October 2017

Mobnas DPRD Padang Yang Dikembalikan
Infonusantara(PADANG) -Sesuai PP 18 tahun 2017 anggota dewan mendapat tunjangan transportasi. Besarannya sesuai dengan keuangan daerah masing-masing. Melalui tunjangan tersebut, anggota dewan tidak lagi memiliki mobil dinas dan mobil dinas yang selama ini mereka gunakan harus dikembalikan ke pemerintah daerah. Hal ini telah berlaku di DPRD Kota Padang. 

Ketua DPRD Kota Padang, Elly Thrisyanti mengatakan, memang sesuai PP 18 tahun 2017 dalam aturannya  seluruh anggota dewan yang menggunakan fasilitas mobil dinas harus segera dikembalikan, dan hal ini sudah saya beritahukan melalui Sekwan ke seluruh anggota dewan untuk pengembalian mobnas ini paling lambat  31 Oktober 2017 ini.

Kita telah menyurati seluruh anggota dewan yang mengunakan Mobnas agar bisa mengembalikan sesuai dengan batas akhir waktu yang telah ditentukan, karena ini adalah aturan dari pusat untuk seluruh wakil rakyat se Indonesia diluar unsur pimpinan dewan," ungkap Elly Thrisyanti . 

Sesuai dengan batas waktu yang ditentukan di DPRD Padang terkait pengembalian mobnas tersebut jatuh pada 31 Oktober ini. Namun hingga 31 Oktober 2017, baru 10 anggota dewan yang telah mengembalikan mobnas tersebut.

“Dari 28  Mobnas yang digunakan, baru 10 mobnas yang telah dikembalikan.Hal  ini disampaikan Kasubag Perlengkapan DPRD Padang Nurhayati melalui Pengurus Barang, Adriyanti dari ruang kerjanya, Selasa (31/10). 

Hingga hari ini (Selasa 31 Oktober 2017,red) sekretariat mencatat baru 10 anggota yang mengembalikan mobnas dari 28 mobil dinas yang harus dikembalikan. Mobnas yang telah dikembalikan tersebut selanjutnya  diserahkan kepada pemerintah daerah melalui Badan Pemeriksa Keuangan dan Aset (BPKA) yang selanjutnya digunakan sebagai kendaraan pemerintah daerah, " pungkasnya.

Berikut 10 unit  mobnas dewan yang telah dikembalikan per 31 Oktober 2017,   mobnas dari Fraksi PKS Toyota Rush (BA 1785 QO), Fraksi Gerindra, Inova (BA 1517 AS),Fraksi Perjuangan Bangsa,Xenia(BA 1414 A), Fraksi NasDem,Avanza(BA1113 AH), dari Komisi I, Suzuki Apivi (BA 1810 B),Komisi II, Toyota Rush (BA 1325 B) dari Bapemperda, Toyota Rush (BA1328 B) dari Badan Kehormatan, Avanza(BA 1560 B), Bapemperda, Avanza(BA 1559 B), dan dari bapak Budiman, Inova ( BA1963 AD) mobnas masa jabatan 2009 -2014 selaku Wakil Ketua DPRD Padang saat itu.

Selanjutnya dari Informasi yang diperoleh juga masih ada anggota dewan masa jabatan 2009 - 2014 yang belum mengembalikan mobil dinas hingga saat ini, yakni Zulherman mantan Ketua DPRD Padang, C-RV(BA 1965 AD), Masrul Rj Intan mantan Wakil Ketua DPRD Padang, Inova (BA1983 AD), Joni Ismed mantan anggota dewan, Toyota Rush(BA 2765 JO),Raflis Agus mantan anggota dewan,Toyota Rush( BA 2779 JO) dan Wardas Tanjung  menggunakan fasilitas mobnas pada saat menjadi Kabag Risalah DPRD Padang, Avanza(BA 1836 AA).(Im7)

Anggota DPRD Kota Padang Muzni Zen Fraksi Gerindra
Infonusantara(PADANG) - Anggota DPRD Kota Padang Muzni Zen Dapil II Kecamatan Kuranji - Pauh Kota Padang menilai Pemko Padang melalui dinas terkait tidak bisa melaksanakan apa yang telah diprogramkan dan telah dibahas bersama DPRD demi kemajuan pembangunan yang lebih baik untuk kepentingan masyarakat.

Hal ini terbukti dengan adanya pokok pikiran (Pokir) dewan yang di letakkan pada Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPRKPP) Kota Padang yang menjadi program di dinas terkait namun banyak tidak terealisasikan. Dimana melalui pokir tersebut secara langsung juga membantu pembangunan yang mana juga tak terlepas dari program Pemko Padang

Muzni Zen menyampaikan, untuk pokok - pokok pikirannya yang harus direalisasikan di 2017 ini yang berada pada paket No 11 untuk lokasi pengecoran jalan di RT 02 RW 06 Lapau Munggu Kelurahan Kuranji dengan anggaran Rp.150 juta dan di RT 01 RW 06 Guo sebesar Rp 50 juta ternyata tidak dapat dilaksanakan.

Hal itu kata Muzni, karena pengakuan dari dinas terkait sendiri yang setelah melaksanakan lelang tender untuk paket nomor 11 itu pada perusahaan/ pihak ketiga (rekanan, red), namun dari hasil lelang itu ternyata pemenang lelang diketahui ternyata  kontraktor yang sudah black list. Sementara perusahaan atau pihak ketiga lainnya yang ikut dalam lelang saat itu pada urutan ke dua dan selanjutnya mengundurkan diri tidak bisa melaksanakan pengerjaan.

"Kejadian ini tentu sangat kita sayangkan sekali, kenapa perusahaan yang sudah black list masih diikut sertakan juga dalam proses lelang. Ini kan jelas ada permainan sehingga terjadi Silpa yang lumayan besar pada paket No 11 ini," kata Sekretaris Fraksi Gerindra ini, Senin(30/10).

Saya selaku anggota di DPRD Padang di tahun 2017 ini ada dana pokir sebesar Rp.1,5 miliar, inilah yang akan kita perjuangkan di dapil II Kecamatan Kuranji - Pauh melalui kegiatan reses agar bisa terciptanya pembangunan yang merata melalui pokir tersebut.

Muzni juga  mengungkapkan bahwasanya pokir di 2018 nanti meningkat sebesar Rp.2,5 miliar." Untuk itu saya tidak menginginkan lagi kejadian serupa terulang lagi, apalagi di 2018 anggaran cukup besar, " tegas Muzni Zen yang akrab disapa Ajo ini.

"Selain itu disampaikan, untuk 2017 ini apirasi atau pokirnya sudah terealisakan sekitar 85 persen. Namun memang masih ada yang belum terealisasikan. Untuk itu dia berharap kepada masyarakat di Dapil nya khususnya pada warga RT 02 RW 06 Lapau Munggu Kelurahan Kuranji dan di RT 01 RW 06 Guo agar bersabar, karena untuk realisasinya memang ada permasalahan dari dinas terkait akibat hasil lelang tak bisa dilaksanakan. Semoga di 2018 dapat dilaksanakan kembali , " ungkap politisi Gerindra ini.

Sementara Kabid Perumahan, Norman mengakui bahwa untuk paket nomor 11 itu sudah dilaksanakan lelangnya, bukan berarti gagal tender. Sudah didapat pemenang dari rekanan namun rekanan yang menang lelang saat itu ternyata adalah kontraktor yang sudah masuk daftar hitam (Black list,red). 

Setelah hasil lelang itu pihak pemenang yang diketahui Black list tersebut tidak dapat mengerjakan tender di paket nomor 11. Dan sementara rekanan yang masuk dalam daftar cadangan dalam lelang itu mengundurkan diri. "Makanya untuk pelaksanaan paket nomor 11 ini tidak bisa dilaksanakan, dan satu lagi karena waktu yang tinggal sudah sangat singkat dipenghujung tahun, " ungkapnya.(Im7)

Anggota DPRD Padang H.Maidestal Hari Mahesa Menelusuri Jalan perkampungan Palanta Kanduang Sungai Baluik Kelurahan Balai Gadang Kecamatan Koto Tangah
Infonusantara(PADANG) - Anggota DPRD Kota Padang H. Maidestal Mahesa menelusuri daerah perkampungan Palanta Kanduang Sungai Baluik Kelurahan Balai Gadang Kecamatan Koto Tangah Kota Padang, Sumatera Barat, Minggu, 29 Oktober 2017.

Dengan diboncengi sepeda motor oleh Aziz RB, Ninik Mamak setempat, Haji Maidestal Mahesa melihat langsung kondisi kampung tersebut. Sepanjang perjalanan, Aziz RB menceritakan kondisi jalan di daerah tersebut yang masih perawan alias belum tersentuh aspal beton. 

"Awalnya saya mendapat telepon dari tokoh masyarakat, dan ninik mamak dari Kelurahan Balai Gadang tersebut, Pak Aziz RB dan Pak Tanius Zubir. Mereka ingin bersilaturahmi dan curhat dengan saya," kata Mahesa, anggota Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) DPRD Kota Padang ini. 

Kepada Haji Maidestal Hari Mahesa, mereka mengaku nagarinya tidak terperhatikan oleh Pemerintah Kota Padang. Terutama kondisi jalan, sarana pendidikan, mulai dari SD, dan SMP yang cukup memprihatinkan. 

