May 2017


Aprianto Anggota DPRD Padang 

Infonusantara.PADANG - Anggota Komisi II DPRD Padang, Aprianto menilai, praktek parkir liar yang terjadi Transmart Padang, Jl Khatib Sulaiman, sebaiknya ditindak secara hukum. Pengenaan pasal pidana sebagaimana tercantum dalam Perda No 11 Tahun 2005 tentang Ketertiban Umum, akan lebih adil dan fair.

"Kalau walikota mencak-mencak di sana usai menemukan parkir di trotoar ataupun taman jalan, itu tak lebih dari pencitraan semata," pungkas Aprianto, Senin (29/5)

Pernyataan Aprianto ini, mengomentari sikap Walikota Padang, Mahyeldi Ansharullah yang tabik rabo (marah,red) usai menemukan parkir liar di sekitar Transmart Carefour Padang, Jumat (26/5/2017) lalu. Saat itu, Mahyeldi bahkan sampai memeriksa kondisi parkir di basement gedung yang katanya mampu menampung 600 unit kendaraan sekaligus.

Menurut Aprianto, jika tidak ditindak secara hukum, maka akan membuktikan adagium yang menyatakan, hukum itu hanya tajam kebawah (rakyat kecil), namun tumpul ke atas (pengusaha/penguasa).

"Praktek seperti itu, jangan sampai terjadi di Kota Padang. Keadilan harus tercipta.Semua harus sama di mata hukum," ujar Aprianto.

Selain itu, politisi PDI Perjuangan ini menilai, potensi pendapatan daerah dari parkir di Transmart, jangan sampai digratiskan pula sementara waktu. "Parkir itu dibayar oleh masyarakat. Jangan pula diberi kompensasi ke pengusahanya untuk tidak melakukan bagi hasil, harus jelas Dishub dalam hal ini berperan," terangnya.

"Walaupun belum satu bulan menggunakan area parkir, kalau bagi hasilnya ditunda pula, sudah terlalu banyak fasilitas yang diberikan ke pengusaha yang berinvestasi di Padang ini. Lokasi parkir itu merupakan kewajiban pengusaha apalagi super mall seperti Carefour. Kalau tak ada fasilitas parkir, tentu orang enggan berkunjung," ungkapnya.(*)

Berbagi Itu Indah , Kegiatan Sosial IKA 98 SMA 6 Padang Beri Bantuan Ke Panti Asuhan.
Infonusantara.PADANG - Dalam rangka HUT IKA 98 SMA 6 ke -19 sekaligus silahturahmi dalam rangka menyambut bulan suci ramadhan 1438 H Tahun 2017 Masehi. Ikatan Keluarga Alumni( IKA) 98 SMA 6 Padang lakukan kegiatan sosial mendatangi serta menyerahkan sejumlah bantuan pada dua Panti Asuhan di Kota Padang, Sabtu (20/5/2017) sore.

Ketua IKA 98, Aditiawarman mengatakan, kegiatan sosial ini kita lakukan atas inisiatif kawan- kawan dari alumni SMA 6 Padang  tahun 98, dan kegiatan ini sudah direncanakan sebulan yang lalu oleh penggurus IKA 98.

"Alhamdulillah pada kesempatan kali ini ada dua panti asuhan yang kita kunjungi, yakni Panti asuhan Annisa di Terandam dan Panti asuhan Wira Lisna di Jalan St.Syahrir simpang Skep dekat SMA 6 Padang, " jelasnya.

" Juga disampaikan walaupun bantuan yang kami berikan pada kedua panti asuhan tersebut tidak seberapa jumlah namun berharap bantuan tersebut bisa bermanfaat sebaik - baiknya. Kemudian dengan kegiatan yang telah kita lakukan saat ini diharapkan akan lebih menyemangati lagi kawan - kawan alumni 98 SMA 6 Padang lainnya, baik itu yang berada dalam kota maupun yang dirantau, " harapannya.

Lebihlanjut disampaikan, kami atas nama IKA 98 SMA 6 Padang bersyukur bisa melaksanakan kegiatan sosial ini, karena berbagi itu indah. Takkan habis sebahagian harta kita untuk berbagi apalagi pada panti asuhan yatim piatu, dimana ada hak mereka dari sebagian rezki yang telah kita peroleh selama ini.

"Terasa indah sekali ketika kami makan nasi bungkus, bersama- sama dengan pengurus dan anak yatim piatu di kedua panti asuhan tersebut, hal yang luar biasa terasa sekali ketika melihat kebersamaan tersebut, "pungkasnya.

Sementara bendahara IKA 98 Indriani mengatakan, dalam bulan ramadhan 1438 H ini, kami merencanakan agenda mengadakan bagi -bagi takjil dan buka puasa bersama anak yatim piatu dan juga nantinya direncanakan agenda sunatan massal. Mudah - mudahan agenda ini dapat berjalan  dengan lancar dan kegiatan ini dapat terus berlangsung lebih baik lagi kedepannya, "ungkapnya.(baim)

Anggota DPRD Padang H.Maidestal Hari Mahesa.
INFONUSANTARA.PADANG - Adanya informasi yang menyebar di jejaring media sosial terkait aksi bakar 1000 lilin di Tugu Gempa pada Senin (15/5) kemarin, pukul 20.00 WIB bisa dikategorikan dianggap telah membuat suatu keresahan, memprovokasi dan bisa memecah belah kerukunan hidup berdampingan satu sama lainnya di Kota Padang yang selama ini selalu damai, aman terjaga dengan baik.

