July 2017

Infonusantara.PADANG - Aksi lempar dagangan Pedagang Kaki Lima (PKL) Pasar Raya Padang yang ramai dibicarakan di media sosial, menjadi viral. Aksi itu diketahui, pelempar adalah Kepala Dinas Perdagangan Kota Padang Endrizal,
tepatnya di depan Blok III, sekitar pukul 10.30 WIB, Minggu(30/7)

Menanggapi hal itu Kadis Perdagangan Endrizal mengatakan, "saya tidak mempermasalahkan video yang beredar tersebut. Karena saya yakin apa yang telah dilakukan tidak salah,”ujarnya saat dikonfirmasi di sela-sela penutupan Padang Expo.

Dijelaskan Endrizal kejadian tersebut berada di Pasar Raya tepatnya di depan Blok III, sekitar pukul 10.30 WIB. Pada saat itu, mobil yang sedang melewati pasar tidak sengaja hampir menabrak barang dagangan pedagang. Pedagang tersebut langsung marah dan memukul-mukul mobil dinas.

Melihat aksi pedagang yang marah tersebut, sopirnya turun.Namun dengan penuh emosi pedagang tersebut langsung memarahi sopir dan terus memukul mobil. Saat itu saya juga langsung turun, dan saya sempat pula dimarahi oleh pedagang tersebut. Usai dimarahi pedagang itulah, Endrizal melemparkan pisang milik pedagang. “Saya sempat pula dimarahi oleh pedagang tersebut,” tutur Endrizal.

Tapi, setelah menyadari yang dimarahi adalah kepala dinas pedagang tersebutpun akhirnya minta maaf dan mengakui kesalahan. Disebutkan Endrizal, pedagang tersebut meminta maaf dan mengakui kesalahannya karena tahu posisi dia berjualan salah.

Ia mengatakan pedagang itu berjualan di tengah jalan yang sudah dilarang oleh Dinas Perdagangan untuk dipakai berjualan oleh PKL. “Kami sudah memberitahukan kepada PKL dan sudah membuat komitmen, bahwa PKL diizinkan berjualan di atas trotoar hingga penyelesaian bangunan Blok III selesai secara keseluruhan. Namun, ibu ini malah melanggar. Berjualan hingga ketengah jalan yang sebenarnya adalah hak pengguna jalan,” ungkapnya.

Sementara terkait video tersebut tidak hanya netizen yang menanggapi miring amukan Kepala Dinas Perdagangan Kota Padang, Endrizal yang terekam membanting buah-buahan pedagang ke badan jalan. Video itu juga ditanggapi anggota DPRD Padang, Aprianto.

Menurut Aprianto, apa yang dipertontonkan Kadis Perdagangan di dalam video tersebut sudah tidak manusiawi. Seharusnya, sebagai pejabat yang menjadi teladan di tengah masyarakat, sang Kadis memilih jalan musyawarah dalam menyelesaikan permasalahan, bukan malah mengamuk demikian. “Itu sudah tidak manusiawi. Seorang kadis mestinya beretika, jangan serupa itu,” ungkap Aprianto, anggota DPRD dari PDI Perjuangan, Minggu (30/7) sore.

Para pedagang yang menggelar jualannya di pinggir jalan, menurut Aprianto adalah kaum papah, yang hany mencari sesuap nasi. Semestinya, mereka diperlakukan dengan manusiawi. “Kan ada cara yang lebih bermoral. Tidak perlu Kadis mengobrak-abrik dagangan mereka,” tutur Aprianto, yang merupakan putera Alang Laweh.

Endrizal, menurut Aprianto sebenarnya sosok pejabat yang berprestasi dan memiliki banyak terobosan dalam membenahi Kota Padang. Di tangannya, beberapa perubahan ke arah yang lebih baik, bisa diterapkan di Pasar Raya Padang. “Jangan hanya gara-gara emosi sesaat, prestasi Kadis Perdagangan selama ini, jadi sia-sia di mata masyarakat,” lanjutnya. (im7/ben)

Pasangan  bakal calon Walikota dan Wakil Walikota Padang, Emzalmi dan Desri Ayunda Mendaftar ke Partai Demokrat Kota Padang

Infonusantara.PADANG - Pasangan bakal calon Walikota dan Wakil Walikota Padang, Emzalmi dan Desri Ayunda mendaftar ke Partai Demokrat Kota Padang, Senin 24 Juli 2017. Berkas/ Formulir bakal calon Walikota dan Wakil Walikota untuk periode 2019-2023 ini diterima langsung oleh tim 9 DPC Partai Demokrat di Komplek Azizi, Andalas, Padang Timur.

Rombongan tim Emzalmi - Desri di sambut oleh Ketua DPC Partai Demokrat Januardi Sumka beserta pengurus Demokrat  kota padang dan ketua tim penjaringan bakal calon DPC Partai Demokrat, David Yuzak.

Ketua DPC Partai Demokrat Kota Padang, Januardi Sumka mengatakan, momen ini akan menjadi berkah dan tentunya akan mengusung. Pasalnya, partai Demokrat memegang andil pada putaran kedua pada Pilkada 2014 silam.

Hanya saja, saat ini belum ada putusan. Sebab, keputusan ini tentunya suatu keputusan bersama dengan melihat persyaratan. Selain itu sambungnya, tim 9 akan bekerja disertai dengan fakta integritas yang telah disediakan oleh partai Demokrat.

"Kami apresiasi atas kedatangan keduanya, dan besar kemungkinan hasilnya juga tinggi. Apalagi secara nasional kami masih dipercaya oleh rakyat dan tentunya selektif untuk kebaikan rakyat, untuk keduanya ini sabar ya informasinya," kata Januardi

Partai Demokrat saat ini ada 40 persen dan itu berasal dari kader dan kandidat. Januardi menerangkan dan menegaskan, pihaknya tidak akan berbeda pendapat, tinggal nanti kerja tim 9 di lapangan. "Kami siapkan pasangan ini bisa menjadi pasangan pemenang," ujarnya.

