April 2018

Calon Wakil Walikota Padang Desri Ayunda Bersama Warga Lubuk Kilangan .
Infonusantara (PADANG) -- Calon Wakil Walikota Padang nomor urut 1 di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 27 Juni 2018, Desri Ayunda membeberkan program yang diusung dan ditawarkan kepada masyarakat di Lubuk Kilangan, Senin, 30 April 2018.

"Era globalisasi adalah suatu proses menjadikan perilaku generasi muda mengenali dunia ini tanpa dibatasi oleh wilayah," ujarnya memulai pemaparan.

Menurutnya, dengan adanya globalisasi, kehidupan manusia menjadi lebih mudah, efektif, dan hemat. Arus modernisasi dan globalisasi itu mempunyai banyak nilai positif dan negatifnya," ujarnya memulai pemaparan.

Segi positifnya, kata Desri, informasi yang didapat menjadi lebih cepat dan akurat daripada masa-masa sebelumnya yang kebanyakan masih menggunakan cara-cara manual.

Selain itu, jelasnya, semua orang juga merasa senang apabila ikut serta dalam mengikuti perkembangan zaman. Mereka tidak mau dikatakan ketinggalan zaman. Malah orang yang tidak mengikuti era globalisasi dikatakan ketinggalan zaman

"Di era modernisasi ini kita sibuk dengan telepon genggam atau sejenisnya. Kita masing-masing tidak lagi bertegur sapa. Bahkan dalam keluarga pun juga demikian," urainya.

Ia mengatakan, dalam menghadapi era globalisasi ini, maka generasi muda harus dibentengi dengan iman dan takwa yang berlandasan "Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah".

"Jika tidak, kita yakin generasi berikutnya akan kehilangan jati dirinya sebagai orang Minangkabau yang kuat keimanannya. Untuk itu, kami pasangan Emzalmi dan Desri Ayunda memiliki visi meningkatkan kualitas kehidupan beragama, sosial dan budaya berlandasan pengamalan ABS-SBK," ungkapnya.

Dikatakan mantan Dirut PT Igasar ini, pembinaan iman dan takwa generasi muda berbasis masjid dan surau perlu diprioritaskan. Ini akan terlaksana dengan memperhatikan semua aspek, seperti peningkatan kesejahteraan imam, dan garin masjid, sehingga kampung al Quran yang sudah lama di canangkan berjalan dengan efektif.

Untuk meningkatkan pemahaman dan pengalaman al Quran, katanya, guru-guru TPA/TPQ perlu dievaluasi dan diberi sertifikasi berdasarkan kompetisi yang terukur dan profesional, terlepas dari kepentingan apapun, selain kepentingan kebaikan bagi warga kota.

Di segi infrastruktur perkotaan, ujarnya lagi, perlu peningkatan kualitas lingkungan melalui pengembangan infrastruktur saran parasarana perkotaan berbasis mitigasi bencana, mengingat Kota Padang rawan bencana.

"Sedangkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, kita mendorong terciptanya industri kreatif. Ini salah satu yang kita prioritaskan, sebab tingakat kemiskinan di Kota Padang sudah mencapai 26 persen," ujarnya.

Industri kreatif yang dimaksud, berbasis UKM dan berorientasi pariwisata untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Dan 16 obyek wisata potensial di kota ini juga diprioritaskan revelitasasinya.

"Mustahil kita bisa lakukan itu, kalau Bapak dan Ibu semua tidak datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) masing-masing dan tidak menggunakan hak suaranya. Ingat, satu suara sangat menentukan di Pilkada ini," pungkasnya.

Nurlela, salah seorang warga yang hadir mengaku tertarik dengan apa yang disampaikan oleh Desri Ayunda. Ia berharap, apa yang disampaikan Desri terkait program Emzalmi-Desri tidak hanya berupa janji menjelang terpilih, tetapi betul-betul direalisasikan nantinya.

"Kami sudah bosan dengan janji-janji manis. Pilkada kemaren ada yang berjanji soal santunan kematian, tapi kenyataan yang kami terima, janji tinggal janji," pungkasnya.(*)


Wakil Ketua DPRD Padang Wahyu Iramana Putra Bersama Ketua Komisi IV, Maidestal Hari Mahesa dan anggota Komisi IV lainnya. 

Infonusantara (PADANG) - Hearing lanjutan komisi IV DPRD dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Padang pada Senin, 30 April 2018 tak lagi dihadiri unsur pimpinan dan pengurus Baznas yang lain. Sebagai gantinya, Baznas mengirim surat pernyataan dan jawaban atas pertanyaan anggota dewan.

Hearing kali ini hanya dihadiri Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kota Padang, Jamilus dan tiga orang kasubagnya. Sedangkan anggota dewan yang hadir adalah Wakil Ketua DPRD Kota Padang, Wahyu Iramana Putra, Ketua Komisi IV, Maidestal Hari Mahesa dan anggota, yaitu Jumadi, Muzni Zen, dan Osman Ayub.

Surat dari Baznas tersebut dibacakan oleh Ketua Komisi IV DPRD Kota Padang, Maidestal Hari Mahesa. Alasannya Baznas tidak mau lagi melanjutkan hearing dengan DPRD Kota Padang, karena berdasarkan PP dan Undang-undang tentang pengelolaan zakat, tidak ada kewajiban Baznas melapor ke DPRD. 

“Di surat yang kami terima dari Baznas ini, mereka beralasan tidak ada kewajiban Baznas melaporkan kegiatannya ke DPRD. Ini yang kami tangkap dari isi surat tersebut. Tapi perlu kami jelaskan, di sini kami hanya minta informasi, bukan memeriksa Baznas,”jelas Ketua Komisi IV yang akrab disapa Haji Esa ini.

Esa mengaku kecewa terhadap Ketua Baznas Kota Padang, Epi Santoso tak bersedia lagi melanjutkan hearing dengan DPRD. Padahal sebelumnya, kata Esa, Epi Santoso telah berjanji akan melanjutkan. Namun kenyatannya malah ingkar janji.

“Sebagai orang yang beriman, dan sesama muslim, tentu yang kita pegang ucapannya. Tetapi kenyataannya, Baznas malah mengirim surat tidak lagi melanjutkan proses hearing yang sudah kita lakukan,” pungkasnya.

Muzni Zen, anggota Fraksi Partai Gerindra menilai, tidak bersedianya Baznas melanjutkan hearing dengan DPRD Kota Padang telah membuktikan Baznas Kota Padang tidak terbuka kepada publik. Bahkan, ia melihat selama ini, pengelolaan Baznas tak terlepas dari kepentingan politik. 

Sementara itu, Jumadi menilai, ketidakhadiran Baznas menunjukan Baznas tidak mau dikritik. DPRD sebagai wakil rakyat,  menyampaikan masukan kepada Baznas berdasarkan informasi masyarakat.

“Soal kewajiban Baznas melaporkan kegiatannya ke DPRD sudah diatur oleh Perda nomor: 02 tahun 2010 tentang Pengelolaan Zakat. Di Perda itu ditegaskan, Baznas harus melaporkan sekali dalam tiga bulan kepada Kepala Daerah dan DPRD,” ungkapnya.

Osman Ayub sangat menyayangkan ketidakhadiran pengurus Baznas pada hearing tersebut. Ia mengatakan, Baznas tidak lagi menghormati lembaga perwakilan rakyat, padahal yang mengundang langsung Ketua DPRD Kota Padang. Untuk itu Fraksi Hanura menegaskan akan lakukan hak angket terkait hal ini.

