June 2017


Suasana Kelenteng See Hin Kiong Kampung Pondok Saat Libur Lebaran
Infonusantara.PADANG - Merayakan suasana liburan lebaran idul fitri 1438 H /2017 M di Kota Padang tidak hanya dikawasan pantai saja, namun Klenteng bari Sin Hin Kiong di kawasan kota tua, jalan Kelenteng Kampung Pondok Kecamatan Padang Barat juga diminati pengunjung saat liburan lebaran kali ini.

Kawasan Kelenteng Kelurahan Kampung Pondok Kecamatan Padang Barat adalah salah satu kawasan kota tua yang termasuk pada destinasi Kawasan Wisata Kota Terpadu (KWT) yakni Pantai Padang, Gunung Padang dan sepanjang jalan batang arau hingga kawasan Pasa gadang.

Lebaran Idul Fitri memang merupakan berkah bagi Kota Padang. Pemudik maupun perantau membagi-bagikan uangnya di Padang. Warung yang menjaja makanan juga penuh sesak saat lebaran. Makanan yang paling diserbu biasanya sate, soto, nasi goreng, bakso dan lainnya. Tak ayal, penjual makanan tersebut kebanjiran rejeki.

Tidak hanya restoran, cafe, pedagang kecil juga ketiban rezki  serta petugas parkirpun menikmati pundi - pundi rezki dari  kendaraan yang banyak terparkir. Semuanya benar-benar memanfaatkan momen lebaran idul fitri ini.

Mardias (48) berserta rombongan berasal dari Pekan Baru mengatakan, kami sudah dua hari di Padang untuk berlebaran kerumah keluarga yang ada disini. Tadi kami terlebih dahulu singgah ke Pantai Padang dan ternyata sudah banyak sekali perubahan dari sebelumnya. Kemudian kami menyusuri jalan Samudera hingga ke Jembatan Sitti Nurbaya dan singgah ke Kelenteng ini.

Memang disini suasananya beda sekali, ciri khas kebudayaan tioghoa sangat terasa sekali, bahkan bangunan kelenteng ini luar biasa. Lihat saja rombongan yang saya bawa, mereka langsung berfoto didepan kelenteng. Ini salah satu tempat yang luar biasa untuk dikunjungi, walau hanya untuk berfoto bersama keluarga. "Seakan suasana disini sama seperti di tempat asalnya di negeri china, " ungkapnya pada padangmedia.com,Rabu( 28/6)

Jamal (45) salah seorang juru parkir kawasan Pondok, jalan kelenteng mengatakan, parkir di kawasan ini ada dua shif yakni dari pagi hingga sore dan sore hingga malam. Memang disini cukup ramai apalagi jelang sore hingga malam.

"Alhamdulillah dari ramadhan hingga libur lebaran ini pengunjung untuk makan dan minum serta melihat kelenteng cukup ramai, jadi pendapatan untuk parkir lumayan dari hari biasanya, " ujarnya.

Begitu juga halnya pedagang minuman kopmil dikawasan ini, dari pantauan media ini pengunjung yang datang silih berganti memasuki warung yang ada disana.

Sebelumnya terpisah, Walikota Padang, Mahyeldi Ansharullah mengatakan, Padang selalu ramai dikunjungi pada libur lebaran. Mahyeldi berharap, dengan tingginya kunjungan wisatawan dan perantau akan meningkatkan perekonomian warga.

"Kita berharap dengan banyaknya kunjungan, percepatan pertumbuhan ekonomi Kota Padang terus terjadi," harapnya. (im7)


H.Maidestal Hari Mahesa Anggota DPRD Padang Fraksi PPP
Infonusantara.PADANG - Heboh soal voucher Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Padang bak bola liar yang menggelinding kian kemari. Voucher zakat yang "dijatah" untuk kepala daerah (Kada), pejabat dan anggota DPRD Kota Padang yang kemudian disalurkan kepada fakir dan miskin dalam bulan ramadhan 1438 Hmengundang tanda tanya publik, apakah para petinggi di daerah ini termasuk amil zakat?

H Maidestal Hari Mahesa, anggota DPRD Kota Padang dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) mengaku menolak "jatah" voucher zakat tersebut. Salah satu alasannya, bahwa dirinya tidak termasuk amil zakat yang berhak menyalurkan zakat tersebut kepada fakir dan miskin atau orang-orang yang berhak menerimanya.

Saya H. Maidestal Hari Mahesa SSos MM – Anggota DPRD Kota Padang – Fraksi PPP degan Tegas Menyatakan dan Telah Mengirimkan Surat PENOLAKAN Permintaan Pengiriman Nama, Membagikan , serta Mengembalikan 50 Lembar VOUCHER yg di Berikan Oleh Baznas Kota Padang kepada Saya melalui Sekretariat Fraksi kami di Dprd Padang, dgn Surat no 78/ FPPP-DPRD/IV/2017 yang di Tujukan Kepada Panitia Semarak Ramadhan IX Baznas Kota Padang

Berikut secara lengkap siaran pers Haji Maidestal Hari Mahesa.

Karena Banyak nya Telpon/ SMS/ dan lainnya  dari Masyarakat yang MENANYAKAN dan MEMINTA kepada Kami tentang  VOUCHER BASNAZ Kota Padang yg di Bagikan Melalui Anggota DPRD Kota Padang, dalam Rangka Semarak Ramadhan IX Basnaz Kota Padang. Maka dari itu, Pada Kesempatan dan Melalui Media ini Perlu dan Sangat Penting bagi Kami serta Kami Berikan Klarifikasi/ Penjelasan dan Pernyataan.



