bagi masyarakat yang ingin membatu janda ini, silakan datang langsung ke rumahnya”, ujar Mahyeldi. 

Lebih lanjut dijelaskan, pada Ramadhan 1440H, Pemko Padang dan Baznas Kota Padang akan melakukan bedah rumah minimal 8 rumah. Dan rumah-rumah tersebut ditargetkan selesai dibedah sebelum Hari Raya Idul Fitri. 

Ia juga mengatakan, Pemko Padang juga menargetkan 1.000 unit rumah warga miskin per tahun untuk dibedah. Dan untuk tahun 2019, Baznas Kota Padang telah mengalokasikan anggaran untuk 200 rumah. “Kita yakin, target 1.000 rumah akan tercapai karena masih banyak donator-donatur yang ingin memberikan bantuan”, imbuh Mahyeldi.

Tim Singgah Sahur Kota Padang pada kesempatan tersebut juga menghadirkan Tim Verifikasi Kesejahteraan Sosial Lanjut Usia dari Kementerian Sosial RI yang diketuai Afrinaldi, dan Pimpinan SKPD Pemko Padang, Baznas Kota Padang dan PDAM Kota Padang. 

Setelah mengunjungi rumah Suarni, Tim Singgah Sahur Kota Padang juga mengunjungi tetangga Suarni, Demi Zetra dan Irma. Pasangan suami istri memiliki 3 orang anak yang masih kecil tersebut juga menerima bantuan dari Tim Singgah Sahur Kota Padang. (hms)



Infonusantara.net, PADANG - Wali Kota Padang H. Mahyeldi, SP berpeluang menerima sebuah penghargaan bergengsi dari Kementerian Sosial (Kemensos) RI di tahun ini. Hal itu ditandai, setelah dirinya masuk dalam nominator calon penerima penghargaan kesejahteraan sosial lanjut usia (Lansia) tingkat nasional untuk ketegori perseorangan. Selasa (14/5), Mahyeldi dikunjungi tim verifikasi dari Kementerian Sosial yang diketuai Drs. Afrinaldi, M.Si di Rumah Dinasnya jl. A. Yani No.11.

Mengawali pemaparan, wali kota yang juga seorang da’I itu terlebih dahulu menyampaikan terima kasih terkhusus kepada tim verifikasi dari Kemensos, OPD terkait di lingkup Pemko Padang dan semua pihak yang mendukung segala sesuatunya. Sehingga menjadikan dirinya masuk nominator dalam penilaian tersebut. 

Selanjutnya kata Mahyeldi yang kemarin Senin (13/5) kembali dilantik sebagai Wali Kota Padang untuk periode jabatan lima tahun ke depan itu juga mengungkapkan tentang biodatanya, serta jenjang pendidikan, perjalanan karir dan pengalaman berorganisasi. Gambaran Kota Padang, kondisi geografis, visi dan misi Kota Padang, program unggulan wali kota-wakil wali kota dan hal penting lainnya pun juga ia sampaikan.

"Sesuai data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Padang, menyatakan bahwa jumlah penduduk Kota Padang terakhir pada tahun 2017 lebih kurang sebanyak 927.168 jiwa. Sementara untuk jumlah warga lansia terdapat 36.277 jiwa atau 3,91 persen dari total keseluruhan warga Kota Padang," ungkap wako dalam eksposnya di hadapan tim verifikasi dan juga para pimpinan OPD terkait serta para lansia yang juga dihadirkan dikesempatan itu. 

Mahyeldi menjelaskan, permasalahan lansia secara garis besar menurutnya ada tiga, yakni berkaitan dengan pangan, papan dan kesehatan. Pertama terkait pangan yaitu seperti kekurangan pangan tidak produktif, lalu kedua perihal papan seperti rumah tidak layak huni atau keluarga miskin serta tentang kesehatan berkaitan tidak memiliki jaminan kesehatan atau keterbatasan akses layanan kesehatan. 

"Maka itu kita di Kota Padang konsen dan selalu menyeru untuk merubah 'maindset' masyarakat yang menilai lansia hanya pasrah dan tinggal menunggu ajal, dengan mengembalikan semangat lansia. Bahwasanya lansia masih berguna dan berhak menikmati hidup dengan berinteraksi sosial, giatkan program pro lansia," terangnya.

