June 2018

Wakil Ketua DPRD Padang Wahyu Iramana Putra Mencoblos di TPS 6 Kelurahan Gunung Pangilun 
INFO (PADANG)- Pilkada Serentak adalah wujud pesta demokrasi rakyat. Maka sebisa mungkin dijalani dengan suasana gembira, termasuk Pemilihan Walikota Padang tahun 2018.

Wakil Ketua DPRD Kota Padang Wahyu Iramana Putra yang juga Ketua Tim Pemenang EMDES Rabu (27/6),  mengajak masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya dengan datang ke tempat pemungutan suara (TPS) dan melakukan pencoblosan. Pasalnya, rendahnya tingkat pemilih.

“Silahkan pilih calon walikota  yang sesuai pilihan dan tidak ada paksakan. Gunakan hak pilih dengan ikhlas dan sesuai hati nurani,” katanya saat mencoblos di TPS 6 Kelurahan Gunung Pangilun Kecamatan Padang Timur.

Ia berharap,  gelaran pesta demokrasi ini mempererat hubungan persaudaraan antarwarga, dan saling  menjaga kondusivitas wilayah.

Ia optimis, EMDES yakin menang dengan perolehan suara minimal 55 persen karena dikuatkan dengan lumbung suara di Kuranji, Koto Tangah, Pauh, Lubeg, Luki, Bungus. 

"Saya yakin EMDES menang, berdasarkan napas masyarakat yang menginginkan perubahan untuk Kota Padang," ungkapnya.

Pilkada kali ini  berjalan aman, lancar dan bebas dari politik uang atau serangan fajar.

"Masyarakat jangan golput dan bisa menggunakan hak pilihnya sesuai hati nurani, tanpa paksaan, sehingga calon pilihannya benar-benar sesuai yang diharapkan. Yaitu sosok  yang bisa membangun Kota Padang," pungkasnya (Inf)

Anggota DPRD Kota Padang Helmi Moesim dari Partai Golkar   


INFO (PADANG) - Terkait Pilkada serentak 27 Juni 2018 siapa yang akan menjadi pemimpin Kota Padang lima tahun kedepan menurut anggota DPRD Padang Helmi Moesim sebaiknya pasangan calon yang baru dan calon petahana (incumbent) sebaiknya hanya menjabat satu periode saja.

"Incumbent harusnya tidak dipilih lagi di periode kedua karena jika menjabat di periode kedua, saya yakin motifasinya sudah berbeda ," ujar politisi Partai Golkar ini dalam kesempatan itu pada media ini usai dirinya juga terpilih menjadi Ketum KB IKAPELAN Periode 2018 -2021, Rabu (20/6) lalu disalah satu hotel di Kota Padang .

Menurutnya jika kepala daerah baru di periode pertama, dia pasti dengan segala daya upaya melaksanakan programnya dan itu harus dilakukan, seperti pasangan Emzalmi-Desri yang baru akan mencoba pada periode pertama, pastinya akan melakukan yang terbaik bagi kota yang dipimpinnya.

"Apalagi kalau kita lihat pasangan Emzalmi-Desri, saya yakin periode berikutnya Pak Em akan memberikan estafet kepada Pak Des. Jadi dengan segala upaya mereka pasti akan mewujudkan apa yang menjadi program mereka," jelasnya.

Dilain sisi tambah nya, berbeda jika incumbent menjabat untuk periode kedua, sementara lanjut Helmi ada ungkapan yang dia dengar  bahwa keberhasilan pembangunan Kota Padang seperti Pantai Padang, Pasar Raya Padang, Betonisasi jalan adalah melalui program programnya periode masa jabatan Walikota Padang Mahyeldi. .

Nah dari ungkapan seperti itu harusnya masyarakat harus cerdas menilai, dengan mengklaim keberhasilan pembangunan Kota Padang tersebut adalah berkat kerja keras Mahyeldi. Hal itu sudah jelas menurut saya adalah suatu pernyataan yang telah menghilangkan suatu rasa, jasa pengorbanaan serta peran penting serta kerja keras tokoh tokoh prnting  maupun keterlibatan orang ,instansi,lembaga dan lainnya baik itu sebelum masa  jabatan periode Walikota Mahyeldi maupun mereka yang berperan dan ikut terlibat dalam menjalankan program pemko padang  dipimpin oleh Mahyeldi dan Emzalmi selalu wakil walikota.

"Siapapun itu dia ,pasti takkan mampu bekerja tanpa peranan orang lain,apalagi pemerintahan itu ada Walikota berseta Wakilnya, OPD, dan juga DPRD Kota Padang,"tegas Helmi.

Kenapa saya katakan kalau masyarakat harus cerdas menentukan siapa pempimpin kota ini lima tahun kedepan yang benar benar mampu bekerja dengan melibatkan seluruh elemen yang ada. Nah ini yang harus menjadi acuan tersebut,siapa sih yang sebenarnya juga telah berperan dan itu sebelum program Mahyeldi berjalan ,sebelumnya telah ada,

   karena sebenarnya program yang dinilai masyarakat hebat, adalah pembinaan umat, seperti Asmaul Husna dan menjilbabkan remaja, penggagasnya adalah bapak Fauzi Bahar.  Emzalmi juga sudah dilibatkan di era itu.

Hebatnya, pantai Padang dengan Muaronya, pencari sponsornya juga Fauzi Bahar dan Emzalmi juga terlibat dalam perencanaannya. Selain itu juga Tacelaknya pasar Raya, dasar programnya juga Fauzi Bahar, dan Emzalmi salah satu otaknya.

Kita harus ingat lagi dimasa itu untuk anggaran program pembangunan sangat jauh sekali, apalagi Kota Padang sering ditimpa bencana alam sehingga pada saat butuh renovasi sana sini. Selanjutnya program yang diklaim Mahyeldi sebagai suksesnya sendiri, misal betonisasi, bukankah dirancang bersama Emzalmi, ketika keduanya masih berstatus kandidat Walikota dan Wakil Walikota.

Jadi, saya ingatkan pada masyarakat Kota Padang jangan keberhasilan ini hanya dinilai berhasil berkat melalui program programnya Mahyeldi, karena keberhasilan pembangunan tersebut dalam periode itu hanya tinggal penyelenggaraan dan pelaksanaan saja, disisi lain juga melalui anggaran APBD pun ada.

Helmi menegaskan, bersama sama kami selaku wakil rakyat di DPRD Padang gigih mensuport bagaimana pembangunan Kota Padang segera terlaksana dengan baik, bahkan kita perjuangan anggaran  program program Pemko melalui Badan Anggaran di Gedung DPRD Padang .

Jadi perlu juga kita ingat kembali bahwa pembangunan Pasar Raya Padang, RSUD Dr.Rasidin, Pantai Padang , trotoar untuk disabilitas dan lainnya, kami dengan rela berkorban anggaran untuk pembangunan Gedung DPRD Kota Padang disepakati dialihkan demi keberhasilan pembangunan Kota Padang. Intinya dibalik itu semua banyak campur tangan yang lain, bukan Mahyeldi saja," ujar Helmi.

Toh nantinya ketika tidak bisa tiga periode. Maka akan ada celah, "Ibaratnya di periode kedua seakan saatnya "mengembalikan modal", jadi motifasinya beda lagi dalam melaksanakan roda pemerintahan.

"Untuk itu menurut hemat politisi Golkar ini sebaiknya masyarakat Kota Padang harus cerdas untuk menentukan pilihan siapa pemimpin Kota ini kedepan, semuanya harus kita luruskan kembali melalui pemimpin dengan paslon Walikota dan Wakil Walikota Padang yang baru saja dan incumbent cukup satu periode," ungkapnya .( baim)

Suasana Reses II Mailinda Rose 

INFO (PADANG) - Ratusan warga Kototangah, Padang menghadiri dan mengikuti reses II tahun 2018, anggota DPRD Padang, Mailinda Rose, Jumat (22/6). Dipusatkan di Jalan Adinegoro Simpang Perum Mega Permai, Rt03/Rw01, Padang Sarai, Kototangah.

