Orientasi Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) di Aula Kantor DKK Kabupaten Pati 
INFO PATI - Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Pati, Propinsi Jawa Tengah melaksanakan kegiatan Orientasi Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) bagi TNI dari Kodim 0718/Pati. Acara tersebut juga diikuti oleh TP-PKK Kecamatan dan sanitasi sanitarian Puskesmas di Kabupaten Pati berlangsung 04 hingga 05 September 2018 di Aula Kantor DKK Kabupaten Pati. 

Kepala DKK Kabupaten Pati  Dr. H Sulistyo MM dengan penuh semangat, mengatakan kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Nota Kesepahaman antara TNI dengan Kementerian Kesehatan RI tentang pelayanan kesehatan yang selanjutnya secara detail dijabarkan dalam perjanjian kerjasama tentang penyehatan lingkungan melalui implementasi Sanitasi Total berbasis Masyarakat (STBM) yang akan ditandatangani bersama dan peserta yang dihadirkan dari Babinsa Koramil jajaran Kodim Pati.

Lebih lanjut mengatakan, kegiatan ini merupakan akses masyarakat terhadap sanitasi dan air minum yang layak  merupakan bagian dari upaya promotif-preventif yang harus diutamakan. upaya promotif-preventif yang efektif akan  menekan kejadian penyakit, menurunkan jumlah orang yang sakit dan orang yang berobat sehingga  berdampak pada efisiensi biaya kesehatan yang menjadi beban pemerintah dan masyarakat " katanya. 

Sanitasi dan air minum yang layak memberi kontribusi langsung terhadap kualitas kehidupan manusia di seluruh siklus kehidupannya, mulai dari bayi, balita, anak sekolah, remaja, kelompok usia kerja, ibu hamil dan kelompok lanjut usia. Manusia Indonesia yang berkualitas merupakan cita-cita bangsa Indonesia, sebagaimana tercantum dalam Nawacita ke lima.

Penyediaan air bersih dan sanitasi berbasis masyarakat, disamping perilaku hidup bersih dan sehat menjadi faktor penting yang tidak boleh dipisah-pisahkan dengan intervensi lainnya. 

"Upaya promotif dan preventif dengan pendekatan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) melalui pemberdayaan masyarakat menjadi alternatif yang cukup efektif untuk memicu perubahan perilaku hidup bersih dan sehat dalam mendukung pencapaian akses air minum dan sanitasi yang layak dan berkesinambungan," ujarnya. 

Sesuai dengan target Universal Akses yang ditetapkan dalam RPJMN 2015-2019 bahwa seluruh masyarakat Indonesia harus sudah memiliki akses air minum dan sanitasi layak pada tahun 2019. 

"Untuk mewujudkan hal tersebut, diperlukan sinergi dan kolaborasi dari semua pihak untuk mencapai target ini, melalui strategi inovasi, dukungan kebijakan, serta pendanaan yang memadai untuk program air minum dan sanitasi," katanya. 

Saya mengharapkan kepada seluruh perserta, semoga orientasi ini memberikan manfaat dan pemahaman yang sama serta memudahkan dalam pelaksanaan pembangunan kesehatan khususnya pembangunan kesehatan masyarakat di daerah menuju Universal Akses 2019 100-0-100. "STBM Yes,"  pungkasnya. 

Laporan :Narto, Pendim Pati)
 
Top