July 2019


Infonusantara.net – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Padang, Elly Trisyanti, SE, Akt. menerima penghargaan sebagai Top Eksekutif muslimah 2019 bidang politik dari Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (IPEMI).

Penghargaan diberikan oleh Wakil Presiden RI,  Jusuf Kalla  dan Ketua Umum Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (IPEMI) Ingrid Tangsil di Hotel The Media & Tower, Jakarta Pusat, Senin (29/7).



Ketua Dewan Penasehat IPEMI Lutfi Handayani mengatakan, penghargaan tersebut merupakan apresiasi kepada muslim dan muslimah.

Mereka dinilai telah berprestasi dan berperan dalam kemajuan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Indonesia. “Mereka menjadi inspirasi bagi muslim dan muslimah lainnya,” kata Lutfi.

Selain TOP Eksekutif Muslimah seperti diterima Ketua DPRD Padang, kategori penghargaan lain adalah TOP Eksekutif Muslim, TOP Halal, dan IPEMI Award 2019.

“Penghargaan TOP Eksekutif Muslim dan Muslimah dianugerahkan kepada mereka, para tokoh-tokoh yang telah memiliki kontribusi nyata kepada masyarakat khususnya dalam hal pengembangan ekonomi kerakyatan dan pemberdayaan masyarakat,” lanjut Lutfi.

Penerima penghargaan itu adalah tokoh-tokoh muslim muslimah dari berbagai instansi pemerintahan, perusahaan, serta pengurus IPEMI yang memiliki kontribusi nyata terhadap masyarakat dan pembangunan ekonomi di tanah air.

Penghargaan tersebut diberikan dalam acara Rakernas IV IPEMI 2019 yang mengambil tema “Menjadi Muslimah Terdepan.” Kegiatan yang dihelat pada Minggu hingga Selasa, 28-30 Juli 2019, ini dibuka oleh Wakil Presiden RI Jusuf Kalla.(Inf)

Lurah Bukit Gado-Gado Kecamatan Padang Selatan Yandedi Nur 
Infonusantara.net - Sebelas program siap direalisasikan melalui Dana Alokasi Umum (DAU) di Kelurahan Bukit Gado-Gado, Kecamatan Padang Selatan.

Lurah Bukit Gado-Gado, Kecamatan Padang Selatan, Yandedi Nur mengatakan sembilan program itu diantaranya 5 untuk fisik dan 4 pemberdayaan masyarakat.

"Lima berbentuk fisik meliputi pembangunan pintu gerbang masuk kelurahan, pembukaan jalan tembus dari bukit gado-gado - seberang palinggam, pos pemuda, betonisasi jalan menuju masjid Jabaldin dan pengerjaan drainase depan Mushalla Nurul Ikhlas," ujar Yandedi, Senin (29/7).

Program fisik itu terangnya akan diselesaikan sesuai anggaran yang ditetapkan BPKA. Jika tak mencukupi dananya, maka periode berikutnya akan dilaksanakan.

" Jumlah anggaran dari program ini akan dibagi dua dengan kegiatan pemberdayaan bagi warga. Total keseluruhannya sebesar Rp370 juta rupiah," ucap mantan Sekretaris Lurah Seberang Palinggam ini.

Lalu, untuk program pemberdayaan yang akan dilaksanakan sambungnya ialah pengembangan UMKM warga seperti menjahit alas kaki dari serabut kelapa, Pelatihan narkoba bagi para generasi muda. Pemberdayaan bagi ibu-ibu PKK, Majelis Taklim dan Kelompok Sadar Wisata( Pokdarwis) dan Kelompok Siaga Bencana (KSB).

Kegiatan yang akan dilaksanakan ini direncanakan awal Agustus 2019 di mulai secara bertahap.

Ia meminta warga ikut mendukung dan berpartisipasij dalam program ini, supaya kelurahan semakin maju serta manfaatnya juga dirasakan masyarakat sendiri.

" Kegiatan yang di susun akan diusulkan dahulu ke Kecamatan, jika di setujui maka realisasinya siap dilaksanakan sesuai SOP nya," tutup Yandedi Nur. (inf)



Infonusantara.net - Meski hanya berhasil meraih medali perak, namun, Kennia Syafina Amran, yang akrab disapa Keken, putri dari  pasangan Nal Koto dan Afri Yuliyanti ini, cukup puas dengan hasil yang dicapainya pada pertandingan O2SN tingkat SMK se Sumateta Barat yang digelar Dinas Pendidikan Sumbar pada bulan Juli ini, di kolam renang Teratai kawasan Gor Haji Agus Salim Kota Padang. 

Keberhasilan siswa SMKN 2 Padang yang baru duduk dibangku kelas dua ini, cukup mendapat apresiasi dari pihak sekolah. Sebab, selama ini, belum ada satupun siswa dari sekolah SMKN 2 Padang yang berhasil menyabet medali, pada ajang O2SN tingkat Provinsi, khusus dicabang Renang.

Ini disampaikan Kepala Sekolah SMKN 2 Padang melalui Masri Guru Olahraga saat ditemui wartawan, Kamis (26/7) lalu di sekolah SMKN 2 Padang.

Dikatakan Masri, apa yang telah diraih oleh siswi nya saat ini, diharapkan akan menjadi motivasi dan lecutan bagi siswa dan siswi lainnya agar selalu berprestasi, baik dalam bidang akademik, maupun  dalam bidang olahraga. 

Karena, untuk meraih prestasi tidaklah gampang, tetapi butuh perjuangan dan kemauan yang kuat dari diri sendiri. Selain itu, juga diperlukan dukungan moral dan do'a dari kedua orang, serta pihak-pihak yang ada disekitarnya. 

Mudah-mudahan, pencapaian yang diperoleh tahun ini, bisa ditingkatkan lagi, setidaknya dapat mempertahankan apa yang telah diraih, harap Masri.

Berikut raihan medali Kennia Syafina Amran pada O2SN SMK tingkat Provinsi:

Turun dicabang 200 meter juara 2, Gaya bebas 100 meter juara 2, Gaya dada 50 meter juara 2. (*)

Walikota Padang Mahyeldi (hms)

Infonusantara.net - Wali Kota Padang Mahyeldi menghadiri kajian Akbar Ustadz Adi Hidayat, Lc, MA dengan tema ‘Membina Generasi Quran Masa Depan’ di Aula Yayasan STKIP ADZKIA Sumatera Barat, Jum'at (26/07/2019).

Mengawali kajiannya, Ustadz Adi menyampaikan, saat ini dua orang produsen dari Negara Sudan sedang mencari penghafal Al-Qur'an 30 juz di Indonesia. Penghafal Al-Qur'an itu nantinya akan diberangkatkan ke Negara Sudan untuk memperdalam ilmu Al-Qur'an.

“Kepada bapak ibu yang anaknya hafal Al-Qur'an untuk segera mendaftarkan. Syaratnya laki-laki, usia maksimal 25 tahun dan hafal Alquran 30 Juz. Kami akan menunggu sekitar 2 bulan kedepan dan segala biaya pendidikan selama di Sudan akan ditanggung” jelasnya.  

Mendengar itu, Wali Kota Padang Mahyeldi menyambut baik tawaran Ustadz Adi Hidayat tersebut. Sejak tahun 2015 Pemerintah Kota Padang telah mencanangkan Padang sebagai kota penghafal Alquran.

Dikirimnya hafidz Alquran ke Negara Sudan itu, akan dapat memahami dan menguasai makna Alquran lebih dalam  sehingga dapat diimplementasikan di Kota Padang.

“Bagi putra terbaik yang telah memenuhi persyaratan agar segera menghubungi kami. Kita akan seleksi, ini peluang bagi warga Kota Padang untuk mengirimkan putra terbaik di bidang keagamaan,” tutupnya.  (Muliadi)

Siti Atiqoh Supriyanti (ist)
Istri Gubernur Jawa Siti Atiqoh Supriyanti jago memasak rendang. Dia mengaku takjub dengan bumbunya yang lengkap dan yang membedakan dengan masakan lain adalah waktu memasak yang cukup lama. "Menurutnya Tidak ada rasanya orang yang tidak suka dengan rendang".

Infonusantara.net - Ketua Tim Penggerak PKK Jawa Tengah Siti Atiqoh Supriyanti yang merupakan istri Ganjar Pranowo (Gubernur Jawa Tengah) terpilih sebagai pemenang lomba memasak rendang antar Tim Penggerak PKK se-Indonesia dalam rangka memperingati Hari Kesatuan Gerak PKK (HKG-PKK) Nasional ke-47 yang dipusatkan di Padang.

