PILIHAN REDAKSI

Hadiri Latihan Gabungan FORKI Tanah Datar, Wabup Richi : Jadikan Wadah Perkuat Tali Persaudaraan

INFO|Tanah Datar - Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (FORKI) Tanah Datar mengelar latihan gabungan (latgab) yang diikuti oleh seluruh p...

Budaya

Opini

Mentawai

Padang Panjang

Peristiwa

Pariwara

Mengawal Pembangunan Infrastruktur Menggunakan Dana APBD dan APBN
Sabtu, Agustus 20, 2022

On Sabtu, Agustus 20, 2022

 



Oleh : Nal Koto

HAMPIR 30 persen dana Anggaran Pendapatan Belanja Nasional (APBN) digunakan untuk pembangunan infrastruktur. Termasuk juga dana Anggaran Belanja Pendapatan Daerah (APBD) oleh provinsi, kabupaten dan Kota. Untuk dana APBN pembangunan infrastruktur, terutama Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), juga tersebar di provinsi.



Dana infrastruktur, Kementerian PUPR, khususnya di Sumbar dikelola  oleh Dirjen Sumber Daya Air, Dirjen Bina Marga dan Dirjen Cipta Karya melalui 3  3 Balai. Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN), Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) dan Balai Wilayah Sungai Sumatera V (BWSS V). Dan, untuk dana APBD dikelola oleh OPD. 



Memang masih ada Balai lain di Sumbar, bukan menggelola dana dari Kementerian PUPR, tapi Kementerian Perhubungan, yakni Balai Perkereta Apian. Untuk dana APBN melalui Balai itu, Sumbar mendapatkan gelotoran ratusan miliyar pertahun. Dan, melalui dana APBN ini, pusat mempercepat pembangunan infrastruktur di Sumbar. Baik jalan, irigasi dan pengembangan kawasan perkotaan/pedesaan.



Begitu juga provinsi, kabupaten/kota juga menggunakan dana APBD untuk pembangunan infrastruktur, meski tak sebesar dana APBD. Namun, mampu memacu pembangunan di Sumbar melalui beberapa OPD. Besarnya, anggaran APBN dan APBD untuk pembangunan infrastruktur, tentu menguntungkan daerah. Dan, tak perlu tutup mata, kadang disalahgunakan untuk kepentingan pribadi, kelompok dan golongan.



Biasanya, permainan anggaran ini diawali saat penyusunan anggaran, proses lelang dan pelaksanaan pekerjaan dilapangan. Meski, ada Perpres No 16 tahun 2021, tentang Pengadaan Barang dan Jasa, masih ada celah yang dimainkan. Proses lelang, kadang dimainkan pihak tertentu. Baik ULP maupun oknum yang mengatur lelang untuk memenangkan rekanan yang diunggulkan. Intimidasi, diskriminasi dan monopoli mengiringi proses lelang.



Bagi bagi fee, juga menjadi awal pekerjaan bermasalah dilapangan. Banyaknya dana terpotong, belum termasuk lelang turun payung saat penawaran, tentu berpengaruh pada mutu dan kualitas pekerjaan. Ujung ujungnya rekanan melabrak spesifikasi teknis, bekerja tak sesuai kontrak yang ditanda tangani. Gambar kerja diabaikan, terpenting selesai dapat keuntungan. Alhasil, umur bangunan tak tercapai, rusak setelah dikerjakan.



Berdasarkan fenomena diatas, tentu perlu adanya pengawasan, terutama dari media. Atas dasar itu, media online Infrastruktur hadir untuk mengawal pembangunan menggunakan dana APBD maupun APBN. Melakukan kontrol sosial dilapangan, terhadap pekerjaan tak sesuai spesifikasi. Infrastruktur siap menjadi mitra sekaligus mengawasi pekerjaan melalui kontrol sosial. Sesuai dengan motto "Mengawal Pekerjaan Infrastruktur." Semoga. *001


Talasemia Penyakit Keturunan, Bisa di Cegah Melalui Deteksi Dini
Senin, Juni 13, 2022

On Senin, Juni 13, 2022




INFONUSANTARA.NET - Talasemia adalah penyakit keturunan (kelainan genetik) akibat kelainan sel darah merah yang dapat menyebabkan penderita harus melakukan transfusi darah sepanjang usianya. Penyakit tersebut bisa dicegah melalui deteksi dini.


Talasemia dapat diturunkan dari perkawinan antara dua orang pembawa sifat. Seorang pembawa sifat talasemia secara kasat mata tampak sehat (tidak bergejala), hanya bisa diketahui melalui pemeriksaan darah dan analisis hemoglobin.


Cara mengetahui seorang talasemia dilakukan melalui pemeriksaan riwayat penyakit keluarga yang anemia atau pasien talasemia, pucat, lemas, riwayat transfusi darah berulang, serta pemeriksaan darah hematologi dan Analisa Hb.


"Kali ini Motivasi tentang Ilmu Kesehatan Anak RSUP Dr. M. Djamil Padang / Fakultas Kedokteran Universitas Andalas Padang, Para orang tua bagi anaknya yang menderita thalasemia di ajak untuk mengikuti kegiatan penelitian pada hari Sabtu dan Minggu tanggal 11-12 Juni 2022 di RSUP Dr. M. Djamil Padang.


Dalam kegiatan dijelaskan juga apa itu thalassemia, Thalasemia merupakan penyakit anemia hemolitik herediter yang ditandai dengan anemia pada tahun pertama kehidupan yang membutuhkan transfusi darah seumur hidup.


Transfusi darah yang berulang menyebabkan kelebihan beban zat besi dan sejumlah komplikasi yang muncul pada saat dewasa atau dewasa muda. 


Kelebihan beban besi tidak hanya diakibatkan oleh transfusi, namun juga oleh absorbsi besi yang berlebihan oleh usus yang terus berlangsung meskipun telah terjadi peningkatan kadar besi dalam tubuh. Kadar besi yang melebihi kemampuan transferin untuk mengikat besi mengakibatkan kadar besi bebas dalam tubuh meningkat. 


Ferritin serum merupakan ciri paling sederhana dan paling banyak digunakan untuk pemeriksaan kadar besi tersebut.


Intoksikasi besi secara umum merusak seluruh organ termasuk kelenjar endokrin, namun sulit untuk menentukan prevalensi kejadian komplikasi endokrin pada penderita thalassemia karena adanya perbedaan yang cukup besar dalam hal usia dimulainya terapi kelasi besi, derajat dan jenis kelasi yang digunakan, kadar hemoglobin sebelum dimulainya transfusi, dan angka keselamatan yang terus meningkat pada penderita thalassemia yang mendapat terapi kelasi besi yang adekuat.





Gangguan pertumbuhan merupakan salah satu komplikasi thalassemia yang paling sering dan dapat mempengaruhi kualitas hidup pasien.


Keikutsertaan anak Bapak/Ibu pada penelitian ini sepenuhnya bersifat sukarela. Perneriksaan darah pada penelitian ini bersifat gratis dan tidak menimbulkan efek samping pada anak. 


Jika bapak/ ibu memiliki pertanyaan atau merasa tidak nyaman selama penelitian ini berlangsung, bapak/ibu dapat menghubungi dokter peneliti dr. Nova Linda Alamat: Jln. Agam 3 No. 270, Siteba, Padang No. HP : 08116658868, ini adalah bentuk himbauan dari Club thalasemia.


