January 2017



Infonusantara.PADANG - Dalam program Bina Lingkungan 2016 yang dilaksanakan PT Angkasa Pura II, kali ini menggelontorkan bantuan kepada Pemerintah Kota Padang berupa mobil perpustakaan keliling, empat unit becak motor sampah, serta PAUD.

Bantuan ini dianggap tepat karena memenuhi apa yang diinginkan Kota Padang. "Kami berterimakasih kepada PT Angkasa Pura II yang telah memberikan bantuan kepada kami. Bantuan ini cukup tepat bagi kebutuhan warga Kota Padang,"  ucap Walikota Padang H. Mahyeldi Ansharullah usai menerima bantuan tersebut di halaman Kantor PT Angkasa Pura II di Bandar Udara Internasional Minangkabau (BIM), Senin (30/1).

Walikota berharap, bantuan ini benar-benar digunakan dengan baik dan dirasakan oleh warga Kota Padang. Bantuan satu unit mobil perpusatakaan keliling diharapkan mampu menambah ilmu pengetahuan dan wawasan warga.

Mahyeldi juga mengatakan, semoga dengan adanya mobil ini akan menambah bahan bacaan dan pengetahuan warga.Bantuan berupa empat unit becak motor sampah juga diharapkan mampu mengakomodasi sampah yang selama ini ada di Koto Tangah. Termasuk sampah yang ada di pintu gerbang masuk arah utara Kota Padang.

"Dengan bantuan ini, nantinya Lurah agar pastikan tidak ada sampah yang bertebaran di BIM maupun di batas kota," imbau Walikota.

Senada dengan itu, Walikota Padang juga mengapresiasi bantuan pembangunan PAUD Abdurahman di Sungai Lareh. Mahyeldi berharap dengan adanya PAUD tersebut akan meningkatkan SDM di daerah sekitar. "Mudah-mudahan pahala terus mengalir kepada Presiden Direktur PT Angkasa pura II," ujar Mahyeldi.

Sementara itu Presiden Direktur PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin mengatakan bantuan ini merupakan aplikasi dari program Bina Lingkungan 2016. Dimana program bantuan ini didorong oleh Kementerian BUMN. Muhammad Awaluddin berharap, dengan adanya bantuan ini bermanfaat bagi masyarakat.

"Semoga bantuan ini bermanfaat bagi masyarakat Sumatera Barat, khususnya Kota Padang dan Kabupaten Padang Pariaman," ungkapnya.

Selain memberikan bantuan mobil perpustakaan keliling, becak motor sampah, serta PAUD, PT Angkasa Pura II juga menyerahkan bantuan dua unit SD untuk Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman. Dalam acara itu turut hadir Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Kota Padang Zabendri, Camat Koto Tangah Syahrul, dan lainnya.(im7/Ch)


Infonusantara.PADANG - Di ruang pertemuan asrama Haji Parupuak Tabiang, Kota Padang berkumpul tokoh masyarakat Sumbar, mereka bertemu dalam tajuk “ Silaturrahim Keluarga  Besar Tarbiyah- Perti Sumbar. Islah –Tarbiyah-Perti  untuk Kesatuan Umat,  Keutuhan Bangsa,” Minggu (29/1).

Para tokoh dalam pertemuan tersebut Ketua Persatuan Tarbiyah Islamiyah Sumbar H. Boy Lestari Dt. Palindih, Ketua DPD PERTI Sumbar  Prof. Dr. Duski Samad, M.Ag, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumatera Barat Hendra Irwan Rahim. Gubernur Sumbar, Emma Yohana  anggota DPD RI, Walikota Padang H. Mahyeldi Anshrullah Dt. Marajo, SP  dan sejumlah tokoh lainnya.

Pada kesempatan itu, Walikota Padang H. Mahyeldi menyampaikan kepada Pers, bergabungnya Perti dan Tarbiyah, ini  yang sudah menjadi sikap menasional. Dan berharap sesuai dengan yang disampaikan pengurus  pusat, Perti yang konsen terhadap  pendidikan pesantren ini adalah hal yang tepat. Ini  dalam rangka untuk penguatan sendi-sendi kehidupan  berbangsa serta perlu perhatian yang serius, seperti pendidikan dan  generasi muda. Dan selanjutnya semua kita berdoa, mudah mudahan semangat yang dilakukan Tarbiyah dan Perti bisa dikuti oleh organisasi lainnya di negeri ini.

“Saya secara pribadi yakin banyak orang dengan semangat menyatunya Tarbiyah dan Perti, ini menjadi optimis kepada bangsa ini serta kepada generasi muda. Sekaligus hal ini dilakukan  pembelajaran kepada pemuda dan para ulama-ulama yang  telah mencontohkan kepada kita merapatkan shaf dan mengokohkan persatuan demi untuk kejayaan bangsa.