Mailinda Rose, Jumat malam itu selain menyerap aspirasi rakyat di daerah pemilihannya, ia juga memaparkan sejumlah program yang telah terealisasi dan sedang berlangsung untuk dapilnya. Tidak tanggung-tanggung di tahun 2018 telah ada progress pembangunan, secara fisik dan non fisik.

“Alhamdulillah, semua berjalan dengan lancar dan telah banyak aspirasi kita realisasikan,” kata Mailinda Rose.

Pembangunan jalan lingkungan, betonisasi, bantuan ke masjid dan mushala telah terlaksana. Walau saat ini ada yang sedang diaspirasikan, dan berharap di 2019 mendatang segera dapat dinikmati masyarakat di Kelurahan Padang Sarai.

Selain dihadiri konstituen, sejumlah tokoh dari dari DPW NasDem Sumbar turut hadir, yakni Wakil Ketua DPW NasDem Sumbar, Masful, anggota DPR RI Fraksi NasDem Endre Saifoel, tokoh masyarakat sekaligus anak Nagari Kototangah, Desri Ayunda.

Menurut Masful, berdasarkan catatan DPW NasDem Sumbar, jika Mailinda Rose merupakan kader terbaik dalam menyerap aspirasi rakyat dan memperjuangkannya di gedung dewan. Demikiah halnya dengan Endre Saifoel. Dengan catatan itu sambung Wakil Ketua DPW NasDem Masful, Mailinda Rose dipromosikan pada Pemilu 2019 sebaga calon legislatif ditingkat provinsi.

“Mari kita dukung tokoh kita ini bersama-sama, kaerna DPW mencatat sebagai anggota terbaik untuk daerah,” ungkap Masful.

Anggota DPR RI Endre Saifoel mengungkapkan, jika aspirasi dari warga di daerah pemilihannya (Rose) selalu diaspirasikan, mulai dari peningkatan pendidikan, pembangunan, serta mendorong peningkatan pembangunan.

“Apa keluhan dari bapak atau ibu, bisa disampaikan ke anggota DPRD Mailinda Rose, sehingga akan diperjuangkan di DPRD Padang,” katanya.

Tokoh masyarakat setempat, Desri Ayunda mengatakan, jika apa yang telah direalisasikan merupakan rahmat bagi kelurahan Padang Sarai. Ia mengajak warga, apa yang perlu disampaikan disampaikan, dan nantinya akan dikembangkan.

“Mudah-mudahan di 2019 ia duduk sebagai anggota dewan dan akan menjadi catatan sejarah untuk Padang Sarai,” katanya.

Selain mendengarkan pemaparan terkait realisasi program dan perencanaan program, warga di konstituen Mailinda Rose juga dihibur dengan permainan tradisional yakni KIM. Agenda digelar Jumat pukul 20.00 berakhir 22.00 WIB. (Inf)


Suasana Reses Zulhardi Z.Latif 
INFO (PADANG) - Rehat masa sidang, Anggota DPRD Kota Padang Zulhardi Z Latif lakukan reses II di Komplek Mega Mulya, Belimbing, Kecamatan Kuranji pada, Jumat'at ( 22/6) malam

Dalam kegiatan tersebut, berbagai hiburan pun diadakan. Acara dengan tema kebudayaan seperti, penampilan penari cilik, paduan suara, dan dilanjutkan dengan hiburan musik KIM.


Ratusan warga sangat antusias menghadiri acara tersebut, mereka dapat menyampaikan banyak aspirasi kepada wakil rakyat yang mereka pilih. Tidak hanya itu saja, tokoh masyarakat setempat juga menyampaikan rasa bangga mereka, bahwasanya ada dari masyarakat mereka yang duduk di Gedung Bundar DPRD Kota Padang.

Pada masa 2 tahun 14 hari menjadi anggota DPRD Kota Padang, pada tahun pertama kita sudah dapat memperjuangkan betonisasi jalan di Komplek Mega Mulya ini. Mudah-mudahan pada tahun ini dana aspirasi akan direlokasikan pada perbaikan drainase,” ujar Zulhardi

Namun begitu, masih banyak PR yang akan dikerjakan. Dan itu bisa terlaksana, tentunya tidak lepas dari dukungan  masyarakat,” sebut kader Golkar ini.
Ia berharap, dengan adanya Reses, seluruh asprasi masyarakat di dapil masing masing dewan dapat tertampung dan siap diperjuangkannya melalui pembahasan-pembahasan bersama OPD dilingkungan Pemko Padang

“Alhamdulillah antusias masyarakat yang hadiri pada masa reses II ini cukup banyak , mereka menyampaikan aspirasi mereka secara keseluruhan” ungkap Zulhardi yang juga Ketua IPSI Padang ini.

Sementara itu, Kasi Trantib Kecamatan Kuranji, Syafriedi mengucapkan terima kasih kepada Zulhardi selaku wakil rakyat telah banyak berbuat didaerah ini.
Ia berharap, kontribusi terus disalurkan pada Kecamatan, agar perubahan daerah terlihat serta kemajuan dirasakan warga, sebutnya.(inf)




INFO (PADANG) - Perhelatan besar di pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak 27 Juni 2018 tinggal menunggu hari, Kampanye akbar calon Walikota dan Wakil Walikota Padang Emzalmi-Desri Ayunda, digelar hari ini, Sabtu (23/6) di lapangan Imam Bonjol Padang mulai pukul 13.00 WIB. 
Ketua Tim Koalisi Emzalmi Desri Wahyu bersama Ketua DPC Demokrat Padang Ilham Maulana, Sekretaris DPC Hanura Padang Elvi Amri dan Ketua Forum Anak Nagari Evi Yandri saat memberikan keterangan terkait kampanye akbar pasangan Emzalmi Desri.
Ketua Tim Koalisi Padang Bersatu, Wahyu Iramana Putra menargetkan sedikitnya 50 ribu orang hadir pada kampanye terbuka tersebut.

"Sebenarnya yang sudah terdaftar lebih dari 100 ribu, tapi kita tak mau sesumbar dulu. Jadi target minimal peserta kampanye nanti sekitar 50 ribu orang yang terdiri dari kader partai pengusung, pendukung dan simpatisan," kata Wahyu kepada wartawan, Jumat (22/6) di lapangan Imam Bonjol saat persiapan pelaksanaan kampanye.

Dia menjelaskan untuk juru kampanye pihaknya berupaya untuk mendatangkan ketua umum partai pengusung dan partai pendukung pasangan Emzalmi-Desri Ayunda.

"Seperti kami dari Partai Golkar tentu berupaya menjadikan Airlangga Hartanto untuk menjadi juru kampanye nanti, sementara untuk Partai Demokrat juga berupaya mendatangkan Susilo Bambang Yudhoyono atau Agus Harimurti Yudhoyono dan Partai Gerindra tentu berupaya mendatangkan Prabowo Subianto menjadi juru kampanye," katanya didampingi Sekretaris DPC Hanura Padang Elvi Amri, Ketua DPC Demokrat Padang Ilham Maulana dan Ketua Forum Anak Nagari Evi Yandri Rajo Budiman.

Wahyu mengatakan, hingga saat ini (kemarin-red) pihaknya masih menunggu kepastian dari petinggi-petinggi partai di pusat akan kehadiran para Ketum. “Tapi yang jelas jurkan pusat bakal ada,” katanya.

Ia menyampaikan kampanye akbar tersebut juga dihadiri Ketua DPW atau DPD partai pengusung seperti Partai Golkar, Partai NasDem. Partai Gerindra, Partai PPP, PDI Perjuangan, Partai Hanura, Partai Demokrat dan partai pendukung lainnya.

Dijelaskan, yang akan memberi orasi seluruh ketua partai pengusung dan pendukung, tokoh masyarakat, tokoh adat hingga tokoh agama di Kota Padang.

Wahyu berharap agar pihak kepolisian dapat bekerja dengan baik agar tidak terjadi bentrokan karena jadwal kampanye pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Padang hampir bersamaan sehingga rawan terjadi bentrok.

"Kami berharap pengamanan kampanye dilakukan sebaik mungkin, kami telah menginstruksikan agar seluruh peserta tertib dalam melakukan kampanye," kata dia.