“Untuk juara 1 Tim PKK Jawa Tengah yang dikomandoi langsung ketua PKK Siti Atiqoh,” kata Kepala Dinas Pariwisata Kota Padang Arfian, Jum'at (26/7).

Atas prestasi tersebut TP PKK Jawa Tengah berhak mendapatkan hadiah uang tunai sebesar Rp10 juta,  sedangkan Juara II hadiah Rp.7,5 juta diraih TP PKK Bengkulu dan Juara III hadiah Rp.5 juta TP PKK Sumatera Utara. 

Lomba memasak rendang ini diikuti 33 tim PKK se-Indonesia dan dalam lomba ini menghadirkan juri chef terkenal Wiliam Wongso. Menurut Wiliam, kriteria penilaian meliputi teknis memasak dengan poin 30 persen, rasa 40 persen, penyajian 15 persen dan kebersihan 15 persen.

"Sementara Ketua Tim Penggerak PKK Jawa Tengah Siti Atiqoh mengaku ini merupakan pengalamannya yang kedua memasak rendang. Jangan-jangan nanti mas Ganjar minta dimasakin di rumah, tapi tidak apa-apalah biar makannya banyak dan agak gemuk sedikit” katanya sembari mengaduk rendang di kuali.

Siti mengaku memasak rendang merupakan pengalaman baru baginya karena butuh waktu tiga jam dan akan membawanya sebagai oleh-oleh untuk suami. 

Dia mengaku takjub dengan bumbunya yang lengkap dan yang membedakan dengan masakan lain adalah waktu memasak yang cukup lama. Menurutnya Tidak ada rasanya orang yang tidak suka dengan rendang.

“Kalau makanan lain cukup 30 menit sudah selesai, ini juga menguji kesabaran mengaduknya,” sebutnya. 

Para istri gubernur se-Indonesia adu kepandaian memasak rendang pada Festival Marandang 2019 yang digelar sebagai salah satu rangkaian kegiatan Hari Kesatuan Gerak PKK Nasional ke-47.

“Kegiatan lomba memasak rendang antar PKK se-Indonesia merupakan salah satu sarana memperkenalkan rendang ke seluruh Indonesia,” kata Wali Kota Padang Mahyeldi.

Pada lomba yang digelar di Pelataran Museum Adityawarman Padang tersebut semua peralatan hingga bahan telah disiapkan oleh panitia dan Tim PKK tinggal memasak mengikuti petunjuk yang telah disediakan.

Selain diikuti tim penggerak PKK lomba juga diikuti SLTP se Kota Padang dan juara 1 diperoleh oleh SMP 20, juara 2 SMP 5 dan juara 3 SMP 7.

Sedangkan untuk utusan kelurahan di Padang juara 1 diraih oleh Kelurahan Ganting Parak Gadang, juara 2 kelurahan Padang Pasir dan juara 3 kelurahan Parupuk Tabing.(*/gas)

Source: (prokabar.com)

Walikota Padang menyaksikan peserta Festival Marandang di Peringatan HKG - PKK Nasional ke-47 Tahun 2019 di Museum Adityawarman Kota Padang. 

Infonusantara.net
- Memeriahkan dan menyemarakkan kegiatan Peringatan Hari Kesatuan Gerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga ( HKG-PKK) Nasional ke-47 Tahun 2019 yang dihelat di Kota Padang, Pemerintah Kota Padang menggelar Festival Marandang, selaku salah satu kuliner tradisional khas Minangkabau yang telah diakui dunia kelezatannya.

Wali Kota Padang Mahyeldi membuka secara resmi festival tahunan yang digelar Pemko Padang melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) itu, Jumat (26/7) siang.

Kegiatan ini pun terlihat lebih meriah dibanding pelaksanaan tahun-tahun sebelumnya. Pasalnya, kali ini diikuti masing-masing Anggota PKK se-Indonesia yang tengah menghadiri peringatan HKG PKK Nasional ke-47 di Ibukota Provinsi Sumatera Barat. 

Masing-masing peserta terlihat saling berlomba mengeluarkan kemampuan terbaiknya membuat kuliner khas Sumatera Barat dengan perasaan riang gembira satu sama lainnya. Hadir dikesempatan itu Ketua Umum TP-PKK pusat Ny. Erni Guntarti Tjahjo Kumolo beserta pengurus TP-PKK Pusat, Ketua TP-PKK Sumbar Ny. Nevi Irwan Prayitno, Ketua TP-PKK Kota Padang Ny. Harneli Mahyeldi, pimpinan OPD di lingkup Pemprov Sumbar dan Kota Padang serta unsur penting lainnya.

"Alhamdulillah, pada tahun ini Festival Marandang yang rutin kita gelar tiap tahun masuk dalam rangkaian kegiatan HKG PKK Nasional ke-47 Tahun 2019 di Padang yang dituanrumahi Sumatera Barat. Maka itu atas nama Pemerintah Kota Padang, kita mengucapkan terima kasih kepada semua pihak terkhusus Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumbar yang mempercayakan Padang sebagai lokasi penyelenggaran," ungkap wako sewaktu membuka secara resmi festival yang dilangsungkan di Museum Adityawarman itu. 

Seperti diketahui, Randang adalah masakan tradisional khas Minangkabau yang memiliki rasa yang enak dan gurih. Kuliner ini berbahan daging sapi, santan, lada, serta dilengkapi bumbu dan rempah-rempah. Proses memasaknya membutuhkan waktu lebih kurang 3 jam bahkan lebih. 

"Insya Allah, Pemko Padang sangat mendukung perkembangan industri makanan tradisional yang ada di daerah ini, dengan memberi peluang kepada industri rumah untuk menjadi bagian dari ekonomi kreatif yang mampu menggerakkan potensi ekonomi masyarakat," cetusnya.

Di samping melestarikan nilai-nilai budaya Minangkabau menurut Mahyeldi, rendang dan kuliner tradisional lainnya juga diharapkan senantiasa eksis menjadi bagian kuliner yang digemari oleh semua orang baik di dalam dan luar negeri.

"Alhamdulillah, kita merasa bangga dengan diakuinya rendang sebagai masakan terlezat di dunia melalui CNN travel dan lain-lain. Sering juga kita melihat rendang dipromosikan oleh cheff nasional kita ke luar negeri," tambah Mahyeldi didampingi Kadiabudpar Arfian.

Lebih lanjut Wali Kota Mahyeldi juga berharap warga masyarakat Kota Padang untuk lebih memotivasi diri dalam mengembangkan kuliner tradisional seperti rendang dan lainnya. Hal itu mengingat masih banyak lagi masakan tradisional khas Minangkabau yang perlu dilestarikan dan dikenal kepada semua tamu yang berkunjung ke Kota Padang.

"Selain itu kepada generasi muda dan anak-anak kami pelajar SMP dan Rang Mudo serta Puti Bungsu yang diikutsertakan dalam festival ini, diharapkan untuk senantiasa mewarisi dan melestarikan kuliner tradisional yang kita miliki. Karena merekalah harapan bangsa ini," tukasnya mengharapi.

Lebih kurang 5.000 lebih peserta, berada di Padang dalam rangka melaksanakan serangkaian kegiatan ajang saling bersilaturahmi dan berintegrasi antar sesama anggota PKK se-Indonesia itu.

Seperti diketahui, Puncak HKG PKK Nasional ke-47 yang dituanrumahi Sumatera Barat tersebut telah dibuka secara resmi Ketua Umum TP-PKK pusat Ny. Erni Guntarti Tjahjo Kumolo di Lapangan RTH Imam Bonjol, Kamis (24/7) lalu.

Acara yang dilaksanakan selama empat hari dimulai sejak 24 sampai 27 Juli 2019 tersebut, juga memperlihatkan karya TP PKK se-Indonesia. Ada 150 stan pameran dari 25 provinsi yang menampilkan produk unggulan daerah hasil binaan para kader PKK. Termasuk beragam perlombaan salah satunya Festival Marandang. 

Lebih kurang 5.000 lebih peserta berada di Padang dalam rangka melaksanakan serangkaian kegiatan ajang saling bersilaturahmi dan berintegrasi antar sesama anggota PKK se-Indonesia itu. (th)

Faisal Nasir 
Infonusantara.net,PADANG,-Pembangunan gedung baru DPRD Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar), di kawasan Aia Pacah yang  telah direncanakan beberapa tahun lalu  akhirnya kembali dianggarkan sekitar Rp.150 miliar melalui penganggaran tahun jamak ( multy year) APBD 2020.