Karena dalam fakta sejarah, bahwasanya para ulama ketika menyatu  dengan rakyat maka bangsa itu jaya. Ketika ulama menyatu dengan TNI-Polri maka bangsa akan selalu kokoh dan sukses. Makanya didalam dokumen-dokumen  negara ini diantara pada pembukaan UUD 1945 telah dibunyikan, bahwa kemerdekaan adalah rahmat dari Allah Swt, karena begitu jelas serta konkritnya peran ulama sejak masa penjajahan dalam perjuangan, mengusir penjajah dan  menyatukan bangsa ini.

Demikian Indonesia  juga setelah merdeka, ketika tentara  Belanda mau masuk lagi, membonceng pada tentara sekutu, maka semangat ini pulalah  yang digaungkan oleh Untung di Surabaya dengan melansirkan potensi-potensi Surabaya.

Begitu juga Pak Nasir pada 17 Agustus 1950, kembali kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia, sebelumnya Republik Indonesia Serikat (RIS) dan ini sekaligus terbukti kepada kita kokohnya NKRI, sebagai kontribusi para ulama dan umat Islam.

 Saya yakin kedepan, bahwa umat islam sudah sangat dewasa dalam menyikapi perbedaan-perbedaan dan tidak ada umat islam di Indonesia  yang akan mencidrai NKRI serta melakukan hal yang tidak diharapkan. Mudah-mudahan ini semua akan disadari seluruh pihak dan kepada generasi muda mari pelajari sejarah, seperti yang diajarkan Presiden Soekarno kepada kita jangan sekali-kali melupakan sejarah,“ ungkap Walikota H. Mahyeldi mengingatkan kembali.(im7/tf)



Infonusantara.PADANG  - Penampilan Sahabat Tanah Ombak binaan Yusrizal KW tidak hanya mampu memukau ratusan pasang mata yang hadir, namun aksi teatrikal yang dilihatkan juga mendapat apresiasi oleh Walikota Padang, H. Mahyeldi Ansharullah Dt Marajo.

"Anak-anak yang tergabung di Tanah Ombak telah melihatkan kualitas dan keterampilan yang dimiliki. Saya kira ini suatu prestasi yang luar biasa dan harus kita dukung bersama untuk pengembangannya," sebut Walikota dalam acara yang dilangsungkan di aula Taman Budaya Sumbar, Sabtu (28/1).

Selanjutnya kata Wako, ia melihat bahwasanya anak-anak Tanah Ombak sangat berbakat dan cerdas. Hal itu dikarenakan, untuk persiapannya diketahui hanya 15 hari melakukan latihan, akan tetapi tampilan yang dilihatkan cukup bagus dan memukau. Dimana ada banyak hal yang dapat diambil seperti pesan penting dari apa yang ditampilkan demi mengembalikan kehidupan anak-anak dan remaja sesuai jati diri dan budaya bangsa.

"Mereka semua cerdas-cerdas. Tinggal bagaimana kesungguhan para pendidik dan pembinanya agar lebih sukses lagi ke depan," ungkapnya.

Kemudian tambahnya lagi, penampilan Tanah Ombak tersebut telah mengingatkan akan nilai-nilai historis dan budaya-budaya yang mungkin sudah mulai terlupakan di tengah masyarakat. Padahal budaya permainan anak negeri tersebut merupakan potensi yang betul-betuk menggerakkan tubuh, dengan melibatkan, olah otak, kecerdasan dan fisiknya, sebagai pembuktian rasa kebersamaan diantara mereka.

Kekompakan yang ada pada permainan anak negeri dapat menanamkan jiwa dan semangat kebersamaan. Untuk itu ke depan akan kita sikapi, bagaimana menghadirkan kembali permainan tradisional ke tengah-tengah masyarakat.

"Insyaallah, saya sudah meminta Dinas Pendidikan untuk memfollow-up agar bisa mengupayakan untuk menggelar kompetisi permainan anak negeri di lingkungan sekolah, ataupun melalui iven-iven terkait, seperti festival Siti Nurbaya. Sehingga hal ini menjadi bagian penting dalam rangka menjaga dan memelihara budaya negeri. Sehingga dapat membangun dan meningkatkan kebersamaan bagi generasi-generasi muda di masa-masa yang akan datang," tukuknya.

Di akhir kegiatan Walikota Padang menyerahkan Award kepada Sahabat Tanah Ombak (Abinaya Ghina Jamela) atas karya buku puisi "Naya Resep Membuat Jagad Raya". Sekaligus meresmikan secara simbolis Rumah Anak Pendongeng. (im7/David/LL)

Tradisi Bakar Hio Besar di Kelenteng See Hin Kiong
Infosiaco,PADANG -- Tahun Baru Imlek atau yang disebut Sin cia oleh masyarakat Tionghoa yang berbahasa Hokkian dan Tiu chiu, di tahun 2017 ini merupakan perayaan Tahun Baru Imlek (Sin Cia) ke-2568. Tahun baru Imlek kali jatuh pada hari Sabtu 28 Januari 2017.