Sementara Ketua DPC Demokrat Padang Ilham Maulana mengatakan upaya pemenangan pasangan Emzalmi-Desri adalah perintah langsung dari Ketum Susilo Bambang Yudhoyono. “Ini adalah marwah partai kami. Kami akan berjuang habis-habisan,” katanya.

Dia mengatakan, pasangan Emzalmi-Desri adalah cerminan persatuan di Kota Padang. Mereka adalah non politisi namun didukung banyak partai, lintas agama, lintas suku dan sebagainya.

Pun demikian dengan Elvi Amri. Kemenangan Emzalmi-Desri adalah harga mati sebagai mana instruksi langsung dari Ketua Osman Sapta Odang (OSO).

“Seluruh elemen partai mulai dari DPC, PAC, hingga ranting-ranting akan bergerak, termasuk juga DPD yang ada di Padang,” katanya.

Pilkada Padang 2018 diikuti dua pasang calon, yaitu Emzalmi-Desri nomor urut satu diusung tujuh partai dan didukung lima partai lainnya. Emzalmi merupakan Wakil Walikota Padang petahana yang berpasangan dengan Mahyeldi pada Pilkada Padang 2013 dan tampil sebagai pemenang. Sedangkan Wakil Emzalmi, Desri Ayunda pada pilkada Padang 2013 juga mencalonkan diri sebagai walikota berpasangan dengan James Helyward dari jalur perseorangan.

Kampanye akbar Emzalmi dan Desri Ayunda, tersebut bakal menghadirkan Arif LIDA. Kepastian itu disampaikan Ketua Tim Relawan Pemenangan Emzalmi-Desri, Marzuki Onmar.

"Insya Allah kita menghadirkan Arif LIDA, disamping juru kampanye dari partai Koalisi Padang Bersatu," ungkap Marzuki Onmar pada kesempatan terpisah.

Kampanye Akbar Emzalmi-Desri Ayunda akan dilaksanakan Sabtu, 23 Juni 2018 siang, bertempat di Ruangan Terbuka Hijau (RTH) Imam Bonjol Padang.

"Sebelum kampanye akbar, akan kita laksanakan pawai," tambah Martias Sarjany, Sekretaris Tim Advance Relawan Emzalmi dan Desri Ayunda.(bbg)





INFO ( PADANG) -- Politisi Partai Golkar Kota Padang yang juga seorang advokat kantor hukum Liberty , Muhammad Tito,SH (Tito Liberty) sekaligus Bacaleg DPRD Padang ini mengatakan sebagai figur Emzalmi dan Desri Ayunda, pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota nomor urut no 1 ini layak untuk memimpin Kota Padang kedepan, beliau yang selalu mendengar aspirasi dari bawah baik pemuda ingin kota padang lebih baik lagi.

Kenapa saya memilih paslon nomor urut 1, Bapak Emzalmi dan Desri Ayunda untuk memimpin Kota Padang demi kemajuan serta kesejahteraan masyarakat lima tahun kedepan, karena beliau  memang layak menjadi Walikota dan Wakil Walikota Padang.

Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 27 Juni 2018 yang hanya tinggal beberapa hari lagi merupakan momentum bagi warga kota untuk menentukan figur yang layak untuk memimpin Ranah Bingkuang ini.

" Semua kemajuan untuk Kota Padang tidak terlepas dari Emzalmi selaku Wakil Walikota Padang saat itu dan yang juga sekarang maju sebagai Calon Walikota Padang didampingi Desri Ayunda selaku wakilnya yang sudah dikenal track Record nya dan juga merupakan runner Up di Pilkada periode lalu," ujar Tito,Jum'at (22/6)

Saya secara pribadi ingin pembangunan Kota Padang merata, bagaimana membangun akhlak generasi muda untuk kembali lagi ke Surau bukan slogan saja, sebab kita lihat generasi muda banyak terbawa arus moderisasi. 

"Dan saya sangat yakin Emzalmi dan Desri Ayunda akan menjadi pemimpin yang amanah bisa merangkul semua unsur dan semua lapisan masyarakat dengan satu tujuan untuk membangun Kota Padang yang lebih baik," tegas Bacaleg 2019 dari partai Golkar ini.

Menurutnya, jika Emzalmi-Desri menang, maka keduanya tidak hanya membangun pasar dan pantai di bidang infrastruktur atau fisik saja, namun juga pembangunan spritual bagi generasi muda, rindu akan suara asma Ul Husna.

Insha Allah kemenangan akan berpihak bagi pasangan calon nomor urut 1 Emzalmi-Desri Ayunda, mari masyarakat Kota Padang mengunakan hak pilihnya mari kita luruskan niat untuk kebaikan Kota Padang kedepan,"ungkapnya(Inf7)

Ketua KPU Padang M. Sawati 
INFO (PADANG) - Komisi Pemilihan Umum (KPU) KPU Kota Padang telah menetapkan jadwal kampanye terbuka bagi para calon kepala daerah yang berlaga pada pemilihan kepala daerah (Pilkada) 27 Juni mendatang. 

Ketua KPU Kota Padang, Muhammad Sawati mengungkapkan bahwa Emzalmi-Desri Ayunda akan melaksanakan kampanye terbuka di lapangan Imam Bonjol Padang dan di hari yang sama, bersama Mahyeldi Ansharullah-Hendri Septa juga akan melakukan kampanye terbuka di GOR H. Agus Salim.

"Kita telah menetapkan jadwal kampanye yang akan dilaksanakan pada Sabtu, (23/6) mendatang," ujar Muhammad Samawati seperti dilansir Covesia.com, Kamis (21/6/2018)

lebih lanjut, juga juga suara untuk Paslon saat kampanye terbuka sehingga tidak ada aturan-aturan yang telah ditetapkan Komisi Pemilihan Umum.

KPU Kota Padang juga mengimbau agar tim pemenangan Paslon tidak melakukan konvoi dengan mobil bak terbuka saat kampanye berlangsung. Selain itu, kita juga menginginkan kampanye badunsanak di Kota Padang tidak terjadi ujaran kebencian oleh salah satu Paslon atau tim pemenangannya.

"Saat kampanye berlangsung masyarakat dan dihimbau agar mereka melakukan kampanye, selain itu juga tidak dibayangkan memberikan uang bagi masyarakat yang hadir saat kampanye," ujarnya.(dil)

Ketua DPC Hanura Padang Fefrizal Sampaikan Motivasi pada para Kader Hanura untuk Pemenangan paslon Walikota dan Wakil Walikota nomor urut satu Emzalmi-Desri Ayunda 

INFO (PADANG)  - DPC Partai Hanura Padang melengkapi suasana lebaran idul fitri 1439 H/2018 M, menggelar acara Halal bihalal untuk lebih mempererat hubungan silaturahmi seluruh kader sekaligus dalam rangka deklarasi pemenangan paslon Walikota dan Wakil Walikota Padang nomor urut satu Emzalmi -Desri Ayunda pada Pilkada serentak 27 Juni 2018, bertempat di kantor DPD Hanura Sumbar jalan Sawahan, Kecamatan Padang Timur Kota Padang. Rabu (20/6),

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Ketua DPD Hanura Sumbar Marzul Veri, Ketua DPC Hanura Padang Fefrizal, calon Walikota Padang nomor urut satu Emzalmi, anggota DPRD Padang dari Fraksi Hanura Osman Ayub, Rafli Boy, H.Yendril, Elvi Amri, seluruh Ketua Ranting dan PAC Hanura, Srikandi Hanura, Bacaleg Hanura serta jajaran pengurus partai.

Ketua DPC Partai Hanura Padang Fefrizal mengatakan berdasarkan arahan dari Ketua Umum Partai Hanura bapak Osman Sapta Odang bahwa untuk Pilkada serentak 27 Juni 2018, bagi seluruh kader diwajibkan bekerja secara maksimal untuk kemenangan pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Padang nomor urut satu Emzalmi-Desri Ayunda.

"Bagi kader yang tidak mampu dan sanggup bekerja secara maksimal akan dikenakan sanksi, karena sebagai partai pendukung untuk pemenangan pasangan Emzalmi-Desri adalah harga mati," ujarnya. 