"Melihat kondisi yang sangat memiriskan ini H. Maidestal Hari Mahesa minta kepada pemko agar tidak hanya mempercantik dan memulas pusat kota saja, tetapi juga memperhatikan masyarakat kita yang berada dipinggiran kota. Kondisi jalan di sini masih sangat parah, pemko agar melakukan pembangunan merata bukan di pusat kota saja, kawasan wisata saja"  ujarnya.

Dikatakan H. Maidestal Hari Mahesa, panjang jalan di daerah tersebut sekira sepanjang  3,5 KM. Jalan tersebut sudah dibuka sejak tahun 1980, namun ironisnya sampai saat ini belum pernah tersentuh aspal atau cor beton.

"Sepanjang jalan tadi, dengan berboceng sepeda motor, saya mendengarkan keluhan tokoh masyarakat di sini. Kondisi yang sangat memilukan. Misalnya saja jika ada warga yang sakit, maka warga terpaksa putar otak membawanya ke luar daerah tersebut dan mengantarnya ke rumah sakit," ungkap Ketua DPC PPP Kota Padang.

Ikut dalam rombongan Haji Maidestal Hari Mahesa segenap pengurus DPC PPP Kota Padang.(Im7)


Wawako Emzalmi dan Wakil Ketua DPRD Kota Padang Wahyu Irmana Putra Pada Peringatan HSP di Alai Parak Kopi Kecamatan Padang Utara
Infonusantara(PADANG) - Wakil Wali Kota Padang H. Emzalmi Zaini dan Wakil Ketua DPRD Kota Padang H.Wahyu Irmana Putra hadiri Peringatan Hari Sumpah Pemuda (HSP) ke-89 tahun 2017 yang digelar pemuda dan warga Alai Parak Kopi Kecamatan Padang Utara Kota Padang, Sumatera Barat, Minggu (29/10) malam.

Antusias pemuda dan warga setempat terlihat dalam menyambut kehadiran Wakil Walikota Padang Emzalmi dan Wakil Ketua DPRD Padang Wahyu Iramana Putra yang juga Ketua DPD Golkar Kota Padang ini. Karena diketahui kedua tokoh Kota Padang ini memang sangat dikenal merakyat dan disegani di daerah tersebut. Kehadiran kedua tokoh ini sangat dinanti-nanti oleh para pemuda, tokoh masyarakat dan warga. 

"Dalam kesempatan itu Emzalmi menyampaikan, kami dari Pemerintah Kota Padang mengapresiasi kegiatan yang digelar oleh pemuda dan warga Alai Parak Kopi. Ini kegiatan yang positif dan mendorong kreatifitas generasi muda dalam menyambut Hari Sumpah Pemuda ke-89 tahun ini," sebut Wawako Emzalmi dalam sambutannya.

Pada kesempatan itu, wawako mengingatkan kembali arti Sumpah Pemuda yang dicetuskan pada 28 Oktober 1928 oleh perwakilan pemuda dari seluruh pelosok Nusantara. Makna pentingya, ujar wawako, adalah pemuda mencetuskan persatuan Indonesia di tengah-tengah kebhinekaan bangsa ini.

"Tugas kita generasi sekarang adalah menjaga kedamaian Indonesia, dan menjaga kemerdekaan republik ini yang sudah susah payah direbut dari tangan penjajah. Jangan rusak negeri ini dengan adu domba sesama anak bangsa," tegas wawako.

Tak lupa dalam kesempatan itu Emzalmi mengajak seluruh generasi muda untuk mengisi kemerdekaan ini dengan kegiatan yang positif. Sebagai generasi penerus mari kita melajutkan cita cita pemuda pemudi yang merintis kemerdekaan  jauhi diri dari pengaruh narkoba dan pergaulan bebas 

Senada dengan itu, Wakil Ketua DPRD Kota Padang Wahyu Iramana Putra mengajak generasi muda untuk selalu berkarya untuk negeri dengan hal-hal yang positif. 

"Pemuda adalah harapan bangsa. Jika pemuda rusak, maka rusaklah negeri ini. Maka untuk itu, saya mengajak generasi muda untuk berkarya mengisi kemerdekaan negeri ini. Mari kita berkarya untuk bangsa," tegasnya.
(Im7/by/zul)


Kunjungan Alex Indra Lukman dan Desri Ayunda di Pondok Pesantren MTI Batang Kabung Kecamatan Koto Tangah Kota Padang, Sumatera Barat
Infonusantara(PADANG) --Anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjungan, Alex Indra Lukman mengunjungi Pondok Pesantren Madrasah Tarbiyah Islamiyah (MTI) Batang Kabung, Kecamatan Koto Tangah Kota Padang, Sumatera Barat, Sabtu, 28 Oktober 2017.

Pada kesempatan itu, Alex Indra Lukman didampingi oleh bakal calon Wakil Wali Kota Padang Desri Ayunda, dan Ketua Fraksi Persatuan Bangsa (Gabungan PDIP-PKB) DPRD Kota Padang Wismar Panjaitan.

Kedatangan rombongan disambut langsung oleh Pimpinan Pesantren MTI Batang Kabung, Buya Idris dan segenap penurus yayasan serta ustad pengajar di pesantren tersebut. 

"Insha Allah di pesantren ini akan dibangun rusunawa untuk asrama para santri. Rencananya akan dibangun dua lantai, sesuai dengan perencanaan pihak pesantren," ungkap Alex Indra Lukman di sela-sela kunjungan. 

Sementara itu, Desari Ayunda sebagai Anak Nagari Koto Tangah mengatakan, rusunawa tersebut sangat penting artinya bagi pondok pesantren tersebut. Pasalnya, asrama yang ada kondisinya sangat memprihatinkan dan dihuni sekitar 200 orang santri.

"Keberadaan pesantren ini sebagai pusat keilmuan Islam sangat penting untuk mendidik anak kemenakan dan generasi muda Islam dalam mengkaji, mempelajari, dan mendalami ilmu agama, sehingga kedepannya di kota ini akan lahir generasi muda yang berpegang teguh pada ajaran agama," ujarnya.

Ia mengatakan, generasi muda yang memahami ajaran agamanya dengan baik, kelak akan menjadi pemimpin di negeri ini. Bekal ilmu agama yang mereka miliki akan menjadikan mereka nantinya pemimpin yang berakhlak dan bermoral.

"Mereka adalah generasi muda harapan bangsa. Mereka tak hanya mempelajari Islam melalui buku-buku agama, tetapi langsung meneguknya dari kitab-kitab klasik di bawah bimbingan para buya dan ustad di pesantren ini," ungkapnya.
(Im7/by/zulpili)




Desri Ayunda,Hadiri Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-89 di Sungai Bangek Kecamatan Koto Tangah Kota Padang. Dimeriahkan Dengan Pertunjukan Salawat Dulang
Infonusantara (PADANG)-- Kecintaan kepada Rasulullah SAW dan agama Islam diluapkan oleh generasi muda dan masyarakat Sungai Bangek Kecamatan Koto Tangah Kota Padang, Sumatera Barat dalam setiap momen. Kali ini penampilan Salawat Dulang digelar melalui momen peringatan Hari Sumpah Pemuda (HSP) ke-89 tahun 2017.

Salawat Dulang adalah salah satu tradisi kesenian Islam di Ranah Minang. Salawat Dulang merupakan media untuk mensyiarkan agama Islam ke tengah-tengah masyarakat, terutama menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah SAW dan keluarganya. 

Acara kesenian itu dihadiri oleh tokoh masyarakat Koto Tangah, Desri Ayunda yang juga bakal calon Wakil Wali Kota Padang pada Pilkada 2018, berpasangan dengan bakal calon Wali Kota Emzalmi Zaini yang saat ini masih menjabat Wakil Wali Kota Padang. 

"Saya mengapresiasi generasi muda di daerah ini. Momen peringatan Hari Sumpah Pemuda diisi dengan kesenian Islam dan selalu berupaya membangkit budaya leluhur kita di zaman moderenisasi seperti sekarang ini," ujar Desri, Sabtu (28/10) malam.

Desri juga mengatakan saat ini generasi muda tidak begitu peduli dengn tradisi nenek moyangnya. Mereka sibuk dengan HP Android masing-masing, tenggelam di dunia maya, sehinga silaturrahmi dan beradaptasi sudah memudar diantara mereka.

"Mereka duduk satu meja, tetapi mereka tidak saling berkomunikasi. Kalau ini tidak segera kita atasi dengan bijak, bakal berdampak buruk bagi perkembangan generasi muda kita," katanya.
Untuk itu, sekali lagi Desri Ayunda mengungkapkan rasa terimakasihnya kepada generasi muda dan masyarakat Sungai Bangek yang telah membangkitkan budaya Islam dan budaya leluhur Ranah Minang.

"Membagkit budaya dan tradisi sesuai dengan adat istiadat kita, ini langkah yang tepat sekali dilakukan generasi muda Sungai Bangek. Jangan sampai budaya tradisional kita tenggelam dimakan zaman," ujarnya. 

Salawat Dulang merupakan salah satu budaya Minang yang bernuansa Islam dan perlu dilestarikan dan menurut hemstnya perlu diprogramkan secara rutin, sehingga bisa lebih memasyarakat, khususnya untuk kaum muda dan remaja.

