March 2018

Anggota DPRD Padang Elvi Amri Didampingi Calon Anggota DPD RI, Dr.(C) Ibrani ,SH.,MH Datuak Rajo Tanso 
Infonusantara (PADANG) - Ribuan warga yang ada di Kelurahan Koto Pulai, Kecamatan Koto Tangah sangat antusias mengikuti kegiatan senam sehat dalam rangka Koto Tangah Sehat 2018 yang di gelar di lapangan bola setempat, Sabtu (31/3)

Kegiatan senam sehat yang tergabung dalam Group Senam Sehati itu diikuti oleh anggota DPRD Padang Elvi Amri dari Fraksi Hanura selaku pembina beserta Ibu-ibu PKK, Majelis Taklim, tokoh masyarakat setempat serta dari masyarakat umum.



Dalam kesempatan itu, Anggota DPRD Padang, Elvi Amri juga menyerahkan sejumlah bantuan berupa baju olahraga untuk menunjang senam sehat bagi para ibu-ibu yang ikut serta dan juga hadiah doorprize yang berlimpah karena kecintaannya dengan Koto Tangah serta daerah ini juga dapilnya.

" Saya harapkan kegiatan senam sehat ini terus berlangsung setiap bulannya, selain bermanfaat bagi tubuh dan menjadi sehat serta wargapun senang dan bahagia, saat ini ada sekitar 1500 anggota senam sehati ini, " ujar kader Hanura ini.


Sambutan Dr.(C) Ibrani, SH.,MH, Datuak Rajo Tanso yang bakal maju jadi Calon Anggota DPD RI periode 2019-2024 
Sebelumnya diketahui, pada anggaran 2017 lalu, pokok-pokok pikirannya sudah terealisasi secara maksimal pada tahun 2018 diantaranya 1 unit Betor di RW I Kelurahan Balai Gadang. Yang ini manfaatnya sangat besar bagi masyarakat, dimana sampah yang ada di perumahan warga diambil petugas yang sudah ditetapkan. Ini tentu meringankan beban warga serta kebersihan lingkungan dan pekarangan dapat terlihat.

Kemudian, bantuan sarana dan prasarana puskusmas seperti alat timbang bayi dan peralatan penunjang lainnya. Ini terealisasi agar bayi yang ditimbang tidak menggunakan kain lagi serta tidak diikatkan melalui dinding.


Suasana Senam Sehati 
Untuk tahun 2018 ini, pihaknya menganggarkan dana pokirnya senilai Rp1,5 M yang kegunaannya sebagai peningkatan perekonomian UMKM Rp500 juta, bidang fisik Rp500 juta dan sosial budaya Rp500 juta.

Ia menerangkan, untuk bidang fisik realisasi anggaran dipangkas untuk beberapa bagian diantaranya pembelian sound system beberapa rumah ibadah yang ada, rehab tempat berwudhu, dan tikar shalat yang baru di 9 Masjid dan 21 Mushalla yang ada di Kelurahan Koto Panjang Ikua Koto.


Suasana Senam Sehati 
Selanjutnya, ada pembuatan jalan lingkung dan pembuatan pagar sekolah dasar (SD) yang ada di KPIK. Dibidang sosial dan budaya pihaknya akan menyalurkan anggaran untuk kepentingan Majelis Taklim, Posyandu dan lain sebagainya. Ini agar peralatan lengkap dimiliki masing-masing bagian serta kekurangan sarana dan prasarana tidak ditemui lagi.

"Sementara bidang UMKM, realisasi anggaran akan dibagi pada kelompok-kelompok usaha yang ada, baik pertanian, koperasi dan lain-lain. Tujuannya dalam rangka meningkatkan perekonomian masyarakat yang ada serta mewujudkan perubahan ke arah yang lebih baik, "sebut Ketua Fraksi Hanura DPRD Kota Padang ini.

Dalam kesempatan itu, Elvi Amri juga memperkenalkan salah seorang Tokoh Masyarakat Koto Tangah, Dr.(C) Ibrani, SH.,MH, Datuak Rajo Tanso yang bakal maju jadi Calon Anggota DPD RI periode 2019-2024 dari Partai Hanura.

Menurutnya, Ibrani sangat layak duduk di DPD RI, karena sudah memiliki pengalaman yang banyak serta mau berkontribusi untuk masyarakat yang ada, ini demi kemajuan daerah serta meningkatkan kesejahteraan para masyarakat sekitar, " terang Elvi Amri

Sementara itu, Bakal Calon Anggota DPD RI, Ibrani menyampaikan dirinya maju sebagai DPD RI semata-mata ingin membangun kampung halaman dan Kota Padang. Supaya terlihat kemajuan secara bertahap serta kesejahteraan masyarakat bertambah.

Ia yang saat ini selaku pengacara berjanji akan melakukan perubahan jika warga menginginkan dan terpilih nantinya. Dengan ini pihaknya mohon dukungan dan meminta masyarakat ikut menyokong pencalonan dirinya maju sebagai calon anggota DPD RI agar nantinya apa yang menjadi permintaan warga dan harapan kita bersama untuk kemajuan secara bertahap serta kesejahteraan makin bertambah dapat terlihat akan diperjuangkan di pusat jika terpilih nanti, mohon doa dan dukungan nya, " pungkas Ibrani. (In7)



Desri Ayunda memenuhi undangan jamaah dan pengurus acara Salawat Dulang di Masjid Nurul Istiqoman Timbalun Kelurahan Bungus Timur Kecamatan Bungus Teluk Kabung Kota Padang,

Infonusantara (PADANG), -
Calon Wakil Walikota Padang nomor urut 1 di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 27 Juni 2018, Desri Ayunda memenuhi undangan jamaah dan pengurus acara Salawat Dulang di Masjid Nurul Istiqoman Timbalun Kelurahan Bungus Timur Kecamatan Bungus Teluk Kabung Kota Padang, Sumatera Barat, Jumat malam, 30 Maret 2018.

Kedatangan Desri Ayunda disambut langsung oleh Ketua Panitia Pelaksana Hendriwan dan Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Bungus Timur, M Yusuf. Desri langsung memasuki masjid dan menyalami jamaah yang hadir. Ia terlihat akrab dengan para jamaah.