Dalam hal ini kita berdayakan mesin partai dengan menggerakkan secara maksimal dari seluruh ranting, seluruh kader, PAC, srikandi - srikandi Hanura, Bacaleg, agar bekerja maksimal, karena kemenangan Emzalmi-Desri adalah harga mati. "Dan yang paling penting intinya kita inginkan adalah di 2019 ganti Walikota Padang, " tegasnya. 

Sebagai partai pendukung tidak mengurangi rasa kepedulian, tanggung jawab moral untuk kemenangan pasangan calon yang kita dukung. Dan kami tegaskan pada seluruh anggota dan kader jangan merasa ada ditekan dan dipaksa, jika ada yang merasa terpaksa silahkan keluar dari sekarang karena Hanura  tidak ingin ada penghianat partai, " ungkapnya. 

Sementara Emzalmi dalam kesempatan itu menyampaikan saya percaya jika betul - betul mesin partai bergerak dengan maksimal seperti kita ambil saja contoh yang jelas saja dan telah jadi saat ini, yakni dari lima orang anggota DPRD Kota Padang dari Fraksi Hanura tentunya ini sudah menjadi poin lebih untuk kemenangan Emzalmi-Desri yang bisa diperoleh dari konstituennya di Dapil masing masing. 

"Dan yang pasti tentunya anggota dewan kita ini sudah pasang badan untuk kemenangan pasangan Emzalmi-Desri, karena hal itu merupakan marwah bagi partai Hanura sendiri. Ini baru untuk lima anggota dewan dari Hanura saja, belum lagi dari partai koalisi yang didalam sudah tentu ada anggota DPRD nya, begitu juga dengan para kader, pengurus partai lainnya yang jika bekerja maksimal, tentu apa yang kita harapkan bersama Insha allah dapat terwujud, " ungkapnya Emzalmi. 

Sementara Ketua DPD Partai Hanura Sumbar, Marzul Veri, mengatakan untuk Pilkada serentak 27 Juni 2018 ini sudah keputusan partai harus dipertangungg jawab kan, kalau mendukung itu harus sepenuh hati  , saya tidak ingin Hanura dalam catatan sejarah kedepan tidak sepenuh hati memenangkan Emdes. (Inf7)

Foto: Sebanyak 33 orang santri melafaskan doa jelang pelaksanaan khatam Quran XIX Nagari Salo, Kecamatan Baso, Agam, Senin (18/6/2018). (istimewa)

INFO (BASO) - Sekcam Baso, Zulfikar Zulkifli mengapresiasi sinergisitas antara perantau dan warga di kampung, dalam membangun kecerdasan spritual generasi muda. Salah satu wujudnya yakni melaksanakan Khatam Quran secara rutin tiap tahun. 

"Khatam Quran ini sekaligus salah satu bentuk dukungan masyarakat dalam mewujudkan Nagari Madani yang jadi visi-misi bupati dan wakil bupati Agam," ungkap Zulfikar saat membuka Khatam Quran XIX Nagari Salo, Kecamatan Baso, Agam, Senin (18/6/2018).

Di kesempatan itu, Zulfikar menilai, pembangunan infrastruktur di Nagari Salo jauh lebih baik dibandingkan daerah lain. Jalan nagari telah diaspal, irigasi juga telah permanen dan lainnya. 

"Selayaknya, alokasi dana desa yang diterima Nagari Salo, porsinya lebih banyak digunakan untuk program spiritual keagamaan," harap dia. 

Sementara, Pimpinan MDTA Nagari Salo, Aswadi mengatakan, Khatam Quran XIX ini diikuti sebanyak 33 orang santri. Sebanyak 12 orang di antaranya merupakan santri MDTA Nagari Salo. Sisanya merupakan anak kemenakan dari berbagai daerah perantauan. 

"Saat ini, santri MDTA Nagari Salo sebanyak 70 orang. Sebanyak 20 orang, telah menamatkan pendidikan pada 2017 lalu," terangnya. 

Juri Khatam Quran, Ustad Hendri mengungkapkan, yang jadi penilaian yakni soal tajwid, makhraj huruf, irama dan lainnya. 

"Nilai yang saya berikan nanti, murni berdasarkan kemampuan santri dalam membaca al Quran berdasarkan kriteria tadi," terangnya.

"Tidak ada faktor kenal atau sebab lainnya dalam memberikan nilai. Semua berdasarkan kriteria. Nilai yang saya berikan ini, akan saya pertanggungjawabkan nanti di hadapan Allah," tegasnya. 

Pelaksanaan Khatam Quran ini dibagi dalam dua hari penyelenggaraan. Hari pertama ditandai dengan pembacaan saritilawah oleh peserta dengan membaca Surat Al Hijr, An Nahl dan An Namal. 

Pada hari kedua, dimeriahkan dengan pawai ta'rif keliling nagari. Pawai ini akan dibuka Bupati Agam, Indra Catri. Pawai ini akan dimeriahkan drum band, gandang tasa dan grub rabano. 

Pada malam Senin ini, juga akan dimeriahkan penampilan selawat dulang dari dua grup yang diundang khusus panitia. Untuk memeriahkan acara ini, panitia memotong dua ekor sapi yang digulai lalu disantap bersama-sama oleh warga yang datang berkunjung ke lokasi pelaksanaan khatam, di Mushalla Muhajirin, Jorong Tigo Kampuang, Nagari Salo. (kyo)


INFO (PADANG) - Ketua DPW Partai Gerindra Provinsi Sumatera Barat, Nasrul Abit Datuk Malintang Panai mengajak semua warga Kota Padang yang memiliki hak suara untuk datang beramai-ramai ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) pada tanggal 27 Juni 2018 dan memilih pasangan nomor urut 1 di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Padang, Emzalmi dan Desri Ayunda. 

Menurut Nasrul Abit, pasangan Emzalmi dan Desri Ayunda memiliki 20 program kerja yang bakal dapat mengatasi permasalahan yang ada di Kota Padang. Apatah lagi, sosok Emzalmi yang awalnya seorang teknokrat yang kemudian masuk ke dunia birokrasi, sehingga bisa dipadukan antara teknokrat dan birokrasi menjadi satu kesatuan. 

"Saya sudah membaca visi misi calon nomor urut 1, Pak Emzalmi dan Pak Desri Ayunda. Di dalam visi misi tersebut, ada 20 macam program kerja dan ini akan bisa mengatasi semua permasalahan yang ada di Kota Padang," ujarnya kemaren. 

Sebagai teknokrat, kata Nasrul Abit, Emzalmi akan bisa merencanakan pembangunan Kota Padang ini lebih baik kedepannya. Dengan pengalamannya di brokrasi, maka Emzalmi akan bisa menata ASN di Kota Padang ini. 

"Beliau paham betul, bagaimana menempatkan orang sesuai keahlian bidang masing-masing. Beliau sudah tahu kondisi Kota Padang, karena lebih kurang 40 tahun menjadi pegawai di Kota Padang," ujar mantan Bupati Pesisir Selatan 2 periode ini. 

Sedangkan Desri Ayunda, ungkapnya, adalah ahli di bidang ekonomi dan lama bekerja di BUMN. Tentu mempunyai pengalaman bagaimana memadukan birokrasi ini dengan profesional. 

"Dari sosok keduanya, saya rasa kita tidak usah ragu lagi, bahwa sosok keduanya ini akan membawa Kota Padang ke arah yang lebih baik di masa depan," tukuknya. 

Dikatakannya, program pembangunan Kota Padang yang perlu diperhatikan saat ini adalah persoalan banjir. Bayangkan saja, dalam beberapa jam saja hujan turun, Kota Padang sudah dilanda banjir. Baik itu di Lubuk Kilangan, Seberang Padang, sampai ke Rawang. Ini ternyata belum teratasi.

"Beberapa saat, beberapa waktu lalu, tiga jam saja hujan di Kota Padang, sudah banjir semua. Baik itu di Lubuk Kilangan sampai ke Seberang Padang, sampai ke Rawang dan dimana-mana. Ternyata itu belum teratasi. Di dalam 20 program kerja yang dibuat pasangan Emzalmi dan Desri, itu sudah tercakup. 

Selin itu, katanya, saat ini di Kota Padang, generasi muda sudah terpengaruh narkoba. Pengaruh dan baya narkoba ini harus diatasi bersama-sama. Sebab, ini akan merusak generasi muda harapan bangsa. 

