Para Pedagang PKL Adu Mulut dengan Petugas SK4 di Kawasan Padang Theater Pasar raya Padang 


Ratusan pedagang kaki lima (PKL) nyaris bentrok dengan dua orang  anggota SK4 yang tergabung dalam penertiban pedagang di Pasar Raya Padang bersama Dinas Perdagangan Kota Padang, Jum'at (25/5/2018) sore.

INFO (PADANG) -- Informasi yang didapat www.infonusantara.net dari salah seorang pedagang dikawasan itu yang tak mau nama nya disebutkan mengatakan, kericuhan terjadi berawal ketika salah seorang dari PKL inisial (R) diringkus dan dibawa oleh dua orang petugas SK4 kantor Pos Trantib yang berada di dekat depan komplek Padang Theater, Jalan simpang Mulia. 


Sebelumnya dikatakan, dari Dinas Perdagangan Padang bersama SK4 terlihat melakukan semacam kegiatan atau upacara di depan kantor posko Trantib pasar. Namun usai kegiatan itu, diketahui tidak ada terjadinya cekcok yang serius antara petugas dengan pedagang, tiba tiba saja (R) diringkus dengan perlakuan kasar yang kurang pantas oleh dua orang anggota TNI yang tergabung dalam tim SK4 penertiban dari Dinas Perdagangan. 

"Perlakuan dari petugas SK4 itulah  yang membuat para pedagang marah dan heboh, bahkan nyaris ratusan PKL secara spontan keluar dari tempatnya berjualan. Cacian dan makian tak terbendung keluar dari para pedagang akibat perlakuan dua petugas yang tidak sewajarnya itu pada pedang kecil seperti kami disini. 

"Kami ko rakyat badarai yang mencari sasuok nasi nyo di pasa ko, kami indak teroris kok bantuak tu dibuek (Kami ini hanya rakyat kecil yang mencari sesuap nasi di pasar ini, kami bukan teroris kok seperti itu diperlakukan, red). Harusnya kan aparat keamanan itu melindungi rakyat nya," tutupnya. 

Menyikapi kejadian itu, Penasehat dari  Keluarga Besar Pedangang Kaki Lima (KBPKL) Padang, Fauzi Novaldi menyampaikan, kita sangat kecewa dan sangat menyayangkan sekali atas  perlakuan dari dua oknum SK4 yakni Suprianto dan Amrizal pada salah seorang pedagang.

"Harusnya hadapilah masyarakat pedagang ini dengan baik, harus aparat itu mengayomi, membina. Bukan memberikan rasa ketakutan dan intimidasi. Jangan jadikan TNI sebagai alat untuk intimidasi pada masyarakat pedagang kaki lima,"  ujarnya. 

Para pedagang tidak takut sama sekali, KBPKL tidak takut dengan intervensi maupun ancaman - ancaman. Apalagi adanya kejadian dan tindakan dari oknum SK4 seperti itu malah akan lebih membuat para pedagang makin kompak membela yang lainnya untuk melakukan perlawanan. Harusnya rangkul para pedagang kaki lima di pasar raya ini. 

Persoalan yang terjadi atas tindakan dua orang oknum SK4 ini memang dari KBPKL selaku perwakilan pedagang sudah melaporkan pada pihak Denpom 1/4 Padang yang penyelesaian disepakati untuk jalan damai, namun itu  belum final. Belum cukup sampai disana saja. 

"Kita harapkan final nya nanti jika Dinas Perdagangan mau menerima dan duduk bersama dengan KBPKL untuk menyelesaikan persoalan dan bagaimana kedepannya serta seperti apa bagusnya program terkait pedagang kaki lima ini sehingga kedepannya apa yang telah kita bicarakan dan sepakati bisa berjalan dengan baik tanpa harus ada tindakan kekerasan, " pungkasnya. 

Sementara Ketua KBPKL Padang, Idman  mengatakan, selaku Ketua dari perwakilan para pedagang kaki lima dirinya sangat berharap antara dinas dengan KBPKL, mari kita pecahan masalah dilapangan yang dirasakan sudah tidak sesuai lagi aturan mainnya, seperti tindakan dari petugas SK4 yang baru saja melakukan tindakan pada salah seorang anggota kami,"katanya.

SK4 itu fungsinya tidak berada ditempatnya saat ini, harus melindungi mengayomi masyarakat, namun menurut saya selama ini terkesan apa pun yang terjadi, masalah sedikit saja dari petugas SK4 ini langsung membawa ke kantor , terkesan seperti mengintimidasi para pedagang. SK4 itu bukan untuk mengesekusi tempat orang, bukan untuk menakut -nakuti masyarakat. 

Harusnya kan  bisa dilakukan pembicaraan baik baik, apalagi kita juga ada perwakilan melalui KBPKL. Selaku Ketua saya tidak ingin SK4 itu menjadi alat untuk mengintimidasi dari dinas untuk masyarakat pedagang,"  ungkapnya.

Sementara Kepala Dinas Perdagangan Kota Padang ,Endrizal ketika dihubungi media ini tidak mengangkat seluler nya meski handphone nya dalam kondisi aktif.(INF7)




 
Top