October 2019


Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Sumbar H.Erman Rahman menyampaikan sambutan pada pembukaan Bimtek Jitu Pasna (humas)
Infonusantara.net-Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) laksanakan Bimtek Pengkajian Kebutuhan Pasca Bencana (Jitu Pasna) bagi jurnalis media cetak, elektronik dan online serta BPBD kabupaten/kota se-Sumbar di Grand Rocky Hotel Bukittinggi berlangsung 30 Oktober hingga 2 November 2019.

Acara Bimtek Pengkajian Kebutuhan Pasca Bencana (Jitu Pasna) ini untuk pertama kali dilaksanakan dan dibuka oleh Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Sumbar, H.Erman Rahman serta narasumber Yuliandre Darwis, Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat. 

Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) termasuk daerah yang menjadi gudangnya bencana. Hampir semua jenis bencana, ada di Sumbar, seperti banjir, longsor, gunung merapi termasuk potensi tsunami. Karena itu dibutuhkan kesadaran yang tinggi dari masyarakat agar tidak menimbulkan banyak korban.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Sumbar, Erman Rahman mengatakan, saat ini sudah ada sebanyak 32 unit sirene dalam rangkaian early warning system (EWS), yakni peralatan yang dapat menginformasikan bencana dengan cepat yang tersebar di daerah kawasan pesisir Sumbar.

Ketua pelaksana Bimtek Jitu Pasna yang juga Kabid Rehab Rekon BPBD Sumbar, Suryadi Eviontri menyampaikan sambutan. (humas)
"Tahun ini kita upayakan ada penambahan 21 unit EWS yang disebar untuk daerah kawasan pesisir Sumbar. Sementara, khusus untuk Mentawai akan diajukan penambahan sebanyak 19 unit pada 2020," sebut Erman dalam pembukaan kegiatan Bimtek Pengkajian Kebutuhan Pasca Bencana (Jitu Pasna) pada Rabu (30/10) malam, di Bukittinggi.

Erman menyebut, anggaran BPBD terkait kebutuhan rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana di Sumbar saat ini tidak mencukupi bila hanya mengandalkan dana APBD Sumbar. Syukur, BNPB membantu dana rehab rekon dengan jumlah yang cukup besar di lima daerah di Sumbar, seperti Padang Pariaman,Tanah Datar  Kabupaten Solok, Sawahlunto dan Sijunjung.

Lebihlanjut diutarakan,kendala yang kerap dihadapi terkait pengajuan dana rehab/rekon ke Pusat adalah sekaitan persoalan data, keakuratan dan kecepatan. Syaratnya harus responsif, segera. Laporan pasca bencana harus segera dari kabupaten/kota untuk diteruskan ke provinsi hingga ke Pusat. Soal teknis ini, ungkapnya kerap jadi persoalan dan temuan BPKP sehingga pengajuan dana bantuan rehab/rekon jadi terkendala.

"Untuk itu melalui kegiatan Bimtek Jitu Pasna yang melibatkan jajaran BPBD daerah dan jurnalis di Sumbar, dapat terbangun integrasi dan kolaborasi dalam menghimpun data lapangan yang akurat dan cepat," pungkasnya. 

Ketua panitia pelaksana Bimtek yang juga Kabid Rehab Rekon BPBD Sumbar, Suryadi Eviontri menyampaikan, tujuan bimtek ini agar jurnalis dapat memberikan gambaran terkait penghitungan cepat pasca bencana, yang nantinya juga dapat disampaikan pada anggota BPBD Kabupaten/kota dan provinsi.

Foto bersama peserta Bimtek Jitu Pasna (humas)

Lebihlanjut disampaikan, awalnya Bimtek Jitu Pasna ini dialokasikan hanya untuk 70 an jurnalis cetak, elektronik dan online, ternyata peminatnya sangat banyak, bahkan hampir 200 media yang ingin ikut. Karena keterbatasan anggaran, ke depannya kami akan mengakomodir rekan-rekan jurnalis yang tidak bisa ikut. Karena itu kedepan, bimtek yang sama juga bisa kita adakan untuk jurnalis di 19 kabupaten /kota di Sumbar.

“Kita berharap kedepan ada angkatan berikutnya. Harapan kita, semakin banyak jurnalis mengikuti Bimtek Jitu Pasna ini, akan semakin baik bagi informasi kebencanaan dan edukasi pada masyarakat,” pungkas Suryadi.

Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat, Yuliandre Darwis(humas)
Sementara itu Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat Yuliandre Darwis, berharap momen spesial bimtek jurnalis ini dapat menghasilkan sinergitas antara BPBD dan media sehingga bisa saling sharing informasi, sehingga informasi yang disampaikan pada masyarakat betul betul informasi yang valid dan layak dipercaya.