"Untuk itu, mereka harus diarahkan, mereka harus disiapkan lapangan untuk bermain, ada tempat-tempat mereka menyalurkan hobinya. Di bidang kesenian, bisa kerjasama dengan provinsi, kita siapkan gedung budaya. Kemudian juga harus ada lapangan tempat mereka bermain, harus ada tempat penyaluran hobi-hobi mereka. Termasuk balapan pun, sudah dipersiapkan," tegasnya.

Masalah Pasar Raya, walau baru separoh yang diperbaiki, jelas Nasrul Abit lagi, di dalam program Emzalmi dan Desri, ia juga melihat ada program revitalisasi atau perbaikan Pasar Raya Padang yang menyambung ke Masjid Taqwa Muhammadiyah. Masjid Muhammadiyah yang selama ini tidak ada tempat parkirnya, tetapi di dalam konsep ini, sudah ada jalan keluarnya. 

"Artinya, disaat jam-jam salat, para pedagang sudah bersiap-siap untuk ke masjid. Karena nuansa Kota Padang, kita orang Minangkabau adalah muslim, tentu kita harus membangun tidak terlepas dari konsep religi ini. Ini program yang dirancang sangat luar bisa sekali," urainya. 

Mengenai masalah transportasi, Nasrul Abit melihat sampai saat ini, di Kota Padang belum ada terminal untuk menampung kendaraan-kendaraan, baik yang masuk kota maupun yang keluar kota. Di dalam program Emzalmi dan Desri, kata Nasrul Abit, sudah ada konsepnya, sehingga nanti terminal bayangan yang selama ini ada di mana-mana di Kota Padang dapat dikumpulkan dalam satu tempat. 

Tak hanya itu, Emzalmi dan Desri Ayunda, terang Nasrul Abit, memiliki program kerja menata lapangan tempat rekreasi atau taman kota. Yaitu, menyatukan Ruang Terbuka Hijau Imam Bonjol dengan Masjid Agung Nurul Iman. 

"Ini adalah lapangan yang luar biasa strategisnya di Kota Padang, sehingga nantinya tentu akan dibuat suatu ciri khas yang menjadi ikonnya Kota Padang yang ada di Masjid Agung Nurul Iman dan RTH Imam Bonjol," ujarnya. 

Terkait pembangunan infrastruktur jalan di daerah pinggiran, Nasrul Abit mengaku miris. Pasalnya, saat dirinya berkunjung ke pelosok Kota Padang, masih ada daerah yang belum tersentuh pembangunan jalan. Bahkan, warga menyatakan masih belum merdeka.

"Saya juga keliling Kota Padang. Saya melihat beberapa jalan yang masih belum diaspal. Dipinggir-pinggir, mohon maaf, di sebelah timur, termasuk di kampung-kampung, termasuk di daerah Pasia Jambak, ternyata juga masih memerlukan infrastruktur jalan yang harus diperbesar dan diperlebar serta diaspal. Mereka bagian dari Kota Padang, tapi saat saya berkunjung di belakang kantor pusat Pemerintahan Kota Padang di Aia Pacah, mohon maaf, mereka mengatakan kepada saya, bahwa mereka merasakan belum merdeka. Ini kan suatu hal yang sangat miris sekali," cakapnya. 

Dikatakan Nasrul Abit, sebagai Wakil Gubernur Provinsi Sumatera Barat, dirinya juga membawahi atau menaungi pariwisata. Ia berharap, pariwisata Kota Padang tetap jalan. Pantai Padang adalah tempat rekreasi masyarakat. Namun, Gunung Padang perlu diberdayakan. 

"Perlu kita cari investasi. Bagaimana di Gunung Padang ada suatu hotel yang megah. Pemandangan di Gunung Padang 185 derajat tidak dimiliki daerah lain," ungkapnya.  

Selin itu, Pantai Air Manis punya cerita legenda Malin Kundang, ini harus diperbaiki juga. "Jadi saya mengharapkan, di bidang pariwisata, kita koordinasi dengan provinsi. Apa yang kita perbuat ke depan, tentu kita perlu kerjasama. Sinkronisasi Kota Padang dengan provinsi tentu akan kami kawal nantinya," pungkasnya.

Masih untuk pembangunan di bidang pariwisata, Nasrul Abit mengatakan, perlu diciptkan tiga kota kembar di bidang pariwisata. Yaitu Kota Padang, Pesisir Selatan dengan Mandehnya, dan Mentawai. 

"Tiga segitiga ini akan kita bangun ke depan. Dan perlu juga saya sampaikan, bahwa dalam waktu dekat, kita juga akan membangun Muaro Padang. Kawasan itu akan menjadi Pelabuhan Marina," ujarnya. 

Nasrul Abit mengaku tertarik dengan pasangan nomor urut 1 ini. Untuk itu, ia meminta warga kota untuk mendukung Emzalmi dan Desri Ayunda. Sebab, pasangan ini mengerti statistik.

"Mau tidak mau, kita harus bantu mereka, karena sangat mengerti statistik. Tadi saya tanya angka kemiskinan, ternyata sekarang 26 persen angka kemiskinan di Kota Padang. Ternyata ada angka putus sekolah. Ini jangan dibiarkan. Jadi semua anak-anak usia sekolah, mulai dari PAUD, TK, SD, SLTP, sesuai kewenangannya sudah ada programnya dan itu digratiskan," pungkasnya. 

Pada program pasangan ini, sekolah swasta yang selama ini belum terkelola dengan baik, sudah ada solusinya. Sehingga garansi kualitas, misalnya di SMP, sudah ada pada program yang mereka usung. Pada program pengentasan kemiskinan yang dibuat pasangan Emzalmi dan Desri Ayunda membuktikan, keduanya sudah punya data. Nanti akan ditugaskan, Dinas Sosial, Dinas Capil, dan statistik untuk mendata orang perorang, by name by adress untuk semua warga Kota Padang yang masih berada dalam kemiskinan, jelasnya. 

"Bagaimana juga dengan pembinaan keagamaan? Saya melihat para generasi muda kita saat ini, pada bulan suci Ramadan ini dapat dilihat, masjid hanya penuh oleh orang yang tua-tua saja, minim generasi muda. Pada program Emzalmi dan Desri saya juga melihat ada pembinaan generasi muda, dengan cara mengajak semua anak-anak untuk belajar mengaji al Quran, ada juga program magrib mengaji, bahwa pendidikan keagamaan adalah pendidikan karakter yang akan mencetak generasi muda yang cerdas," urainya. 

Dikatakannya, indeks Pembangunan Manusia diukur dengan tiga hal, yaitu tingkat pendidikan, kesehatan, dan ekonomi. Bagaimana semua warga Kota Padang, punya KIP, KIS dan BPJS bagi yang tidak mampu. Sehingga saat mereka datang ke sekolah, tidak ada permasalahan, ke rumah sakit tidak ada persoalan, pada saat mereka dirawat pun tidak ada permasalahan. 

"Sektor-sektor kebutuhan dasar yang menjadi kewenangan pemkot/kab, harus kita atasi. Kemudian saya juga meliat bahwa ini sangat memerlukan biaya yang sangat besar. Kita melihat, secara teknis, calon Walikota dan Wakil Walikota kita, Emzalmi dan Desri, sangat menguasai permasalahan Kota Padang. Karena pasangan nomor urut 1 ini didukung 12 partai, dan Insha Allah, diantara pucuk pimpinan partai akan ada yang menjadi menteri nantinya," terangnya. 

Ia menegaskan, tidak aka mungkin membangun Kota Padang dengan APB terbatas ini. APBD Kota Padang sangat terbatas. Tentu, Emzalmi dan Desri dengan lobi-lobinya nanti, dan komitmen daripada menteri sudah disampaikan ke calon walikota ini. Jadi semua menteri sekarang yang duduk, baik Menteri Perdagangan, Menteri PU, Menteri Perindustrian, Menteri Koperasi, Menteri Pendidikan, Menteri Kesehatan, sudah berkomitmen membantu pasangan nomor 1 ini. 