"Kegiatan ini bisa saja digelar dalam berbagai momen, begitu juga dalam rangka menyambut tahun baru Islam dan menyambut atau memperingati Hari Sumpah Pemuda tentu sangat positif, seperti sekarang ini. Mari kita kembangkan di Kota Padang ini, bukan di sini saja. Kedepannya, kita perlu merangkul ninik mamak, dan alim ulama untuk melestarikan budaya leluhur kita ini," ujarnya. 

Pada kesempatan itu, Desri Ayunda juga menghimbau semua pihak untuk memperhatikan pergaulan generasi muda, sehingga mereka tidak terjerumus ke pergaulan bebas yang dapat merusak masa depat mereka.

"Ini perlu perhatian serius semua pemangku kepentingan, baik itu pemerintah, ninik mamak, alim ulama dan orang tua agar anak kemenakan kita dapat terhindar dari pergaulan bebas. Mereka harus diarahkan kepada pengenalan tradisi dan agamanya, apalagi masyarakat Minang terkenal sebagai masyarakat yang agamis," pungkasnya.


Pada acara tersebut, Panitia Pelaksana menghadirkan group Salawat Dulang Panah Arjuna yang berasal dari Kota Padang Panjang.

(Im7/by/zul)

Wakil Ketua DPRD Padang Bersama Generasi Muda Forki Sumbar 
Infonusantara(PADANG)- Indonesia adalah negara Pancasila. Semua agama dan suku yang beragam itu diikat dengan idiologi Pancasila. Jadi, kalau ada pihak-pihak yang ingin mengganti Pancasila, harus dilawan. Disinilah peran generasi muda, merawat kebhinekaan itu dan menjaga Pancasila sebagai idiologi bangsa. Jangan sampai Pancasila diganti oleh paham-paham yang bertentangan dengannya.

Wakil Ketua DPRD Kota Padang, H. Wahyu Iramana Putra mengingatkan agar generasi muda negeri ini, terutama generasi muda Kota Padang untuk menjadi pemersatu bangsa. "Tentu kita sangat prihatin melihat kondisi bangsa kita saat ini. Dengan mudahnya diadu domba oleh pihak-pihak yang ingin memecah belah bangsa ini," ujarnya,Jumat, (27/10).

Padahal, saat para pemuda Indonesia dari berbagai pelosok Nusantara mencetuskan Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 lalu, kemajuan teknologi dan informasi tidak sepesat hari ini. Tapi mereka mampu berkumpul dan berkomunikasi dalam merumuskan Sumpah Pemuda sebagai perekat bangsa ini.

"Harusnya pemuda sekarang memanfaatkan kemajuan teknologi informasi untuk kemajuan bangsa ini. Jangan mudah menyebar informasi hoax yang menyesatkan. Apalagi terhadap kelompok lain yang berbeda akidah atau keyakinan dengan mereka," pungkasnya.

Wahyu mencontohkan, di Ambon, rasa persaudaraan berbeda agama itu justru terajut. Orang Islam yang akan membangun masjid, justru yang mengerjakan semuanya orang kristen. Sebaliknya, orang kristen yang membangun gereja, yang mengerjakan adalah umat Islam.

"Saat ini saya di Ambon, Maluku. Saya melihat kerukunan antara umat Islam dan kristen terjalin dengan baik. Jika ada yang membangun masjid, maka yang mengerjakan semuanya orang kristen, tak boleh orang Islam. Begitu juga sebaliknya, jika ada orang kristen bangun gereja, yang mengerjakan umat Islam, tak boleh orang kristen," terangnya.

Ia menegaskan, Indonesia adalah negara Pancasila. Semua agama dan suku yang beragam itu diikat dengan idiologi Pancasila. Jadi, kalau ada pihak-pihak yang ingin mengganti Pancasila, harus dilawan.

Ia mengharapkan generasi muda kota Padang jangan hanya menguasai bahasa Minang dan bahasa Indonesia, tapi juga harus menguasai bahasa asing.

"Persiapkan SDM generasi muda kita dalam menghadapi kemajuan zaman. Apalagi perdagangan bebas ASEAN sudah dimulai. Apalagi perdagangan bebas ASEAN sudah dimulai, " pungkas Ketua DPD Partai Golkar Kota Padang ini.(Im7)



H.Maidestal Hari Mahesa, Ketua DPC PPP Kota Padang dan Anggota DPRD Kota Padang.

Infonusantara (PADANG) - Politisi muda H. Maidestal Hari Mahesa anggota DPRD Kota Padang yang juga selaku Ketua DPC Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kota Padang mengimbau generasi muda agar jangan menjadi corong kelompok yang ingin menghancurkan kedamaian dan kebangsaan Indonesia.

"Pada momentum Sumpah Pemuda ini, saya ingin menghimbau agar generasi muda jangan menjadi "corong" orang atau kelompok tertentu yang ingin menghancurkan kedamaian dan kebangsaan kita," ujar politisi muda dari Fraksi PPP Dprd Padang ini,Sabtu(28/10)

Esa mengatakan, apalagi disaat sekarang ini merupakan zaman atau era informasi teknologi, dimana orang dengan mudah mengakses informasi dari mana saja, termasuk melalui media sosial facebook, WhatsApp, dan lain sebagainya. 

"Di zaman atau era IT ini, jangan mudah terhasut. Kita pemuda harus sebagai penyejuk, disaat sebagian orang tua atau pun pemuda terhasut dan terpengaruh oleh berita kebencian, fitnah apalagi hoax. Kita harus jeli menjaring berita," ujarnya.

Melalui momentum Hari Sumpah Pemuda (HSP) ke-89 tahun 2017 ini, Hesa mengajak pemuda untuk bangkit, menunjukkan jati diri sebagai bangsa Indonesia. 

"Dengan momentum Hari Sumpah Pemuda, Bangkitlah Pemuda..!! Pemuda Bangkit..!! Tunjukkan jati diri, karya, bhakti untuk negeri dan nagari ..!!!" tegas politisi muda ini.

Menurutnya, pemuda jangan hanya menjadi penonton dan berkicau di luar sana. Pemuda jangan disibukan lagi dengan hal yang tidak berguna. Jangan cuma menjadi penonton dan berkicau di luar sana. 

Saatnya pemuda harus bisa tunjukkan hasil karya di semua lini. Apakah itu sosial, kemasyarakatan, pemerintahan, pendidikan, dan karya nyata lainnya untuk bangsa...!!!" ujarnya dengan semangat.

"Alhamdulillah, Esa mengakui sebenarnya saat ini banyak pemuda yang ingin dan telah menampakan jati dirinya. Untuk itu jangan sia-siakan waktu dan momentum yang ada. Banyak tokoh muda yang sudah berkarya, baik dimulai dari tingkat kelurahan, kecamatan, kota, propinsi, bahkan sudah ada di tingkat nasional," ungkapnya mengakhiri. (Im7/by)


Desri Ayunda Menyerahkan Bantuan Kepada Panitia Pelaksana Jalan Santai di Indarung Kelurahan Bandar Buat Kecamatan Lubuk Kilangan Kota Padang
Infonusantara(PADANG) -Desri Ayunda melepas kegiatan gerak jalan santai yang digelar PT Defni di Jalan Raya Indarung Kelurahan Bandar Buat Kecamatan Lubuk Kilangan Kota Padang, Sumatera Barat, Sabtu, 28 Oktober 2017.

"Alhamdulillah, kita dapat berkumpul di sini dalam rangka melaksanakan gerak jalan santai yang digelar PT Defni. Terimakasih kepada Buk Syahraida dan Pak Edi Bahar yang telah mengundang saya membuka acara ini," ungkap Desri Ayunda bakal calon Wakil Wali Kota Padang ini.

Menurut Desri,  gerak jalan santai tersebut memiliki makna penting karena dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda (HSP) ke-89 tahun 2017.

"Kita harus kembali mengingat pada tanggal 28 Oktober 1928, para perwakilan pemuda Indonesia dari pelosok Nusantara menyatakan tekad bertumpah darah satu, tanah Indonesia, berbangsa satu, bangsa Indonesia, dan berbahasa satu, bahasa Indonesia," ujar Desri. 

Tekad itu, kata Desri, merupakan wujud persatuan yang dideklarasikan oleh pemuda Indonesia dari latar belakang yang beragam. Tak hanya beragam secara etnis, dan bahasa, tetapi juga agama. 

"Itulah wujud kebhinekaan yang dicetuskan pemuda kita. Kita harus rawat itu, jangan sampai kebhinekaan yang menjadikan bangsa ini kuat diobok-obok oleh sekelompok orang yang ingin memecah belah negeri ini," tegasnya.

Sementara Edi Bahar selaku panitia mengatakan, gerak jalan santai tersebut diadakan dalam rangka memperingati HSP 89 tahun 2017. Kegiatan tersebut digelar PT Defni, dan diikuti ratusan peserta.

"Gerak jalan santai ini diikuti karyawan dan masyarakat. Semoga melalui acara ini, rasa persatuan antar anak bangsa terus terjalin," ungkapnya.

Pada kesempatan itu, Desri Ayunda juga menyerahkan bantuan kepada panitia pelaksana demi suksesnya acara tersebut.(Im7/by)

Wakil Wali Kota Padang, Haji Emzalmi Zaini memberikan kata sambutan pada acara penutupan pelatihan Guru TK dan Paud se Kecamatan Padang Selatan
Infonusantara(PADANG) - Pemerintah telah menerbitkan Peraturan Presiden Nomor 87 Tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter. Soal pendidikan karakter sejak usia dini ini merupakan salah satu program yang didorong oleh Presiden RI, Joko Widodo.