1. Saya H. Maidestal Hari Mahesa SSos MM – Anggota DPRD Kota Padang – Fraksi PPP dgn Tegas Menyatakan dan Telah Mengirimkan Surat PENOLAKAN  Permintaan Pengiriman Nama, Membagikan , serta Mengembalikan 50 Lembar VOUCHER yg di Berikan Oleh Baznas Kota Padang kepada Saya melalui Sekretariat Fraksi kami di Dprd Padang, dgn Surat no 78/ FPPP-DPRD/IV/2017 yg di Tujukan Kepada Panitia Semarak Ramadhan IX Baznas Kota Padang

2. Ada pun Surat yg Berkop Fraksi PPP ini Saya sampaikan untuk dan Atas Nama Pribadi tertanggal 25 April 2017 kepada Baznas Kota Padang  atas Jawaban dari Surat Baznas dgn Nomer 06/PP/SR-IX/BAZNAS/PDG/IV/2017 tentang Mohon Rekomendasi Penerimaan Voucher untuk sebanyak 50 Orang dari ANGGOTA Dprd Kota Padang , Surat Penolakan ini Kami sampaikan di Karenakan Beberapa hal alasan; yaitu;

3. Masih Meragukan Bagi Kami, Yg di Lakukan BAZNAS Kota Padang ini apakah Kategori Zakat atau Operasi Pasar ( Sesuai dgn Surat yg Kami Terima )

4. Dana yang di Gunakan Oleh Baznas Apakah dari Pemotongan Zakat ASN Pemko, Zakat Lainnya ataukah dari Pihak Sponsor

5. Dalam Penyampaian Baznas hanya Menuliskan Fakir Miskin ( Jika ini Zakat, tentunya Asnaf 8 juga Berhak, Walaupun diperbolehkan hanya Fakir dan Miskin )

6. Menurut Pemahaman dan Keyakinan Kami, serta Berdiskusi dgn beberapa Ustadz dan Ulama Jika ini Zakat..Kami tidaklah termasuk AMIL ZAKAT..yg Mana di Katakan AMIL Zakat adalah Orang yg Bertugas utk Mengumpulkan, Mengelola dan MENDISTRIBUSIKAN Zakat yg di Tetapkan Oleh Pemerintah/ Ulil Amri ( ada SK/ Surat Tugas ), dan Amil Zakat juga Termasuk sebagai Mustahiq/ Penerima Zakat..Sementara Kami tidak Punya Surat Tugas Amanah Sebagai Amil Zakat

7. Dalam Hal Pengajuan pembagian Voucher tersebut Kami Khawatir tidak Tepat Sasaran karena setelah Berdiskusi non Formal dgn Salah Seorang Pengurus ternyata 50 Nama yg di Kirimkan ke Baznas tidak di Kroscek Ulang Ke Lokasi/ Penerima Layak atau Tidak ( tdk mgkn merobah krna beberapa pertimbangan )

8. Kami Khawatir dan Merasa Menambah Dosa Jika Tidak Bisa Berlaku Adil dgn Pembagian Voucer tsbt karena Diberikan 50 Voucher tsbt sementara yg kami ketahui banyak Mustahiq ( Asnaf 8 ) yg membutuhkan dan bahkan banyak juga yg tidak kami ketahui orang dan tempatnya ( Jika Zakat ).

9. Kami Khawatir jika Kami atau anggota kami yg Bagikan, adanya ( Salah Niat ) MUATAN/  Kepentingan Politis dan Lainnya sehingga akan Mehilangkan MAKNA, ARTI, dan Manfaat Zakat yg Telah Susah Payah diLakukan AMIL Zakat, dan Niat, dan Tujuan Muzaki ( ORANG yang berzakat ) Yg sebagian Besar Merupakan Potongan Gaji/ Pendapatan dari Aparatur Sipil Negara/ ASN/ Pegawai Pemko Padang ( jika dari Pemotongan Gaji Asalnya )

10. Ketika Kami Tanyakan kepada Salah Seorang Pengurus Baznas, Pembagian Voucher ini Pendistribusiannya/ Melalui Rekomendasi/ Usulan siapa saja…dan di Jawab : Antara Lain, Walikota ( jumlahnya Lebih Kurang 3000 an )…Wakil Walikota ( 2000 an ).. Ketua/ Pimpinan/ Unsur Pimpinan Dprd ( masing masing sekian )..Anggota Dprd ( 50 an )…Usulan Masjid/ Musholla  ( *** ) dan Unsur lain lainnya yg secara keseluruhan total Voucer yg akan dibagikan kalau tidak salah dengar hampir lebih kurang 24.000 ( maaf jika salah )

11. Kami juga Sangat Merasa Memberatkan Mustahiq ( Penerima Zakat ) Jika Voucher tsbt di Bagikan dan akan Di tukarkan Mustahiq, bersusah payah ke lokasi Pembagian/berbondong bondong kelokasi pembagian yg mungkin saja tempatnya jauh dari rumah yg bersangkutan atau terjadi hal yg tak terduga dilokasi/menjelang Lokasi

12. Kami khawatir jika nanti Kami/ Anggota Kami Distribusikan Voucer yg hanya 50 Voucher tsbt, akan menjadi Bahan Umpatan, Kekecewaan dan Bahkan Gunjingan di Tengah Masyarakat kami yg sangat Banyak, di Karena kan Kami/ Anggota Kami, tidak Mendistribusikan SECARA TEPAT dan TIDAK ADIL dan Tidak Merata..atau bagi yg tidak Mendapatkan

13. APAKAH BENAR MUSTAHIQ Memang MEMERLUKAN Paket / Gula/SIRUP/ Tepung/ Minyak Goreng Atau Dll Tsbt..??

 Dan Bagaimana Sebenarnya yg Mereka Inginkan Adalah UANG TUNAI ..??