Iswanto Kwara salah seorang tokoh masyarakat Tionghoa di Kota Padang yang juga anggota DPRD Kota Padang, mengatakan, "perayaan Imlek merupakan bentuk menyambut pergantian tahun baru bagi masyarakat Tionghoa. Tepat pada pukul 00.00 WIB umat yang merayakan Imlek akan lakukan sembahyang, baik dirumah secara pribadi, perkumpulan serta di Kelenteng, "ujarnya, Jum'at(27/1) malam, dari Kelenteng See Hin Kiong, Jalan Kelenteng No.312, Kelurahan Kampung Pondok, Kecamatan Padang Barat, Kota Padang, Sumatra Barat.

Ada beberapa ritual keagamaan yang dilakukan pada setiap perayaan Tahun Baru imlek (Sin Cia). Ritual keagamaan tersebut terdiri dari beberapa macam dan sudah menjadi tradisi yang tidak terpisahkan umat Ru Jiao (agama Khonghucu) maupun masyarakat Tionghoa lainnya.

Hari pertama Tahun Baru Imlek atau Sin Cia yaitu Cia Gwee Ce It (dialek Hokkian) artinya tanggal 1 bulan 1 dalam penanggalan Imlek. Pada hari itu, kepala keluarga memimpin persembahyangan yang didahulukan melakukan sujud hormat ke hadapan Shang Di, kemudian dilakukan sembahyang penghormatan kepada leluhur dengan melakukan pai kui (memberi hormat sambil berlutut) sebanyak tiga kali.

Dupa/Hio dibakar sehingga harum dupa menyebar ke segenap penjuru rumah sebagai ungkapan harapan agar hidup seisi rumah membawa keharuman bagi nama leluhur. Selain itu, harum dupa itu juga mereka yakini dapat membuat suasana terasa tenteram di hati.

Juga disampaikan, tradisi setiap Imlek, semua keluarga saling memberi ucapan selamat. Yang muda memberi hormat kepada yang tua. Yang paling tua dalam keluarga mendapat penghormatan telebih dahulu. Anak dan cucu memberikan hormat sambil berlutut kepada ayah ibu dan kakek nenek.

Sedangkan yang muda mendoakan panjang umur sambil mohon doa restu kepada yang tua. Sedangkan yang tua mendoakan agar banyak hoki (keberuntungan,red) kepada yang muda sambil memberikan angpau sebagai perlambang jaminan kehidupan di tahun yang baru.

Kemudian dikatakan, tentang pembakaran Dupa/Hio besar di Klenteng See Hin Kiong sama seperti sembahyang biasanya. Tapi, kalau ada yang berniat, maka mereka akan memakai hio yang besar tersebut. “Hio besar juga bisa dipakai sebagai ucapan syukur dan terima kasih di perayaan Imlek atas apa yang telah didapat  selama ini,” jelasnya.

Ditambahkan, bagi anak-anak, perayaan Imlek tentu menyenangkan sekali. Karena, setelah memberi ucapan selamat Sin Cia mereka memperoleh angpau. “Setelah itu, kita akan mendatangi  para tetangga serta kerabat terdekat untuk saling memberikan ucapan selamat. "Semoga Tahun Baru Imlek 2568  di tahun Ayam Api ini dapat membawa ke titik keberuntungan serta bisa lebih makmur, dijauhkan dari segala konflik, selalu dalam keadaan damai, " tutup Iswanto Kwara.(B7)



Infonusantara.Jakarta - WALIKOTA Padang H. Mahyeldi Ansharullah Dt Marajo mendatangi pedagang ‘urang awak’ di Pasar Senen, Jakarta, Rabu (25/1) malam.Perhatian pun diberikan kepada pedagang yang baru saja terkena musibah kebakaran di pasar tersebut.

Sekitar pukul 18.00 Wib, Walikota Padang tiba di lokasi dan melihat langsung kondisi Pasar Senen yang sudah hangus terbakar. Tak ada lagi tempat untuk berjualan, semua ludes tak bersisa.

Para pedagang terlihat memilih bertahan di seputaran gedung Pasar Senen. Mereka berdagang di trotoar dan bahu jalan karena belum ada tempat memadai dan representatif bagi mereka.

Walikota nampak cukup prihatin. Mahyeldi menyalami satu-persatu pedagang sambil tetap memberikan semangat kepada pedagang di sana. Walikota pun berbaur bersama pedagang dan mendengar keluhan yang dialami setelah mendapat musibah.