Terkait Pendidikan Karakter Sejak Usia Dini ini Wakil Walikota Padang H.Emzalmi Zaini menegaskan, ini adalah tugas yang kita emban semua, bagaimana menciptakan pendidikan karakter kepada anak sejak usia dini. Terutama tugas itu terletak di pundak Guru-guru PAUD," ujar Emzalmi pada acara penutupan pelatihan Guru TK dan Paud se Kecamatan Padang Selatan, baru-baru ini. 

Sebagai Wakil Wali Kota Padang, H.Emzalmi Zaini menegaskan pentingnya pendidikan karakter sejak usia dini. Apa lagi praktik pendidikan karakter dan pendidikan saintifik sukses membangun akhlak, daya pikir kritis, dan kreatifitas anak - anak kita sejak usia dini," ujar Wawako.

Ia mengatakan, kecerdasan anak sangat diperlukan, tapi kalau tak diseimbangkan dengan budi pekerti, nilai-nilai karakter yang baik, kecerdasan itu tidak ada gunanya sama sekali.

"Ini adalah tugas kita bersama dalam menyiapkan generasi bangsa. Kita  bisa saling bekerjasama membangun bangsa ini. Pembentukan sekaligus penguatan karakter yang baik harus benar-benar dilakukan sedini mungkin, seperti di Paud," ungkap putra Pauh IX Kecamatan Kuranji ini.
(Im7/by/dedi)

Gedung Sentral Pasar Raya (SPR) Padang
InfoNusantara (PADANG) - Wakil Ketua DPRD Padang Wahyu Iramana Putra mengatakan, penunggakan royalti PT Cahaya Sumbar Raya (PT CSR) sebagai pengelola Sentral Pasar Raya (SPR) telah merugikan keuangan daerah. Selama ini dinilai tidak ada etika baik dari pihak pengelola SPR yang sudah bertahun - tahun belum mampu menepati janjinya.

Oleh karena itu, Pemko Padang harus segera menagih hutang PT Cahaya Sumbar Raya (PT CSR) berupa royalti atau kontribusi tersebut yang sudah ada kesepakatan dalam perjanjian kerja sama. Hal Ini harus segera di ingatkan karena ini sudah mau memasuki akhir tahun, " kata Wahyu, Rabu (25/10) 

“PT Cahaya Sumbar Raya (PT CSR) harus membayar royalti sesuai dengan kesepakatan yang tertuang dalam perjanjian kerja sama antara Pemko Padang dengan PT Cahaya Sumbar Raya (PT CSR) kepada Pemko Padang. Kewajiban itu harus dilaksanakan. Jika tidak hentikan saja SPR itu kalau tidak ada etika baiknya," tegas Wahyu. 

Lebih jauh ia mengatakan, sesuai dengan temuan BPK RI tentang adanya tunggakan royalti yang tidak dibayarkan oleh PT Cayaha Sumbar Raya (PT CSR) hingga bertahun –tahun, untuk itu Pemko melalui Dinas Perdagangan diminta harus tegas untuk menagih royalti yang harus dibayarkan oleh PT Cahaya Sumbar Raya (CSR) itu. 

PT Cayaha Sumbar Raya (PT CSR) harus segera mungkin membayar royalti tersebut kepada Pemko Padang karena itu sudah menjadi bagian dari PAD Kota Padang. Jika itu tidak dilakukan Pemko Padang, katanya menambahkan, maka ini akan menjadi kerugian besar untuk kota Padang.

Ada sekitar 240 petak toko, yang harusnya royalti diterima Pemko Padang tapi sampai kini tidak jelas. Apa yang dilakukan oleh SPR, adalah melecehkan dan tidak meng­hargai kewibawaan Pemko Padang. Jika tidak ada kejelasannya meminta agar di­putus­kan kontrak dengan SPR karena sudah merugi­kan Pemko Padang,” tegasnya.

"Apalagi saat ini kata Wahyu, pihak PT CSR dalam pengurusan IMB untuk menambah  bangunan SPR tersebut. Jika dalam hal ini tidak ada ketegasan maka saya bisa mengatakan bahwa Kota Padang ini akan dijual oleh investor, sementara apa yang di dapat oleh Pemko sendiri," sebut politisi Golkar ini.

"Pemko Padang harus menagih tunggakan royalti yang belum dibayarkan PT CSR kepada pemko bagaimana pun caranya. Jika PT CSR tetap tidak mempunyai itikad baik untuk membayarnya, Pemko Padang berhak memperkarakan perusahaan tersebut," ungkapnya.

"Sementara Kepala Dinas Perdagangan, Endrizal mengatakan, dari pihak PT Cayaha Sumbar Raya (PT CSR) setiap tahunnya harus membayarkan sebesar USD77,178 atau kurang lebih sekitar Rp 1 miliar setahun, sebagai­mana disepakati dalam perjanjian kerja sama yang pembayarannya paling lambat tiap tanggal 5 Desember setiap tahunnya. Dan pihak SPR sudah ada melakukan pembayaran atau telah melakukan pengangsuran hutangnya," kata Endrizal.

Kemudian terkait pembangunan tahap II bangunan SPR, saat ini memang sedang mengurus IMB nya. Juga katakan dengan dibangunnya bangunan tahap II ini nanti nya akan lebih menguntungkan pemko, karena nantinya disana juga sekaligus akan membangun fasilitas umum yakni terminal angkutan kota (angkot,red) untuk trayek arah Utara dan akan mengakomodir pedang - pedagang yang ada disana, " ungkapnya.(Im7)

Lokasi Pokir Ketua Komisi III DPRD Padang Zulhardi.Z Latif di RW 1 menuju RW 3 (dalam hal pengerasan jalan,red) di Kelurahan Korong Gadang Kecamatan Kuranji

InfoNusantara.Padang - Ketua Komisi III Bidang Pembangunan dan Lingkungan Hidup DPRD Kota Padang, Zulhardi Z.Latif menyatakan sangat kecewa atas laporan dan pengakuan yang disampaikan Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPRKPP) Kota Padang terkait pokok - pokok pikiran (Pokir) DPRD  yang menjadi program di dinas terkait  namun tidak terealisasikan, malah terjadi Silpa hingga Rp. 20,8 Miliar pada Oktober 2017 ini.

Zulhardi Z. Latif mengatakan ada 1 Pokir dia yang berada pada paket 9 No 17 yang berlokasi di RW 1 menuju RW 3 (dalam hal pengerasan jalan,red) di Kelurahan Korong Gadang Kecamatan Kuranji. Ini telah dimasukkan dan menjadi program di DPRKPP dan malah sudah ditenderkan.

"Namun dari hearing kita kemarin bersama dinas terkait dikatakan untuk paket 9 No 17 ini sudah di laksanakan, namun kenyataannya tidak ada sama sekali. Jangankan satu truk kerikil masuk ke lokasi, satu kerikil saja tidak sampai ke lokasi tersebut," ujar Zulhardi yang lebih akrab disapa Buya ini, Selasa (24/10).

Nah ini kan jelas tidak dikerjakan kemana dibawanya, apakah ini dipindahkan ke tempat lain atau bagaimana. Kalau dipindahkan ke lokasi lain, itu kan tidak masuk dalam perencanaan yang sudah dibahas dan ini sudah jelas OPD nya salah kenapa seenaknya memindahkan begitu saja tanpa persetujuan terlebih dahulu.

"Apalagi sekarang ini sudah e -planing, jadi kegiatan atau program itu sesuai dengan yang telah diusulkan tidak boleh naik di jalan. Tidak benar seenaknya saja jika dipindah-pindahkan apa yang telah disepakati dalam pembahasan yaitu yang akan dilaksanakan, tidak seenaknya main pindahkan saja,"pungkasnya.

"Kalau tidak dilaksanakan uangnya dikemanakan. Apakah dikembalikan?, jika iya, berarti kan program di paket 9 No 17 itu jelas belum dilaksanakan. Kenapa dikatakan sudah dan ini jelas-jelas disampaikan dalam hearing Komisi III bersama empat OPD kemarin, yakni Dinas PU, DPRKPP, Dinas Perhubungan dan Dinas Perdagangan Kota Padang," sebutnya.

"Menurutnya itu hanya baru satu paket nomor 9 saja yang baru ketahuan, sementara ada 1 hingga 13 paket. Juga diketahui katanya di paket 11  juga terjadi gagal tender, sementara disana ada anggaran sekitar Rp.2,8 miliar, apa-apa saja pekerjaan yang ada di paket 11 ini apakah ada yang urgent yang betul perlu untuk masyarakat sementara kenapa tidak dilaksanakan, kenapa gagal tender untuk paket 11 ini," katanya.

Zulhardi juga mengungkapkan untuk di bukan Oktober ini saja di DPRKPP sendiri itu sudah terjadi Silpa Rp. 20,8 miliar, apalagi nanti di Desember 2017 datang, itu bisa saja meningkat menjadi Rp.40 miliar yang tidak terselesaikan. Tentunya ini sangat kita sayangkan sekali. Sementara kita di DPRD telah menganggarkan dan itu adalah untuk kepentingan masyarakat. Kenapa tidak bisa realisasikan, sementara masyarakat tentunya sudah berharap-harap seperti drainasenya untuk diperbaiki, Jalan lingkungan, betonisasi dan segala macamnya.