14. Dan ada pun Alasan Lainnya tidak dapat Kami Sampaikan disini Karena khawatir menimbulkan Pemahaman yg berbeda.

15. Pada Kesempatan ini Kami Juga me Mohon Maaf yang Sebesar Besarnya kepada Masyarakat, Simpatisan, Kader yg Jika Sikap Kami Mengembalikan Voucher tersebut Menimbulkan Kekecewaan .Hal dan Sikap ini Kami Ambil dgn Niat Lillahita’ala dan dgn Beberapa Hal yg telah Kami Sampaikan diatas, Serta Renungan, Kajian dan Pengalaman di Beberapa Waktu yg Lewat/ Tahun Belakangan

16. Dan Terakhir Kami Sampaikan Penghargaan serta Apresiasi kepada BASNAZ yg dgn Niat ingin Menghargai Serta Kerjasama nya dgn Lembaga DPRD sehingga Mengikut serta kan Dprd Kota Padang

17. Hormat Kami juga Kami Sampaikan atas Kerja dan Tugas Para AMIL ZAKAT di Basnaz Kota Padang selama bertugas dan BERHARAP dan sekedar Mengingatkan agar Basnas Kota Padang Lebih TRANSPARAN, Independent, BERSIKAP ADIL dan PROFESIONAL dan Tanpa Sedikitpun Terbersit Niat BERMUATAN POLITIS Balas Jasa, Tekanan atau MUATAN Lainnya dikarenakan Tugas yg di Emban PertanggungJawabankan DUNIA dan Akherat

18. Mohon Maaf Apabila ada yg Kurang Berkenan, dan Kepada ALLAH SWT Kami Memohon Petunjuk dan Ampunan..Dan hal yg Kami sebutkan di atas Mohon di Pahami, di Cermati secara Luas dan Bijaksana.

Kepada ALLAH Subhanawata’ala Kami Memohon Ampunan dan Kepada Bapak/Ibu/ Sdr/ i/ Dunsanak dan Sahabat Semua Kami Mohon Maaf…

#Jangan Sampai Kepercayaan Ummat dan PUBLIK Luntur dan Semakin Berkurang ke BAZNAS…

Salam Hormat;
Tertanda :
H Maidestal Hari Mahesa SSos MM
Fraksi PPP – DPRD Kota Padang.(*)

Sebelumnya Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Padang menyalurkan 24 ribu voucher sembako senilai Rp3,6 miliar kepada warga yang kurang mampu untuk ditukarkan dengan kebutuhan pokok pada operasi pasar dan Baznas Peduli.

"Masing-masing penerima mendapatkan voucher senilai Rp150 ribu yang dapat ditukar langsung dengan berbagai kebutuhan pokok mulai dari beras, gula, minyak goreng dan lainnya," kata Ketua Baznas Kota Padang, Epi Santoso di Padang, Sabtu (3/6).

Ia menyampaikan hal itu usai pembukaan operasi pasar dan Baznas Peduli oleh Wali Kota Padang Mahyeldi dihadiri Wakil Wali Kota Padang Emzalmi, Kepala Dinas Perdagangan Padang Hendrizal, Kapolresta Padang Kombes pol Chairul Aziz dan pemangku kepentingan lain dengan tema "Ukir Senyum Dhuafa di Bulan Mulia" di halaman Masjid Agung Nurul Iman.

Menurutnya, penyaluran voucher yang bersumber dari dana zakat yang dihimpun Baznas selama ini merupakan salah satu program rutin yang digelar setiap Ramadhan agar beban kaum dhuafa dapat lebih ringan.

Epi menyebutkan pada 2016 BaznasPadang berhasil menghimpun zakat sebesar Rp24 miliar dan pada tahun ini ditargetkan sebesar Rp28 miliar.

Hingga Mei 2017 zakat yang telah dihimpun mencapai Rp9,8 miliar dan yang sudah disalurkan lebih besar dari yang sudah dihimpun yaitu Rp12,8 miliar lewat program Padang Sejahtera, Padang Religius, Padang Cerdas, Padang Makmur dan Padang Sehat.

Badan Amil Zakat Nasional (Baznas)  Kota Padang kembali membagi-bagikan voucher zakat kepada warga kurang mampu di bulan Ramadan tahun ini.
Ironisnya, voucher zakat itu juga dibagikan kepada Kepala Daerah, anggota DPRD dan pejabat lainnya dengan jumlah bervariasi. Publik pun bertanya, apa payung hukum pembagian voucher zakat kepada Kepala Daerah, anggota dewan, dan pejabat publik lainnya tersebut?

Padahal, dari segi hukum agama, baik al Quran maupun hadis, mereka bukanlah orang-orang yang berhak menerina voucher zakat. Pasalnya, mereka termasuk golongan yang mampu berzakat.

Tanpa harus diberi voucher zakat Baznas, para pejabat tersebut mampu mengeluarkan zakat dari harta mereka. Banyak pihak menilai pembagian voucher zakat itu bersifat politis dan terindikasi gratifikasi.

Selanjutnya , Wakil Ketua Baznas Kota Padang Bidang Pendistribusian, Nursalim ketika dikonfirmasi media ini tak mampu menyebutkan payung hukum pembagian voucher zakat kepada Kepala Daerah, anggota dewan dan pejabat publik itu.