"Untuk itu, pada kesempatan ini, saya mengajak kita semua, dan saya instruksikan kepada seluruh kader Gerindra, mulai dari pengurus, sampai PAC dan seluruh kader Gerindra Sumatera Barat, sesuai dengan instruksi Ketua DPP kita, Ketua Dewan Pembina kita, Prabowo Subianto, kita harus memilih pasangan nomor 1, Emzalmi dan Desri Ayunda," pungkasnya.

Nasrul Abit juga mengajak kepada semua partai koalisi pendukung Emzalmi dan Desri Ayunda untuk mengerahkan semua potensi yang ada. Semua kader agar diinstruksikan untuk mensosiaslisasikan 20 program kerja Emzalmi dan Desri Ayunda kepada seluruh masyarakat Kota Padang.

"Sehingga masyarakat paham betul, siapa yang mereka pilih menjadi walikota kedepan. Orang Padang, masyarakat Kota Padang adalah cerdas, pasti mereka ingin pembaharuan, ingin lagi melihat Kota Padang, sebagaimana populernya Kota Padang pada zaman dahulu kala. Kota Padang terbersih, Kota Padang jadi idaman semua orang, tentu kita harapkan seperti itu," ungkapnya.

"Terakhir, saya mengajak kepada seluruh warga Kota Padang yang cerdas, yang cerdas tentu akan memilih orang yang cerdas juga. orang yang punya program, orang yang bisa menata birokrasi sampai ke ekonomi. Mudah-mudahan, dengan kerjasama yang baik, dengan pemahaman kita terhadap calon nomor 1 ini, Insya Allah, Allah SWT akan memenangkan Emzalmi dan Desri Ayunda. Untuk itu, datang ramai-ramai ke TPS pada tanggal 27 Juni 2018, jangan lupa pilih nomor 1, pasangan Emzalmi dan Desri Ayunda," harapnya.(*)


DESRI AYUNDA 

INFO (PADANG)- Menurut baginda Nabi Muhammad Saw. Ibadah bulan suci Ramadhan itu lebih berat dari segala peperangan yang pernah ia lakoni. Sebagai seorang panglima perang, ia menyatakan tak ada yang lebih berat dari perang melawan hawa nafsu, perang bathin, perang terhadap diri sendiri. Karenanya, makna kemenangannya jauh lebih berharga dari pada menang dalam perang. 

Karena itu hari raya idul fitri yang sebentar lagi tiba, adalah perayaan kemenangan yang hanya didapatkan oleh orang-orang yang ikut berperang dengan hawa nafsu di dalam dirinya. Agak sulit memang menceritakan suasana kemenangan seperti itu, kecuali pernah mengalami dan merasakannya sendiri. Seperti kita menceritakan rasa garam kepada orang yang tak pernah merasakan asinnya garam. 

Setiap tahun, bulan suci Ramadhan datang dan pergi. Ada rasa sedih, bagi orang-orang yang menikmati hari-hari penuh ibadah ini. Terasa begitu cepat waktu melibas suasana penuh hikmah di bulan suci ini sehingga cepat berlalu. Tetapi waktu tak bisa dicegat, hanya kepada Allah Swt, berdoa penuh harap agar dipertemuka pada Ramadhan berikutnya.  

Lalu tiba masanya 1 Syawal, kebahagiaan diberikan kepada yang berhak menerimanya. Semua orang pada hari itu kelihatan ceria pertanda telah melewati hari-hari perang yang berat. Mereka yang berhak adalah yang telah melaksanakan ibadah shalat wajib, ibadah puasa, ibadah sunat yang mendukung; shalat malam, dzikir, itikaf dan beramal baik dengan sesama. Seterusnya, membayar zakat. Lengkap! 

Pengalaman kebahagiaan berbeda-beda pula bagi setiap pribadi. Misalnya, bila tahun-tahun sebelumnya, lebaran petama punya anak pertama, kedua, ketiga dan seterusnya. Lalu pada tahun-tahun berikutnya, lebaran bersama anak cucu dan menantu. Begitulah, tidak sama waktu lebaran yang satu dengan waktu lebaran yang lain. Setiap orang memiliki starting point yang berbeda-beda. Ada pula, misalnya, lebaran tahun ini dengan suasana rumah baru, kenderaan baru, apalagi pengantin baru. Kebahagiaan lebaran akhirnya, memang punya nilai tersendiri, juga sangat pribadi. 

Di atas semua kebahagiaan itu, hakikatnya adalah kembali kepada suasana suci setelah pengolahan jiwa di bulan puasa. Seumpama kupu-kupu yang baru keluar dari kepompong, dari ulat yang dianggap menjijikkan, kini ia menjadi hewan dengan sayap paling indah, terbang di antara bunga-bunga yang indah. Begitulah proses alamiah sebuah kebahagiaan yang kita raih di hari nan fitri. 

Selamat hari raya idul fitri 1439 H. Selamat berbahagia. [*]


INFO (PADANG) - Pemilik Deras Record, Defi Ardi menegaskan, sudah saatnya Kota Padang dimpimpin oleh orang yang peduli dengan pekerja seni. Pasalnya, selama ini pekerja seni merasa terpinggirkan di kota ini.

"Yang tahu bau keringat seniman, ya seniman itu sendiri. Yang tahu dapur seniman, ya jelas seniman itu sendiri dan yang tahu jeritan seniman, ya iyalah, seniman itu sendiri," ungkapnya melalu pesan singkat WhatsApp kepada wartawan media ini, Rabu dini hari, 13 Juni 2018. 

Ia mengatakan, kontribusi seniman untuk bangsa ini sangat besar. Tidak akan bisa merah putih itu naik di tiang tertinggi di acara kebangsaan tanpa karya atau lagu dari seorang seniman WR. Soepratman.

"Dari satu karya cipta lagu akan membuka lapangan pekerjaan bagi anak bangsa di negeri ini. Antara lain, lahir penyanyi, pemusik, studio rekaman, operator, produser, pedagang toko kaset dan pengecer, bahkan sampai jasa organ tunggal yang kita lihat di setiap acara pesta," ungkapnya.

Tak hanya itu, karya seni juga memberikan kontribusi untuk negara dalam bentuk PPh dan PPN. Namun selama ini, silih bergantinya kepemimpinan di negeri ini, tidak ada yang peduli kepada para pekerja seni ini.

"Saya melihat di Kota Padang ini, perhatian terhadap seni tradisi daerah sangat kurang sekali. Kalau tidak ada perhatian khusus dari pemerintah kota, kita yakini akan tinggal nama dan akan digantikan dengan musik musik barat yang bukan jati diri kita," ujarnya.

Makanya, jelasnya lagi, dibutuhkan pemimpin yang peduli pekerja seni di kota ini. Harapan itu terumpang kepada pasangan Emzalmi dan Desri Ayunda. 

"Apa sebab? Karena Pak Desri Ayunda adalah seorang seniman yang mengharumkan nama Sumatera Barat di pentas nasional bersama group Balairung pada eranya. Pak Desri tahu betul bau keringat seniman di Padang ini, tahu betul dapur dan jeritan seniman," jelasnya.

"InsyaAllah, kalau pasangan ini ditakdirkan Allah swt memimpin Kota Padang, seni budaya daerah Kota Padang akan dimeriahkan dan dihidupkan lagi. Itulah janji Pak Des dihadapan seniman, waktu temu ramah seniman dan masyarakat di perumahan Griya Tui Kelurahan Kuranji Padang," ungkapnya.

Ia mengajak warga Kota Padang untuk beramai-ramai datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) dan menggunakan hak suara mereka. 

"Mari kita ke TPS pada 27 Juni 2018, kita gunakan hak suara kita, kita coblos nomor urut 1, Emzalmi dan Desri Ayunda," ajaknya.(*)



INFO (PADANG) - Calon Walikota Padang nomor urut 1 di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 27 Juni 2018, Emzalmi melakukan Safari Ramadan di Masjid Ukhuwah yang terletak di Jalan Apel IV Blok E Perumnas Belimbing Kelurahan Kuranji Kecamatan Kuranji Kenagarian Pauh IX Kota Padang, Sumatera Barat, Senin, 11 Juni 2018. 

Pada kesempatan itu, Emzalmi mengatakan, bulan Ramadan sudah memasuki hari ke 27. Artinya, malam ke 27 ini merupakan malam Lailatul Qadr, malam yang lebih baik dari seribu bulan. 