“Mungkin Pak Epi Santoso itu baru di Padang. Setahu kami, dia calon Kepala Daerah di Pasaman Barat yang diusung oleh PKS. Karena baru, makanya dia tidak tahu kita punya perda soal pengelolaan zakat,” ungkapnya. 

Osman mengatakan, zakat yang dikumpulkan Baznas Kota Padang bersumber dari gaji Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemko Padang yang dipotong setiap bulannnya. Gaji ASN tersebut bersumber dari Anggaran Pendapatan Daerah (APBD).

“Dulu kalau tak salah, juga ada bantuan APBD untuk Baznas itu. Ini kan juga berkaitan dengan APBD namanya,” ujar politisi asal Nanggalo ini.

Menurut Wahyu Iramana Putra, Perda No.02 tahun 2010 tersebut belum dicabut atau direvisi, dan tak pula dibatalkan oleh pemerintah pusat karena tak sesuai dengan aturan yang lebih tinggi. Ia mengingatkan, Pemerintah Daerah berdasarkan Undang-undang terdiri dari Kepala Daerah dan DPRD.

Ironisnya, kata Wahyu, Surat Keputusan (SK) pengangkatan pengurus yang ditandatangani Mahyeldi selaku Walikota pada saat itu , pada konsiderannya, salah satu pertimbangannya adalah Perda No.02 tahun 2010. Tapi, anehnya malah perda itu tidak lagi diakui.

“Sampai sekarang, Perda itu masih berlaku. Belum ada pembatalan atau revisi. Pembatalan atau revisi dilakukan seracara formal. Sampai saat ini, pemerintah pusat tak pernah menyatakan Perda itu bertentangan dengan PP atau UU. Jadi jangan seenak perut menafsirkan aturan,” pungkasnya.

Bahkan, DPRD Kota Padang mengancam akan melayangkan hak angket. Wahyu mengatakan, DPRD Kota Padang tidak mau lagi bertele-tele dalam menanggapi persoalan Baznas tersebut.

“Kita akan lakukan hak angket, kita minta audit investigasi, termasuk soal yang didepositokan tersebut, termasuk pimpinan Baznas yang sebenarnya tak pernah ikut pansel, malah jadi pimpinan Baznas. Termasuk masa kepengurusan yang sebenarnya sudah habis, tapi malah diperpanjang sampai tahun 2021. Kita bongkar semua,”ujarnya.

Kepala Bagian Kesra, Jamilus pada kesempatan itu menjelaskan proses seleksi pengurus Baznas kepada anggota dewan. Dimulai dari pembentukan pansel, pengumuman di media massa, hasil pansel yang diserahkan kepada walikota, surat mohon persetujuan ke Baznas pusat, dan sampai kepada proses pelantikan.

Jamilus mengakui, nama Nursalim memang tidak masuk dalam usulan pansel ke walikota sebagai pengurus Baznas, karena memang Nursalim tidak pernah ikut seleksi. Namun, Nursalim merupakan sisipan atas pengurus sebelumnya yang diberhentikan karena menyalahi wewenang dan itu termasuk pelanggaran berat.(Inf)


Walikota Padang non aktif, Mahyeldi Ansharullah yang juga Calon Walikota Padang nomor urut dua di Pilkada 2018 hadiri Penutupan Tournament Fustal KBPKL Cup II 
Infonusantara (PADANG)   - Tournament Fustal KBPKL Cup II yang di gelar oleh pengurus  Keluarga Besar Pedangang Kaki Lima (KBPKL) Kota Padang berakhir sukses dan tutup oleh Walikota Padang non aktif Mahyeldi Ansharullah yang juga calon Walikota Padang nomor urut dua, pada 27 Juni di Pilkada 2018, Minggu (29/4) malam di Glory GOR H.Agussalim.

Tournament fustal KBPKL Cup II yang dimulai pada 16 April lalu, di ikuti sebanyak 32 tim dari seluruh PKL se Kota Padang ini berhasil keluar sebagai Juara I dengan hadiah Rp 5 juta plus tropi diraih oleh tim Sempurna FC Pasar Raya Padang Theater dengan skor 5 -0 di babak final berhadapan dengan tim Scudeto FC Permindo Jawa dalam IV sebagai Juara II dengan hadiah Rp 3 juta plus tropi , sedangkan Juara III dengan hadiah Rp 2 juta plus tropi diraih oleh tim Eksecusi FC Pasar Raya Barat. 

Dalam penutupan tournament fustal KBPKL Cup II itu, Walikota non aktif Mahyeldi mengatakan, kegiatan olahraga yang digelar oleh KBPKL ini menurutnya merupakan suatu usaha untuk menciptakan personal personal yang sehat dan prima, karena keseharian mereka berdagang dipasar.

Dengan adanya tournament ini tentunya akan terbangun semangat kebersamaan antara sesama pedagang. Jadikanlah olahraga sebagai life style di Kota Padang dan berharap tournament fustal KBPKL Cup ini bisa dilaksanakan setiap tahunnya begitu juga kegiatan sosial seperti donor darah dan lainnya.

"Berharap pedagang pedagang yang ada di Kota Padang ini dapat tergabung dalam suatu organisasi yang mempunyai kekuatan hukum atau legalitas yang jelas. Sehingga nantinya dapat memudahkan berkoordinasi,  bersinergi dengan OPD yang ada. 

"Jika ada suatu permasalahan ditengah tengah pedagang itu sudah hal yang biasa, makanya dengan adanya tergabung melalui organisasi yang jelas nantinya permasalahan yang ada akan bisa dapat cepat terselesaikan. Ciri masyarakat maju itu adalah yang suka berorganisasi, " ungkap Mahyeldi usai penutupan tournament fustal KBPKL Cup II di Glory GOR H.Agussalim. 

Ketua KBPKL Padang, Idman mengatakan, alhamdulillah tournament fustal KBPKL Cup II ini berjalan lancar tanpa ada kendala. Selaku seluruh pengurus maupun penasehat serta pembina KBPKL, kami inginkan melalui kegiatan olahraga ini bagaimana para pedagang di Kota Padang dapat bersatu, kompak, kenal satu sama lainnya antara sesama pedagang baik itu yang ada dikawasan Pasar raya Padang, pasar Lubuk Buaya maupun pasar lainnya, " katanya didampingi  Wakil Ketua KBPKL, Kasrial Tanjung, H. Hermen selaku penasehat, H. Af bendahara KBPKL dan beberapa orang pengurus lainnya. 

Kita berharap pertandingan futsal ini bisa dilaksanakan sekali dalam enam bulan. Begitu juga nantinya kita akan kegiatan kegiatan sosial seperti donor darah, memberikan santunan pada anak yatim piatu dan lainnya. 

"Selain itu juga disampaikan, selaku Ketua dan Jajaran pengurus KBPKL, kami ingin mengangkat harkat dan martabat para PKL yang ada di Kota Padang. Kita ingin bagaimana para PKL ini bisa mempunyai toko kedepannya.  
Dalam hal ini kita juga sudah bekerja sama dengan Bank BPD dengan membentuk koperasi KBPKL dan kapan perlu bila ini besar akan kita buat Bank KBPKL.

" Untuk itu kami mengimbau para pedagang marilah sama sama kita besar kan KBPKL Padang, kapan perlu bisa menjadi KBPKL Sumbar agar kesejahteraan para PKL terwujud, " ungkapnya. (Inf)


Ketua Komisi IV DPRD Kota Padang ,H.Maidestal Hari Mahesa 
Infonusantara (PADANG) - Hangatnya pemberitaan antara Komisi IV DPRD Padang dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Padang yang sudah tiga kali dilaksanakan pertemuan di gedung DPRD Padang masih juga belum tuntas bahkan menuai pro dan kontra. 