"Anggota DPRD Kota Padang Maidestal Hari Mahesa mengatakan adanya kejadian yang sudah kedua kalinya ini, dengan undangan yang beredar dalam Facebook bertemakan Padang Peduli NKRI yang akan mengadakan aksi bakar 1000 lilin untuk NKRI damai. Menurutnya dengan aksi tersebut itulah sebenarnya yang bisa membuat perpecahan, kerusuhan di NKRI ini, bukan lagi aksi peduli NKRI," ujar Hesa saat ditemui KORAN PADANG, Selasa(16/5) diruangkerjanya.

Jika memang itu ada kaitannya dengan permasalahan di Jakarta dengan alasan peduli untuk NKRI, tegakkan keadilan, seharusnya permasalahan gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) tersebut biarlah ranah hukum yang melakukan pekerjaannya, proses hukumnya kan sudah berjalan. Jika mau dilanjutkan, apakah mau banding, kasasi, ke Pengadilan Tinggi  terserah saja. Karena berbicara NKRI, didalamnya ada ranah hukum, jadi biar pihak berwenang yang bertindak. Lagi pula apa sih yang telah pernah diperbuat gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) untuk Kota Padang.

"Karena tidak seharusnya jika permasalahan gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di bawa - bawa ke daerah kita di Kota Padang. Apa sih tujuannya, padahal permasalahan itu di Jakarta bukan di Kota Padang, " sebutnya.

Kemudian kata Hesa, pihak Kepolisan harusnya bisa mengusut lebih dalam apa tujuan dan kepentingan dengan aksi bakar lilin yang ingin digelar di Kota Padang. Seperti aksi pertama yang dilakukan seorang wanita berhijab pakai kaca mata diketahui bernama Nurul Indra. Terlihat sejumlah foto yang di unggah di akun Facebooknya yang   aksi tersebut berada di Jalan Perintis (Jati) depan RSUP DR M Djamil Padang pada pukul 20.32 WIB Sabtu (13/5) lalu.

Aksi tersebut kata Hesa, sah - sah saja sudah memancing kekeruhan di Kota Padang, terjadi hujatan ribuan komentar yang sangat banyak atas aksi yang dilakukan wanita itu. Dan diketahui pula bahwa wanita berhijab itu ternyata bukanlah orang Padang Sumatera Barat. Inikan sudah tidak lazim, seperti ingin membuat kerusuhan, memecah belah masyarakat Kota Padang, " tegasnya.

Kemudian timbul lagi dimedia sosial undangan aksi bakar lilin di Tugu Gempa, yang secara spontan dari Ormas - ormas, Organisasi Kepemudaan(OKP) di Kota Padang mengambil langkah dengan mendatangi pihak kepolisian untuk mempertanyakan aksi yang akan digelar, hal itu karena efek dari aksi yang pernah dilakukan sebelumnya, mereka tidak ingin kecolongan.

Dan hasilnya jelas jelas Kapolda Sumbar, Kapolresta Padang melarang hal itu karena tidak ada izin serta antisipasi agar tidak terjadi gejolak di Kota Padang. Kita juga apresiasi dengan langkah yang diambil Satpol PP, Ormas dan pihak keamanan dalam menyikapi hal tersebut.

Dia juga mengatakan, pada, Senin( 15/5) malam ketika ada isu akan dilakukan aksi bakar 1000 lilin di Tugu Gempa, saya berada dilokasi itu, kata Hesa. Namun setelah bertemu dengan beberapa ormas lakukan pengecekkan langsung kesekolah - sekolah, membicarakan hal tersebut dengan lurah setempat serta bertemu langsung dengan sekretaris yayasan Prayoga ibu Popi, disana diungkap bahwa tidak ada dari yayasan atau pihaknya mengizinkan aksi bakar lilin pada hari itu pada siswa mereka. Hal itu tidak benar apa yang disampaikan di media sosial tersebut.

Bahkan staf dan para guru pun dilarang, tidak benar ada mereka akan lakukan aksi bakar lilin di Tugu Gempa. Pihak yayasan
mereka juga tidak ingin terjadi kerusuhan di Kota Padang, karena para siswanya juga banyak yang dari muslim. Bahkan pihak yayasan sendiri meminta pada kepolisian untuk mengawal agar hal itu tidak terjadi, '' ungkap Kader PPP itu.(*)

Walikota Padang H. Mahyeldi Ansharullah saat meninjau kegiatan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) untuk pembangunan jembatan di jalan baru Pasa Lalang Kecamatan Kuranji, Minggu (7/5).

Infonusantara.PADANG- Pembukaan jalan baru di sebelah timur pinggiran Kota Padang akan mempermudah akses sekaligus mendorong perekonomian. Ini direalisaskin dengan pembukaan jalan baru sepanjang 10 KM dari Pasa Lalang Kuranji menuju Sungkai Lambung Bukik.

"Jalan baru ini akan mendorong peningkatan ekonomi warga dan mempermudah akses di pinggir timur Kota Padang, " kata Walikota Padang H. Mahyeldi Ansharullah saat meninjau kegiatan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) untuk pembangunan jembatan di jalan baru Pasa Lalang Kecamatan Kuranji, Minggu (7/5).