"Mendengar himbauan tersebut tentu saja kami selaku orang tua Sindi Rahayu Ningsih sangat tertarik dengan penelitian tersebut", apalagi kami juga hampir setiap waktu yang telah di jadwalkan selalu melakukan kontrol anak kami Sindi ke RSUP M Jamil Padang, ucap Fitri Yani selaku orang kepada awak media.


Sengaja kami ambil jadwal hari Minggu karena pada hari Sabtunya anak kami Sindi baru siap ujian penilaian akhir tahun (PAT), pada kesempatan itu Sindi pun bertemu dengan belasan teman-teman yang sama penderita thalasemia.


Pada kesempatan itu sebuah keluarga yang berasal dari Lubuk Minturun RT 01 RW 02 Norisman Putra dengan sapaan akrab dipanggil dengan Noris dan istrinya Revita, mereka membawa 3 orang anaknya, sedang yang sulung Refan berumur 7 tahun, dan anak yang nomor 2 seorang putri umur 6 tahun bernama Fania, dan si bungsu dipanggil dengan nama Faira umur 4 tahun.


Setelah melakukan cek laboratorium dua orang diantaranya dinyatakan mengidap thalasemia mayor, dan si bungsu berusia 4tahun belum dilakukan cek laboratorium ungkap Noris sewaktu diminta keterangan oleh wartawan.


Norisman yang pekerjaan sehari-harinya sebagai tukang ojol sedangkan sang isteri seorang Ibu rumah tangga, ia mengatakan setelah melakukan cek labor beserta istrinya juga dinyatakan mengidap penyakit thalasemia minor, sedangkan kedua orang anaknya mengidap penyakit thalasemia mayor, tetapi sepasang suami istri  tersebut selalu dengan setia mengawal sibuah hatinya dengan penuh semangat.


Dalam pertemuan penelitian tersebut belasan dari orang tua yang hadir yaitu PaPa dan Mama juga diikutsertakan dengan anak yang menderita penyakit thalasemia yang sangat tampak akrab dan terlihat saling berbagi informasi saat itu. (YB)

Harlah PMII Ke- 62 : Tingkatkan Potensi dan Perkuat Pondasi Organisasi
Minggu, April 17, 2022

On Minggu, April 17, 2022

Oleh Rahmat Hidayat, Ketua Komisariat STIT-SB Pariaman.


INFONUSANTARA.NET - Tahun- 1960-an, berbagai elemen bangsa mempunyai angkatan mudanya dikalangan mahasiswa, seperti halnya GMNI, HMI, dan Masyumi. Nahdlatul Ulama (NU) yang memiliki basis massa terbesar di Indonesia, lalu mencetuskan ide, mendirikan wadah untuk anak mudanya. 


Sejarah mencatat, di Wonokromo Surabaya, lahir sebuah organisasi kepemudaan yang menaungi mahasiswa dari berbagai Kampus, yaitu Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII). Tepatnya tanggal 17 April 1960 yang lalu, dan hingga hari ini, 62 Tahun sudah berjalannya gerakan organisasi ini.


PMII dalam idiologi, tidak hanya kental nilai nasionalismenya, tetapi juga kental dengan nilai ke-islaman yang ber-haluan Ahlusunah Waljam’ah (Aswaja). PMII konsen mewadahi mahasiswa Indonesia, untuk meningkatkan kecerdasan intelektual anak bangsa, agar konsisten menjadi Agent Of Change dimasa yang akan datang.


Terbentuknya pribadi muslim Indonesia yang bertaqwa kepada Allah SWT, berbudi luhur, berilmu, cakap dan bertanggung jawab dalam mengamalkan ilmunya serta komitmen memperjuangkan cita-cita kemerdekaan Indonesia, itulah visi besar PMII didirikan, hal tersebut dapat dilihat dalam statuta organisasi ini.


PMII sudah mencetak ribuan kader militan dari  berbagai kampus di Indonesia, sebagian besar kadernya, mampu menggerakkan masyarakat dalam berbagi disiplin Ilmu pengetahuan, gerakan  pemikiran islam, sosial kemasyarakatan, gerakan politik bahkan menapaki jejak di jajaran elit negeri ini, tentu hal yang harus dipertahankan dan ditingkatkan.


Di momen harlah ini, penulis mempunyai harapan besar untuk PMII lebih jaya. Pertama, kader PMII harus mampu memegang teguh jiwa nasionalisme. Saat ini, nasionlisme diperlukan untuk keberlangsungan NKRI ini.


Ditengah kondisi serba modern sekarang, dirasa nilai nasionalisme terus tergerus di berbagai kalangan. Tantangan tergerusnya nilai nasionalisme, harus jadi konsen PMII dalam menata gerakan organisasi kedepan.


Kedua, kader PMII harus nuntut mendalami Ilmu ke-islaman dan mampu

mensosialisasikannya kepada masyarakat luas. Faham Aswaja harus dikenal luas oleh masyarakat, selain diaplikasikan dan digeneralisasikan dalam setiap tindak tanduk dan gerakan PMII.


Hari ini faham yang dianut PMII dalam berbangsa dan beragama, sering dibenturkan dengan kelompok Islam modernis dan puritan yang berpandangan berbeda dengan islam Indonesia yang cenderung tradisionalis.


Maka, kader PMII wajib mampu memberkali diri dengan sebaiknya, jika tidak, faham ekstrimis kiri dan kanan, akan jadi tren mode anak muda Indonesia kedepan dalam beragama, dan PMII hanya akan diisi oleh orang-orang yang berebut kekuasaan dan fragmatisme.


Melihat di media massa sekarang, masyarakat sering dipertontonkan dengan wajah keislaman yang penuh konflik, radikalisasi, dan tidak humanis. Pekerjaan rumah kader PMII adalah membumikan Aswaja memalui canel apa saja, agar masyarakat Indonesia tahu, wajah genuine islam Indonesia itu tawasut, tawazun, ta’adul dan tasamuh.


Ketiga, PMII harus menyediakan berbagai wadah intelektual dan skill bagi kader, melalui wadah yang ada, Kader PMII pun harus mampu menggali potensi diri dan memperkaya intelektual diri dengan berbagai skil yang mumpuni.


Aktif di Akademik tentu belum keren, namun kepiawaian Lidership, Public Speaking, Interprenear, Jurnalistik, Orasi dan berjejaringan, hanya didapat di organisasi, diantaranya PMII, bekal keren itulah yang akan berguna bagi kader kedepannya.


Momen harlah ini, penulis memperteguh sebuah harapan, bahwa kader PMII harus memiliki potensi yang mumpuni dan mampu berkolaborasi dengan berbagai pihak.


Keempat, kemajuan  zaman dan Era Globalisasi Industry 4.0 menuju 5.0, harus menjadi peluang transformatif bagi kader, kader PMII harus mampu menyesuaikan diri dan bertransformasi agar bisa mandiri, mampu membaca peluang untuk memajukan PMII dan mampu membrending organisasi.


Inilah yang dimaksud barangkali dengan tema harlah PMII ke 62, “Transformatif Gerakan, Merawat Peradaban”. Do’a dan harapan kita untuk PMII lebih maju kedepanya, agar PMII bukan unggul dalam wacana saja, tetapi juga diikuti dengan gerakan yang nyata,


Selamat harlah PMII ke 62 Tahun pada 17 April 2022. “Satu barisan dan satu cita, pembela bangsa penegak agama, tangan terkepal dan maju kemuka”. Salam Pergerakan!!!