Menyikapi hal itu Ketua Komisi IV DPRD Kota Padang, Maidestal Hari Mahesa mengatakan, silahkan saja masyarakat Kota Padang yang menilai terkait hal Ini. Selaku wakil rakyat, ini semata mata demi menyelamatkan dana ummat yang dikelola oleh Baznas Kota Padang.


Perlu diketahui dalam persoalan ini saya berani mengambil langkah dikarenakan selaku anggota DPRD Padang saya diberi amanah menjabat selaku Ketua Komisi IV,  karena Tupoksi dan karena ada laporan masyarakat. Karena ada laporan seperti itulah perlu kita sikapi.


Salah satu bidang Komisi IV itu adalah Bidang Kesra dan ini wajib untuk kita tindak lanjuti. Kalau ada yang bertanya tidak ada kewajiban DPRD itu untuk memeriksa, kita memang tidak memeriksa. Tapi dalam hal ini kita hanya meminta keterangan saja.


Kita berani berbicara karena banyaknya pertanyaan pertanyaan, isu dan dugaan penyelewengan bantuan bantuan dari Baznas yang tidak masuk pada asnaf delapan.


Baznas itu yang mengangkatnya dan yang memberhentikannya sesuai PP dan UU adalah kepala daerah. Sementara dilain sisi, kepala daerah itu adalah mitra nya DPRD, dan Baznas itu mitra nya dibagian Kesra. Salahkah rasanya kita masuk dalam ranah itu?, saya rasa tidak, "kata Maidestal Hari Mahesa yang akrab disapa Esa ini, Sabtu (28/4).


Jadikanlah DPRD ini menjadi mitra untuk menyelesaikan dan meluruskan informasi. Berikan kita informasi yang sejelas jelasnya agar kita bisa membantu Baznas menyampaikannya pada masyarakat.


"Sekali lagi dalam hal ini Komisi IV berani berbicara karena ada data yang kita dapat dan laporan dari masyarakat serta dugaan-dugaan penyelewengan. Dan kalau memang Baznas mau secara bertegas tegas, berjelas jelas tidak ingin menyampaikan informasi yang kita minta, silahkan saja. Tentu lain lagi nanti jalannya, kita akan laporkan ke KI (Komisi Informasi) untuk keterbukaan informasi." Sekali lagi kita berani berbicara karena adanya data dan silahkan saja walau Baznas telah mendapatkan WTP, " tegas Ketua Komisi IV ini.


Selain itu Esa juga mengatakan, jika ada yang mengatakan persoalan Baznas ini ada kaitannya dengan politik, hal itu tidak benar. Silahkan saja ada oknum atau orang yang tidak senang dengan persoalan yang sedang berjalan antara Komisi IV dengan Baznas Kota Padang.


"Dan jika ada pihak pihak yang kurang berkenan silahkan hubungi saya, biar kita lihatkan dan paparkan sejelas jelasnya nanti. Ini anehnya yang di minta keterangan Baznas, ada pula orang orang atau oknum yang sangat ngotot bahkan menyerang saya dimedia sosial dengan akun palsu, "ungkap anggota dewan tiga periode ini.(Inf)







Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-32 ASEAN yang digelar di The Acacia Room, Hotel Shang-La, Singapura, pada Sabtu, 28 April 2018.
Pengembangan kerangka kerja sama Indo-Pasifik harus berdasarkan prinsip-prinsip terbuka, inklusif, transparan dan mengedepankan kerja sama serta persahabatan. Konsep kerja sama Indo-Pasifik harus tetap mengedepankan sentralitas ASEAN. 

Hal tersebut disampaikan Presiden Joko Widodo dalam pidatonya pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-32 ASEAN yang digelar di The Acacia Room, Hotel Shang-La, Singapura, pada Sabtu, 28 April 2018.

“ASEAN harus terus dapat memainkan perannya termasuk dalam pengembangan konsep kerja sama Indo-Pasifik. Konsep Indo-Pasifik ASEAN penting sekali artinya agar ASEAN tetap relevan, tetap dapat memainkan sentralitasnya dan menunjukkan kemampuan ASEAN dalam mengelola perubahan lingkungan strategis,” kata Presiden.

Presiden mengatakan besarnya tantangan di kawasan Indo - pasifik. Jika tidak dikelola dengan baik, lanjut Presiden, situasi tersebut dapat  mengganggu bahkan merusak capaian ASEAN selama ini. 

“Untuk itu selain di Samudera Pasifik, ASEAN harus dapat berkontribusi di Samudera Hindia. Kontribusi tersebut hanya dapat terealisasikan apabila kita tetap memegang teguh kesatuan dan sentralitas ASEAN,” lanjutnya.

 Usulan konsep Indo Pasifik ini telah disampaikan Indonesia pada pertemuan retreat Menlu ASEAN, Januari 2018. Indonesia juga telah melakukan komunikasi dengan beberapa dialogue partners mengenai kerjasama Indo - Pasifik. 

*Tiga Usulan Indonesia*

Untuk mewujudkan kerja sama Indo-Pasifik Presiden Jokowi mengusulkan tiga upaya ASEAN ke depan. Pertama, ASEAN harus mampu menjadi motor bagi penciptaan enabling environment.

“Kita harus terus mengajak semua mitra untuk menghormati hukum dan norma internasional mengembangkan habit of dialogue, mengedepankan penyelesaian sengketa secara damai menghindari penggunaan kekerasan,” katanya.

Kedua, ASEAN harus dapat mendayagunakan berbagai modalitas untuk menanggulangi tantangan keamanan, termasuk transnational crimes. Beberapa bentuk ancaman yang perlu mendapatkan perhatian antara lain radikalisme dan terorisme perdagangan narkoba, TPPO dan perompakan (piracy).

Ketiga, ASEAN harus pro-aktif dalam menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru, khususnya di Samudera Hindia. Oleh karena itu, Presiden melanjutkan, ASEAN harus terus menjaga sistem ekonomi yang terbuka dan adil.

“Beberapa bidang kerja sama yang dapat dikedepankan antara lain, di bidang maritim, konektivitas, dan pencapaian SDGs. Oleh karena itu, interaksi pelaku bisnis di kawasan Samudera Hindia dan Pasifik perlu ditingkatkan,” ucap Kepala Negara.

Turut hadir mendampingi Presiden dalam acara ini Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dan Direktur Jenderal Kerja Sama ASEAN Jose Antonio Morato Tavares.

Singapura, 28 April 2018
Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden

Bey Machmudin

Pertemuan Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT) ke-11 di Banyan Room, Hotel Shangri-La, Singapura

Memasuki 25 tahun kerja sama antara Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT), sejumlah capaian penting berhasil diraih ketiga negara. Mulai dari pertumbuhan IMT-GT pada tahun 2016 yang mencapai angka 4,4 persen hingga GDP per kapita penduduk di wilayah IMT-GT yang mencatatkan nilai USD14.557 pada tahun 2016 dari sebelumnya USD11.508 pada tahun 2011.

Demikian disampaikan Presiden Joko Widodo saat menghadiri Pertemuan Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT) ke-11 di Banyan Room, Hotel Shangri-La, Singapura.

Bahkan dari sisi konektivitas udara pun, jumlah bandara internasional di kawasan IMT-GT meningkat hingga tiga kali lipat dari 9 bandara pada tahun 1995 menjadi 28 bandara internasional saat ini. 

Meskipun demikian, Presiden mengingatkan masih banyak tantangan berat yang dihadapi di kawasan ini.