Dalam masalah ini tambah Zulhardi, kita dari Komisi III sudah meminta DPRKPP untuk segera menyerahkan seluruh daftar paket 1 sampai 13 tersebut yang akan kita awasi satu-persatu. Apakah kegiatan-kegiatan dalam paket-paket tersebut sudah dilaksanakan apa belum. Kita tidak mau dibohongi lagi seperti kejadian pada paket 9 No 17  yang katanya sudah dilaksanakan namun nyatanya nihil.

Ini hanya baru satu objek saja yang baru ketahuan. Bisa saja terjadi pada paket-paket yang lainnya, pada pokir-pokir anggota dewan yang lainnya yang anggarannya sudah masuk di OPD terkait. Nantinya letak data dari paket-paket ini akan kita serahkan pada anggota dewan di Dapil mereka masing-masing untuk melakukan pengecekan pada paket-paket ini, apakah sudah dikerjakan apa belum.

Kita bukan saja mengawasi untuk pokir itu saja akan tetapi seluruh program Pemko yang bisa saja tergabung dalam paket 1 hingga 13 ini yang akan kita cek seluruhnya. "Jadi saya harap OPD terkait jangan main-main untuk hal ini, karena ini adalah uang rakyat yang kita gunakan untuk bangunan Kota Padang agar lebih baik kedepannya," ungkap politisi Golkar itu.

Hal senada juga disampaikan Wakil Ketua DPRD Padang Wahyu Iramana, DPRKPP diminta harus segera merealisasikan pengerjaan betonisasi jalan lingkung yang anggarannya dari pokir-pokir anggota dewan. Ia melihat saat ini persoalan jalan melalui pokir dewan banyak yang belum tuntas dan selesai, sehingga kekecewaan warga terhadap anggota dewan muncul akibat persoalan ini. Jangan kami yang jadi disalahkan, jadi kekecewaan masyarakat. Kepada Pemko Padang melalui pihak terkait harus segera menyelesaikan hal ini," tegas Wahyu yang juga Ketua DPD Golkar Padang itu

Sementara Norman dari DPRKPP saat dikonfirmasi melalui selulernya mengatakan, bahwa untuk paket - paket pengerjaan di DPRKPP masih ada yang sedang berjalan dan enam paket terkontrak pertama sudah selesai pengerjaannya. Untuk yang di Kelurahan Korong Gadang ia menyebutkan itu sudah selesai pelaksanaannya.

"Sementara Silpa yang disebut sebesar Rp.20,8 miliar itu tambah Norman, bukanlah sebanyak itu, kemarin saat hearing itu hanya baru hitungan - hitungan kasarnya saja, tidak ada Silpa sebesar itu, " ungkapnya.(Im7)




Marzuki Onmar 
Info Nusantara (PADANG)- Ketua Tim Relawan Emzalmi-Desri, Marzuki Onmar dalam acara alumni SMP Negeri 14 Padang angkatan 86, Minggu, 22 Oktober 2017 mengatakan, banyak potensi yang dimiliki oleh alumni SMP Negeri 14 Padang. Pasalnya, SMP Negeri 14 Padang sudah lama berdiri, sehingga banyak alumni yang sudah berhasil disini.

"Mari kita jaga persatuan dan kekompakan kita, kita himpun potensi tersebut untuk membangun daerah ini. Ada alumni yang telah berhasil, ada yang belum, setidak-tidaknya anak kita berhasil. Dengan adanya rasa kebersamaan, silaturahmi ini akan membawa berkah kepada kita," katanya.

Dalam kesempatan itu Marzuki Onmar juga menyampaikan permohonan maaf Pak Emzalmi dan Pak Desri kepada dunsanak di sini, mereka berdua tidak bisa hadir karena masih ada tugas di Jakarta.

Namun, walau Emzalmi-Desri berhalangan hadir, mereka berdua berpesan agar dunsanak di Pauh V tetap menjaga persatuan dan kesatuan. Menjaga kekompakan dan silaturahmi, sehingga menjadi kekuatan yang dasyat untuk meraih cita-cita bersama.

"Bisikan ke dunsanak kita di Nagari Pauh, kami maju untuk membangkitkan kembali, sebab bagaimana pun, seperti pepatah orang, 'Basalak bana wak badunsanak, nan pusako jaan diagihkan ka urang', artinya apa, 'Mungkin ada aspirasi dan pandangan-pandangan yang berbeda, nan pusako iyo dek awak balik'," ungkap Marzuki Onmar menyampaikan pesan Emzalmi-Desri.

Ketua Panitia Alamsur mengatakan, silaturahmi ini diadakan oleh angkatan 86 alumni SMP Negeri 14 Padang. Namun demikian, yang hadir pada acara itu alumni dari semua angkatan.
(Im7/by)


Kabid Bina Marga Dinas PU, Hendri Viton

InfoNusantara(PADANG) - Kabid Bina Marga Dinas PU, Hendri Viton mengatakan, jika untuk pengerjaan pengaspalan jalan yang menggunakan anggaran Pokir anggota dewan, itu tidak ada letaknya di Dinas PU tetapi semua dana pokir dewan itu dititip di Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPRKPP).

Sementara pihaknya hanya mengerjakan pengaspalan jalan jalan utama dan penambalan jalan -jalan berlobang, namun untuk pengaspalan baru di jalan lingkungan tidak ada wewenangnya itu wewenang DPRKPP, karena seluruh pengerjaan jalan melalui Pokir dewan itu anggarannya berada di DPRKPP yang mengelola.

"Silahkan saja cek ke DPRKPP terkait realisasinya untuk pengaspalan Jalan Alang Lawas I dari Pokir Bapak Aprianto anggota dewan Dapil IV Padang Selatan tersebut ," kata Hendri Viton saat dikonfirmasi melalui selulernya,Minggu (22/10).

Seperti baru baru ini pihaknya telah melakukan penambakan pengaspalan jalan di Pasar Gadang, Jalan Kelenteng, Jembatan di Jalan Kampung Nias dan beberapa titik lainnya. "ltu kita hanya melakukan penambalan saja dan anggarannya ada pada biaya perawatan jalan, " jelasnya.

la juga menambahkan, akan bersedia melakukan penambalan jalan yang berlobang di Alang Lawas I itu, dan itu memang hanya penambalan bukan pengaspalan baru untuk keseluruhannya.

"Sekali lagi menurutnya alangkah lebih baiknya bapak Aprianto anggota dewan Dapil IV yang telah memasukkan anggaran Pokir nya untuk pengaspalan jalan Alang Lawas I tersebut langsung menemui dinas terkait terlebih dahulu,agar jelas bagaimana penyelesaiannya "ungkapnya.

Sebelumnya anggota DPRD Padang, Aprianto menyampaikan bahwasanya dirinya selaku anggota dewan dapil IV Padang Selatan yang juga putra daerah Alang Lawas , sudah memasukkan anggaran pokir tahun 2016 sebesar Rp.250 juta untuk petaksanaan di 2017 ini.

"Pokir yang dititipkan ke Dinas PUPR itu untuk pengaspalan hotmix di Jalan Alang Lawas l dan pada saat itu sudah sejutui oleh Dinas PUPR, sudah dilakukan pengukuran jalan ini mulai dari simpang Bulog Alang Lawas Jalan Thamrin sampai simpang Apotik Madya Jalan Proklamasi.

Aprianto menegaskan, ia selaku anggota DPRD Padang akan selalu ngotot untuk kebaikan pembangunan sarana dan prasarana di Kota Padang dan khususnya untuk daerah Alang Lawas ini. "Ini sudah jelas, karena kita selaku anggota di DPRD Padang mempunyai fungsi yakni Legislasi, berkaitan dengan pembentukan peraturan daerah, Kewenangan Budgeting dalam hal anggaran daerah (APBD) dan Controling/ Pengawasan dalam ini kewenangan untuk mengontrol pelaksanaan perda dan peraturan lainnya serta kebijakan pemerintah daerah," katanya.

Untuk itu tambah Aprianto, mengenai pengaspalan di Jalan Alang Lawas l ini, ia mempertanyakan kenapa belum direalisasikan juga. Tentu hal ini saya pertanyakan selaku kontrol pengawas, ada apa hingga belum juga dilaksanakan, apalagi ini adalah dana Pokir saya yang sudah dimasukkan untuk pengaspalan untuk sepanjang Jalan Alang Lawas I ini,"tegasnya. (Im7)


Zainil Tanjung
Info Nusantara(PADANG) -Sejak Emzalmi-Desri Ayunda sepakat berpasangan maju di Pilkada Kota Padang 2018, satu-persatu loyalis Emzalmi maupun Desri menyatakan dukungan kepada pasangan ini. Bahkan, sebagian dari mereka sudah aktif di Posko Relawan Emzalmi-Desri yang terletak di kawasan Bypass Balai Baru Kuranji Kota Padang, Sumatera Barat.

"Saya mulai aktif sejak posko ini didirikan. Saya kebetulan dipercaya di media center yang dipimpin Fuad Chaidir Rosha. Tugas saya merancang spanduk dan baliho Emzalmi-Desri," ungkap Zainil Tanjung, Sabtu, 21 Oktober 2017.