Anggota Komisi II DPRD Kota Padang Faisal Nasir mengatakan, untuk pembangunan gedung baru DPRD Kota Padang memang sudah sangat patut di lakukan. Apalagi kan sudah dibeli lahannya di kawasan Aia Pacah sebagai pusat kawasan untuk perkantoran pemerintahan di Kota Padang. 

Faisal menyampaikan seperti di Kabupaten Badung dan Bekasi itu pusat pemerintahan nya sudah dalam satu kawasan seperti kantor Dandim, Walikota, Kejaksaan, OPD, DPRD nya.
Dan sudah banyak di daerah lainya kantor pemerintahan dalam satu kawasan. 

Selain itu disana kondisi fasilitas prasarana baik itu tempat parkir, toilet serta ruangan - ruangan fraksi, ruang Komisi, ruang Paripurna, aula, mushalla sudah representatif sekali. 

Menurutnya dengan dekatnya kantor Walikota Padang dengan kantor DPRD  dalam satu kawasan ini tentunya akan menciptakan komunikasi yang lebih baik lagi kedepannya. 

Lebih lanjut Faisal mengatakan, kita malu dengan para perantau, saya sendiri mendengar keluhan bahwa gedung kita ini saat ini sangat tidak representatif lagi. Hal ini bukan kemegahan nya, tapi mengenai luas gedung, ketika ada acara besar tidak bisa mengakomodir para tamu undangan dalam ruangan yang representatif.

Ketika ada acara besar di DPRD Kota, para tamu undangan masih mengikuti acara dibawah tenda di pelataran parkir, sementara mobil mobil para undangan diparkir di pinggir jalan yang mana juga merugikan aktifitas masyarakat saat itu.

"Ketika kita kunjungan ke DPRD Kota lain,  disana sudah bagus - bagus kantor wakil rakyat nya. Fasilitas disana sangat representatif, baik ruang kerja, ruang fraksi, pelataran parkir, mushalla, toilet dan sarana lainnya,"  jelas Faisal. 

Ia menambahkan tentang pembangunan gedung baru DPRD Kota Padang ini, apakah pembangunan melalui penganggaran tahun jamak ( multy year) ini lebih menguntungkan atau dengan dilaksanakan dengan dianggarkan setiap tahunnya saja , karena pembangunan ini menggunakan uang rakyat, " pungkasnya. (inf)

Nalkoto (baju merah)bersamaan keluarga merayakan Ultah Iqrar Permana Nusantara ke- 8

Infonusantara.net
Nal Koto: Malam ini Aku pulang bekerja lebih cepat dari malam sebelumnya. Penat dan letih karena belum mandi mulai terasa menghinggapi sekujur tubuh. Sesekali tangan ku hinggap tuk menggaruk muka, telingga dan kaki, karena gatal (kurapan kali ya, hehehe)

Maklum, sebagai buruh yang selalu berkutat dengan pencari dan penyampai informasi,  membuat aku dituntut tidak mempunyai jadwal pulang yang tetap seperti orang kantoran.

Terkadang, ada terselip rasa iri dihati, kala melihat orang-orang, sudah bisa berkumpul dan bercengkerama dengan anak dan isterinya. Sementara Aku, masih saja sibuk berkutat dan keluyuran dengan teman-teman seprofesi (waduh.... rada baper nih)

Seperti hari biasa, motor bebek tunggangan yang Ku lendarai dan selalu setia menemani ku telah sampai dirumah. Lalu motor kusandarkan dan memarkirnya dihalaman rumah.

Selang beberapa saat motor Ku parkir, tiba-tiba dari pintu rumah sudah terdengar sautan lembut dari isteri Ku.

"Baru pulang pa,, kata nya dengan suara manja, oh iya si Adek (Iqrar Permana Nusantara), hari ini ulang tahun, tapi Ia ndak mau pakai kue ulang tahun, mau nya ke Mac Donald,".  ucap isteri Ku, sembari bergelayut dipundak tuk menemani Ku masuk ke dalam rumah.

Aku pun membalasnya hanya dengan senyuman, sebab, rada bingung juga, mo jawabnya, karena disodori dengan pertanyaan yang bertubi, (ngak pakai rem kali he hehehe)

Sebenarnya aku pun telah menduga bakal disambut dengan pertanyaan seperti itu. Apalagi hari ini adalah hari yang sangatlah penting bagi keluarga ku. Dimana pada hari ini, satu-satu nya putra kesayangan Ku yang bernama "Iqrar Permana Nusantara" merayakan hari kelahirannya kedunia yang penuh warna ini dan akan menginjakkan usia nya yang ke 8 tahun.

Beberapa saat, kami berdua masuk kedalam rumah. Ditengah ruangan, Ku lihat anggota keluarga kecilku (Putra dan Putri ku) tengah duduk dan menatap Ku dengan wajah harapan menunggu jawaban atas pertanyaan isteri Ku tadi (sepertinya telah di seting)

Namun sebelum menjawab, Aku hempaskan dulu badan ini ke kursi, lalu meraih gelas berisi segelas air putih yang selalu disediakan isteri Ku diatas meja setiap kali pulang kerja.

Sesaat Aku terdiam, sambil melepas lelah, ku tatap mereka satu persatu, sedangkan sejuknya air yang masuk kedalam kerongkongan, terus mengalir dan menyegarkan tubuh.

Lalu Ku berdiri, dan mendekati Putra Ku, sambil merangkul nya, kudekap dan kutatap kedua matanya yang polos. Dengan suara lirih dan perlahan, kubisikan ditelinga nya ucapan selamat ulang tahun, lalu mencium kedua pipinya yang masih imut dan menggemaskan.

“Selamat ulang tahun ya nak, jadi anak yang sholeh, berbhakti kepada orangtua, selalu ingat Allah dan jangan sombong” ucap ku dengan penuh kasih sayang.

Dengan setengah gelagapan, Iqrar pun menjawab do'a Ku.
"Iya Pa, aamiin ya rabbal alamin,” jawabnya dengan senyuman lebar, Do'a kan selalu kita sekeluarga selalu sehat dan dilindungi Allah ya Pa.

Rasa haru menyesak kedalam hati Ku, karena tidak mengira menerima jawaban yang sama sekali tidak diduga.
Secara serempak kami pun meng amini jawabannya.

Akhirnya, setelah mandi dan beres-beres semuanya, kami pun memenuhi permintaan nya tuk merayakan hari ulang tahun nua pergi ke Mac Donald di Jln A. Yani Kota Padang.

Nalkoto

Ketua DPRD Sumbar Hendra Irwan Rahim saat menandatangani Nota Kesepakatan Perda Hari Jadi Sumbar beserta yang lainnya
Infonusantara.net - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) telah resmi menetapkan tanggal 1 Oktober 1945 sebagai Hari Jadi Sumbar. Penetapan itu dilakukan dalam Rapat Paripurna DPRD Sumbar bersama Pemerintah Provinsi (Pemrov) yang dihadiri oleh Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sumbar Alwis.

Dipilihnya 1 Oktober 1945 sebagai hari jadi Sumbar, karena dinilai paling relevan dengan perjalanan penting sejarah Sumbar.

Ketua DPRD Sumbar, Hendra Irwan Rahim mengatakan tanggal 1 Oktober 1945 adalah momen saat pembentukan keresidenan Sumbar. Pada saat itu digelar rapat KNID-SB (Dewan Perwakilan Rakyat) yang dipimpin oleh Moh. Syafei, DR. Moh. Jamil dan Rasuna Said.

Lebih lanjut Hendra Irwan Rahim menyebutkan, rapat memutuskan untuk membentuk kembali, dan mengambil alih kekuasaan Keresidenan Sumbar dari penjajah Jepang. Selain itu juga memilih dan menetapkan Moh. Syafei sebagai residen Sumatera Barat.

“Pada momen ini ada nilai-nilai dan semangat yang dapat menjadi sumber motivasi dan kebanggaan masyarakat, yaitu pengambilan kekuasaan pemerintahan keresidenan dari Jepang oleh pemuda dan pemudi Sumatera Barat,” ujar Hendra Irwan Rahim,Senin

Hendra Irwan Rahim menegasakan perlu adanya Hari Jadi Sumbar. Bukan hanya selain untuk ada momen yang bisa diperingati setiap tahunnya, namun terpenting adalah, untuk meningkatkan rasa kebanggaan dan cinta terhadap daerah.