Mengidap Penyakit Thalasemia, Sindi Rahayu Ningsih Gantungkan Hidupnya Dari Darah Orang Lain
Jumat, Januari 28, 2022

On Jumat, Januari 28, 2022





INFONUSANTARA.NET - Menyumbangkan darah kepada seseorang yang membutuhkan adalah pekerjaan kemanusiaan yang sangat mulia, terlebih dalam kondisi sakit keras


Dengan mendonorkan sebagian darahnya berarti seseorang telah memberikan pertolongan kepada orang lain, sehingga seseorang selamat dari ancaman yang membawa kepada kematian. 


Menyumbangkan darahnya dengan ikhlas kepada siapa saja termasuk amal kemanusiaan yang amat dianjurkan oleh Islam, dan dengan izin Allah akan berdampak pula pada pahala. 


Seperti halnya orang memberi makan kepada orang lapar yang terancam akan mati. Hal ini sejalan dengan firman Allah swt dalam surah al Maidah (5) ayat 32;


Sindi Rahayu Ningsih adalah seorang anak yang kuat dan pemberani tidak pernah takut melihat jarum suntik, karena hal tersebut sudah terbiasa semenjak dia berusia 3 tahun, dan  sekarang Sindi sudah berusia 14 tahun.


Sindi seorang anak perempuan yang dinyatakan oleh dokter spesialis di RSUP M.Jamil Padang mengidap penyakit Thalasemia dan Pembekakkan Hati oleh dokter Amirah beberapa tahun lalu, bahkan hasil diagnosa dokter Sindi yang bertubuh mungil dengan usianya 14 tetapi memiliki tulang anak seusia 4,5 tahun.


Setelah Sindi di nyatakan mengidap penyakit Thalasemia dan Pembekakkan Hati, juga memiliki tulang ditubuhnya tidak sesuai dengan usianya saat ini, oleh karena itu kedua orang tuanya selalu melakukan pengobatan rutin untuk membawa Sindi melakukan kontrol sesuai anjuran dokter dan selalu tepat waktu.


Semenjak 2 tahun belakangan ini karena terjadi wabah Covid-19 dan saat itu Sindi tidak pernah lagi dibawa kontrol rutin ke RSUP M.Jamil Padang setiap bulannya dan mengambil obat secara rutin seperti yang di anjurkan dokter, bahkan pernah pasien dilarang saat itu untuk tidak melakukan kunjungan ke RSUP M.Jamil.


Bahkan semenjak lebih kurang 2 tahun belakangan penyakit Thalasemia dan Pembekakkan hati Sindi tidak pernah kambuh lagi, bahkan tidak pernah menerima transfusi darah dari orang lain sampai Sindi duduk di bangku SMP Negeri 1 di Kota Padang Panjang saat ini.




Tetapi diketahui akhir-akhir ini oleh kedua orang tua Sindi hal tersebut kurang baik untuk kesehatan anaknya karena tidak pernah melakukan kontrol ke RSUP M.Jamil, pada suatu ketika di hari Minggu tepatnya tanggal 23 Januari 2022, Sindi mendapatkan demam tinggi.


Puncaknya di hari Senin sekitar jam 10.00 WIB, tanda-tanda awal hidup Sindi mulai berdarah lagi dan semakin lama darah semakin mengalir dengan deras, bahkan darah sempat keluar melalui kedua belah matanya, dan orang tua Sindi mengambil tindakan cepat untuk membawa Sidin ke RSUD Gantiang agar mendapat pertolongan medis.


Setelah mendapat perawatan di IGD darahpun masih banyak keluar, sepertinya Sindi akan meninggalkan kami berdua tutur orang tuanya kepada awak media, dan setelah mendapat perawatan medis beberapa lama kemudian darah yang mengalir tadi dapat dicegah oleh obat yang di suntikan oleh perawat, dan akhirnya Sindi pun di pindahkan keruangan bangsal anak.


Tindak lanjut dari pemeriksaan medis tersebut meminta kepada kedua orang tua Sindi untuk mempersiapkan pendonor darah golongan A sebanyak 3 kantong, dan untuk langkah awal Alhamdulillah ada stoknya dari PMI yang dapat dipakai terlebih dahulu, ucap kedua orang tuanya.


Setelah transfusi darah berhasil dilakukan pada hari Senin sebanyak 1 kantong, dan sekitar jam 24.00 WIB malam darah di hidung anaknya mengalir lagi sampai jam 4.00 subuh, hidung Sindi mengeluarkan darah yang cukup banyak sekali saat itu, sehingga sewaktu dilakukan pemeriksaan Hb tetap saja tidak menunjukkan peningkatan.


Karena merasa cemas orang tua Sindi, esok harinya pada hari Selasa langsung mengirimkan semacam pemberitahuan di beberapa grup WhatsApp yang dia miliki, seperti grup GANN, STM KARYA 85, Pasar Usang Oke, grup wartawan dan masih banyak grup lainya tentang permintaan untuk yang bersedia bagi pendonor darah, dan juga di FB saya secara pribadi, sebut ortu Sindi


Akhirnya melalui telpon seluler kami mendapatkan 2 orang hamba Allah yang juga selama ini telah sering melakukan donor buat Sindi sebelumnya, cuman karena dua tahun telah berlalu beliau pun tidak pernah melakukan donor darah lagi, dan kamipun jadi lupa untuk memberi tahukan kepada hamba Allah tersebut.


Setelah transfusi darah berhasil dilakukan sebanyak 2 kantong lagi dan Sindi pun sudah nampak kemajuannya saat itu, dijelaskan orang tua Sindi, kami serasa mendapatkan bantuan yang tidak dapat ternilai harganya hamba Allah yang telah menyelamatkan anak kami, ucapnya


Setelah saya naikkan berita tentang Sindi lagi membutuhkan 2 kantong darah, akhirnya banyak ditanggapi oleh kawan-kawan dan juga secara spontan bergerak untuk menyebar luaskan informasi tersebut, pagi sampai sore hari ini puluhan nomor telepon yang tidak dikenal menelpon kami selaku orang tua Sindi, sangat banyak sekali hamba Allah lainnya hari yang menelpon kami bahkan juga ada yang akan donor dari Bukittinggi, 


Salah satunya termasuk juga ketua DPRD kota Padang Panjang Bapak Mardiansyah, menelpon saya dan akan datang ke PMI Padang Panjang untuk mendonorkan darahnya langsung, saya semakin terharu dengan melihat banyaknya hamba Allah yang bermunculan hari ini, ucap orang tuanya Sindi saat itu.




Ada hal yang paling menarik dan menyentuh hati saya sewaktu di WhatsApp grup STM KARYA angkatan 85 Padang Panjang, setelah saya share perihal tentang kami membutuhkan pendonor darah bagi teman-teman yang berada di kota Padang Panjang untuk anak saya, tetapi teman-teman langsung merespon, ada yang di Jakarta, Pekanbaru, Batam, bahkan ada yang di sekitar Sumbar pun merespon dengan baik saat itu.


Saya jadi malu karena selama ini tidak pernah aktif di grup STM KARYA angkatan 85 tersebut, bahkan tidak pernah melakukan sosialisasi dan memberikan bantuan sosial apa bila ada teman yang sakit, tetapi saya selalu mengikuti dan membaca setiap kegiatan yang dilakukan mereka.