Pria yang akrab disapa Inyiak ini mengaku pada Pilkada 2013 lalu mendukung dan memilih pasangan Desri Ayunda-James Heliward (Deje). Dukungan diberikannya ke Deje bukan tanpa alasan.

"Sebelum mendukung seseorang dan menjatuhkan pilihan kepadanya, saya harus pelajari dulu rekam jejaknya. Waktu itu, saya belum kenal betul Emzalmi, saya lebih mengetahui sosok Desri Ayunda, makanya saya dukung dan pilih pasangan Deje," terangnya.

Kini, kata Inyiak lagi, dirinya mendukung Emzalmi-Desri. Jauh sebelum menentukan pilihan untuk mendukung pasangan ini, dirinya terlebih dahulu mencari rekam jejak Emzalmi.

"Bagi saya, berpasangannya Emzalmi-Desri ini adalah berkah. Keduanya sosok putra daerah yang profesional di bidangnya masing-masing. Dan saya yakin, jika diberi amanah, pasangan ini akan mampu mensejahterakan warga Kota Padang," cakapnya.

Inyiak pun menyentil orang-orang yang selama ini mempersoalkan umur Emzalmi. Menurutnya, sebagai seorang muslim, maka seseorang harus terus berkarya sampai ajal menjemputnya.

"Kalau orang ngerti agama, pasti tidak akan mempersoalkan umur seseorang. Karena bagi seorang muslim, sepanjang nafasnya dikandung badan, maka dia memiliki tanggungjawab untuk berkarya buat umat ini," tegasnya.

Tak hanya itu, Inyiak merasa heran dengan orang-orang di media sosial yang acap kali menyerang pribadi Emzalmi. Pasalnya, setahu Inyiak, orang-orang tersebut pernah dekat dan bersinggungan dengan Emzalmi.

"Saya kenal mereka, saya sudah pula pelajari rekam jejak mereka. Mereka dulu memuji da Em, sekarang malah berbalik arah, karena ada kepentingan mereka yang tak terpenuhi. Bahkan ada yang pernah ditegur da Em karena kesalahannya, tapi malah makin menjadi-jadi, ya tentu tak dipakai lagi," ujar Inyiak, sembari menyerumput kopi dan menghisap rokok Djisamsue kesukaannya.(Im7/by)

Pemeriksaan Surat Izin Pengisan BBM Berjerigen di SPBU
InfoNusantara(PADANG) - Komisi II DPRD Kota Padang laksanakan hearing bersama Bapenda Kota Padang, Dinas Perdagangan Kota Padang, Pertamina, PT. Semen Padang, Bank Nagari dan PDAM Kota Padang tentang Pendistribusian Energi Baru Terbarukan di Kota Padang, Senin kemarin.

Hearing itu langsung di pimpin Ketua DPRD Kota Padang, Elly Thrisyanti. Dalam hearing itu banyak persoalan yang menjadi pertanyaan anggota DPRD Kota Padang kepada mitra kerjanya tersebut.

Miswar Djambak dari Fraksi Partai Golkar mempertanyakan kontribusi PT Semen Padang, apa lagi setelah berdirinya Pabrik Indarung VI. 

Pertanyaan tajam juga diberikan Masrul Rajo Intan terkait pendistribusian gas murah bersubsidi kepada masyarakat. Menurutnya, pendistribusiannya harus tepat sasaran dan menyentuh lapisan masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

Sementara Ketua Fraksi Partai Demokrat, Yulisman dalam kesempatan itu juga meminta Pertamina untuk menertibkan SPBU yang terkesan nakal dalam operasionalnya. 

Sekretaris Dinas Perdagangan, Jasman menjawab pernyataan Yulisman, ia menegaskan, pihaknya baru-baru ini langsung menangkap tangan ulah SPBU nakal.

"Baru-baru ini, saya menangkap tangan pengisian BBM dengan jerigen di salah satu SPBU di Bandar Buat. Sampai sekarang mobilnya masih saya tahan di kantor Dinas Perdagangan. Kami minta Pertamina betul-betul mengawasi dengan ketat SPBU yang ada," katanya.

Jasman bahkan mendesak Pertamina memberikan sanksi yang tegas kepada SPBU nakal tersebut. Sebab, soal perizinannya dikeluarkan Pertamina, bukan Pemerintah Kota Padang."Kami hanya ingin BBM itu tepat sasaran kepada rakyat, "pungakasnya.

Informasi yang diperoleh dari sekretariat DPRD Padang, Komisi II DPRD Padang usai heariang  langsung melaksanakan Kunjungan Kerja (Kunker) terhitung 17 hingga 21 Oktober 2017, terkait Pendistribusian Energi Baru Terbarukan , ke Kementerian ESDM, Jakarta, DPRD  Kota Surabaya dan ke DPRD Kota Bogor.(Im7)



Wakil Ketua DPRD Padang Wahyu Iramana Putra Serahkan Piala Bergilir Pada Panitia Penyelenggara Festival Didikan Syubuh di Masjid Nurul Islam Kelurahan Gunung Pangilun Kecamatan Padang Utara. 

InfoNusantara.
PADANG
- Dalam rangka menciptakan kelurahan yang Madani dan generasi Qur'ani, Kelurahan Gunung Pangilun Kecamatan Koto Tangah selenggarakan Festival Didikan Syubuh di ikuti sebanyak 730 peserta Santriwan dan Satriwati tingkat Sekolah Dasar (SD) dari 13 Masjid - Mushalla se Kelurahan Gunung Pangilun, Minggu(15/10)

Festival Didikan Syubuh ini diawali dengan pawai Ta'aruf dilepas dari Masjid Raya Sumbar dan finish di Masjid Nurul Islam Kelurahan Gunung Pangilun selaku tuan rumah.

Wakil Ketua DPRD Padang Wahyu Iramana Putra menyampaikan, ini adalah harapan dan cita -cita seluruh masyarakat Kota Padang. Kali ini kita mulai dari Kelurahan Gunung Pangilun bagaimana menjadikan sebagai kelurahan yang Madani.

Wahyu mengatakan, sesuai apa yang disampaikan camat tadi, kalau lingkungan dan masyarakat kita sudah Madani , kita tidak perlu sulit- sulit lagi mengikuti program pemerintah. Karena Madani itu sendiri ada didalamnya masyarakat yang bersih, cerdas, patuh, santun dan taat beragama sehingga prilaku mulai kepatuhan atau kesadaran kewajiban membayar pajak pun ada di Madani ini.

 "Jadi semua harapan - harapan keinginan yang baik ada disini, harapan itu tentu ada," ujar Wahyu dewan Dapil V ( Kecamatan Padang Barat, Kecamatan Padang Utara dan Kecamatan Nanggalo) usai sambutannya di Masjid Nurul Ihsan Kelurahan Gunung Pangilun.

Selain itu kata Wahyu, tidak ada suatu program itu berjalan dengan baik jika tidak ada dari hati dan dalam kebersamaan. Tidak ada lurah, camat, walikota sekalipun sukses kalau tak ada partisipasi yang utuh ditengah masyarakat. Dan selaku wakil rakyat di dapil V, kewajiban kita untuk menggerakkan potensi - potensi masyarakat, mengarahkan masyarakat agar patuh dan taat dalam kebijakan yang dilakukan pemerintah.

"Terkait program 1821 pemko, jika ini sudah terlaksana semuanya yang dimulai dari anak -anak dan  kita sendiri berani mengatakan Kelurahan Gunung Pangilun Madani dengan melafazkan kalimat takbir "Allahuakbar , Allahuakbar, Allahuakbar", maka semuanya akan dapat kita wujudkan, " ujarnya.

Selain itu ia juga menyampaikan, kepada guru- guru MDA, MTsN, jika ada anak- anak kita yang hafiz Qur'an dirinya janji akan memberi berupa hadiah untuk mereka, juga kita harapkan untuk masjid, mushalla dan surau anak anak kita harus ada yang hafiz Qur'an, karena orang yang hafal Alqur'an itu adalah orang cerdas dan hebat. Dan sudah pastinya ini suatu kebanggaan bagi kita.

"Mari kita ramaikan masjid ,mushalla maupun surau dengan sholat berjamah. Setiap shalat berjamaah masjid dan mushalla, maupun surau kita ini bisa penuh, " ajak Wahyu Ketua DPD Golkar Kota Padang ini.

Lurah Gunung Pangilun Andi Amir menyampaikan, dalam Festival Didikan Syubuh ini ada beberapa kegiatan yang diperlombakan, yakni MTQ, Shalat Jenazah, Tahfiz , Azan, Da'i Cilik dan Asmaul Husnah. Pemenangnya nanti akan di umumkan pada November 2017 pada kegiatan didikan subuh gabungan yang dilaksanakan di Masjid Nurul Islam ini selaku tuan rumah. Pada Festival ini memperebutkan piala bergilir dan akan menjadi agenda tahunan. Selain itu pada tanggal 28 November ini juga akan diadakan Festival Nasit se Kota Padang tingkat SMA, MAN,SMK.

"Ia mengatakan slogan kali ini kita mengangkat tema "Melalui Festival Didikan Shubuh Kita Satukan Langkah Membangun Generasi Qur'ani Menuju Kelurahan Gunung Pangilun Yang Madani". Konsep Madani ini perlu digebyarkan," ujarnya.