Ketua tim 9 DPC Partai Demokrat Kota Padang, David Yuzak, menyampaikan usai penyerahan ini akan diteliti sesuai dengan Juklak yang telah ditentukan oleh DPP Partai Demokrat di Jakarta. Maka, penetapan akan dikabarkan Agustus dan Septmber telah ada gambaran ke depan, setelah adanya terusan dari DPP ke DPD dan DPC.

"Jika berkehendak bersama DPP akan ada pilihan ke paslon ini," ungkap David.

Sementara Jubir ketua pemanangan pasangan Emzalmi dan Desri Ayunda, Sutan Sati mengatakan, sebagai tim berharap akan Demokrat. Sebab, keduanya (balon) merupakan keterpaduan, tentunya nanti dari hasil survey dari Demokrat. "Emzalmi dan Desri Ayunda untuk semua," katanya.

Emzalmi dan Desri bersepakat untuk mendaftar ke partai bintang Mercy itu karena atas kesepakatan dari para tokoh dan ninik mamak dari 10 nagari, berdasarkan musyawarah.

"Kami sepakat selain atas ajuan juga melihat elektabilitas tertinggi, kami pun berdua masih tinggi diantara 23 kandidat lainnya berdasarkan survey. Kesepakatan ini pun telah ada sejak setahun lalu, dimana 2016 terlihat pada November dan April 2017.

"Peluang ini tertumpangkan untuk menuju Padang 1. Maka, untuk menata kota ini dengan potensi yang sangat besar, perlu perpaduan antara birokrasi dan manajerial agar lebih besar dan baik, " kata Emzalmi.

Dalam kesempatan itu Desri Ayunda menegaskan, biar saya yang jadi manajer kota padang dan pak Emzalmi jadi Walikota Padang. Sehingga tupoksi akan kemapuan dan pengelolaan daerah bisa tepat. Kekuatan besar saat ini bukan jadi penguasa tapi menjadi leadership.

"Kami memahami persoalan yang dihadapi, tapi perlu dimaksimalkan, bicara soal Padang sudah lengkap. Hanya saja tinggal memoles dan memaksimalkan ke depannya," pungkas Desri.

"Sebelum mendaftar ke Demokrat, Emzalmi dan Desri telah mendaftar dan menyerahkan berkas pendaftaran ke Partai NasDem, Hanura dan PPP. Sementara, partai PDI-Perjuangan, PKB dan PBB telah siap mendukung," ungkap Desri.(im7)

Walikota Hadiri Syukuran di Pasar Raya Blok III Padang
Infonusantara.PADANG- Walikota Padang  H. Mahyeldi Asharullah, SP. mengadiri acara Syukuran bersama pedagang katakan untuk lebih indahnya dan bersih pasar ini akan di lakukan pengaspalan jalan di sekitar pasar raya, baik pengaspalan jalan pasar baru, jalan bemo, Jalan rawang, Senin (17/7).

"untuk ke elokan pasar dan tertata baik dan indah di pandang mata, tentu dengan cara musyawarah dan mufakat agar pasar ini kelihatan lebih rancak. Sedangkan  membuat bangunan sangat mudah untuk menjaganya akan lebih sulit" kata Walikota

Kedepnnya kita berharap apapun di buat di pasar ini harus baio-io untuk kepentingan kito basamo,  untuk membangun pasar yang indah rapi dan tertata. "Perlu pengorbanan kito basamo, tak mungkin orang jauh akan pedulikan pasar kitoko, " ujar Walikota dengan dialek minang.

Para pedang yang hebat-hebat dulu di tanah abang berasal dari Padang atau dari ranah minang, begitulah uletnya para pedagang rang minang di negeri orang berusaha, saat pulang kampung bersama para pedagang bisa bangun masjid secara bergontong royong.Wako berharap sekali pada pedagang untuk selalu menjaga kebersihan bersama dan tanggung jawab kita bersama agar pasar ini tetap bersih, asri dan rapi

Mahyeldi juga mengimbau para pedagang, sebelum buka warung atau kedai dagangan terlebih dahulu di sapu di sekitar tempat dagangan, sehingga sampah tak ada, betul-betul bersih baru kedai atau warung di buka begitulah setiap harinya, orang akan senang belanja di lokasi yang bersih dan nyaman

"Disamping itu, harapan besar Walikota akan menjadikan pasar raya sebagai pasar destinasi yaitu sebagai pasar percontohan nantinya dan juga sebagai pasar wisata tempat belanja bagi wisatawan yang berkunjung ke Kota Padang, " harapannya.

Sementara Kepala Dinas Perdagangan Endrizal mengatakan acara Syukuran di angkat para pedagang Blok III Pasar Raya  Padang yang di tempati sekitar  275  pedagang. berasal dari blok III lama yang belum dapat tempat pasca gempa Bumi 2009 lalu, kini telah dapat tempat dan laksanakan syukuran, bersama Walikota dan jajaran.

Endrizal mengingatkan tanggal 26 Juli 2017  akan di launching, seluruh PKL  yang ada di sandang pangan, pasar baru, berantian bemo. PKL yang selama ini belum dapat tempat. agar segera menepati tempat baru sesuai peruntukannya.

Sebagai bukti terima Kasih dan syukur pada Allah yang mengatur semua kehidupan kita (para pedagang) laksanakan syukuran bersama Walikota Padang H. Mahyeldi Ansharullah, di dampingi Kadis Endrizal, Sekretaris Jasman, Kabid. Sarana Malyusdi,  Kabid Bina Marga Hendri viton.