Desri terlihat menikmati acara Salawat Dulang. Kesenian Salawat Dulang diisi oleh group Salawat Dulang Pasang Purnama dan Langkisau. Group Salawat Dulang tak lupa memperkenalkan Desri Ayunda kepada jamaah melalui lagu berpantun. 

Ketua LPM Bungus Timur M Yusuf mengatakan, kedatangan Desri Ayunda pada acara Salawat Dulang tersebut dalam rangka memenuhi undangan panitia pelaksana. 

"Kita sudah sama tahu, Pak Des maju sebagai calon Wakil Walikota Padang, berpasangan dengan Pak Emzalmi. Namun, kedatangan beliau dalam kapasitas pribadi, karena beliau dekat dengan masyarakat di sini," ungkapnya. 

Desri Ayunda ketika diwawancarai di sela-sela acara mengatakan, kehadirannya dalam acara Salawat Dulang tersebut dalam rangka menjalin silaturahmi dengan masyarakat Bungus Timur. Ia pun mengapresiasi acara Salawat Dulang yang digelar jamaah Masjid Nurul Istiqomah. 

"Ini budaya Minangkabau untuk menjalin silaturrahmi sesama kita. Salawat Dulang adalah salah satu kesenian yang bertujuan mensyiarkan Islam. Tentu kegiatan ini sangat positif sekali," ujarnya.

Dikatakan Desri, acara Salawat Dulang di Masjid Nurul Istiqomah banyak dihadiri anak-anak. Tentu secara tidak langsung, anak-anak diperkenalkan nilai-nilai Islam melalui kesenian Salawat Dulang.

"Anak-anak saya lihat banyak yang hadir. Disamping memperkenalkan nilai-nilai dan sejarah Islam, kesenian Salawat Dulang juga memiliki daya tarik bagi anak-anak, sehingga hati mereka akan mencintai masjid dan seni Islam. Salawat Dulang ini, saya rasa, perlu kita lestarikan keberadaanya," cakap Desri.

Pada kesempatan itu, Desri Ayunda dan rombongan juga memborong 6 paket silamak apik ayam yang dilelang oleh panitia. "Acara ini juga bertujuan mencari dana untuk pembangunan masjid dan kegiatan sosial lainnya," tukuk Desri.(rel)

Silaturahmi Warga Padang Sarai dengan Calon Wakil Walikota Padang Desri Ayunda 
Infonusantara (PADANG),-
Ketua RW.001 Padang Sarai Kecamatan Koto Tangah Kota Padang, Sumatera Barat, Afrizal mengaku, warga di daerahnya sudah jenuh dengan kondisi kepemimpinan di Kota Padang saat ini. Pasalnya, warga merasa tidak terayomi karena pemimpin yang ada dinilai hanya mementingkan kelompoknya saja.

"Masyarakat sudah jenuh dengan kondisi yang ada saat ini. Kami tidak merasakan lagi pemimpin yang mengayomi seluruh masyarakat. Sebab, yang ada hanya mementingkan kelompok masyarakat saja," ujarnya pada acara silaturahmi warga Padang Sarai dengan mengundang calon Wakil Walikota Padang nomor urut 1 di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 27 Juni 2018, Desri Ayunda, Jumat, 30 Maret 2018.

Menurutnya, saat ini persoalan nyata yang dihadapi masyarakat adalah masalah kesejahteraan dan carut marutnya sistem drainase, sehingga daerah tersebut selalu menjadi langganan banjir. Sementara warga hanya bisa menjadi penonton di daerahnya sendiri.

"Di kota ini ada Baznas untuk bisa meringankan beban masyarakat miskin. Namun kenyataan yang kami alami, sangat sulit untuk mendapatkan bantuan. Seakan Baznas itu dikuasai oleh kepentingan kelompok politik tertentu. Makanya, kami merasa jenuh," terangnya.

Selain dihadiri Desri Ayunda, silaturahmi itu juga dihadiri oleh Wakil Ketua DPW Nasdem Provinsi Sumatera Barat, Masful, Wakil Ketua Advance Tim Emzalmi-Desri Ayunda, Mirkadri Miyar, ninik mamak, bundo kanduang, tokoh masyarakat dan pemuda setempat.

Pada kesempatan itu, Masful menyampaikan pesan Syahrul Ujud, mantan Walikota Padang periode 1983-1993, kepada masyarakat yang hadir. Menurutnya, Syahrul Ujud berpesan agar masyarakat menentukan sikap mendukung paslon Emzalmi-Desri Ayunda.

"Untuk memutus mata rantai ketidakadilan sebagaimana disampaikan tadi, kami ingin menyampaikan pesan Pak Syahrul Ujud di sini. Beliau meminta masyarakat tegas dalam menentukan sikap untuk mendukung Emzalmi-Desri. Sebab, tidak ada jalan lain, selain mengganti walikota pada 27 Juni 2018," pungkasnya.

Sejak awal, kata Masful, Partai Nasdem bersama partai politik lainnya menyatakan mengusung Emzalmi-Desri Ayunda adalah untuk suatu perubahan ke arah yang lebih baik. Kota Padang ini luasnya 694 KM persegi, dan butuh tangan-tangan piawai dalam membangunnya.

"Kita butuh pemimpin yang punya misi dan visi yang jelas, bukan hanya pencitraan dan penghargaan di tengah ekonomi masyarakat semakin menjerit. Kami dari Koalisi Padang Bersatu yang didalammnya tergabung 10 partai politik, merasa miris melihat kondisi yang ada," urainya.

"Kita hanya disuguhkan atas keberhasilan pembangunan Pasar Raya dan Pantai Padang sepanjang 2 KM dengan polesan opini, bahwa Padang sudah mantap dan tacelak. Tahukan kita, pembangunan Pasar Raya dan Pantai Padang itu hanya program lanjutan walikota sebelum, yaitu Fauzi Bahar," urainya.