Jurnalis pemberitaan kebencanaan wajib mencari sumber informasi yang tepat.Disinilah peran media menjadi sangat strategis dalam memberitakan dan menginformasikan kebencanaan secara objektif dan proporsional. Jauhkan konsep hoaks, jangan hanya karena untuk mendapatkan berita yang ‘badnews is good news‘ mengabaikan sisi kemanusiaan dan melanggar Kode Etik Jurnalistik yang ada. 

“Semoga BPBD Sumbar dapat memanfaatkan momen ini untuk membentuk satu grup untuk bisa saling sharing informasi. Semoga BPBD Sumbar bisa jadi pelopor dalam memberikan informasi yang cepat dan berkualitas soal kebencanaan pada masyarakat,” pungkasnya.(inf)


Foto: Suasana reses III anggota DPRD Kota Padang Elly Thrisyanti 
Infonusantara.net - Pada reses masa sidang III akhir tahun ini, anggota DPRD Kota Padang Dapil III, Elly Thrisyanti menyerap aspirasi masyarakat.Kegiatan dilaksanakan di Lubuk Begalung baru – baru ini.

Elly mengatakan, khususnya untuk Kecamatan Lubuk Begalung, infrastruktur masih menjadi permasalahan pokok. Diantaranya, persoalan drainase yang masih butuh penanganan serius dari hulu hingga ke hilir.

“Seperti di kawasan Arai pinang, jika turun hujan dua jam saja maka banjir bisa setinggi betis orang dewasa. Selain itu persoalan jalan juga masih ada,  ” kata Elly pada media ini disela - sela kegiatan reses.

Selain itu juga ada permintaan dari masyarakat terkait sarana dan prasarana olahraga. Permintaan tersebut sudah saya masukkan melalui pokir ke Dispora Padang. Namun dari dinas sendiri tidak ada program untuk pembangunan sarana dan prasarana olahraga ini. Sehingga untuk sarana olahraga tidak bisa dipenuhi ,” ujarnya.

Menurut Elly Thrisyanti, tentang salah satu program unggulan Walikota Padang yakni Youth Center, kalau dapat nantinya jangan disentralisasi saja. Sedapat mungkin disebar di semua kawasan di Kota Padang.

“Kota Padang ada 11 Kecamatan, 104 kelurahan, minimal ada sarana sederhana saja untuk youth center,” ulas legislator Partai Gerindra dua periode itu.

Selain itu, juga ada pembinaan ekonomi masyarakat yakni pemberdayaan perempuan berbasis kelurahan. Periode yang lalu sudah melaksanakan program ini dengan memberikan bantuan sebanyak 150 gerobak lengkap dengan isi untuk makanan dan jus serta bantuan mesin jahit.

“Untuk program pemberdayaan perempuan berbasis kelurahan ini, Insyaa Allah, saya sendiri bertekad kedepannya terus berkelanjutan tiap tahun. Karena permintaan dari masyarakat cukup banyak,” ujar Ketua DPRD Kota Padang periode sebelumnya itu.

Elly menambahkan, untuk bantuan mobiler di sekolah sekolah, periode lalu juga sudah melaksanakannya. Walaupun itu tidak seberapa. Seperti dalam setahun itu melalui pokir dapat membantu untuk lima sekolah, begitu juga tahun berikutnya.

“Kemudian pembelian komputer untuk Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), melalui dana pokir sudah kita lakukan untuk lima SMP dengan anggaran Rp.100juta per sekolah, ” ungkapnya.

Camat Lubuk Begalung Wilman Mukhtar mengatakan sangat berterimakasih dengan kegiatan reses yang diselenggarakan anggota DPRD Kota Padang. Terutama untuk Elly Thrisyanti untuk periode kedua di DPRD Kota Padang sangat antusias disambut masyarakat.

“Harapannya tentu kita di Kecamatan sangat butuh dukungan dari anggota dewan. Seperti aspirasi yang telah ditampung nanti kita percepat di musrenbang,” pungkasnya. (inf)

GM PLN UIW Sumbar Bambang Dwiyanto menyapa pegawai lini depan dalam pelayanan ketika upacara HLN dan Sumpah Pemuda (Ist)
Infonusantara.net - PLN Unit Induk Wilayah Sumatera Barat mengundang beberapa pegawai yang bertugas di lini terdepan pelayanan untuk mengikuti acara peringatan Hari Listrik Nasional (HLN) ke 74 di kantor induk Padang.

Hal ini merupakan bentuk apresiasi manajemen PLN kepada para pegawai garda terdepan tersebut.

Selama berada di Padang mereka mengikuti upacara peringatan HLN yang digelar bersamaan dengan upacara peringatan hari sumpah pemuda 28 Oktober 2019, audiensi dengan manajemen UIWSB, mengunjungi kantor unit pengatur distribusi sumbar dan serangkaian acara peringatan lainnya.

Tercatat 11 pegawai supervisor kantor pelayanan (KP) hadir sejak hari minggu hingga Selasa.