“Adanya hari jadi ini, juga merupakan penegasan marwah Sumatera Barat sebagai provinsi di NKRI,” ujarnya,Senin(22/7/2019)

Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sumbar, Alwis yang menghadiri Rapat Paripurna DPRD Sumbar tersebut mengatakan Perda Hari Jadi Sumatera Barat ini adalah Perda inisiatif DPRD Sumbar.

“Semoga Perda ini menjadi kebanggaan, menumbuhkan rasa memiliki dan kecintaan dari masyarakat terhadap daerahnya serta menjadi sumber motivasi untuk membangun Sumatera Barat ini,” kata Alwis.

Dilanjutkan Alwis, diharapkan Hari Jadi Sumatera Barat ini diperingati setiap tahunnya dengan melibatkan masyarakat Sumbar. (inf)


Infonusantara.net - Badan Nasional Narkotika (BNN) Provinsi Sumbar menegaskan, sudah melakukan tindakan secara preventif dan represif dengan melaksanakan fungsi pencegahan, pemberdayaan masyarakat, rehabilitasi, dan pemberantasan ke semua lini dalam upaya pemberantasan narkotika dan obata-obatan berbahaya (Narkoba). 

“Kita juga sudah melakukan tindakan preventif dengan berbagai cara dan teknik. Salah satu yang dilakukan yakni ‘Deklarasi Millenial Nagari Bersinar.’ BNN Sumbar terus berupaya keras menekan angka penyalahgunaan dan peredaran Narkoba di Sumbar,” ungkap Kepala BNNP Sumatera Barat, Brigjen Pol Khasril Arifin dalam klarifikasi tertulis yang diterima, Sabtu (20/7/2019) malam.   

Selain itu, Khasril memastikan, BNN Sumbar beserta seluruh jajaran, akan terus melakukan upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di Sumbar dengan segala kemampuan yang ada.  

“Sumbar memang pernah tercatat sebagai provinsi dengan angka kejahatan penyalahgunaan dan peredaran Narkoba cukup besar di Indonesia. Namun, angka prevalensi tahun selanjutnya menunjukan penurunan berdasarkan survey tahun 2015, 2016, 2017, 2018,” terang Khasril. 

“Angka prevalensi peredaran Narkoba di kalangan pelajar dan pekerja memang tinggi. Namun, Sumbar bukan lah provinsi dengan sebaran terbanyak peredaran Narkoba,” tambah Khasril menerangkan. 

Selain itu, terang Khasril, Pemprov Sumbar juga sangat mendukung pemberantasan Narkoba di Ranah Minang ini. Salah satu bentuk dukungannya, telah diwujudkan dalam sebuah Peraturan Daerah (Perda) No 9 Tahun 2019 tentang Fasilitasi Pencegahan Penyalahgunaan Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif Lainnya.  

“Dengan adanya Perda 9 Tahun 2019 ini, sebenarnya tinggal meningkatkan peranan semua pihak dalam pemberantasan Narkoba. Bukan hanya BNN saja,” tegasnya. 

Selain itu, Khasril memastikan, upaya pemberantasan peredaran Narkoba secara komprehensif, BNN selalu menyertainya dengan riset sehingga hasilnya bisa lebih optimal lagi. “Setiap tahun kita melakukan riset,” terangnya.  

“Kita juga telah berhasil mengungkap jaringan peredaran Narkoba sebagai wujud tindakan represif. Mulai dari penangkapan pengedar Narkoba lintas provinsi hingga lintas negara yang melibatkan warga binaan Lapas Pariaman, berhasil kita ungkap,” terangnya. (rls)

Ketua Himpunan Masyarakat Anti Narkoba Republik Indonesia (HIMABA RI) Sumbar, Yofialdi
Infonusantara.net - Badan Nasional Narkotika (BNN) di tingkat provinsi dan kabupaten/kota di Sumbar, belum mengambil peran secara optimal sebagai lembaga preemtif (antisipasi) dan preventif (pencegahan), dalam menekan angka penyalahgunaan dan peredaran narkotika dan obat-obatan berbahaya (Narkoba) di Sumbar.

Selain itu, metode yang digunakan dalam melakukan tindakan preemtif dan preventif nyaris tak berubah, belum mengikuti gaya hidup anak-anak milenial yang jadi sasaran utama pengedar Narkoba dewasa ini. Dengan suntikan dana segar dari APBD setiap tahunnya, semestinya metode antisipasi dan pencegahan bisa dirancang dengan mengikuti gaya hidup kaum mileneal itu.

Penilaian itu disampaikan Ketua Himpunan Masyarakat Anti Narkoba Republik Indonesia (HIMABA RI) Sumbar, Yofialdi dalam pernyataan tertulisnya, Jumat (19/7/2019). Pernyataan ini tak lepas dari lemahnya Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di Sumbar.

Penilaian lemahnya P4GN ini, ungkap Yofialdi, merujuk angka kejahatan penyalahgunaan dan peredaran Narkoba di Sumbar yang terus meroket setiap tahunnya. Pada 2018 --berdasarkan data potensi desa (Podes) 2018 yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS)--, penyalahgunaan dan peredaran Narkoba mencapai angka 37 persen, tumbuh 23,1 persen dalam kurun empat tahun yang masih berada di angka 14,7 persen (2014).

“Sumbar jadi provinsi dengan sebaran terbanyak peredaran Narkoba. Secara nasional pada 2018 lalu, kalangan pelajar di 13 provinsi, prevalensi peredaran Narkoba mencapai angka 3,2 persen atau setara 2.297.492 orang. Dari kalangan pekerja sebesar 2,1 persen atau sekitar 1.514.037 orang. Ini sangat mengkhawatirkan,” ungkap Yofialdi mengutip data yang dilansir BNN pada peringatan HANI 2019 lalu.

Yofialdi memandang, tema peringatan Hari Anti Narkoba Internasional (HANI) 2019 “Milenial Sehat Tanpa Narkoba Menuju Indonesia Emas,” sebuah gagasan yang perlu dirumuskan dalam bentuk program dan kegiatan yang lebih kongkrit oleh BNN provinsi dan kabupaten/kota di Sumbar.

“Ayo duduk bersama merumuskan kebijakan pemberantasan dan peredaran Narkoba di Sumbar. Tanpa kebijakan yang terintegrasi, energi kita akan habis untuk memadamkan apinya saja, tanpa pernah menyelesaikan akar persoalannya,” terang Yofialdi.

“Data Podes 2018 BPS ini mencatat, desa/kelurahan yang ada kejadian penyalahgunaan/peredaran narkoba. Dalam kasus Sumbar, lebih dari sepertiga desa/kelurahan ada penyalahgunaan atau peredaran narkobanya. Angka statistik ini mengkhawatirkan kita semua,” tambah Yofialdi.

Yofialdi kemudian mengutip hasil riset BNN bersama Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) yang hingga kini masih berlangsung, dimana prevalensi penyalahgunaan narkoba di Indonesia pada kurun 2014-2017 terjadi kenaikan signifikan. Muncul angka prevalensi 1,7 yang berarti, setiap 100 orang Indonesia, sekitar dua orang di antaranya mengonsumsi narkoba.

“BNN provinsi maupun kabupaten/kota, semestinya segera melakukan riset bersama untuk mencari tahu penyebab tingginya penyalahgunaan narkoba ini di Sumbar. Hasil riset itu, nantinya dijadikan rujukan untuk melakukan langkah-langkah preemtif dan preventif,” pinta Yofialdi.

Yofialdi tak menampik, tingginya angka penyalahgunaan Narkoba di Sumbar ini, tak lepas dari keberhasilan jajaran Polri di Sumbar dalam melakukan tindakan represif. Di antara penindakan Narkoba yang menonjol, penangkapan pengedar sabu lintas provinsi dengan barang bukti seberat 6,83 Kg pada 4 Juli 2019 lalu. Kemudian diikuti penangkapan narkoba jenis ganja seberat 38 Kg pada 6 Juli 2019.

Lalu, juga ada pengungkapan perdagangan Narkoba lintas negara oleh Polda Sumbar, yang dikendalikan dari Lapas Kelas II Karan Aur, Pariaman pada 21 Juni 2019 lalu. Hasil penelusuran, Narkoba itu ternyata dipasok dari Malaysia yang kemudian dibawa melalui jalur darat ke Sumbar via Sumut. 