Perlu diketahui, kata Masful, pembenahan Pasar Raya dan Pantai Padang itu tidak mudah dan sudah mengalami proses yang cukup lama di periode kepemimpinan Walikota Padang Fauzi Bahar. Kalau hanya membuat trotoar dan memasang lampu, itu belum sebarapa. Sebab, yang paling sulit itu proses pembebasan lahannya.

Desri Ayunda sendiri menegaskan tidak akan membuat banyak janji dengan masyarakat. Namun, sesuai harapan masyarakat, pasangan Emzalmi-Desri Ayunda memang diperuntukan untuk semua lapisan warga kota.

"Saya maju mendampingi Pak Em atas dorongan tokoh masyarakat untuk mengetaskan kemiskinan. Di Koto Tangah ini, sekira 48 ribu penduduknya berada di bawah kemiskinan. InsyaAllah, kita akan melakukan pembenahan infrastruktur dan perekonomian sebagaimana disampaikan Ketua RW tadi," tukuknya.(Inf/rel)

Calon Wakil Wali Kota Padang Desri Ayunda Penuhi Undangan Warga Balai Gadang Sungai Bangek Kecamatan Koto Tangah 

Infonusantara (PADANG) 
Warga Balai Gadang Sungai Bangek Kecamatan Koto Tangah Kota Padang, Sumatera Barat satu suara untuk mendukung pasangan calon nomor 1 di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 27 Juni 2018. Mereka bersepakat ingin mengganti walikota.

"Kami, ibu-ibu rumah tangga di Sungai Bangek sengaja mengundang Pak Desri Ayunda untuk hadir bersilaturahmi di sini. Kami ingin menyatakan dukungan dan harapan kami kepada Pak Des," ujar Alfirmom yang akrab disapa Uni Imon, Jumat, 30 Maret 2018.

Ia menegaskan, ibu-ibu rumah tangga tersebut siap memenangkan pasangan calon nomor urut 1. Tekad itu tak hanya di mulut saja, tetapi ibu-ibu di daerah ini akan membuktikannya dengan cara mensosialisasikan pasangan Emzalmi-Desri Ayunda ke tengah-tengah masyarakat.

"Tujuan kami hanya menganti walikota dan menjadikan Pak Emzalmi sebagai walikota yang didampingi oleh tokoh profesional, Pak Desri Ayunda. Untuk itu, kami kaum ibu-ibu ini akan mengajak masyarakat untuk datang ke TPS pada 27 Juni 2018 dan memilih Emzalmi-Desri Ayunda," ungkap Uni Imon.

Ia mengatakan, kaum ibu rumah tangga di Balai Gadang tersebut punya harapan besar agar Kota Padang dipimpin oleh orang-orang yang adil. Pasalnya, mereka selama ini mengaku tidak merasakan keadilan dalam menikmati kue pembangunan.

"Kami dukung Pak Des, tapi kami hanya minta syarat, berlaku adil dalam pelaksanaan pembangunan. Pak Des bisa lihat sendiri kondisi infrastruktur di daerah ini, sangat memprihatinkan. Demikian juga kondisi perekonomian warga, berada di garis kemiskinan," cakapnya.

Uni Imon dan ibu-ibu di Balai Gadang tersebut, tagline Emzalmi-Desri Ayunda untuk semua betul-betul dilaksanakan, jika mereka terpilih nanti. Sebab, selama ini mereka merasa belum mendapat keadilan dalam pelaksanaan pembangunan.

"Pak Em dan Pak Des harus menjadi pemimpin untuk semua. Jangan hanya menjadi pemimpin untuk kepentingan partai, dan kelompok tertentu. Harus adil sebagai pemimpin nantinya," pungkasnya.

Pada kesempatan tersebut, Desri Ayunda meyakinkan kaum ibu rumah tangga yang hadir, bahwa paslon Emzalmi-Desri Ayunda adalah untuk semua. Bahkan, Emzalmi-Desri Ayunda maju di Pilkada Kota Padang untuk memutus mata rantai ketidakadilan yang selama ini dirasakan warga.

"Kami telah menyiapkan program untuk menjawab tantangan ibu-ibu. Insya Allah, jika terpilih, kita akan melakukan program pembenahan, baik itu ekonomi masyarakat maupun infrastruktur permukiman, khusus di daerah pinggiran kota. Ini akan menjadi prioritas kami, karena dearah pinggiran kota cukup tertinggal dari pusat kota," tegasnya.

Apatah lagi, kata Desri Ayunda, saat ini daerah-daerah yang disebut Padang Pinggiran Kota (Papiko), sebenarnya sudah menjadi pusat kota sejak dipindahkannya pusat pemerintahan Kota Padang ke Aia Pacah, Koto Tangah.

"Kita tidak ingin, Papiko yang saat ini menjadi pusat pemerintahan akan menjadi kampung besar, bukan sebagai ibukota. Untuk itu, kita akan tata dengan baik, termasuk infrastruktur dan pusat perekonomiannya," jelas alumni SMA Negeri 2 Padang ini.

Tak hanya itu, pasangan Emzalmi-Desri Ayunda juga memiliki program pengembangan industri kreatif. Tujuannya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Disamping pembenahan terhadap objek wisata yang ada di daerah Papiko.

"Soal memberikan bantuan secara berkeadilan tanpa memandang kelompok tertentu itu adalah komitmen kami, Emzalmi-Desri Ayunda untuk semua lapisan masyarakat. Tetapi bukan itu yang penting oleh masyarakat, tetapi bagaimana kami mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat agar mereka hidup layak," urainya.(rel)

Calon Wakil Wali Kota Padang Desri Ayunda Hadiri Undangan Warga Kampung Tanah Piai Tanah Sirah Kelurahan Piai Tanah Sirah Nan XX Kecamatan Lubuk Begalung Kota Padang 
Infonusantara (PADANG) 
Sebagai calon Wakil Walikota Padang nomor urut 1 di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 27 Juni 2018, Desri Ayunda memenuhi undangan silaturahmi warga Kampung Tanah Piai Tanah Sirah Kelurahan  Piai Tanah Sirah Nan XX Kecamatan Lubuak Bagaluang Kota Padang, Sumatera Barat, Kamis, 29 Maret 2018.