"Kawasan dan dunia saat ini masih dihantui oleh ketidakpastian akibat persaingan antara kekuatan-kekuatan besar hingga perang dagang yang telah ada di depan mata," ujar Presiden Jokowi. 

Oleh karena itu, Presiden Jokowi mengajak para negara pendiri ASEAN tersebut untuk menjadikan kerja sama IMT-GT sebagai _building-block_ yang memberikan kontribusi nyata bagi penguatan ASEAN. 

"Kita harus sama-sama pastikan kerja sama ini membawa manfaat konkret dan inklusif bagi rakyat kita juga bagi rakyat ASEAN, " ucap Presiden Jokowi. 

Guna mewujudkan hal tersebut dan meningkatkan pertumbuhan yang inklusif di kawasan IMT-GT, Presiden Jokowi mengusulkan sejumlah langkah yang harus segera dilakukan. Utamanya, pembangunan infrastruktur khususnya Physical Connectivity Projects (PCP) yang diyakini dapat memperlancar arus barang, jasa, dan penumpang.

Selain itu, sejumlah kerja sama di berbagai bidang prioritas juga harus terus ditingkatkan. Mulai dari agro-industri, pariwisata, hingga pengembangan ekonomi digital.

Presiden Jokowi juga mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia yang terampil, kompetitif, serta mampu berkontribusi positif melalui Center for IMT-GT Subregional Cooperation (CIMT).

"Sebagai sekretariat bersama, CIMT harus berkontribusi lebih terhadap kelancaran kerja sama baik antar negara maupun dengan organisasi internasional lainnya," kata Presiden Jokowi. 

Turut mendampingi Presiden Jokowi dalam pertemuan tersebut adalah Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, dan Duta Besar Republik Indonesia untuk Singapura I Gede Ngurah Swajaya. 

Singapura, 28 April 2018
Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden

Bey Machmudin



Presiden Joko Widodo menghadiri upacara pembukaan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-32 ASEAN di Island Ballroom, Hotel Shangri-La, Singapura, Sabtu, 28 April 2018.

"Ada beberapa pertemuan, pertama tentunya pembukaan dari KTT itu sendiri, pembukaan secara resmi. Kemudian ASEAN Leader's Retreat yang lebih akan membahas mengenai masalah isu kawasan, isu internasional," ujar Menteri Luar Negeri Retno Marsudi kepada para jurnalis pada Jumat malam, 27 April 2018, di Hotel Shangri-la, Singapura.

Selain itu, Presiden juga akan melakukan pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Republik Sosialis Vietnam, Nguyen Xuan Phuc. Pertemuan tersebut rencananya akan digelar selepas jamuan santap siang, di Ruang Pertemuan Bilateral 3, Hotel Shangri-La, Singapura.

Sebelum kembali ke Tanah Air, Presiden terlebih dahulu akan menghadiri Pertemuan Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT) ke-11 di Banyan Room, Hotel Shangri-La, Singapura.

Pertemuan tersebut digelar dalam rangka meningkatkan kesejahteraan rakyat ketiga negara beserta kawasan.

Singapura, 28 April 2018
Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden

Bey Machmudin

Pembekalan Relawan Emzalmi-Desri Ayunda Koto Tangah 
Infonusantara (PADANG) - Ketua Koalisi Padang Bersatu, Wahyu Iramana Putra mengajak semua relawan Emzalmi dan Desri Ayunda untuk bersatu memenangkan Emzalmi dan Desri Ayunda. Menurutnya, dukungan 7 partai politik besar di Kota Padang merupakan bukti nyata Emzalmi-Desri diterima semua kalangan.

"Dukungan penuh 7 partai politik besar yang tergabung di Koalisi Padang Bersatu merupakan bukti nyata Emzalmi dan Desri Ayunda diterima semua kalangan. Kami berjibaku untuk sosialisasi Emzalmi dan Desri," ungkapnya ketika memberikan pembekalan pada Relawan Emzalmi dan Desri Ayunda Koto Tangah, Sabtu, 28 April 2018.

Ia mengatakan, bagi partai pengusung, memenangkan Emzalmi dan Desri Ayunda merupakan beban moril. Sebab, jika pasangan nomor urut 1 di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 27 Juni 2018 ini kalah, artinya partai pengusung tidak berkomitmen untuk memenangkan pasangan yang diusung. 

Dikatakannya, pandangan politik Partai Golkar dan partai yang tergabung di Koalisi Padang Bersatu dengan kajian serta hasil survei menetapkan mengusung pasangan Emzalmi-Desri Ayunda. Pasalnya ini diyakini pimpinan partai politik mampu menjadi pemimpin untuk semua lapisan masyarakat dan meluruskan ketimpangan ketimpangan yang ada selama ini.

Wakil Ketua Tim 7 Relawan Pemenangan Emzalmi dan Desri Ayunda, Zailis Usman pada kesempatan itu berpesan agar relawan agar mensosialisasikan pasangan Emzalmi dan Desri Ayunda dengan santun kepada masyarakat. Ia meminta relawan menjelaskan sosok Emzalmi dan Desri kepada masyarakat. 

"Kita jelaskan ke masyarakat sosok paslon kita. Emzalmi sebagai seorang birokrasi yang ahli di bidang penataan perkotaan. Seorang figur yang telah merasakan asam garamnya di pemerintahan, sehingga kita sangat yakin kalau Emzalmi menjadi walikota, maka infrastruktur kota ini akan tertata," ujarnya.

Sedangkan sosok Desri Ayunda, katanya, bukan seorang anak kemaren sore, tetapi merupakan sosok sosok profesional di bidang manajemen ekonomi, sehingga berdasarkan rekam jejaknya selama ini diyakini bisa membenahi ekonomi masyarakat dalam peningkatan kesejahteraan.

Wakil Ketua Advance Tim Relawan Emzalmi dan Desri Ayunda, Mirkardi Miyar mengajak relawan untuk mengawal proses demokrasi di Pilkada Kota Padang. Sebab, demokrasi yang adil dan jujur akan menghasilkan pemimpin yang baik dan amanah.

"Kita jangan lengah. Kita harus awasi proses demokrasi di Pilkada ini. Jika ada kecurangan, mari kita laporkan, terutama saat pemungutan suara pada tanggal 27 Juni 2018," tukuknya. 

Korndinator Wilayah Pemenangan Emzalmi dan Desri Ayunda Kecamatan Nanggalo dan Koto Tangah, Zulfardi mengatakan, relawan Koto Tangah siap sedia untuk memenangkan pasangan Emzalmi dan Desri Ayunda. Ia mengatakan, relawan Koto Tangah ada sekitar 460 orang, dan hari ini melakukan pematapan 190 orang. 

"Pemantapan dilakukan tiga tahap dengan tiga kali pertemuan. Kami lahir dari akar rumput untuk harapan perubahan ke arah yang lebih baik bagi kota ini, yaitu pemimpin untuk semua lapisan masyarakat. Kami siap memenangkan pasangan ini dan mengawal proses pemungutan suara. Emzalmi dan Desri Ayunda harga mati bagi kami," tegasnya. 

Rita Andani, salah seorang relawan dari Kelurahan Bungo Pasang mengaku menjadi relawan karena termotivasi untuk  perubahan. Ia mengharapkan seorang pemimpin yang bisa mengayomi semua lapisan masyarakat, bukan pemimpin sekelompok masyarakat saja. 