Menurut Mahyeldi, jalan baru dari Pasa Lalang sampai ke Lambung Bukik ini akan terhubung dengan jalan lainnya, yaitu jalan di Lambung Bukik ke Limau Manih.

"Dengan terbukanya jalan, kawasan Kuranji bisa menjadi pilihan mahasiswa Unand untuk tempat tinggal. Sekaligus jadi akses jalan alternatif masyarakat yang akan ke Solok dan Sawahlunto., " kata Mahyeldi.

Karena jalan tersebut melintasi dua sungai kecil maka Pemerintah Kota Padang akan membangun jembatan. pada bulan Juni nanti pembangunan jembatan akan dimulai. Jembatan tersebut dianggarkan Rp 3,5 milyar. Membentang sepanjang 20 meter dengan lebar 7 meter.
"Sedangkan jembatan yang lebih kecil dibangun dengan swadaya warga dalam kegiatan BBGRM, " ujarnya.

Mahyeldi tidak lupa menyampaikan terimakasih atas partisipasi warga yang dengan telah merelakan tanahnya untuk pembangunan jalan. "Tanpa dukungan warga pembangunan jalan ini tidak mungkin terealisasi, " tukasnya.

Sementara itu, Camat Kuranji Rachmadeny Dewi Putri menjelaskan, pembukaan jalan baru ini diiringi dengan pembangunan jembatan dari kegiatan BBGRM."Dengan anggaran manunggal Rp 35 juta per kelurahan nanti ditambah swadaya masyarakat, insh Allah bisa diselesaikan, " sebut camat yang biasa disapa Deni itu.
Ia menambahkan, kegiatan BBGRM juga menjadi ajang silaturahim warga dengan aparatur kecamatan dan kelurahan. "Pada kesemptan ini kita sekaligus silturahim dengan warga, memberikan motivasi dalam mendukung program pembangunan, "imbuhnya. (im7/Tf/Ch)


Pejabat eselon II dan III mengikuti Workshop Tunas, Sistem dan Komite Integritas oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI di Hotel Grand Inna Muara Padang 

Infonusantara.
PADANG
– Sedikitnya 30 pejabat eselon II dan III mengikuti Workshop Tunas, Sistem dan Komite Integritas oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI di Hotel Grand Inna Muara Padang dari Kamis-Sabtu (4-6/5).Guna membangun budaya antikorupsi di lingkungan Pemerintah Kota (Pemko) Padang,Kegiatan ini dihadiri Deputi Bidang Pencegahan KPK, Ryan H. Utama bersama Asep Chaerullah selaku nara sumber.

Walikota Padang, Mahyeldi Ansharullah Dt Marajo mengatakan sangat menyambut kegiatan tersebut selaku bahagian dari program KPK. Sehingga diharapkan, akan semakin meningkatkan integritas di kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemko Padang ke depan.

“Kita tentu berterima terima kasih kepada KPK yang telah memfasilitasi kegiatan ini. Sebagaimana sesuai dari harapan dari KPK dan kita semua, demi terciptanya pelaksanaan pemerintahan yang semakin baik dan bebas dari korupsi tentunya,” imbuh walikota sewaktu menghadiri kegiatan tersebut, Sabtu (6/5) lalu.

Dikatakan Mahyeldi, ia pun berharap nantinya semua ASN terutama para pejabat eselon II, III dan IV juga dapat mengikuti kegiatan tersebut."Semoga upaya ini akan memacu semangat para ASN kita untuk lebih meningkatkan integritas dalam pengelolaan pemerintah daerah di masa-masa yang akan datang,” tukasnya didampingi Kepala Inspektorat Kota Padang, Andri Yulika.

Sementara itu, Deputi Bidang Pencegahan KPK, Ryan H. Utama menerangkan workshop tersebut merupakan program atau upaya lain dari KPK yang saat ini lebih memfokuskan aspek pencegahan di samping penindakan terhdap kasus korupsi.

Sementara Ryan pun melihat, cukup tingginya kemauan Pemko Padang menjadikan budaya integritas sebagai sebuah budaya baru di Pemko Padang.“Jadi, salah satu bentuk pencegahan yang kita lakukan yaitu, dengan memberikan kesadaran dan pemahaman terhadap pihak-pihak yang rentan tersandung dalam kasus korupsi seperti halnya para pejabat, pegawai negeri dan sebagainya. Sebagaimana, korupsi itu juga belum tentu dikarenakan niat dari keserakahan seseorang, namun juga bisa dikarenakan ketidakpahaman,” sebut Ryan.

Di samping itu kata Ryan, budaya integritas merupakan salah satu upaya memastikan dan membuktikan terkait program kegiatan serta visi dan misi yang dilakukan setiap pemerintah daerah khususnya terbebas dari praktek korupsi.
Sementara dalam kegiatan yang diikuti para pejabat Pemko Padang tersebut, ada tiga hal besar yang diberikan.