Hadir dalam pertemuan tersebut Ketua LPM Piai Tanah Sirah Masrianto, Kordinator Ketua Pemuda Kelurahan Piai Tanah Sirah Darma Yudha, Ketua RT/RW dan sejumlah warga.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada Pak Desri yang telah datang memenuhi undangan kami untuk bersilaturahmi dengan tokoh masyarakat kami di sini. Kami mengundang Pak Des dalam kapasitas sebagai calon Wakil Walikota Padang," ujar Darma Yudha, Kordinator Ketua Pemuda Kelurahan Piai Tanah Sirah. 

Darma Yudha mengimbau warga yang hadir untuk mendukung dan mensukseskan perjuangan pasangan Emzalmi-Desri Ayunda untuk membangun Kota Padang. Menurutnya, sebagai orang Minangkabau, maka tidak perlu lagi dijelaskan maksud warga mengundang Desri Ayunda. 

"Sebagai orang Minang, kita sudah memahami kilek baliung alah banampakan. Tidak perlu saya jelaskan secara panjang lebar. Mari bersama kita dukung dan kita sukseskan perjuangan Pak Em dan Pak Des," ungkapnya.

Senada dengan itu, Ketua LPM Piai Tanah Sirah Masrianto mengapresiasi alumni SMA Negeri 2 Padang tersebut. Tanpa mengenal lelah, katanya, Desri Ayunda selalu memenuhi undangan warga dari mana saja. 

"Untuk itu, saya mengajak kita semua, mari kita wujudkan semangat kebersamaan dengan Pak Desri Ayunda. Kita masyarakat Tanah Sirah ini sudah mengenal baik sosok Pak Em dan Pak Des. Mari kita jalin terus kebersamaan ini, sampai akhir tujuan kita dengan semangat satu untuk semua," ungkapnya. 

"Mari kito tapih dan kito indangkan calon kito ko. Jangan sempat kita memilih sosok yang tidak jelas sebagai pemimpin negeri ini. Jangan membeli kucing dalam karuang," sambungnya dalam logat Minang yang kental.

Menurutnya, Pilkada adalah pesta demokrasi untuk menentukan maju mundurnya kota ini. Maka dari itu, ia mengajak warga untuk memilih pemimpin yang memiliki rekam jejak yang terukur. Dan Desri Ayunda adalah figur profisional di bidangnya, sementara Emzalmi adalah pamong senior di kota ini.

"Anak urang dari Lubuak Buayo, ka pasa di tangah hari, kok alah ado pasangan ideal Emzalmi-Desri, manga kito pilih yang lain. Mari kita satukan tekad kita, tagak kampuang bela kampuang, tagak banagari bela nagari. Kini sudah ada anak nagari yang mau membagun nagari ini, mari kita dukung bersama," cakapnya. 

"Kok bulek bisa kito golongkan. Kok picak mari kita layangkan malam ini. Bulek aia dek pambuluah bolek kato dek mufakat, lai sepakat kito basamo mendukung pasangan anak nagari ko," tegasnya sembari disambut tepuk tangan oleh warga yang hadir dengan teriakan, "Kami sepakat." 

Silaturahmi dilanjutkan dengan dialog bersama Ketua RT setempat, Risman. Risman meminta, jika pasangan Emzalmi-Desri terpilih, agar memperhatikan dan membenahi sistem drainase. Pasalnya, daerah tersebut rawan banjir jika hujang datang. 

"Kami meminta Pak Des untuk memebenahi drainase di sini nantinya jika terpilih. Sebagai RT, kami juga meminta Pak Em dan Pak Des nantinya adil dalam penyaluran bantuan kepada masyarakat miskin, tanpa mementingkan partai dan kelompok semata," tegasnya. 

Warga lainnya, Kiki, berharap Emzalmi-Desri Ayunda membenahi sistim di Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Padang nantinya. Jangan sampai seperti saat ini, di Baznas bercokol kader dan simpatisan partai tertentu. Sebab, Baznas itu milik umat, bukan milik partai.

Menjawab harapan masyarakat tersebut, Desri Ayunda menegaskan, dirinya maju bersama Emzalmi di Pilkada kali ini adalah untuk semua lapisan warga Kota Padang. Ia pun menceritakan panjang lebar sebab ia berpasangan dengan Emzalmi.

"Saya maju di Pilkada tahun ini sebagai wakil dari Pak Em. Sementara sebelumnya saya maju sebagai calon Walikota di Pilkada sebelumnya. Saya kalah tipis di empat kecamatan, dan menang  di 7 kecamatan. Kekalahan telak saya berada di Pauh Kuranji, kampung Pak Em," terangnya. 

Menurutnya, ia maju bersama Emzalmi atas desakan ninik mamak, tokoh masyarakat, dan anak nagari. Ia dan Emzalmi diminta untuk membenahi ekonomi di daerah ini dan meningkat kesejahteraan di tengah-tengah masyarakat.

"Berdasarkan data yang kami peroleh, tingkat kemiskinan di Kota Padang mencapai 26 persen. Itu artinya, 1/4 dari penduduk kota ini hidup di bawah garis kemiskinan. Kami merasa terpangil sebagai anak nagari untuk membenahi kondisi yang memilukan ini," ungkapnya. 

Dikatakannya, Emzalmi-Desri juga bertekad memperbaiki dunia pendidikan. Sebab, saat ini mutu pendidikan daerah ini berada di bawah kabupaten/ kota lainnya di Sumbar. Padahal, Kota Padang merupakan Ibukota Provinsi Sumatera Barat. 

"Kita akan menjadikan Padang sebagai kota pendidikan religius berbasis industri, perdagangan dan pariwisata. Dan mehidupkan industri kreatif untuk ibuk rumah tangga dengan idustri rumahan agar bisa menopang keuangan keluarga, sehingga kesejahteraan masyarakat terwujud," jelasnya. 

Prioritas lainnya, kata Desri, adalah pembenahan infrastruktur di Padang Pinggiran Kot (Papiko) yang masih tertinggal dari pusat kota. Apatah lagi, calon Walikota nomor urut 1, Emzalmi adalah ahli penataan kota. 