"Setahu saya, sejak saya bertugas di Baznas,  regulasi seperti itu sudah ada. Tapi,  ini merupakan masukan bagi kami, " ujarnya usai peresmian bedah rumah di Tui, Kelurahan Kuranji, Padang, Jumat, 23 Juni 2017 lalu.

Ia menegaskan, selama ini pemberian voucher zakat kepada pejabat tersebut aman-aman saja. Voucher zakat yang diterima pejabat tersebut kemudian disalurkan kepada warga kurang mampu yang berhak menerimanya.

"Mereka mengusulkan calon penerima kepada kita. Data-data penerimanya lengkap.  Pejabat itu hanya menyalurkan voucher zakat kepada orang yang akan menerimanya," jelas Nursalim lagi.

Namun, ketika ditanya, apakah pejabat yang menyalurkan voucher zakat tersebut termasuk amil zakat, Nursalim membantahnya.
"Mereka bukan amil zakat.  Mereka hanya membantu menyalurkan," pungkasnya. (**)

Walikota Padang Mahyeldi Ansharullah
Infonusantara.PADANG - Idul Fitri merupakan momen pulangnya perantau ke kampung halaman. Kedatangan perantau diharapkan akan membawa perubahan bagi kampung. 

Walikota Padang H. Mahyeldi Ansharullah Dt Marajo menyebut, perantau termasuk tulang punggung bagi pembangunan daerah. Sebab, cukup banyak perantau yang mau membangun kampung dan memberi masukan bagi kepala daerah. 

"Momen lebaran kali ini merupakan saatnya bagi kita untuk meminta masukan kepada perantau untuk percepatan pembangunan Kota Padang," sebut Mahyeldi, Selasa (27/6). 

Walikota mengajak seluruh perantau untuk turut berpartisipasi membangun Kota Padang. Perantau diharapkan dapat berinvestasi di Padang. 

"Kita berharap perantau Minang silahkan berinvestasi di Padang. Karena saat ini kita butuh hotel, sekolah, rumahsakit, dan lainnya," ungkap walikota. 

Walikota menyebut, Pemko Padang sudah menyiapkan lahan untuk pembangunan Kota Padang ke depan. Tinggal menunggu investor yang akan menanamkan sahamnya di Padang. 

"Apalagi kita sudah menyiapkan Perda insentif dan kemudahan lainnya bagi investor," pungkasnya.(im7/Ch)

Silahturahmi Lintas Agama di Palanta Walikota Padang
Infonusantara.PADANG,- Walikota Padang H.Mahyeldi Ansharullah,SP pagi ini menerima tamu lintas Agama dari pemuka pemeluk agama Kristen Katolik dan Kristen Protestan barirayo hari kedua, di Palanta, Senin (26/6).
Disampaikan Walikota bahwa kunjungan dilakukan dari saudara kita itu, sambil bersilahturrahmi di hari kemenangan umat Islam.
"Rasa bahagia itu, tentu saudara kita dari lintas agama ingin merasakan sebuah kebahagian umat muslim di Kota Padang" ujar Mahyeldi.
Maka itu, di harapkan warga kota padang mayoritas muslim untuk selalu hidup berdampingan dengan saudara kita, hendaknya dapat ciptakan selalu keharmonisan, tanpa ada perbedaan di antara sesamanya.
Sehingga tali persaudaraan dan kerukunan hidup antar beragama di kota padang terjalin erat seperti perekat, Sacio bak anak ayam sadanciang bak basi. Ujar Walikota mengakhirinya. (im7/yz)



Infonusantara.PADANG,- Hari raya Idulfitri, hari raya yang sangat di tunggu oleh umat muslim di dunia karena satu bulan penuh berpuasa, menahan rasa aus dan lapar, semoga Allah memberikan kasih dan sayang pada umat muslim serta melipat gandakan amal ibadah pahalanya.
Disampaikan Walikota Padang H.Mahyeldi Ansharullah,SP dalam kata sambutan pada acara shalat Idulfitri di lapangan Imam Bonjol Padang, Minggu (25/6).
Walikota katakan mari kita tingkatkan amal ibadah di bulan-bulan biasa, jangan kita lengah dan lalai nantinya, manfaatkan waktu dengan sebaik-baik untuk beribadah.
"Hari raya Idulfitri momentum membentuk diri pribadi untuk lebih mendekatkan diri pada Allah, pada Allahlah tempat mengadu segala keluh kesah, dalam menjalani kehidupan" ujar Walikota.
Maka itu, hari raya Idulfitri salah satu alat pemersatu dan perekat umat Islam, agar selalu kompak, bersatu dalam mengujutkan sebuah impian, mejunjung tinggi rasa persatuan dan persaudaraan diantara sesamanya.
Lebih jauh Walikota mengajak para pemuda dan pemudi penerus bangsa, dari dini harus tekun belajar dan belajar, tuntutlah ilmu itu setinggi tingginya, agar bangsa kita maju di segala bidang, tanpa ilmu negeri ini tak akan maju-maju, jadi maju dan mundur suatu bangsa terletak di tangan generasi penurusnya, lanjut Mahyeldi.
Disamping itu, generasi penurus bangsa di bekali dengan ajaran agama, agar geenerasi muda memiliki modal dan pondasi sebagai benteng yang kuat dan kokoh untuk pertahankan diri dari pengatuh luar yang negatif dapat merusak generasi. Seperti barang haram Narkoba dan sejenisnya, penyakit masyarakat dan sebagainya.
Maka itu, generasi muda adalah tanggung jawab kita bersama, tak mungkin generasi penerus di tinggalkan dalam kondisi lemah dan tak berdaya, tak bisa berbuat apa-apa untuk dirinya sendiri apalagi untuk bangsa, di sini jelaslah kita akan berdosa dan di petanggung jawab kelak nanti di padang masyar. (im7/tf/).