“Pertama melakukan internalisasi nilai-nilai integritas. Kedua memberikan pemahaman konsep sistem integritas dan ketiga, tentang pengendalian strategis KKN, yaitunya dengan menjaga orang-orang strategis supaya terhindar atau tidak tersandung kasus korupsi,” pungkasnya. (im7/David)


Walikota Padang Mahyeldi dalam acara peringatan isra mi'raj yang dihadiri 1.200 guru PAUD, SD dan SMP se Kecamatan Koto Tangah di Masjid Raya Balai Gadang, Sabtu (6/5).
Infonusantara.PADANG- Belakangan kasus tawuran dan ngelem dikalangan remaja di Kota Padang makin marak saja.Ini harus menjadi perhatian Pemerintah Kota Padang bersama jajaran kepolisian karena merusak generasi penerus bangsa. Hal ini membuat Walikota Padang H. Mahyeldi Ansharullah menjadi gusar terkait perilaku "ngelem" dan tawuran di kalangan remaja tersebut..   
.
"Menghisap lem merek tertentu dapat merusak langsung sel-sel pada otak anak-anak. Ini berbahaya bagi perkembangan anak-anak yang merupakan generasi penerus bangsa, " kata Mahyeldi dalam acara peringatan isra mi'raj yang dihadiri 1.200 guru PAUD, SD dan SMP se Kecamatan Koto Tangah di Masjid Raya Balai Gadang, Sabtu (6/5).

Menurut Mahyeldi, kasus ini harus menjadi perhatian bersama, bukan saja para orang tua dan guru, terlebih polisi pamong praja (Pol PP) dan pihak kepolisian."Pencegahan terhadap anak-anak ngelem ini harus dilakukan bersama guna menyelamatkan generasi bangsa, " kata Mahyeldi.

Perilaku ngelem menurut Mahyeldi juga sama berbahaya dengan tawuran antar belajar karena menunjukkan kerusakan karakter. Anak-anak yang masih berseragam SMP ini terlihat begitu beringas dan siap menghabisi lawan dengan senjata tajam jenis parang dan samurai yang mereka bawa."Ngelem dan tawuran ini sama-sama berbahaya. Karakter generasi penerus bangsa jadi rusak," tegasnya.

Walikota juga memepertanyakan pihak yang peduli perlindungan konsumen, terkait beredarnya jenis lem yang sangat berbahaya bila aromanya terhisap manusia. " Yang herankan, pihak yang peduli konsumen kenapa bungkam dengan adanya produk seperti ini? " sergahnya.

Walikota yang juga ulama ini menekankan, kepedulian terhadap generasi penerus bangsa dalam rangka mempersiapkannya jadi pemimpin di masa datang adalah kewajiban sesuai ajaran Islam. Sebaliknya, bila meninggalkan generasi yang lemah maka adalah awal dari kehancuran suatu bangsa.

Terlebih, menurut data demografi, dua dekade ke depan bangsa Indonesia mendapatkan bonus kependudukan yang tidak dimiliki bangsa manapun di dunia. Bonus itu adalah penduduk usia muda melebihi 60 persen dari jumlah penduduk. Ini akan mampu membawa kejayaan bangsa Indonesia dibanding bangsa lain.

"Tepatnya menjelang 100 tahun kemerdekaan RI, kita memiliki penduduk usia muda melebihi 60 persen, " ulasnya.

Pada kesempatan ini Camat Koto Tangah Syahrul mengatakan, peringatan israk mi'raj ini sekaligus jadi ajang silaturahim para guru. Sekaligus mendapatkan arahan dari Walikota Padang untuk motivasi dalam mengajar.
"Selain silaturahim, para guru juga mendapatkan motivasi dalam mengajar, " ungkapnya.(im7/Ch)


Permko Lakukan Pembenahan Jalan Kota Padang
Infonusantara.PADANG- Semua ruas jalan di Kota Padang bakal mulus, menyusul mulai dilakukannya pembenahan oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU). Pembenahan tersebut tidak hanya terhadap jalan di pusat kota, tetapi termasuk ruas-ruas jalan di pinggiran kota yang mulai rusak. 

"Pembenahan atau perawatan rutin terhadap jalan sudah mulai dilaksanakan. Diharapkan sampai akhir tahun semua jalan sudah mulus," kata Walikota Padang H. Mahyeldi usai melaksanakan salat sekaligus menjadi khatib di Masjid At Taqwa Padang, Jumat (5/5).

Mahyeldi menyebutkan, sepanjang 500 KM ruas jalan di Kota Padang, tidak termasuk jalan lingkungan, sebagian besar berada di pinggiran kota. Jalan di pusat kota selain sebagai ruas utama juga menjadi akses penting menuju objek wisata. Sedangkan jalan di pinggiran kota adalah jalur penunjang dan jalur alternatif. Akan tetapi cukup vital bagi masyarakat. "Jalan pinggir kota cukup vital bagi masyarakat, makanya kita lakukan percepatan betonisasi dan pengaspalan jalan lingkungan, " ujarnya.

Program betonisasi dan pengaspalan sejak digulirkan dari awal 2015 menurut data Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Padang sudah terealisasi sekira 76, 33 persen. Sekitar 23 persen sisanya diperkirakan tuntas hingga 2018.

Adapun, panjang jalan sekunder di Padang mencapai 1.296.6 Km. Dari sepanjang itu, jalan yang butuh penanganan intensif yakni 329.66 Km."Jika semua tuntas, maka jalan di depan rumah warga semua sudah Bagus. Kita ingin warga menikmati manfaat jalan ini untuk meningkatkan perekonomian," harapnya.