Satu hal lagi saya seperti di paksa untuk mengirimkan nomor rekening Bank saya ke grup yang ada, setelah saya kirim nomor rekening Bank hampir semua teman-teman saya di grup STM KARYA angkatan 85 berkirim buat anak saya Sindi, ini membuat saya untuk mengintrospeksi diri agar tidak boleh cuek dalam grup alumni, sebut orang tua Sindi kepada awak media saat itu.(YB)

Motivasi Untuk Polda Sumbar Yang Humanis Menuju Presisi
Jumat, Januari 28, 2022

On Jumat, Januari 28, 2022




Peran Polri Dalam Menggenjot Vaksinasi


Penulis : Heri Suprianto


INFONUSANTARA.NET – Peran Polri dalam menggenjot vaksinasi di wilayah pulau terluar termasuk kategori yang membuat andrenalin terkuras dengan begitu berat tantangan yang di lalui dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat di daerah pedalaman yang berada di wilayah hukum Polres Kepulauan Mentawai, Polda Sumatera Barat.


Meski tantangan cukup berat untuk menjangkau suatu daerah pelosok, personel Polres Kepulauan Mentawai, yang di tugaskan sebagai Bhabinkamtibmas di daerah pulau terluar tetap tulus memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan cara mengedukasi warga, agar pelaksanaan vaksinasi di daerah kepulauan mentawai itu bisa mencapai target.


Seperti yang di lakukan Bhabinkamtibmas Polsek Siberut, Briptu Oktavianus Bello dalam kegiatan gerai vaksin presisi Sumbar Sadar Vaksin (Sumdarsin) yang di laksanakan di tiga Dusun yaitu Dusun Masi, Uma Buga dan Dusun Siribabak, selasa (24/1/2021) lalu. Kegiatan di lakukan itu bertempat di salah satu rumah warga berada di daerah pedalaman pulau siberut, Kecamatan Siberut Selatan, Kabupaten Kepulauan Mentawai.


Untuk menggenjot vaksinasi di daerah pelosok, anggota Bhabinkamtibmas tidak ada kenal lelah dalam melaksanakan tugas. Dimana tugas yang di laksanakan itu mulai dari pagi hingga malam masih tetap memberikan pendampingan pelayanan vaksinasi di tengah masyarakat yang jauh dari pusat kecamatan dan kabupaten.


Tugas mulia yang di lakukan seorang Bhabinkamtibmas ini untuk orang banyak, dengan memaksimalkan fungsi pokok Polri yang melayani, melindungi dan mengayomi masyarakat, sehingga Polri tetap di cintai oleh masyarakat sesuai dengan program Kapolri semangat transformasi Polri yang presisi (prediktif,Responsibilitas dan transparansi berkeadilan).


Mengarungi kepulauan mentawai dalam menjalankan tugas, memang banyak yang berpikir agak sulit untuk bisa sukses, akan tetapi sebaliknya anggota Bhabinkamtibmas Polsek Siberut mampu memberikan pendampingan pelayanan vaksinasi di daerah pedalaman pulau siberut menggunakan transportasi pompong (sampan kecil), dan tugas yang di lakukan dapat di tuntaskan.


Memasuki daerah pedalaman pulau siberut, Briptu Oktavianus Bello tak hanya bertemu dengan masyarakat umum, di lokasi tersebut juga bertemu dengan para sikerei (Tabib pengobat) dan mengajak untuk mendaftar ikut di vaksin, ajakan yang di lakukan Bhabinkamtibmas ini tentu dengan cara strategi sendiri agar para sikerei mau ikut vaksin.


Sikerei yang berada di pulau siberut ikut vaksinasi

Dengan memberikan pelayanan secara humanis, meski tingkat pemahaman masyarakat di pedalaman pulau siberut masih banyak terbilang rendah, namun seorang Bhabinkamtibmas mampu menaklukan warga binaannya dengan cara strategi sendiri untuk mengajak ikut vaksinasi.


Peran seperti ini lah yang di lakukan Briptu Oktavianus Bello dalam menggenjot vaksinasi di wilayah hukum Polres Kepulauan Mentawai, Polda Sumatera Barat dan akhirnya perjuangan itu bisa mencapai target 70 persen sesuai target nasional dalam pelaksanaan vaksinasi.


Sama hal juga di lakukan jajaran Polsek Sikakap di bawah pimpinan AKP.Tirto Edhi, dimana lokasi wilayahnya berada di daerah pulau terluar memiliki tiga kecamatan yakni Pagai Utara dan Selatan. Untuk jangkauan pelayanan mereka satu pulau besar yang di kelilingi dengan lautan luas.


Dalam pelaksanaan tugas, personel Polsek Sikakap setiap harinya musti menyeberangi lautan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, pasalnya akses transportasi darat tidak semuanya bisa di lalui, apalagi wilayah tugas polsek sikakap sangat luas dengan kapasitas personel terbatas.


Namun demikian, personel polsek sikakap tetap optimis menjalankan tugas dalam menyukseskan vaksinasi di wilayah hukumnya, kadang kala dalam kondisi tugas banyak diterpa dengan tantangan di lokasi, bahkan kalau terkendala kembali pulang ke mako, personel memilih menumpang nginap di rumah warga dan esok harinya dilanjutkan perjalanan pulang.


Perjuangan untuk menunaikan tugas sebagai anggota Bhayangkara berada di daerah pulau terluar banyak memberikan pelajaran terbaik dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat yang jauh dari pusat kecamatan. Tak kalah pentingnya juga secara otomatis hubungan emosional dengan warga terbangun dengan erat.


Menyusuri daerah pulau terluar dalam rangka menjalankan tugas sebagai aparat kepolisian yang akan bertatap muka dengan masyarakat, bagi personel Sikakap merupakan suatu kebanggaan tersendiri, karena menjangkau daerah pulau terluar itu memiliki tantangan dan kedatangan aparat kepolisian, masyarakat merasa senang.


Mengarungi lautan dalam memberikan pelayanan vaksinasi kepada masyarakat pulau terluar.

Rasa senang masyarakat dengan kedatangan aparat kepolisian di daerah pulau terluar itu, memberikan warna tersendiri bagi masyarakat, karena jarang bisa bertemu dengan personel kepolisian, selain itu kondisi wilayah juga sangat berpengaruh bagi masyarakat untuk bisa mendatangi mako polsek Sikakap ketika ada pengurusan.


Maka, langkah yang maksimal agar pelayanan sampai kepelosok, cara yang di lakukan personel Polsek Sikakap itu dengan melakukan jemput bola, salah satunya meyukseskan program vaksinasi kepada masyarakat pulau terluar.


Tugas berat yang di lakukan personel kepolisian berada di pulau terluar, tak heran lagi, hal ini sesuai dengan geografis wilayah kepulauan mentawai, tugas mulia ini mau tak mau harus di laksanakan, agar pelayanan sampai ke daerah pelosok.


Disisi lain, informasi yang berkembang di tengah masyarakat, personel polri yang di pindahkan ke mentawai banyak beranggapan orang bermasalah, sebenarnya bukan, akan tetapi mereka yang di pindahkan sesuai dengan tuntutan tugas.


Kenapa demikian, personel polri yang pindah ke mentawai itu ternyata orang-orang yang memiliki mental kuat dan berdedikasi tinggi. Hal itu di buktikan dengan menyukseskan vaksinasi di bumi sikerei dengan mencapai target nasional yakni 70 persen dan 60 persen lansia.