"Lailatul Qadr di dalam Alquran digambarkan sebagai malam yang lebih baik dari seribu bulan dan juga diperingati sebagai malam diturunkannya Alquran. Malam seribu bulan memiliki arti malam ketetapan jika diartikan dalam bahasa arab," ujarnya.

Lailatul Qadr, jelasnya, dapat juga diartikan sebagai malam pelimpahan keutamaan yang dijanjikan oleh Allah kepada umat Islam yang berkehendak untuk mendapatkan bagian dari pelimpahan keutamaan itu. Keutamaan ini berdasarkan nilai Lailatul Qadr sebagai malam yang lebih baik dari seribu bulan.

Emzalmi mengatakan, pada dasarnya Lailatul Qadr terjadi pada 10 malam terakhir di bulan Ramadan. Hal ini sesuai hadist dari Aisyah yang mengatakan bahwa Rasulullah beri'tikaf di sepuluh malam terakhir di bulan Ramadan.

"Rasulullah bersabda, "Carilah malam Lailatul Qadr di malam ganjil pada 10 hari terakhir bulan Ramadan". Ini artinya, malam Lailatul Qadr tersebut bisa jatuh pada malam ke 23, 25, dan 27," ungkapnya.

Sementara itu, Pengurus Masjid Ukhuwah Refdarman Datuk Mantiko Bandaro menyampaikan terima kasih atas kehadiran Emzalmi memenuhi undangan warga jalan Apel IV Blok E Belimbing untuk melakukan Safari Ramadan di masjid tersebut.

Calon Wakil Walikota Padang Desri Ayunda Bersama Mastilizal Aye 

INFO (PADANG) - Sebagai salah seorang praktisi olahraga di daerah ini, Mastilizal Aye berharap lahirnya pemimpin yang peduli olahraga di Kota Padang melalui Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 27 Juni 2018.

"Saat ini, sebagaimana kita ketahui semua, dunia olahraga di daerah ini boleh dikatakan merosot. Untuk itu, kita perlu pemimpin kota yang memiliki kepedulian untuk memajukan dunia olahraga di daerah ini," ujarnya, Selasa, 12 Juni 2018 malam. 

Untuk itu, Bendahara DPC Partai Gerindra Kota Padang ini merekomendasikan kepada warga kota untuk mendukung dan memenangkan pasangan Emzalmi dan Desri Ayunda, calon Walikota dan Wakil Walikota Padang nomor urut 1di Pilkada 27 Juni 2018.

"Dari visi misi mereka, kita dapat melihat dengan jelas tekad mereka ingin memajukan kota ini, termasuk dunia olahraga. Saya yakin, pasangan ini mampu untuk mewujudkannya," ujar pimpinan klub Janse FC ini.

Menurutnya, sudah saatnya kota ini maju di segala bidang, baik itu dibidang infrastruktur maupun non fisiknya. 

"Emzalmi jauh-jauh hari telah menyusun program untuk memajukan kota ini. Namun sampai saat ini belum terwujud dengan baik, karena Emzalmi bukan pengambil keputusan. Makanya, Emzalmi dodorong oleh semua kalangan untuk maju sebagai calon walikota untuk mewujudkan program tersebut," cakapnya.

Demikian juga Desri Ayunda, pada Pilkada 2014 menang di tujuh kecamatan dan hanya kalah di 4 kecamatan yang merupakan basis Emzalmi. Perpaduan pasangan ini diyakini pria yang akrab disapa Aye ini dapat membawa perubahan besar ke arah yang lebih baik di Kota Padang. 

"Padang butuh pemimpin untuk semua lapisan masyarakat, bukan pemimpin untuk kelompok tertentu. Dan kita yakin, pasangan Emzalmi dan Desri Ayunda akan mampu menjadi pemimpin untuk semua warga kota. Apalagi mereka diusung oleh 7 partai besar di Kota Padang," ungkapnya.

Ia mengajak warga Kota Padang untuk datang beramai-ramai ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) masing-masing untuk menggunakan hak suara dengan mencoblos nomor 1.

"Mari kita lakukan perubahan dengan menggunakan hak suara kita. Jangan golput, mari kita coblos nomor 1, Emzalmi dan Desri Ayunda," pungkas tokoh masyarakat Kecamatan Nanggalo ini.(*)


INFO (PADANG) - Calon Walikota Padang nomor urut 1 di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 27 Juni 2018, Emzalmi menghadiri acara berbuka bersama yang digelar Lembaga Sosial Masyarakat (LSM) Meja Putih Saiyo Kecamatan Pauh Kota Padang, Sumatera Barat, Senin, 11 Juni 2018. 

Acara yang mengambil tema "Mari Kita Tumbuhkan Kepedulian Kepada Dhuafa" tersebut dilaksanakan di kediaman Buya Ramlan Rasyid Tsani, Pemimpin Umum BentengSumbar.com, yang beralamat di Part One Binuang Kampung Dalam Kecamatan Pauh Kota Padang. 

Ketua LSM Meja Putih Saiyo, Mawardi mengatakan, acara buka puasa bersama dengan kaum dhuafa tersebut bertujuan untuk saling berbagi kebahagian dari donatur LSM Meja Putih Saiyo kepada kaum dhuafa dengan berbagi nikmatnya berbuka dengan makanan yang jarang mereka makan di hari biasanya.

“Selain itu, kegiatan buka bersama dhuafa dapat menjalin ukhuwah bersama kaum dhuafa, relawan LSM Meja Putih Saiyo Kota Padang yang juga turut andil dalam kegiatan ini, maupun Amil Dompet Dhuafa yang senantiasa bekerja mengurus kaum dhuafa,” lanjut Mawardi.

Ia menjelaskan, kegiatan buka puasa bersama ini sudah delapan kali dilaksanakan dalam setiap bulan Ramadan. Dengan adanya kegiatan buka puasa bersama dhuafa dapat merajut ukhuwah dan meraih berkah kepada mereka yang kurang mampu.

"Kali ini, kita mengundang sebanyak 220 orang kaum dhuafa, di tambah dengan unsur ninik mamak Kerapatan Adat Nagari (KAN) Pauh V. Saat ini, LSM Meja Putih Saiyo sudah beranggotakan 25 orang sejak 12 tahun silam. Setiap tahun di bulan suci Ramadan ini diadakan buka bersama," katanya.

Menurutnya, semua program-program Ramadan dapat terlaksana berkat sumbangan donatur yang berdonasi untuk kegiatan ini. "Tentunya kami juga mengajak kepada saudara-saudara yang ingin berpartisipasi dalam program ini," harapnya. 

Emzalmi selaku Ketua Pembina LSM Meja Putih Saiyo mengatakan, LSM Meja Putih Saiyo berkomitmen membantu masyarakat kurang mampu, termasuk anak-anak panti asuhan yang perlu diperhatikan kesehatan dan pendidikannya.

"Ini bagian dari program dari LSM Meja Putih Saiyo. Secara tidak langsung, LSM Meja Putih Saiyo sudah membantu tugas-tugas pemerintah, maka itu kita berikan aprisiasi dan perlu kita berikan dorongan, dan motivasi," ujarnya. 

Emzalmi mengatakan, selaku pembina, ia mencoba memberikan dukungan semaksimalnya terhadap LSM Meja Putih Saiyo agar kedepannya lebih baik lagi.(*)

Innalilahi wainna ilaihirojiun rojiun,
(Foto) Almarhum M.Yusuf Wartawan Sinar Pagi Baru 
INFO (KOPI, Jakarta)- M. Yusuf, seorang wartawan Sinar Pagi Baru harus mengalami nasib naas, tewas di dalam tahanan Polres Kota Baru, Kalimantan Selatan, saat sedang menjalani proses hukum atas dugaan pelanggaran UU ITE, Minggu, 10 Juni 2018. Almarhum ditangkap dan diajukan ke pengadilan atas pengaduan sebuah perusahaan perkebunan sawit milik konglomerat lokal, Andi Syamsuddin Arsyad atau lebih dikenal dengan nama Haji Isam. M. Yusuf harus mendekam di tahanan hingga meninggal karena tulisan-tulisan almarhum yang membela hak-hak masyarakat Pulau Laut yang diusir secara sewenang-wenang oleh pihak PT. MSAM, milik Haji Isam. Innalilahi wa innailaihi rojiun... RIP sang jurnalis pembela rakyat di kampungnya.