Menurut Mahyeldi, semua sudah mendekati rampung sehingga diprediksi targetnya bisa tercapai setahun lebih cepat. Tepatnya 2018, atau sebelum 2019 targetnya sudah tercapai.
"Sejak 2014 hingga 2016 kemarin sudah terbetonisasi sepanjang 231.44 KM diprediksi bisa terselesaikan hingga 2018," ungkapnya. (im7/Ch)


Infonusantara.PADANG-Program singgah sahur yang dilakukan Walikota Padang H. Mahyeldi Ansharullah bersama timnya pada bulan Ramadan dinilai sebagai pelayanan publik yang inovatif. Program ini diusung oleh Pemerintah Kota Padang ke penilaian tingkat provinsi Sumatera Barat, Kamis (4/5).

Salah seorang inisiator program singgah sahur DR. Edi Hasymi yang saat itu menjabat sebagai Kepala Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Daerah (Bapedalda) memaparkan di hadapan tim penilai. Ia menyebutkan, program ini lebih fokus pada penanggulangan kemiskinan melalui bantuan rehabilitasi rumah tidak layak huni yang dikemas dalam Singgah Sahur Sederhana."Program ini dilaksanakan diam-diam, tidak formal dan tidak ada acara seremonial maupun keprotokoleran," sebutnya.

Disamping mengusung konsep penanggulangan kemiskinan yang beda dari yang lain, program ini juga berusaha menghilangkan sekat antara pemimpin dengan rakyatnya, terutama masyarakat miskin. Semua yang menjadi keluhan masyarakat miskin akan langsung didengar dan dicarikan solusinya melalui Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait."Ini bentuk implementasi dari Dekat Melayani yang jadi motto Walikota Padang, " kata Edi Hasymi.

Sejak 2014, program ini berjalan baik dan mendapat respon positif dari banyak pihak. Terutama masyarakat miskin yang pernah dikunjungi dan telah dibantu pembangunan rumahnya."Ada sebanyak 19 rumah yang dikunjungi sejak 2014. Semuanya dibantu pembangunan rumahnya, " ungkap Edi.

Ia mengatakan, program ini tidak memakai anggaran belanja daerah melainkan dari berbagai sumber yaitu donatur dan Baznas."Program ini tidak menggunakan anggaran daerah, "timpal Edi.

Tim penilai Inovasi Pelayanan Publik Provinsi Sumatera Barat yang diketuai DR. Ria Ariyani merasa tidak perlu melakukan kunjungan lapangan lagi. Pasalnya, dalam pemaparan yang disampaikan Edi Hasyni juga Sekretaris Dinas Sosial Afriadi sudah lengkap dengan data dan video yang telah diunggah ke youtube.

"Kami tidak melakukan tinjauan lapangan lagi karena semua sudah lengkap, "ungkap Ria Aryani yang juga akademisi Universitas Andalas ini. (im7/DU)

Walikota Mahyeldi Ansharullah saat diwawancarai Mengenai Formulir Bebas LBGT Unand,  usai seminar dan rapat kerja III Indonesia-Indian Local Government Forum (Indonesia-IOLGF) yang digelar Pemko Padang di Hotel Grand Inna Muara Padang, Rabu (3/5).
Infonusantara.PADANG – Walikota Padang H. Mahyeldi Ansharullah Dt Marajo mendukung penuh sikap Universitas Andalas (Unand) mensyaratkan calon mahasiswa baru yang mendaftar harus bersih dari penyimpangan seksual Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT). Dimana pihak rektorat kampus ternama itu baru-baru ini, telah mengeluarkan keputusan mewajibkan mahasiswa barunya mengisi formulir bebas dari LGBT yang telah disediakan dengan dibubuhi materai.

“Saya sangat mendukung sikap dari Rektor Unand Tafdil Husni tersebut. Karena memang, LGBT merupakan penyimpangan perilaku sosial yang jelas bertentangan dengan ajaran agama dan budaya masyarakat kita,” tegas Mahyeldi saat diwawancarai usai seminar dan rapat kerja III Indonesia-Indian Local Government Forum (Indonesia-IOLGF) yang digelar Pemko Padang di Hotel Grand Inna Muara Padang, Rabu (3/5).

Mahyeldi mengatakan, selaku walikota ia telah menegaskan perilaku menyimpang LGBT memang tidak boleh ada di kota yang ia pimpin. Jika pun ada, sebutnya, mungkin pihaknya akan mencarikan solusi nantinya seperti upaya membuatkan sekolah ataupun tempat pembinaan khusus agar tidak melanggar Hak Asasi Manusia (HAM) ataupun Undang-undang (UU) yang mengatur hak warga negara untuk mendapatkan pendidikan.

"Maka itu, apabila ada yang LGBT di Padang ini silahkan laporkan. Karena nanti, kita akan buatkan sarana khusus dengan dicarikan juga guru dan pembimbing yang akan memberikan materi-materi khusus kepada mereka. Sehingga dengan itu nantinya, diharapkan akan bisa menghilangkan penyimpangan perilaku yang ada pada diri mereka,” tukasnya. (im7/David)

Walikota Padang H. Mahyeldi Ansharullah dan Walikota Fremantle DR. Brad Pettitt di Grand Inna Hotel Padang, Rabu (3/5)
Infonusantara.PADANG-Pemerintah Kota Padang dan Pemerintah Kota Fremantle, Negara Bagian Australia Barat, Australia kembali menguatkan hubungan setelah 20 tahun tidak saling mengunjungi. Kedua pihak sepakat menuangkan kesamaan niat tersebut dalam bentuk Letter of Intent (LoI) yang nantinya dilanjutkan dengan Memorandum of Understanding (MoU).