Berkat perjuangan Walikota Padang H. Mahyeldi Ansharullah SP  dan kita semua  tidak terjadi penggusuran sama sekali terhadap PKL di Pasar Raya, tapi yang terjadi penataan pasar tempat berdagang para pedagang kearah yang lebih baik, tertata dan nyaman," ujar Endrizal.

Dalam kesempatan itu, Kabid. Bina Marga Hendri Viton katakan semua pedagang sudah pindah kita akan segera lakukan pengaspalan jalan pasar baru, jalan bemo, Jalan rawang dan sekitar pasar raya Padang.

"Sehingga pasar ini kelihatan lebih bersih dan tertata rapi, jadi orang masuk kedalam pasar tidak menyenseng celana lagi," tutupnya . (Im7/ tf).

Walikota Padang H. Mahyeldi      Ansharullah bersama para undangan dan peserta Multaqa Da'i III di Masjid Raya Sumbar.
Infonusantara.PADANG- Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno mengatakan pertemuan da'i dan ulama dari berbagai belahan dunia di Kota Padang menjadi media persatuan dan persaudaraan umat. Momen ini menyatukan para pemikir Islam untuk menguatkan dakwah dan mencerdaskan umat serta mengokohkan konsep wasathiyah.

Hal ini disampaikan saat membuka Multaqa III tingkat Asia Tenggara dan Afrika di Masjid Raya Sumatera Barat, Senin (17/7). "Pertemuan ini (multaqa da'i) adalah media persatuan dan persaudaraan umat," kata Irwan Prayitno.

Ia berharap dari pertemuan ini melahirkan pemikiran yang memberikan inspirasi dan solusi untuk kemajuan umat Islam di seluruh dunia. Dan dari Padang ini lahir komitmen yang memberikan solusi bagi umat Islam di seluruh dunia," ujarnya.

Irwan Prayitno juga mengungkapkan terima kasih kepada semua pihak atas terselenggaranya acara akbar di Kota Padang. Terutama kepada Walikota Padang Mahyeldi Ansharullah beserta jajaran dan kepada Syeikh Khalid Al Hamudi selaku pembina yayasan Al Manarah Al Islamiyah Foundation yang turut mempanitiai multaqa da'i ini.

"Apresiasi dan terimakasih saya ucapkan kepada Walikota Padang yang bersedia menjadi tuan rumah dan Yayasan Al Manarah serta semua pihak atas terselenggaranya multaqa da'i di Padang," ungkapnya.

Walikota Padang Mahyeldi Ansharullah mengatakan, kesediaan Kota Padang menjadi tuan rumah didasari kekuatan semangat religius masyarakat Minangkabau. Sejak dulu, falsafah hidup orang Minangkabau adalah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah.

"Kota Padang siap menjadi tuan rumah pertemuan da'i III  setelah mengajak Syeikh Khalid datang ke Padang dan bertemu sejumlah tokoh,"ujar Mahyeldi.

Dikatakan rangkaian kegiatan multaqa da'i III ini dimulai sejak 8 Juli lalu, yaitu dalam bentuk Lomba Tahfiz Qur'an dan Hadis, Subuh Berjamaah, ceramah maghrib, juga peletakkan batu pertama pembangunan Pusat Studi Al Qur'an inisiasi Baznas Kota Padang.

Menurutnya pertemuan ini juga nengokohkan ikatan kuat antar bangsa, khususnya antara Minangkabau dan Arab Saudi. Puluhan bahkan ratusan mahasiswa asal Padang telah belajar dan berguru kepada ulama-ulama Arab Sadi. Sejarah mencatat, Ahmad Khatib Al Minangkabawi  dan Yasin Padang. Hari ini juga ada Abdullah Al Minangkabawi dan Yusuf Padang yang menjadi dosen Universitas Islam Saudi Arabia.

"Ini membuktikan ikatan dan hubungan kita masih kuat hingga sekarang," pungkas Wako Mahyeldi.

Syeikh Khalid Al Hamudi falam sambutannya menyinggung pentingnya pengembangan konsep dakwah seperti dakwahnya Rasulullah SAW, yaitu dakwah yang moderat, tidak ekstrim kiri ataupun ekstrim kanan. 

"Konsep dakwah yang dikembangkan seperti dakwahnya Rasulullah. Moderat. Tidak ekstrim kiri dan kanan, tapi mencerdaskan umat dan mengokohkan wasathiyah," katanya.

Dalam pertemuan ini hadir tamu-tamu yang terbilang istimewa, diantaranya, mantan Presiden Sudan Abdurrahman Sawar el Zahab, Duta Besar Arab Saudi Untuk Indonesia Brigjen Usamah As Syuaibi, Ketua Ikatan Ulama dan Da'i Asia Tenggara Ust. Zaitun Rasmin Lc serta yang paling banyak mendapat perhatian peserta lainnya adalah kehadiran gubernur terpilih DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan.(Im7/Tf)


Infonusantara.PADANG – Kegiatan Multaqa Da’i Internasional mulai ditabuh di Padang, Senin (17/7) ini. Ratusan ulama dan da’i yang berasal dari Afrika, Eropa, maupun Asia Tenggara hadir di Padang.

Walikota Padang H. Mahyeldi Ansharullah Dt Marajo saat ditanyai membenarkan jika ratusan ulama dan da’i akan tiba sebelum pembukaan Multaqa Da’i. Tidak saja ulama maupun da’i dari luar negeri, juga utusan dari seluruh Indonesia.

“Kita akan kedatangan ratusan tamu dalam acara Multaqa Da’i,” ungkap Mahyeldi, kemarin.