“Kita berterima kasih pada jajaran Polri yang telah berusaha keras memberantas Narkoba. Namun, tak mungkin selamanya Polri kita biarkan jadi ‘pemadam kebakaran.’ Mari kita berantas Narkoba ini secara komprehensif dan terpadu,” ajaknya. (relis)

Ketua DPRD Kota Padang Elly Thrisyanti 
Infonusantara.net, -Pembangunan gedung baru DPRD Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar), di kawasan Aia Pacah yang  telah direncanakan beberapa tahun lalu  akhirnya kembali dianggarkan sekitar Rp.150 miliar melalui penganggaran tahun jamak ( multy year) APBD 2020.

Ketua DPRD Kota Padang Elly Thrisyanti mengatakan , antara DPRD dan  Pemko Padang telah melakukan penandatanganan nota kesepakatan KUA -PPAS APBD tahun 2020 sekaligus penandatanganan kesepakatan bersama untuk pembangunan gedung baru kantor DPRD Kota Padang di Kawasan Aia Pacah dengan penganggaran tahun jamak (multy year)  dimulai pada tahun 2020 nanti, " katanya, Jum'at ( 19/7)  dari ruang kerjanya. 

Sebelumnya rencana pembangunan gedung baru DPRD Kota Padang dengan sistem multy years di Aia Pacah itu batal di anggarkan dalam APBD 2017, walaupun sempat dibicarakan sebelumnya pada pembahasan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) KUA - PPAS APBD 2017 lalu. 

Hal tersebut dikarenakan memang pembangunan Kota Padang pada 2017 lalu itu lbih difokuskan pada pembangunan yang masuk tahun jamak seperti penyelesaian Pasar Inpres pasar raya Padang. 

"Pada saat itu untuk pembangunan didahulukan yang lebih prioritas dan mendesak, makanya untuk pembangunan gedung baru DPRD Kota Padang ini tidak jadi dilaksanakan," jelasnya. 

Ia mengatakan besaran anggaran untuk pembangunan gedung baru DPRD Kota Padang tersebut tidak masalah karena yang terpenting pembangunan kantor baru DPRD Padang itu kembali dianggarkan dan benar-benar dapat terealisasi. 

Untuk pembangunan gedung baru DPRD Kota Padang ini kata Elly Thrisyanti, insya allah hanya tinggal melaksanakan apa yang telah di bahas sebelumnya baik itu 
Detail Engineering Design (DED), lokasi, Landscape dan lainnya.

Penganggaran tersebut benar-benar diperlukan karena pembangunan kantor baru DPRD Padang sifatnya sudah mendesak. Hal itu disebabkan gedung DPRD Padang yang berada di Jalan Sawahan saat ini sudah tidak representatif, apalagi ketersediaan lahan parkir kendaraan roda empat yang tidak lagi memadai.

"Kalau sudah ada paripurna, mobil parkir menumpuk di badan jalan depan gedung DPRD, ini kan juga merugikan pengguna jalan lainnya," ungkap Ketua DPRD Kota Padang ini 

Sementara anggota Komisi III DPRD Kota Padang Wismar Panjaitan mengatakan, seharusnya tidak ada lagi alasan untuk tidak membangun gedung baru DPRD Padang, sebab lahan untuk pembangunan sudah tersedia. "Tidak ada lagi alasan penundaan pembangunan," pungkasnya. (inf)


Infonusantara.net, PADANG – Rumah tempat kelahiran Pahlawan Nasional Bagindo Aziz Chan diresmikan menjadi museum, Kamis (18/07/2019). Peresmian ditandai dengan peninjaaun pertama oleh Walikota Padang Mahyeldi Ansharullah dan pengguntingan pita oleh Sekretaris Daerah Amasrul didampingi jajaran pimpinan OPD.

Walikota Mahyeldi mengatakan, bangunan bersejarah ini salah satu cagar budaya yang ada di Kota Padang. Keberadaannya dapat dijadikan destinasi edukasi sembari membangkitkan semangat patriotisme dan rasa nasionalisme bagi generasi bangsa.

“Bangunan bersejarah ini kita jadikan destinasi wisata edukasi untuk membangkitkan semangat patriotisme dan rasa nasionalisme generasi bangsa,” kata Mahyeldi.

Menurut Mahyeldi, kawasan rumah yang terletak di Alang Laweh itu digagas menjadi kawasan budaya. Penataannya bisa disinkronkan dengan beberapa bangunan yang mendukung, termasuk masjid dan hotel Grand Zuri yang ada di depannya.

“Kawasan ini akan ditata sebagai kawasan budaya berkolaborasi dengan beberapa bangunan lain seperti masjid dan hotel,” ujar Mahyeldi.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kebudayaan Kota Padang, Arfian mengungkapkan, revitalisasi bangunan rumah tempat kelahiran Walikota Padang kedua ini sudah dilakukan sejak 2017 lalu. Untuk persiapan menjadi museum dilakukan dengan pengumpulan arsip – arsip terkait Bagindo Aziz Chan.

“Pengumpulan arsip didapat dari pihak keluarga dan yang ada di Pemko Padang sendiri,” katanya.

Sekilas tentang Pahlawan Nasional Bagindo Aziz Chan, dilahirkan di Alang Laweh Padang, 30 September 1910 – meninggal di Padang, 19 Juli 1947 pada umur 36 tahun.

Bagindo Aziz Chan merupakan Walikota Padang kedua setelah kemerdekaan yang gigih menentang Belanda. Bagindo Aziz Chan, dilantik pada tanggal 15 Agustus 1946 menggantikan Mr. Abubakar Jaar. Ia gugur dalam usia 36 tahun ditembak Belanda di Simpang Kandih, Kampung Lapai. Jasadnya dikebumikan di Taman Makam Pahlawan Bahagia, Bukittinggi.

Melalui Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 082/TK/2005, tanggal 7 November 2005, Bagindo Aziz Chan menerima Bintang Maha Putera Adipradana dan Gelar Pahlawan Nasional Indonesia pada 9 November 2005.(hms)


Infonusantara.net - M (19) remaja pemilik pabrik ekstasi di Desa Alu Garut, Kecamatan Sawang, Aceh Utara, terancam hukuman mati.

Atas kepemilikan pabrik dan 2.000 butir ekstasi itu, remaja asal Desa Blang Naleung Mameh, Kecamatan Muara Satu, Kota Lhokseumawe, Aceh, dijerat pasal berlapis.

Direktur Narkoba Polda Aceh, Kombes Pol Muhammad Anwar dalam konferensi pers di Mapolres Lhokseumawe, Kamis, 18 Juli 2019, menyebutkan, tersangka dijerat Pasal 12 ayat 2 Jo Pasal 113 ayat 2, jo Pasal 114 ayat 2 jo Pasal 115 ayat 2, UU No 35 tahun 2009 tentang Narkoba.

“Dari semua pasal itu, ancamannya mulai dari pidana mati, pidana seumur hidup, pidana penjara minimal lima tahun dan maksimal 20 tahun serta denda paling sedikit Rp 1 miliar dan paling banyak Rp 10 miliar,” jelas Kombes Pol Muhammad Anwar.

Dia menyebutkan, polisi juga memburu tiga teman pelaku berinisial B, J, dan D. Ketiganya, menurut pengakuan tersangka, adalah teman untuk memproduksi ribuan ekstasi yang kini disita petugas. Dalam sepekan, mereka memproduksi ekstasi maksimal 3.000 butir.

“Rata-rata bisa diproduksi 2.000 butir per minggu,” sebutnya.

Dia menyebutkan, ketiga pelaku yang masih buron telah dimasukkan ke daftar pencarian orang (DPO) Polda Aceh.

“Kita kejar sampai ketemu. Saya imbau masyarakat terus mendukung polisi memberantas narkoba,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, polisi menangkap M dengan barang bukti 2.000 butir ekstasi. Barang haram itu hasil produksi di pabrik ekstasi tradisional di pedalaman Kabupaten Aceh Utara.

Source: kompas.com

viva.co.id

Tri Retno Prayudati alias Nunung ditangkap kepolisian terkait penyalahgunaan narkoba. Dalam keterangan yang tersebar ke media terungkap kronologi penangkapan mereka. 
Infonusantara.net- Nunung dan suami ditangkap di kediamannya pada, Jum'at 19 Juli 2019, pukul 13.15. Awalnya polisi menangkap pria berinisial HM alias H. Berdasarkan keterangan dari Kasubdit 1 Ditresnarkoba PMJ, Jean Calvijn Simanjuntak, Nunung memesan sabu dan diantar ke rumah.