"Dan kami melihat rekam jejak dan sosok Emzalmi sebagai tokoh birokrasi di pemerintahan selama ini telah berhasil di bidangnya. Ia termasuk yang merencanakan dan melaksanakan penataan Pasar Raya dan Pantai Padang. Itu semua kami lihat tidak terlepas dari sosok seorang Emzalmi," ungkapnya.(*)

Emzalmi Silahturahmi Bersama Ninik Mamak dan Masyarakat di Kavling Perumahan Pakit RW.004 Kalumbuk Parak Cilin Kelurahan Kalumbuk Kecamatan Kuranji Kota Padang
Infonusantara (PADANG) - Calon Walikota Padang nomor urut 1 di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 27 Juni 2018, Emzalmi mengimbau agar masyarakat jangan golput. Pasalnya, satu suara sangat menentukan nasib kota ini kedepannya.

Hal itu disampaikannya ketika menghadiri acara silaturahmi ninik mamak dan masyarakat di Kavling Perumahan Pakit RW.004 Kalumbuk Parak Cilin Kelurahan Kalumbuk Kecamatan Kuranji Kota Padang, Sumatera Barat, Jumat, 27 April 2018 malam.

"Saya mengajak kita semua untuk berpartisipasi aktif di Pilkada ini. Untuk itu, mari datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) masing-masing dan gunakan hak pilih kita. Jangan sampai golput," ujar mantan Sekretaris Daerah Kota (Sekdako) Padang ini.

Ketua Panitia Pelaksana Yuzarman Rajo Ahmad mengatakan, acara silaturahmi yang dilaksanakan di Tapian Koto Nan Baduo di Kalumbuk tersebut murni diangkat dari bawah, berdasarkan partisipasi masyarakat Kalumbuk tanpa melibatkan bantuan dari pasangan calon Emzalmi dan Desri Ayunda.

"Ini murni dari masyarakat, dari bawah, karena Pak Emzalmi itu ninik mamak kami di Kalumbuk ini. Kami bersepakat untuk mendukung penuh ninik mamak kami sebagai pemimpin di Kota Padang," ungkapnya.

Anggota DPRD Kota Padang Iswandi Mukhtar Rajo Sampono yang juga Ketua dan Anak Pusako Koto Nan Baduo mengatakan, acara tersebut murni dalam rangka silaturahmi, bukan kampanye pasangan calon tertentu. Emzalmi selaku ninik mamak rang Kalumbuk diundang oleh masyarakat.

"Ini kegiatan silaturahmi, Pak Em diundang sebagai ninik mamak dan tokoh masyarakat. Kalau sekarang masyarakat menyatakan dukungan, ya sah-sah saja, karena melihat sosok tokoh masyarakat dan ninik mamak mereka memang layak memimpin kota ini. Kita yakin akan kemampuan Pak Em," ujarnya.(*)

Desri Ayunda Calon Wakil Walikota Padang 
Para pendiri bangsa ini adalah anak muda yang terlibat aktif dalam aktivitas sosial politik saat berada di bangku sekolah dan perguruan tinggi. Sejak usia belia telah mulai berbuat untuk orang banyak. Berpikir dan bertindak dengan cita-cita yang tinggi. Memerjuangkan idealisme yang tumbuh dari dalam diri dan didapatkan di tengah masyarakat. Ketajaman mereka melihat persoalan menumbuhkan keberanian untuk mengambil sikap dan berjuang. Ketajaman naluri aktivis mereka itu berasal dari pendidikan yang mereka dapatkan. Itulah sikap kritis orang muda.

Soekarno, Hatta, Natsir, Sjahrir, Agus Salim, dan M. Yamin adalah tokoh-tokoh penting yang sejak belia memerjuangkan kepentingan orang banyak. Nama mereka harum hingga kini, karena telah menoreh sejarah berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Mereka telah berbuat sesuatu yang besar maknanya bagi kita hari ini. Hidup aman dan nyaman yang kita nikmati hari ini, tiada lain dari buah perjuangan panjang melalui jalan berliku. Tiada lagi peluru yang berdesing di telinga anak negeri.

Kini, alam kemerdekaan telah memberi kesempatan bagi siapapun untuk mengambil peran untuk pembangunan demi kemajuan bangsa. Besar kecil peran tersebut sangat ditentukan kemauan dan motivasi bagi yang ingin berbuat. Sejauh ini, perjalanan dari tempat ke tempat lain, anak-anak muda di Kota Padang telah mengambil peran aktif dalam berbagai bidang yang diminatinya. Pada banyak pertemuan, anak-anak muda menyampaikan aspirasi; umumnya tentang kesempatan mereka untuk berbuat. Usulan mereka bernas-bernas, walau kadang-kadang masih sebatas aktualisasi diri. Tetapi hal itu sudah memerlihatkan perjuangan membuka meraih kesempatan.

Sistem demokrasi membuka kesempatan anak-anak muda, pemilih pemula, untuk ikut ambil bagian dalam suksesi. Mereka yang telah aktif di berbagai organisasi sosial kemasyarakatan, ada baiknya mulai merintis ke arah lebih tinggi. Misal ikut dalam kancah pemilihan legislatif (Pileg) di tingkat kota, provinsi, hingga tingkat pusat. Sembari tetap belajar secara formal maupun non formal.

Apapun cita-cita di masa depan, sebagai seorang pemuda, sering saya sampaikan; jangan pernah berhenti mengembangkan pemikiran dan wawasan. Jangan pernah berhenti belajar. Carilah pengalaman sebanyak-banyaknya. Akses informasi ilmu pengetahuan sudah sangat terbuka sekarang ini, berbeda dengan masa-masa muda saya dulu, informasi masih bergulir lamban. Sementara kini, informasi baru cepat datang, cepat pula pergi.

Bila berkaca dengan pengalaman orang-orang muda yang mendirikan bangsa-negara ini, usia belia bukanlah alasan untuk tidak berbuat. Orang-orang muda yang berani, biasanya cepat melesat menjadi besar. “Menjadi orang besar harus dimulai dari berpikir besar, sekalipun dimulai dengan tindakan yang kecil.” Inilah yang harus terus kita beritahu kepada orang-orang muda di sekiling kita.

Jangan Golput

Ada kecenderungan anak muda hari ini tak mau bersentuhan dengan urusan politik praktis. Tak mau terlibat aktif. Mereka asyik dengan dunia mereka. Lalu bangga menjadi Golongan Putih (Golput) alias tidak memilih. Padahal, Golput tersebut merupakan strategi politik bagi orang-orang berkepentingan agar tak banyak yang ikut memilih sehingga ia bisa meraih kemenangan. Sikap Golput itu justru memenangkan satu pihak yang diuntungkan, sementara pihak tersebut tidak pernah memikirkan nasib dan energi besar anak muda, pemilih pemula. Karena itulah, apapun pilihan ketika tiba di TPS, lebih baik ada pilihan dari pada tidak sama sekali. Itulah tanda dan peristiwa politik secara pribadi sebagai pemilih pemula. Harus bangga pada pilihan tersebut.

Anak muda tentu saja punya mimpi sukses yang besar tetapi apa kuncinya? Salah satunya adalah keinginan dalam diri yang kuat. Tidak malas untuk belajar. Seperti Muhammad Natsir di umur 21 tahun sudah bisa berbagai bahasa dunia. Tidak malas menambah wawasan; kebangsaan dan kenegaraan. Sekalipun masih remaja, belia, harus mengerti bagaimana peta kebangsaan dan kenegaraan ini. Sehingga bisa memahami posisi penting. Lebih-lebih di alam demokrasi saat ini.