Informasi yang diperoleh dari Walikota Padang melalui Kepala Bagian Kesra Jamilus yang dikonfirmasikan langsung ke Yayasan Al Manarah Al Islamiyah, sebanyak 506 ulama dan da’i sudah menyatakan kehadirannya pada pembukaan Multaqa Da’i. Seluruh ulama dan da’i itu tiba pada Minggu (16/7).

“Total peserta sementara yang sudah mengkonfirmasikan kedatangannya yakni 506 orang,” sebut Kabag Kesra Setdako Padang Jamilus yang didampingi Kepala Bagian Penyambutan Tamu Yayasan Al Manarah Al Islamiyah Ustad Usman Baco.

Ulama ataupun da’i yang berasal dari seluruh provinsi di Indonesia yakni sebanyak 34 orang. Mereka diantaranya yakni Ustad Muhammad Hatta Lc asal Aceh, Ustad Muhammad Jumadi Lc asal Lampung, Ustad Ahmad Alim asal Jawa Barat, Ustad Mujahid Ahlisa asal Sulawesi Barat, Ustad Muhammad Ayub asal Papua, Ustad Muhammad Mahmud asal Flores, Ustad Mustafid Anna asal Bali, Ustad Ambo Tang asal Sorong, Ustad Yusuf Harun asal Jakarta, dan lainnya.

“Seluruh ustad dari seluruh provinsi ini tiba di Padang, Minggu (16/7). Kecuali Ustad Muhammad Hatta Lc asal Aceh yang datang lebih dulu dibanding yang lain itu,” papar Jamilus.

Ditambahkan Ustad Usman Baco, sebanyak sepuluh negara se-Asean juga ikut mengirimkan ulama maupun da’i. Sepuluh negara itu yakni Filipina, Thailand, Myanmar, Kamboja, Brunei Darussalam, Singapura, Vietnam, Timor Leste, Malaysia, dan Laos.

Ulama yang hadir yakni Zaid, Napsa Ahmad, Jamal Munib, Muhammad Yusuf Ocfemia (Filipina). Shafee Kara dan Ilyas Assidki (Thailand). Mustofa Yachun (Myanmar). Hasan Soleh dan Shalah Shaleh (Kamboja). Abdurrasyid Muhammad (Brunei). Muhammad Azri Azman dan Rasman (Singapura). Dr Basiron dan Dao Thanh Him (Vietnam). Julio Muslim Dacosta dan M. Anwar Dacosta (Timor Leste). Ismail Usmar dan Dr Abdul Basith (Malaysia). Serta, Imam Yahya asal Laos.

“Sedangkan dari Saudi Arabia mengutus Syaikh Hasan Bugis,” terang Ustad Usman Baco.

Tidak itu saja. Tuan rumah Kota Padang juga mengutus 179 da’i dan ulama. Begitu juga utusan da’i dan ulama se-Sumatera Barat luar Kota Padang sebanyak 139 orang. Termasuk da’i dan ulama tambahan dari Indonesia sebanyak 24 orang.

“Tamu Saudi Arabia, Eropa dan Afrika hadir sebanyak 60 orang. Begitu halnya dari perwakilan Ormas dan Tokoh sebanyak 25, serta dari Yayasan Al Manarah Al Islamiyah sebanyak 27 orang,” pungkas lelaki asal Makkasar ini.(Im7/Ch. Legi)

Festival Marandang" Kuliner Tradisional Minangkabau 2017
Infonusantara.PADANG – Pemerintah Kota Padang melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata kembali menggelar lomba memasak Rendang atau ‘Marandang’ dalam Festival Kuliner Tradisional Minangkabau 2017.

Lomba yang diikuti antar 104 kelurahan di 11 kecamatan ini, tidak hanya dalam rangka saling memamerkan cara pembuatan serta kegurihan dan kelezatannya saja. Namun terlebih lagi, untuk memotivasi para generasi muda khususnya kaum perempuan agar senantiasa melestarikan masakan khas tradisional Sumatera Barat itu hingga masa-masa yang akan datang.

Menurut Ketua Dekranasda Kota Padang, Hj Harneli Bahar, festival marandang ini memang harus selalu diadakan dan terus digelorakan khususnya di Kota Padang. Sebagaimana ia juga mengkhawatirkan, jika itu tidak dilakukan suatu saat nanti rendang bisa habis, punah atau bahkan tidak dimasak lagi oleh masyarakat.

“Budaya Marandang ini perlu diwariskan kepada generasi muda kita. Sehingga mereka tetap bisa melanjutkan ilmu memasak masakan yang sudah diwariskan turun-temurun ini,” sebut Harneli sewaktu mencicipi rendang di masing-masing stan kelurahan peserta lomba di halaman Museum Adityawarman, Minggu (16/7) pagi.

Harneli juga mengharapkan, agar semua pihak terus mendukung perkembangan industri berbagai makanan tradisional agar semakin digemari dan mampu berkembang. Sehingga dengan itu diharapkan akan mampu mengantisipasi gempuran bermunculannya kuliner atau ‘fastfood’ dari mancanegara.

“Semoga melalui lomba ini akan memotivasi kita semua khususnya generasi muda untuk mau belajar dan melanjutkan ilmu marandang ini,” imbuh istri Walikota Padang itu memotivasi.

Dalam kesempatan itu sekian banyak peserta yang diikuti pejabat, staf dan juga masyarakat yang mewakili kelurahannya masing-masing terlihat saling berjibaku memasak rendang untuk menjadi yang terbaik dalam penilaian.

Dari sekian banyak peserta Lurah Gunung Pangilun Andi Amir sewaktu ditemui mengungkapkan, pihaknya sangat antusias dalam lomba marandang tersebut. Ia pun juga berharap melalui lomba ini rendang semakin diminati oleh masyarakat sekaligus mampu melahirkan regenerasi dalam proses pembuatannya.