"Hasil interogasi tersangka 1 (HM), pukul 12.30 WIB, menyerahkan narkoba pesanan tersangka 3 (Nunung) di depan rumahnya," tulis keterangan dari Jean Calvijn Simanjuntak.

Dari pemeriksaan yang dilakukan polisi, Nunung dan suami bisa memesan sabu dari pria berinisial HM sebanyak 10 kali dalam tiga bulan. Menurut keterangan polisi, sabu yang telah dibeli sempat dibuang ke kloset.

Polisi melanjutkan melakukan cek urine dan hasilnya positif. Polisi sampai saat ini masih melakukan pendalaman terkait hal tersebut. 

Source :viva.co.id 

Komedian Nunung Srimulat
Infonusantara.net  – Lagi-lagi, dunia hiburan Tanah Air dihebohkan dengan kasus narkoba. Kali ini, Tri Retno Prayudi atau yang akrab disapa Nunung, ditangkap pihak kepolisian.

Komedian wanita itu ditangkap oleh Ditres Narkoba Polda Metro Jaya bersama dengan sang suami di kediamannya kawasan Tebet, Jakarta Selatan.

"Telah diamankan pasangan suami istri komedian Nunung di rumahnya Jalan Tebet Timur Jakarta Selatan pada hari Jumat, 19 Juli 2019, jam 13.15 WIB," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono saat dihubungi, Jumat malam.

Argo mengatakan Nunung dan suami terbukti positif menggunakan sabu. Ditemukan juga barang bukti berupa sabu seberat 0,36 gram. 

"Diamankan satu klip sabu 0,36 gram, hasil test urine positif narkotika," lanjutnya.

Hingga saat ini, belum ada keterangan lebih lanjut mengenai kronologi penangkapan dari komedian yang melejit lewat sinetron Si Doel Anak Sekolahan. 

Source: viva.co.id 

Salah seorang petugas berjaga-jaga dengan senjata lengkap saat aksi penggeledahan Densus 88 di rumah salah seorang warga Kota Padang (ist)

Infonusantara.net
- Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri menggeledah satu rumah di kawasan RT 4, RW 2 Kelurahan Berok Nipah, Kecamatan Padang Barat, Kota Padang, Sumatra Barat (Sumbar), Jumat (19/7/2019) sore.

Aksi penggeladahan dikabarkan telah berlangsung sejak pukul 15.10 WIB. Rumah yang digeledah tersebut dikabarkan milik warga bernama Nofendri. Informasinya, pria berusia 33 tahun itu sebelumnya telah ditangkap Tim Densus 88 Antiteror Polri pada Kamis (18/7/2019) malam.

Dari penangkapan itulah kemudian Densus 88 Antiteror Polri melakukan penggeledahan di kediamannya. Namun, belum jelas dimana lokasi awal Nofendri ditangkap.

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian ada keterangan resmi dari Densus 88 terkait penangkapan dan penggeledahan yang dilanjutkan.

Ketua RW 02 Kelurahan Berok Nipah Rivianti membenarkan aksi penggeledahan di salah satu rumah warganya. Namun, pihak kepolisian tidak memberikan penjelasan pemilik rumah terlibat persoalan apa.

“Daerah disterilkan saya bingung. Kata Densus sih terlibat jaringan. Tadi saat penggeledahan tidak ada si Nof (Nofendri), katanya sudah dibawa (tangkap) tadi malam. Sekarang bapak ambil apa? ada barang kita bawa ke kantor untuk penyelidikan,” ujar Rivianti kepada wartawan.

Ia juga tidak mengetahui barang-barang apa saja yang dibawa Densus 88 Antiteror Polri dari kediaman Nofendri. Sebab, penggeledahan hanya didampingi Ketua RT.

“Tadi penggeledahan rumah, Pak RT yang damping. Kurang tahu saya apa saja yang dibawa,” katanya.

Sementara itu, Ketua RT 4 Kelurahan Berok Nipah Syaiful mengaku memang ada beberapa barang yang dibawa Densus 88 Antiteror Polri saat penggeledahan. Diantaranya, CD, laptop, handphone, dan berupa cangkir.

“Tadi saat penggeledahan ada Densus dan Brimob. Penggeledahan kurang lebih satu jam. Alasannya penggeledahan kurang tahu juga yang jelas cuman mengatakan Densus izin mengeledah dan pelaku sudah diamankan,” kata Syaiful.

Ia mengatakan, saat rumah digeledah, hanya ada anak Nofendri. Sehari-harinya Nofendri bekerja sebagai tukang gojek. “Istrinya guru, anak-anaknya kecil masih sekolah dasar. Biasanya istrinya pulang sore,” pungkasnya. (Irwanda/RC)



Infonusantara.net - Wakil Ketua KPK Saut Situmorang menyatakan penyidik KPK bakal menahan Bupati Solok Selatan Muzni Zakatia yang saat ini telah berstatus tersangka, ketika proses penyidikan telah rampung.

Dia mengatakan, saat ini penyidik masih bekerja melakukan pendalaman dan pengumpulan data yang dianggap perlu.
“Kasusnya terus berjalan, kendati Bupati Muzni Zakaria belum ditahan. Penyidik masih melakukan pendalaman dab pengumpulan data,” kata Saut, Kamis (18/7).

Hal itu disampaikannya usai memberikan arahan dalam kegiatan Penandatanganan Nota Kesepahaman Bersama antara Pemprov Sumbar dengan Kanwil BPN Sumbar dan Kanwil DJP Sumbar-Jambi, di Padang.

“Masih berproses, kan sudah ditentukan statusnya. Kapan selanjutnya tinggal menunggu penyidik siap. Karena ketika sudah dilakukan penahanan tentu ada waktu ke tahap selanjutnya yang tidak boleh terlalu lama,” kata dia.
Ketika ditanya apakah akan ada tersangka lain, Saut menyerahkan semuanya sesuai hasil tim penyidik. “Saya belum tahu,” ujarnya.

Namun saat ditanya apakah ada kepala daerah di Sumbar dalam bidikan KPK, Saut menjawab tidak boleh berburuk sangka kepada orang lain. KPK lanjutnya, akan berbicara setelah ada penindakan.

“Gak boleh gitu pada dasarnya semua orang itu baik dan ndak boleh dicurigai, KPK kalau sudah ada kasusnya baru boleh ngomong, kalau surat pembaca dan laporan masyarakat masuk ke KPK ada,” bebernya.
Sebelumnya, Bupati Solok Selatan, Muzni Zakaria ditetapkan tersangka oleh KPK karena diduga menerima suap sebesar Rp460 juta untuk proyek pembangunan jembatan Ambayan, serta suap Rp 315 juta terkait proyek Masjid Agung Solok Selatan.
Dalam kasus itu, tim KPK telah dua kali datang ke Sumatera Barat untuk melakukan penggeledahan. Pertama menuju kediaman Muzni Zakaria, di Padang pada 25 April 2019.
Kemudian menggeledah kantor Bupati Solok Selatan, 9 Juli 2019. Sejumlah data yang disimpan dalam beberapa kopor, disita penyidik KPK saat itu. (*/mbb)

Sumber: Redaksi6


Infonusantara.net, PADANG  - Setelah sukses pada tahun 2018 yang lalu,  Dinas Kebudayaan Sumbar kembali menggelar Silek Arts Festival 2019 (SAF) pada tahun ini dengan tujuan menjadikan Silek sebagai suatu fenomena khas Minangkabau.

Silek Arts Festival 2019 akan kembali diselenggarakan dari 19 hingga 31 Agustus mendatang, yang berpusat di Kota Padang dan di dukung oleh beberapa kabupaten kota di Sumatera Barat.

Menurut Gubernur Sumatra Barat Irwan Prayitno, Silek Arts Festival (SAF) 2019 merupakan agenda tahunan yang didukung oleh Direktorat Jenderal Kebudayaan Kemendikbud dengan program Indonesiana.


“Sapakaik Mangko Balega (Sepakat dengan bergotong royong untuk bisa berkreasi melalui budaya silek), kita harapkan dengan acara ini tradisi silek di Sumatera Barat bisa terjaga, sebagai upaya mendorong para pelaku seni pertunjukan, agar terus menggali budaya silek,” ajak Irwan Prayitno saat konferensi pers, di Istana Gubernuran, Rabu, 26 Juni 2019 lalu. 