"Saol Baznas seperti yang disampaikan Pak Kiki, memang kami kerap mendapat informasi seperti itu. Insya Allah, nanti kita benahi. Jika kami terpilih, Baznas kami serahkan kepada ahlinya. Kepada ulama yang paham dengan agama. Baznas harus diisi orang-orang yang menjaga amah umat sesuai dengan kopetensi, bukan sesuai keinginan politik semata, untuk memutus mata rantai kesembarawutan yang ada," tukuknya.(rel)

Kepala Inspektorat Kota Padang Corri Saidan Tandatangani Komitmen SPIP

Infonusantara [PADANG] 
Keberhasilan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) tidak hanya terfokus pada rancangan pengendalian yang memadai untuk menjamin tercapainya tujuan organisasi,  tetapi juga kepada setiap orang dalam organisasi. Untuk itu,  setiap unsur dari SPIP wajib diterapkan oleh semua unit kerja wajib pemerintah. 

Hal ini disampaikan Penjabat Sementara (Pjs) Walikota Padang Drs. Alwis disela penandatanganan komitmen penyelenggaraan SPIP. Kegiatan ini juga diisi Bimtek optimalisasi peran Satgas SPIP perangkat daerah dan strategi implementasi SPIP pada perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kota Padang di Hotel Grand Inna, Kamis (29/3/2018).

Menurut Alwis, dalam penerapan SPIP dibutuhkan komitmen mulai dari pimpinan perangkat daerah , pejabat struktural dan seluruh staf agar bisa mencapai tujuan bersama dan menghasilkan laporan pertanggungjawaban yang baik. 

"Untuk mencapai tujuan organisasi bukan saja fokus pada rancangan pengendalian tetapi komitmen seluruh perangkat daerah sebagai faktor yang dapat membuat pengendalian tersebut berfungsi, " kata Alwis. 

Adapun 5 unsur SPIP tersebut meliputi,  lingkungan pengendalian,  penilaian resiko,  kegiatan pengendalian,  informasi dan komunikasi serta pemantauan. 

Dengan dilaksanakannya penandatanganan komitmen kepala perangkat daerah dan unit kerja diharapkan penyelenggaraan SPIP lebih baik lagi. Komitmen itu agar dijadikan pedoman penyelenggaraan dan tolok ukur pengujian efektifitas SPIP. 

"Saya harapkan unsur-unsur SPIP dapat diaplikasikan oleh setiap perangkat daerah dan unit kerja di Pemerintah Kota Padang, " ujar Pjs. Wako. 

Sementara itu Kepala Inspektorat Kota Padang Corri Saidan menyebut,  sesuai Peraturan Pemerintah RI Nomor 60 Tahun 2008 dijelaskan bahwa Inspektorat adakah aparat pengawasan intern pemerintah yang bertanggungjawab langsung kepada Walikota. Kemudian Inspektoran mengawal dan menilai efektifitas pelaksanaan SPIP yang dibangun perangkat daerah dan unit kerja. 

Adapun faktor kunci dalam penyelenggaraan SPIP,  dijelaskan Corii, yaitu adanya komitmen dan mencantumkan SPIP sebagai kebijakan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM). Selain itu adalah komitmen pimpinan organisasi,  identifikasi resiko, menyusun rencana tindak pengendalian serta selalu menjunjung tinggi nilai integritas. 

Pada kesempatan ini dilaksanakan juga Bimtek dengan narasumber dari Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP)  Sumatera Barat. 

"Hasil bimtek diharapkan dapat meningkatkan kampuan dalam pelaksanaan SPIP sebagai implementasi komitmen yang ditandatangi, " tukuk Corri. (tm)


Didi Aryadi mewakili Pjs Walikota Padang katakan bahwa apa yang di raih atau di peroleh hari ini, bukti kerja sama terjalin  sangat baik Humas dengan insan Pers dari seluruh Media, baik lokal dan Nasional, sebutnya.

Infonusantara [Surabaya]
Penyerahan PR Indonesia  Awards 2018 di Tujungan Surabaya oleh Asmono Wikan sebagai Ketua Pelaksana. Dalam kata sambutan katakan bahwa penilaian bagi pemenang, kami lakukan berbagai analisis dan langsung tinjau lapangan.

Jadi bagi yang menerima Piagam Penghargaan dari PR Indonesia Awards 2018, suatu yang luar biasa, tentu kedepannya lebih percaya diri dan mempertahankan serta merealisasikan, meningkatkan kinerja di daerah masing-masing.
Kota Padang meraih prestasi dan menerima Piagam Penghargaan  sebagai Kota Terpopuler di Media, Piagam ini di terima langsung oleh Didi Aryadi Asisten III Kota Padang yang di serahkan Asmono Wikan di Gedung Pelayan Publik Lantai II Kota Surabaya, Kamis Malam (29/3).

Dalam kesempatan itu, Didi Aryadi mewakili Pjs Walikota Padang katakan bahwa apa yang di raih atau di peroleh hari ini, bukti kerja sama terjalin  sangat baik Humas dengan insan Pers dari seluruh Media, baik lokal dan Nasional, sebutnya.

Didi Aryadi yang di dampingi Kadis Kominfo  Suardi dan Kabag.Humas Imral Fauzi, katakan hasil yang di peroleh betul-betul apa adanya dan murni sekali, humas sebagai mitra kerja pers di lapangan menampakan hasil yang luar biasa sebab yang menerima Piagam Penghargaan sebagai Kota Terpopuler di Media hanya Kota Padang satu-satunya di Indonesia.

Kota Padang meraih prestasi dan menerima Piagam Penghargaan  sebagai Kota Terpopuler di Media, Piagam ini di terima langsung oleh Didi Aryadi Asisten III Kota Padang yang di serahkan Asmono Wikan di Gedung Pelayan Publik Lantai II Kota Surabaya, Kamis Malam (29/3).

Dalam kesempatan itu, Didi Aryadi mewakili Pjs Walikota Padang katakan bahwa apa yang di raih atau di peroleh hari ini, bukti kerja sama terjalin  sangat baik Humas dengan insan Pers dari seluruh Media, baik lokal dan Nasional, sebutnya.