Mahyeldi pun membeberkan komitmen dan beberapa kebijakan Pemko Padang sekaitan ramah terhadap lansia. Seperti diantaranya memberikan penyediaan ruang terbuka hijau (RTH) di setiap kecamatan, pelayanan khusus bagi lansia seperti antrian terpisah dan tempat khusus lansia, dan kendaraan umum yang tidak penuh sesak dan tersedia tempat duduk yang diprioritaskan untuk lansia. 

Selanjutnya layanan ke rumah (home visit) termasuk layanan kesehatan bagi lansia, memberikan usaha ekonomi produktif (UEP) lansia produktif, lalu pembinaan pemantapan pemahaman bagi kader lansia dan sekaligus melaksanakan Posyandu Lansia di masing-masing Puskesmas.

"Selanjutnya juga ada pemeriksaan kebugaran lansia, lomba kreatifitas lansia, seminar lansia oleh LK3 Delima sekaligus melaksanakan konseling. Lalu pemberian bantuan bagi lansia veteran/janda perintis kemerdekaan berupa gizi, baju seragam dan bedah rumah. Kemudian pengadaan taman lansia di Aie Dingin lokasi Desaku Menanti dalam proses, serta memfasilitasi majelis taklim dan memberi pengajian kepada lansia," urai wako didampingi Plt Kepala Dinas Sosial Afriadi. 

"Pemko Padang juga telah menyediakan dukungan anggaran lansia melalui Dinas Sosial tahun 2019 lebih kurang sebanyak Rp516.028.000 dan Dinas Kesehatan Kota (DKK) sebesar Rp50 juta. Alhamdulillah kita telah menjadikan jl. Permindo sebagai kawasan ramah disabilitas dan lansia, trotoar ramah lansia dan banyak lagi lainnya. Selain itu kita juga melancarkan Program Singgah Sahur Sederhana (Singgasana), Program 1821 sebagai program ketahanan keluarga dan pembuatan Perda Ketahanan Keluarga (sedang proses)," tukasnya mengakhiri.

Ketua Tim Verifikasi Afrinaldi, mengatakan ada empat kategori penghargaan yang dinominasikan tahun ini secara nasional, yakni perseorangan, kelompok, keluarga dan Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) lansia.

"Untuk kategori perseorangan, baik untuk tokoh masyarakat ataupun tokoh nasional, yaitu pimpinan daerah yang berkomitmen mensejahterakan lansia di wilayahnya," katanya.
Ia menambahkan, tim akan meninjau langsung di lapangan untuk verifikasi atau penilaian. 

“Karena kita tidak ingin hanya menerima informasi dari OPD saja, tetapi ingin menyaksikan langsung berbagai program pimpinan daerah untuk Lansia,” ucapnya.

Terkait usulan calon penerima penghargaan, sebutnya, diterima pihaknya sesuai dengan skoring yang diterima, dan salah satu yang dinominasikan adalah Wali Kota Padang H. Mahyeldi, SP. 

“Sehingga perlu verifikasi langsung yang dilakukan untuk menjamin objektivitas penilaian terhadap upaya-upaya yang dilakukan selama ini untuk meningkatkan kesejahteraan lansia. Setelah ekspos ini tim kita akan langsung meninjau dan mengikuti program yang telah disebutkan pak wali kota tadi, seperti ada tadi Singgah Sahur, Safari Ramadan dan lain sebagainya,” katanya.(hms)

Gubernur Sumbar Irwan Prayitno Menyematkab pin pelatikan Walikota dan Wakil Walikota Padang Mahen Masa Jabatan 2019-2024 
Infonusantara.net, PADANG- Gubernur Sumatra Barat (Sumbar) Irwan Prayitno resmi melantik pasangan Mahyeldi-Hendri Septa sebagai Walikota dan Wakil Walikota Padang masa jabatan 2019-2024. Pelantikan yang digelar di Aula Gubernuran Sumatra Barat, Senin (13/5/2019) itu, selain dihadiri ratusan masyarakat dan undangan, juga tersisip harapan besar dari masyarakat agar Kota Padang jadi lebih maju lagi ke depannya.

Irwan juga mengingatkan Walikota dan Wakil Walikota yang baru saja dilantik tersebut agar menjalankan amanah yang telah diberikan masyarakat dengan sebaik-baiknya, demi kemajuan Kota Padang dan Provinsi Sumatera Barat di masa mendatang.