Jika saja seluruh anak muda bersatu di negeri ini dalam satu wadah cita-cita, ketika mereka bergerak dengan energi mudanya, tentulah perubahan besar segera terjadi. Kata-kata Soekarno yang paling sering dikutip, “bawakan aku 10 orang pemuda akan aku goncang dunia!” Begitulah, ketika orang-orang muda bisa diajak kerja sama dengan keberanian dan keluasan wawasan, bisa mengguncang dunia.

Pada pusaran Pilkada Serentak 2018, Pemilihan Umum Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Umum Presiden (Pilpres) 2019 nanti, akankah anak-anak muda, pemilih pemula datang ke TPS untuk memilih?Saya dengan senang hati mengajak agar anak-anak muda agar datang ke TPS. Datang dan cobloslah pilihan sesuai dengan nurani. Pelajarilah dinamika politik praktis secara seksama, sebab hal itu perlu untuk menentukan masa depan bersama, masa depan bangsa dan negara. Pelajari setiap apa yang akan dipilih. Inilah satu dari sekian banyak hal yang memberi arti di alam demokrasi. Mari Ke TPS dan mencoblos adalah sebuah perjuangan yang berat walau tampak ringan sekali.

Karena masa depan bangsa dimulai dari pemilih pemula sang pemuda. Perjuangan pemuda sekarang yang tentu saja berbeda dengan anak-anak muda pada masa lalu, yang mendirikan negeri ini. Setiap pilihan yang bebas rahasia di dalam bilik suara akan sangat memengaruhi perubahan-perubahan di masa depan. Ayo ke TPS, anak muda dan jangan buang begitu saja suara mu wahai pemuda. (*)

Penulis : Desri Ayunda

Ketua DPRD Kota Padang, Elly Thrisyanti 
Infonusantara (PADANG)  - Anggota DPRD Kota Padang, Maidestal Hari Mahesa tetap mendesak Pemerintah Kota (Pemko) Padang untuk membatalkan atau merevisi Peraturan Walikota (Perwako) Padang Nomor 11 tahun 2018 tentang Kategori dan Besaran Pemberian Hibah dan Bantuan Sosial.

"Kami tetap mendesak perwako tersebut dibatalkan atau direvisi. Kami dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) tetap berjuang untuk itu," tegas pria yang akrab disapa Esa ini.

Bahkan, kata Esa, ia bersama fraksinya tetap meminta Perwako Nomor 11 tahun 2018 yang dianggap mengebiri bantuan sosial kepada masyarakat tersebut untuk dibatalkan. Ia selama ini mendesak agar DPRD Padang mengeluarkan surat rekomendasi pembatalan.

"Cuma saya tidak tahu, karena ada pimpinan yang bilang tidak usah mengeluarkan rekomendasi, tetapi cukup pembicaraan pimpinan dengan pemko. Sekda memang mengatakan akan memperbaiki, tetapi bagian mana yang diperbaiki, belum kelihatan bagi kita," ungkap Ketua DPC PPP Kota Padang ini. 

"Selain itu yang menjadi pertanyaan, kenapa perwako tersebut lebih dahulu dikeluarkan, sedangkan Perda nya saja belum lahir," pungkasnya. 

Sementara Ketua DPRD Padang Elly Thrisyanti mengatakan mengenai Perwako Nomor 11 Tahun 2018 yang di terbitkan 24 Januari 2018 oleh Walikota 
 jelang beliau cuti kemaren itu memang dari DPRD Padang sangat menyayangkan karena dengan aturan Perwako tersebut dinilai terjadi pemangkasan anggaran luar biasa pada kategori besaran anggaran pemberian Hibah dan Bantuan Sosial.

"Tapi apa yang kita harapkan agar  Perwako ini untuk ditinjau ulang kembali sudah disampaikan kepada Sekda dan saat ini kan masih belum ada finalisasinya, " kata Elly ketika dikonfirmasi media ini, Jum'at (27/4) melalui selulernya.

Elly mengatakan, sebab dari Sekda sendiri tentunya akan menyampaikan hal ini pada Walikota dalam mengambil kebijakan untuk merubahnya.Sementara walikota kan sekarang lagi cuti, sehingga dalam mengambil kebijakan tidak bisa dilakukan oleh Pjs Walikota saat ini, dan ini tentu menunggu hingga bulan Juni atau Juli  nanti,"  ujarnya. 

Lebih lanjut disampaikan, kita akan buat agenda untuk duduk bersama lagi guna membahas persoalan mengenai Perwako Nomor 11 Tahun 2018 ini. Intinya untuk merubah atau mengambil kebijakan harus kita lakukan melalui rapat. Harus duduk bersama antara eksekutif dan legislatif, " ungkap Kader Gerindra ini. (Inf)


Calon Walikota Padang Emzalmi Silaturahmi Bersama Masyarakat Perumahan Melati Kelurahan Lubuk Minturun Kecamatan Koto Tangah Kota Padang
Infonusantara (PADANG) - Calon Walikota Padang nomor urut 1 di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 27 Juni 2018, Emzalmi menegaskan, jika dirinya terpilih, maka ia akan memprioritaskan penyelesaian proyek Banda Luruih.

"Sebenarnya proyek Banda Luruih ini, kalau ada komitmen bersama, sudah selesai permasalahan. Tapi tak usahlah kita bahas di sini, Insya Allah, jika Emzalmi dan Desri Ayunda menang, ini akan kita prioritaskan," ujarnya saat bersilaturrahmi dengan masyarakat Perumahan Melati Kelurahan Lubuk Minturun Kecamatan Koto Tangah Kota Padang, Kamis, 26 April 2018 malam.

Hadir pada kesempatan itu, anggota DPRD Kota Padang dari Fraksi Partai Golkar, Jumadi, SH., Ketua DPC PPP Kota Padang yang juga Ketua Komisi IV DPRD Kota Padang, Maidestal Hari Mahesa, Ketua RT setempat, dan segenap warga di komplek tersebut.   

Ia mengatakan, proyek Banda Lurus akan diprioritaskan penyelesaiannya karena bukan hanya masyarakat di daerah itu saja yang selama ini menjadi langganan banjir, tetapi masyarakat Dadok Tunggul Hitam, Kurao Pagang, bahkan Balai Kota Padang di Aia Pacah juga menjadi danau kalau hujan turun. 

"Selain itu, kita akan melanjutkan penataan Pantai Padang yang membentang dari Bungus sampai ke Pasir Djambak  dan melanjutkan pembangunan Pasar Raya serta menyelesaikan terminal di kota ini," ujarnya sembari berterimakasih atas undangan warga.

Jumadi pada kesempatan itu menegaskan, Partai Golkar berkomitmen memenangkan pasangan Emzalmi-Desri Ayunda. Padangan politik Golkar telah menetapkan untuk mengusung pasangan ini karena Golkar yakin pasangan ini mampu menjadi pemimpin untuk semua lapisan masyarakat. 

"Pasangan ideal ini akan membawa perubahan untuk kota ini kearah yang lebih baik. Apatah lagi, rekam jejak keduanya jelas dan terukur. Pak Em adalah seorang birokrat yang ahli penataan perkotaan dan Pak Des merupakan seorang profesional yang paham perekonomian," ungkapnya. 

Sementara itu, Ketua DPC PPP Kota Padang Maidestal Hari Mahesa mengatakan, dirinya bersama kader PPP lainnya bertekad meluruskan ketimpangan yang ada selama ini. Ia pun mengungkapkan, PPP merupakan partai pengusung Mahyeldi-Emzalmi di Pilkada 2014. 