Perlu ditingkatkan  kegiatan - kegiatan keagamaan atau festival keagamaan. Hal ini juga ada kaitannya dengan program Pemko 1821 yakni perhatian serius orangtua dalam rangka mewujudkan generasi muda yang berkualitas. Menciptakan keluarga  sebagai madrasyah dirumah sendiri bagi anak - anak," ungkapnya.(Im7)


Anggota DPRD Kota Padang, Aprianto 

InfoNusantara (PADANG)
Anggota DPRD Padang, Aprianto menyampaikan bahwasanya dirinya selaku anggota dewan dapil IV Padang Selatan yang juga putra daerah Alang Lawas , sudah memasukkan anggaran pokir tahun 2016 sebesar Rp.250 juta untuk pelaksanaan di 2017 ini.

"Pokir yang dititipkan ke Dinas PUPR itu untuk pengaspalan hotmix di Jalan Alang Lawas I dan pada saat itu sudah sejutui oleh Dinas PUPR, sudah dilakukan pengukuran jalan ini mulai dari simpang Bulog Alang Lawas Jalan Thamrin sampai simpang Apotik Madya Jalan Proklamasi, " katanya, Minggu(15/10)

Aprianto menegaskan, ia selaku anggota DPRD Padang akan selalu ngotot untuk kebaikan  pembangunan sarana dan prasarana di Kota Padang dan khususnya untuk daerah Alang Lawas ini.

"Ini sudah jelas, karena kita selaku anggota di DPRD Padang mempunyai fungsi yakni Legislasi, berkaitan dengan pembentukan peraturan daerah, Kewenangan Budgeting dalam hal anggaran daerah (APBD) dan Controling/ Pengawasan dalam ini kewenangan untuk mengontrol pelaksanaan perda dan peraturan lainnya serta kebijakan pemerintah daerah," katanya.

Untuk itu tambah Aprianto, mengenai perbaikan atau pengaspalan di Jalan Alang Lawas I ini, ia mempertanyakan kenapa belum direalisasikan juga. Tentu hal ini saya pertanyakan selaku kontrol pengawas, ada apa hingga belum juga dilaksanakan, " tegasnya.

"Ia juga mengatakan untuk Alang Lawas ini, ia lebih utamakan dulu pada realisasi jalan ini. Karena jalan ini sudah termasuk jalan perlintasan utama di Alang Lawas. Dan kepada dinas terkait saya minta agar segera bisa merealisasikannya, karena ini sudah dipenghujung tahun, " ungkap politisi PDI Perjuangan ini.

Sementara Ketua RW 03 Alang Lawas, Zulheri mengatakan jalan ini sudah hampir 30 tahun tidak diperbaiki. Jangankan diaspal baru, untuk perawatan saja tidak pernah. Untuk itu harapan kita selaku warga tentunya jalan ini dapat segera di kerjakan dinas terkait.

Posisi jalan Alang Laweh I ini sangat strategis sebutnya,  karena jika ada kegiatan atau acara besar dilapangan imam bonjol, otomatis semua kemdaraan roda empat dan dua akan dialihkan ke jalan alang laweh ini,'' katanya.

Zulheri juga mengatakan , kami sangat berterimakasih dengan adanya Aprianto putra Alang Lawas Kecamatan Padang Selatan yang duduk menjadi anggota DPRD Padang dapat memperjuangan asprirasi masyarakat, sudah memikirkan untuk pembangunan Alang Laweh ini, ya salah satunya seperti jalan utama ini.

"Berharap jalan ini segera dikerjakan dinas terkait agar masyarakat setempat maupun pengendara lainnya yang melewati jalan ini bisa lebih nyaman, " harapannya.(Im7)





Adib Alfikri Bertemu H.Maidestal Hari Mahesa
INFONUSANTARA(PADANG)- Jelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Padang 2018, situasi politik di daerah ini selalu mengalami perkembangan, bak bola liar yang menggelinding kian kemari. 

Andre Rosiade menyatakan dukungan kepada Afrizal, B. Ac., Ketua DPC Partai Gerindra Kota Padang untuk maju pada Pilkada Kota Padang 2018. Dukungan itu disampaikannya di hadapan sejumlah kader DPC Gerindra Padang, Selasa, 10 Oktober 2017 kemarin

Lantas bagaimana nasib H. Maidestal Hari Mahesa yang seakan-akan terzalimi dalam hal ini? .Apakah dia berputus asa dan menarik diri dari Pilkada Kota Padang 2018?.

Ketika Hesa dimintai komentarnya begini tanggapannya.
"Tidak. Saya tetap memiliki asa melangkah ke depan. Kita harus sadari, politik itu dinamis, dan bagi saya itulah seninya dalam berpolitik," ungkap Ketua DPC Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kota Padang ini usai bertemu dengan Adib Alfikri, Kamis, 12 Oktober 2017. 

Ia menegaskan, pasangan ASA tak bakalan bubar dengan pernyataan dukungan Andre Rosiade kepada Afrizal dan kini ada sinyal Andre Rosiade dilirik PKS akan mendampingi Mahyeldi Ansharullah. 

Silahkan Andre menentukan sikap politiknya, yang namanya ASA kita tetap memiliki semangat kuat dan harapan terhadap suatu perubahan ke arah yang lebih baik untuk kota ini.

Politik itu kan dinamis semua ada kemungkinan saja.Andre -Mahesa atau yang sekarang ini Viral dengan singkatan jadi ASA (harapan) itu sampai sekarang masih ada kok, dan bahkan Andre menyampaikan ke saya dan pernyataan beliau di media bahwa kita tetap berkomitmen seiring sejalan bersama ASA. 

Soal Sahabat kami Andre nyatakan dukungan kepada Ketua Gerindra Kota Padang Afrizal itu adalah hal yang lumbrah, dan itu urusan internal partai mereka. Saya tidak mau campurilah dan kalau tidak salah juga sebelumnya bapak Nasrul Abit Ketua DPD Gerindra Propinsi juga malahan berikan dukungan penuh ke Andre Rosiade.

"Nah, ketika Andre Rosiade besar namanya dengan ASA terus dilirik oleh PKS, dan sekarang saya malah ditemui oleh kanda Adib Al fikri, itu sah saja dan membuktikan bahwa politik itu dinamis dan indah. Indah nya? Karena silaturrahim tetap kita jaga, " sebut Hesa, Jum'at(13/10)

Dan juga jika dilihat kita ini kan anak muda yg sudah hidup dalam dunia usaha dan politik, anak muda itu harus punya sifat optimis, gigih, jujur, berkomitmen, tegas, bijaksana dan tanggap dalam apapun itu bentuk suasana jangan lembek dan cemen .

Walaupun waktu sudah semakin singkat, akan tetapi kan perjalanan masih panjang. Adib ini kan juga sudah mendaftar di PPP secara resmi tambah Hesa, dan inshaAllah kita dalam waktu dekat akan lakukan Rapimcab mana tahu juga nanti hasilnya setelah rapimcab itu juga beberapa nama lainya seperti Emzami dan Desri. 

"Jadi semua masih kita lihat perkembangannya, ya mohon doa dan dukungannya agar nanti PPP memutuskan calon yang akan diusung dan partai koalisinya tepat untuk ummat dan Kota Padang, " ungkap DPC PPP Kota Padang ini, (Im7)

Sekretaris Dewan, Syahrul,SE,MSi
INFONUSANTARA (PADANG)- Kinerja kedewanan DPRD Kota Padang dibawah kepemimpinan Syahrul,SE, MSi, yang sebelumya pernah menjabat sebagai Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset (BPKA) Kota Padang, patut diapresiasi.

Hal ini terlihat dari tingginya intensitas kinerja dari masing-masing bidang, terutama bagian keuangan dan kehumasan maupun di kesekretariatan DPRD sendiri .

Apresiasi ini tentu tidak berlebihan, sebab melirik kebelakang pada tahun 2016 lalu, setiap adanya proses pencairan anggaran terutama terkait publikasi, dirasakan rekan media rada-rada tersendat, bahkan ada anggaran publikasi media harus tertunggak dan menumpuk beberapa bulan.

Hal Ini disampaikan rekan rekan media yang tergabung dalam Forum Wartawan Parlemen beberapa saat lalu di ruang pres room DPRD Padang.

Humas Forum Wartawan Parlemen Kota Padang, Mulyadi Baim mengakui, memang semenjak posisi Sekwan di bawah kepemimpinan Syahrul, Alhamdulillah keresahan yang selama ini kami rasakan selaku wartawan yang mempunyai kerjasama di DPRD Padang terkait pencairan anggaran publikasi semua berjalan lancar.

"Melalui Sekwan sekarang semua proses administrasi semuanya berjalan lancar dan cepat, tidak adalagi penundaan penundaan pembayaran, bahkan saat ini proses pembayaran anggaran publikasi bisa dibilang cepat diselesaikan, " katanya, Jum'at (13/10).

Baim teringat, ada komentar yang menjadi slogan Syahrul saat dirinya bincang - bincang santai bersama di DPRD Padang. Saat itu Syahrul  mengatakan untuk apa ditunda - tunda pembayaran untuk anggaran publikasi maupun anggaran perjalanan dewan, kalau bisa cepat kenapa harus ditunda selama itu. Yang penting jelas laporan administrasi dan sesuai aturan, " sebut Baim mengutip apa yang disampaikan Sekwan saat itu, ucap Baim.