Penandatanganan berkas bersejarah tersebut dilakukan oleh Walikota Padang H. Mahyeldi Ansharullah dan Walikota Fremantle DR. Brad Pettitt di Grand Inna Hotel Padang, Rabu (3/5). Turut menyaksikan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Wilem Rampangilei, Ketua DPRD Padang Erisman dan Wakil Walikota Padang Emzalmi di sela berlangsungnya Rapat Kerja III Indonesia-Indian Ocean Local Government Forum (Indonesia-IOLGF)
.
Walikota Mahyeldi mengatakan, hubungan Padang dan Fremantle sudah terjalin sejak 1997 lalu. Sekarang kembali dipererat seiring perkembangan dan kebutuhan kedua kota."Kita melihat perkembangan Kota Fremantle dari sisi pariwisata, penataan kota dan pelabuhan sangat mengagumkan. Ini suatu keunggulan yang dapat kita ikuti, " kata Mahyeldi.

Bukan itu saja, Wako Mahyeldi juga melirik peluang untuk perdagangan dan jasa, pengembangan sumbar daya manusia serta infrastruktur. Ini menjadi poin yang dituangkan dalam pernyataan minat kerjasama dengan kota pelabuhan yang saat ini mendapat julukan "Kota Wajib Kunjung" pada 2016 itu.

Sementara itu, Brad Pettitt menyambut baik langkah awal kerjasama dengan Kota Padang. Ia menilai potensi Kota Padang tidak kalah dengan yang dimiliki Fremantle."Di sini ada pabrik semen besar ( PT Semen Padang) yang tidak kami miliki. Juga alamnya yang Indah. Potensi pariwisatanya sangat besar, " kata Brad Pettitt.

Lebih lanjut, Pettit mengatakan, beberapa hal yang perlu diupayakan yaitu terkait jalur transportasi yang ada di bawah ototritaa pelabuhan negara bagian.
"Jika ini bisa diupayakan, jalur transportasi untuk perdagangan Padang dan Fremantle lebih praktis, " sebutnya. (im7/Ch)


Walikota Padang Mahyeldi Ansharullah dan Walikota
Fremantle jogging bersama di Pantai Padang. Rombongan melewati kawasan pedestrian di Pantai Cimpago. Kemudian terus ke arah Pantai 
Muaro Lasak.

Infonusantara.PADANG - Walikota Fremantle, Australia, DR Brad Pettitt bersama rombongan akan berada di Padang selama lima hari, 1-5 Mei ini.Belum sampai tiga hari di Padang, Walikota Fremantle mendapat kesan mendalam.

DR Brad Pettitt merasa Padang seperti di rumah sendiri. Warganya yang ramah serta sambutan hangat yang diberikan kepadanya membuat Walikota Fremantle terkesan. "Di sini kami merasa dihargai dan disambut dengan baik," kata DR Brad Pettitt melalui penerjemahnya saat melakukan jogging pagi bersama Walikota Padang H. Mahyeldi Ansharullah Dt Marajo dan sejumlah pejabat di Pemko Padang, Rabu (3/5) di Pantai Padang.

Sementara itu, Walikota Padang H. Mahyeldi Ansharullah Dt Marajo menyebut bahwa pihaknya memang selalu berusaha untuk memuliakan tamu yang datang ke daerahnya. Setiap tamu mesti dihargai sehingga merasa betah berlama-lama di Padang."Karena itu kita harapkan seluruh warga Kota Padang untuk menjaga terus kebersihan, ketenteraman, dan meningkatkan keramahtamahan," ujar Walikota Padang.

Pada Rabu pagi itu, Walikota Padang dan Walikota Fremantle jogging bersama di Pantai Padang. Rombongan melewati kawasan pedestrian di Pantai Cimpago. Kemudian terus ke arah Pantai
Muaro Lasak. Di sini, DR Brad Pettitt kembali dibuat terkaget-kaget dengan tertatanya objek wisata Pantai Padang.

Setelah itu rombongan menikmati sarapan pagi di Lampau Panjang Cimpago. Rombongan saling berfoto bersama. Terlihat diantaranya Ketua TP-PKK Padang Ny. Harneli Majelis, Asisten III Setdako Padang Corri Saidan, Kabag Umum Alfiadi, Kabag Kerjasama Erwin M, dan lainnya.(im7/Ch )



 Walikota Padang H. Mahyeldi Ansharullah Dt Marajo menyempatkan pin tamu kehormatan kepada Walikota Fremantle di sela upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional 2017 di Lapangan Imam Bonjol Padang, Selasa (2/5).

Infonuisantara.PADANG - Walikota Fremantle, Australia, DR Brad Pettitt dinobatkan sebagai tamu kehormatan saat berkunjung ke Padang, 1-5 Mei 2017. Walikota Padang H. Mahyeldi Ansharullah Dt Marajo menyempatkan pin tamu kehormatan kepada Walikota Fremantle di sela upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional 2017 di Lapangan Imam Bonjol Padang, Selasa (2/5).

"Walikota Fremantle kita nobatkan sebagai tamu kehormatan di Padang," ucap Mahyeldi pagi itu.