Mayoritas dari mereka yang hadir adalah para pegawai muda PLN yang sehari-harinya ditugaskan untuk mengawal pelayanan di kantor-kantor jaga terluar di Sumatera Barat, seperti PLTD Tuapejat di Mentawai, Kantor Pelayanan Rao dan Ujung Gading di Lubuk Sikaping,Tapan di Balai Selasa, Pulau Mainan di Sungai Rumbai, Lubuk gadang di Muaralabuh, dan Pangkalan di Limapuluh Kota.

"Mereka selama ini bertugas di lini depan pelayanan PLN. Mereka sehari-hari melayani masyarakat di wilayahnya masing-masing. Pada peringatan HLN ini manajemen ingin mengapresiasi mereka dengan mengundang ke kantor induk. Hal ini sekaligus untuk memperoleh masukan tentang kondisi pelayanan PLN di daerah-daerah terjauh dalam rangka peningkatan layanan" terang General Manager Bambang Dwiyanto.

Lebih lanjut Bambang juga menjelaskan bahwa semangat Sumpah Pemuda juga sejalan dengan semangat PLN untuk membangun kelistrikan Nasional secara lintas generasi.

Tema besar Peringatan HLN dan Sumpah Pemuda di tahun ini dapat dikolaborasikan sehingga para pemuda terbaik bangsa di PLN dapat saling bersinergi untuk memajukan bangsa menerangi negeri.

Pegawai lini depan PLN Sumbar bersama manajemen di tingkat wilayah (Ist)
Pewarta: Retno 

Anggota DPRD Kota Padang periode 2019-2024, Meilasa Waruwu dari PDI Perjuangan Dapil IV Padang Selatan dan Padang Timur 
Infonusantara.net - Anggota DPRD Kota Padang Meilasa Waruwu dari PDI Perjuangan menjemput aspirasi masyarakatnya dalam rangka agenda kegiatan reses masa sidang III tahun 2019, di Jalan Bukit Bak Air, Kelurahan Teluk Bayur, Kecamatan Padang Selatan, Sabtu (26/10)

Agenda reses masa sidang III tahun 2019 ini merupakan reses yang pertama kali dilaksanakan oleh Meilasa Waruwu selaku anggota DPRD Kota Padang terpilih periode 2019-2024 dari PDI Perjuangan, Dapil Padang IV, Kecamatan Padang Timur dan Padang Selatan ini.

Meilasa Waruwu foto bersama di reses masa sidang III dengan masyarakat Bukit Bak Air Kelurahan Teluk Bayur 
Meilasa Waruwu mengatakan, melalui kegiatan reses ini diharapkan bisa menjalin silaturahmi yang lebih baik dan sebagai sarana untuk penyampaian aspirasi oleh masyarakat Jalan Bukit Bak Air, Kelurahan Teluk Bayur, Kecamatan Padang Selatan. Selain itu reses ini tentunya guna menjemput aspirasi masyarakat yang urgent, permasalahan - permasalahan yang mendesak ditengah masyarakat. 

"Untuk reses pertamanya ini, kata Meilasa Waruwu lebih memprioritaskan dan fokus terlebih dahulu pada pembangunan akses jalan - jalan setapak khususnya di daerah Bukit Bak Air dan sekitarnya," ungkap Meilasa Waruwu pada Harian Umum Koran Padang disela - sela kegiatan reses.

Kenapa kita lebih memprioritaskan untuk pembangunan jalan - jalan setapak ini ! , ya karena masih banyak di daerah ini jalan -jalan yang tidak bisa dilewati walaupun ditempuh dengan berjalan kaki apalagi dengan kendaraan bermotor. Sementara jumlah masyarakat yang berdomisili disini sudah cukup banyak sekali.

Meilasa Waruwu bersama tokoh pemuka masyarakat setempat 
Ia menilai, meski masyarakat di Jalan Bukit Bak Air ini tinggal di daerah kawasan perbukitan. Tapi yang namanya pembangunan itu haruslah merata dan  di mulai dari akses jalan lingkungnya terlebih dahulu. Sudah tentu dengan adanya akses jalan yang baik, kedepannya semua aktivitas masyarakat dapat berjalan lebih baik lagi, begitupun perekonomian masyarakatnya.

Lebihlanjut disampaikan, sebelumnya kita juga telah bersama - sama dengan para pemuka masyarakat, tokoh adat, tokoh agama setempat ber sepakat untuk lebih mendahulukan  pembangunan untuk akses jalan - jalan setapak ini. Nah janji tersebut akan kita perjuangkan bersama - sama dan diusahakan bisa terealisasikan.

"Selaku wakil rakyat yang telah diberikan kepercayaan serta amanah oleh masyarakat, tentunya saya akan memegang amanah tersebut untuk berjuang mewakili aspirasi masyarakat di legislatif dan eksekutif kedepannya.  Dia juga menekankan agar semua usulan yang ingin dimasukkan untuk daerah Bukit Bak Air ini untuk segera membuatkan proposalnya agar bisa di anggarkan di tahun 2020 realisasi tahun 2021," pungkas kader PDI Perjuangan ini.