Dari sekian banyak pedagang di Pasar Senen, pada umumnya adalah perantau asal Minang. Sebanyak 1.661 pedagang di Pasar Senen merupakan perantau Minang yang bertahan hidup di Jakarta.

Seorang pedagang asal Padang, Hendri Novel tak menyangka begitu melihat kehadiran Walikota Padang di Pasar Senen. Dirinya bersama pedagang asal Padang lainnya merasa dihargai atas kehadiran walikota di tengah-tengah mereka.

“Kami orang Padang betul-betul merasa dihargai, Pak Walikota sangat peduli kepada kami yang menjadi korban kebakaran di sini,” ungkap lelaki yang juga Ketua Forum Persatuan Pedagang Senen (Forsipas) Padang ini.

Hendri mengaku, kehadiran Mahyeldi di tengah-tengah pedagang Pasar Senen telah menambah spirit dan motivasi mereka yang sempat kendor setelah kebakaran melanda. “Dengan hadirnya Pak Wali menambah spirit kami bahwa kami tidak ditinggalkan,” sebutnya.

Saat itu satu-persatu pedagang “urang awak” menyalami Mahyeldi. Mereka mengucapkan terimakasih tak terhingga atas perhatian yang diberikan.

“Kami mengucapkan terimakasih banyak kepada Pak Walikota yang telah hadir di tengah-tengah kami di sini, sangat luar biasa,” sebut Hendri dibenarkan para pedagang lain.

Walikota Padang mengaku prihatin atas kejadian yang menimpa sanak saudara di rantau. Kebakaran ini menurut Mahyeldi sempat melumpuhkan perekonomian dan usaha para pedagang.

“Kami merasakan sekali apa yang telah menimpa saudara perantau kita di sini,” sebut Mahyeldi

Karena itu Mahyeldi menyebut bahwa hubungan antara ranah dan rantau tak boleh terpisah. Sebab itulah, Walikota Padang hadir di tengah-tengah pedagang dan menyampaikan rasa duka atas kejadian tersebut.

“Mudah-mudahan Pemerintah DKI memberikan prioritas kepada pedagang eksisting di sini dan mendapat tempat lebih baik,” harap Mahyeldi.

Mahyeldi mengimbau kepada seluruh pedagang asal Minang agar lebih solid, kompak dan saling bahu membahu. Serta membangun komunikasi dengan Pemerintah DKI dan perantau agar mendapat tempat yang lebih baik setelah ini.

“Allah SWT menyebut, ketika kita sabar maka Allah akan mengganti dengan yang lebih baik,” kata Mahyeldi.

Walikota Padang yakin, di mana saja pemerintah pasti akan memberi bantuan dan jaminan kepada warganya. Dan kurang elok pula rasanya jika pemerintah tidak memberikan jaminan dan perhatian kepada rakyatnya untuk hidup.

“Kami Pemko Padang selalu mendatangi setiap sanak saudara kita yang terkena musibah. Saya yakin dan percaya, pemerintah DKI akan memberikan perhatian lebih kepada pedagang di sini yang telah memberikan sumbangan perekonomian terbesar kepada pemerintah DKI,” ucap Mahyeldi.

Saat akan pulang, Walikota Padang bersama Ketua Baznas Kota Padang Epi Santoso, Kabag Umum Setdako Alfiadi, beserta rombongan lainnya memberikan ‘si tawa si dingin’ kepada para pedagang “urang awak” di sini. Pedagang pun tampak senang dan berucap syukur. Seperti diketahui, selama ini pedagang di Pasar Senen cukup berkontribusi terhadap perdagangan di Kota Padang. Hampir sejumlah barang yang dijual oleh pedagang eksisting di Padang dikirim melalui Pasar Senen.(im7/ Ch/Zy)



Infonusantara.BANDUNG – Kota Padang meraih kategori baik dalam penilaian Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) 2016 dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN dan RB). Berkat itu, Menteri PAN dan RB Asman Abnur menyerahkan langsung hasil laporan tersebut kepada Walikota Padang H. Mahyeldi Ansharullah Dt Marajo di Bandung, Rabu (25/1).

Kategori baik atau “B” yang diraih Padang kali ini cukup baik dibanding sebelumnya. Dimana tahun sebelumnya LAKIP Kota Padang berada pada kategori CC. Peningkatan ini mendapat apresiasi lebih dari Walikota Padang.

“Alhamdulillah terjadi peningkatan dalam penilaian LAKIP kita, ini artinya akuntabilitas kinerja Pemko Padang sudah semakin baik,” terangnya usai menerima hasil laporan tersebut di salah satu hotel ternama di Kota Bandung.

Mahyeldi membocorkan, tahun 2016 lalu pihaknya melakukan evaluasi terhadap hasil penilaian LAKIP sebelumnya. Evaluasi ini diwujudkan dengan melakukan koordinasi dengan tim dari Kementerian PAN dan RB.