Sebagai aparat kepolisian yang bertugas di pulau terluar memang tidak mudah, tak sama halnya tugas di daerah daratan, namun tugas mulia di pulau terluar mentawai ini menjadikan sebuah pengalaman dan memiliki history tersendiri bagi personel Polres Kepulauan Mentawai, Polda Sumbar selama mengemban tugas di daerah pelosok.


Menjadi yang terbaik sebagai aparat kepolisian di butuhkan perjuangan dalam melaksanakan tugas Negara, terutama tugas di daerah jangkauan yang paling sulit salah satunya di daerah kepulauan mentawai yang memiliki 4 pulau besar di kelilingi lautan samudera.

Semalam dikota Hatyai Thailand
Rabu, Januari 19, 2022

On Rabu, Januari 19, 2022




Mimpi untuk jalan-jalan keluar negeri memang hal mengasyikan bagi ku,kedua kalinya menuju negara asing apalagi kotanya aku minati, dimulai dari 6 tahun yang lalu. Saat pertama aku kekota Hatyai tepat nya dinegara Thailand bersama rombongan sekolah ku ada niat ku untuk kembali ketempat kota itu lagi.

Yah 3 tahun yang lalu dunia belum mengenal penyakit yang namanya virus corona atau virus covid 19.aku kesana lagi bersama 10 orang teman ku. Akhirnya sejak saat itu, travelling keluar negeri selalu jadi hal yang menanrik buat ku.


Aku melakukan perjalanan kedua kali ini cukup 3 hari saja ,semalam di kota hatyai.aku bersama 10 orang teman ku punya rencana untuk melakukan perjalan liburan semalam diHatyai.


Yah ,aku dan teman -teman berangkat minggu pagi pukul 07.00 wib,aku bersama teman -teman naik pesawat menuju negara Malaysia lalu kami melanjutkan perjalanan menggunakan bus menuju kota hatyai (Thailand).karna perjalanan kami santai jdi kami sampai pada tengah malam besoknya pada hari senin dini hari.


Untuk istirahat kami mencari hotel yang murah,jujur karna kami kesana bukan melalui traveo agent,jadi nyarinya yang murah tapi bersih dan asyik.yah tepat pukul 04.00 waktu Hatyai setempat ,kami istirahat di sebuah hotel Kota di hatyai.


Kenapa aku memilih kota hatyai?yah Hatyai mengingat kan nostalgia buat ku,malu sih kalau aku utarakan hee,tapi yah ada memori yang tak terlupakan bagiku.


Akirnya karna kelelahan, kami semua pun ketiduran,kami bangun pukul 09.00 pagi waktu Hatyai,kami saling menghubungi satu sama yang lain karna kami 10 orang jadi mengambil 5 kamar,untuk bersiap sarapan pagi.


Tujuan perjalanan kami ke Sleeping Buddha,kami naik mobil sewa hotel menuju tempat wisata tersebut.karna keasyikan disana gak nyadar waktu udah sore,kami melanjutkan makan siang plus makan sore ke resto pak H.Salim.


Makanan favorit yah...biasalah ciri khas Thailand adalah Tom Yam.setelah makan kami punya rencana untuk berpencar menuju pasar malam Kim Yong market dan pasar santisuk untuk membeli apa yang di inginkan dan jalan jalan melihat keindahan kota Hatyai dimalam hari.


Teman-teman ku sudah berpencar ,yah aku sendiri,tapi gak apa-apalah toh google ada "jawaban dalam pemikiran ku"

Jalan terus dan persimpangan ku lewati lorong -lorong pasar ku nikmati germelapnya kota Hatyai.


Gak terasa ternyata perjalanan ini membuat kaki ku capek,dan aku bingung mau baca dari mana?hee tulisannya berputar-dan aku enggak mengerti tulisan thailand.


Tapi karna sok gaya ,yah aku terus aja seperti orang sok ngerti dan semangat jalan,disamping pertokoan yang aku lewati ada seperti resto,niat hati mau masuk,ternyata udah diintip rupanya tempat pijit.


Aku malu menghubngi teman-teman ku karna kami udah sepakat pukul 2 malam sampai di hotel .bagi yang sudah sampai saling mengabari,jam tanganku menunjukan pukul 12 malam.


Karena kaki ku sudah capek jalan-jalan habis mencari model sepatu atau tas yang unik yang jarang di jual ditempat tinggal ku.


Yah aku duduk ajah disamping trotoar ditempat keramaian sambil minum teh tarik yang sipenjual orang India.


Hampir 1 jam duduk disana,sipedagang melirik terus sambil membuat teh tarik yang diminta oleh pembelinya, akhirnya pedangang India tersebut bertanya:


Pedagang :from where?

Aku            :me? Indonesia sambil tersenyum.

Pedagang : with whom are you here?

Aku            :with my friends....

                    Sorry...

                    can i ask sir?

                    where is the aloha hotel?

Karna tuh pedagang tersenyum lalu menggunakan bahasa Indo,maklumlah bahasa ingris ku selalu dapat nilai 60 dirapor.


Pedagang  : anda lurus saja ,sekitar 2 kilo meter lagi anda baru sampai.

"Dalam hati,ya ampun...ternyata aku dah 2 kilo ternyata berjalan tengah malam ini yak sambil terkejut"

Pedagang     : saya akan membantu anda untuk mengantarkan anda dengan motorcycle.

Aku               : tidak usah mister,saya bisa

                      Yah..aku jujur donk,takut ntar    dibawa kemana harus hati-hati juga kan.


Si pedagang memanggil karyawan perempuan untuk meminta mengantarkan ku,dengan tersenyum aku bilang mau saja.toh aku jujur tidak sanggup juga berjalan menempuh 2 kilo kehotel.


Aku diantar pas dengan hotel,waktu aku kasih uang terimasih karyawan nya pun menolak,sungguh orang baik mereka yang aku temui ini.


Pas nyampe kamar hotel ternyata teman- teman ku pada cerita kemana mereka berjalan.lalu salah satu teman ku nanya pada ku,kemana saja kamu yaya?asyik kah perjalanan ini?karna aku malu udah tersesat aku bilang saja ,sungguh mengasikkan dan aku menikmati sampai perjalanan ke hotel walaupun pada akirnya aku mengakui juga kalau aku berbohong .hihi hi...


Besok pagi kami cek in pada pukul 8.00 WIB pagi waktu kota setempat menuju bandara Suvarnabhumi menuju Indonesia "Kota Padang"


Penulis Amidhia

Keakraban Keluarga Besar H.Darwis Pono Nikmati Hari Libur di Tiga Lokasi Wisata
Senin, Januari 17, 2022

On Senin, Januari 17, 2022



INFONUSANTARA.NET - Pagi minggu ceria sekira pukul 08.00 WIB, Keluarga besar H.Darwis Pono Simpang Gaduik manfaatkan waktu libur bertamasya di lokasi wisata yang ada di Sumatera Barat.


Tamasya pertama rutenya menuju puncak anailand disana keluarga besar H Darwis Pono menghabiskan waktu mandi-mandi hingga pukul 12.00 WIB, kemudian di lanjutkan perjalanan menuju kebun stroberi yang berada di pandai sikek.

Terakhir melanjutkan perjalanan menuju kota Bukittinggi tepatnya di lokasi wisata Jam gadang, disana keluarga meluangkan waktu menikmati kota wisata dan ada juga yang berbelanja atau shopping.

