Untungnya Mengkritik di Era Presiden Jokowi, Rocky Gerung Bisa Hilang Kalau di Zaman Soeharto

Irma Suryani di Mata Najwa (ist)

INFONUSANTARA.NET -- Politisi Nasdem Irma Suryani mengatakan, Rocky Gerung merupakan pribadi yang acap merasa paling pintar sendiri. Itulah mengapa, kata Irma, Rocky bisa seenaknya berkata yang buruk terhadap pemerintah.

Kendati Irma merasa kelakuan Rocky Gerung sudah berlebihan, namun pemerintah di bawah kepemimpinan Jokowi tidak menindaknya, melainkan tetap memberi ruang baginya untuk bicara.

“Mengapa? Karena era demokrasi kita sekarang ini sudah kebablasan. Orang sudah merasa dirinya paling bener, paling pinter, dan paling bersih. Cobalah berkaca pada diri sendiri dulu,” sambungnya.

Lebih jauh, Irma menanggapi komentar Rocky yang menganggap Jokowi represif selama menjabat di periode kedua.

Kata Irma, mantan Wali Kota Solo tersebut sama sekali tak represif. Sebab, masyarakat yang hendak berdemo berjilid-jilid saja diperbolehkan.

“Jangan pernah mengatakan Jokowi itu represif. Demo berjilid-jilid dan bertubi-tubi, emang dilarang? Enggak, malah difasilitasi kok. Tapi kalau orang udah melakukan ujaran kebencian dan memprovokasi seperti Rocky, saya pikir harusnya ditanggap nih dia,” tegas Irma.

Politisi Nasdem menilai kritik Rocky Gerung ke pemerintah akan menjadi ancaman untuk dirinya sendiri jika itu dilakukan di er orde baru Presiden Soeharto. Rocky Gerung bisa hilang diculik.

Untungnya, Rocky Gerung mengkritik di era Presiden Jokowi.

Hal itu dikatakan Politisi Partai Nasdem Irma Suryani Chaniago pada diskusi yang berlangsung seru di program Mata Najwa, Rabu (22/10/2020) malam.

"Rocky ini selalu berkomentar seakan-akan paling pinter dan paling bener sendiri. Tahu enggak? Kalau di zaman Soeharto, orang seperti Rocky Gerung ini udah hilang, udah enggak ada. Tapi di era Jokowi, Rocky mencaci maki Jokowi, Jokowi-nya santai-santai saja," ujar Irma. 

Dikutip dari www.hops.idm


[blogger]

Formulir Kontak

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.