Didi Aryadi yang di dampingi Kadis Kominfo  Suardi dan Kabag.Humas Imral Fauzi, katakan hasil yang di peroleh betul-betul apa adanya dan murni sekali, humas sebagai mitra kerja pers di lapangan menampakan hasil yang luar biasa sebab yang menerima Piagam Penghargaan sebagai Kota Terpopuler di Media hanya Kota Padang satu-satunya di Indonesia.

Kerja sama yang terjalin sangat baik sekali dengan seluruh Media yang ada perlu di pertahankan dan di senergiskan kedepannya, sehingga segala informasi tentang Kota Padang cepat tersebarluaskan  sampai ke publik. Tentu semua tak terlepas dari peranan humas dengan mitra kerjanya Pers.

Sebelum mengakhiri pembicaraan Didi Aryadi atas nama pemerintah Kota Padang mengucapkan terima kasih pada seluruh insan Pers dan Media, telah banyak membantu mempublikasikan  rangkaian kegiatan program kerja Pemko Padang dengan baik dan positif, ujarnya.


Selanjutnya, Kadis Kominfo Kota Padang Suardi,  semua yang kita peroleh bukti nyata tak bisa di pungkiri, Humas dan Pers atau dengan pemilik media telah terjalin kerja sama yang solit, saling memberikan dukungan, bersenergis dalam menyebarluaskan segala informasi tentang Kota Padang.

Tentu hal ini, perlu kita berikan apresiasi yang luar biasa, sebab tanpa Pers dari pemilik media tak akan mungkin orang banyak kenal dengan Kota Padang, ujar Suardi.

Disamping itu, Kabag Humas Kota Padang Imral Fauzi, menambahkan apa yang kami peroleh ini ( Piagam Penghargaan) Kota Padang Terpopuler di Media  semua tak terlepas dari peranan penting Pers dan Media menyebarluaskan informasi positif lewat media masing-masing.

Kami ucapkan terima kasih pada seluruh insan Pers dan Medianya, semoga kedepannya kesenergisan tambah kuat dan kokoh dalam pemberitaan tentang Kota Padang lebih maju lagi, sebut Imral. (tf)

Seminar Nasional Dalam Rangka Memperingati HUT ke 8 Media News Metropol 
Infonusantara (KOPI, Bogor) - Surat Kabar Umum Metropol bersama Media Online News Metropol melaksanakan seminar nasional bertema "Wujudkan Pers sebagai Perajut Kebhinekaan" dalam rangka memperingati HUT-nya yang kedelapan, bertempat di Villa Taman Matahari, Puncak, Bogor, Kamis, 29 Maret 2018.

Hadir pada acara seminar tersebut Ketua Dewan Pembina  Metropol, Komjen Pol (Purn) Drs. Alwi Luthan, MBA, MM, dan Juru Bicara Kapolri, Kombes Pol Dr. Selamet Pribadi, SH, MH yang mewakili Kadiv Humas Polri. Selain kedua narasumber yang dikenal luas sebagai tokoh  penting di BNN Pusat ini, juga hadir Ketua Umum PPWI, Wilson Lalengke, S.Pd, M.Sc, MA.

Dalam pembukaan acara seminar yang dihadiri lebih dari 60 wartawan Metropol dari berbagai daerah di Indonesia, Komjen Pol Alwi Luthan menyampaikan harapannya agar di usianya yang sudah genap 8 tahun ini, Metropol harus lebih meningkat dari berbagai segi, antara lain kualitas dan autentikasi berita, menghindari informasi hoax, dan peran Metropol dalam bersinergi dengan berbagai stakeholder di daerah masing-masing.

Sementara itu, pada kesempatan sesi pemaparannya, Kombes Pol Selamet Pribadi yang hadir sebagai keynote speaker menyampaikan harapannya agar Metropol mampu menjadi pionir pemberantasan informasi hoax yang sedang marak belakangan ini.

"Saya berharap agar kawan-kawan wartawan Metropol yang selama ini telah menjadi mitra strategis Polri untuk berperan aktif menolak memberitakan informasi hoax," ujar Selamet Pribadi.

Sementara itu, Wilson Lalengke yang juga merupakan penasehat Metropol mengatakan bahwa acara ini adalah pertemuan tahunan kawan-kawan wartawan Metropol. "Pada acara HUT kali ini, saya diundang lagi, yang ke-5 kali saya hadir memberikan materi seminar untuk kawan-kawan Metropol," kata lulusan PPRA-48 Lemhannas RI tahun 2012 ini.

Wilson melanjutkan, "Kesan saya bahwa redaksi media Metropol dengan situs www.newsmetropol.com merupakan salah satu organisasi media yang cukup baik, konsisten dan komitmen dengan visi-misinya mengembangkan pers yang mencerdaskan masyarakat, walau area pemberitaan yang diusungnya selama ini terkait langsung dengan wilayah "keras", yakni penegakkan hukum, pemberantasan narkoba, KKN, dan persoalan keadilan sosial."

Pada kehadirannya kali ini, lanjut anggota Kappija-21 (Keluarga Alumni Program Persahabatan Indonesia-Jepang Abad-21) itu, atas nama PPWI Nasional dirinya menyampaikan Piagam Penghargaan kepada Redaksi News Metropol atas konsistensi dan komitmennya yang tinggi dalam upaya mewujudkan masyarakat yang cerdas informasi melalui jurnalisme. "Penghargaan itu diterima oleh Pimpinan Umum Metropol, Imran BAK, didampingi oleh Ketua Dewan Pembina Metropol, Komjen Pol (Purn) Drs. Alwi Luthan, MBA, MM, dan Juru Bicara Kapolri, Kombes Pol Dr. Selamet Pribadi, SH, MH," imbuh Wilson.

Salah satu topik diskusi yang muncul dari seminar kali ini adalah fenomena kesewenang-wenangan lembaga dewan pers dalam membuat kebijakan yang justru mengebiri kebebasan pers yang seharusnya dijunjung tinggi dan dijaga oleh kalangan pemangku kepentingan pers.

