Ketum MUI Sumbar Buya Gusrizal Ingatkan Pemerintah Tidak Paksakan Masyarakat yang Enggan Divaksin

Ketum MUI Sumbar Buya Gusrizal Ingatkan Pemerintah Tidak Paksakan Masyarakat yang Enggan Divaksin.

INFONUSANTARA.NET -- Menyikapi kerisauan umat soal vaksinasi COVID-19, Ketum MUI Sumbar, Buya Gusrizal Gazahar Dt. Palimo Basa angkat bicara.

Buya Gusrizal mengatakan MUI Sumbar sependapat dan mempertegas pernyataan Sekjen MUI pusat mengenai pemerintah harusnya tidak memaksa masyarakat yang tidak mau divaksin karena vaksinasi itu seyogyanya adalah edukasi.

Menurut Buya, hasil rapat komisi fatwa yang menyimpulkan bahwa VAKSIN buatan Sinovac adalah "bersih dari unsur najis" (maaf, saya tidak mempergunakan istilah "suci"), tidaklah otomatis menjadikan vaksin ini boleh digunakan sebelum final kajian tentang keamanan dan efektifitas vaksin tersebut.

Kalaupun alasan kedharuratan dijadikan sebagai pertimbangan untuk membolehkan, perlu diperjelas dahulu tiga hal penting terkait kedharuratan tersebut, yaitu:

1. حجم الضرر (ukuran kemudharatan)

2. قدر الضرورة (qadar kedharuratan)

3. فعالية مزيلة الضرر (efektifitas penghilang kedharuratan)

Lebih jauh Buya menyampaikan Tanpa kejelasan tiga hal tersebut, maka penerapan qaidah kedharuratan sangatlah lemah.

"Di samping itu, karena ini terkait dengan jiwa/nyawa maka tentu pilihan tetap harus ada di tangan umat dan pemaksaan dengan alasan ketundukan kepada ulil amri, tidak muthlaq bisa dipergunakan dalam kasus ini," tegasnya.

Sebelumnya, Dikutip dari Times Indonesia, Sekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI) pusat, Amirsyah Tambunan meminta pemerintah untuk tidak melakukan cara "memaksa" masyakarat yang enggan disuntik vaksin Covid-19.

Diketahui, masyarakat Indonesia terhadap vaksinasi Covid-19 tak semuanya sepakat. Dalam hal itu tokoh Muhammadiyah itu berpendapat edukasi adalah solusi terbaik dalam menerapkan vaksinasi itu dengan baik.

Source: muisumbar


[blogger]

Formulir Kontak

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.