Salah seorang pemuka masyarakat setempat, Sayadin Hura yang lebih akrab disapa Ama Iwan dalam kesempatan tersebut menyampaikan, 
melalui anggota DPRD Kota Padang, pak Meilasa Waruwu tentunya kita sangat berharap sekali agar bisa memperjuangkan aspirasi, harapan kita bersama dari masyarakat Bukit Bak Air ini. 

"Mudah - mudahan  pembangunan infrastruktur serta pembangunan disemua sektor kedepannya bisa lebih baik disini dan dapat kita rasakan bersama - sama manfaatnya melalui anggota DPRD Kota Padang, wakil rakyat yang kita percayakan mencarikan solusi dan  memperjuangkan permasalahan urgent ditengah masyarakat di pemerintahan baik legislatif maupun eksekutif , " pungkasnya. 

Hadir dalam kesempatan tersebut tokoh masyarakat, tokoh adat, pemuda serta antusias warga setempat untuk mengikuti kegiatan reses itu.(bim)

GM PLN UIW Sumbar Bambang Dwiyanto menyerahkan cenderamata ke pengelola Pujasera Taman Puri, Ujung Gurun, Kota Padang. (Ist)
Infonusantara.net - PT. PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Sumatera Barat resmikan Program Ambassador Electrifying Lifestyle, program pemakaian kompor induksi untuk pelaku Usaha Kecil dan Mikro (UKM) di Arena Pujasera Taman Puri Ujung Gurun, Kota Padang, Selasa (15/10/2019)

Peresmian Program Ambassador Electrifying Lifestyle tersebut dilakukan oleh Eksekutif Vice President Kontruksi Regional Sumatra Adi Lumakso didampingi GM PLN UIW Sumbar Bambang Dwiyanto.

Di arena Pujasera Taman Puri Ujung Gurun ini, dari sore hari hingga tengah malam terdapat aktivitas para pelaku usaha kecil dalam melayani masyarakat pencinta kuliner yang ingin memanjakan lambung mereka. Beragam sajian kuliner bisa dinikmati mulai dari sate, martabak, pecal lele, bakso, dan bubur kacang hijau serta jenis lainnya. 

GM PLN UIW Sumbar Bambang Dwiyanto memberikan sambutan pada peresmian program Ambassador Electrifying Lifestyle di Pujasera Taman Puri Ujung Gurun Kota Padang (ist)
General Manager PLN UIW Sumbar 
Bambang Dwiyanto mengatakan, menggunakan kompor induksi atau kompor listrik pedagang akan lebih efisien 30 persen dari menggunakan bahan bakar elpiji. Selain efisien dari aspek biaya produksi, juga tanpa api dalam aktivitas dagangan di Pujasera Taman Puri ini.

"Menurut Bambang, meski tanpa muncul api di kompor induksi tetapi tidak mempengaruhi pada rasa makanan yang disajikan. Karenanya pihak PLN UIW Sumbar mendorong para pelaku usaha kecil di Pujasera ini tetap konsisten menggunakan kompor induksi, " pungkasnya. 

Sementara Exsecutiv Vice Presiden Konstruksi Regional Sumatera, Adi Lumakso dalam sambutannya pada peresmian Program Ambassador Electrifying Lifestyle tersebut mengapresiasi gagasan PLN UIW Sumbar.

Ke depan, kata dia, bisa muncul ambassador-ambassador yang sama ditempat lain di wilayah Sumatera Barat, bahkan umumnya di Sumatra. Tentunya dengan menyampaikan keunggulan pemakaian kompor induksi yang tidak menimbulkan emisi, polusi dan ramah lingkungan.

"Upaya ini tentu bentuk dukungan PLN dalam program Go Green. Maka dibutuhkan dukungan semua elemen masyarakat. Disamping itu pemakaian kompor induksi inisudah mendapatkan dukungan dari gubernur Sumatera Barat. Semoga ke depan terus banyak masyarakat yang memanfaatkannya," ujarnya.

Pada kesempatan itu juga dilangsungkan menginput token pada Stasiun Penyedia Listrik Umum (SPLU) yang berada dilokasi Pujasera Taman Puri tersebut. Selain itu Manajemen PLN UIW Sumbar juga sekaligus menyerahkan bantuan untuk kebutuhan anak di Panti Asuhan Tuna Grahita Bunda. (~"~)




General Manager PLN UIW Sumbar Bambang Dwiyanto didampingin Eksekutif Vice President Konstruksi Regional Sumatra Adi Lumakso didampingi tengah mencoba menyalakan listrik sambungan gratis di rumah warga Dimar (90) Sungai Pisang, Bungus Teluk Kabung Padang, Selasa. (Ist)

Infonusantara.net - PT. PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Sumatera Barat (Sumbar) meresmikan pemasangan sebanyak 184 sambungan baru gratis bagi masyarakat kurang mampu melalui program yang bertajuk one man one hope.