“Ini merupakan bentuk kepedulian kita kepada warisan budaya yang ada di Sumatera Barat (Sumbar). Apalagi silek ini merupakan budaya  yang lahir turun temurun sejak dahulu hingga saat ini,” ucapnya.

Agendanya direncanakan akan digilir dari satu daerah ke daerah lainnya hingga 31 Agustus mendatang di beberapa dd daerah seperti  Kota Padang, Solok, Payakumbuh, Kabupaten Agam dan Sijunjung.

Dalam kegiatan SAF tahun ini tidak hanya menampilkan berbagai atraksi aliran silek yang ada di Tanah Minang, namun juga rangkaian agenda kebudayaan lainnya yang terkait dengan silek.

“Untuk itu, saya berharap agar silek ini dapat dikenal hingga pentas dunia, maka kegiatan SAF ini sangat penting, apalagi tujuan kegiatan ini untuk menjemput atau mengumpulkan aliran-aliran silek yang ada di Sumbar,” ujar Gubernur Sumbar

Silek merupakan budaya asli Minangkabau harus dijaga kelestarian sekaligus ajang promosi budaya Minangkabau.

“Kita ingin nantinya dengan kegiatan ini dapat menjadi sebuah pengetahuan bagi generasi muda untuk lebih menggenal silek yang merupakan warisan budaya. Sehingga, generasi muda ini dapat memahami pengetahuan tentang silek dan tentunya mempelajarinya,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan Sumbar, Gemala Ranti mengungkapkan, setelah tahun lalu SAF dengan tagline “Panjapuik Piutang Lamo”,  maka untuk tahun ini menggangkat tagline “Sapakaik Mangko Balega”.

“Kita lebih memfokuskan dalam membangkitkan semangat seni dan budaya silek dalam setiap pertunjukan, dan nantinya seluruh rangkaian akan di fokus dalam arsip dan dokumentasi,” ujarnya.

Kegiatan ini juga merupakan sebuah upaya dalam mendukung UU No.5 tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan dalam rangka menangani kegiatan budaya secara lebih sistematis.

Dijelaskannya, program kali ini akan dihimpun kembali seluruh pengetahuan tentang silek, mengingat silek sebagai kekayaan budaya di Minangkabau telah berkembang ke daerah lain di Indonesia, negara-negara Melayu, juga ke sejumlah negara lain di dunia.

“Perkembangan tersebut merupakan sebuah gambaran bagaimana silek merupakan sebuah hasil kebudayaan dengan basis budaya Minangkabau memiliki nilai-nilai penting, yang dapat dipergunakan dalam menjalani kehidupan manusia,” tuturnya.

Selain itu, silek juga telah diusulkan dan sedang dalam proses penilaian untuk ditetapkan sebagai salah satu warisan dunia melalui UNESCO.

Ia berharap dalam tahun ini juga proses silek sebagai salah satu warisan dunia UNESCO bisa terwujud.

“Kegiatan SAF 2019 ini juga salah satu dukungan untuk menguatkan pengajuan budaya silek sebagai warisan dunia ke UNESCO,” jelasnya. Nov/Hms


Wakil Ketua DPRD Padang Wahyu Iramana Putra 
Infonusantara.net,PADANG - Pasca ambruknya tebing penahan Tugu Merparti Perdamaian di Muaro Lasak dan masjid baru di Pantai Muaro baru - baru ini. Sebagai Wakil Ketua DPRD Kota Padang, Wahyu Iramana Putra mengaku pernah mengingatkan Pemerintah Kota Padang akan bahayanya mendirikan bangunan di bibir pantai.
Kondisi masjid baru di Pantai Muaro Padang 
Untuk itu, ia menyarankan agar dibangun penahanan ombak di Pantai Padang.

"Saya pernah menyarankan agar dibuat penahan ombak agak ke tengah, tidak cukup dengan yang ada sekarang saja," sebut Wahyu, kemarin 

Jika dibangun penahanan ombak, kata Wahyu, tidak saja dapat mengamankan bangunan yang ada di bibir pantai, tetapi juga dapat membuat air tenang dan dapat digunakan untuk objek wisata.

Menurutnya, perencanaan bangunan untuk daerah pantai tidak sembarangan, butuh perencanaan yang matang dengan mempertimbangkan berbagai aspek.

Apa lagi yang dibangun adalah bangunan, seperti masjid atau yang lainnya. Sebab, ganasnya ombak Pantai Padang dapat merobohkan bangunan di bibir pantai. Dia mencontohnya ambruknya tebing penahan Tugu Merparti Perdamaian di Muaro Lasak dan masjid baru di Pantai Muaro.

Tidak seenaknya membangun begitu saja. Dibalik jalan itu masih aman, karena ada jalan yang menghalangi. Tapi arah ke bibir pantai, misalnya bangunan Tugu Merpati Perdamaian dan masjid baru di Pantai Muara itu, apa yang menahannya.

"Jangankan Tugu Merpari Perdamaian, nanti bisa-bisa saja gedung Taman Budaya yang ditepi pantai itu kena," ujarnya.

"Bibir Pantai Padang, tidak semuanya dalam. Memang butuh perjuangan untuk membangun penahan ombak di bibir pantai tersebut, karena membutuhkan dana yang besar,"  pungkasnya. (inf/By)

Pembersihan Jalur Rel di Stasiun Kereta Api lama Pulau Air 
Infonusantara.net, PADANG - Jalur kereta api tertua di Padang, Sumatera Barat mulai dari Stasiun Pulau Air Kelurahan Pasa Gadang, Kecamatan Padang Selatan menuju Stasiun Simpang Haru Kecamatan Padang Timur yang telah lama "mati" (tidak aktif lagi,red) sejak 1983 silam, dalam waktu dekat akan kembali aktif  beroperasional. 

Program pengaktifan kembali jalur kereta api di Sumbar ini telah masuk dalam rencana strategis Kementerian Perhubungan 2020-2024.

Jalur kereta api itu dibangun pada zaman penjajahan kolonial Belanda dan diresmikan pada 6 Juli 1887 sebagai akses perdagangan untuk mengangkut hasil bumi seperti kopi, rempah - rempah, batu bara, semen dan lainnya yang juga di dukung oleh pergudangan di kawasan Pasa Gadang hingga menuju pelabuhan Muaro Padang yang dikenal dengan Jalan Niaga. 

Jalur kereta api itu diteruskan ke Bukittinggi sepanjang 90 kilometer dan dioperasikan mulai November 1891 untuk mengangkut biji kopi hasil tanam paksa dari pedalaman Sumbar seperti Bukittinggi, Payakumbuh dan Pasaman ke Padang untuk kemudian diekspor ke Eropa melalui pelabuhan Muaro Padang. 

Namun pengaktifan kembali jalur kereta api mulai dari stasiun Pulau Air itu tidak lagi berkaitan dengan pengangkutan rempah - rempah dan hasil bumi lagi. Namun tujuan utama merupakan alternatif transportasi bagi masyarakat. Selain itu juga untuk kepentingan pariwisata karena kedepan jalur itu akan dilanjutkan hingga ke Muaro Padang. 

Tujuan utama saat ini menurut Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Kelas II Wilayah Sumbar Catur Wicaksono yang saat ini sudah pindah tugas ke Jakarta
 adalah alternatif transportasi bagi masyarakat. Selain itu, untuk kepentingan pariwisata karena ke depan jalur itu dilanjutkan hingga ke Muaro Padang.

Saat ini dapat dilihat aktivitas pembersihan rel serta penempatan material untuk bantalan rel baru dibeberapa titik dari Stasiun Pulau Air hingga Stasiun Simpang Haru sepanjang 2,5 kilometer itu yang sudah dimulai sejak pertengahan Juni 2019 dan ditargetkan selesai akhir tahun ini.

Sebanyak 238 bangunan di sepanjang jalur rel itu masing-masing 151 bangunan berkontrak dengan PT KAI dan 87 bangunan tanpa kontrak harus dibongkar agar pengaktifan jalur kereta api peninggalan bersejarah itu bisa dilaksanakan.(Inf)






Prof. DR. H. Asasriwarni,MA., guru besar Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol Padang
Infonusantara.net,SUMBAR - Sebagai Rais Syuriah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Provinsi Sumatera Barat, Prof. Dr. H. Asasriwarni, MA., kembali bersatu untuk membangun bangsa ini pasca pelaksanaan pemilihan umum legislatif dan presiden. 