“Termasuk mensinkronkan antara RPJM Kota Padang dengan kegiatan yang dilakukan setiap tahun, sehingga perubahan RPJM yang dilaksanakan pada 2016 ini dapat sinkron dengan kerja masing-masing SKPD,” tukas Mahyeldi yang didampingi Asisten III Corri Saidan, Inspektur Inspektorat Andri Yulika, Kepala Bappeda Rudy Rinaldi, Kabag Organisasi Sandra Imelda, serta Kabag Humas Zayadi.

Hebatnya, Padang merupakan salah satu dari empat kabupaten / kota di Sumbar yang meraih penilaian kategori baik. Walikota Padang mengucapkan terimakasih kepada seluruh jajaran kerjanya yang telah bekerja baik selama 2016.

“Terimakasih kepada seluruh SKPD yang bekerja dengan baik selama ini,” ucapnya.

Sementara Menteri PAN dan RB Asman Abnur menyebut bahwa hasil evaluasi LAKIP yang dilakukan pada tahun 2016 menunjukkan peningkatan rata-rata nilai evaluasi pada kabupaten/kota dibandingkan tahun sebelumnya. Pada tahun 2016 rata-rata nilai evaluasi LAKIP kabupaten/kota adalah 49,87, meningkat dari tahun 2015 yang hanya 46,92.

"Hasil evaluasi LAKIP Kabupaten Kota tahun 2016 mengalami peningkatan 2,95 poin," ujarnya.

Walaupun terjadi peningkatan, namun rata-rata kabupaten/kota pada tahun 2016 masih di bawah 50, yang artinya masih berada pada kategori C. Sebanyak 425 kabupaten/kota atau 83% dari total seluruh kabupaten/kota masih mendapat nilai di bawah B.

Rendahnya tingkat akuntabilitas kabupaten/kota dikarenakan empat permasalahan utama, yakni tujuan/sasaran yang ditetapkan tidak berorientasi pada hasil, ukuran keberhasilan tidak jelas dan terukur, program/kegiatan yang ditetapkan tidak berkaitan dengan sasaran, dan rincian kegiatan tidak sesuai dengan maksud kegiatan.

Keempat permasalahan tersebut menciptakan inefisiensi penggunaan anggaran pada instansi pemerintah. Jika mengacu pada hasil evaluasi dan berdasarkan data yang telah dihitung, terdapat potensi pemborosan minimal 30% dari APBN/APBD diluar belanja pegawai setiap tahunnya.

"Angka tersebut setara dengan nilai kurang lebih 392,87 Triliun rupiah," jelas Menteri Asman.

Di sini bisa dilihat bahwa hubungan tingkat implementasi LAKIP terhadap efisiensi dalam penggunaan anggaran sangat signifikan. SAKIP yang selama ini dianggap sebagai kumpulan dokumen semata ternyata mempengaruhi efektivitas dan efisiensi penggunaan anggaran negara yang pada hakikatnya adalah dana yang terkumpul dari rakyat.

Hal ini tentu bertentangan dengan pesan presiden yang selalu mengarahkan instansi pemerintah untuk mewujudkan birokrasi yang efisien. Birokrasi yang efisien ditunjukkan dengan penggunaan anggaran negara untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.

Sejalan dengan hal tersebut, Presiden juga terus menerus menyerukan kepada instansi pemerintah untuk menerapkan e-government dalam membantu pelaksanaan tugas, menerapkan money follow program sebagai dasar penggunaan anggaran.

Untuk Wilayah I ini, Menteri Asman mengapresiasi kabupaten dan kota yang telah melakukan upaya-upaya perbaikan nyata bagi peningkatan efisiensi birokrasi. Di wilayah I ini terdapat satu Pemerintah Kota yang berpredikat A dan tiga kabupaten/kota berpredikat BB. Kemudian juga terdapat 17 kabupaten/kota dengan predikat B. Selain itu, di wilayah ini juga terdapat 81 kabupaten/kota dengan predikat CC, 69 kabupaten/kota dengan predikat C dan satu kabupaten dengan predikat D.(im7/Ch/Zy)



Infonusantara.PADANG - Walikota Padang, H Mahyeldi Ansharullah Dt Marajo dianugerahi penghargaan dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Senin (23/1). Penghargaan itu diberikan atas kepedulian dan kontribusi besarnya kepada PWI.

Penghargaan diserahkan langsung oleh Ketua PWI pusat, Margiono dalam acara pelantikan pengurus PWI Sumbar di gubernuran Sumbar.

Mahyeldi adalah satu dari delapan tokoh di Sumbar  yang menerima penghargaan dari PWI pusat. Sosoknya dinilai telah memberikan perhatian yang besar terhadap insan pers yang  telah berkarya di Kota Padang. Selain itu Pemko Padang di bawah kepemimpinan Mahyeldi juga dinilai berkontribusi besar dalam perkembangan jurnalistik.