“Kita tahu, bahwa sampai saat sekarang ini rendang merupakan salah satu kuliner terlezat di dunia dari Sumatera Barat. Kami setuju sekali lomba marandang ini terus diadakan, agar para generasi muda atau 'Rang Mudo' kita terus mewariskannya,” ungkapnya.

Festival Kuliner Tradisional Minangkabau 2017 tersebut dibuka secara resmi dengan ditandai penabuhan gendang secara bersama-sama oleh Wali Kota Padang H. Mahyeldi Ansharullah Dt Marajo bersama Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kementerian Pariwisata RI. Juga hadir Ketua Dekranasda Kota Padang Hj Harneli Bahar, Ketua GOW Padang Hj Rosmawati serta pimpinan OPD Pemko Padang.

Kegiatan itu pun semakin meriah, karena juga dihadiri tamu spesial yakni rombongan da'i dan ulama se-Asia Tenggara, Afrika dan Eropa yang akan mengikuti Multaqa Da'i Internasional di Padang 17 Juli ini. (Im7/David)

Infonusantara. PADANG - Pariwisata Kota Padang telah berbenah. Perlahan tapi pasti, wisatawan berjubel datang ke Padang. Wisatawan sejumlah negara pun dibidik untuk bisa singgah ke Padang.

Hal ini menjadi keinginan dari Walikota Padang H. Mahyeldi Ansharullah Dt Marajo. Keinginan itu disampaikannya di depan seluruh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di jajaran kerjanya saat rapat staf di Balaikota Padang, Sabtu (15/7).

"Wisatawan dari Timur Tengah merupakan potensi yang harus kita manfaatkan," ungkap Mahyeldi.

Diceritakan Mahyeldi, saat ini wisatawan Timur Tengah banyak berdatangan ke Malaysia. Hampir setiap bulan berkunjung ke Malaysia bagian barat.

"Memanfaatkan potensi itu, kita akan ambil paket wisata dari Arab Saudi ke Indonesia, terus ke Malaysia," tukas Walikota Padang.

Warga Timur Tengah kerap berkunjung ke negara lain. Terutama pada saat musim haji tiba. Sebab, cukup banyak rumah warga Timur Tengah yang dikontrakkan pada saat musim haji. Sehingga dalam sebulan itu mereka lebih memilih pergi ke luar negeri.

"Kita harus segera melakukan kerjasama dengan Malaysia," sebut Mahyeldi.

Selain merancang rencana tersebut, Mahyeldi menekankan perlunya kesiapan Padang dalam menyambut tamu dari Timur Tengah itu. OPD Pemko Padang yang terkait, mesti fokus membenahi pariwisata sehingga layak untuk dikunjungi oleh wisatawan dari negara tersebut.

"Harus fokus dengan pariwisata kita supaya ada yang dijual nantinya," beber Walikota Padang.

Salah satu upaya itu, Walikota Padang mengimbau kepada pemilik restoran maupun rumah makan yang ada di Padang untuk menyediakan juga masakan khas Timur Tengah. Untuk memasak masakan itu tidak rumit. Apalagi, saat ini cukup banyak restoran yang menyediakan menu masakan Timur Tengah, seperti di restoran 'Kampung Malabar' yang baru saja diresmikan.(Im7/Charlie)

Anies Baswedan Hadiri Pembukaan Multaqa Da'i k-3 di Padang
Infonusantara.PADANG – Dalam pembukaan Multaqa Da’i ke-3 di Padang, Senin (17/7). Cukup banyak yang akan hadir, salah satunya yakni Gubernur DKI Jakarta terpilih, Anies Baswedan. Tidak itu saja, sejumlah gubernur pun akan ikut hadir dalam acara tersebut.

“Ya, Gubernur DKI terpilih bakal hadir di Padang,” ujar Walikota Padang H. Mahyeldi Ansharullah Dt Marajo, Sabtu (15/7).

Anies Baswedan memang telah berniat untuk hadir dalam acara Multaqa Da’i ini. Keinginannya itu disampaikan pada saat bertemu Walikota Padang di kediaman Duta Besar Arab Saudi di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setdako Padang, Jamilus saat dikonfirmasi menyebut, Anies Baswedan mendarat di Padang pada Minggu (16/7) malam. Direncanakan kedatangannya akan disambut di ruang VVIP Bandara Internasional Minangkabau (BIM).

“Kita sudah mendapat kabar dari ajudan beliau. Bapak Anies Baswedan akan mendarat di Padang sekitar pukul 21.45 Wib,” ungkap Jamilus yang akrab disapa Ji-em itu.

Lebih jauh dikatakannya, tidak saja Anies Baswedan yang hadir pada acara Multaqa Da’i ke-3. Akan tetapi juga akan hadir sejumlah gubernur lainnya. Seperti Gubernur Banten, Gubernur Maluku Utara, dan Gubernur Riau. Mereka akan hadir pada penutupan Multaqa Da’i nantinya.

“Sedangkan kedatangan Gubernur Jawa Barat belum ada kepastian,” cecarnya.

Multaqa Da’i dibuka di Masjid Raya Sumbar, Senin (17/7) pagi. Pembukaan dilakukan pukul 07.00 Wib. “Kepada seluruh masyarakat mari sama-sama kita ramaikan pembukaan Multaqa Da’i ini,” ajak Jamilus.(Im7/Ch)

Peletakkan Batu Pertama Untuk Pembangunan PSQ oleh Walikota Padang
Infonusantara.PADANG-Kota Padang bakal memiliki Pusat Studi Quran (PSQ) yang akan melahirkan generasi penghafal Quran 30 juzz.  Proyek peradaban ini berlokasi di Kelurahan Padang Basi Kecanatan Lubuk Kilangan di atas tanah yang diwakafkan H. Herman Nawas dan keluarga melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Padang.