Menurutnya, putusan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) merupakan usaha terakhir bagi pihak-pihak yang bersengketa di pemilu.

"Jadi, setelah diketuk palu oleh Ketua Mahkamah Konstitusi, itu merupakan usaha terakhir," pungkas, Jumat, 12 Juli 2019. 

Menurutnya, jangan ada lagi kericuhan dan perpecahan pasca putusan MK. Sebab, putusan MK tersebut harus dipatuhi dan ditaati.

"Kalau dulu mungkin terjadi kericuhan segala macam, tapi karena sudah diputus oleh Mahkamah Konstitusi, maka harus dipatuhi dan ditaati," tegasnya.

Dikatakannya, semua pihak jangan berkomentar yang menyebabkan perpecahan di tengah-tengah masyarakat. 

"Dan kita tidak boleh lagi, baik berkomentar segala macam, harus kita ikuti dengan sami'na wa atho'na. Sebab, Mahkamah Konstutusi adalah pengadilan tingkat pertama dan tingkat terakhir.Kecuali pengadilan agama, pengadilan umum, pengadilan militer, ada pengadilan tinkat pertama, ada banding, ada kasasi," urainya. 

Di masyarakat Minangkabau, jelasnya, dikenal istilah biduak lalu kiambang batauik. Makanya, para elit politik, cendikiawan, ninik mamak, dan tokoh masyarakat lainnya, perlu memberikan pencerahan ke tengah-tengah masyarakat.

"Tujuannya tentu agar kita bersatu kembali dan menjaga ukhuwah Islamiyah," tukuk guru besar Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol Padang ini.

Ia juga mengimbau Jokowi dan Prabowo Subianto segera bertemu dan duduk bersama membahas persoalan bangsa ke depan.

"Tentu kita mengharapkan duduk bersama antara Presiden RI terpilih dan Pak Prabowo untuk melakukan konsolidasi kembali demi keutuhan bangsa," cakapnya.(Inf/by)


Infonusantara.net, PADANG - Panitia bersama kegiatan Napak Tilas Pahlawan Nasional Bagindo Azis Chan  yang terdiri dari KNPI, Karang Taruna,PPM, PPI serta Tagana Kota Padang terus dirampungkan hingga saat ini persiapan telah matang.

Megry Fernando selaku Ketua Pelaksana menyampaikan bahwa untuk  undangan telah kita sebar ke berbagai instansi dan perkantoran serta sekolah yang ada di Kota Padang. Berharap masyarakat kita bisa beramai ramai ikut serta dalam acara Napak Tilas yang ke XV ini, " harapnya.

"Masyarakat umum dan juga generasi muda Kota Padang mari ikut sukseskan kegiatan ini. Rebut berbagai hadiah dan  sovenir yang telah di sediakan oleh panitia pelaksana. Namun yang penting melalui kegiatan ini, nilai sejarah serta jiwa kepahlawanan dari Bagindo Azis Chan bisa jadi inspirasi untuk kita kedepanya, " pungkasnya.

Sementara itu Mursalim selaku Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga mengatakan kegiatan ini rutin di gelar, karena merupakan kegiatan tahunan dari pemerintahan Kota Padang. Tentu ini dalam rangka mengenang jasa  Pahlawan Nasional yang gigih berjuang hingga gugur di medan petempuran.

Bagindo Azis Chan adalah WaliKota ke-2 Kota Padang yang gugur dalam  usia 36 tahun setelah di tembaki oleh tentara Belanda, pada 19 Juli 1947 silam. " Sehingga sudah selayaknya kita sebagai generasi penerus dapat mewarisi sikap Patriot dan Nasionalisme dari seoarang Bagindo Azis Chan, " ungkapnya.

Hadiah Utama :1 unit motor
Juara 2 : 7 unit Sepeda
Juara 3 : 7 Unit Sepeda
Hadiah hiburan: Televisi, Kulkas, Magic com, Kipas angin.

Pendaftaran dapat dilakukan di Kantor DPD KNPI Kota Padang, di Jalan Jendral Sudirman No 1 (Disdukcapil Kota Padang) dari pukul 09.00 - 19.30 WIB
dan Dispora kota Padang.  bisa menghubungi panitia Tito Liberty 081367287550, Elsa 0823-8461-1550 dan Robby Afrinandes 0821-7222-0944 (*)


Kondisi Pondasi dan pagar Masjid baru di pantai Padang 
Infonusantara.net, PADANG – Masjid baru di Pantai Muaro  terancam gerusan ombak jika tidak segera dibangun “seawall”. Saat ini saja sebagian pagar masjid yang belum sepenuhnya rampung itu sudah ambruk.

“Solusinya memang harus ada penahan ombak, berupa ‘seawall’ atau ‘ground T’ agar fondasi masjid tidak tergerus ombak,” kata Asisten  Ekonomi Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat (Ekbangkesra) Kota Padang Hermen Peri saat meninjau di lokasi, Rabu (10/7/2019).


Hermen Peri bersama Plt. Asisten Pemerintahan Edi Hasymi didampingi Kepala Bappeda Medi Iswandi, Kadis Pariwisata Arfian, Kadis DPRKPP/Plt. Kadis PUPR  Yeni Yuliza mengecek kondisi pagar masjid sebelah barat yang ambruk. 

“Melihat kondisi fondasi pagar yang memang tidak terlalu dalam, maka tidak akan kuat menahan ombak terus-menerus. Apalagi saat pasang, ombak akan lebih besar,” kata mantan Kadis PU Kota Padang itu.

Terkait pembangunan penahan ombak, Hermen Peri menyebut akan berkoordinasi dengan Kementerian PUPR melalui Balai Wilayah Sungai (BWS).

“Kita coba berkoordinasi dan mengajukan pembangunan penahan ombak ke kementerian melalui BWS,” ujarnya.

Menurutnya, hal itu bukan saja karena mengancam bangunan masjid tetapi guna menghambat laju abrasi di sepanjang Pantai Padang. Sebab, Pantai Padang di sebelah utara, Muaro Lasak dan Pantai Cimpago juga sangat riskan digerus abrasi.

“Kita berharap, permintaan pembangunan itu (penahan ombak) bisa dikabulkan dan disegerakan tahun ini,” tukasnya. (hms)


Infonusantara.net, PADANG - Kejaksaan Negeri (Kejari) Padang membidik kasus dugaan tindak pidana korupsi di DPRD Padang melalui surat bernomor B-2136/L. 3 10/Fd/06/2019. Surat itu tertulis dengan perihal pemberintahuan dimulainya penyidikan perkara tindak pidana korupsi (Tipikor).

Surat yang kopnya berlogo Kejaksaan Negeri Padang itu juga ditembusan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kejati Sumbar, Wakil Kejati Sumbar, Assisten Bidang Tindak Pidana Khusus Kejati Sumbar, Assisten Bidang Pengawasan Kejati Sumbar dan Sekretariat DPRD Pemerintah Kota Padang.

Kasi Intel Kejari Padang Yuni Hariaman mengatakan, adapun kasus yang disidiknya, terkait penggunaan dana tunjangan transportasi tahun anggaran 2017-2018 dan dana perjalanan luar daerah anggota DPRD Padang, Sekretariat Daerah Kota Padang tahun 2017.

”Untuk kasus tersebut sudah kita terbitkan suratnya, tanggal 14 Juni 2019. Dimana isinya dimulainya penyidikan perkara tindak pidana korupsi dan ditandatangani oleh kepala Kejari Padang,” katanya, Jumat (28/6) lalu.

Dia menambahkan, dalam perkara ini pihak Kejari Padang tidak dapat terburu-buru menetapkan tersangka. Karena masih dalam penyidikkan. “Perkara ini masih dalam proses, dan tentunya mencari alat bukti lainnya,” sebutnya.

Kasus ini bermula adanya laporan dari sebagian anggota dewan yang sudah mengembalikan kelebihan anggaran. Berdasarkan Laporan Hasil Keuangan (LKH) Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) tahun 2017 dan 2018, yang menemukan kelebihan pembayaran dengan dua kegiatan tersebut.

”Sampai saat ini proses penyidikan dari Kejari Padang masih tetap berjalan. Kita akan kembangkan dan hingga nanti kita tetapkan tersangka,” pungkasnya . (eko)

Formulir Kontak

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.