 “Pers adalah mitra pemerintah dalam menyuarakan setiap agenda pembangunan. Selama ini kami selalu berupaya menjalin komunikasi dan kerjasama yang baik dengan pers,” sebut Mahyeldi usai menerima penghargaan.

Pada kesempatan juga terlihat hadir Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno bersama wakilnya Nasrul Abit, Sekjen PWI Pusat Hendry CH Bangun, ketua Dewan Kehormatan PWI Pusat,  Ilham Bintang, dan sejumlah  kepala  daerah  se-Sumbar.

Ketua PWI Pusat, Margiono mengatakan pemberian penghargaan tersebut sebagai bentuk apresiasi kepada semua tokoh-tokoh Sumbar terhadap para Wartawan. Terutama yang bernaung dibawah bendera PWI.

“Ini adalah bentuk apresiasi dari PWI,” ujarnya.

Kabinet PWI Sumbar 2016-2021 ini dipimpin H Heranof Firdaus dengan Widya Nafis (sekretaris), Ismet Fanani (bendahara) dengan Ketua DKD, Basril Basyar. Kepengurusan ini juga dilengkapi pengurus SIWO PWI Sumbar yang diketui Tommy, wakil ketua Syaiful, Sekretaris Dasman Boy dan Bendahara Adrian Tuswandi.

Seperti diketahui, sebelumnya Walikota Padang telah dinobatkan oleh salah satu lembaga survey "Indonesia Indicator" sebagai kepala daerah terpopuler ketujuh di Indonesia. Predikat ini diraih setelah lembaga survey melakukan riset, dimana Walikota Padang paling banyak diberitakan oleh media massa. Hal ini tak terlepas dari peranan pers dan aktifnya Humas Kota Padang dalam memberitakan Walikota Padang sepanjang 2016 lalu.(im7/Ch)


Wakil Walokota Padang Emzalmi Bersama Komandan DENPOM 1/4 Padang Letkol CPM Didik Hariyadi
Infonusantara.PADANG – Tahun ini, Pemko Padang akan memberikan bantuan dana hibah sebesar 50 juta ke DENPOM 1/4 Padang. Pemberian dana hibah tersebut berdasarkan pada proposal yang diajukan ke Pemko Padang, termasuk untuk perawatan gedung yang sudah selayaknya untuk diperbaiki.

Wakil Walikota Padang Emzalmi menjelaskan, sebagai mitra kerja Pemko Padang, Forkopimda dan Forkopimda plus telah banyak mendukung pelaksanaan program-program Pemko Padang. Dan selama ini, kerjasama dan koordinasi tersebut berjalan dengan baik.

“Tentunya, mitra kerja kita juga memerlukan dana stimulan dalam melakukan kerjasama tersebut,” ujar Emzalmi, Kamis(19/1)

Ditambahkannya, seandainya kemampuan anggaran memungkinkan, maka bantuan dana hibah juga akan diberikan untuk tahun berikutnya. (im7/LL/Bustam)
 


Infonusantara.PADANG - Praktik pungutan liar (pungli) telah membudaya sejak lama di kalangan masyarakat. Walikota Padang H. Mahyeldi Ansharullah Dt Marajo menilai praktik ini sudah harus dihentikan. Karena merusak mental dan tatanan hidup.

"Mari kita bersama-sama memberantas praktik pungli," ajak Mahyeldi kepada masyarakat saat berdialog di salah satu televisi lokal di Padang, Jumat (20/1) sore.

Diterangkan Mahyeldi, praktik pungli terjadi dikarenakan berbagai macam hal. Diantaranya seperti faktor ekonomi.

"Pola hidup hedonis membuat seseorang bisa terlibat pungli," ujar Mahyeldi.

Seorang karyawan yang hidup hedonis atau konsumtif dapat terlibat pungli ketika biaya hidupnya tak tertalangi lagi. Karyawan mencari jalan lain dengan melakukan pungli di tempat kerjanya. Karena itu walikota menekankan agar pimpinan instansi supaya memperhatikan dan mengontrol karyawannya saat mengizinkan pengajuan peminjaman di bank.

"Untuk itu, ukur kemampuan keuangan kita dengan baik agar tidak terjadi hal ini," ujar Walikota Padang.

Mahyeldi menyebut, pungli juga masuk ke tatanan pemerintahan. Hal ini mengakibatkan pelayanan publik menjadi tidak maksimal.

"Makanya setiap instansi kita wajibkan membuat Standar Operasional Prosedurnya (SOP), sehingga setiap urusan jelas, kapan selesai dan biayanya," ungkapnya.

Memberantas pungli di Kota Padang, dibentuklah Tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli). Tim ini telah dikukuhkan Walikota Padang, Rabu (18/1). Walikota berharap dengan adanya tim ini akan memberantas pungli di Kota Padang.