Gubernur Sumbar Irwan Prayitno Membacakan Sumpah Jabatan Pelantikan Walikota dan Wakil Walikota Padang, Mahyeldi - Hendri Septa 
“Selamat kepada Pak Mahyeldi dan Pak Hendri. Kita berharap Walikota dan Wakil Walikota Padang mampu memenuhi harapan masyarakat Kota Padang, dengan menyejahterakan masyarakat, sesuai visi-misinya yang akan dibahas dalam RPJMD bersama DPRD nanti,” harap Irwan.

Irwan juga berharap pada kepemimpinan Mahyeldi-Hendri Septa, pembangunan Kota Padang jadi lebih baik lagi, tertata, cantik, aman, nyaman, bersih. Sehingga harapan warga, pendatang, dan pengunjung bias terpenuhi.

“Baiknya kota Padang baiknya provinsi, buruknya kota buruknya provinsi, karena setiap orang kesini pasti ke Kota Padang dahulu,” katanya.

Walikota Mahyeldi Ansharullah Berjabatan Tangan dengan Gubernur Sumbar Irwan Prayitno usai dilantik di Auditorium Gubernuran Sumbar, Senin (13/5/2019)
Usai pelantikan, Mahyeldi menegaskan bahwa dalam jabatannya yang kedua kalinya sebagai Walikota Padang ini, dirinya akan meningkatkan daya tawar Kota Padang dibidang perdagangan, pariwisata dan pendidikan, sehingga pembangunan di Padang sebagai  ibukota Provinsi Sumatera Barat juga akan meningkat.

“Insha Allah pada periode kedua ini saya dan Pak Hendri akan fokus mengembangkan dan meningkatkan daya tawar bidang perdagangan, pariwisata, dan pendidikan,” ujar Mahyeldi.

Tidak hanya tiga bidang tersebut, Mahyeldi mengatakan akan meningkatkan lagi kualitas program yang sudah ada, sehingga menjadi lebih baik lagi.

Mahyeldi - Hendri Septa Salam Komando Usai Pelatikan 
“Sektor perdagangan dan pariwisata di Kota Padang akan kita upayakan punya daya saing dengan daerah lain, bahkan bisa diekspor hingga luar negeri, seperti Taiwan, Singapura, Australia, Afrika, dan India. Dengan beberapa Negara tersebut kita sudah bekerja sama,” ungkapnya.

Mahyeldi juga mengatakan akan melanjutkan dalam bidang perdagangan hingga ke luar negeri. Seperti memasarkan produk-produk UMKM ke pasar di luar negeri.

“Kita akan pasarkan produk UMKM ke Malaysia, Afrika, Vietnam, Australia, India dan lainnya. Karena kita memang sudah bersinergi dan menjadi sister city,” kata Mahyeldi.

Gubernur Sumbar Irwan Prayitno Menandatangani SK Pelantikan Walikota dan Wakil Walikota Padang Mahyeldi - Hendri Septa , Masa Jabatan 2019-2024 
Mahyeldi mengaku akan berusaha untuk meningkatkan kunjungan wisatawan ke Kota Padang, sehingga memberi dampak terhadap kemajuan dan kesejahteraan masyarakat. Dia juga akan memaksimalkan pengenbangan kemampuan para pemuda-pemudi dibidangnya masing-masing.

Mahyeldi akan berupaya  keras menjadikan Padang agar memenuhi syarat sebagai kota internasional, seperti mempersiapkan air minum, dan transportasi masal. Saat ini Kota Padang tengah membangun terminal di Anak Air. Pembangunan terminal tersebut mendapatkan dukungan penuh dari pemerintah pusat.

“Kita siapkan ketersediaan air minum dengan PDAM nya, tranportasi massal dengan Trans Padang, dan jalur kereta api serta ketersediaan energi listrik yang sudah dijamin PLN. Tinggal kesiapan masyarakat dan partisipasinya dalam pembangunan Kota Padang,” tutur  Mahyeldi.

Sementara, Wakil Walikota Padang, Hendri Septa meminta dukungan seluruh masyarakat Kota Padang, sehingga pembangunan Kota Padang ke depan bisa terwujud seperti harapan semua pihak.

“Kami selalu berharap bimbingan dan arahan dalam memimpin Kota Padang ke depan. Agar Padang bisa menjadi lebih baik lagi, dan kami bisa memberikan pelayanan yang baik kepada warga Padang, sesuai program saat kampanye dulu,” pungkasnya. (***)





Formulir Kontak

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.