Dubes RI: Di Saudi Rizieq Sering Sebut Jokowi Presiden Ilegal

 

Imam Besar FPI Rizieq Shihab disebut kerap mengatakan Presiden Joko Widodo adalah presiden ilegal saat di Arab Saudi. (CNN Indonesia/Safir Makki)

INFONUSANTARA.NET -- Duta Besar RI untuk Arab Saudi, Agus Maftuh Abegebriel mengungkapkan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab kerap menyebut Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai presiden ilegal selama berada di Tanah Suci.

"MRS (Muhammad Rizieq Shihab) justru sering melancarkan kalimat tidak pantas dari kota suci Makkah dengan menyebut Presiden Jokowi adalah presiden ilegal," kata Agus kepada CNNIndonesia.com, Jumat (6/11).

Agus menyebut para koleganya pun menyayangkan ucapan yang dikeluarkan oleh pria yang menetap selama tiga tahun lebih di negara orang tersebut.

"Kami sering ditanya kolega-kolega Saudi yang menyayangkan bagaimana ada warga negara Indonesia menyebut kepala negaranya dengan sebutan 'rais ghair syar'iyyin', presiden illegal," ujarnya.

Menurut Agus, Rizieq terjerat sejumlah kasus, salah satunya masalah keimigrasian. Ia membantah jika KBRI Riyadh terkesan tak membantu Rizieq selama di Saudi.

Agus menyatakan kasus yang menjerat Rizieq tak masuk dalam prioritas KBRI Riyadh. Menurutnya, kasus yang menjadi prioritas pihaknya yakni kasus high profile case (HPC) atau kasus-kasus yang berkaitan dengan hukuman mati dan nyawa.

Contohnya, kata Agus, dalam beberapa bulan terakhir KBRI Riyadh sedang berfokus untuk mendampingi seorang WNI yang terancam hukuman mati karena peristiwa 12 tahun yang lalu

"Kasus yang menimpa MRS tidak masuk dalam prioritas KBRI Riyadh," ujarnya.

Selain tak masuk kategori prioritas, Agus menyebut bahwa selama ini Rizieq tak pernah mengadukan permasalahannya kepada pihak KBRI sejak kasus itu bergulir.

"Apalagi ke KBRI Riyadh yang jaraknya 1.000 km dari Makkah, ke KJRI Jeddah yang hanya 100 km dan cukup 45 menit saja tidak pernah melaporkan permasalahan yang dia hadapi," katanya.

Sekretaris Umum FPI Munarman mengatakan Agus hanya membuat gaduh di tengah kepulangan Rizieq. Menurutnya, Agus telah gagal menjalankan misi sehingga menyebarkan berita bohong.

"Malas saya melayani orang-orang itu, nyebar hoaks dan fitnah," ujarnya.

Sebelumnya, Rizieq membantah dirinya terbelit masalah izin tinggal yang kedaluwarsa atau overstay di Arab Saudi. Ia mengklaim selama ini pejabat Indonesia tak memahami aturan soal overstay di Arab Saudi.

Sementara, Menko Polhukam Mahfud MD menyebut bahwa Rizieq sempat terjerat kasus dugaan pengumpulan dana ilegal dan kegiatan-kegiatan politik di Arab Saudi hingga masalah keimigrasian.

Mahfud dan Agus menyebut Rizieq sendiri masuk dalam daftar deportasi. Otoritas Saudi disebut hanya memberikan izin Rizieq tinggal di sana 11 November. Rizieq pun memutuskan pulang dan diprediksi tiba 10 November.

Sumber: CNN Indonesia

[blogger]

Formulir Kontak

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.