Infonusantara.PADANG - Perantau dan wisatawan tak perlu risau jika datang ke Padang. Sebab, saat ini sudah ada aplikasi android yang berisi informasi tentang Kota Padang. Perantau dan wisatawan pun tak harus bertanya-tanya lagi jika ingin mengetahui tentang sesuatu. Tinggal klik, seluruh informasi akan tersaji.
Walikota Padang pun mengimbau kepada seluruh warga, perantau maupun wisatawan untuk menanam aplikasi tersebut di ponsel android masing-masing.
"Saat ini sudah ada aplikasi 'Padang Dalam Genggaman'. Aplikasi ini memuat cukup banyak informasi tentang Padang," ujar H. Mahyeldi Ansharullah Dt Marajo,Jum'at (23/6) kemarin.
Aplikasi 'Padang Dalam Genggaman' ini dapat diunduh pada ponsel berbasis android. Pengguna dapat mengunggahnya melalui 'Playstore'.
"Silahkan diunggah, aplikasi ini akan memudahkan kita pada saat di Padang," terang Mahyeldi.
Pada aplikasi ini memuat informasi di antaranya seperti restoran, ATM, bank, perkantoran, rumahsakit, dan lain sebagainya. Informasi ini sangat berguna bagi wisatawan yang baru pertama kali datang ke Padang.
"Kita sengaja membuat aplikasi ini untuk memudahkan siapapun jika ke Padang," jelas walikota.(im7/Ch)


Infonusantara.PADANG - Kota Padang dipastikan ramai dikunjungi pada libur Idul Fitri 1438 H. Selain karena telah membenahi objek wisatanya, Kota Padang bahkan juga telah menyiapkan berbagai hal dalam menyambut kedatangan perantau dan wisatawan.
Walikota Padang H. Mahyeldi Ansharullah Dt Marajo mengatakan bahwa berdasarkan pantauan, kunjungan pada libur lebaran tahun ini meningkat dari tahun sebelumnya. Mahyeldi menilai faktor pendorongnya yakni faktor investasi dan pembenahan yang dilakukan.
"Apalagi adanya tradisi pulang kampung oleh para perantau di setiap lebaran," jelasnya,Rabu(21/6) kemarin.
Namun begitu, secara keseluruhan Pemerintah Kota Padang telah bersiap menyambut kedatangan para perantau dan wisatawan. Bahkan sebelumnya, Walikota Padang telah menerbitkan Surat Edaran kepada seluruh pedagang mengenai harga makanan dan minuman, asuransi, serta pelayanan yang mencerminkan wisata halal kepada konsumen.
"Kita juga menyiapkan hotline pengaduan dengan nomor 08116607555," papar Mahyeldi didampingi Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Padang Medi Iswandi.
Walikota juga menyampaikan bahwa koordinasi antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkup Pemko Padang terus diintensifkan dalam menyambut kedatangan tamu. Tak hanya koordinasi, dukungan penuh dari masing-masing personil juga sangat dibutuhkan.
Menyambut kedatangan perantau dan wisatawan, Pemko Padang menyiapkan sejumlah OPD untuk terlibat aktif dalam berkoordinasi dan dukungan. Seperti Camat Padang Barat yang diharapkan mampu berkoordinasi dengan Muspika di kecamatan tersebut dalam mengantisipasi parkir liar di Pantai Padang.
Kemudian Dinas Lingkungan Hidup juga diminta untuk memberikan dukungan dalam pemeliharaan taman kota. Terutama di perbatasan masuk Kota Padang, jalan utama dan Pantai Padang, serta menurunkan relawan kebersihan.
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) diharapkan dukungannya dalam pemeliharaan jalan menuju objek wisata. Serta perbaikan beberapa Penerangan Jalan Umum (PJU) di jalan utama kota dan Pantai Padang.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) diharapkan juga antisipasi dan dukungan dalam menyiapkan dan menugaskan personil selama libur lebaran. Termasuk kesiapan peralatan di semua titik keramaian yang rawan bencana. Seperti Pantai Padang, Pantai Air Manis, Pantai Pasir Jambak, Taman Raya Bung Hatta, Pantai di Bungus dan Sungai Pisang.
Begitu halnya dengan Dinas Kesehatan. Dukungan yang diharapkan yakni kesiapsiagaan personil selama libur lebaran di beberapa titik yang sama dengan BPBD.
"Termasuk Satpol PP dalam penugasan personil di Pantai Padang, Pantai Air Manis, jalan Koto Kaciak yang selalu rawan pungli, serta di Tahura dan depan Transmart," sebut Mahyeldi.
Dinas Perhubungan diharapkan mampu mengawasi parkir, dan menugaskan petugas pengatur lalulintas di depan Transmart. Jalan Koto Kaciak dan Pantai Padang juga harus menjadi perhatian. Kemudian Dinas Perhubungan agar membuat rekayasa lalulintas saat terjadi kemacetan di Pantai Padang, serta mensiagakan mobil derek di Pantai Padang atau depan Transmart.
Kepala Basarnas Sumbar juga diharapkan dukungan lebih dalam menyiapkan dan menugaskan personil serta peralatan di Pantai Padang, Pantai Air Manis, Bungus, Sungai Pisang, dan Taman Hutan Raya Bung Hatta.
"Dinas Koperasi diharapkan dukungan pembinaan dan pengaturan pedagang di atas Jembatan Siti Nurbaya dan lainnya," papar walikota.
Walikota juga menekankan perlunya koordinasi dengan Kepolisian untuk antisipasi dan penindakan pungli serta gangguan kamtibmas lainnya.(im7/Ch)