Peresmian program one man one hope oleh Eksekutif Vice President Konstruksi Regional Sumatra Adi Lumakso didampingi General Manager PLN UIW Sumbar Bambang Dwiyanto di Sungai Pisang, Bungus Teluk Kabung Padang, Selasa.

Dua warga yang mendapatkan sambungan listrik 450 VA secara gratis dan dites menyalakan pada peresmian program tersebut di Sungai Pisang, yakni di rumah Sarijon (30) dan Dimar (90).

GM PLN UIW Sumbar Bambang Dwiyanto mengatakan, program one man one hopeadalah penghimpunan sumbangan dari para karyawan PLN yang digunakan untuk pemasangan sambungan baru bagi masyarakat yang membutuhkan.

Jumlah dana yang terhimpun mencapai Rp134 juta lebih sehingga bisa pemasangan sambungan meter baru secara gratis sebanyak 184 pelanggan.

Pelanggan yang mendapatkan sambungan gratis itu, jelas dia, tersebar di Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Area Padang 87 kepala keluarga (KK), UP3 area Solok 38 KK, area Bukittinggi 29 KK dan UP3 Payakumbuh 30 KK.

Program one man one hope ini dapat dikatakan merupakan kegiatan sosial dari para karyawan PLN dalam membantu masyarakat untuk menikmati penerangan.

"Semoga dengan adanya program ini dapat dimanfaatkan sehingga bisa menikmati penerangan listrik dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat,"ujarnya.

Jika selama ini, kata Bambang, mungkin warga hanya menikmati penerangan dengan lampu dinding atau lampu petromak, tapi setelah adanya sambungan gratis bisa mendapatkan penerangan yang layak.

Eksekutif Vice President Konstruksi Regional Sumatra Adi Lumakso mengatakan program ini diinisiasi oleh karyawan dan murni sosial untuk berbagi.

Menurut dia, program ini harus ditularkan ke wilayah lain sehingga dapat membantu masyarakat untuk dapat penerangan yang layak.

Secara pembayaran bulanan jelas lebih murah bila dibandingkan dengan masyarakat menggunakan lampu teplok atau petromak, tambahnya.

"Semoga ke depan program bisa dilaksanakan di daerah dan konsisten karyawan PLN memberikan sumbangan tetap berlanjut"ujarnya.

Warga Sarijon (30) seorang nelayan tampak terpancar senyum bahagianya karena dapat terpilih sebagai program penyambungan baru gratis dari PLN Area Padang.

"Terima kasih kami kepada jajaran PLN area Padang yang melakukan penyambungan baru gratis," ujarnya.

Selama ini, ungkap dia, sebagai penerang di rumahnya dan untukmenonton televisi dari hasil menyambung ke rumah tetangga dan biaya sekitar Rp70-100 ribu per bulan.

Pria yang hari-harinya bekerja sebagai nelayan itu, bertekad bisa untuk membayar tagihan bulanan listrik rumahnya tersebut.


Dalam kesempatan itu Yayasan BaitulMall PLNjuga menyalurkan sebanyak 50 paket sembilan kebutuhan pokok (Sembako) kepada masyarakat di Sungai Pisang.Manajemen PLN menyerahkan bantuan Sembako kepada warga Sungai Pisang dari Yayasan Baitul Mall PLN. (Ist)


Infonusantara.net - Kementerian Komunikasi dan Informatika mengajak generasi muda untuk memperteguh semangat persatuan dan kesatuan di tengah keberagaman bangsa Indonesia, antara lain dengan bijak dalam menggunakan media sosial di era digital saat ini. 

Anggota Komisi I DPR RI,  Dapil Sumbar I , Dasrizal Basir menyampaikan bahwa kehadirannya dalam kegiatan diskusi publik yang dilaksanakan di salah satu hotel di Kota Padang, Sumatera Barat, Jum'at (11/10 /2019) adalah dalam rangka melaksanakan kerja sama antara Komisi I DPR RI dengan Kementerian Komunikasi dan informasi (Kominfo).

"Yaitu bersama -sama mengembangkan program Diskusi Publik Dalam Rangka Merajut Kebhinekaan Yang Bijak Bermedia Sosial, " ujarnya usai melakukan pembukaan kegiatan diskusi publik tersebut pada sejumlah awak media. 

Dasrizal mengatakan, kita tahu negara kita ini adalah negara yang besar, dimana negaranya termasuk negara yang aktif didalam menggunakan media sosial. Dari 260 juta jumlah penduduk kita, separoh nya adalah pengguna kebutuhan internet. Ini jumlah yang cukup besar sekali. 

