Spanduk terpampang sekitar Jakpus(dok CNN Indonesia)

"Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) membantah telah menunggangi aksi demonstrasi menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja 

Infonusantara.net - Komite Eksekutif Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI), Syahganda Nainggolan membantah pihaknya menunggangi aksi demonstrasi para buruh dan pelajar yang menolak pengesahan Omnibus Law UU Cipta Kerja beberapa waktu lalu.

Hal itu ia katakan untuk merespons spanduk yang dipasang di wilayah Jakarta Pusat bertuliskan 'KAMI terbukti menunggangi aksi demo buruh dan pelajar'.

"Tidak mungkin [menunggangi]," kata Syahganda dilansir dari CNNIndonesia.com, Senin (12/10).

Selama ini gerakan buruh, mahasiswa,  pelajar memiliki sejarah panjang di dunia ini hingga mampu mengubah kebijakan di suatu negara. Bahkan, gerakan buruh dan pelajar banyak dikaji oleh akademisi dan civitas akademika melalui teori gerakan sosial di kampus-kampus seluruh dunia.

Ia tak menampik bila aspirasi KAMI bersinggungan dengan kepentingan para buruh dan pelajar lantaran sama-sama menolak UU Cipta Kerja. Ia juga menyatakan KAMI merupakan perkumpulan orang-orang kritis terhadap kebijakan pemerintah selama ini.

"Namun, sebagai entitas terpisah dan masing-masing punya eksistensi, tuduhan menunggangi kurang dimengerti oleh orang-orang yang tidak paham teori gerakan sosial," kata Syahganda.

Syahganda lalu menyesalkan pihak-pihak yang tak bertanggung jawab memasang spanduk tersebut dan menuding KAMI telah menunggangi aksi. 

Ia lantas berpesan agar pihak yang menuding KAMI menunggangi aksi untuk belajar terlebih dulu terkait gerakan buruh dan mahasiswa."Biar waras," kata Syahganda.

Sebelumnya, spanduk yang menuding KAMI berada di balik aksi demo menolak UU Cipta Kerja tampak terpasang di sepanjang Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat. Petugas kepolisian yang berada di lokasi mengklaim tidak tahu siapa yang memasang.

Sebelumnya, beberapa pejabat pemerintah menyebut ada pihak yang menjadi sponsor aksi demonstrasi menolak UU Cipta Kerja yang meletus di berbagai daerah Indonesia baru-baru ini.

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menko Polhukam Mahfud MD sama-sama menuding hal tersebut. Meski begitu, mereka enggan menyebut siapa yang menjadi sponsor.


 
Top