Infonusantara.PADANG - Kota Padang menjadi satu-satunya kota tercepat di Sumatera dalam penandatanganan Naskah Perjanjian Hibah Daerah Pemilihan Kepala Daerah (NPHD Pilkada) 2018. Dengan ditandatanganinya NPHD tersebut, Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kota Padang akan dapat melaksanakan Pilkada sesuai dengan agenda yang telah terencana.
Penandatanganan NPHD dilakukan di Balaikota Padang, Kamis (22/6) lalu. NPHD yang merupakan legalitas pemberian bantuan dana hibah itu ditandatangani Walikota Padang H. Mahyeldi Ansharullah Dt Marajo dan Ketua KPUD Padang, Muhammad Sawitri. Turut menyaksikan Wakil Walikota Padang Emzalmi dan undangan lainnya.
"Dengan ditandatanganinya NPHD ini berarti KPUD Kota Padang lebih mudah dalam bekerja karena sudah memiliki dana untuk melakukan proses maupun tahapan Pilkada," ucap Walikota Padang usai menandatangani NPHD tersebut.
Walikota mengatakan, besaran anggaran untuk Pilkada mendatang diperkirakan mencapai Rp 55 milyar. Sebanyak Rp 37 milyar diantaranya untuk KPUD Kota Padang.
"Sisanya untuk Panwas, Kesbangpol, keamanan, dan lainnya," sebut Mahyeldi.
Khusus untuk dana hibah bagi KPUD, saat ini sudah tersedia dana sebesar Rp 4 milyar. Sedangkan sisanya sebesar Rp 33 milyar akan dianggarkan pada APBD 2018.
"Agenda Pilkada ini harus berjalan dengan baik, tidak boleh tidak," tegas Mahyeldi.
Mahyeldi berharap agar KPUD memanfaatkan betul secara maksimal dana hibah yang diberikan. KPUD diharapkan dapat mempertanggungjawabkan dengan baik anggaran yang diberikan dan menyelesaikan administrasi keuangan secara cepat dan tepat.
Walikota pun berpesan kepada KPUD Kota Padang untuk terus berkoordinasi dengan KPU Provinsi Sumatera Barat. Sehingga pelaksanaan Pilkada berjalan sebaik-baiknya.
"Jangan sampai Pilkada ini melemahkan sendi-sendi berbangsa bernegara, serta kehidupan bermasyarakat," tegasnya.
Sementara itu Ketua KPUD Padang, Muhammad Sawitri menyebut dengan NPHD ini KPUD Kota Padang akan semakin bergerak cepat dalam menyukseskan Pilkada 2018. Menurutnya, dana sebesar Rp 37 milyar akan digunakan untuk dua kegiatan tahapan Pilkada.
"Yakni untuk persiapan dan penyelenggaraan. Untuk tahun ini kita melaksanakan persiapan. Sedang penyelenggaraan dilakukan pada 2018," katanya saat didampingi Sekretaris KPUD Padang Lucky Dharma Yuli Putra.
Penandatanganan NPHD Kota Padang termasuk yang tercepat. Karena sebenarnya batas akhirnya yakni 27 September 2017. Padang adalah yang pertama di Sumatera, dan yang ke-20 di Indonesia untuk pilkada serentak tahun 2018 dari 171 daerah. Selain Kota Padang, daerah lain di Sumbar yang melaksanakan Pilkada serentak pada 2018 adalah Kota Pariaman, Padang Panjang, dan Sawahlunto.
Berdasarkan data KPUD Padang, Pemilihan Walikota Padang 2018 digelar pada 27 Juni 2018. Sebelumnya dilakukan sejumlah tahapan. Seperti Sosialisasi dan Bimtek pada Juni 2017, penerimaan DAK 2 pada 30 Juli 2017, penandatanganan NPHD pada September 2017.
Kemudian dilakukan pembentukan PPK dan PPS (30 September - 29 Oktober 2017). Dilanjutkan dengan pendaftaran pemantau (30 September 2017 - 29 Mei 2018). Selanjutnya penerimaan DP4 pada 24-27 Desember 2017.
Pasangan calon (Paslon) akan mendaftar ke KPU pada 28-30 Desember 2017. Paslon yang mendaftar diperiksa kesehatannya pada 28 Desember hingga 3 Januari 2018. Sedangkan penetapan paslon dilaksanakan 6 Februari 2018.
Cawako dan cawawako akan berkampanye pada 9 Februari sampai 23 Juni 2018. Dan penetapan DPT dilakukan pada 13-19 April 2018. Pemilihan dilaksanakan 27 Juni 2018. Dan Walikota dan Wakil Walikota terpilih ditetapkan pada Juli 2018.(im7/Ch)