"Kita berharap setelah ini tidak ada lagi pungli, dan untuk mewujudkan ini perlu kerjasama dengan masyarakat," sebut Mahyeldi yang merupakan penanggungjawab pada jajaran Tim Saber Pungli Kota Padang.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Tim Saber Pungli Padang, AKBP Tommy Bambang Irawan menyebut bahwa tim ini akan terlebih dahulu melakukan sosialisasi ke instansi pemerintah maupun swasta yang ada di Padang. Setelah itu pihaknya melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak terjadi pungli.

"Kita berharap setelah ini akan banyak sosialisasi, sehingga tidak ada Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang kita lakukan," sebut Wakapolresta Padang ini.

Tommy menilai praktik pungli rentan terjadi saat adanya hubungan langsung antar personal. Karena itu ke depannya pihaknya akan berupaya bagaimana suatu urusan tidak berkaitan langsung dengan personal. Akan tetapi lewat perantara lain seperti mesin, dan sebagainya.

Kasi Intel Kejari Padang, Fauzan menuturkan pungli merupakan tindak korupsi. Sebab, pungli sama dengan mengutip untuk kepentingan pribadi. "Ini akan kita tindak dan dipidanakan," tegasnya.(im7/Ch)


Infosiaco,PADANG -- Koalisi fraksi di DPRD Padang mengalami perpecahan, terlihat dari pemilihan struktur pimpinan komisi, Selasa lalu (17/1). Untuk struktur pimpinan komisi dipimpin oleh koalisi baru terdiri dari lima fraksi, yaitu fraksi golkar bulan bintang, PAN, hanura, demokrat dan PKS. Sebelumnya tahun 2016 koalisi DPRD Padang terdiri dari tujuh partai yaitu Partai Gerindra, Partai Demokrat, Partai Golkar, PDI-P, Partai Hanura, PKB, dan PBB.

Sementara itu fraksi gerindra tidak bergabung lagi pada koalisi baru ini, sehingga tidak satupun anggota dari partai pemenang pemilu 2014 lalu ini mendapatkan kursi pimpinan komisi di DPRD Padang. Selain itu juga ada tiga fraksi lainnya turut tidak kebagian kursi pimpinan komisi yakni fraksi PPP, fraksi perjuangan bangsa (PDIP-PKB) dan nasdem.

Ketua Fraksi Gerindra Elly Thrisyanti mengaku tidak bergabungnya gerindra pada koalisi yang baru tersebut merupakan hal yang biasa dalam politik.”Ada beberapa hal yang terjadi pada kondisi gerindra saat ini dan saya tidak bisa pungkiri itu. Untuk koalisi mereka mencari peluang dan itu sesuatu yang wajar dalam politik,” sebutnya, Kamis(19/1)

Namun, ia melanjutkan sebagai ketua fraksi ia telah berusaha dan berupaya melakukan lobi pada pemilihan struktur pimpinan komisi. Ia menyebutkan bahwa fraksi satu kesatuan tidak hanya milik ketua fraksi saja.

“Prinsipnya kita akan bekerja sama nantinya menjalankan tupoksi sebagai anggota dan ke depannya kita akan siap mendukung,” sebutnya.

Ketua fraksi PDI-P Wismar Panjaitan mengatakan DPRD merupakan lembaga politik. Mengenai PDI-P yang tidak bergabung lagi dalam koalisi ia menjelaskan secara lembaga tidak ada unsur pecah tetapi ada unsur kepentingan masing-masing.

“Ada pengelompokan sesuai dengan kepentingan partai, apalagi ini sudah mulai tahun politik di Kota Padang, pada 2018 nanti sudah mulai pilkada,” ujarnya. Tidak bergabungnya fraksi PDI-P ia melanjutkan hal itu terjadi karena beda kepentingan. Secara tidak langsung dengan adanya pengelompokan berarti proses demokrasi di Kota Padang betul terjadi.

Namun begitu, ia mengaku bahwa fraksi PDI-P tidak pernah diajak untuk bergabung pada koalisi yang baru.  “Mereka tidak pernah mengajak kami untuk koalisi, kami juga mencoba untuk berkomunikasi tapi sudah seperti tertutup, ya karena ada kepentingan, kalau memang terbaik untuk Kota Padang kami mendukung,” terangnya.(B)



Infonusantara.PADANG - Pungli merupakan perilaku yang telah berurat berakar. Dalam hal itu Walikota Padang H. Mahyeldi Ansharullah bertegas-tegas dengan perilaku pungutan liar (pungli) di daerahnya.