Pembangunan gedung PSQ ini dimulai dengan simbolis peletakkan batu pertana oleh Walikota Padang H. Mahyeldi Ansharullah, Jumat (14/7).

Walikota Mahyeldi menyebut, keberadaan PSQ ini nantinya akan mendorong lahirnya generasi penghafal Qur'an. Semakin mendekatkan umat Islam terhadap tuntunan agama sehingga Padang menjadi negeri yang berkah.

"Dari sini (Pusat Studi Quran) nantinya akan lahir penghafal Qur'an dan mendekatkan umat dengan tuntunan Qur"an," kata Mahyeldi.

Sementara ini Baznas Kota Padang sudah menyiapkan dana sebesar Rp. 500 juta untuk pembangunan awal. Pihak Yayasan UPI YPTK Herman Nawas dan keluarga yang telah menghibahkan tanah seluas 3.300 meter juga berjanji untuk membantu pembangunan gedung yang diperkirakan membutuhkan dana sebesar Rp. 14, 2 milyar.

"Baznas menyiapkan dana Ro. 500 juta untuk pembangunan awal, sedangkan untuk pembangunan keseluruhan dibutuhkan Rp 14, 2 milyar hingga selesai," kata Ketua Baznas Kota Padang Epi Santoso.

Pada acara peletakkan batu pertama pembangunan  PSQ tersebut hadir rombongan tamu kehormatan  Ketua Al Manarah Islamiyah Foundation, Arab Saudi Syeikh Khalid Al Hamudi serta Hafizd 30 juzz Syeikh Kamil dari Mesir. Rombongan tetamu yang mengikuti rangkaian kegiatan Multaqa Da'i dan Ulama tiga benua di Padang.

Syeikh Khalid turut membantu sebesar Rp. 100 juta seraya berharap proyek peradaban tersebut segera terealisasi.

Sementara itu, H. Herman Nawas bersyukur ,  tanah yang diwakafkannya dumanfaatkan untuk kepentingan umat. Bahkan dengan gagasan yang lebih besar, yaitu menjadikan pusat mencetak generasi hafal Qur'an.

Menurutnya, semua ini tidak terlepas dari perhatian Walikota Mahyeldi yang memiliki perhatian yang tinggi terhadap pembangunan keagamaan.

""Kami sekeluarga bersyukur tanah yang diwakafkan ini dimanfaatkan untuk kepentingan ummat. Ini tidak lepas karena walikota yang mencibtai Al Qur'an," tukasnya.(Im7/Ch)

Infonusantara.PADANG - Ketua Dewan Pembina Yayasan Al Manarah Al Islamiyah Arab Saudi Syeikh Khalid Al Hamudi menyebut bahwa seorang pemimpin yang beriman akan membimbing rakyatnya ke jalan yang benar. Masyarakat akan beruntung jika mempunyai pemimpin yang seperti itu.

Lebih jauh dikatakannya, masyarakat Padang sungguh sangat beruntung memiliki Walikota Padang H. Mahyeldi Ansharullah Dt Marajo. Sebab, Mahyeldi menurutnya sangat dekat dengan Al Quran.

"Warga Kota Padang beruntug memiliki pemimpin (Walikota) yang taat kepada Allah. Ikhwaku, Mahyeldi  Ansharullah hatinya dekat dengan Al Quran," kata Syekh Khalid Al Hamudi menyampaikan sambutan ketika peletakkan batu pertama pembangunan Pusat Studi Quran Kota Padang, di Padang Besi Lubuk Kilangan, Jumat (14/7).

Sekaitan dengan itu, Syekh Khalid Al Hamudi mengingatkan warga Padang untuk selalu mendukung pemimpin yang saleh. Karena pemimpin yang saleh akan mampu menjalankan amanah yang diberikan.

"Setiap pemimpin yang saleh selalu dibimbing Allah," tukasnya.

Sementara itu, sebelumnya Walikota Padang H. Mahyeldi Ansharullah Dt Marajo menyebut bahwa kedatangan Syekh Khalid Al Hamudi di Padang telah membawa berkah. Pertemuan Ulama se-Dunia yang diselenggarakan di Padang adalah berkat Syekh Khalid Al Hamudi. Akan banyak ulama yang datang ke Padang. Bahkan, selama sepuluh hari, ayat suci Al Quran terus berkumandang di Padang.

"Cukup banyak berkah bagi Padang," ujar Walikota Padang.(Im7/Ch)

Walikota Berikan Sambutan Dalam Penutupan Kegiatan MHQ 
Infonusantara. PADANG - Musabaqah Hifzil Quran (MHQ) yang merupakan rangkaian acara pertemuan ulama tingkat dunia di Padang akhirnya ditutup Kamis (13/7) sore. Selama tiga hari digelar, antusiasme peserta dan penonton cukup besar. Pemerintah Kota Padang bertekad mengagendakan acara serupa setiap tahun.

"Apakah kita semua yang hadir di sini senang dengan acara ini?" tanya Walikota Padang H. Mahyeldi Ansharullah Dr Marajo kepada penonton yang hadir di Aula Asrama Haji Tabing Padang.

Seluruh penonton serempak menjawab senang. Karena itu Walikota Padang bertekad untuk menggelar acara serupa setiap tahunnya.

"Mudah-mudahan Padang nanti akan dihadiri oleh generasi yang hafal dan cinta Al Quran dan sunnah nabi," harap Mahyeldi saat memberi sambutan penutup acara.  