"Merespon kegalauan kawan-kawan wartawan Metropol, saya memberikan beberapa tips dan strategi dalam menyiasati persoalan di lapangan, antara lain pemperluas dan memperkuat jejaring jurnalis serta media-media massa di wilayah masing-masing dan nasional," pungkas Wilson Lalengke yang juga adalah Ketua Persisma (Persaudaraan Indonesia-Sahara-Maroko) ini. (APL/Red)




Calon Wakil Wali Kota Padang Desri Ayunda Hadiri Undangan Warga Kelurahan Batipuh Panjang Kecamatan Koto Tangah 
Infonusantara (PADANG)  -- Warga Kelurahan Batipuh Panjang Kecamatan Koto Tangah Kota Padang Sumatera Barat menyatakan sikap mendukung pasangan calon nomor urut 1 di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 27 Juni 2018, Emzalmi-Desri Ayunda. Bahkan mereka siap bekerja keras untuk memenangkan pasangan "Duet Ideal" ini.

Hal itu mereka sampaikan ketika mengundang Desri Ayunda pada kegiatan silaturahmi yang diinisiasi oleh Cici Oksyafia, Kamis, 29 Maret 2018. Kebanyakan yang hadir pada kegiatan silaturahmi tersebut adalah kaum ibu-ibu rumah tangga.  

"Kami di daerah pinggiran ini menginginkan pemerataan pembangunan. Harapan kami, Kota Padang ini dipimpin oleh walikota untuk semua lapisan masyarakat yang dapat menyelesaikan persoalan yang ada di tengah-tengah masyarakat," ungkap Cici yang bertindak sebagai penyampai aspirasi pada kesempatan itu.

Ia meminta, warga pingiran kota jangan terlalu dipingirkan. Salah satu persoalan yang mendesak di Batipuh Panjang tersebut adalah irigasi pertanian. Iragasi yang ada sudah jebol, sehingga masyarakat tidak bisa ke sawah.

"Hal ini berdampak kepada tingkat kesejahteraan masyarakat yang saat ini sangat memperhatikan. Sementara bantuan sosial yang disalurkan, baik malalui Baznas maupun pemerintah tidak ada keadilan, hanya dirasakan oleh sekelompok masyarakat," ungkapnya. 

Ia pun mengkritisi kelakuan sebagian pemimpin yang gila pencitraan dan penghargaan. Ia berharap, Emzalmi dan Desri Ayunda betul-betul bekerja untuk rakyat jika amanah kepemimpinan itu diberikan kepada mereka.

"Sementara kami lihat, pemimpin hanya sibuk dengan pencitraan dan gila mengejar penghargaan di tengah jeritan rakyat. Besar harapan kami kepada Pak Em dan Pak Des untuk mengembalikan keadilan dan pemerataan pembangunan ini," ungkapnya. 

Desri Ayunda merasa terharu atas aspirasi dan unek-unek yang disampaikan masyarakat kepadanya. Namun ia menegaskan, pasangan Emzalmi-Desri tak ingin banyak membuat janji kepada masyarakat.

"Tapi kami maju di Pilkada ini memang untuk memutus mata rantai ketidakadilan tersebut. Kami ingin, mengentaskan kemiskinan di kota ini. Caranya tidak hanya menyalurkan bantuan sosial secara adil dan merata, tetapi memberikan kemudahan untuk modal usaha dengan kridit mikro dan mengembangkan industri kreatif bagi ibu-ibu rumah tangga," cakapnya. 

Desri mengatakan, pasangan calon Emzalmi-Desri membawa misi untuk meningkatkan mutu pendidikan, perdagangan, industri dan pariwisata. Pendidikan yang berkrakter untuk genarsi penerus bangsa dengan berpegang teguh pada agama. 

"Kami ingin meningkatkan destinasi objek wisata dengan konsep Padang By City. Kita tak hanya membenahi Pantai Padang yang di Padang Barat saja, tetapi objek wisata yang membentang dari Bungus sampai ke Pasir Jambak," tegasnya. 

Pembenahan infrastruktur di Padang Pinggiran Kota (Papiko) harus diprioritaskan. Apa lagi, saat ini Koto Tangah sudah menjadi pusat Kota Padang. Ibukota Padang itu kini terletak di Aia Pacah.

"Dukungan ibu-ibu hari ini akan sia sia kalau tidak mengajak dunsanak, tetangga dan kerabat untuk ramai ramai datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) masing-masing pada tanggal 27 Juni 2018," ajaknya. (rel)

Diskusi Alumni Lintas Angkatan Jurusan Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Andalas, 
Infonusantara (PADANG) – Sejarawan dari Universitas Andalas mesti mampu merumuskan sebuah kredo dalam merebut pentas kepemimpinan di masa depan, dengan berpijak pada masa lalu. Sayangnya, ilmu sejarah masih diajarkan secara normatif di hampir setiap jenjang pendidikan. 

Demikian sekelumit diskusi yang mengemuka saat alumni lintas angkatan Jurusan Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Andalas, saat ngopi sore Sikola Cafe, Sekretariat DPP IKA Unand, Jl KIS Mangunsarkoro No 11 Padang, Kamis (29/3/2018). 

“Sejarawan kini, mesti menawarkan sebuah cara untuk menafsirkan masa lalu secara kritik,” ungkap Budayawan Sumatera Barat yang juga alumni Jurusan Ilmu Sejarah FIB Unand, Edy Utama dalam diskusi ringan itu.

Selain Edy Utama, juga hadir di kesempatan itu, alumni Ilmu Sejarah angkatan 1987, Imelda Sari dan Delikson Dalimunte. Juga ada Hary Efendi Iskandar (angkatan 1995), Fajar Rusvan (angkatan 2005), Satria Putra (angkatan 2007) dan lainnya. 

Ngopi sore para alumni ini, tak lepas dari kegiatan Reuni Akbar dan Mubes II Ikatan Alumni (IKA) Sejarah Unand pada 30-31 Maret 2018 ini di Padang. Di kegiatan itu, juga akan digelar Penyerahan Anugerah Sejarah 2018 pada para alumni dan sejumlah tokoh. 

