Nasrul Abit bersama masyarakat

INFONUSANTARA.NET -- Generasi muda yang saat ini duduk di bangku sekolah dan perguruan tinggi merupakan penerus bangsa. Di tangan mereka terdapat masa depan negara ini. Oleh sebab itu, pendidikan berkarakter merupakan harus diterapkan untuk membentuk pribadi yang berakhlak baik, jujur, dan bermoral Pancasila.

Pendidikan berkarakter juga menjadi salah satu aspek penting untuk mewujudkan Sumbar Unggul, moto calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Nasrul Abit-Indra Catri. Pasangan nomor urut 2 ini paham betul bahwa untuk menjadi unggul, pendidikan adalah kuncinya.

“Pendidikan sangat penting, apalagi di era digital ini dan juga kualitas pendidikan harus sama rata antara perkotaan dan daerah terpencil. Ini menjadi tugas bersama nantinya,” ujar Nasrul Abit, Selasa (13/9).

Apa saja program Sumbar Unggul dari segi pendidikan berkarakter? Pertama, menyiapkan kurikulum pendidikan berkarakter bermuatan kearifan lokal sesuatu kewenangan pemerintah provinsi dan pemerintah daerah.

Pasangan yang diusung Partai Gerindra ini juga bakal meningkatkan tunjangan guru honorer SMA sederajat. Selain itu, mereka akan meningkatkan kualitas dan kuantitas sarana pendidikan sejalan dengan peningkatan kapasitas tenaga pendidikan. 

Keduanya akan meningkatkan kapasitas tenaga pendidikan melalui skema bantuan beasiswa S-2 dan S-3. Pihaknya juga bakal mencetak 1.000 doktor dalam lima tahun masa kepemimpinan.

“Dalam satu tahun akan dibantu 200 calon doktor sehingga dalam lima tahun target ini tercapai,” kata Nasrul Abit.

Program selanjutnya ialah memberikan bantuan dana pendidikan bagi madrasah dan pesantren untuk meningkatkan kualitas proses belajar mengajar. Mereka juga akan meningkatkan anggaran dana beasiswa bagi siswa dan mahasiswa kurang mampu dan mahasiwa berprestasi ke perguruan tinggi dalam dan luar negeri.

NA-IC juga bakal memfasilitasi perangkat pembelajaran digital secara bertahap seperti peralatan dan aplikasi yang dibutuhkan. Dalam kondisi pandemi Covid-19, yang tidak ada yang tahu kapan akan berakhir, kebutuhan fasilitas digital sangat diperlukan.

“Juga ada pelatihan-pelatihan bagi guru dan tenaga kependidikan dengan beragam skema untuk meningkatkan kemampuannya,” ujar Bupati Pesisir Selatan periode 2005—2015 tersebut.(*)

 
Top