Isu PKI di Pilgub Sumbar, Gerindra: Ada yang Takut Nasrul Abit Menang

 

Nasrul Abit (istimewa)

INFONUSANTARA.NET -- Calon Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit diterpa isu sebagai keturunan PKI. Partai Gerindra mengatakan isu PKI yang digulirkan kepada kadernya itu muncul karena ada pihak yang takut Nasrul Abit memenangi Pilkada Sumatera Barat (Sumbar) 2020.

Dilansir dari detikNews."Ketakutan orang yang tidak mau yang bersangkutan menjadi gubernur membuat panik sehingga, karena kehabisan akal, digulirkanlah isu PKI ini," kata Ketua Harian Gerindra Sufmi Dasco Ahmad kepada wartawan, Kamis (22/10/2020).

Dasco pun menjelaskan rekam jejak Nasrul Abit yang pernah menjadi Bupati Pesisir Selatan dan Wakil Gubernur Sumbar. Menurut Wakil Ketua DPR ini, Nasrul Abit dapat menjabat kedua posisi itu tanpa ada isu miring.

"Nasrul Abit telah menjadi bupati, telah pernah menjadi wagub tanpa ada isu yang miring, sudah pernah mau dikriminalisasi juga tapi untungnya Polri profesional sehingga yang bersangkutan sampai saat ini dapat beraktivitas dengan baik dan lancar," ujar Dasco.

Sementara itu, Ketua DPD Gerindra Sumbar Andre Rosiade menilai kejadian ini sebagai bentuk kepanikan karena sejumlah pihak melihat pasangan Nasrul Abit-Indra Catri (NAIC) berpotensi menang di Pilgub Sumbar. Oleh sebab itu, menurutnya, ada pihak yang memainkan isu PKI tersebut.

"Menurut saya, ini bentuk panik dari orang atau pihak lain yang sengaja memainkan karena melihat potensi pasangan NAIC ini berpotensi memenangi Pilkada Sumbar. Ini satu, berpotensi, makanya coba-coba dihalang-halangi oleh isu PKI," kata Andre, terpisah.

Andre beranggapan kemunculan isu PKI ini karena ada lawan politik yang takut dan panik. Namun ia mengatakan Partai Gerindra tidak ambil pusing atas kejadian itu.

"Menurut saya, ini bentuk kepanikan dan ketakutan dari lawan. Tapi intinya bagi kami, kami tidak ambil pusing, kami sudah memaafkan dan terus bekerja dan meyakini rakyat ingin perubahan dan perubahan itu dan solusi itu jawaban di pasangan Nasrul Abit dan Indra Catri," tegasnya.

Untuk diketahui, masyarakat dan perantau Minang mulai diramaikan dengan isu keturunan Partai Komunis Indonesia (PKI) yang ditujukan kepada calon Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit. Merespons hal ini, Nasrul pun membantah dan menyertakan bukti terkait isu miring yang ditujukan kepadanya.

"Anak PKI dari mana?" katanya dalam keterangan tertulis, Kamis (21/10)

Menurutnya, tuduhan anak PKI bukan merupakan hal yang masuk akal karena awal mula kariernya sebagai PNS di Lampung. Nasrul menjelaskan, pada 1970-an, mustahil seorang yang punya garis keturunan PKI bisa lolos seleksi PNS karena masa itu merupakan masa Orde Baru.

Meskipun demikian, Nasrul mengaku memaafkan orang-orang yang memfitnahnya. "Saya diajarkan agama oleh orang tua saya dan tidak boleh dendam. Saya doakan mereka diampuni Allah," katanya.


[blogger]

Formulir Kontak

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.