Sementara, Imelda Sari menekankan, pentingnya memberikan pemahaman masa lalu pada generasi sekarang untuk menapak masa depan. “Alumni Ilmu Sejarah itu punya kemampuan yang tak dimiliki alumni dari jurusan lain yakni kemampuan bernarasi. Sejarah merupakan satu-satunya jurusan yang melahirkan alumni yang mampu membuat satu dokumen jadi tulisan yang basah dan menarik,” terang Imelda. 

Di kesempatan itu, Imelda yang juga Ketua Divisi Komunikasi Publik DPP Partai Demokrat menekankan pentingnya reuni akbar alumni Ilmu Sejarah Unand ini, tak sekadar ajang kongkow-kongkow dengan teman semasa kuliah dulu. Harus ada pembeda dengan temu alumni di tingkat sekolahan. 

“Alumni perguruan tinggi yang notabene seorang intelektual, kalau berkumpul mesti melahirkan sebuah gagasan untuk perjalanan bangsa ini ke depan. Spirit masa lalu mesti dijadikan semangat untuk menorehkan prestasi di masa depan,” tegas Imelda yang juga disebut-sebut sebagai calon kuat ketua alumni IKA Sejarah Unand menggantikan Zulkifli Azis. 

Imelda juga berharap, para mahasiswa Ilmu Sejarah juga dikenalkan ke alumni yang telah berhasil di bidangnya masing-masing. Seperti, Budi Putra, penulis sekaligus wartawan yang aktif di dunia teknologi informasi, para alumni yang aktif di TNI dan profesi lainnya. 

“Gunanya alumni itu salah satunya yaitu memberi ruang bagi para junior untuk membangun networking,” terang Imelda. (Rel)




Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Padang sebagai OPD yang bertanggungjawab, terus mematangkan persiapan peluncuran MPP.  Direncanakan,


Infonusantara [PADANG]
Pemerintah Kota Padang terus melakukan inovasi dalam pelayanan kepada masyarakat. Sebentar lagi,  masyarakat akan lebih terlayani melalui Mal Pelayanan Publik (MPP).  Dan di MPP ini akan terintegrasi sejumlah bentuk pelayanan. 

Untuk itu, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Padang sebagai OPD yang bertanggungjawab, terus mematangkan persiapan peluncuran MPP.  Direncanakan, pada April mendatang tempat sementara untuk MPP beroperasional sudah dapat ditentukan.

“Penandatanganan komitmen kesiapan penyelenggaraan MPP sudah dilakukan Pemko Padang pada 7 Februari 2018 dengan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi di Jakarta,”ujar Kepala DPMPTSP Kota Padang Rudy Rinaldy saat pertemuan OPD di Media Center Balai Kota Padang, Rabu (28/3).

 MPP merupakan sentral pelayanan kepada masyarakat.  Di MPP ini akan terintegrasi sejumlah bentuk pelayanan. Seperti pengurusan SIUPP,  bantuan hukum,  pelayanan pengurusan SKCK,  dan sebagainya. 

Dikatakan Rudy, akan ada sekitar 78 izin dan 6 nonperizin yang bisa dilakukan di MPP. Selain itu, di MPP juga bekerjasama dengan 12 instansi seperti BPJS, Samsat, BPN, dan Imigrasi.

Lanjut Rudy, tahapan yang telah dilakukan DPMPTSP dalam persiapan MPP itu yakni sosialisasi dan rapat internal dengan OPD Pemko yang mengelola perizinan, serta instansi vertikal terkait. Kemudian, telah ditemukan beberapa lokasi yang representatif untuk MPP sementara waktu.

 “Tempat yang sudah disurvei seperti di Pasar Raya Blok III, Plaza Andalas lantai IV, dan beberapa gedung BUMN. Mudah-mudahan April kita sudah bisa menentukan tempat sementara untuk MPP ini,”jelasnya.

Menurutnya, segala persiapan yang dilakukan untuk meresmikan MPP masih dalam jalur yang tepat (on the track). Peresmian MPP akan dilakukan pada akhir November 2018. “April hingga Juli akan dilakukan penataan ruangan MPP tersebut,”tutur Rudy.  (mc)



Infonusantara [PADANG]
Kepala Bagian Layanan Pengadaan (BLP) Pemerintah Kota Padang, Yoga Nathasa Amin, mengungkapkan, Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 16 tahun 2018 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah mulai diberlakukan 1 Juli 2018. Perpres baru tersebut pengganti Perpres No. 54 Tahun 2010.

Pada Perpres No. 54 tahun 2010 terdapat 19 bab dan 139 pasal, sedangkan pada Perpres No. 16 tahun 2018 hanya 15 bab dan 94 pasal, serta tidak terdapat bagian penjelasan.

"Penyederhanaan peraturan tersebut membuat isi dari peraturan presiden memuat hal-hal yang bersifat normatif. Hal-hal yang bersifat prosedural dan menyangkut tugas dan fungsi, diatur lebih lanjut di dalam peraturan turunan, Peraturan Lembaga Kebijakan Pengadaan Pemerintah (LKPP)," ujar Yoga di ruang Media Center (MC) Diskominfo Kota Padang, Rabu (28/3).

Yoga juga menjelaskan, terdapat 13 hal baru pada Perpres No. 16 tahun 2018 ini. Perbedaan tersebut antara lain ruang lingkup, tujuan pengadaan, dan perencanaan pengadaan.

"Pada Perpres ini pengadaan barang/jasa pemerintah tidak sekadar mencari harga termurah dari penyedia. Tujuan pengadaan saat ini berubah menjadi menghasilkan barang/jasa yang tepat dari setiap uang yang dibelanjakan, diukur dari aspek kualitas, jumlah, waktu, biaya, dan penyedia," tambahnya.

Sedangkan, untuk pekerjaan yang persiapannya dilaksanakan sebelum 1 Juli 2018, tetap berpedoman kepada Perpres 54/2010.

Ini berarti semua pengadaan yang dilaksanakan pada tahun ini (2018) masih tetap menggunakan aturan yang lama. Untuk pekerjaan yang persiapannya dilaksanakan sejak 1 Juli 2018, maka sudah mengacu kepada Perpres No. 16 tahun 2018. Artinya semua pengadaan tahun 2019 sudah wajib menggunakan Perpres No. 16/2018. (mc/ll)

Formulir Kontak

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.