Kepala Dinas Kominfo Sumbar Yeflin Luandri bersama Anggota Komisi I DPR RI Dasrizal Basir, Direktur Tata Kelola dan Kemitraan Komunikasi Publik Ditjen Informasi dan Komunikasi Publik,Selamatta Sembiring disambut dengan Tari Pasambahan pada pembukaan acara Forum Diskusi Publik, Jum'at (11/10/2019)

Nah untuk itulah kita bersama - sama dengan Kominfo turun kedaerah - daerah pemilihan memberikan arah yang baik melalui diskusi dan metode yang tepat dalam menggunakan media sosial yang tepat untuk persatuan dan kesatuan. "Ini lah program yang sama sama kita jalankan bersama Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo)  " paparnya. 

"Harapan kedepannya pada program ini agar frekuensi nya ditambah lagi,juga dalam bentuk yang lebih canggih lagi yang dikembangkan serta dengan jumlah audiens yang lebih banyak. Kemudian untuk wilayah Sumbar I sendiri sesuai Dapil saya ungkap Dasrizal Basir, bersama Kominfo sudah turun langsung dan sebagian besar daerah- daerahnya sudah kita sosialisasi kan program ini, " pungkasnya. 

Sementara Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Sumatera Barat, Yeflin Luandri mengatakan untuk era digital saat ini sekitar 50 hingga 60 persen pengguna handphone yang menggunakan media sosial dengan level tertinggi adalah melalui Instagram dan kedua di media sosial Facebook. Untuk pengguna media sosial ini yang paling banyak adalah dari kaum milenial, para  pelajar SLTA dan siswa kampus perguruan tinggi.

"Ia mengatakan bahwa pemerintah melalui Kementerian Kominfo telah mengalokasikan program yang namanya media literasi yang baik, edukasi dan cerdas. Kita menghimbau agar masyarakat cerdas dan bijak dalam menggunakan media sosial untuk berbagai elemen dan level diseluruh Indonesia, " sebutnya. 

Lebihlanjut disampaikan, dari berbagai mediasi, sosialisasi dan edukasi dari program Kementrian Kominfo ini telah menyebar ke seluruh indonesia. Kita sudah melakukan launching sejak tahun 2018 tentang antisipasi Hoaks, mulai Kominfo provinsi hingga kota. Mudah-mudahan ini salah tagar mengantisipasi perpecahan dengan adanya penyebaran berita Hoaks melalui media sosial di Indonesia. Kominfo menghimbau bagaimana bijak dalam menggunakan media sosial. 

Untuk landasan hukum terkait Hoaks di media sosial ada dari Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nomor 24 Tahun 2017, kemudian UU formalnya melalui UU IT yang  sudah diterapkan oleh kepolisian dan Forkopimda. Cuma kita juga perlu PPNS untuk UU IT, karena ini belum ada, "pungkasnya. 

Dalam forum diskusi kebangsaan yang digagas Kementerian Kominfo bekerjasama dengan Komisi I DPR RI tersebut, Direktur Tata Kelola dan Kemitraan Komunikasi Publik Ditjen Informasi dan Komunikasi Publik,Selamatta Sembiring menegaskan, Kita jangan baper (terbawa perasaan-red), jangan mudah emosi, anda harus kepo sebelum share informasi, ingat jarimu macan tutulmu posting yang penting, bukan yang penting posting, 

Di era post truth ini, Selamatta Sembiring, menghimbau generasi muda agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang beredar di media sosial dan jangan mudah menyebarkan pesan yang belum jelas kebenarannya.

Lebihlanjut disampaikan, di era digital saat ini, internet bagai pisau bermata dua, di satu sisi bisa mempererat rasa persatuan, namun di sisi lain, internet bisa pula memecah belah kita sebagai satu bangsa, terutama bagi generasi muda jika tidak bijak dalam penggunaannya.

Hoaks, radikalisme, penipuan, pornografi, bullying, prostitusi, pelanggaran HKI, SARA dan ujaran kebencian adalah ancaman bagi generasi muda melalui internet. Ini menjadi tantangan kita di media sosial. Oleh karena itu, Direktur TKKP ini  mengajak semua generasi mudah untuk memperteguh persatuan dan 
kesatuan.

Menurutnya, kemerdekaan Negara Republik Indonesia diperoleh tidak mudah namun melalui perjuangan yang heroik dengan mengorbankan harta, benda, bahkan nyawa, dan darah para pahlawan pejuang kemerdekaan. NKRI tidak lah turun dari langit, bukan pula tumbuh begitu saja dari bumi. 

"Agar kemerdekaan NKRI ini abadi tentu harus dijaga dan dikelola untuk mewujudkan tujuannya, yakni kesejahteraan bagi seluruh masyarakat Indonesia. Inilah yang mempersatukan kita saat ini, bersatu padu berjuang keras mengejar ketertinggalan dalam mensejahterakan rakyat secara adil, dan ini dilakukan serius oleh pemerintah saat ini, " pungkasnya. (inf)

General Manager Bambang Dwiyanto beserta jajaran Management PLN UIW Sumbar bersama Fitri pemilik workshop batik 
"Batik sudah menjadi identitas Nasional Bangsa Indonesia, dari Sabang hingga Merauke pemakaian batik sudah menjadi hal yang lazim". 