Diberikannya penghargaan itu tak lain karena Walikota Fremantle telah mampu menjaga hubungan baik kedua kota. Bahkan, Walikota Fremantle sudah mengingatkan kembali hubungan baik kedua kota tersebut."Kita harapkan hubungan antara kita (Padang dengan Fremantle) terus terjalin baik," ungkap Mahyeldi.

Hubungan antara Kota Padang dengan Fremantle sudah terjalin erat sejak 20 tahun lalu. Bahkan kedua kota ini telah menjadi "friendship city".."DR Brad Pettitt sudah mengingatkan kita kembali tentang prinsip city yang pernah terjalin erat pada 1997 silam," sebut Mahyeldi.

DR Brad Pettitt cukup senang setelah dinobatkan sebagai tamu kehormatan. Menurutnya, warga Padang cukup ramah dan baik."Saya seperti di rumah sendiri," ujarnya.

Rombongan Walikota Fremantle tiba di Padang, Senin (1/5). Rombongan menghadiri sejumlah agenda hingga 5 Mei nanti. Selain mengunjungi PT Semen Padang, rombongan juga melihat tambak udang vanamei di Koto Tangah.

Usai itu, Walikota Fremantle juga dijamu makan malam di Palanta kediaman Walikota Padang, Selasa (2/5) malam. Termasuk jogging bersama Walikota Padang di Pantai Padang pada Rabu (3/5) pagi. Serta melihat sejumlah potensi di Padang.

Selain Walikota Fremantle DR Brad Pettitt, juga hadir Astrid Vasile (Regional Director IDBC Australia),
Doug Thomson (CEO Chamber of Commerce of Fremantle),Ainslie De Vos (Manager Ext. Affairs Fremantle Port),Olwyn William (City of Fremantle),Tom Griffits (City of Fremantle). Serta Gino Vasile (CEO Vazari Pty Ltd), Sri Tohl (CEO Arkaba Farm and Engineering Australia),
Karen Bailey OAM (Chair BBIPerth),


Iskandar Basro (Tourism leader IDBC), Leny Maryouri (Infrastructure leader IDBC Australia),
Chris Barnes (Regional Director WA Gov), Ario Susanto (Earthquake resistance designer Vazari Pty Ltd), Sjafar Thahier (PA Arkaba Farm), danTuti Purnomo (Secretary Arkaba Farm).(im7/Charlie / DU / Tafrizal / Yurizal)

Walikota Fremantle DR Brad Pettitt Melihat Potensi Udang Vanamei di Pasir Jambak
Infonusantara.PADANG - Walikota Fremantle DR Brad Pettitt melihat potensi daerah Kota Padang. Dalam lawatan di hari keduanya di Padang, Walikota Fremantle ini menengok potensi udang vanamei di Pasir Jambak, Kecamatan Koto Tangah, Selasa (2/5)."Mengagumkan sekali," timpal DR Brad Pettitt saat melihat tambak udang vanamei milik kelompok masyarakat yang cukup besar di Pasir Jambak itu.

Saat kunjungan tersebut, udang vanamei milik masyarakat Pasir Jambak sudah cukup besar dan siap untuk dipanen. Walikota Padang kemudian mengambil jaring untuk menangkap udang tersebut.Tanpa ragu, Mahyeldi melempar jaring ke tengah tambak. Tak berapa lama, jaring terisi udang yang cukup besar dan segar.

"Wah banyak sekali, luar biasa," celetuk pekerja di tambak udang itu saat melihat Walikota Padang menyeret jaring hingga ke pinggir. Walikota Fremantle pun penasaran ingin mencoba. DR Brad Pettitt kemudian mengambil jaring dan mencoba melempar ke dalam tambak. Hasilnya, cukup banyak juga udang yang terjaring."Ini pengalaman pertama saya menjaring udang," sergahnya.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Padang Zalbadri menyebutkan budidaya udang vaname cocok dikembangkan di Padang, apalagi prospek keekonomian komoditas tersebut sangat tinggi.
“Pasarnya bagus, proses budidayanya juga mudah dan cocok dengan wilayah Kota Padang yang masih banyak rawa-rawa. Kalau ditekuni ini akan mampu meningkatkan ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Dia menyebutkan budidaya udang vaname ini dilakukan di tambak seluas 500 meter persegi (m2) milik kelompok masyarakat Kelurahan Pasia Nan Tigo, Kecamatan Koto Tangah."Ujicobanya dimulai sejak Januari lalu," terangnya.

Hasil panen udang ini mencapai 3,75 ton sampai 4,25 ton. Nilainya bisa mencapai Rp400 juta.
"Hanya 100 hari, udang dapat dipanen. Harga perkilogramnya mencapai Rp 90 ribu hingga Rp 100 ribu," tambahnya.
Udang vaname memiliki sejumlah keunggulan, seperti tahan terhadap berbagai penyakit, tingkat pertumbuhan yang relatif cepat, cocok dibudidayakan di daerah berawa, dan memiliki nilai ekonomi tinggi.(im7/Charlie )


   Milad Ke-19 PKS Berkhidmat Untuk           Umat dan Rakyat

Infonusantara.PADANG-Memeriahkan milad ke-19 Partai Keadilan Sejahtera, DPD PKS Padang menggelar acara jalan santai, bakti sosial donor darah, cek kesehatan. Kegiatan puncak ini terbuka bagi masyarakat umum yang dilaksanakan Minggu pagi (30/4/2017) bermulai dari Kantor DPD PKS Padang di Jalan Kis Mangunsaskoro Padang berakhir di Pantai Padang ditutup dengan penyerahaan berbagai hadiah doorprice.

