Caleg DPR RI asal Partai Perindo Dapil Sumbar I, Muhammad Tauhid Menghadiri Peringatan HUT RI ke 73 di Kelurahan Pengambiran Ampalu Kecamatan Lubuk Bagaluang Kota Padang, Sumatera Barat
INFO PADANG,- Maraknya saling hujat dan caci maki di media sosial gara-gara dukung mendukung pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden mengundang keprihatinan banyak pihak. 

Salah satunya dari calon anggota DPR RI asal Partai Perindo di daerah pemilihan Sumbar I, Muhammad Tauhid. Keprihatinan itu disampaikan Tauhid ketika menghadiri peringatan HUT RI ke 73 di Kelurahan Pengambiran Ampalu Kecamatan Lubuk Bagaluang Kota Padang, Sumatera Barat, Minggu malam, 2 September 2018.

Menurutnya, pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno merupakan putra terbaik bangsa yang sudah ditetapkan oleh KPU sebagai capres dan cawapres. 

"Kita lihat pada momen Asia Games 2018 kemaren, saat cabang Pencak Silat diperlombakan dan berhasil meraih mendali emas, Pak Jokowi dan Pak Prabowo saling berpelukan," ungkapnya. 

"Mestinya kita sebagai pendukung mereka tak saling hujat dan caci maki. Jangan sampai gara-gara Pilpres kita memutuskan hubungan silaturahmi, panggil memanggil dengan sebutan jelek, itu kan dilarang agama kita," ujar mantan anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat ini.  

Di negara demokrasi seperti Indonesia, katanya lagi, rakyat bebas menyuarakan dukungan. Pasalnya, dukungan yang disampaikan rakyat dilindungi konstitusi. 

"Namun tentu ada batasannya, tak boleh saling hujat, tak boleh saling cerca, tak boleh saling fitnah, tak boleh menyebarkan ujaran kebencian, tak boleh menyebar hoax," pungkasnya.

Ia mengatakan, pilpres jangan sampai menciptakan perpecahan antar anak bangsa yang berakibat pada perpecahan NKRI. Untuk itu, ia mengajak masing-masing pendukung agar mengedepankan program masing-masing capres dan cawapres.

"Kita dukung dan pilih sesuai hati nurani kita. Jangan saling menghujat dan menjelekan. Kita sosialisasikan program yang mereka tawarkan ke rakyat," ungkapnya. (Inf/By)

 
Top