Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden Dinny Gahral Adian(istimewa)
Infonusantara.net - Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden, Donny Gahral Adian menekankan pernyataan Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko kepada Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) bukan melempar ancaman. Menurutnya, hal itu hanya peringatan agar KAMI mengkritik pemerintah sesuai koridor.

"Itu bukan ancaman. Itu semata-mata mengingatkan bagi mereka yang memberikan catatan ke pemerintah, agar di dalam koridor peraturan UU berlaku. Artinya, jangan kemudian memiliki agenda-agenda yang politis dan tidak rasional," kata dia kepada wartawan, Jumat (2/10).

Menurutnya, Moeldoko hanya memberi peringatan yang masih sebatas kewajaran. Untuk mengingatkan sesama anak bangsa, agar memberi catatan kepada pemerintah yang masuk akal, tidak bercorak politik praktis atau tidak bermain politik praktis.

"Jangan kemudian bermain politik dan ganggu stabilitas. Itu saya kira apa yang dimaksud Pak Moeldoko," ujarnya.

"Tidak ada ancaman. Itu mengingatkan, memberikan masukan dalam demokrasi wajar, tetapi jangan kebablasan. Tahu batas. Bahwa kita sekarang sedang mengalami krisis," sambungnya.

Donny menegaskan, yang dibutuhkan saat ini kalau stabilitas, bukan instabilitas. Dia bilang, bila bermain politik, maka apabila ada yang kebablasan atau melanggar aturan, pasti ada konsekuensinya.

"Risiko bukan ancaman, tetapi konsekuensi logis dari gerakan yang melewati batas-batas," ucapnya.

Donny menambahkan, sejumlah masukan-masukan dari KAMI ada yang bisa pemerintah. Tetapi, bila dilihat dari dinamika belakangan ini sifatnya sudah menjadi manuver politik. sehingga, bukan catatan yang sifatnya murni, karena ada indikasi ada politik praktis.

"Sah-sah saja sebenarnya, tapi harus diingat bahwa kita sedang menghadapi krisis akibat Covid-19. Jadi, apabila manuver politik dilakukan, yang dirugikan negara dan rakyat Indonesia," pungkasnya dilansir dari merdeka.com.

Sebelumnya, Presidium Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Din Syamsuddin menjawab peringatan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko. Moeldoko sebelumnya meminta agar KAMI tak mengganggu stabilitas politik tanah air.

Din mengingatkan, Moeldoko tidak melempar ancaman. Arogansi kekuasaan demikian sudah ketinggalan zaman.

"KAMI mengingatkan Bapak KSP Moeldoko dan jajaran kekuasaan untuk tidak perlu melempar 'ancaman' kepada rakyat. Pada era demokrasi modern dewasa ini arogansi kekuasaan, sikap represif dan otoriter sudah ketinggalan zaman," ujar Din dalam siaran pers, Jumat (2/10).

Din menilai, pernyataan Moeldoko justru menjadi pelecut untuk tetap beristikamah dalam perjuangan.

"KAMI bukan kumpulan orang-orang pengecut, karena para insan yang bergabung dalam KAMI adalah mereka yang menyerahkan segala urusan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, Allah SWT, dan hanya takut kepada-Nya," imbuhnya.


 
Top