Kebersamaan ini di lakukan sekali-kali agar tali silahturahmi tetap terjalin dengan baik antar sesama keluarga dan para kerabat di situ ada Anak, Menantu, Cucu,Cicit, Paman (Mamak) yang tergabung dalam keluarga besar Bapak H.Darwis Pono.

Kegiatan tamasya bersama ini, kalau dalam istilah di minang basuo barami-rami agar silahturahmi tetap terjalin sesama dunsanak. Meskipun yang ikut bertamasya tidak semuanya sekarang tempat tinggal para kerabat sudah menyebar ke beberapa kota namun itu tak mengurangi semangat kami untuk bertemu dan bertamasya.

Keluarga besar H.Darwis Pono juga mengadakan arisan bersama yang diketuai oleh Teli Meriza Anggelina cucu dari anak no 4 Bapak H.Darwis Pono bernama Yetriati. Bapak H.Darwis pono memiliki 11 anak Yaitu bernama Bapak Dasrul D,(alm)Bpk Sukiar,Ibu Dahnizar,(alrm)Ibu Jalinus,Ibu Yetriati,Nirmala yang meninggal diwaktu kecil,Ibu Zaitun,Bpk Idrial,Ibu Rahmi,Bpk zamzami dan Anak bungsu bernama Bapak Fauzan.

Dalam keluarga besar anak anak Bapak H.Darwis semua sudah menikah dan mempunyai anak serta cucu .Agar kekerabatan terjalin selalu dibuatlah arisan keluarga.

Seperti halnya di arisan-arisan yang lain, di Arisan Keluarga Besar juga dilakukan secara bergiliran. Untuk urutannya cukup fleksibel, tidak harus di undi, namun bisa juga request menyesuaikan jika ada yang memiliki hajat.

Yang namanya arisan pasti juga ada iurannya, demikian juga di arisan kami. Nominalnya tidak perlu disebutin ya, nggak etis wekekeke. Uang arisan tersebut nantinya akan diberikan kepada kerabat yang mendapatkan giliran menjadi tuan rumah. Sedangkan frekuensi arisannya diadakan satu bulan sekali.

Selama perjalanan keceriaan di dalam bus pariwisata para anak kemenakan, menantu dan para cucu, bahkan para mamak juga ikut meramaikan suasana dalam bus ikut bernyanyi selama perjlanan berlangsung termasuk kembali pulang di barengi musik, sehingga tidak ada rasa suntuk timbul.

Semoga kebersamaan antar dunsanak ini tetap terjalin dengan baik dan tidak lupa juga mendoakan Bapak H.Darwis pono dalam keadaan sehat yang sudah berusia 98 tahun ini, (Ami).


Editor : Heri Suprianto


Perjuangan Anakku Menuntut Ilmu Agama
Minggu, Desember 19, 2021

On Minggu, Desember 19, 2021



INFONUSANTARA.NETTak terasa, anakku yang berada di pesantren tanggal 28 November 2021 akan menghadapi penilaian kenaikan kelas dan juga sebentar lagi naik tingkat.


Dia adalah anak pertama baru duduk dikelas VII Madrasah Tsanawiyah (setingkat SMP). Aku ingat rasanya baru beberapa bulan anakku berjuang untuk bisa diterima di pesantren, Berbagai tes harus dijalani anakku ada tes baca Alquran, tes pengetahuan terutama pelajaran matematika dan Bahasa Indonesia.

Anakku sengaja aku persiapkan 1 tahun sebelum tes , misalnya memanggil guru privat. Sebab anakku tidak sekolah di Sekolah Islam terpadu atau di madrasah Ibtidaiyah.

Sejak duduk dikelas 6, saya panggil guru yang khusus mengajarkan baca tulis Alquran . Sedangkan kalau ilmu pengetahuan aku yang membimbingnya tiap malam kecuali malam minggu.

Ketekunan semangat dan doa kami membuahkan hasil. Anakku diterima di pesantren Alhamdulillah..sujud syukur kepada Allah subhanahu wataala. Karena anakku yang lulusan sekolah Dasar berhasil diterima di pondok pesantren.

Kami sengaja memasukkan anak kami di pesantren. Agar anakku bisa belajar disiplin, mandiri, bersosialisasi, belajar mengatur waktu sambil belajar alquran.

Aku ingin anakku menjadi pribadi yang tangguh, pintar dan sholeh walau harus jauh dari kedua orang tua dan adeknya.

Selamat berjuang anakku. Doa mama dan papa selalu mengiringi perjuanganmu untuk semangat belajar di pesantren.


Penulis Amidhia

Baju Pemberian Atasanku di Momen HUT KORPRI ke-50 Tahun
Senin, November 29, 2021

On Senin, November 29, 2021

Penulis Amidhia Guru Kelas 5 SDN 21 Teluk Nibung


Aku Tuti bekerja disebuah instansi pemerintahan menjelang pukul 19.30 wib aku mendapatkan whatsApp group dari kantor ku,yang menuliskan pesan “besok kita pakai baju Korpri ya bagi semua PNS” Aku bingung pakaian ku tak ada,disebabkan aku bukan pegawai dan bukan pns.

Semua teman-temanku dikantor gagah dan cantik memakai seragam berwarna biru berlambangkan beringin hitam…’yah aku sendiri yang tidak memakai baju seragam ,teman-teman pada berfoto dan aku minder dibuatnya.

Atasan ku bertanya,kenapa ananda tidak memakai baju seragam? Aku pun menjawab “aku tidak punya baju seragam bu”dengan sedih ku menjawab.Kenapa tidak punya? apa alasannya, seharusnya setiap yang bekerja di instansi pemerintahan harus punya seragam Korpri ini. Bu aku bukan pegawai yang tertera di whatsApp,aku takut memakainya.

Atasan ku tersenyum,tak lama kemudian aku dipanggil ke ruangan atasan ku ,”ananda pakai lah baju Kopri ini ,baju ini baru tapi sempit saya beli ,ucap atasan kepada ku.
Terima kasih bu….atasan ku memang sudah siap dari rumah membawa baju seragam Kopri nya

Lalu atasan ku memberikan penjelasan, siapa bilang ada perbedaan dalam instansi pemerintahan, kita semua sama kok,lagian kita sama-sama bekerja untuk Negara.

Atasan ku yang bijak bercerita tentang pakaian seragam, tahukan ananda , Penggunaan baju dinas di Tanah Indonesia tak lepas dari kolonialisme kala itu. Penggunaan baju dinas seragam mulai digalakan pada masa pendudukan Jepang, meski corak warna belum diberlakukan.

Seiring waktu berjalan, pada masa pemerintahan Presiden Soeharto pada 1982 terbit Surat Keputusan yang dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal (Ditjen) Pendidikan Dasar dan Menengah tentang penggunaan seragam di sekolah dan seragam baju Guru dan PNS.

Aturan tersebut bukan hanya berisi tentang penyeragaman pakaian, tetapi juga mengatur corak warna yang berlaku bagi tiap tingkatan sekolah di Indonesia sebagaimana yang dikenakan para pelajar sekolah,guru dan pegawai di Indonesia saat ini.Aturan penggunaan seragam ini sesungguhnya juga dibuat untuk menutupi kesenjangan sosial.

Jauh seperti sekarang,orang pada zaman dahulu berpakaian baju jas seperti orang Belanda.Sekarang pakaian seragam dinas dengan bentuk dasar terdiri dari pohon, bangunan berbentuk balairung serta sayap yang dilengkapi berbagai ornamennya.