Terkait dengan peristiwa memilukan tersebut, Ketua Umum Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI), Wilson Lalengke menyampaikan rasa duka yang mendalam disertai keprihatinan yang amat sangat atas kondisi perlakuan aparatur hukum di negara ini terhadap wartawan. Untuk itu, alumni PPRA-48 Lemhannas RI tahun 2018 ini menyampaikan rasa turut berdukacita kepada keluarga almarhum atas kematian M. Yusuf, semoga khusnul khotimah, dan keluarga yang ditinggalkannya selalu tabah, tawakal dan ikhlas menjalani situasi menyedihkan ini.

"Saya atas nama pribadi dan keluarga besar PPWI menyampaikan turut berbelasungkawa, berdukacita atas kematian rekan jurnalis senior, Bapak M. Yusuf. Semoga almarhum khusnul khotimah, keluarga yang ditinggalkannya senantiasa tabah, tawakal, dan ikhlas dalam menghadapi situasi sulit ini," kata Wilson melalui jaringan selulernya, Minggu, 10 Juni 2018.

Kejadian menyedihkan ini, lanjut pria yang menyelesaikan masternya pada bidang studi Applied Ethics di Utrecht University, Belanda, dan Lingkoping University, Swedia, itu adalah dukacita Pers Indonesia. Ada ratusan bahkan mungkin ribuan jurnalis lagi yang "menunggu giliran" mati, baik mati sendiri, terbunuh, maupun dibunuh. "Hakekatnya, kematian M. Yusuf adalah dukacita kita semua, rakyat Indonesia, terlebih khusus pekerja pers di negeri ini. Ada begitu banyak jurnalis yang saat ini berada pada posisi di pintu kematian, mati sendiri karena tekanan hidup dan mental, mati terbunuh dalam tugas, dan/atau sengaja dibunuh pihak tertentu," imbuh Wilson yang juga adalah Ketua Persaudaraan Indonesia Sahara Maroko (PERSISMA) itu dengan nada sedih.

Kondisi kehidupan pers selama ini yang tidak mendapatkan perlindungan serius dari negara, menurut Wilson, merupakan penyebab utama ancaman kematian demi kematian harus menjadi sahabat karib para wartawan dan pekerja media di seantero negeri ini. "Sebenarnya kita punya konstitusi, pasal 28 F Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia yang sangat jelas menjamin hak seluruh rakyat untuk melakukan fungsi jurnalistik, yakni mengumpulkan, menyimpan, mengolah, dan menyebarluaskan informasi melalui segala saluran yang tersedia. Pasal itu kemudian diturunkan dalam bentuk undang-undang, salah satunya UU No 40 tahun 1999, yang dalam pasal 4 ayat (1) menyatakan: Kemerdekaan pers dijamin sebagai hak asasi warga negara. Ketika pers memberitakan sesuatu, yang notabene terkait dugaan pelanggaran hukum atau perbuatan yang merugikan kepentingan masyarakat, sang pekerja pers ditangkap polisi, ini sama artinya aparat polisi yang merupakan representasi negara di bidang penegakan hukum, telah melakukan pelanggaran konstitusi dan perundang-undangan yang berlaku di negara hukum ini," jelas peraih kelulusan PPRA-48 Lemhannas dengan Nilai A (Lulus dengan Pujian) itu.

Wilson selanjutnya menduga bahwa ada kelindan kepentingan antara para pengadu delik pers dengan para oknum aparat kepolisian, juga dengan kejaksaan. Hampir semua kasus yang menimpa wartawan terkait dengan pekerjaan jurnalistiknya, sang terlapor dipaksa bersalah oleh para pihak berkepentingan itu melalui penerapan KUHP atau UU ITE, bukan UU No 40 tahun 1999 tentang Pers. "Sangat terang-benderang terlihat bahwa ada 'kerjasama' simbiosis mutualisme antara pihak pengadu dengan para oknum aparat di kepolisian dan bahkan kejaksaan. Sudah jelas kasusnya delik pers, tapi tetap saja dipaksakan menggunakan pasal-pasal KUHP atau UU ITE, bukan UU Pers. Apalagi kasus yang melibatkan konglomerat lokal di Tanah Bumbu itu, jangankan oknum di Polres, okum petinggi Mabes Polri bisa dibeli, kepentingan para mafia di lingkaran mereka dilindungi. Rakyat dibiarkan tertindas, wartawan dibunuh atau dibiarkan membusuk di penjara," ujar Wilson dengan nada geram.

Keadaan tersebut menurut alumni Program Persahabatan Indonesia Jepang Abad-21 itu, diperparah oleh berbagai kebijakan Dewan Pers yang memperlancar program 'pembunuhan wartawan' di seantero negeri. "Saya sudah kehabisan kata dan kalimat dalam menjelaskan hubungan antara kebijakan Dewan Pers dengan program alienisasi jurnalis selama ini. Wartawan kritis dan vokal, berani menyuarakan fakta dan kebenaran, digiring untuk menjadi pihak yang perlu diasingkan (red - alienasi). Caranya? Yaa, masukan ke bui. Melalui pola kriminalisasi dan pemenjaraan, hanya dua hal yang akan terjadi terhadap sang jurnalis: nyalinya mati atau orangnya mati," ungkap Wilson serius.

Rekomendasi-rekomendasi Dewan Pers yang mengarahkan para teradu delik pers ke ranah hukum umum dengan dalih si wartawan belum UKW, medianya belum terverifikasi Dewan Pers, dan/atau perusahaan media tidak sesuai keinginan Dewan Pers, hakekatnya ibarat pedang penebas leher para jurnalis. Dewan pers yang dibentuk berdasarkan pasal 15 UU No 40 tahun 1999, sesungguhnya dimaksudkan untuk mengembangkan kemerdekaan pers. Bukan sebaliknya, jadi badan pembungkam pers. "Menurut saya, akibat oknum tertentu pengurusnya, Dewan Pers saat ini secara kelembagaan telah menjadi semacam entitas pembunuh berdarah dingin, entitas sakit jiwa alias psikopat. Bayangkan saja, lembaga itu menyandang nama 'pers', namun bukannya bersimpati terhadap pekerja-pekerja pers, tapi malahan menggiring mereka masuk penjara dan membusuk di sana. Rekomendasi-rekomendasi itulah sebagai pedang yang digunakan untuk menyiksa wartawan kritis dimana-mana, tanpa rasa empati sama sekali, tanpa rasa bersalah, bahkan mungkin bangga. Itu ciri-ciri psikopat," tambahnya dengan mimik penuh prihatin.

Oleh karena itu, sambung Wilson, Presiden Republik Indonesia tidak boleh terus-menerus diam dan menonton saja berjatuhannya korban-korban dari kebijakan Dewan Pers selama ini. Sebagai seorang demokrat, mengutip kalimat Presiden saat berpidato di depan Munas Partai Demokrat beberapa waktu lalu, Presiden Jokowi harus turun tangan meminta pertanggungjawaban Dewan Pers atas semua pelanggaran konstitusi dan UU No 40 tahun 1999 yang telah memakan korban rakyat pers dimana-mana. "Kita mendesak Presiden agar turun tangan, _enough is enough,_ korban kriminalisasi pers sudah banyak, yang tewas juga sudah tidak terhitung jumlahnya. Kondisi saat ini sudah darurat, kemerdekaan pers tergadai di tangan oknum pengurus Dewan Pers yang tidak profesional dan melanggar konstitusi. Mohon Bapak Presiden Jokowi yang mulia, berkenanlah memberi perhatian yang semestinya kepada rakyatmu yang beraktivitas di dunia jurnalistik, mereka adalah kelompok pejuang yang amat penting, tanpa pangkat dan jabatan, bekerja mandiri penuh tekanan, untuk memenuhi hak publik, menyuplai informasi yang dibutuhkan masyarakat sepanjang masa," pungkas salah satu pendiri SMAN Plus Provinsi Riau dan pemilik SMK Kansai Pekanbaru itu. (TIM/Red).

Formulir Kontak

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.