"Karena kami juga mengusung Pak Em ketika maju sebagai wakil walikota di Pilkada 2014. Namun kenyataan pahit yang diterima adalah, ditengah jalan Pak Em malah ditinggalkan. Banyak kebijakan yang tidak berpihak kepada rakyat, namun protes yang dilayangkan Pak Em tidak didengar," tegasnya.

Pria yang akrab disapa Esa ini kembali menyinggung permasalahan yang terjadi di tubuh Baznas Kota Padang. Menurutnya, PPP yakin Emzalmi dan Desri Ayunda akan mampu meluruskan Baznas nantinya, sehingga kembali menjadi milik umat seutuhnya, bukan kelompok atau kepentingan politik tertentu.

Ketua RT.03/RW.07 Kelurahan Lubuk Minturun Sungai Lareh mengatakan, ia dan masyarakatnya mendukung pasangan Emzalmi dan Desri untuk maju sebagai pemimpin di kota ini. Sebab, keduanya merupakan perpaduan birokrat dan profesional yang handal.  

"Kami yakin pasangan ini mampu membawa kota ini kearah yang lebih baik. Harapan kami kepada calon ini agar segera menyelesaikan proyek Banda Luruih jika terpilih. Sebab, kalau hujan lebih 2 jam, lingkungan kami dikepung banjir, sehingga warga tidak bisa keluar," pungkasnya.(*)


Prosesi Lamaran Alfatah Dwi Putra dan Risa Gustiana di Kediaman Desri Ayunda. 
Infonusantara (PADANG) - Prosesi lamaran Alfatah Dwi Putra dan Risa Gustiana berlangsung dalam suasana haru. Rencananya, mereka akan melepas masa lajang usai lebaran.

Alfatah Dwi Putra merupakan kemenakan dari Desri Ayunda. Ia selama ini dibesarkan oleh Desri dan Edha Desri. Maka orang-orang mengatakan, Desri Ayunda "ka baminantu". 

Alfatah akan mempersunting Risa, anak gadih urang Canduang. Prosesi lamaran yang dihadiri oleh kedua keluarga besar Alfatah dan Risa, berlangsung di kediaman Desri Ayunda beberapa waktu lalu di Komplek Dangau Teduh Jl.Pinus No.6 Cengkeh, Lubuk Begalung. 

Amri Kari Bagindo, orang tua dari Risa Gustiana berterimakasih kepada Desri Ayunda dan keluarga yang telah menerima kedatangan mereka dengan baik. Menurutnya, pertemuan kedua bujang jo gadih tersebut akan mempersatukan dua keluarga dari Padang dan Canduang Agam. 

"Kami juga berdoa, semoa Pak Desri berhasil dalam perjuangannya untuk mengabdi di Kota Padang sebagai wakil walikota mendampingi Pak Emzalmi sebagai walikotanya nanti. Semoga dimudahkan Allah. Amin," ungkapmya. 

Desri Ayunda pada kesempatan itu bersyukur prosesi pinangan atau lamaran berjalan dengan lancar dan baik. Ia mengatakan, kini kedua keluarga telah dipersatukan dengan ikatan suci kedua anak cucu Adam as tersebut. 

"Insya Allah, akad nikah akan kita laksanakan usai lebaran. Kami mohon doanya agar berjalan lancar. Kami menyampakan terimakasih kepada keluarga Risa dari Agam," ungkapnya.(*)

H.Maidestal Hari Mahesa Ketua DPC PPP Kota Padang 
Infonusantara (PADANG ) - Ratusan warga menghadiri acara pembekalan tim advance Emdes Padang Barat, di Kantor DPC PPP Padang di Purus V, Kamis (26/4).

Dalam acara tersebut terlihat warga sangat antusias terhadap pembekalan yang disampaikan Zailis Usman, tim pemenang Emzalmi - Desri.

Hadir pada kesempatan, perwakilan  masing masing partai pendukung dan pengusung. Partai PPP sebagai tuan rumah, disamping dihadiri Ketua DPC, H. Maidestal Hari Mahesa juga pengurus DPC, PAC, Bacaleg dan simpatisan partai berlambang Kabah tersebut.

Zaili Usman pada kesempatan tersebut mengatakan, kita hadir di Kantor DPC PPP untuk pembekalan, bukan untuk kampanye. "Sebab kalau kampanye dilarang, maka kesempatan ini kita gunakan untuk pembekalan," katanya.

Zaili Usman juga menyebutkan partai pengusung dan pendukung pasangan Emdes, PPP, Golkar, Nasdem, Gerindra, PKB, Hanura, PDi ditambah partai pendukung lainnya.

"Sementara pasangan lain, hanya didukung dua partai PKS dan PAN," katanya seraya menyebutkan banyaknya dukung membuktikan tingginya kepercayaan partai politik terhadap.pasangan ini.

Sementara, Ketua DPC PPP, Maidestal Hari Mahesa mengatakan, keberhasilan pembangunan Kota Padang, berkat buah tangan Walikota sebelumnya, Fauzi Bahar.

Adanya asumsi selama ini, pembangunan Kota Padang, berkat kepemimpinan Mahyeldi, tak semuanya benar. Bahkan, peran Emzalmi seorang birokrat berlatar belakang sipil, punya peran besar terhadap pembangunan Kota Padang ini.

Esa juga mengupas masalah Baznas yang terindikasi ada penyimpangan dalam penyaluran bantuan. Banyak warga seharusnya berhak untuk mendapatkan dana umat ini, malah terlupakan.

"Baznas menjadi persoalan sentral sekarang ini. Bahkan. Komisi IV sudah tiga kali memanggil Kepala Baznas untuk hearing terkait penyaluran dana Baznas," kata Esa.

Disertai sambutan meriah warga, Esa juga bercerita masalah pendidikan, ekonomi dan masalah lainnya yang sekarang masih persoalan Kota Padang, termasuk penggusuran PKL di Tepi Pantai tanpa memberikan solusi yang tepat.

"Makanya segala persoalan yang terjadi selama ini akan di luruskan oleh Emzalmi Desri demi Kota Padang yang lebih baik," himbau Esa.(*)

Anggota Komisi II DPRD Kota Padang, Aprianto 
Infonusantara (PADANG) - Adanya program dari Peraturan Walikota (Perwako) Padang Nomor 11 tahun 2018 terkait bantuan modal usaha bagi keluarga tidak mampu memang sangat bagus sekali. Namun untuk realisasinya ada aturan dimana bantuan hanya bagi keluarga yang sebelumnya telah pernah menerima bantuan dari pemerintah dan masuk dalam database di Dinas Sosial Kota Padang. 

Menyikapi hal itu, Anggota DPRD Padang, Aprianto menyampaikan harus dilakukan verifikasi ulang mengenai data untuk bantuan keluarga kurang mampu ini. Dimana sesuai dengan Perwako No.11 Tahun 2018, disana ada beberapa item untuk bantuan sosial yakni seperti bantuan modal usaha bagi keluarga tidak mampu dan bantuan pendidikan.

Menurutnya, data yang ada saat ini sudah tidak Valid lagi, kenapa demikian?, karena data yang ada saat ini di Kelurahan maupun Dinas Sosial adalah data lama, sementara kondisi saat ini tentunya sudah pasti ada perubahan.

"Ada keluarga yang bisa dikatakan sudah mampu masih saja menerima bantuan, sementara masih banyak keluarga yang betul betul membutuhkan bantuan sama sekali tidak pernah menikmati bantuan, " ujar kader PDI Perjuangan ini saat dikonfirmasi melalui selulernya, Rabu (26/4) malam.