Infonusantara.net - PT PLN Unit Induk Wilayah Sumatera Barat turut berpartisipasi dalam memeriahkan peringatan Hari Batik Nasional 2 Oktober 2019 ini. Selain mewajibkan penggunaan batik untuk seluruh pegawai di hari itu, PLN UIW Sumbar juga membagikan puluhan canting elektrik dan kompor induksi bagi pengrajin batik di Padang dan sekitarnya.

Selain untuk lebih memasyarakatkan Shifting Electricity Lifestyle, pemberian canting elektrik dan kompor induksi kepada para pengrajin batik, juga merupakan bentuk kepedulian dan apresiasi PLN UIW Sumbar terhadap kerajinan batik Tanah Liek sebagai kearifan lokal Ranah Minang.

Kegiatan yang dipusatkan di workshop batik tanah liek di daerah Marapalam Padang ini, dihadiri langsung oleh General Manager, Bambang Dwiyanto dan jajaran Management PLN UIW Sumbar.

“Pemberian canting elektrik ini sebagai wujud apresiasi dan kepedulian PLN UIW Sumbar terhadap keberadaan pengrajin tradisional sekaligus untuk memperkenalkan shifting electricity lifestyle. Dengan canting elektrik dan kompor induksi, diharapkan pengrajin akan lebih terbantu saat proses membatik. Karena selain lebih praktis dan bersih, keamanan dan kenyamanan pembatik akan lebih terjaga, karena tentunya risiko terkena lilin panas juga akan berkurang” papar Bambang.

Pemilik workshop batik, Fitri pun mengucapkan terima kasih atas perhatian yang diberikan PLN UIW Sumbar. “Saya mengucapkan terima kasih kepada PLN, atas kunjungan dan perhatian yang diberikan kepada kami.
Semoga dengan pemberian canting elektrik dan kompor induksi, proses membatik bisa lebih cepat selesai, karena selama ini untuk membatik 1 kain membutuhkan waktu kurang lebih 2 hari. Selain itu penggunaan kompor dengan minyak tanah juga mengharuskan kami menyediakan bahan bakar minyak tanah lebih dari 2 liter setiap harinya. Dengan kompor induksi ini, tinggal colok saja sudah bisa langsung digunakan, tidak perlu repot beli minyak” jelas Fitri.

General Manager beserta jajaran Management pun terlihat antusias mengajukan pertanyaan seputar proses untuk menghasilkan kain batik, tidak lupa mencoba untuk membatik dengan menggunakan canting tradisional. “Wah ternyata susah juga, apalagi harus hati-hati, kalau tidak bisa terkena lilin panas” ungkap Bambang saat mencoba menuangkan lilin di atas kain yang sudah digambar pola batik.

Kegiatan pembagian canting elektrik ini juga dilaksanakan di beberapa tempat di unit kerja PLN UIW sumbar, dengan harapan semakin banyak pengrajin yang mulai beralih ke canting elektrik karena lebih bersih, praktis dan tentunya lebih nyaman.(Inf/hms)


Infonusantara.net - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Padang akan melaksanakan menderek kendaraan yang parkir sembarangan di jalanan. Penerepan derek ini ditetapkan pada 1 oktober 2019. Kendaraan yang kedapatan parkir di pinggir jalan diderek ke Kantor Dishub di Jalan Sutan Syahril Mata Air.

Kendaraan yang parkir sembarangan, pertama kali bannya digembok selama 15 menit, jika dalam 15 menit pemiliknya tidak datang langsung diderek ke Kantor Dishub Kota Padang. Bagi kendaraan yang kena derek ke Kantor Dishub Kota Padang, pemilik akan dikenakan denda Rp350 ribu saat mengambil kendaraanya.

Untuk itu,  Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Padang, Dian Fakri diminta untuk tidak tebang pilih dalam melakukan penertiban parkir sembarangan dengan gembok dan derek mobil yang direalisasikan oleh Dishub terhitung per 1 Oktober 2019. Penertiban hendaknya dilakukan berdasarkan asas keadilan.

Hal itu disampaikan Anggota DPRD Kota Padang, Surya Jufri Bitel saat dihubungi Posmetro, Selasa (1/10). Dia menuturkan, penertiban diharapkan dapat betul-betul dilakukan di semua lini. Sehingga tujuan utama penertiban sampai pada semua lapisan masyarakat.

"Tidak ada tebang pilih, tidak melihat itu mobil siapa-siapa, yang penting kalau ada parkir sembarang Dishub harus segera lakukan tindakan sehingga arus lalu lintas disemua sisi akan segera membaik," kata wakil rakyat yang sapaan akrabnya Bitel ini.

Bitel yang duduk di Komisi II DPRD Kota Padang membidangi perekonomian dan keuangan ini menilai kinerja Dishub untuk menindak parkir liar patut didukung. Sebab, peraturan tersebut tujuannya tentu untuk kenyamanan dan ketertiban bagi semua pengguna jalan raya.