Mahyeldi mengatakan, pihaknya akan terus mengundang Ketua Dewan Pembina Yayasan Al Manarah Al Islamiyah Syekh Khalid Al Hamudi, serta dewan juri yang bekerja di MHQ, agar bisa datang setiap tahunnya di Padang.

Sisi lain Walikota Padang mengatakan dengan lomba MHQ, ayat Al Quran menjadi bacaan yang selalu dibaca oleh masyarakat Padang. Serta menjadi bacaan rutin warga dalam keseharian.

"Sehingga lengkap, warga dapat hafal Al Quran dan sunnah nabi," terang Mahyeldi.

Walikota mengimbau kepada jajaran kerjanya terkhusus Bagian Kesra untuk segera memprogramkan lomba tahfiz Quran dan sunnah, dan tilawah Quran. Sehingga di setiap kecamatan dan tingkat Kota Padang ada lomba tersebut.

Sementara itu, Ketua Dewan Pembina Yayasan Al Manarah Al Islamiyah Arab Saudi Syekh Khalid Al Hamudi menyebut, pihaknya merasa senang dengan undangan setiap tahun dari Walikota Padang. Menurutnya, pihaknya akan menyiapkan hadiah menggiurkan bagi pemenang lomba MHQ yang akan diadakan di Padang setiap tahunnya.

Syekh Khalid menuturkan juga bahwa tujuan digelarnya MHQ pada pertemuan ulama di Padang adalah untuk menyatukan manusia dengan Al Quran. Sebab tidak ada kemuliaan dan derajat tinggi selain dengan meninggikan Al Quran.(Im7/Ch / Taf)

Walikota Padang Terima Penghargaan Pastika Parahita dari Menteri Kesehatan RI
Infonusantara.PADANG - Walikota Padang H. Mahyeldi Ansharullah Dt Marajo memboyong penghargaan 'Pastika Parahita' dari Menteri Kesehatan RI. Penghargaan ini diberikan atas komitmen Pemerintah Kota Padang dalam melindungi generasi muda dari bahaya rokok. Serta telah terlaksananya kebijakan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di Padang.

Penghargaan diberikan Menteri Kesehatan RI melalui Dirjen Pengendalian dan Pencegahan Penyakit dr. H. Muhamad Subuh, di The Alana Hotel Jogjakarta, Rabu (12/7).

Penghargaan ini diserahkan pada acara Pertemuan Aliansi Bupati/Walikota Peduli Kawasan Tanpa Rokok dan Penyakit Tidak Menular. Penghargaan 'Pastika Parahita' merupakan sebuah pengakuan kepada Pemerintah Kota Padang dalam keseriusan mengimplementasikan Peraturan Daerah KTR.

"Alhamdulillah, kita meraih penghargaan ini," ucap Walikota Padang usai menerima penghargaan.

Walikota mengatakan dengan diraihnya penghargaan ini implementasi Peraturan Daerah (Perda) Kawasan Tanpa Rokok (KTR) harus semakin maksimal. Terus masif di tengah masyarakat.

"Serta Padang bebas iklan rokok pada tahun 2018 dapat terlaksana," harap Mahyeldi.

Walikota membeberkan bahwa selama ini Pemerintah Kota Padang melalui Dinas Kesehatan telah melaksanakan kebijakan KTR. Selain telah memiliki Perda, Padang sudah melaksanakan Perda KTR tersebut pada tujuh kawasan.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang Feri Mulyani Hamid menyebut penghargaan yang diraih Padang berkat komitmen Walikota Padang untuk menghapus iklan rokok di Kota Padang. Ini dilakukan untuk melindungi generasi muda yang berkualitas pada seratus tahun kemerdekaan Indonesia. Di mana saat itu Indonesia memiliki bonus demografi, sebanyak 60 persen penduduk Indonesia didominasi oleh generasi muda.

Dalam acara yang dihadiri Menteri Kesehatan Republik Indonesia Prof. Dr. dr. Nila F. Moeloek, Sp. M(K) itu juga diserahkan dua kategori piagam penghargaan lainnya yang diberikan kepada sejumlah Pemerintah Daerah, yakni penghargaan Pastika Parahita dan Pastika Parama.(Im7/Ch)


Nanda Talambanua Mantan Atlit Angkat Berat(lifter) Pertama di Indonesia dan Pelatih di PT.Semen Padang
Infonusantara.PADANG - Siapa yang tidak kenal sosok seorang atlet angkat berat (lifter) pertama dari Indonesia dan bergudang prestasi yang telah mengharumkan nama baik provinsi Sumatera Barat dan  bangsa Indonesia dalam memecahkan rekor angkatan untuk kejuaraan dunia. Ya Nanda Telambanua namanya, atlet kelahiran Domo, Telok Dalam, Nias 11 April, 1965.

Namun saat ini Nanda Talambanua, mantan atlet angkat berat (lifter) yang saat ini telah menjadi pelatih di PT.Semen Padang ini merasa terzolimi atas akses satu - satunya jalan keluar masuk menuju rumahnya yang telah dipagar oleh tetangganya sendiri bernama Sovia yang juga adalah ketua RT setempat. Hal tersebut dilakukan tanpa permisi dan tanpa musyawarah serta tanpa ada izin dari Instansi terkait.

Nanda menjelaskan, tanpa memperlihatkan bukti hak kepemilikan secara tertulis yang jelas, pihak Sovia tindakannya mendirikan pagar dimulut akses jalan serta untuk meng Klaim akan Haknya yakni akses jalan keluar masuk dari rumahnya. Padahal kita sudah melengkapi sertifikat, IMB dan KRK, jadi saya rasa tak masalah saya melalui jalan akses jalan tersebut.