Berdasarkan Keputusan Musyawarah Nasional VIII Korps Pegawai Republik Indonesia Nomor: KEP-09/MUNAS.VIII/XII/2015 tentang Lambang, Panji, dan Mars Korpri baju Kopri berhiasan batik.

Baju batik biru berlambangkan dari pohon baringin berbentuk balairung tersebut itu seragam dipakai di acara-acara penyambutan HUT Korpri .Tahukan ananda kenapa kita pada tanggal 29 November ini memakai baju Korpri?hari ini adalah HUT Korpri ke 50 tahun

Kita semua melaksanakan upacara semua dilapangan terbuka dan tidak ada perbedaan. Dengan ulasan atasanku,kebahagian dan penjelasan secara sejelasnya aku bangga berpakaian Kopri ini. terima kasih atasan ku atas baju Korpri ini.

Bangkit Guruku dan Selamat Hari Guru
Kamis, November 25, 2021

On Kamis, November 25, 2021

Penulis Amidhia Guru Kelas 5 SDN 21 Teluk Nibung

Mengabdi menjadi seorang guru, awal mula agak sulit sekali beradaptasi dengan lingkungan sekolah, siswa-siswi, serta guru-guru. Setelah beberapa hari kami berusaha menyesuaikan diri dengan lingkungan sekolah, kemudian baru merasakan betapa indahnya kebersamaan di lingkungan sekolah itu bercengkrama dengan siswa dan siswi membuat hati menjadi senang.


Ada tawa dan canda menyertai kami selama di sekolah, kadang ada siswa yang membuat kami merasa marah karena sulit diatur dan membangkang tetapi kami jadikan itu semua sifat anak-anak yang masih usia dini dan harus dimaklumi dan perlu di asuh dengan kasih sayang.


Khususnya saya seorang guru di kelas lima setiap hari harus hadir lebih awal. Padahal, jarak sekolah dengan tempat tinggal saya lumayan jauh, antara kecamatan Pauh dengan Kecamatan Lubuk Begalung tepatnya di wilayah perbatasan menuju bungus jalan padang painan .


Akan tetapi saya berusaha semaksimal mungkin untuk berdisiplin. Rasa lelah dan letih sungguh ada, namun kami tidak merasakan dan mengeluh karena tanggung jawab terhadap peserta didik yang sangat besar, sehingga hati terasa ikhlas dalam memperjuangkan nasib anak bangsa.


Dengan perjuangan yang kami perbuat ini semoga ada hasil yang mengharumkan nama negara dan bangsa di kemudian hari, karena tanpa guru sekolah dasar, siswa kita tidak bisa menulis, mengenal huruf, mengenal angka, berhitung dan membaca.


Kami yang mengajar di kelas Tinggi harus bisa membawa diri sebagai seorang guru sekaligus orang tua dari siswa dan siswi kami karena mereka masih membutuhkan kasih sayang dan belaian dari sosok ibu seperti di rumah mereka yang orang tua mereka ada yang bekerja dari pagi hingga sore hari.


Ketika kami mengajar di depan kelas sikap dan perilaku siswa-siswi sangat unik. Ada yang manja, usil, nakal dan suka cari perhatian tetapi kami tetap sabar menghadapinya apalagi mereka sangat suka berlari dan bermain-main apalagi anak kelas tinggi suka bergelut.


Jadi, kami harus menggunakan metode yang menyenangkan bagi mereka apalagi bagi kelas rendah, Metode belajar sambil bermain dan bernyanyi adalah metode yang sering guru kelas rendah gunakan dalam mengajarkan siswa di kelas.


Saya melihat seorang guru PJOK mengajar menggunakan Permainan seperti permainan ular naga panjang. Dalam permainan ini, semua siswa punya tanggung jawab. Ada dua orang yang menjadi tuan rumah kemudian siswa yang lain menjadi tamu dan diiringi lagu ular naga panjang,anak – anak antusias menirukan dan mempraktekkan apa yang di peragkan guru PJOK tersebut.


Setelah sampai di tempat, tuan rumah akan menyebutkan nama yang disepakati lebih awal pada permainan. Contohnya pada tema “Keluargaku” dikelas 1, diharapkan kepada siswa dapat menyebutkan nama orang tuanya masing-masing dan saudara mereka.


Metode yang kedua yaitu belajar sambil Permainan ini memberikan kesempatan kepada siswa untuk mencari dan menemukan sendiri jawaban sesuai pertanyaan yang diberikan oleh guru ,siswa dengan cepat mencari jawaban dan bersemangat untuk melakukannya.


Siswa-siswa sangat bersemangat dan memperhatikan materi yang disampaikan oleh bapak guru PJOK, mereka pun duduk dengan tenang di bangkunya Selesai melaksanakan metode dari arahan guru. Dengan menggunakan metode ini materi yang disampaikan mudah diingat, dihapal, dan dipahami, sedangkan metode ceramah sangat monoton, membuat siswa jenuh dan bosan.


Sungguh perjuangan seorang guru sangatlah besar, tetapi itu semua sudah menjadi asam garam yang dinikmati oleh para pejuang tanpa tanda jasa. Semoga pejuang tanpa tanda jasa ini mendapat keberkahan dari keikhlasan dan ketulusan hatinya serta melahirkan orang-orang hebat untuk Nusa dan Bangsa.

"Kisah Persahabatan Yang Rumit"
Senin, November 15, 2021

On Senin, November 15, 2021

Penulis Mulyana Angelita Pelajar Kelas 5 SDN 21 Teluk Nibung

INFONUSANTARA.NET – Dulu aku pernah berpikir bahwa aku adalah seorang yang di ciptakan Tuhan kedunia untuk menemani seseorang yang kesepian karena sahabatnya sedang pergi.

Aku punya seorang teman namanya Rosa, dimana aku selalu menemani dia dan akhirnya menjadi sahabat buat ku ,sahabat ku pernah kehilangan sahabatnya dan di sanalah aku punya peran mendengarkan curahan hatinya.

Adapun teman yang paling dekat dengan dia, bertengkar aku pun dia ,aku sebagai sahabatnya ikut mendamaikannya.

Suatu hari Rosa sahabatnya yang pergi telah kembali ,aku merasa dia berubah dan meninggalkan pertemanan kita ,aku ditinggalkan begitu saja .

Aku berpikir saat ini aku punya tugas sebagai cadangan seseorang dalam pertemanan dan harus mempunyai sifat sabar dan ikhlas.

Aku teringat disaat aku duduk dikelas 2 SD, Dimana dulu kami bermain bersama- sama,belajar bersama dan pulang sekolah pun bersama,sungguh senang dan bahagia merasakan kebersamaan itu.

Kami tidak pernah bertengkar,cuman sayang persahabatan hanya sampai disini aku merasa kehilangan dimana Sari menyampaikan sesuatu untuk ku disaat kami pulang sekolah.

“Angel ,besok aku mau ke palembang ikut papa karena papa ku pindah kerja”…Aku merasa sedih”apa????aku pun terkejut.

Aku berharap kita berteman terus ya sampai besar nanti dimana pun kita berada ya sar..??? “Iya aku akan selalu menghubungi mu ya angel…”

Walaupun terkadang sebagai teman cadangan itu tidak asyik tapi merasakan mempunyai seorang teman dekat itu menyenangkan.

Buat teman -teman ku jaga pertemanan karena berteman ibarat bagaikan kepompong.