Kendati demikian, penindakan itu seharusnya dibarengi dengan gencar sosialisasi kepada pengguna jalan supaya dapat dimengerti dan tidak terjadi kesalahpahaman. Sehingga jika mobil pengguna jalan yang parkir sembarangan ketika mendapatkan derek dari Dishub bisa dipahami.

"Saya mendukung itu tetapi perlu sosialisasi lebih gencar lagi ke masyarakat harus bisa dimengerti," kata Politisi dari Partai Demokrat ini.

Terkait biaya denda Rp350 ribu saat pengambilan kendaraan yang diderek, menurut Bitel, tindakan tersebut dapat memberikan sanksi kepada pelanggar aturan lalu lintas yang kerap parkir sembarangan. Jika tidak diberi denda, kata dia, maka tidak akan ada bentuk efek jeranya kepada mereka.

"Saya rasa mengenai denda bentuk resiko terhadap yang melanggar aturan. Wajar saja, ini sebagai wujud bentuk dari sanksi terhadap pelanggar. Kita berharap denda itu menjadi efek jera bagi pelanggar lalu lintas," pungkasnya. (inf/mil)

ACT Sumatera Barat bersama korban saksi tragedi kemanusiaan di Wamena 
Infonusantara.net -Pembaruan informasi atas dampak tragedi kemanusiaan di Wamena dibutuhkan. Untuk itu, ACT pada Selasa (01/10) membuka crisis center di kantor ACT Sumbar untuk memberikan informasi akurat kepada publik sekaligus menjadi tempat pengaduan orang hilang serta penerimaan donasi.

Menanggapi konflik sosial yang terjadi di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Aksi Cepat Tanggap (ACT) Sumatera Barat Selasa (01/10) membuka crisis center di Kantor ACT Sumatera Barat dan Bandara Internasional Minangkabau. Crisis center ditujukan menjadi pusat data atas dampak konflik sosial yang terjadi di Wamena.

Kepala Cabang ACT Sumatera Barat Zeng Wellf mengatakan, crisis center yang dibuka di Kantor ACT Sumbar akan memberikan informasi kepada publik tentang data dan situasi terkini dari Papua secara akurat.

Seluruh lapisan masyarakat dapat mengunjungi dan mendapatkan informasi terkini tentang Wamena. Data-data yang crisis center ACT terima berasal dari tim yang berada di Papua saat ini.“Crisis center ini digawangi oleh tim Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) dengan penguasaan bidang tertentu,” jelasnya, Selasa (01/10).

Saat ini, tim ACT juga sudah berada di Sentani dan sebagian lagi akan menuju Wamena. Tim tanggap darurat tersebut akan mengirimkan informasi terkini ke crisis center di Padang. Tiap pagi dan sore akan ada pembaruan informasi.
Crisis center ACT di Padang juga menjadi pusat pengaduan orang hilang atau yang menjadi korban krisis kemanusiaan di Wamena. Pihak-pihak yang nantinya merasa kehilangan keluarga di Wamena dapat menghubungi crisis center ACT.

Tak hanya itu, data dari crisis center juga dapat menjadi rujukan berbagai pihak. Tiap harinya akan ada pembaruan informasi tentang pengungsi, korban, hingga eksodus yang terjadi di Papua.

Selain itu, crisis center juga menjadi tempat bagi masyarakat yang ingin berdonasi bagi warga terdampak konflik sosial. Nantinya ACT akan menyalurkan bantuan itu. “ACT juga akan memberikan santunan bagi korban konflik yang meninggal dunia.,” tambah Zeng Wellf.

Lanjutnya, Untuk tahap pertama ini Insya Allah kita kita memulangkan 97 orang Perantau Minang dari Sentani, Papua hari Kamis (3/10) dan 3 orang tim ACT yang akan mendampingi Perantau Minang ini menuju Padang. Kita akan memulangkan Perantau Minang ini melalui pesawat Batik Air dari Bandara Sentani, Papua 08.45 WIT menuju Bandara Internasional Minangkabau, Padang.


Santunan untuk korban jiwa
Ahad (29/9) lalu, ACT menyerahkan santunan kepada korban meninggal dunia akibat konflik sosial di Wamena. keluarga Muhammad Iswan dan keluarga Linda yang tinggal di Pesisir Selatan, Sumatra Barat mendapatkan santunan.Santuanan ini diserahterimakan oleh ACT Sumbar.

Aan Saputra dari tim Program ACT Sumbar mengatakan, ada sembilan korban meninggal dunia akibat konflik sosial di Wamena yang berasal dari Pesisir Selatan. Mereka merantau ke Papua untuk bekerja. “Duka yang sangat mendalam bagi keluarga ketika mendapatkan kabar keluarganya menjadi salah satu korban konflik sosial,” ungkap Aan.(*)

Formulir Kontak

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.