"Atas perlakuan pihak Sovia yang telah memagar dimulut akses jalan tersebut, saat ini saya tidak bisa lagi membawa masuk kendaraan roda empat masuk kedalam dan terpaksa menitip ke tempat orang lain yang cukup jauh dari rumah saya, " katanya, Selasa (4/7).

Saya dari hari - kehari berusaha bersabar dan saat ini terombang ambing untuk mencari bantuan serta keadilan,dengan harapan ada kejelasan serta dapat menjadi pegangan yang sah agar dapat kembali memanfaatkan akses jalan tersebut.

Kita sudah membuat dan memasukkan laporan ke pihak Kelurahan Kampung Pondok, pihak Kecamatan Padang Barat. Proses penyelesaiannya ternyata melewati berbagai etape serta kajian dan perdebatan, sudah beberapa kali dilakukan mediasi namun tak ada kesepakatan, sehingganya hampir 6 bulan lebih, karena kepatuhan saya masih menunggu keputusan peraturan hukum berlaku.

Dikatakan, dimana letak keadilan, ada apa dengan petugas penegak Perda di kota ini. Perlu diketahui bahwa jalan dimaksud yaitu jalan sebagaimana tertuang dalam KRK nomor :01112/KRK/TRTBP/KRK-PRK/11/2016, sedangkan di gambar jalan tersebut di tulis "JALAN YANG ADA". Dimana menurut keterangan aparat dari OPD terkait, maksudnya, jalan tersebut Jalan yang sudah ada, berarti telah menjadi jalan lewat masyarakat dari dahulunya, maka tidak dapat menjadi hak milik. Berarti tidak ada ganti ruginya.

Selain itu disepanjang jalan sesuai KRK dimaksud bangunan masyarakat sudah ber IMB termasuk rumah saya sendiri kata Nanda Talambanua, kecuali bangunan milik si pemasang pagar. Jika memang ini tanah milik kaumnya kenapa hingga saat ini mereka tidak mau memperlihatkan surat - surat sah terkait kepemilikan tanah atas jalan tersebut. "Jadi atas dasar hukum apa mereka menutup akses jalan ini, " tegasnya.

Sementara untuk pemasangan pagar pun juga diatur izinnya dengan Perda.Namun ia menilai teridentifikasi pertimbangan dan kebimbangan pihak Satpol PP untuk melakukan eksekusi. Saya lebih heran lagi atas sikap Kasatpol PP Padang yang mengkhawatirkan kekuatan surat gugatan itu dan mengatakan KRK bukanlah sebagai bukti Hak.

"Memang benar Satpol PP Padang sudah turun kelapangan, namun ketika dilokasi bapak Dian Fakri malah beliau meprioritaskan sasaran pembongkaran bukan terhadap pagar dimaksud melainkan dinding milik masyarakat lain yang sudah lama berdiri menutup terusan akses jalan kesisi lain dari rumah saya," kata Nanda.

Dalam hal ini saya hanya ingin Pemko Padang agar segera menyikapi hal ini. "Jangan sampai berlarut - larut karena dalam hal ini saya sudah melengkapi semua dokumen dan sudah melalui proses sesuai prosedur yang berlaku, " tegasnya.


Selain itu, kata Nanda, dirinya juga mendapatkan informasi dari salah seseorang staf di Kantor Camat Padang Barat, yang bertemu dengan mantan Wagub Sumbar Fachri Ahmad. "Katanya kepada saya, Sovia bukan  pemilik tanah, dan bukan Kaum Suku Tanjung karena Kaum Suku Tanjung adalah bako oleh sovia," ujar Nanda mengulang perkataan staf camat.

Yang menariknya lagi, sebut Nanda,  perkataan wagub Sumbar Fachri Ahmad yang menegaskan dan membenarkan jalan yang dipakai Nanda adalah yang sudah ada dari dulunya dan dirinya tak akan menggugat jalan tersebut. "Pak Fachri Amhad pun juga bersedia memberikan keterangan bila dipanggil oleh polisi atau pengadilan," sebut Nanda.(Im7)


IKA Dunsanak 98 SMP 7 Padang
Infonusantara.PADANG - IKA Dunsanak 98 SMP 7 Padang laksanakan halal bi halal disalah satu kafe di jalan Djuanda, Kamis 29 Juni 2017 ,sekaligus membahas terkait agenda persiapan untuk Reuni Akbar 20 Tahun IKA Dunsanak 98 SMP 7 Padang.

Ketua IKA Dunsanak 98 SMP 7 Padang Nofri Effendi mengatakan, menurut rencana agenda tahun mendatang akan membagikan 1000 Al-quran pada mesjid/mushalla di Kota Padang.

Untuk agenda tersebut telah ditunjuk Donny Asmadi sebagai Ketua pelaksana kegiatan didampingi oleh Sekretaris Edo Voranda untuk menyelenggarakan acara tersebut yang akan diagendakan pada tahun mendatang, " katanya.

Lebihlanjut jelasnya, juga telah ditunjuk koordinator untuk wilayah Jabodetabek Irsal Norma dan Masviyanto sebagai koordinator wilayah Sumatera.

Sementara Donny Asmadi dalam kesempatan iti juga menyampaikan, agenda yang kita buat ini adalah wujud kepedulian kami untuk membalas semua jasa dari semua guru dan staf di SMP 7 Padang dan sebagai bentuk rasa syukur kami atas apa yang telah kami raih sampai saat ini.

"Ia berharap semoga agenda yang akan dilangsungkan tahun depan ini dapat berjalan sukses serta bisa menjalin silaturahmi para tamatan khususnya IKA Dunsanak 98 dan IKA Alumni SMP 7 Padang  lainnya, " ungkapnya.(*)

Formulir Kontak

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.