Infonusantara.PADANG- Kendati Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) baru akan digelar pada 2018 mendatang, namun kandidat-kandidat yang akan maju sudah banyak bermunculan. Mulai dari kalangan pengusaha, bahkan sampai pejabat aktif di pemerintahan juga "berselera" memperebutkan posisi nomor satu dan dua.
Walikota Padang H. Mahyeldi Ansharullah Dt. Marajo menilai hal ini sebagai sesuatu yang wajar dalam dinamika politik. Banyaknya tokoh-tokoh bermunculan untuk ikut pilkada menandakan banyaknya keinginan yang baik untuk kemajuan kota.
Namun, politisi PKS yang juga ulama ini menyayangkan, dari kalangan PNS atau pejabat aktif yang berniat maju lebih disibukkan dengan kegiatan menggalang massa sehingga tugas pokok melayani masyarakat terabaikan. Bahkan, pejabat bersangkutan seolah melupakan sumpahnya sewaktu dilantik serta melalikan amanah yang diembannya.
"Masih lama datangnya pilkada di Padang, para calon kepala daerah sudah banyak yang muncul. Ada yang masih aktif menjabat asik mencari masa dimana-mana. Padahal kerjanya untuk melayani masyarakat masih banyak, malahan dia lupa dengan sumpahnya sewaktu dilantik, sehingga melayani masyarakat terabaikan. Ini akan dipertanggung jawabkan dunia dan akhirat," ungkap Mahyeldi dalam sebuah kesempatan di sela rapat dengan jajaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Kota Padang, Kamis (22/6) lalu.
Ia juga gusar dengan banyaknya pihak yang menyebut dirinya akan maju lagi jadi Cawako dan dipasang-pasangkan dengan beberapa nama. Padahal amanah sesungguhnya masih ia jalankan bersama Wakil Walikota Emzalmi. Sedangkan pernyataan resmi untuk maju, belum pernah ia sampaikan, lantaran ingin fokus melaksanakan program sesuai amanah yang diemban sebagai walikota dan wakil walikota Padang periode 2014 - 2019.
"Saya saja belum pernah mengeluarkan pernyataan untuk maju jadi cawako, sebab saya fokus apa yang diamanahkan oleh rakyat untuk membangun Kota Padang ini. Heran saya," kata Mahyeldi.
Lebih dia sesalkan, adanya yang menghujat-hujat dan mengeluarkan ujaran kebencian di media sosial terkait kegiatan pembangunan. Bahkan ada yang menyerang pribadinya. Menurutnya, jika itu sebuah kritikan membangun, dia menerima dan menjadikan sebagai koreksi atas kebijakan. Sebaliknya, bila hanya penyerangan karakter untuk kepentingan politis, akan diabaikan.
"Kritik membangun kita terima. Jika menyerang dengan ujaran kebencian tanpa dasar yang jelas, sebaiknya abaikan," ujarnya.
Pada kesempatan itu, Mahyeldi menekankan kepada pimpinan SKPD agar tetap fokus dan serius melaksanakan tugas. SKPD agar memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat sesuai tugas dan fungsinya.
"Saya berharap sama SKPD Pemko Padang, tolonglah serius melaksanakan tugas. Berikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Ini adalah amanah yang akan diminta pertanggung jawabannya nanti di akhirat," tukuk Mahyeldi.
Ia menambahkan, masih banyak tugas berat. "Jangan pikirkan dulu pilkada mari sama-sama kita bangun Padang ini lebih baik,'' ungkapnya.(im7/ Ch)

Walikota Padang H. Mahyeldi Ansharullah Dt Marajo resmi menutup Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat lanjut usia (lansia) dan Pidato Cilik (Pidacil) antar masjid / mushala se-Kelurahan Pampangan Nan XX, Kecamatan Lubuk Begalung.
Infonusantara.PADANG – Walikota Padang H. Mahyeldi Ansharullah Dt Marajo resmi menutup Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat lanjut usia (lansia) dan Pidato Cilik (Pidacil) antar masjid / mushala se-Kelurahan Pampangan Nan XX, Kecamatan Lubuk Begalung.
Walikota menyampaikan, atas nama Pemerintah Kota Padang mengucapkan terima kasih dan apresiasi atas dihelatnya lomba keagamaan tersebut. Sehingga diharapkan semakin memberikan semangat dan motivasi bagi masyarakat khususnya para generasi muda untuk lebih mencintai agama dan mengamalkan Alquran dalam kehidupan sehari-hari.
"Memang ini yang harus kita lakukan bersama. Bagaimana melalui MTQ ini dapat menimbulkan kegairahan dan motivasi dalam menyemarakkan syiar Islam di tengah kehidupan masyarakat," puji Wako dalam sambutannya sewaktu menutup MTQ tersebut di Masjid Raya Baitul Muttaqin, Selasa malam (20/6).
Kemudian sambung Mahyeldi lagi, terlebih ia pun mengapresiasi MTQ tersebut, karena tidak saja diikuti para generasi muda namun juga dilombakan bagi usia 51 tahun ke atas.
"Oleh karena itu, kami mengucapkan selamat kepada panitia dan peserta dalam MTQ ini. Semoga bermanfaat bagi kita semua, dan terkhusus bagi generasi muda yang harus kita jaga dan bimbing. Karena masa depan bangsa ini ada di tangan mereka dan maka untuk itu, mereka harus terus kita motivasi selaku generasi penerus calon-calon pemimpin di masa datang," pungkas Wako didampingi Camat Lubuk Begalung Rosail Akhyari.
Sementara, Marlis selaku Ketua Panitia Pelaksana MTQ tersebut menyebutkan pelaksanaan lomba itu merupakan yang pertama dilakukan dan terlaksana berkat dipelopori pengurus masjid beserta jamaah serta tokoh masyarakat, yang kemudian juga didukung lurah dan Ketua LPM setempat.
"Lomba terbagi dua tingkat yakni untuk lansia dengan cabang tilawah dan bagi anak-anak cabang Pidacil. Lomba ini kita laksanakan selama tiga hari mulai Minggu-Selasa (18-20/6). Alhamdulillah, semuanya berjalan dengan sukses dan lancar. Insya Allah pada Ramadan mendatang akan kita gelar lagi dengan lebih meriah," sebutnya.
Dalam kesempatan itu, Walikota Padang juga mengapresiasi bagi dua anak cilik yang mampu melaksanakan shalat subuh berjamaah tanpa terputus selama 30 hari. Bahkan seperti diutarakan para jamaah, keduanya sudah sampai 2 tahun lebih melaksanakannya. Sehingga mereka yang disebut Pejuang Subuh itu pun mendapat hadiah paket khusus dari Walikota. (im7/David)