Sekretaris Umum DPD PKS Padang Muharlion.S.Pd, menyampaikan, Pada usia yang ke-19 Partai Keadilan Sejahtera (PKS)  berarti sudah bisa dibilang dewasa dan matang. Sesuai dengan tema milad PKS kali ini "Berkhidmat Untuk Masyarakat", berharap kedepan PKS makin lebih baik, bisa lebih mengotimalkan diri baik dari para kader, pengurus. Baik itu untuk masyarakat Kota Padang khususnya dan masyarakat Sumatera Barat, Indonesia keseluruhannya.

Sekretaris Umum DPD PKS Padang Muharlion menyampaikan karena kita di PKS pada legislatif ada lima orang anggota dewan dan di eksekutif ada Walikota, tentu kita berharap kedepan apa apa yang telah kita perbuat selama ini mencoba untuk menata membangun Kota Padang ini, semoga itu lebih bisa dioptimalkan lagi lebih maksimal kedepan. Dan tentunya itu tidak terlepas dari dukungan masyarakat, "sebut Muharlion, Minggu, sore

Muharlion juga menyampaikan, dalam rangka menghadapi dua perhelatan besar kedepan yakni Pilkada 2018 dan Pileg 2019, tentu kita ingin meningkatkan soliditas internal di PKS, ingin PKS ini berada di hati masyarakat, semoga nanti sukses dalam melaksanakan dan memenangkan dua perhelatan besar tersebut.

Dia menegaskan, target kita jelas karena di PKS kembali mengusung Mahyeldi Ansharullah sebagai Walikota Padang di Pilkada 2018 ini. Kita optimis untuk memenangkan Pilkada 2018 mengusung Walikota Padang periode 2019–2024.

Juga pada Pileg 2019 nanti dengan adanya peningkatan atau penambahan jumlah kursi, PKS optimis dan juga ingin sukses dalam Pileg nanti. Sehingga nantinya lebih banyak memberikan kontribusi lebih besar lagi untuk pembangunan dan masyarakat Kota Padang, " ungkapnya.

"Sementara Drs.Muhidi.MM, dewan Syuro PKS merupakan mantan Ketua DPD PKS Padang dan juga merupakan Wakil Ketua DPRD Padang mengatakan, tema besar yang diusung Partai Keadilan Sejahtera( PKS) adalah "Berkhidmat Untuk Masyarakat", di usia ke-19 PKS diharapkan kedepannya ada di hati masyarakat dan dapat lebih baik lagi. Karena melayani masyarakat merupakan hal yang tidak bisa dipisahkan dari partai ini, " ujar Muhidi.

"Partai politik harus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, kerja-kerja sosial lebih banyak daripada politik. Peduli dan peka terhadap kebutuhan masyarakat," katanya.

Pada usia yang ke-19, PKS berarti sudah dewasa dan matang. Pada milad ke-19 ini tentu ada target untuk peroleh suara mengingat akan dilaksanakannya Pilkada serentak Kota Padang 2018 nanti. Kita berharap target peroleh suara pada pilkada mendatang  besar, yang akan berkontribusi terhadap wilayah, terlebih lagi di Padang memiliki potensi suara yang banyak.

"Saya menilai semua capaian itu akan terwujud dengan kerjasama kader, simpatisan, pengurus baik di legislatif, eksekutif dan seluruh warga Kota Padang untuk menciptakan pembangun dengan baik serta masyarakat yang sejahtera. Karena itu kita berharap ada kerjasama yang baik diantara semua jajaran pengurus, dan hal ini bisa terus terjaga dan berjalan dengan baik untuk menghasilkan yang baik pula. Mari jaga citra dan marwah partai, " tegasnya.

Dia berharap pada pilkada serentak nanti seluruh simpatisan, kader PKS dan masyarakat Kota Padang dapat memilih pemimpin daerah secara bijaksana. Seluruh kader terbaik PKS Padang apapun profesinya punya andil ditengah masyarakat menjadi panutan di tengah masyarakat. "Kita inginkan apa yang telah dicapai oleh pemerintah saat ini, dapat dilanjutkan kembali untuk yang kedua kalinya melalui pilkada serentak 2018 nanti.

"Kita bisa melihat apa yang telah dapat dilakukan oleh walikota saat ini dalam membangun Kota Padang, apa yang telah dicapai
dan itu semua tidak terlepas dari peranan seluruh kader, simpatisan, kepengurusan partai dan kepercayaan masyarakat Kota Padang, "tutup Muhidi.

Ketua DPD PKS Padang, Gufron  mengatakan, kegiatan jalan santai merupakan bentuk kebersamaan PKS dengan masyarakat. Sesuai visi PKS saat ini berkhitmad untuk masyarakat, PKS menurut Gufron berusaha memberikan manfaat yang sebesar-besarnya kepada masyarakat. “Kita bersyukur PKS sudah 19 tahun hadir di negeri ini. Kita bertekad lebih banyak manfaatnya untuk masyarakat,” kata Gufron.(*)

Formulir Kontak

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.