Tingkatkan Minat Baca Anak Melalui Taman Bacaan Masyarakat
Kamis, November 11, 2021

On Kamis, November 11, 2021

INFONUSANTARA.NETBerawal dari sebuah pertemanan seorang penggerak taman baca yang bekerja di instansi pemerintahan yang kreatif dan aktif dalam kegiatan sosial.


Pergerakan taman baca ini akhirnya terlaksana di daerah muara padang atau disebut saja kota tua dan di resmikan oleh bapak wali kota setempat.


Seorang guru sebut saja putri (35 tahun) Sekolah dasar berniat dan ada kemauan untuk meningkatkan minat baca anak dilingkungan setempat dan siswa disekolahnya

Dari ilmu yang didapat akirnya putri mengajak anak yang putus sekolah setiap sabtu dan minggu untuk datang ke taman baca .

Hidup itu bukan soal panjang pendeknya usia. Tapi seberapa besar kita dapat membantu dan mengabdi untuk orang lain. Itulah spirit hidup seorang relawan di mana pun. Tidak terkecuali relawan di Taman Bacaan Masyarakat (TBM). Relawan TBM,

Mereka itu orang-orang langkah yang mau mendedikasikan waktu, tenaga, dan pikiran untuk membantu aktivitas di taman bacaan guna meningkatkan minat baca terutama para generasi penerus bangsa.

Taman Bacaan Masyarakat (TBM) ini sebagai sumber informasi sangat berperan penting dalam menciptakan masyarakat yang literasi karena berfungsi sebagai sumber informasi ilmu pengetahuan, teknologi dan kebudayaan dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa dan menunjang pelaksanaan pembangunan nasional dan dimanfaatkan oleh masyarakat.

Sebuah Taman Bacaan Masyarakat (TBM) hendaknya mampu menarik minat masyarakat agar mau datang ke Taman Bacaan Masyarakat (TBM) tersebut dengan berbagai cara dan pendekatan.

Hal ini tentu saja sangat membantu dalam mengubah masyarakat di sekitar Taman Bacaan Masyarakat (TBM) menjadi masyarakat yang melek informasi atau yang biasa disebut masyarakat literasi informasi.

Manusia adalah makhluk yang cerdas baik secara IQ, EQ dan SQ. Hal itu dapat dicapai dengan sempurna jika manusia mau melek informasi.

Taman Bacaan Masyarakat (TBM) mempunyai peran yang begitu penting dalam penyebaran informasi hal ini di karenakan di dalam sebuah Taman Bacaan Masyarakat (TBM) terdapat banyak sekali buku.

Bahkan setiap bukunya itu memiliki beragam informasi yang sangat berguna bagi pembacanya. Karena di anggap sebagai sumber informasi maka Taman Bacaan Masyarakat (TBM) juga sangat berperan dalam menciptakan masyarakat yang litereraai yaitu masyarakat yang melek akan informasi.


Penulis Amidhia

Kolaborasi Guru Kelas Rendah
Kamis, November 11, 2021

On Kamis, November 11, 2021

Penulis Amidhia Guru Kelas 5 SD 21 Teluk Nibung

INFONUSANTARA.NET - Menjadi guru adalah kesempatan sekaligus hadapi tantangan untuk dapat berkontribusi mendukung perkembangan siswa. Itulah yang dirasakan guru kelas 1 ,dan kelas 3.disalah satu SD di kota padang, ibu Mairise yang mengajar di kelas 3.

Saat masuk sekolah, dimana waktu telah menunjukkan pukul 07.15 WIB pagi di sebuah sekolah dasar (SD) di Kota padang, bel berbunyi dan siswa-siswi kelas 1 sampai kelas 6 dengan tertib duduk di kursi masing-masing dan membuka buku pelajaran. sedikitnya 20 siswa kelas 1, kelas II ada 20 orang dan 21 siswa kelas 3 ,tampak siap mengikuti kegiatan belajar.

Tak lama, suara langkah kaki yang familiar mengalihkan pandangan mereka ke arah pintu kelas 2. “Selamat pagi, Ibu Guru!” ujar para siswa bersamaan. “Selamat pagi, anak-anak,” ujar perempuan berkerudung yang baru memasuki kelas.

Ibu Mairise, guru kelas tersebut berjalan menuju mejanya yang terdapat di depan kelas. Ia lalu memperhatikan setiap siswa yang duduk rapi dalam kelompok-kelompok kecil. Wajah-wajah yang memancarkan semangat itu turut menumbuhkan semangat dalam dirinya.

Wajah-wajah itu jugalah yang telah menjadi bagian dari kesehariannya selama hampir dua tahun sekolah ditutup dengan melaksanakan pembelajaran melalui daring. Selain mengingat wajah setiap anak didiknya, Ibu mairise juga hafal nama dan sifat mereka masing-masing walaupun anak -anak di lihat wajah nya melalui whatsApp atau aplikasi zoom

Ibu Marda mengimbau para siswa yang belum bisa membaca dan dikte. Bagi Ibu Mairise sebagai seorang guru, mengetahui karakter anak merupakan hal yang paling penting.

“Karakter siswa di kelas tidak ada yang sama. Tingkat pemahaman mereka pun berbeda-beda,. “Misalnya, ada anak yang bisa matematika, tetapi kurang menguasai pelajaran lain. Atau, ada juga anak yang kurang menguasai banyak pelajaran, tetapi bagus di SBK (Seni, Budaya, dan Keterampilan).

Padahal, anak tersebut bukannya tidak bisa, tetapi hanya butuh waktu agak lama atau mungkin butuh metode pengajaran lain. Kita tidak boleh menganggap dia bodoh atau sejenisnya karena setiap anak pasti mempunyai kelebihan.”

Bukan hanya itu, Ibu mairise mengajak guru kelas 1 dan guru kelas 3 untuk berkolaborasi dalam tahap baca tulis pasca daring khusus kelas rendah. bahwa setiap anak membutuhkan perhatian.

“Ada yang mencari perhatian dengan bersikap sulit diatur, atau malah sebaliknya, menjadi pendiam dan penurut. Kita tidak bisa menyamakan anak yang satu dengan yang lain; yang penting adalah metode pendekatan ke anak. Kita perlu dekat dulu dengan anak. Kita ketahui dulu karakter anak itu seperti apa. Setelahnya, barulah kita bisa memutuskan bagaimana menghadapi anak tersebut,”

Salah satu kendala yang sering Ibu Mairise temui saat mengajar adalah mood siswa dan sifat malas membaca. Ada kalanya suatu hal di luar sekolah bisa mempengaruhi mood siswa saat belajar di kelas. Meski anak-anak biasanya mudah kembali ceria, ada kalanya Ibu kelas 1 ,2 dan kelas 3 perlu melakukan pendekatan lebih agar anak dapat menceritakan masalah mereka sebelum diajak membicarakan hal-hal lain.

Ibu Mairise juga berharap seluruh siswa kelak dapat menjadi pribadi yang bermanfaat bagi sekitarnya dengan kesepakatan guru kelas 1 ,2 dan kelas 3 setiap murid apapun pekerjaan orang tua apa pun hasil akhirnya nanti bagi peserta didik kita.

Mereka harus bisa menjadi orang yang bermanfaat. Kalau tidak bisa yang besar-besar, kalau tidak bisa jadi presiden, setidaknya bisa bermanfaat bagi orang-orang terdekatnya untuk menggapai cita-citanya,” tutup Ibu Mairise.