Lebihlanjut disampaikan, seharusnya untuk penerima bantuan ini harus benar-benar keluarga tak mampu sesuai kondisi saat ini.  Harus di data ulang lagi, jangan bantuan itu hanya bagi keluarga yang sudah pernah medapatkan kartu bantuan yang dahulu saja, bisa jadi saat ini kehidupan mereka sudah membaik. 

Aprianto menegaskan, selaku wakil rakyat dia tidak ingin masyarakat di Dapil nya yang betul-betul membutuhkan bantuan karena memang keluarga kurang mampu, namun dengan adanya aturan ini mereka tidak mendapatkan apa sebenarnya yang pantas mereka dapatkan. Jangan dengan adanya aturan itu akan menjadi ketimpangan sosial ditengah masyarakat. 

"Selain itu ia juga menekankan,  bagi keluarga yang belum masuk data di Dinas Sosial, sementara memang keluarga tidak mampu, Aprianto mengatakan itu merupakan tanggung jawabnya setiap RT untuk lakukan data ulang dan harus didampingi pihak Kelurahan maupun dinas terkait agar tidak terjadi kong kalikong dalam melakukan pendataan nantinya," katanya. 

Dimana dalam hal ini harusnya sekali enam bulan atau minimal satu tahun sekali harus dilakukan verifikasi data warga kurang mampu ini disetiap kelurahan. Tugas RT nanti memberikan data terbaru ke pihak Kelurahan setempat dan pihak Kelurahan ke dinas sosial. Sehingga setiap kelurahan mempunyai data valid terbaru. 

Saya ingatkan, ini adalah bantuan bagi mereka yang benar benar adalah keluarga tak mampu, jangan main - main untuk realisasinya. Sebab dalam realisasinya nanti memang diusulkan melalui pokir dewan. Jadi saya tidak ingin warga di Dapil saya yang betul-betul membutuhkan bantuan menjadi kecewa nantinya.

"Bantuan itu direalisasikan melalui pokir dewan yang disalurkan bagi keluarga tidak mampu. Alangkah bahagianya ketika nanti pokir ini bisa dinikmati oleh keluarga yang benar benar tidak mampu, itu adalah  kepuasan bathin tersendiri," ungkap Kader PDI Perjuangan ini. (Inf)


Nurafni Siswi SMPN 3 Padang (Tengah) bersama Wakil Ketua DPC PPP Kota Padang, Puji Suci Kurniasih Bahar didampingi Dwiyana Putri Amelia Ketua Bendahara DPC Kota Padang
Infonusantara (PADANG) - Pasca viralnya pemberitaan Nurafni siswi kelas IX Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 3 Padang, yang hidup dibawah garis kemiskinan dengan melalui hari hari nya  kesekolah dengan berjalan kaki,  langsung mendapatkan respon dari pengurus DPC PPP Kota Padang. 


Orangtua Nurafni, Yakin dan Rosaneli (Tengah) didampingi Wakil Ketua DPC PPP Kota Padang, Puji Suci Kurniasih Bahar didampingi Dwiyana Putri Amelia Ketua Bendahara DPC Kota Padang
"Kami membaca di berita kemarin tentang Nurafni, seorang siswi kelas IX SMPN 3 Padang , dimana dalam menempuh cita-citanya menuntut ilmu harus rela berjalan kaki sepanjang 1 Km tiap harinya. Hal itu dikarenakan sulitnya kehidupan ekonomi keluarga yang saat dialami saat ini. 

Hal ini membuat kami dari DPC PPP Kota Padang merasa prihatin dan terpanggil demi sesama yang lagi dalam keadaan kesusahan, " kata Wakil Ketua DPC PPP Kota Padang, Puji Suci Kurniasih Bahar didampingi Dwiyana Putri Amelia selaku ketua Bendahara DPC Kota Padang saat mengunjungi kediaman orangtua Nurafni, di jalan Purus I, Kelurahan Purus, Kecamatan Padang Barat Kota Padang, Rabu sore (25/4) kemarin.


Kami terpanggil untuk memberikan sedikit bantuan berupa sembako untuk keluarga pra sejahtera ini, semoga bantuan yang tak seberapa ini dapat sedikit meringankan beban mereka. Juga  diketahui dimana saat ini masih ada tanggungan bagi kelanjutan pendidikan anak mereka ke jenjang selanjutnya, sebab tak lama lagi anak mereka Nurafni akan menyelesaikan pendidikannya di bangku SMP.

Kondisi ini menurut Puji Suci Kurniasih Bahar yang akrab di panggil Suci ini, diharapkan pemerintah melalui dinas terkait alangkah lebih baiknya memperhatikan nasib masyarakat miskin ini, jangan hanya memprioritaskan program untuk menggenjot mutu pendidikan saja. Sementara seakan terlupakan masyarakat yang masih banyak hidup dibawah garis kemiskinan," sebut Suci, diamini Dwiyana Putri Amelia yang juga sama sama menjadi Bakal Calon Legislatif (Bacaleg) bersama Suci dari dapil V,  Padang Barat, Padang Utara dan Nanggalo ini.

Selain itu Suci menambahkan, sama kita ketahui Kota Padang dikatakan Kota Layak Anak dan Pendidikan. Nah untuk membuktikan hal itu mari kita jadikan Kota Padang betul betul menjadi Kota Layak Anak dan Kota Pendidikan, ini tanggung jawab kita bersama, jangan pejamkan mata dan tutup telinga untuk masalah masyarakat kurang mampu ini, " ungkapnya.

Hal senada juga disampaikan Dwiyana, Ia berpendapat, bahwa persoalan ini merupakan tugas pemerintah dan kita bersama untuk menyikapinya. Dan ia juga berharap kepada Dinas Pendidikan dan Dinas Sosial Kota Padang agar lebih peka terhadap kondisi sosial ekonomi yang di alami orangtua Nurafni ini, begitupun untuk masyarakat kurang mampu di Kota ini pada umumnya. 

Ia menambahkan, ini baru hanya satu contoh nyata kondisi yang ada. Mungkin masih banyak lagi kondisi yang sama dialami masyarakat Kota Padang lainnya yang belum terdata sebagai keluarga kurang mampu oleh pihak Kelurahan , Kecamatan dan Dinas Sosial Kota Padang. Harus ada pendataan ulang dari pemerintah melalui dinas terkait untuk masyarakat kurang mampu ini agar nanti bantuan yang disalurkan tepat sasaran ," ungkapnya. 

Sementara Yakin (60) ayah dari Nurafni,mengucapkan terimakasih atas kedatangan serta kepedulian dari itu ibu ibu dari pengurus DPC PPP Kota Padang yang telah memberi bantuan.Ia mengakui selama ini belum pernah merasakan bantuan dalam bentuk apapun dari Pemerintah Kota Padang. Dan yang ada baru dari pihak sekolah SMPN 3 Padang serta rasa solidaritas dari teman-teman anaknya. 

"Ia mengatakan, saat ini dirinya sudah tidak bisa lagi bekerja. Sebelumnya  pekerjaan yang dilakukan adalah sebagai buruh kasar bangunan, namun karena ada kecelakaan saat bekerja,  bola mata saya terkena pecahan keramik, apalagi kondisi tubuh saya juga sudah mulai tidak kuat lagi.Begitu juga Ibunya Rosaneli (57), juga tidak bisa membantu untuk mencari nafkah, karena sering sakit-sakitan," terangnya. 

Untuk itu saya berharap adanya bantuan dari pemerintah. Dan yang paling penting mengenai kelanjutan pendidikan anak saya, setidaknya anak saya lulus dari SMP dan bisa melanjutkan masuk di SMKN 2 Padang," harapannya.(Inf/*)

Formulir Kontak

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.