Sementara Nalkoto salah seorang rekan dari FWP juga menilai, untuk saat ini etos kerja dari kedewanan memang terlihat lebih baik dari pada tahun sebelumya. Dimana pada setiap ada kegiatan yang terkait anggaran publikasi, pihak dari kehumasan secepatnya mengurus dan tidak pernah menunggu lama.

Dan memang apa yang telah disampaikan rekan Baim tentang keterlambatan atau tertunggaknya anggaran publikasi media pada tahun 2016 lalu, juga Ia alami.

Namun Ia mengajak, yang telah berlalu tidak perlu dipersoalkan lagi, yang penting telah ada perobahan yang signifikan terkait penyelesaian administrasi dari kesekretariatan DPRD Padang, kearah yang lebih baik untuk saat ini, " ungkapnya,(Im7)

Adib Alfikri - Maidestal Hari Mahesa.
INFONUSANTARA(PADANG)- Jelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Padang 2018, situasi politik di daerah ini selalu mengalami perkembangan, bak bola liar yang menggelinding kian kemari. 

Baru - baru ini pemberitaan yang terbit di media online sempat menjadi perbincangan yang cukup hangat, bahwa pasangan muda Andre Rosiade - Maidestal Hari Mahesa (ASA) terlihat seperti sudah pacah kongsi. 

Hal itu dikarenakan Andre Rosiade berbalik arah dan menyatakan dukungan penuh kepada Afrizal, B. Ac., Ketua DPC Partai Gerindra Kota Padang untuk maju pada Pilkada Kota Padang 2018 dihadapan awak media pada Selasa, 10 Oktober 2017 kemarin.

Komitmen pasangan Andre Rosiade - Maidestal Hari Mahesa (ASA) ini "buyar" setelah Andre Rosiade menyatakan dukungan kepada Afrizal, B. Ac., Ketua DPC Partai Gerindra Kota Padang untuk maju pada Pilkada Kota Padang 2018. Dukungan itu disampaikannya di hadapan sejumlah kader DPC Gerindra Padang.

Lantas bagaimana nasib H. Maidestal Hari Mahesa yang seakan-akan terzalimi dalam hal ini? Apakah dia berputus asa dan menarik diri dari Pilkada Kota Padang 2018?

Begini jawaban H. Maidestal Hari Mahesa ketika di tanyakan soal ASA. "Tidak. Saya tetap memiliki asa melangkah ke depan. Kita harus sadari, politik itu dinamis, dan bagi saya itulah seninya dalam berpolitik," ungkap Ketua DPC Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kota Padang ini usai bertemu dengan Adib Alfikri, Kamis, 12 Oktober 2017. 

Ia menegaskan, pasangan ASA tak bakalan bubar dengan pernyataan dukungan Andre Rosiade kepada Afrizal dan kini ada sinyal Andre Rosiade dilirik PKS akan mendampingi Mahyeldi Ansharullah. 

"Tidak, ASA tidak bubar. Silahkan Andre menentukan sikap politiknya, yang namanya ASA kita tetap memiliki semangat kuat dan harapan terhadap suatu perubahan ke arah yang lebih baik untuk kota ini. Kini, ASA itu adalah Adib-Mahesa. Insha Allah," kata anggota DPRD Kota Padang ini.(Im7/by)


Wawako Emzalmi dan Syech Boy Lestari Datuk Palindih foto bersama dengan jajaran PCNU Kota Padang yang baru saja dilantik.
INFONUSANTARA (PADANG) -Sebagai organisasi masyarakat (Ormas) terbesar di Indonesia, Nahdatul Ulama (NU) diharapkan terus fokus pada penguatan mutu dan pengembangan organisasi terutama dalam pemberdayaan ekonomi melalui instrumen-instrumen tertentu.

Hal ini disampaikan Sekretaris Jendral (Sekjen) Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU) Indonesia Helmy Faishal Zaili kepada Pengurus Cabang Nahdatul Ulama (PCNU) Kota Padang yang baru masa bakti (2017-2022) di Gedung Asrama Haji Embarkasi Padang, Rabu, 11 Oktober 2017.

“Untuk itu kepada PCNU yang baru dilantik mewarnai ditengah masyarakat. Terutama dalam hal kegamaan dan ekonomi kreatif terkait berbagai wadah yang dikelola oleh warga NU. Jadi dari NU untuk NU dan juga masyarakat,” katanya.

Ketua terpilih PCNU Kota Padang yang baru, Yultel Ardi dalam kesempatan itu mengucapkan terima kasih kepada semua pihak terutama kepada Sekjen PBNU yang telah melantiknya bersama pengurus yang baru.

“Mudah-mudahan kedepan PCNU semakin jaya ke depan. Dan juga semakin dicintai masyarakat dengan memberikan kontribusi yang positif,” kata Yultel. 

Dalam kesempatan itu Wakil Walikota Padang H. Emzalmi berharap dengan dilantiknya pengurus baru PCNU Kota Padang semoga senantiasa bersinergi dengan Pemerintahan Kota Padang.

“Semoga pengurus PCNU Padang yang baru dapat menyusun program yang dapat bersinergi dengan Pemko Padang ke depan. Termasuk berbagai Ormas yang ada dan juga unsur kemasyarakat lainnya,” harapnya.

Di samping itu tambah Emzalmi lagi, atas nama Pemerintah Kota Padang mengucapkan terima kasih atas sinergi yang terjalin baik dengan PCNU sejauh ini.

"Alhamdulillah kerjasama ini telah terjalin baik, khususnya menjadikan Padang sebagai kota yang religius, pendidikan, berbudaya dan terutama untuk mendorong dalam ekonomi kerakyatan,” pungkasnya

(Mul/Mus/Fsl)




Ketua DPRD Padang Elly Thrisyanti bersama Suami Foto Bersama dengan Ketua DPC Gerindra Padang, Afrizal, BAC didampingi Istri Dalam Cara Syukuran Menempati Rumah Dinas Ketua DPRD Padang, Rabu(11/10) di Jl. Ratulangi.
Akhirnya rumah dinas yang difasilitasi pemerintah untuk Ketua DPRD Kota Padang di Jalan Ratulangi, resmi ditempati oleh Elly Thrisyanti, yang resmi diangkat sebagai ketua DPRD Padang periode 2014-2019 menggantikan Erisman yang dicopot dari jabatan ketua.

INFONUSANTARA (PADANG) --
Ketua DPRD Padang Elly Thrisyanti mengatakan , Alhamdulillah fasilitas yang diberikan berupa rumah dinas saat ini sudah saya tempati. Memang sebelumnya rumah dinas ini tidak ditempati. "Saya menerima amanah selaku Ketua DPRD Padang ada fasilitas yang mengiringinya salah satunya rumah dinas ini, " katanya disela - sela acara syukuran menempati rumah dinas di Jalan Ratulangi, Rabu(11/10) sore.

Elly mengungkapkan memang saat ini rumah dinas ini sama sekali belum lengkap fasilitas interiornya, semua masih sangat belum lengkap. Namun saya bertekad dengan menempati rumah dinas ini pelan-pelan kita akan tahu apa - apa saja kekurangan yang ada. "Dengan telah ditempati rumah dinas ini tentunya Sekwan segera menganggarkan untuk keperluan rumah ini," ujarnya.  

Lebih lanjut katanya , rumah ini bukanlah aset saya, ini adalah aset negara, dimana nantinya ketika habis masa jabatan selaku Ketua DPRD tentunya aset ini akan diserahkan untuk Ketua selanjutnya. 

Dengan adanya Rumdis ini saya rasa kita juga bisa terbuka untuk aspirasi masyarakat, karena Rumdis ini juga merupakan amanah. "Sebagai salah satu tugas kami selaku dewan perwakilan rakyat yang merupakan representatif masyarakat Kota Padang, " sebut Elly. 

Selain itu Elly juga menghimbau personal - personal Partai Gerindra sama - sama berjuang ,karena untuk membesarkan partai itu tanggung jawab kita. Dan untuk lintas partai di DPRD tentunya kita berusaha menjalin komunikasi sebaik mungkin.

"Tujuan semua partai sama, mari sama - sama kita membangun negara ini demi kesejahteraan masyarakat, mari kita satukan langkah dengan visi misi masing - masing " ungkap Elly Thrisyanti.
  
Sementara Ketua DPC Gerindra Kota Padang, Afrizal, BAC yang turut menghadiri syukuran di rumah dinas Ketua DPRD Padang menyampaikan, dirinya merasa bangga dan terharu, Alhamdulillah apa yang kita harapkan untuk Gerindra saat ini sudah kondusif lagi di dewan. 

Fasilitas yang diberikan oleh pemerintah dimanfaat saat ini, yang sebelumnya tidak di tempati, namun ini adalah bukti yang ada saat ini. Tentunya kami mengucapkan terimakasih pada seluruh kader, pengurus serta masyarakat Kota Padang. Semoga pada proses Pilkada, Pileg dan Pemilihan Presiden nanti Partai Gerindra selalu ada dihati masyarakat.

"Kemudian berharap semoga fasilitas ini dimanfaatkan oleh Elly Thrisyanti sebaik baiknya, selalu memberikan motivasi, menjemput aspirasi masyarakat, memperjuangkan dan merealisasikannya. Pengabdian yang lebih baik kedepan melihatkan etos kerja sebagai fungsi legislasi, budgeting dan controling, " pungkas Afrizal.(Im7)  
  

Formulir Kontak

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.