Memberantas tindakan pungli itu, walikota mengukuhkan Tim Satuan Tugas Sapu Bersih Pungli (Satgas Saber Pungli) Kota Padang. "Kalau sebelumnya ada istilah 'Om Telolet Om', sekarang 'Om No Pungli Om'," ujar Mahyeldi usai mengukuhkan 65 orang Tim Satgas Saber Pungli Kota Padang di Balaikota, Rabu (18/1).

Pungli kerap terjadi di instansi pemerintah maupun swasta. Hal ini terjadi salah satunya karena kurang jelasnya Standar Operasional Prosedur (SOP) di instansi tersebut.

"Untuk menghilangkan praktek itu, setiap instansi agar memperjelas SOP tupoksi di masing-masing instansi. Pasalnya Pungli kerap terjadi di instansi pemerintah maupun swasta. Hal ini terjadi salah satunya karena kurang jelasnya Standar Operasional Prosedur (SOP) di instansi tersebut, " tegasnya.

"Sebenarnya rusaknya bangsa itu karena kita sendiri yang memperlakukan sesuatu dengan tidak tepat. Pungli sama dengan korupsi dan merupakan kejahatan luar biasa, " tekannya.

Setelah dikukuhkan, Mahyeldi berharap Tim Satgas Saber Pungli Kota Padang bergerak cepat. Bekerja intens dan terus menerus. Semua ini bukan shock therapy dan hanya hangat sesaat, tetapi terus menerus. Setiap bulan harus ada laporan dari tim kepada kita.

Walikota berharap dukungan berbagai pihak dalam memberantas pungli. Dengan bekerjasama, pemberantasan pungli akan meningkat."Pembentukan tim ini tidak hanya mimpi, tetapi diimplementasikan di lapangan secara konkrit.

Tim Satgas Saber Pungli Kota Padang dibentuk berdasarkan Surat Keputusan (SK) Walikota Padang Nomor 16 Tahun 2017 bertanggal 17 Januari 2017. Tim ini diketuai Wakapolresta Padang dengan Wakil I yakni Inspektur Kota Padang. "Setelah ini kita siapkan nomor telepon pengaduan yang bisa dihubungi masyarakat," ungkap Mahyeldi.

Tim Satgas Saber Pungli ini memiliki 10 tugas. Diantaranya yakni melaksanakan kegiatan pemetaan terhadap modus operandi yang dilaksanakan oleh oknum pelaku pungutan liar, melakukan kegiatan intelijen dalam rangka memperoleh bahan keterangan yang diperlukan, serta melakukan upaya represif (OTT) terhadap para pelaku pungli di seluruh instansi terkait yang memberikan pelayanan publik.(im/7/Ch)


Infonusantara.PADANG - Pekerjaan fisik yang dilakukan rekanan tahun 2016 lalu dinilai masih belum memuaskan. Mengantisipasi tidak berulangnya kejadian serupa di tahun 2017 ini, Pemerintah Kota Padang akan melakukan beberapa langkah.

"Diakui memang sebagian proyek tidak berjalan sesuai harapan masyarakat dan pemerintah," ungkap Walikota Padang H. Mahyeldi Ansharullah, Senin (16/1).

Langkah yang dilakukan yakni pengawasan ketat terhadap pekerjaan atau proyek yang dikerjakan oleh rekanan. Rekanan ataupun kontraktor yang sedang bekerja akan terus diawasi hingga pekerjaan selesai sesuai tenggat waktu. Termasuk mengawasi kwalitas pekerjaan, sesuai dengan kesepakatan sebelumnya.

Walikota juga mengatakan, dalam pelaksanaan tender paket pekerjaan, dinas terkait di lingkup kerjanya agar selektif dan ketat terhadap persyaratan perusahaan yang mengikuti tender. Termasuk mencantumkan perjanjian dalam klausul kontrak kerja.

"Track record perusahaan yang akan melaksanakan pekerjaan juga menjadi syarat," tutur Mahyeldi.

Walikota Padang memang ingin bertegas-tegas dalam pembangunan di daerahnya. Apalagi, walikota tak ingin pekerjaan fisik di daerahnya asal-asalan dan tidak sesuai dengan ekspektasi masyarakat. "Kita tentu ingin pembangunan yang kita lakukan dirasakan masyarakat," katanya.

Sementara, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Padang Fatriarman Noer menyebut bahwa tahun ini cukup banyak paket pekerjaan yang harus dilaksanakan. Fatriarman menjelaskan, permasalahan proyek pekerjaan pada 2016 lebih banyak kepada manajemen dari perusahaan para rekanan, baik itu kontraktor maupun konsultan.

"Diharapakan, semestinya, rekanan dalam membuat sebuah penawaran memang sudah menyusun manajemen pelaksanaan, proyek dengan metode yang baik, sehingga kendala-kendala internal yang dihadapi di lapangan dapat diselesaikan dan tidak terpengaruh kepada pekerjaan," ujarnya.(im7.Ch)

Formulir Kontak

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.