Infonusantara.PADANG - Walikota Padang H. Mahyeldi Ansharullah Dt Marajo menyebut bahwa agama dan pemerintah tidak dapat dipisahkan. Karena hadirnya sebuah negara tak terlepas dari campur tangan Allah SWT.
"Kemerdekaan Indonesia tidak saja atas ikut campur tangan manusia, akan tetapi karena kuasa Allah SWT," ungkapnya saat membuka Sosialisasi Empat Pilar MPR-RI oleh anggota DPR RI, Hermanto, di Aula Baznas Kota Padang, Minggu (18/6).
Mahyeldi menyebut, dengan kuasa Allah itu, agama dan pemerintah tak dapat dipisahkan.
"Jika ada yang berpikiran bahwa keduanya (agama dan pemerintah) tak boleh disatukan, itu sangat keliru dan tidak tepat," tegas Mahyeldi.
Sebab menurut Mahyeldi, keterlibatan Allah dalam terbentuknya Indonesia sebagai negara telah tertuang ke dalam Pancasila pada sila pertama. Yakni Ketuhanan Yang Maha Esa. Begitu juga pada UUD 1945. Di mana dalam alinea pada UUD 1945 tersebut tertulis bahwa kemerdekaan Indonesia atas berkat rahmat Allah.
"Dan lima sila pada Pancasila itu merupakan nilai-nilai yang hidup di tengah bangsa Indonesia," sebutnya.
Sementara itu Mahyeldi mengatakan bahwa penganut paham atheis tidak boleh hidup di Indonesia. Sebab seluruh rakyat Indonesia bertuhan.
"Sila pertama Pancasila berbunyi Ketuhanan Yang Maha Esa. Ini menandakan bahwa seluruh rakyat Indonesia beragama, tidak ada yang tidak," papar Mahyeldi.
Walikota mengatakan bahwa peran umat Islam dalam kemerdekaan Indonesia tak dapat terbantahkan. Karena itu, Mahyeldi mengimbau kepada seluruh umat Islam agar tidak terpinggirkan. Sebab saat ini ada indikasi dari pihak tertentu untuk sengaja menyingkirkan umat Islam. Karena umat Islam cukup berpengaruh besar bagi negara ini.(im7/Ch)


Walikota Padang Mahyeldi Ansharullah Resmikan Pesantren Komunitas Cinta Al-Qur'an diMasjid Pasar Baru Pauh, Kecamatan Pauh.

Infonusantara.PADANG - Walikota Padang Mahyeldi Ansharullah membuka resmi Pasantren Komonitas Cinta Al-Qur'an Masjid Raya Pasar Baru Pauh, Kecamatan Pauh, Kota Padang Sumatera Barat (Sumbar) Jum'at 2 Juni 2017.

Walikota Padang Mahyeldi dalam kesempatan itu mengatakan bahwa di Kota Padang sudah memiliki lebih dari 100 orang anak-anak yang hapal al quran, sesuai laporan yang di terima.

Hal ini sebagai bukti bahwa masyarakat Kota Padang baik - baik semua. "Terbukti dengan telah menyediakan tempat bagi pengafal Al - Quran dan sekalian makan sahur di lokasi tempat ngafal Alquran tersebut, ''ujar Walikota

Walikota juga berkata, bagi Ibu-ibu komonitas cinta Al-Quran yang di laksanakan hari ini, sebagai komonitas penggerak pasantren, cinta alquran semua kita do'akan nanti masuk sorga,  aamiinn

Di hadapan peserta pasantren komonitas cinta al quran, Walikota memerangkan bahwa tanggal 10 - 20 Juli 2017 nanti Kota Padang  sebagai tuan rumah pertemuan Ulama dan Da'i se -Asia, bahkan yang datang nanti Imam Masjid Haram dan Muazin Masjid Haram pada acara pembukaan di Masjid Raya Sumatera Barat.

"Tentu kita harus bangga sebagai warga Kota Padang berbagai kegiatan bertaraf Nasional dan internasional diadakan di kota ini dan kita sebagai tuan rumah, "ungkap Walikota 

Sementara Ketua pelaksana Pasantren  komonitas cinta  Al Quran,  Dewi Rahmayani mengatakan kegiatan pasantren  ramadhan ini dilaksanakan selama tiga hari dari tanggal 2 sampai 4 Juni 2017.  Di ikuti sekitar 250 orang berasal  komonitas cinta Al-Quran  dari Kelurahan,  di adakan di  Masjid Raya Pasar Baru Pauh Kecamatan Pauh Kota Padang. 

"Acara ini sudah ke 5 kalinya dilaksanakan dan setiap minggu ada kegiatan mengabloan cinta alquran di setiap kelurahan di Kecamatan Pauh, " pungkasnya(Im7/Tf)

Formulir Kontak

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.