Duaarrr kaget, Jalan Presiden Jokowi di UEA dibarter lahan 256 Ha di Kaltim

Duaarrr kaget, Jalan Presiden Jokowi di UEA (Uni Emirat Arab)

Jalan Presiden Joko Widodo di Abu Dhabi. Foto Instagram @jokowi

INFONUSANTARA.NET--Topik 256 Ha atau hektar sedang menjadi trending di media sosial Twitter. Ternyata topik itu muncul dari cuitan Koordinator Jaringan Advokasi Tambang Nasional (Jatam), Merah Johansyah yang menyindir satu ruas Jalan Presiden Jokowi dibarter lahan 256 Ha di Kalimantan Timur untuk Uni Emirat Arab.

Lahan tersebut ada di Kalimantan Timur atau wilayah Ibu Kota Baru. Cuitan aktivis Jatam itu belakangan trending dan ramai topik Jalan Presiden Jokowi dibarter 256 Ha tersebut.

Calon Ibu Kota baru RI, Penajam Paser Utara. Foto: Suara.com

Merah Johansyah mengaitkan satu ruas jalan yang dinamai Jalan Presiden Joko Widodo di Abu Dhabi ini dengan pengelolaan lahan 256 ha di Kalimantan Timur oleh Uni Emirat Arab.

Praktik ini, tulis Merah, menunjukkan praktik oligarki pebisnis yang bermain di Indonesia. Malah Merah menyebutkan Jalan Presiden Joko Widodo dibarter lahan 256 Ha ini disindir dengan praktik Omnubus Law.

“1 ruas jalan di kawasan bisnis untuj plang nama Jokowi sementara 256 ribu ha atau empat kali luas Jakarta utk dinasti Uni Emirat Arab di Kaltim. Peragaan bisnis pasca omnibus Cilaka yg melindas buruh dan lingkungan

Menuju omnibus penggadaian selanjutnya berkedok proyek ibukota baru,” tulis Merah dakam cuitannya dikutip Jumat 23 Oktober 2020.

Ada kaitannya lho antara proyek Ibu Kota Baru dengan Uni Emirat Arab. Malahan sudah dirilis kan, putra mahkota Abu Dhabi menjadi ketua Dewan Pengarah Ibu Kota Baru.

Makanya Merah menyindir praktik tukar lahan, satu ruas Jalan Presiden Joko Widodo dengan 256 Ha lahan di Kalimantan Timur untuk Uni Emirat Arab.

“Seruas jalan untuk 256 ribu hektar atau setara 4 kali luas Jakarta di Kaltim dgn kemasan megaproyek ibukota baru yang menenggelamkan mimpi dan harapan generasi mendatang menghirup oksigen dari ekosistem Kalimantan,” tulis Merah.

Cuitan aktivis Jatam itu direspons beberapa pihak. Salah satunya aktivis haris Rusly Moti.

“Sobat, duaarrr kaget baca penjelasan @Merah_Johansyah,” tulisnya.

Warganet lainnya mengomentari postingan Koordinator Jatam tersebut.

“Karena ijon politik lintas kabupaten/provinsi sudah biasa, jokowi memutuskan ijon politik lintas benua,” balas akun @panggilakulamda.

Jokowi berterima kasih

Sebelumnya, melalui instagram pribadinya Jokowi menceritakan namanya menjadi nama seruas jalan di Kota Abu Dhabi, Uni Emirat Arab yang diresmikan oleh Sheikh Khalid bin Mohammed bin Zayed Al Nahyan, Chairman Abu Dhabi Executive Office.

Presiden Joko Widodo merasa terhormat, namanya menjadi nama jalan. Ia menganggap hal tersebut sebagai apresiasi kepada Bangsa Indonesia.

“Ini tentu bentuk penghargaan dan kehormatan. Bukan untuk saya pribadi semata-mata, tetapi untuk Indonesia. Sebuah gambaran betapa eratnya hubungan di antara dua negara yang kini bekerja sama dalam berbagai bidang,” lanjut Jokowi.

Menurut Jokowi, di balik penamaan jalan itu, tersimpan harapan hubungan kedua negara semakin kokoh, saling menguatkan, dan bermanfaat bagi rakyat Uni Emirat Arab dan Indonesia. “Terima kasih,” tulis Jokowi.

Sumber :www.hops.id

[blogger]

Formulir Kontak

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.